Anda di halaman 1dari 12

PENGALAMAN BELAJAR PRAKTIKA

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
DI PUSKESMAS MOJO, KELURAHAN MOJO, SURABAYA

SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP)


PENYULUHAN KESEHATAN

Pokok bahasan : Hipertensi


Hari, tanggal : Rabu, 23 April 2008
Waktu Pertemuan : 30 menit
Tempat : Ruang ICU
Sasaran : Keluarha pasien ruang ICU

I. Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Setelah mendapatkan penyuluhan, keluarga mampu memahami dan
mengaplikasikan materi penyuluhan dalam kehidupan sehari-hari.

II. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)


Setelah mendapatkan penyuluhan masyarakat mampu:
1. Memahami pengertian hipertensi.
2. Mengenali tanda dan gejala hipertensi.
3. Memahami faktor penyebab hipertensi.
4. Mengetahui komplikasi dari hipertensi.
5. Mengetahui cara pengobatan hipertensi.
6. Mengetahui cara pencegahan dini terhadap hipertensi.
.

III. Materi Pembelajaran


Pokok Bahasan:
Hipertensi

SAP Penyuluhan Hipertensi, Kelompok 7 PBP 1


Sub Pokok Bahasan:
 Pengertian hipertensi.
 Tanda dan gejala pada hipertensi
 Penyebab hipertensi
 Komplikasi hipertensi
 Pengobatan hipertensi
 Pencegahan hipertensi
 Diet bagi penderita hipertensi

IV. Metode Pembelajaran


Ceramah
Diskusi

V. Media
Flip chart
Leaflet

VI. Kegiatan Penyuluhan

Tahap Waktu Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta


22 April ’08 Sosialisasi kegiatan kepada Masyarakat tertarik datang untuk
09.30 - 10.00 WIB pengunjung puskesmas mengikuti kegiatan penyuluhan
21 April ’08, Mempersiapkan bahan dan alat yang -
13.00 - 17.00 WIB. digunakan dalam kegiatan
penyuluhan
Pendahuluan
22 April ’08, Memastikan kembali persiapan
12.00 - 17.00 WIB. alat dan materi
23 April ’08, Mempersiapkan peserta, alat dan Masyarakat menyiapkan diri di ruang
06.45 - 07.00 WIB pemateri tunggu

SAP Penyuluhan Hipertensi, Kelompok 7 PBP 2


23 April ’08, Membuka acara oleh moderator Mendengarkan dan memberikan
07.00 - 07.10 WIB Penyampaian materi oleh pemateri : umpan balik terhadap materi yang
pengertian hipertensi disampaikan.
- tanda dan gejala hipertensi
- penyebab hipertensi
- pengobatan hipertensi
- pencegahan hipertensi

- diet bagi klien hipertensi (dapat


ditambahkan oleh bag. gizi
puskesmas mojo - Ibu. Wahyu
Pelaksanaan
-red)
23 April ’08, Sesi tanya jawab dan evaluasi hasil - Mengajukan pertanyaan mengenai
07.10 - 07.20 WIB yang dipandu oleh moderator. materi yang kurang dipahami.
- Menjawab pertanyaan yang
diajukan.

23 April ’08, Demonstrasi latihan fisik bagi Peserta mampu mengikuti dan
07.20 - 07.30 WIB peserta. melaksanakan latihan fisik tersebut
dalam kehidupan sehari-hari untuk
mengurangi penyakit hipertensi

23 April ’08, Penutup oleh moderator


Penutup
07.30 WIB

VII. Pengorganisasian
Penanggung Jawab : Lailatul C.S.
Penyaji/penyuluh : Nuril Istiqomah
Moderator : Ria Novita Miranti
Notulen : Evy Dwi Rahmawati
Fasilitator : Yeni Anggraeni
Observer : Evy Dwi Rahmawati
Dokumentasi : Yeni Anggraeni

VIII. Evaluasi
a. Evaluasi Struktur
- Semua peserta hadir dalam kegiatan.
- Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan oleh mahasiswa bekerja
sama dengan Puskesmas Mojo.

SAP Penyuluhan Hipertensi, Kelompok 7 PBP 3


- Pengorganisasian dilakukan 2 hari sebelum pelaksanaan
penyuluhan.

b. Evaluasi Proses
- Peserta antusias terhadap materi yang disampaikan pemateri.
- Peserta tidak meninggalkan tempat selama penyuluhan
berlangsung.
- Peserta terlibat aktif dalam kegiatan penyuluhan.

c. Evaluasi Hasil
- Peserta memahami materi yang telah disampaikan.
- Ada umpan balik positif dari peserta seperti dapat menjawab pertanyaan
yang diajukan pemateri.
- Jumlah peserta 10-15 orang

IX. Referensi
Anonim. ____. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi). www.medicastore.com. Diakses: 31
Maret 2007
Anonim. ____ . www.americanheart.org. Diakses: 6 April 2007
Anonim. ____. Surya, Sabtu 7 april 2007
Astawan, Made, Prof. dr. Ir. Ms. ___ . Cegah Hipertensi dengan Pola Makan.
www.depkes.co.id. Diakses: 31 Maret 2007
Corwin, Elizabeth. 2000. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC
Soesetyo Joewono, Boedi, Prof.Dr.dr.SpPD.SpJP. 2003. Ilmu Penyakit Jantung. Jakarta:
EGC
Syarif, Amir,dkk. 2005. Farmakologi & Terapi. Jakarta: Bagian Farmakologi FKUI
Tambayong, Jan, dr. 2000. Patofisiologi untuk Keperawatan. Jakarta : EGC
Thomas & Handford, Gordon A. 2004. Pathophysiology Conceps and Application for
Health Care Professionals 3rd Edition. New York: Mc Graw Hill Higher Education
Indra. 2005. 6 Tips Meredam Hipertensi. http://www.w3c.org diakses tanggal 21 April
2008 pukul 14.00 WIB.

SAP Penyuluhan Hipertensi, Kelompok 7 PBP 4


Surabaya, 22 April 2008

Ketua Kelompok Penanggung Jawab Penyuluhan

Nuril Istiqomah Lailatul C.S.


NIM. 0105110230B NIM. 010610280B

Mengetahui,
PJMA Keperawatan Komunitas

Makhfudli, S.Kep, Ns
NIP. 130 9040 697

SAP Penyuluhan Hipertensi, Kelompok 7 PBP 5


Lampiran

I. Materi penyuluhan “Hipertensi”

A. Definisi
Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang bersifat abnormal dan diukur
paling tidak pada tiga kesempatan yang berbeda. Tekanan darah normal bervariasi
sesuai usia, sehingga setiap diagnosis hipertensi harus bersifat spesifik usia.
Namun, secara umum seseorang dianggap mengalami hipertensi apabila tekanan
darahnya lebih tinggi daripada 140mmHg sistolik atau 90mmHg diastolik.
(Elizabeth J.Corwin,2000)

B. Penyebab
Penyebab hipertensi terdiri dari factor genetic (keturunan), bertambahnya
usia dan lingkungan. Paling sedikit ada 3 faktor lingkungan yang dapat
menyebabkan hipertensi, yakni makan garam (natrium) berlebihan, stress psikis,
dan obesitas.
Hipertensi sekunder, dapat disebabkan oleh penyakit ginjal, Penyakit
endokrin (hipertensi endokrin), obat, dan alkohol, serta kehamilan.

C. Tanda dan gejala


Tanda dan gejala yang biasanya terjadi :
 Pusing
 Rasa berat di tengkuk
 Mudah marah
 Telinga berdenging
 Sukar tidur
 Sesak nafas
 Mudah lelah
 Mata berkunang-kunang

SAP Penyuluhan Hipertensi, Kelompok 7 PBP 6


Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala berikut:
a. sakit kepala
b. kelelahan
c. mual
d. muntah
e. sesak nafas
f. gelisah
g. pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak,
mata, jantung dan ginjal.

D. Pengobatan
Pengobatan hipertensi secara garis besar dibagi menjadi 2 jenis,yaitu :
a. Terapi non obat
Terapi non obat diantaranya adalah :
1. Mengatasi obesitas / menurunkan kelebihan berat badan
2. Mengurangi asupan garam ke dalam tubuh.
Nasehat pengurangan garam, harus memperhatikan kebiasaan makan
penderita. Pengurangan asupan garam secara drastis akan sulit
dilaksanakan. Cara pengobatan ini hendaknya tidak dipakai sebagai
pengobatan tunggal, tetapi lebih baik digunakan sebagai pelengkap pada
terapi non obat.
3. Ciptakan keadaan rileks.
Berbagai cara relaksasi seperti meditasi, yoga atau hipnosis dapat
mengontrol sistem saraf yang akhirnya dapat menurunkan tekanan darah.
4. Melakukan olah raga seperti senam aerobik atau jalan cepat selama 30-45
menit sebanyak 3-4 kali seminggu.
5. Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol.
b. Terapi obat-obatan (farmakologis)
Obat Antihipertensi
1. Diuretik
Tiazid

SAP Penyuluhan Hipertensi, Kelompok 7 PBP 7


furosemid
2. Penghambat adrenergik
Beta bloker
α1-bloker
Metildopa
3. Vasodilator
Hidralazin
Minoksidil
diazoksid
4. Penghambat enzim konversi angiotensin
kaptopril
5. Antagonis kalsium
Yang termasuk antagonis kalsium adalah verapamil, diltiazem, nivedipin, dll.

E. Komplikasi
Gejala akibat komplikasi hipertensi yang pernah dijumpai adalah :
• Gangguan penglihatan
• Gangguan saraf
• Gagal jantung
• Gangguan fungsi ginjal
• Gangguan serebral (otak) yg mengakibatkan kejang dan pendarahan pembuluh
darah otak yang mengakibatkan kelumpuhan, gangguan kesadaran hingga
koma. (http://www.commhlth.medic.ukm.my/cardio/Hipertensi.htm)

F. Pencegahan dan Terapi Hipertensi


1) Mengetahui resiko.
Tanya pada diri sendiri pertanyaan berikut: Apakah anda memiliki sejarah
keluarga penderita hipertensi? Apakah anda memiliki berat badan berlebih?
Apakah anda makan makanan berkadar garam tinggi? Apakah anda cukup
olahraga atau apakah anda perokok? Jika jawaban and ya pada salah satu
pertanyaan di atas, anda beresiko memiliki tekanan darah tinggi.

SAP Penyuluhan Hipertensi, Kelompok 7 PBP 8


2) Mengontrol pola makan.
a. Santap buah segar 20-30 menit sebelum makan. Kunyah buah secara
perlahan. Minum jus buah perlahan, seteguk demi seteguk, tidak
dihabiskan sekaligus. Buah banyak mengandung air, serat dan senyawa
antioksidan betakaroten, likopen, klorofil, vitamin C, yang mampu
meredam kenaikan tekanan darah. Buah-buahan dan sayuran segar
adalah sumber terbaik bagi potasium dan magnesium. Pola makan yang
rendah potasium magnesium menjadi salah satu faktor pemicu tekanan
darah tinggi.
b. Makan makanan rendah kolesterol dan lemak jenuh
c. Jangan lupakan tempe! Enzim protease yang dihasilkan ragi selama
pemeraman kedelai akan menguraikan protein kedelain menjadi asam-
asam amino. Sebagian dari asam-asam amino tersebut (5-10 asam
amino) bekerja sama menghambat kerja angiotensin-1 covertting
enzyme (ACE), sumber pemicu naiknya tekanan darah.
d. Makan makanan jenis padi-padian, terutama gandum.
e. Batasi "garam" dan mengkonsumsi makanan asin. Batasi makanan
mengandung garam natrium, diantaranya makanan olahan (corned beef,
ikan kalengan, lauk/sayur instant), saus botolan (saus cabai, saus tomat,
kecap), makanan instan (mi, lauk instant), cake dan kue kering yang
dibubuhi soda kue/baking powder seperti biskuit.
3) Turunkan berat badan jika kegemukan Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih dari 25
menandakan kita kelebihan berat badan. Jika sudah melebihi 30, kita kegemukan,
Untuk menghitung IMT: bagi berat badan (kilogram) dengan kuadrat tinggi badan
(meter). Contoh: tinggi 170 cm, berat 72 kg, maka IMT= 72:(1,70)2 = 25.
4) Tenangkan Pikiran.
5) Olahraga secara teratur. Berlatih olahraga isotonik, seperti jalan kaki, jogging,
berenang, dapat meredam hipertensi. Olahraga isotonik mampu menyusutkan
hormon noradrenalin dan hormon-hormon lain penyebab menciutnya pembuluh
darah, yang dapat mengakibatkan naiknya tekanan darah,. Hindari olahraga
isometrik, seperti angkat beban, karena justru dapat menaikkan tekanan darah.

SAP Penyuluhan Hipertensi, Kelompok 7 PBP 9


6) Berhenti merokok. Jika anda tidak merokok, itu baik bagi anda. Jika anda
merokok, berhenti sekarang juga. Walaupun merokok tidak ada kaitan dengan
timbulnya tekanan darah tinggi, merokok meningkatkan resiko komplikasi lain
seperti penyakit jantung dan stroke pada mereka penderita hipertensi.
7) Sertakan bantuan dari kelompok pendukung. Sertakan keluarga dan teman
menjadi kelompok pendukung pola hidup sehat. Dukungan dan partisipasi orang
lain membuat lebih mudah dalam menjalani terapi.
8) Pemerikasaan dokter rutin
 Periksalah tekanan darah anda secara rutin /teratur untuk dapat
mengontrol tekanan darah dengan baik, sehingga dapat mencegah
terjadinya komplikasi.
 Bila dokter anda memberikan obat, minumlah obat yang diberikan
secara teratur sesuai dosis yang diberikan dokter anda, dan JANGAN
berhenti minum obat atau merubah dosis obat atas inisiatif anda sendiri.

II. Materi Latihan Fisik Hipertensi


Prosedur Latihan Fisik Klien dengan Hipertensi
o Peregangan Awal
Peregangan leher
• Berdiri tegak, kepala lurus ke depan.
• Desak dagu hingga kepala terdorong kebelakang
• Tarik kepala hingga dagu menyentuh dada
• Tarik kepala kesamping hingga telinga menyentuh bahu secara bergantian
• Letakkan dagu pada bahu secara bergantian
• Lalu putar kepala secara bergantian
Pada masing-masing gerakan ditahan selama 5 detik lalu diulangi lagi sampai 3x

Peregangan bahu dan pergelangan tangan


• Berdiri tegak, angkat dan jalin kedua tangan lurus ke atas melewati kepala
• Telapak tangan menghadap ke atas

SAP Penyuluhan Hipertensi, Kelompok 7 PBP 10


• Dorong tangan ke atas dan sedikit kebelakang seakan-akan hendak
mendorong langit-langit
• Tahan selama 10 detik, jangan menahan napas selama melakukan
peregangan.
Pada masing-masing gerakan dilakukan selama 10 detik diulangi 3 kali

3) Peregangan bahu dan trisep


• Berdiri tegak, angkat tangan kanan melewati kepala dan tekuk siku
• Kemudian letakkan telapak tangan di atas otot trapezius
• Letakkan telapak tangan kiri di atas siku tangan kanan
• Perlahan-lahan tarik siku tangan kanan itu dengan tangan kiri
• Tahan 10 detik, kemudian kembali ke posisi semula.
Ulangi gerakan yang sama dengan tangan yang berlawanan. 3 kali

4) Peregangan otot dada


• Berdiri tegak, kunci tangan di belakang punggung sehingga jari-jari
terjalin setinggi pantat
• Kemudian angkat lengan yang terjalin jadi satu itu ke atas dan menjauh
dari tubuh sampai terasa tarikan pada otot dada dan bahu
• Jangan membungkukkan badan, tahan 10 detik lalu kembali ke posisi
awal.
Ulangi gerakan yang sama dengan tangan yang berlawanan. 3 kali

5) Peregangan punggung bagian bawah dan otot hamstring


• Duduk di lantai dengan kaki diluruskan dan tangan
diletakkan di atas paha perlahan-lahan condongkan tubuh ke depan,
menggapai ke arah jari-jari kaki
• Jaga kepala dan punggung agar tetap lurus saat melakukan
peregangan.
• Tahan posisi ini selama 10 detik, kemudian kembali ke
posisi semula.

SAP Penyuluhan Hipertensi, Kelompok 7 PBP 11


Ulangi gerakan yang sama dengan tangan yang berlawanan 3 kali

o Latihan ayunan tangan


1) Berdiri tegak dengan kaki dibuk°a selebar bahu
2) Tangan berada di samping tubuh dengan telapak tangan menghadap ke belakang
dan jari-jari tangan merapat
3) Mata melihat ke depan dengan pandangan jauh.
4) Ayunkan tangan ke depan dan ke belakang dengan sudut 45° -50° dengan
berirama tanpa henti.
5) Tingkatkan kecepatan ayunan secara bertahap sampai 60 kali per menit.
6) Lakukan ini dengan durasi yang semakin meningkat mulai 5-10 menit (minggu I),
10-15 menit (minggu II), 15-20 menit (minggu III), dan 20 menit (minggu IV).
7) Sebelum berhenti berlatih, turunkan kecepatan ayunan secara bertahap dan jangan
berhenti secara mendadak

o Pelemasan
Gerakan pada pelemasan ini sama dengan gerakan peregangan awal, tetapi dengan
penuh relaksasi otot.
 Pelemasan leher
 Pelemasan bahu dan pergelangan tangan
 Pelemasan bahu dan trisep
 Pelemasan otot dada
 Pelemasan punggung bagian bawah dan otot
hamstring

SAP Penyuluhan Hipertensi, Kelompok 7 PBP 12