Anda di halaman 1dari 15

YAYASAN SASMITA JAYA GROUP

UNIVERSITAS PAMULANG
SKMENDIKNASNO.136/D/0/2001

FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI


Jl. Surya Kencana No.1 Pamulang Barat – Tangerang Selatan, Banten (15417) Telp./Fax (021) 7412566

SOAL PEKAN UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL TAHUN


AKADEMIK 2020/2021
Mata Kuliah : SISTIM INFORMASI MANAJEMEN (3SKS) Hari/Tgl : Senin, 01 Juni 2021
Fakultas/Prodi : EKONOMI/AKUNTANSI Waktu : 24 Jam
Semester/Kelas : 05SAKE006 Shift : I,II
Ruang : On line Jenis soal : UTAMA
Dosen : Heri Iswanto, S.kom, M.M. Sifat Ujian : Open Book

Pilihlah 10 pertanyaan yang anda anggap paling mudah dari daftar pertanyaan berikut ini, lalu jawablah
dengan singkat dan jelas:

1. Manager dalam suatu organisasi bisa mempunyai banyak peran, Mintzberg menemukan bahwa
peran Manajer
dapat dibagi menjadi tiga kategori.
a. Sebutkan ketiga kategori tersebut!
b. Jelaskan kenapa peran maager sebagai Decisional Roles sangat terbantu dengan adanya Sistem
Informasi!

2. Implementasi Sistem informasi dalam suatu perusahaan kadang membutuhkan biaya yang tidak
sedikit dan waktu implementasi yang panjang, namun seringkali tidak berdampak positif bagi perusahaan.
Sebutkan dan jelaskan 3 (tiga) hal yang dapat menyebabkan hal tersebut!

3. Gagasan Balance Scorecard diutarakan oleh Norton-Kaplan tahun 90an.


a. Jelaskan apakah Balance Scorecard!
b. Sebutkan minimal 2 (dua ) Performance Indicator pada masing-masing dari empat dimensi yang
digunakan untuk mengukur kinerja suatu perusahaan!

4. Di era Smartphone sekarang ini fasilitas Mobile Bangking sudah menjadi layanan standard dunia
perbankan.
a. Jelaskan dengan singkat apakah yang disebut dengan Mobile Banking!
b. Sebutkan dan jelaskan 5 (lima) masalah keamanan pada Mobil Banking!

1 of
5. Sebutkan dan jelaskan ddengan singkat 3 (tiga) jenis HaKI dan sebutkan barapa lama masa
berlakunya!

6. Dengan semakin tersebarnya layanan internet menjadikan komunikasi SLJJ bergeseser ke platform
VoIP dengan menggunakan berbagai aplikasi yang tersedia.
a. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan VoIP !
b. Sebutkan alasan kenapa VoIP bisa lebih murah dibandingkan dengan SLJJ konvensional !

7. Metode pengembangan perangkat lunak yang paling tua adalah SDLC (Software Development
Life Cycle). a. Gambarkan diagram proses tahapan pengembangan sistem dalam SDLC!
b. Jelaskan mengapa SDLC disebut menggunakan pendekatan “waterfall”!

8. Dalam metodologi SDLC, tahapan testing dibagi menjadi beberapa kegiatan Testing. a. Sebutkan
dan jelaskan 3 (tiga) jenis Testing tersebut!
b. Jelaskan mengapa pada kegiatan UAT, User (pengguna) diminta memberikan tanda tangan pada
Berita Acara jika point-point yang uji telah berjalan dengan benar!
9. Dalam pengembangan aplikasi yang menggunakan metodologi SDLC, Setelah lolos berbagai jenis
Testing, maka aplikasi baru bisa diimplementasikan.
a. Sebutkan 4 (empat) strategi Implementation!
b. Jelaskan apa Kekurangan dan Kelebihan Paralel Strategy!

10. Project Management mengacu pada penerapan pengetahuan, keterampilan, peralatan, dan teknik
untuk mencapai target tertentu dengan anggaran dan waktu yang terbatas.
a. Sebutkan dan jelaskan ada 5 (lima) komponen utama yang perlu dikelola dalam Project Management!
b. Bagaimana jika User meminta waktu proyek (Time) diperpendek, sementara Scope tetap dan Kualitas
(Quality) tidak boleh dikorbankan, kemungkinan apa yang akan terjadi dengan faktor yang lain, jelaskan!

11. Tingkat risiko suatu proyek dipengaruhi oleh banyak hal, sebutkan dan jelaskan 3 (tiga) faktor
yang menentukan tingkat risiko suatu proyek!

12. Web 2.0 telah membawa banyak perubahan yang signifikan pada cara organisasi berkomunikasi ke
audiens mereka.
a. Jelaskan perbedaan komunikasi perusahaan baik ke pelangan mapun ke target pelanggan sebelum
dan sesudah adanya teknologi Web 2.0 !
b. Sebutkan dan jelaskan minimal 3 (tiga) aplikasi yang menggunakan teknologi Web 2.0!

13. Data-Driven Marketing adalah pemasaran berbasis fakta yang menggunakan teknologi Data-
Warehouse dan Data-Mining, sebutkan dan jelaskan minimal 4 (empat) contoh strategi yang
menggunakan Data-Driven Marketing!

14. Tata kelola TI mencakup manajemen dan kontrol TI, sebutkan dan jelaskan 5 (lima) bidang utama
yang merupakan ruang-lingkup Tata kelola TI!

2 of
15. Risk Management (manajemen risiko) didefinisikan sebagai kegiatan terkoordinasi untuk
mengarahkan dan mengendalikan organisasi yang berkaitan dengan risiko. Sebutkan dan jelaskan 5 (lima)
tahapan yang harus dilakukan dalam Risk Management!

…ooOO Selamat Mengerjakan Oooo

Nama : Muhamad Ari Abdul Bassyr Nim : 181011200347

Kelas : 05SAKE006 Prodi : S1 Akuntansi

JAWABAN UAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

PERTANYAAN NO: 1

Manager dalam suatu organisasi bisa mempunyai banyak peran, Mintzberg menemukan bahwa
peran Manajer dapat dibagi menjadi tiga kategori.

A. Sebutkan ketiga kategori tersebut!


B. Jelaskan kenapa peran maager sebagai Decisional Roles sangat terbantu dengan adanya
Sistem Informasi!

Jawab :

1. Menurut penelitian Henry Mintzberg, Manajer sebenarnya memiliki 10 peranan dasar yang
digolongkan menjadi tiga kategori dasar, yaitu Interpersonel roles (peran antarpribadi),
Informational roles (peran informasional), Decisional roles (peran keputusan) yang
dipublikasikan dalam “Mintzberg on Management: Inside our Strange World of Organizations”
pada tahun 1990.

A. Interpersonal Roles (Peran Antarpribadi)


Kategori Peran Antarpribadi ini adalah kategori peran seorang Manajer untuk memberikan
informasi dan Ide yang terbagi mennjadi 3 peran, yaitu:
1) Sosok atau Figur (Figurehead). Manajer memiliki tanggung jawab terhadap legal,
sosial, seremonial dan juga bertindak sebagai simbol perusahaan, biasanya dengan
melakukan hal-hal seremonial seperti menghadiri acara peresmian, menandatangani
dokumen legal (hukum), menyapa tamu perusahaan dan menjadi tuan rumah resepsi.
2) Pemimpin (Leader). Manajer bertugas sebagai pemimpin dalam Tim, departemen,
ataupun organisasinya. Menyeleksi, Melatih, serta mengelola kinerja dan memotivasi
karyawannya.

3 of
3) Penghubung (Liaison). Manajer harus membangun dan menjaga komunikasi dengan
4) kontak Internal maupun kontak eksternal perusahaan. Contohnya berpartisipasi dalam
pertemuan dengan perwakilan dari divisi/departemen atau organisasi lainnya.
B. Informational Roles (Peran Informasional)
Pada Peran Informasional ini, Seorang Manager berperan sebagai pengelola Informasi, yang
juga terbagi menjadi 3 peran, yaitu:
1) Pemantau (Monitor). Manajer berperan sebagai pencari informasi yang berkaitan
dengan industri dan organisasinya, selain juga memantau tim yang dipimpinnya baik
dari segi produktivitas, kinerja, maupun kenyamanan kerja anggota timnya.
2) Penyebar Informasi (Disseminator). Manajer harus menyebarkan dan
mengkomunikasikan informasi yang didapat kepada orang lain yang ada di dalam
organisasinya. Contohnya dengan menyampaikan memo, email atau laporan kepada
bawahannya mengenai informasi dan keputusan yang telah diambil.
3) Juru Bicara (Spokesperson). Manajer berperan sebagai Juru Bicara yang meneruskan
informasi tentang organisasinya dan tujuan organisasinya ke pihak luar.
C. Decisional Roles (Peran Pengambilan Keputusan)
Seorang Manajer juga berperan sebagai Wirausahawan, Pemecah masalah, pembagi sumber
daya dan perunding sebagai berikut:
1) Wirausahawan (Entrepreneur). Manajer harus mampu membuat suatu perubahaan
dan mengendalikannya untuk kemajuan organisasinya. Manajer harus merencanakan
masa depan organisasinya, membuat proyek-proyek perbaikan dan peningkatan
kualitas dan produktivitas.
2) Pemecah masalah (Disturbance Handler). Manajer bertanggung jawab untuk
menyelesaikan setiap permasalahan dan konflik yang terjadi di dalam orhnisasinya.
3) Pembagi Sumber Daya (Resource Allocator). Manajer berperan sebagai pembagi
sumber daya baik berupa dana, tenaga kerja, material, mesin dan sumber daya
lainnya untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
4) Negosiator (Negotiator). Manajer berpartisipasi atau mengambil bagian dalam
melakukan negosiasi dengan pihak luar untuk memperjuangkan kepentingan bisnis
perusahaannya.
2. Dalam menjalanan peran Decisional Roles (Peran Pengambilan Keputusan) seorang manager
memang sangat membutuhkan sistem informasi yang memadai seperti yang kita ketahui bahwa
tujuan dari sistem informasi itu sendiri adalah menghasilkan informasi. Sistem informasi
selalu melibatkan data-data penting dimana data yang diolah menjadi bentuk yang
berguna bagi para pemakainya. Data yang diolah saja tidak cukup dapat dikatakan sebagai
suatu informasi. Untuk dapat berguna, maka informasi harus didukung oleh tiga pilar
sebagai berikut: tepat kepada orangnya atau relevan (relevance), tepat waktu (timeliness),
dan tepat nilainya atau akurat (accurate). Keluaran yang tidak didukung oleh tiga pilar ini
tidak dapat dikatakan sebagai informasi yang berguna, tetapi merupakan sampah
(garbage). Sehingga dapat disimpulkan bahwa manager membutuh sisitem informasi yang ada
untuk menimbang, menganalisa data yang ada, dan memutuskan keputusan yang harus diambil
untuk kemajuan suatu oragnisai atau perusahaan.

4 of
PERTANYAAN NO: 3

Gagasan Balance Scorecard diutarakan oleh Norton-Kaplan tahun 90an.

A. Jelaskan apakah Balance Scorecard!


B. Sebutkan minimal 2 (dua ) Performance Indicator pada masing-masing dari empat dimensi
yang digunakan untuk mengukur kinerja suatu perusahaan!

Jawab :

A. Balance Scorecard (BSC) merupakan kartu berimbang yang digunakan sebagai media untuk
mengukur aktivitas operasional yang dilakukan sebuah perusahaan. Dengan BSC, perusahaan
menjadi lebih tahu sejauh mana pergerakan dan perkembangan yang telah dicapai. Adanya BSC
juga membantu perusahaan untuk memberikan pandangan menyeluruh mengenai kinerja dari
perusahaan.
1. Financial Perspective (Perspektif Keuangan)
Meninjau Pemasukan dan Pengeluaran Termasuk Bagian dari Perspektif, Keuangan Financial
perspective atau perspektif keuangan erat kaitannya dengan pemasukan dan pengeluaran perusahaan.
Dengan kata lain, perusahaan harus mampu mengelola keuangan dengan baik agar keuangannya terus
stabil. Misalnya, biaya operasional, biaya produksi, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, termasuk
keuntungan dari aktivitas penjualan.
Baik pemasukan maupun pengeluaran, keduanya harus dicatat secara runtut dan jelas. Agar pihak
keuangan dapat mengamati laju pertumbuhan keuangan dari perusahaan yang bersangkutan.
Ada tiga tolak ukur dalam perspektif keuangan, yaitu:
1) Pertumbuhan dari pertambahan yang didapatkan selama proses bisnis berlangsung.
2) Penurunan aset ke arah yang optimal dan memaksimalkan strategi investasi.
3) Penurunan biaya dan peningkatan produktivitas kerja,
Ketiga tolak ukur di atas dapat dijadikan sebagai pedoman untuk menjalankan bisnis. Dengan begitu,
pemilik perusahaan mengetahui di tahap mana perusahaan tersebut berada.

2. Customer Perspective (Perspektif Pelanggan)


Kepuasan Pelanggan Jadi Ukuran dalam Balance Scorecard, Customer perspective atau perspektif
pelanggan berkaitan erat dengan cara perusahaan melayani pelanggan. Dalam hal ini, setiap pelanggan
harus diperlakukan secara layak. Dengan begitu, mereka merasa puas atas pelayanan yang diberikan.
Adanya pelayanan yang bagus tentu akan meningkatkan loyalitas konsumen terhadap perusahaan.
Sebaliknya, apabila pelayanannya buruk, konsumen pasti mencari perusahaan lain yang memiliki sistem
yang lebih bagus.
Ada pun ukuran yang ditetapkan perusahaan dalam perspektif pelanggan, antara lain:
1) Seberapa besar omzet penjualan.
2) Tingkat keuntungan yang didapatkan perusahaan.
3) Berapa banyak pelanggan yang didapatkan.
4) Persentase loyalitas pelanggan terhadap produk.
5) Tingkat kepuasan pelanggan.
6) Tingkat profitabilitas pelanggan.
7) Kebutuhan pelanggan.

5 of
3. Internal Process Perspective (Perspektif Proses Bisnis Internal)
Memerhatikan Kondisi Internal Perusahaan Juga Penting dalam Balance Scorecard, Dalam internal
process perspective, perusahaan menilai seberapa besar ukuran dan sinergi dari setiap unit kerja. Untuk
mengukur poin ini, pemimpin perusahaan harus rutin mengamati bagaimana kondisi internal dalam
perusahaan. Apakah semuanya dijalankan sesuai dengan metode yang ditetapkan atau malah melenceng
dari peraturan.Kemampuan dan keahlian yang dimiliki setiap karyawan akan menghasilkan proses bisnis
internal yang bagus. Selain bertambahnya jumlah konsumen, omzet dan keuntungan yang didapat
perusahaan juga akan bertambah.
Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam perspektif proses bisnis internal, antara lain:
1) Proses inovasi berkaitan dengan ide-ide terhadap produksi barang.
2) Proses operasi berkaitan dengan aktivitas dan rutinitas sehari-hari yang dilakukan bagian i
nternal.
3) Proses pasca penjualan berkaitan dengan metode pemasaran yang tepat untuk meningkatkan
omzet penjualan.

4. Learning and Growth Perspective (Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan)


Learning and Growth Perspective Juga Termasuk Ukuran Penting, Karyawan menjadi elemen penting
yang harus dijaga perusahaan. Tanpa adanya karyawan, proses pertumbuhan dan perkembangan
perusahaan akan menghadapi banyak kendala. Karyawan juga berfungsi sebagai pendukung dalam
perspektif keuangan dan pelanggan. Karena itu, apa yang direncanakan perusahaan dapat mencapai target
yang maksimal. Selain keberadaan karyawan, perusahaan juga perlu memerhatikan sistem dan prosedur
kerja yang seperti apa yang perlu diterapkan dalam internal perusahaan. Ada baiknya jika semua elemen
terkontrol dan terkoordinasi dengan baik sehingga timbul keselarasan selama bisnis berlangsung.
Ada tiga hal yang dijadikan tolok ukur dalam perspektif ini, antara lain:
1) Kapabilitas atau kemampuan karyawan.
2) Kemampuan mengelola sistem informasi.
3) Motivasi, dorongan, dan garis tanggung jawab Balance Scorecard Membantu Kinerja Perusahaan
4) Keberadaan BSC sangat penting bagi perusahaan.

Adanya BSC telah terbukti membuat perusahaan mampu menciptakan persaingan yang kompetitif.
Perusahaan juga tidak takut lagi jika berhadapan dengan kompetitor yang lebih besar. Dengan BSC,
perusahaan jadi lebih tahu letak kelemahannya. Dengan begitu, proses pencarian solusi juga lebih cepat
dan akurat.

PERTANYAAN NO: 4

Di era Smartphone sekarang ini fasilitas Mobile Bangking sudah menjadi layanan standard dunia
perbankan.
A. Jelaskan dengan singkat apakah yang disebut dengan Mobile Banking!
B. Sebutkan dan jelaskan 5 (lima) masalah keamanan pada Mobil Banking!

Jawab :

6 of
A. Mobile Banking adalah transaksi perbankan dan kegiatan lainnya yang terkait menggunakan
perangkat lunak seluler. Bank dan lembaga keuangan lainnya memungkinkan pelanggan
menggunakan perangkat seluler secara luas untuk berbagi layanan.
B. Masalah Keamanan
1. Cloning adalah menggandakan nomor serielektronik (IMEI) dari satu telepon dan
menggunakannya dalam telepon kedua, klon ini memungkinkan pelaku melakukan panggilan
dan transaksi lain yang di tagihkan ke telepon asli.
2. Phising adalah Menggunakan komunikasi palsu, sperti e-mail, untuk mengalami penerima
agar mengungkapkan informasi penting seperti nomor rekening, kata sandi, atau informasi
pengidentifikasi lainnya.
3. Smishing mirip dengan Phising, tetapi komunikasi curang datang dalam bentuk pesan SMS.
4. Vishing sekali lagi mirip dengan phishing, tetapi komunikasi curang datang dalam bentuk
pesan suara atau pesan suara yang mendorong korban untuk membocorkan informasi yang
aman.
5. Lost or stolen phone adalah ponsel yang hilang atau dicuri dapat digunakan untuk melakukan
transaksi keuangan tanpa izin pemilik.

PERTANYAAN NO: 5

Sebutkan dan jelaskan ddengan singkat 3 (tiga) jenis HaKI dan sebutkan barapa lama masa
berlakunya!

1. Hak Cipta
Hak Cipta adalah hak ekslusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah
suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan. (Pasal 1 ayat 1 UU No 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta). Maksud dari
pemberlakuan UU Hak Cipta adalah untuk mendorong kreatifitas dan produktifitas karya dengan
menjamin orang-orang yang kreatif menerima imbalan financial dan manfaat lainnya dari pekerjaan
mereka.
Masa berkalu perlindungan hak cipta di Indonesia, berdasarkan UU No 28 Tahun 2014 Tentang Hak
Cipta adalah 50 tahun sejak pertama kali dilakukan Pengumuman jika terkait dengan hak cipta bidang:
program computer, permainan, video, karya fotografi, potret, perwajahan karya tulis, saduran,
terjemahan, tafsir, bunga rampai, basis data, aransemen, modifikasi dan karya lain dari hasil
transformasi, terjemahan, adaptasi, aransemen, transformasi atau modifikasi ekspresi budaya
tradisional, kompilasi Ciptaan atau data, baik dalam format yang dapat dibaca dengan Program
Komputer atau media lainnya; kompilasi ekspresi budaya ).
Tetapi jika menyangkut bidang atau penemuan seperti; buku, pamflet, dan semua hasil karya tulis
lainnya: ceramah, kuliah, pidato, dan Ciptaan sejenis lainnya: alat peraga yang dibuat untuk
kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan; lagu atau musik dengan atau tanpa teks: drama, drama
musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomime, karya seni rupa dalam segala bentuk seperti
lukisan, gambar, ukiran, kaligrafi, seni pahat, patung, atau kolase; karya arsitektur; peta; dan karya seni
batik atau seni motif lain), maka masa berlaku Hak Cipta tersebut adalah sepanjang hidup pencipta

7 of
ditambah 70 tahun pasca meninggal. Untuk badan hukum, masa berlaku Hak Cipta bisa sampai 50 tahun
sejak diumumkan.

2. Hak Merek
Merek adalah tanda yang berupa gambar, logo, nama, kata, jenis huruf, angka-angka, susunan warna, atau
kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan
perdagangan barang atau jasa (Pasal 1 ayat 1 UU No 15/2001 tentang Merek).
Merek Dagang adalah Merek yang digunakan pada barang yang diperjual- belikan oleh seseorang atau
beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang
sejenis lainnya.(Pasal 1 ayat 2 UU No 15/2001 tentang Merek)
Merek Jasa adalah Merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa
orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya.
(Pasal 1 ayat 3 UU No 15/2001 tentang Merek)
Masa Berlaku Perlindungan Hak Merek Merek terdaftar mendapat perlindungan hukum untuk jangka
waktu 10 (sepuluh) tahun sejak Tanggal Penerimaan dan jangka waktu perlindungan itu dapat
diperpanjang.

3. Hak Paten
Paten adalah hak ekslusif yang diberikan negara kepada Inventor atas hasil Invensinya di bidang
teknologi selama waktu tertentu, untuk melaksanakan sendiri Invensinya tersebut atau memberikan
persetujuan untuk dilaksanakan oleh pihak lain. (Pasal 1 Ayat 1 UU Nomor 14 Tahun 2001 tentang
Paten). Paten mengijinkan pemiliknya melakukan monopoli eklusif terhadap ide dibalik penemuan yang
diperolehnya selama 20 tahun.
Masa berlaku monopoli ekslusif hak Paten di setiap negara bisa berbeda- beda, di Indonesia menurut
Undang-undang adalah 20 tahun, terhitung sejak tanggal penerimaan dan jangka waktu itu tidak bisa
diperpanjang lagi. Sama dengan di AS, masa berlaku monopoli ekslusif paten adalah 20 tahun.

PERTANYAAN NO: 6

Dengan semakin tersebarnya layanan internet menjadikan komunikasi SLJJ bergeseser ke


platform VoIP dengan menggunakan berbagai aplikasi yang tersedia.
A. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan VoIP !
B. Sebutkan alasan kenapa VoIP bisa lebih murah dibandingkan dengan SLJJ konvensional !

Jawab :

A. Secara teknis, VoIP adalah teknologi yang memungkinkan Anda melakukan komunikasi jarak
jauh dengan memanfaatkan jaringan internet. Dalam penggunaannya, VoIP menggunakan
protokol jaringan seperti H.323, MGCP, SIP, RTP, SDP, atau IAX.

Fungsi utama dan juga jadi keunggulan dari VoIP adalah menghubungkan manusia antar kota,
pulau, hingga benua. Bila biasanya dibutuhkan biaya yang sangat mahal untuk bisa menelepon

8 of
teman atau keluarga, apalagi bila tinggal di dua negara yang berbeda, VoIP adalah solusi
komunikasi yang lebih terjangkau.

Seiring perkembangan zaman, VoIP kini juga dapat melakukan pengiriman suara dan video.
Pengembangan VoIP juga masih terus dilakukan agar komunikasi jarak jauh ini bisa dilakukan
dengan lebih lancar, cepat, dan bebas kendala. Beberapa contoh dari teknologi VoIP antara lain
aplikasi messenger seperti LINE, WhatsApp, dan WeChat. Kemudian, ada juga aplikasi video
conference seperti Webex meetings, Zoom, Skype, dan lain sebagainya.

B. Dalam VOIP, suara diubah menjadi data dan dikirim lewat jaringan internet. Ia bisa lebih murah
sebab menggunakan pita frekuensi (bandwidth) dengan sistem kompresi yang tingkatnya lebih
besar dibanding kompresi di selular. Di GSM, suara normal yang dikodekan dalam 64 kilobit bisa
ditekan sampai 13,3 kilobit per detik dan mutu suara itu sudah terbiasa kita dengar lewat ponsel.

Kompresi juga dilakukan di STDI (Sentral Telepon Digital Indonesia), sehingga satu kanal
kapasitas 64 kilobit dapat digunakan atau diduduki oleh 4-5 suara. Lebih hebat lagi, dengan
teknologi VOIP, kompresi dilakukan sedemikian rupa, sehingga tiap kanal tidak lagi 13,3 kilobit
tetapi menjadi cuma 8 kilobit dan nantinya akan lebih kecil lagi.

Teknologi ini memang hanya berguna jika dipakai untuk percakapan interlokal dan internasional
karena mengurangi biaya percakapan hampir separuhnya sehingga bisa dipakai untuk menghemat
pengeluaran. Mengenai kualitas suara, tidak terlalu jauh berbeda dengan menggunakan cara
konvensional namun tetap tergantung daripada kualitas jaringan telekomunikasi di masing-
masing daerah atau negara lawan bicara.VOIP dapat digambarkan secara sederhana sebagai
sebuah panggilan yang memanfaatkan teknologi dengan mengubah suara manusia menjadi sinyal
digital untuk selanjutnya dipangkas (istilah asingnya compression) di beberapa bagian, tanpa
mengurangi kandungan informasi yang ada selanjutnya dibagi menjadi paket-paket Internet
Protocol (IP) kemudian ditransmisikan melalui jaringan internet, proses sebaliknya dilakukan di
sisi penerima.

PERTANYAAN NO: 14

Tata kelola TI mencakup manajemen dan kontrol TI, sebutkan dan jelaskan 5 (lima) bidang utama
yang merupakan ruang-lingkup Tata kelola TI!

Jawab :

Area Fokus IT Governance


Adapun yang menjadi area fokus dalam proses pengelolaan tata kelola teknologi informasi, dibedakan
menjadi lima area utama (ITGI, 2007) :
1) Strategic Alignment, berfokus pada bagaimana mencapai visi dan misi dari suatu organisasi yang
selaras dengan tujuan bisnis organisasi tersebut.

9 of
2) Value Delivery, berfokus pada bagaimana mengoptimalkan nilai tambah dari teknologi informasi
dalam mencapai visi dan misi suatu organisasi.
3) Resources Management, berfokus pada bagaimana sumber daya dan infrastruktur dapat
mencukupi dalam penggunaannya yang optimal, berkaitan pada investasi yang optimal dari
penggunaan TI yang ada. Melakukan manajemen yang sesuai, adapun sumber daya teknologi
informasi yang kritis, meliputi : aplikasi, informasi, infrastruktur dan sumber daya manusia. Dan
hal-hal yang penting berkaitan dengan optimalisasi pengetahuan dan infrastruktur yang ada.
4) Risk Management, berfokus pada bagaimana melakukan identifikasi kemungkinan resiko- resiko
yang ada, serta bagaimana mengatasi dampak dari resiko-resiko tersebut.
5) Performance Measurement, berfokus pada bagaimana mengukur serta mengawasi kinerja dari
teknologi informasi dan menyesuaikan penggunaan dari TI sesuai dengan kebutuhan bisnis
organisasi.

PERTANYAAN NO: 15

Risk Management (manajemen risiko) didefinisikan sebagai kegiatan terkoordinasi untuk


mengarahkan dan mengendalikan organisasi yang berkaitan dengan risiko. Sebutkan dan jelaskan
5 (lima) tahapan yang harus dilakukan dalam Risk Management!

Jawab :

Berikut ini adalah 5 langkah atau tahapan Manajemen Risiko yang harus kita ketahui untuk menghasilkan
proses manajemen yang efektif.
1) Mengidentifikasikan Risiko (Identify the Risk)
Langkah pertama dalam Tahapan Manajemen Risiko adalah mengidentifikasikan Risiko. Kita
perlu memahami dan menemukan faktor risiko yang terlibat dalam suatu keputusan ataupun
proyek. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menemukan risiko-risiko dalam suatu
proyek atau suatu keputusan yang akan diambil. Kita perlu mencatat semua poin-poin risiko dan
menyiapkannya menjadi sebuah daftar risiko untuk proyek atau keputusan tersebut.
2) Menganalisis Risiko (Analysis the Risk)
Setelah menemukan dan memahami risikonya, kita perlu menganalisis risikonya. Menentukan
kemungkinan dan konsekuensi dari setiap risiko tersebut. Kita perlu mengembangkan
pemahaman tentang potensi dan sifat risikonya yang akan memengaruhi keberhasilan suatu
proyek atau bisnis. Contohnya, Ada risiko yang dapat membuat seluruh bisnis terhenti, sementara
ada risiko yang hanya akan menjadi ketidaknyamanan kecil.
3) Mengevaluasi Risiko atau Peringkatan Risiko (Evaluate the Risk)
Setelah dianalisis, Risiko-risiko tersebut perlu diberikan peringkat dan prioritas. Sebagian besar
solusi manajemen risiko memiliki kategori risiko yang berbeda, tergantung pada tingkat
keparahan risiko tersebut. Risiko yang hanya dapat menyebabkan beberapa ketidaknyamanan
dinilai rendah (low risk), sedangkan risiko yang dapat menyebabkan kerugian besar atau bencana
dinilai lebih tinggi (high risk). Penentuan risiko ini sangat penting karena akan menentukan cara
penanganannya serta sumber daya yang akan digunakannya pada penanganan risiko tersebut.
Contohnya, pada beberapa risiko tingkat rendah, penanganannya mungkin tidak memerlukan

10 of
intervensi manajemen tingkat atas. Namun apabila terdapat satu risiko dengan peringkat tertinggi
maka diperlukan intervensi segera dari manajemen tingkat atas.
4) Menanggapi Risiko (Response of the Risk)
Tahapan ini juga disebut dengan Risk Response Actions atau Tindakan Respon Risiko. Setelah
memperhitungkan setiap risikonya, kita perlu memutuskan bagaimana merespon setiap risiko.
Ada beberapa tanggapan risiko yang dapat kita ambil, diantaranya adalah
 Mengambil tindakan untuk menghentikan semua kegiatan yang dapat menyebabkan
terjadinya risiko (Risk Avoidance).
 Mengambil tindakan untuk mengurangi kemungkinan atau dampaknya (Risk Reduction).
 Mengambil tindakan untuk memindahkan beberapa risiko atau semua risiko ke pihak lain
seperti melalui asuransi atau outsourcing (Risk Sharing atau Risk Transfer).
 Menerima Risiko tersebut terjadi atau tidak mengambil tindakan apapun untuk
menganggulangi risikonya (Risk Acceptence).
5) Meninjau dan Memantau Risiko (Review and Monitor the Risk)
Tidak semuanya berjalan lancar sesuai dengan yang direncanakan. Oleh karena itu, diperlukan
peninjauan ulang dan pemantauan terhadap kemungkinan terjadinya perubahan faktor lainnya
yang akan menyebabkan berubahnya risiko yang akan dihadapi sehingga mengharuskan kita
untuk merubah perencanaan manajemen risiko kita lagi.

PERTANYAAN NO: 11

Tingkat risiko suatu proyek dipengaruhi oleh banyak hal, sebutkan dan jelaskan 3 (tiga) faktor
yang menentukan tingkat risiko suatu proyek!

Jawab :

Penilaian risiko harus dilakukan secara sistematis, iteratif, dan kolaboratif, dengan memanfaatkan
pengetahuan dan pandangan para pemangku kepentingan. Penilaian riisiko harus menggunakan informasi
terbaik yang tersedia, dilengkapi dengan hasil pengamatan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan. Proses
penilaian risiko terdiri dari tiga unsur yaitu (1) identifikasi risiko, (2) analisis risiko, dan (3) evaluasi
risiko.
Metode yang dapat digunakan pada tahap identifikasi risiko antara lain checklist, pertimbangan sesuai
pengalaman dan dokumen, benchmarking, flow charts, brainstorming, analisis sistem, analisis skenario.
FGD, wawancara, kajian dokumen, observasi, SWOT analisis, Event Tree Analysis, dan survei &
kuesioner. Penilaian risiko yang komprehensif merupakan kombinasi antara metode penilaian kualitatif
dan kuantitatif.

1. Identifikasi Risiko
Unsur pertama dalam penilaian risiko yaitu identifikasi risiko. Identifikasi risiko dilakukan untuk
menggali kejadian-kejadian dalam pelaksanaan tindakan dan kegiatan yang mungkin dapat menghambat
pencapaian tujuan atau sasaran. Dengan kata lain, identifikasi risiko adalah kegiatan untuk mencari dan
mendaftar risiko yang ada dan terkait dengan tujuan dan aktivitas organisasi (business process).

11 of
Identifikasi risiko singkatnya merupakan proses menetapkan apa, dimana, kapan, mengapa, dan
bagaimana sesuatu dapat terjadi, sehingga dapat berdampak negatif terhadap pencapaian tujuan (4w + h).
Apa yang mungkin dapat terjadi? tujuannya adalah menghasilkan daftar lengkap berisi kejadian yang
dapat mempengaruhi tujuan. Bagaimana dan mengapa hal tersebut terjadi? Sementara mengidentifikasi
sejumlah kejadian, perlu juga mempertimbangkan penyebab dan skenario yang mungkin, sehingga
penyebab yang signifikan tidak terlewatkan. Output identifikasi risiko berupa profil risiko yang terdiri
dari daftar risiko yang memuat informasi tentang peristiwa risiko, pemilik risiko, penyebab risiko,
kegiatan pengendalian risiko yang sudah ada, dan sisa risiko setiap tindakan atau kegiatan yang dinilai
risikonya. Untuk menghasilkan identifikasi risiko secara akurat, maka harus menggunakan metode yang
tepat dan melibatkan para pemilik risiko (risk owner). Metode yang tepat akan menghasilkan ketepatan
proses penilaian, sedangkan keterlibatan pemilik risiko diperlukan sebagai pihak yang mengerti kegiatan
dan menjadi pihak yang terkena dampak atas terjadinya risiko.

2. Analisis Risiko
Analisis risiko merupakan suatu proses yang sistematis untuk menentukan seberapa sering suatu peristiwa
dan dampak risiko mungkin terjadi dan seberapa besar konsekuensi yang ditimbulkan dari peristiwa
tersebut. Tujuan analisis risiko adalah untuk memahami risiko yang penting untuk dikelola secara aktif
dan menyediakan data untuk membantu menentukan prioritas penanganan risiko. Analisis risiko dapat
juga dimaknai sebagai suatu proses untuk memahami karakteristik risiko (probabilitas dan dampak) yang
dapat dilakukan secara kualitatif ataupun kuantitatif untuk menentukan Tingkat (level) risiko (level of
Risk) atau signifikansi setiap risiko. Output analisis risiko yaitu profil risiko. Dalam analisis risiko, peran
pimpinan organisasi sangat diperlukan sehingga mampu mengelola dan mengendalikan risiko berdasarkan
berapa banyak atau tingkat risiko yang dapat diterima. Tingkat risiko yang dapat diterima adalah batas
toleransi risiko dengan mempertimbangkan aspek biaya dan manfaat. Level risiko ditentukan oleh dua hal
yaitu level frekuensi dan level konsekuensi. Level risiko yaitu level besar kecilnya atau tingkatan suatu
risiko. Level frekuensi (probabilitas) adalah besar kecilnya kemungkinan terjadinya risiko atau kekerapan
kejadian suatu risiko. Penentuan probabilitas terjadinya suatu event sangatlah subyektif dan lebih
berdasarkan nalar dan pengalaman. Sedangkan level konsekuensi yaitu besar kecilnya dampak negatif
dari suatu risiko.

3. Evaluasi Risiko
Tahap terakhir dalam penilaian risiko yaitu evaluasi risiko. Evaluasi risiko dimaksudkan untuk membantu
proses pengambilan keputusan berdasarkan hasil analisis risiko. Evaluasi risikomerupakan proses
pembandingan antara level risiko yang ditemukan selama proses analisis dengan kriteria risiko yang
ditetapkan sebelumnya. Proses evaluasi risiko akan menentukan risiko-risiko mana yang memerlukan
perlakuan dan bagaimana prioritas perlakuan atas risiko-risiko tersebut dengan mengacu pada “kriteria
risiko”. Dengan kata lain hasil dari evaluasi risiko menunjukkan peringkat risiko yang memerlukan
penanganan (mitigasi) lebih lanjut dengan mengacu pada tingkat risiko yang dapat diterima.
Tahapan evaluasi risiko meliputi:
1. Menyusun prioritas risiko berdasarkan besaran risiko dengan ketentuan
A. Besaran risiko tertinggi mendapat prioritas paling tinggi.
B. Apabila terdapat lebih dari satu risiko yang memiliki besaran risiko yang sama, maka
prioritas risiko ditentukan berdasarkan urutan area dampak dari yang tertinggi hingga
terendah sesuai kriteria dampak.

12 of
C. Apabila masih terdapat lebih dari satu risiko yang meiliki besaran dan area dampak yang
sama, maka prioritas risiko ditentukan berdasarkan urutan kategori risiko yang tertinggi
hingga terendah sesuai kategori risiko.
D. Apabila masih terdapat lebih dari satu risiko yang memiliki besaran, area dampak, dan
kategori yang sama, maka prioritas risiko ditentukan berdasarkan judgement pemilik
Risiko.

PERTANYAAN NO: 10

Project Management mengacu pada penerapan pengetahuan, keterampilan, peralatan, dan teknik
untuk mencapai target tertentu dengan anggaran dan waktu yang terbatas.
A. Sebutkan dan jelaskan ada 5 (lima) komponen utama yang perlu dikelola dalam Project
Management!
B. Bagaimana jika User meminta waktu proyek (Time) diperpendek, sementara Scope tetap
dan Kualitas (Quality) tidak boleh dikorbankan, kemungkinan apa yang akan terjadi
dengan faktor yang lain, jelaskan!

Jawab :

A. Ada 4 (empat) hal penting yang harus dipahami oleh seorang project manager ketika
melaksanakan suatu proyek, yaitu cakupan proyek (project scope), waktu pelaksanaan proyek
(project timeline), biaya proyek (project cost) dan kualitas dari proyek itu sendiri (project
quality). Keempat hal tersebut menjadi pilar utama dalam project management body of
knowledge (PMBOK), sebuah best practise yang digunakan oleh seluruh project manager di
dunia, khususnya mereka yang telah memiliki sertifikasi sebagai project manager professional
(PMP).
1. Scope
Scope berbicara masalah cakupan pekerjaan yang dilakukan. Terkadang hal ini yang menjadi
perdebatan antara pelaksana proyek dengan pemilik proyek. Scope yang menjadi luas (biasanya
terjadi pada proyek yang dilakukan ad-hoc, tanpa perencanaan atau metode yang tepat) akibat
permintaan owner yang datang terus menerus dapat mempengaruhi waktu pelaksanaan proyek
dan biaya proyek.
2. Time
Merupakan waktu pelaksanaan proyek. Semakin lama suatu proyek dikerjakan, maka semakin
besar biaya operasional proyek yang dibutuhkan. Project Time management yang baik akan
mempengaruhi besar kecilnya profit margin proyek yang didapat
3. Cost
Merupakan komponen biaya proyek. Komponen ini juga saling terkait dengan 2 komponen
sebelumnya (scope and time) karena besar kecilnya biaya proyek (termasuk penambahan biaya
jika diperlukan) akan mempengaruhi besarnya scope proyek serta cepatnya waktu pelaksanaan
proyek
4. Quality
Kualitas merupakan harapan yang ingin didapatkan owner dari proyek tersebut dan atau mengacu
pada standar tertentu (misal ISO). Kualitas dapat diraih dengan menentukan biaya, waktu dan

13 of
scope proyek sesuai dengan kebutuhan. Idealnya, Suatu proyek yang baik adalah proyek yang
dapat selesai tepat waktu (time) dengan budget yang telah direncanakan sebelumnya (cost) sesuai
dengan cakupan pekerjaan yang disetujui (scope) dengan kualitas yang diharapkan / ditentukan
sebelumnya (quality)

5 bagian yang utama dalam pembangunan proyek, yaitu :

1. SDM (Sumber Daya Manusia)


SDM yang tidak bekualitas, situasi tim, kekosongan pekerjaan, keterbatasan tenaga kerja.
2. Waktu
Mendefinisikan suatu aktifitas, menentukan urutan-urutan kejadian atas proyek, mendefinisikan
lama waktu dari setiap pekerjaan, mengembangkan suatu jadwal serta merencanakan kontrol atas
jadwal tersebut.
3. Dana
Perencanaan sumber dana proyek, memastikan harga dan sumber daya yang ada, mendefinisikan
budget, serta mengontrol keluar masuknya dana atau dana yang mengalir melewati anggaran
tersebut.
4. Ruang lingkup
Dimana perencanaan ruanglingkup ini harus di perhatikan dalam proses prokyek, dalam ruang
lingkup ini juga harus di survei terlebih dahulu sehingga tidak mengganggu aktifitas proyek.
5. Sistem
System tersebut sangat lah penting apabila tidak menggunakan system dari proyek tersebut tidak
akan berjalan dengan baik dan sempurna karena system adalah cara kerja dari proyek yang akan
dikerjakan.

B. “Menambah kerugian” untuk mempertahankan image baik


Alternatif lain adalah menyelesaikan proyek tersebut sesuai dengan scope yang disepakati
semaksimal mungkin, dengan mengambil resiko meningkatnya operasional cost. Strategi ini
digunakan apabila orientasi manajemen perusahaan adalah mempertahankan citra baik di depan
pelanggannya, atau jika pemilik proyek merupakan pelanggan potensial perusahaan. Sehingga,
walaupun perusahaan menderita kerugian dari sisi biaya proyek (tangible lost), namun perusahaan
tetap berusaha untuk mempertahankan nama baik di depan pelanggannya (intangible benefit)
dengan harapan kerjasama masih dapat terjalin di masa yang akan datang.

PERTANYAAN NO: 8

Dalam metodologi SDLC, tahapan testing dibagi menjadi beberapa kegiatan Testing.
A. Sebutkan dan jelaskan 3 (tiga) jenis Testing tersebut!
B. Jelaskan mengapa pada kegiatan UAT, User (pengguna) diminta memberikan tanda tangan
pada Berita Acara jika point-point yang uji telah berjalan dengan benar!

Jawab :

14 of
A. 3 jenis testing
1) User Acceptence Test digunakan untuk menentukan apakah sistem yang dikembangkan telah
memenuhi kebutuhan pengguna
2) Unit Testing adalah proses metode pengujian individual, class, atau komponen sebelum mereka
terintegrasi dengan perangkat lunak lainnya
3) System Testing biasanya dilakukan pertama kali oleh pengembang atau personil pengujian untuk
memastikan bahwa keseluruhan sistem tidak berfungsi dan bahwa sistem telah memenuhi
persyaratan pengguna

B. Karena pengujian UAT adalah pengujian tahap terakhir, dan jika point point yang di inginkan
oleh user sudah terpenuhi developer tidak perlu melakukan pembetulan pada bagian bagiannya.

15 of

Anda mungkin juga menyukai