Anda di halaman 1dari 2

Nama : Baiq Nesa Supriantini


Progsus S1

1. Otonomy = Individu mampur berfikir logis dan mampu mengambil keputusan


sendiri. contohnya : memberi informasi kepada klien jika tentang keadaannya, apakah
sudah membaik atau belum.
• Beneficience = Hanya melakukan sesuatu yang baik. Contoh : Perawat
menasihati klien dengan penyakit jantung tentang program latihan untuk memperbaiki
kesehatan secara umum, terapi perawat untuk menasehati untuk tidak dilakukan dengan
alasan resiko serangan jantung.
• Justice = contoh : Ketika perawat kerja sendiri dan saat itu ada klien
masuk serta ada juga klien rawat yang memerlukan bantuan perawat, maka perawat
harus memerhatikan faktor faktor dalam faktor tersebut kemudian bertindak sesuai
dengan asas keadilan.
• Non-Malificence = seorang perawat dalam melakukan pelayanannya seduai
dengan ilmu dan kiat keperawatan dengan tidak menimbulkan bahaya/cidera fisik dan
psikologis kepada klien. Contoh : ketika ada klien yang menyatakan kepada dokter
secara tertulis menolak pemberian transfusi darah dan ketika itu penyakit
perdarahan (melena) membuat keadaan klien semakin memburuk dan dokter harus
menginstrusikan pemberian transfusi darah
• Kejujuran = Prinsip ini tidak hanya dimiliki oleh perawat namun harus
dimiliki oleh seluruh pemberi layanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada
setia klien untuk meyakinkan agar klien mengerti. Contoh : Ny. B masuk rumah sakit
dengan berbagai macam fraktur karena kecelakaan mobil, suaminya juga ada dalam
kecelakaan tersebut dan meninggal dunia. Ny. B selalu bertanya-tanya tentang
keadaan suaminya. Dokter ahli bedah berpesan kepada perawat untuk menunda
memberitahukan kematian suaminya kepada klien. Perawat dalam hal ini dihadapkan
oleh konflik kejujuran.
• Fidelity = Tanggung jawab besar seorang perawat adalah meningkatkan
kesehatan, mencegah penyakit, memulihkan kesehatan, dan meminimalkan penderitaan.
Untuk mencapai itu perawat harus memiliki komitmen menepati janji dan menghargai
komitmennya kepada orang lain
• Kerahasiaan = Kerahasiaan adalah informasi tentang klien yang harus
dijaga privasi klien. Contoh dokumentasi tentang keadaan kesehatan klien hanya bisa
dibaca guna keperluan pengobatan, upaya peningkatan kesehatan klien dan atau atas
permintaan pengadilan. Diskusi tentang klien diluar area pelayanan juga harus
dihindari.
• Akuntabilitas = Akuntabilitas adalah standar yang pasti bahwa tindakan
seorang professional dapat dinilai dalam berbagai kondisi tanpa terkecuali. Contoh
perawat bertanggung jawab pada diri sendiri, profesi, klien, sesame teman sejawat,
karyawan, dan masyarakat. Jika perawat salah memberi dosis obat kepada klien
perawat dapat digugat oleh klien yang menerima obat, dokter yang memberi tugas
delegatif, dan masyarakat yang menuntut kemampuan professional.

2. Hak Hak perawat : Mendapatkan perlindungan hukum. Mengembangkan diri


sesuai pendidikan spesialis sesuai latar belakang pendidikannya. •Menolak keinginan
pasien yang bertentangan dengan undang-undang.
• Mendapat informasi lengkap dari pasien.
• mendapt perlakuan yang sopan, adil, jujur dan baik.
• Mendapat jaminan perlindungan terhadap resiko kerja yang menimbulkan
bahaya fisik dan stres emosional.
• Berhak atas privasi dan menuntut jika nama baiknya dicemarkan.
• Berhak menolak untuk dimutasikan atau dipindahkan ketempat tugas lain
untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan standar profesi keperawatan,
undang-undang dan kode etik keperawatan.
• Berhak mendapat penghargaan dan imbalan.
• Melakukan praktek profesi dalam batas hukum yang berlaku.
• Berpartisipasi di dalam organisasi profesi
Hak Hak pasien :
• Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di
Rumah Sakit;
• Memperoleh informasi tentang hak dan kewajiban pasien;
• Memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur, dan tanpa diskriminasi;
• Memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar profesi
dan standar prosedur operasional;
• Memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga pasien terhindar
dari kerugian fisik dan materi.
3. Usia, Hormon, Jenis kelamin, Gaya hidup, riwayat reproduksi dan
menyusui.
4. kebersihan jalan nafas tidak efektif, resiko penyebaran infeksi,
hipertermi, intoleransi aktifitas, ketidakefektifan pola nafas.