Anda di halaman 1dari 2

leaflet_A4_3_kebebasan_v1.

pdf 1 9/6/10 3:53 PM

Itu bukan berarti bahwa para pengikut kebebasan Literatur yang layak dibaca tentang topik kebebasan
mengacuhkan kesejahteraan orang lain. Solidaritas dan
kebebasan tidak saling terpisah. Bahkan tanpa Isaiah Berlin: Freiheit. Vier Versuche (Kebebasan.
kebebasan, solidaritas sejati tidak mungkin ada. Bagi Empat Eksperimen) Frankfurt/M. (Fischer-TB) 2001
seorang liberal bukanlah keinginan terhadap Kumpulan essay ini berisi antara lain terjemahan bahasa
kesejahteraan dan kebahagiaan materi, tapi penggunaan Jerman ceramah “Two Concepts of Liberty” (1958) yang Prinsip-prinsip Liberal
kekerasan, perampasan dan paksaan dalam mewujudkan membandingkan istilah kebebasan “positif” dan “negatif”.
keinginan itulah yang dianggap tidak legitim.
Sebaliknya, melalui kebebasan hambatan-hambatan yang Hardy Boillon: Freiheit, Liberalismus und
menghalangi dalam pencapaian kesejahteraan itu Wohlfahrtsstaat (Kebebasan, Liberalisme dan Negara

Kebebasan
disingkirkan. Hambatan-hambatan ini sudah sejak dari Sejahtera), Baden-Baden (Nomos) 1997.
dulu merupakan sebab utama penderitaan orang banyak Buku ini menunjukkan bagaimana tatanan liberal lambat
dan kemiskinan. Baru ketika kebebasan ekonomi sejak laun digerogoti oleh pemahaman kebebasan yang tidak
abad ke-19 mengalami peningkatan kesejahteraan massa tepat, dan sekaligus memperbaikinya melalui definisi
C yang sebenarnya dapat tercapai. Bahwa akhirnya yang jelas.
M kelaparan dapat teratasi, itu berkat jasa besar
Y liberalisme. Di tempat dimana kebebasan itu berkuasa Detmar Doering: Freiheit: Was sie ist und wie weit
CM orang-orang memiliki harapan hidup yang lebih lama sie gehen soll (Kebebasan: Definisi dan Batasannya),
MY dan standar hidup yang lebih tinggi daripada di tempat dalam: liberal, brosur 1, Maret 2001, h. 11ff.
yang tidak ada kebebasan.
Upaya singkat memberikan definisi dan pembentukan
CY

istilah kebebasan liberal.


CMY

K
Lebih jauh lagi, tanpa kebebasan bukan hanya kemajuan “ Siapa yang tidak mencintai kebebasan
ekonomi yang tidak dapat tumbuh berkembang, tapi juga
kemajuan budaya dan spiritual. Kemungkinan pertukaran
demi kebebasan itu sendiri, maka ia
dan persaingan bebas gagasan-gagasan menghasilkan terlahir sebagai budak”.
manusia yang berdaya cipta dan percaya diri, manusia
yang memajukan ilmu pengetahuan dan seni.

Kebebasan, terlepas dari semua kemajuan yang ada, Kalimat Alexis de Tocquevilles tahun 1856 ini
dalam dunia nyata adalah angan-angan (yang masih?) merupakan gambaran yang paling nyata dari kredo
belum tersempurnakan. Ia merupakan satu-satunya Untuk info lebih lanjut, silahkan menghubungi: liberalisme.
angan-angan yang membuat manusia tidak tunduk pada Friedrich-Naumann-Stiftung,
satu visi masyarakat, tapi menempatkannya sebagai Orang yang hidup dalam kebebasan adalah mereka yang
Jl. Rajasa II No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta 12110
individu di tengah-tengah seluruh usaha masyarakat. dapat bertindak tanpa terhalangi oleh hambatan-
Tel. (021) 725 6012-13 / indonesia@fnst.org
hambatan yang dibuat orang. Namun, kebebasan yang
www. fnsindonesia.org
seperti ini hanya dapat terwakili secara moral dan

www. fnsindonesia.org
leaflet_A4_3_kebebasan_v1.pdf 2 9/6/10 3:53 PM

bersifat logis jika kebebasan itu sendiri sebagai prinsip direalisasikan oleh manusia. Meskipun ada kemajuan,
tidak terlalu ditonjolkan. Karena itu kebebasan bertindak tetap saja masih terdapat aturan-aturan paksaan
Adalah sangat nyaman dan memuaskan insting awam
bagi seorang liberal berakhir di kala ia membatasi (umumnya oleh pemerintah) yang membunuh, melukai,
manusia untuk menentang kebebasan. Meski hasil dari
kebebasan orang lain dengan cara kekerasan dan mengurung atau mengambil hak bicara manusia.
pembatasan kebebasan seperti ini secara moral, sosial
paksaan. Jadi, diperlukan suatu definisi yang tepat
Bukankah ada begitu banyak dalih untuk membatasi dan ekonomis berakibat buruk dan pada kenyataannya
tentang kebebasan yang mutlak bagi setiap individu. Di
kebebasan itu? Bukankah banyak orang merasa seringkali tidak disengaja. Justru karena gagasan
sini pertanyaan tentang batas-batas kebebasan berkaitan
terancam oleh adanya perbedaan dengan orang lain kebebasan liberal itu begitu drastis menuntut sisi
dengan pertanyaan tentang hak atas milik.
sehingga mereka hendak membatasi perbedaan itu moralnya, tidaklah mengherankan jika beberapa orang
Kebebasan hanya legitim di saat orang boleh memiliki dengan kekerasan? Bukankah banyak orang berpendapat yang bermaksud baik hendak mengurangi takaran moral
sesuatu sesuai dengan haknya. Karenanya muncul aturan bahwa orang ketiga yang kurang berperanlah yang perlu tersebut. Oleh karena itu istilah kebebasan selalu saja
umum untuk tidak memiliki hak orang lain, kecuali hak dipaksa dengan bantuan negara untuk membereskan diubah-ubah definisinya dan dikaburkan. Lalu tidak
pemilikan itu diserahkan secara sukarela. Kebebasan kesemwarutan sosial yang benar-benar ada atau yang jarang kita mendengar istilah kebebasan politik “positif”,
tersebut, demikian dinyatakan filsuf Inggris dan bapak nampak ada tersebut? Bukankah banyak orang misalnya dengan cara perluasan partisipasi dalam
moyang liberalisme John Locke dalam bukunya “Two menganggap sah melindungi sesama dari pengrusakan pengambilan keputusan secara demokratis. Atau bahkan
C

Treatises on Government” tahun 1690, berangkat dari diri (misalnya melalui konsumsi narkoba)? Bukankah istilah kebebasan (sosial) “materi”. Karena biasanya
M

kepemilikan. Ini sama sekali tidak berkaitan dengan banyak orang ingin memaksa orang lain demi kebebasan seperti ini dengan semena-mena memperluas
Y

kebahagiaan orang tersebut? lingkungan kekuasaan atas manusia dan milik, maka ia
CM

berseberangan dengan ide kebebasan liberal. Pengikut


Lebih jauh lagi, tanpa kebebasan
MY

“ Tidak ada yang dapat memaksa saya konsep kebebasan yang telah kabur seperti ini senang
CY

dan sering membagi kebebasan dalam kebebasan-


CMY bukan hanya kemajuan ekonomi yang menjadi bahagia dengan caranya (seperti ia
kebebasan “yang baik” (misalnya kebebasan berpendapat)
membayangkan kebahagiaan itu bagi orang
tidak dapat tumbuh berkembang, tapi
K

dan “yang buruk” (terutama kebebasan ekonomi). Namun


lain). Setiap orang boleh mencari kebahagia- bagi seorang liberal sejati kebebasan tidak dapat
juga kemajuan budaya dan spiritual. annya dengan jalannya sendiri. Jalan yang dikotak-kotak.
akan membantunya hanya jika ia tidak
politik kepentingan yang mengacu pada milik pribadi menginjak kebebasan orang lain (artinya hak “Kebebasan ekonomi tidak terjamin tanpa
(“possesive individualism”) seperti yang dimaksud kebebasan politik, dan kebebasan politik
orang lain). Yaitu kebebasan untuk
beberapa kritikus. Pernyataan Locke itu lebih
mendapatkan tujuan yang sama, kebebasan hanya terjamin dalam kebebasan ekonomi”
menekankan pada definisi bidang kepribadian.
Kepemilikan yang dimaksud Locke pertama-tama adalah yang dapat tumbuh bersama dengan kebe- Eugen Richter (1894)
kepemilikan manusia atas dirinya sendiri. Dalam bahasa basan setiap orang berdasarkan suatu
Inggris-Amerika modern ada istilah bagus untuk itu, hukum umum.” Oleh karenanya kebebasan liberal mencakupi kebebasan
yakni “self-ownership”.
Immanuel Kant (1794) ekonomi; tanpa kebebasan ini kiranya kebebasan-
Kebebasan liberal yang dicita-citakan belum mampu kebebasan yang lain tak akan dapat muncul.

Prinsip-prinsip Liberal