Anda di halaman 1dari 4

PENDALAMAN MATERI

(Lembar Kerja Resume Modul)

A. Judul Modul : ZAKAT


B. Kegiatan Belajar : HUBUNGAN ZAKAT, PAJAK DAN WAKAF (KB 3)

C. Refleksi

NO BUTIR REFLEKSI RESPON/JAWABAN


A. Persamaan dan Perbedaan Zakat, Pajak, dan Wakaf

Persamaan
Sama-sama berupa
Zakat, Pajak,
harta benda
dan Wakaf

Perbedaan Zakat :
Zakat, Pajak, Kewajiban Agama
dan Wakaf - DItetapkan oleh agama
- Bernilai ibadah
- Disalurkan ke 8 ashnaf
- Waktu Penyaluran fleksibel
- Ada ketentuan perhitungan

Peta Konsep (Beberapa


1 istilah dan definisi) di
Pajak :
modul bidang studi Kewajiban Bernegara
- DItetapkan oleh negara
- Tidak bernilai ibadah
- Dibayarkan ke kantor pajak
- Waktu pembayaran ditentukan
- Ada ketentuan nilai takaran

Wakaf :
- BukanMerupakan Kewajiban
- Bernilai Sunnah
- Diberikan kepada yg
dikehendaki si pemberi wakaf
- Boleh dikeluarkan kapanpun
- Tidak ada takaran

1. Zakat adalah ajaran agama sekaligus kewajiban dari Tuhan.


2. Pajak juga merupakan keharusan seseorang untuk
mengeluarkan sebagian dari hartanya untuk diberikan
kepada pemegang otoritas.
3. .Al-Thayyar melihat perbedaan zakat dan pajak dari segi
pembuatnya. Zakat ditetapkan oleh agama dan pajak
ditetapkan oleh negara.
4. Zul Ashfi berpendapat Persamaannya zakat dan pajak
sama-sama perintah untuk mengeluarkan sebagian harta,
dijalankan menurut aturan tertentu.
5. Wakaf adalah sejenis pemberian bernilai sunah, bukan
kewajiban dari agama maupun negara. Wakaf adalah amal
sukarela.
6. Tujuan wakaf adalah menahan barang yang diwakafkan itu
agar tidak diwariskan kepada ahli waris, tidak dijual
maupun dihibahkan, tidak digadaikan maupun disewakan.
7. Hal lain yang membedakan wakaf dari pajak dan zakat
adalah soal takaran/ kadar, serta waktu penyerahan.

B. Hubungan Zakat dan Pajak


8. Abdurrahman Navis mengatakan bahwa pajak menurut
istilah kontemporer adalah iuran rakyat kepada kas negara
berdasarkan undang-undang sehingga dapat dipaksakan
dengan tidak mendapat balas jasa secara langsung.
9. Dalam ajaran Islam, pajak sering diistilahkan dengan al-
dharibah. Kata ini memiliki bentuk jamak berupa al-dharaib.
10. Sebutan lain dari para ulama untuk pajak ini adalah al-
muks.
11. al-jizyah, yaitu upeti yang harus dibayarkan ahli kitab
kepada pemerintahan Islam.
12. al-kharaj yaitu pajak bumi yang dimiliki oleh negara. Suatu
negara pasti memiliki batasan wilayah.
13. al-„usyr yang berarti bea cukai yang diterapkan penguasa
Islam kepada pedagang non-muslim.
14. Semua jenis pemungutan uang, baik berupa al-usyr, al-
kharraj dan al-jizyah adalah perkara berbeda dibanding
dengan zakat. Dalam Islam,
15. Tidak semua ulama sepakat pajak diwajibkan kepada umat
muslim. “Tidak ada kewajiban dalam harta kecuali zakat”
(HR Ibnu Majah, No 1779).
16. Di antara ulama yang membolehkan pemerintahan Islam
mengambil pajak dari kaum muslimin adalah Imam
Ghazali, Imam Syatibi, dan Imam Ibnu Hazm
“Sesungguhnya pada harta ada kewajiban/hak (untuk
dikeluarkan) selain zakat.” (HR Tirmidzi, No: 595 dan
Darimi, No : 1581,
17. Beberapa syarat-syarat pajak boleh diterapkan kepada umat
muslim:
1) Harta Sangat Dibutuhkan dan Tak Ada Sumber Lain.
2) Baitul Mal Tidak Cukup
3) Pemungutan Pajak Dilakukan dengan Adil
4) Pajak Demi Membiayai Kepentingan Umat
5) Persetujuan Para Ahli/Cendikiawan yang Berakhlak

C. Hubungan Zakat dan Wakaf


18. wakaf adalah menahan harta yang bisa diambil manfaaatnya
dengan tetap kekalnya zat harta itu sendiri dan
memanfaatkan kegunaannya di jalan kebaikan dengan
tujuan mendekatkan diri kepada Allah swt.
19. Wakaf adalah amalan sunah, berbeda dengan zakat yang
wajib hukumnya.
20. Dalam kasus wakaf uang ini, para ulama berbeda pendapat.
Pertama menyatakan bahwa wakaf uang (waqf al-nuqud)
secara mutlak tidak diperbolehkan.
Kedua, mereka ini menyatakan bahwa wakaf uang tetap
diperbolehkan. Ibnu Syihab al-Zuhri juga memperbolehkan
wakaf dinar sebagaimana dinukil al- Bukhari.
Ulama kontemporer pun mulai berpikir kreatif. Dengan
berpijak pada pen- dapat Ibnu Syihab al-Zuhri, solusi untuk
menerima wakaf uang adalah dengan menjadikannya
sebagai modal usaha.

D. Manajemen dan Tata Kelola Zakat


21. Salah satu instrument yang tak bisa lepas dari zakat adalah
seorang amil atau penyalur zakat.
22. Secara harfiah, kata amil berarti pekerja.
23. Amil lebih cenderung dipahami sebagai individu yang
bekerja untuk memungut, mengumpulkan, mengelola, dan
mendistribusikan zakat kepada orang-orang yang berhak
mendapatkannya.
24. Diwan, yaitu departemen khusus mengatur tentang zakat.
Dari kata diwan ini kemudian kita mengenal istilah dewan.
Dalam konteks keindonesiaan kita, diwan seperti yang
dibentuk pada jaman khalifah Umar ini menjadi Badan
Zakat Nasional (BAZNAS).
25. Berikut ini beberapa lembaga organisasi yang berfokus pada
pengelolaan zakat, di antaranya:
1) BAZ (Badan Amil Zakat)
a. BAZ Pusat atau Badan Amil Zakat Nasional
(BAZNAS).
b. BAZNAS Provinsi.
c. BAZNAS Kabupaten/Kota.
2) LAZ (Lembaga Amil Zakat)
3) Unit Pengumpul Zakat (UPZ)
1. Perlu adanya contoh dari uraian : Si penerima hanya boleh
Daftar materi bidang studi mengambil manfaat dari harta wakaf tanpa boleh merusak
2 yang sulit dipahami pada bentuk fisiknya (Modul halaman 7)
modul 2. Zakat dimasukkan ke dalam instrument fiskal Negara di
samping sudah ada jizyah, ghanimah, dan lain-lain

1. Sebab, satu-satunya kewajiban umat muslim berkaitan


dengan harta adalah zakat, bukan pajak
2. Kepala negara, wakilnya, gubernur atau pemerintah daerah
tidak boleh bertindak sendiri untuk mewajibkan pajak,
Daftar materi yang sering menentukan besarnya, kecuali setelah dimusyawarahkan
3 mengalami miskonsepsi dan mendapat persetujuan dari para ahli dan cendikiawan
dalam pembelajaran yang mewakili masyarakat.(modul Hal. 6)
3. Miskonsepsi tentang pengertian amil : Dalam ajaran Islam,
seorang amil zakat, baik individu maupun lembaga juga
mempunyai hak bagian atas zakat.

Anda mungkin juga menyukai