Anda di halaman 1dari 4

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ketika sejumlah uang tertentu yang cukup besar diperlukan pada suatu saat di masa mendatang
adalah suatu kebiasaan yang baik juga bijak untuk mengumpulkannya secara terencana melalui
tabungan secara periodik dalam jumlah yang sama. Pengumpulan dana seperti ini disebut dana
pelunasan (sinking fund). Dana pelunasan digunakan untuk membayar utang, untuk menebus utang
obligasi yang jatuh tempo, untuk dana penggantian mesin yang usang, untuk dana pembelian
peralatan baru, dan lainnya.

B. Rumusan Masalah
1. Apa itu dana pelunasan?
2. Apa saja rumusnya?
3. Bagaimana contoh soalnya?

C. Tujuan
Adapun tujuan penulisan dalam makalah ini adalah:
1. Untuk mengetahui pengertian dana pelunasan
2. Untuk mengetahui rumus dana pelunasan
3. Untuk memahami contoh soal dana pelunasan

1
DANA PELUNASAN

A. PENGERTIAN DANA PELUNASAN


Dana pelunasan merupakan pengumpulan dana dalam beberapa periode secara terencana
melalui tabungan secara periode dalam jumlah yang sama yang digunakan untuk membayar hutang,
dana penggantian mesin yang rusak, dana pembelian peralatan baru, dan lainnya.

B. RUMUS DANA PELUNASAN


Untuk menghitung angsuran digunakan rumus (sama dengan rumus menghitung tabungan
periodik):
𝐹𝑉
𝐴=
(1 + 𝑖)𝑛 − 1
[ ]
𝑖

Untuk mencari total dana pelunasan:


(1 + 𝑖)𝑛 − 1
𝐹𝑉 = [ ]𝐴
𝑖

Keterangan : FV (future value) = nilai akan datang / biaya / besar pinjaman


i = tingkat bunga per periode
n = jumlah periode
A (anuitas) = pembayaran per periode

C. CONTOH SOAL
PT Procantra mengelola sebuah gedung apartemen dengan 150 kamar. Manajemen perusahaan
memperkirakan adanya kebutuhan untuk melakukan pengecatan ulang gedung bagian luar dan
lorong serta penggantian semua karpet yang ada 5 tahun lagi. Biaya semua kegiatan itu sekitar
Rp. 2.000.000.000. Jika manajemen PT Procantra memutuskan untuk membentuk dana
pelunasan untuk tujuan ini, berapa besar setoran bulanan selama 5 tahun jika bisa memperoleh
bunga 6% pertahun?
Diketahui : FV = 2.000.000.000
6%
i = = 0,5% = 0,005
12
n = 5 x 12 = 60 periode
Ditanya : A =?
Jawab :
2.000.000.000
𝐴=
(1 + 0,005)60 − 1
[ ]
0,005

𝐴 = 𝑅𝑝. 28.665.603,06

Jadi, besar setoran bulanan adalah Rp. 28.665.603,06

2
D. METODE DANA PELUNASAN UNTUK PELUNASAN UTANG
Sangat sering dana pelunasan dibentuk untuk tujuan pelunasan utang. Jumlah uang yang
diakumulasikan dalam dana ini pada akhir periode harus menjadi sebesar total pokok utang yang
harus dibayar. Sementara itu, sebelum utang itu jatuh tempo, hanya bunga yang dibayarkan
secara periodik pada tanggal-tanggal yang sudah disepakati kepada bank (kreditor). Perbedaan
antara jumlah dana pelunasan dan pokok utang pada suatu saat tertentu disebut nilai buku utang.
Ini dimungkinkan karena dana pelunasan itu memang disiapkan khusus untuk penyelesaian utang
itu. Jumlah pembayaran tahunan yang harus dilakukan peminjam(debitor) karenanya adalah
jumlah untuk anuitas dana pelunasan dan bunga periodik.

Contoh soal :
Sebuah pinjaman sebesar Rp. 500.000.000 akan jatuh tempo 4 tahun lagi dan harus dibayarkan
dengan metode dana pelunasan. Jika pinjaman itu berbunga sederhana (simple interest) 9% p.a.
dibayarkan setiap 6 bulan dan pembayaran dana pelunasan dapat memperoleh bunga 8% p.a.
dihitung triwulanan, hitunglah:
a. Jumlah pembayaran tahunan
b. Jumlah dana pelunasan setelah 2 tahun
c. Nilai buku pinjaman setelah 2 tahun

Jawab :
a. Anuitas untuk dana pelunasan :
𝑅𝑝. 500.000.000
𝐴=
(1 + 0,02)16 − 1
[ ]
0,02
𝐴 = 𝑅𝑝. 26.825.062,94
Jumlah untuk dana pelunasan dalam 1 tahun :
= 4 x Rp. 26.825.062, 94 = Rp. 107.300.251,8
Jumlah untuk pembayaran bunga dalam 1 tahun
9%
=2× × 𝑅𝑝. 500.000.000 = 𝑅𝑝. 45.000.000
2

Jadi, jumlah pembayaran tahunan = Rp. 107.300.251,8 + Rp. 45.000.000


= Rp. 152.300.251,8

(1+0,02)8 −1
b. 𝐹𝑉 = [ ] 𝑅𝑝. 26.825.062,94
0.02

𝐹𝑉 = 𝑅𝑝. 230.238.685

c. Nilai buku pinjaman setelah 2 tahun = nilai pokok utang – jumlah dana pelunasan
= Rp.500.000.000 – Rp. 230.238.685
= Rp. 269.761.315

3
E. SOAL – SOAL
1. Pemerintah kota meminjam Rp. 25.000.000.000 untuk pembangunan jalan layang. Bunga
sederhana sebesar 7% p.a. dibayarkan setiap 6 bulan. Pinjaman itu harus dilunasi dalam 20
tahun dan pejabat yang berwenang telah memutuskan menyetor dana pelunasan setiap 6 bulan
dengan bunga 6% p.a. hitunglah :
a) Jumlah pembayaran tahunan
b) Jumlah dana pelunasan setelah 3 tahun

2. Sebuah pinjaman sebesar Rp. 200.000.000 akan jatuh tempo 4 tahun lagi dan harus dibayarkan
dengan metode dana pelunasan. Jika pinjaman itu berbunga sederhana 10% p.a. dibayarkan
setiap tahun dan pembayaran dana pelunasan dapat memperoleh j1= 8% p.a. hitunglah :
a) Jumlah pembayaran tahunan
b) Jumlah sinking fund setelah 2 tahun
c) Nilai buku pinjaman setelah 2 tahun

Anda mungkin juga menyukai