Anda di halaman 1dari 5

Kent Jeshua/115180159/Seminar Manajemen Pemasaran/BX

1. Jawaban nomor 1
a. Alasan saya memilih kasus ini dikarenakan menurut saya UMKM itu penting
untuk membantu perekonomian, terlebih lagi di era pandemi ini. UMKM itu dapat
membuka banyak sekali lapangan kerja, terutama saat banyaknya masyarakat
yang terkena PHK atau pensiun dini akibat pandemi (contohnya Garuda Airlines).
Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, usaha kecil dan
menengah mampu menyerap 89,17 persen tenaga kerja domestik. Meningkatnya
lapangan pekerjaan dapat membantu mengurangi angka pengangguran dan
kemiskinan, khususnya bagi masyarakat lokal. 
Terlebih lagi UMKM sekarang itu banyak yang melakukan inovasi produk secara
terus menerus, hal ini meningkatkan keharusan untuk tetap bersaing dengan
kompetitor yang mana artinya, UMKM dapat mendorong terciptanya persaingan
yang lebih merata dan meningkatkan kondisi persaingan pasar sehingga bisnis-
bisnis pun terus berinovasi untuk meningkatkan kepuasan konsumen mereka. 
b. Jurnal 9 Consumer Participation in Co-creation
Pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di desa Sumurboto yaitu desa
yang sebagian besar masyarakatnya menjadi pengrajin anyaman bambu terkena
dampak yang cukup besar dikarenakan pandemi, selain pemesanan berkurang
jumlah orang yang melakukan kunjungan untuk melihat anyaman bambu mereka
juga berkurang drastis. Hal ini dikarenakan banyaknya target pasar mereka yaitu
orang dewasa dan lansia yang takut dan tidak mau bepergian dan menerima
kiriman barang dari orang luar dikarenakan khawatir pademi.
Para pelaku UMKM tersebut mengatasi hal ini dengan membuat situs di
Facebook yang mana situs ini dapat mengumpulkan semua orang untuk melihat –
lihat foto anyaman bambu yang dijual, terlebih lagi pelaku UMKM juga
menyarankan agar para customer untuk mengirimkan ide mengenai produk
anyaman bambu apa yang mereka inginkan, saat sudah dikirimkan idenya pada
penganyam bambu akan membuat produk tersebut dan mengirimkan foto barang
jadinya di situs Facebook tersebut, dan jika banyak yang setuju atau menyukai
gambar anyaman bambu tersebut, maka para pelaku UMKM di desa tersebut akan
menjual produk tersebut, oleh karena itu ide customer maka customer yang
mengirim ide tersebut akan mendapat bagian potongan sebesar 10% dari setiap
penjualan.
Para pelaku UMKM juga mengirim gambar bahwa mereka taat protokol
kesehatan saat membuat anyaman bambu. Seperti memakai masker,
menggunakan sabun cuci tangan, dan saat pengiriman pun produk di tata dan
dibungkus dengan baik.

Hal ini berkaitan dengan jurnal 9 yaitu Consumer Participation in Co-creation,


dapat dilihat disini bahwa para customer anyaman bambu tersebut dapat
berpatisipasi dengan mengirimkan ide mereka untuk dibuat oleh para penganyam
bambu tersebut, hal ini menurut Jurnal 9 Consumer Participation in Co-creation,
dapat meningkatkan brand loyalty dan memberikan customer rasa satisfaction
atau kepuasaan saat ide yang mereka kirimkan dilihat dan di sukai oleh banyak
orang.
Hal ini juga membantu para pelaku UMKM penganyam bambu tersebut agar terus
mendapatkan ide baru mengenai design anyaman bambu seperti apa yang disukai
customer mereka.
2. Target pasar atau segmentasi pasar mereka berdasarkan kasus tersebut adalah, orang
dewasa dan/ lansia yang menyukai anyaman bambu, program promosi yang mereka dapat
lakukan seperti melakukan diskon terhadap produk yang berasal dari ide customer
mereka, hal ini dapat meningkatkan penjualan serta meningkatkan rasa kepuasan dan
kebanggaan terhadap customer yang idenya dipakai untuk produk tersebut, yang mana
dikarenakan ada pembagian dana sebesar 10% dari setiap penjualan untuk customer yang
memberikan ide tersebut akan membuat customer lain berlomba – lomba untuk
mengirimkan ide terbaik mereka, hal ini akan membuat engagement di situs facebook
pengrajin tersebut akan naik pesat.
3. Saya akan melakukan penelitan Mengenai Apakah Kepuasan Customer, Loyalitas
Customer, Green Marketing Berpengaruh Terhadap Keputusan Pembelian Di Era
Pandemi Ini.
Menurut saya penting dikarenakan penggabungan dari co-creation customer yang
mengambil ide customer yang mana akan berpengaruh terhadap kepuasan customer, dan
juga green marketing dikarenakan bambu tidak merusak lingkungan sama sekali.
Hipotesis yang digunakan adalah H1 : apakah kepuasan customer memiliki pengaruh
terhadap keputusan pembelian H2 : apakah loyalitas customer memiliki pengaruh
terhadap keputusan pembelian, dan H3 : apakah green marketing memiliki pengaruh
positif terhadap keputusan pembelian.
Untuk pengumpulan datanya, targetnya adalah orang – orang atau anggota dari situs
facebook tersebut, akan dilakukan melalui kuisoner yang dibagikan kepada anggota situs
Facebook tersebut dan akan ada screening question untuk memfilter lebih lanjut apakah
yang mengisi kuisioner tersebut memang benar pembeli dari situs pengrajin anyaman
bambu. Jumlah respondennya adalah 150, dan untuk proses datanya akan dilakukan
melalui Smart PLS.

Model penelitan sebagai berikut :

Kepuasan Customer

Loyalitas Customer Keputusan Pembelian

Green Marketing
4. Jawaban nomor 4
a. Salah satu cara pemasaran untuk meningkatkan brand awareness/perhatian merek
adalah dengan menggunakan media social seperti Twitter, Facebook, Instagram,
dimana media sosial yang dibuat dapat digunakan untuk meningkatkan brand
awareness. Khususnya menurut saya dikarenakan target pasarnya adalah kaum
muda lebih baik fokus ke Twitter dan Instagram dikarenakan kedua media social
tersebut dipenuhi oleh kaum – kaum muda. Terlebih lagi, konten yang dibuat
harus sangat sering, menarik dan bermanfaat bagi konsumen. Seperti konten yang
lucu namun menarik, konten yang engaging atau menarik perhatian dan reaksi
customer. Namun menurut saya konten juga bisa diisi seperti memberikan
kegiatan edukasi/informasi tentang perbedaan kulit asli dan kulit sintetis. Selain
itu, dengan melibatkan konsumen dalam berinovasi produk dan memperhatikan
tren yang sedang dibahas, menjaga mereka agar tidak ketinggalan. Oleh karena
itu, karena media sosial dapat meningkatkan kesadaran merek, penjualan sepatu
ini dapat meningkat.
b. Menurut saya target pasar Nappa Milano adalah konsumen pria dan wanita
khususnya anak muda yang tertarik dengan sepatu bergaya klasik dan berkualitas
tinggi, serta kalangan menengah ke atas. Yang mencari sepatu gaya klasik namun
tetap formal dan masih modern.
Pada beberapa bulan terakhir ini, sangat banyak anak muda yang memadukan
sepatu formal dengan baju kasual, yang mana akan menjadi semi-formal, dan
gaya berpakaian ini semakin banyak peminatnya, dikarenakan selain terlihat rapih
tapi tidak juga terlalu formal. Dan dikarenakan Nappa Milano juga memiliki
sandal casual atau santai, sandal ini juga ditujukan untuk konsumen yang
menginginkan kesederhanaan, santai, namun tanpa kehilangan rasa kemewahan.
c. Marketing Mix

Product Price Promotion Place


Produk utama Nappa Milano Nappa Milano Nappa Milano
dari Nappa menjual sepatu sendiri yaitu sangat mudah
Milano yaitu dengan harga yang melakukan ditemukan di
sepatu bergaya bervariasi mulai promosi via sosial berbagai tempat
klasik tetapi dari harga media dan juga seperti di berbagai
dengan sentuhan Rp.297.500 yang online shop dengan Mall, dan Nappa
bahan premium mana produk diadakannya Milano juga
seperti bahan tersebut voucher sangat sering
nappa leather. merupakan sepatu diskon/promo mengikuti event
Card holder
semacam sneakers lainnya serta seperti bazaar,
Ikat pinggang
dan harga yang melakukan pameran fashion
tertinggi seharga promosi disaat baik secara online
Rp.1.190.000 pameran bazar / ataupun offline
dimana produk ditoko Nappa
tersebut adalah Milano
produk jenis sepatu
boots klasik.