Anda di halaman 1dari 6

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2008 (SNATI 2008) ISSN: 1907-5022

Yogyakarta, 21 Juni 2008

PENENTUAN PRIORITAS UNTUK PEMILIHAN KOMPONEN GRAVEL PUMP


MENGGUNAKAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS
Agus Riyanto, I Made Aryantha Anthara
Jurusan Teknik Industri
Universitas Komputer Indonesia – UNIKOM
Jl. Dipatiukur No. 102 – 116 Bandung
E-mail : agusriyanto_ti@unikom.ac.id, madearyantha_ti@unikom.ac.id

Abstraksi
Penggunaan alat-alat produksi seperti gravel pump menjadi sangat penting demi kelancaran suatu proses
produksi. Untuk menjaga agar alat-alat produksi yang digunakan tetap dalam kondisi yang siap pakai, maka
perlu dilakukan suatu tindakan perawatan yang intensif terutama untuk jenis komponen yang kritis. Penentuan
jenis komponen yang akan dipilih merupakan keputusan yang harus diambil oleh pimpinan perusahaan.
Analytic Hierarchy Process (AHP) merupakan suatu metoda atau alat dalam pengambilan keputusan yang
bersifat multi kriteria dengan menggunakan bantuan software Expert Choice.
Berdasarkan hasil penilaian pihak manajemen perusahaan terhadap pemilihan komponen yang kritis
didapatkan untuk komponen casing jenis komponen yang terpilih Yau Mangan Iron Casing dengan nilai bobot
0,41698, komponen pumpdoor untuk jenis komponen Louminco High Chrome Iron Doors dengan nilai bobot
0,437606 dan komponen Impeler untuk jenis komponen Yau Fong Chrome Impeler dengan nilai bobot 0,59625.

Keywords: Analytic Hierarchy Process, Expert Choice dan Komponen Kritis.

1. PENDAHULUAN mengalami kerusakan. Masing-masing komponen


tersebut terdiri dari berbagai jenis.
Pengambilan keputusan terutama untuk level Pemilihan jenis komponen yang tepat
pimpinan manajemen di dalam sebuah perusahaan merupakan keputusan yang harus diambil oleh pihak
saat ini merupakan sesuatu hal yang sangat penting manajemn perusahaan. Untuk itu perlu dilakukan
dan menentukan keberhasilan suatu perusahaan. suatu penilaian akan prioritas pemilihan jenis
Kebijakan yang diambil sering kali berdasarkan komponen pompa tersebut. Analytic Hierarchy
beberapa pertimbangan dan penilaian dari berbagai Process (AHP) merupakan salah satu metoda dalam
pihak, sehingga keputusan akan kebijakan yang pengambilan keputusan berdasarkan beberapa
diambil tersebut akan menjadi lebih baik dan tepat. kriteria-kriteria. Dengan adanya penilaian pemilihan
Salah satu perusahaan yang bergerak dalam jenis komponen, diharapkan keputusan yang diambil
bidang pertambangan timah ialah PT.MMC oleh pihak manajemen perusahaan sudah tepat.
Indonesia yang berada di Propinsi Bangka Belitung.
Untuk mendapatkan timah, ada beberapa proses Analytic Hierarchy Process (AHP)
yang harus mendapat perhatian. Jika pihak Analytic Hierarchy Process (AHP) merupakan
perusahaan sudah mendapatkan lokasi pertambangan suatu metode analisis untuk struktur suatu masalah
yang diperkirakan mempunyai kandungan timah dan dipergunakan untuk mengambil keputusan atas
yang banyak, maka bulldozer akan membuka lahan suatu alternatif.
tersebut untuk dijadikan lokasi pertambangan. Lahan AHP ini adalah suatu model yang luwes yang
yang sudah dibuka tersebut dinamakan dengan memberikan kesempatan bagi perorangan atau
Gravel Pump (GP). Dalam satu unit Gravel Pump kelompok untuk membangun gagasan-gagasan dan
terdiri dari beberapa bagian yaitu mesin, gear box mendefinisikan persoalan dengan cara membuat
dan pompa. Ketiga bagian ini saling bekerja asumsi mereka masing-masing dan memperoleh
bersamaan dan saling berkesinambungan, dimana pemecahan yang diinginkan darinya. AHP
mesin akan menggerakan gear box dan kemudian menunjukkan bagaimana menghubungkan kriteria-
gear box akan memutar pompa. Diantara ketiga kriteria dari satu bagian masalah dengan kriteria-
bagian dari gravel pump yang sering mengalami kriteria dari bagian lain untuk memperoleh hasil
kerusakan ialah pompa, hal ini disebabkan karena gabungan. Prosesnya adalah mengidentifikasi,
pompa harus menghisap lumpur dan batu-batu yang memahami, dan menilai interaksi-interaksi dari
didalamnya terdapat kandungan timah. suatu sistem sebagai satu keseluruhan.
Didalam sebuah pompa terdapat tiga komponen
kritis yaitu casing, impeler dan pumpdoor.
Komponen ini dikatakan kritis karena sering

A-1
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2008 (SNATI 2008) ISSN: 1907-5022
Yogyakarta, 21 Juni 2008

Prinsip Pokok Analytic Hierarchy Process Pengalaman membuktikan bahwa skala dengan
Pengambilan keputusan dalam metode AHP sembilan satuan dapat diterima dan mencerminkan
didasarkan pada tiga prinsip pokok yaitu : derajat sampai mana kita mampu membedakan
Prinsip penyusunan hirarki intensitas tata hubungan antar kriteria.
Yaitu membagi-bagi persoalan menjadi unsur- Tingkat kepentingan dan definisi dari nilai
unsur yang terpisah-pisah. Suatu masalah yang numerik skala banding berpasangan itu dapat dilihat
kompleks disusun ke dalam bagian yang menjadi pada tabel di bawah ini :
kriteria pokok dan kemudian bagian ini disusun lagi
ke dalam bagian-bagian lainnya dan demikian Tabel 1. Skala Banding Berpasangan (Pairwise
seterusnya secara hirarki. Dengan membagi-bagi Comparison Scale)
realita menjadi beberapa gugusan yang homogen, Tingkat Definisi Penjelasan
dan membagi lagi gugusan ini menjadi gugusan- Kepentin
gugusan yang lebih kecil, kita dapat memadukan gan
sejumlah besar informasi ke dalam struktur suatu
masalah yang membentuk gambaran lengkap dari 1 Kedua kriteria Kedua kriteria
keseluruhan sistem. sama memberikan
Prinsip penentuan prioritas pentingnya kontribusi yang sama
Prioritas dari kriteria-kriteria kriteria dapat (equal)
dipandang sebagai bobot atau kontribusi kriteria
3 Kriteria yang Pengalaman dan
tersebut terhadap tujuan pengambilan keputusan.
satu sedikit pertimbangan sedikit
AHP melakukan analitis prioritas kriteria dengan
lebih penting menyukai/memihak
metode perbandingan berpasangan antar dua kriteria
dibandingkan kriteria satu
hingga semua kriteria yang ada tercakup. Prioritas
kriteria lainnya dibanding yang lain.
ini ditentukan berdasarkan pandangan para pakar
(moderat)
dan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap
5 Kriteria yang Pengalaman dan
pengambilan keputusan, baik secara langsung
satu esensial penilaian dengan
(diskusi) maupun tidak (kuesioner).
atau sangat menyukai / memihak
Prinsip konsistensi logis
penting kriteria satu
Konsistensi jawaban para responden dalam
dibanding dibanding yang lain
menentukan prioritas kriteria merupakan prinsip
kriteria lainnya
pokok yang akan menentukan validitas data dan
(strong).
hasil pengambilan keputusan. Secara umum,
7 Kriteria yang Kriteria yang satu
responden harus memiliki konsistensi dalam
satu jelas lebih dengan kuat disukai
melakukan perbandingan kriteria dengan contoh
penting dan dominasinya
sebagai berikut : Jika A>B dan B>C, maka secara
dibanding tampak nyata dalam
logis responden harus menyatakan bahwa A>C,
kriteria lainnya praktek
berdasarkan nilai-nilai numerik yang disediakan
(very strong)
oleh Saaty.
9 Kriteria yang Bukti-bukti yang
Penyusunan Struktur Hirarki satu mutlak memihak kepada
Struktur hirarki disusun untuk membantu proses lebih penting kriteria yang satu atas
pengambilan keputusan yang memperhatikan dibanding yang lain berada pada
seluruh kriteria keputusan yang terlibat dalam kriteria lainnya tingkat persetujuan
sistem. Sebagian besar masalah menjadi sulit untuk (extreme) tertinggi yang
diselesaikan karena proses pemecahannya dilakukan mungkin
tanpa melihat masalah tersebut sebagai suatu sistem 2,4,6,8 Nilai-nilai Diperlukan
dengan suatu struktur tertentu. Pada tingkat paling tengah kompromi antara dua
atas dari hirarki dinyatakan tujuan/sasaran dari (intermediate) pertimbangan
sistem yang akan dicari solusi masalahnya. Tingkat antara dua
berikutnya merupakan penjabaran dari tujuan penilaian yang
tersebut. berdekatan
Resiprok Apabila telah diberikan angka kepada
Skala Penilaian kriteria i dibandingkan kriteria j, maka
Nilai numerik yang digunakan untuk mengisi angka yang diberikan kepada kriteria j
matriks perbandingan berpasangan diatas harus dibandingkan kriteria i adalah
dapat menggambarkan relatif pentingnya suatu kebalikan (resiproknya)
kriteria diatas yang lainnya, berkenaan dengan sifat
tersebut.
Skala banding yang digunakan adalah skala
rasio yang mempunyai nilai 1 sampai dengan 9.

A-2
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2008 (SNATI 2008) ISSN: 1907-5022
Yogyakarta, 21 Juni 2008

Penentuan Struktur Hirarki dikalikan, dan dari hasil ini ditarik akar pangkat
Adapun kriteria dalam pemilihan alat ini terdiri bilangan yang sama dengan jumlah orang yang
dari 3 level yaitu fokus, kriteria dan alternatif. Untuk memberi penilaian itu.
kriteria meliputi biaya dan waktu penggantian. G = n X 1. X 2. X 3. ..... .Xn (1)
Langkah-langkah dalam metoda Analytic Hierarchy
Process adalah sebagai berikut : dimana : G = rata-rata geometrik
I. Tahap I (tahap awal) X1,X2,…..,Xn = penilaian ke 1,2,3,…,n
n = banyaknya penilaian
ƒ Pengumpulan kuesioner
ƒ Pemindahan tingkat kepentingan
verbal kedalam tingkat Proses Sintesis
Setelah matriks banding berpasangan di isi
kepentingan verbal ke dalam
tingkat kepentingan numeric untuk dengan nilai-nilai numerik, selanjutnya dilakukan
dimasukan kedalam matriks suatu pembobotan dan penjumlahan untuk
menghasilkan satu bilangan tunggal yang
perbandingan berpasangan dengan
menggunakan skala 1 sampai menunjukkan prioritas setiap kriteria.
dengan 9 . Sintesis dilakukan dengan membobotkan
vektor-vektor prioritas dengan bobot kriteria-kriteria
II. Tahap II (geometric mean)
Merata-ratakan hasil perbandingan dan menjumlahkan semua entri prioritas terbobot
berpasangan dengan rata-rata yang bersangkutan dengan entri prioritas dari tingkat
geometric karena penilaian melibatkan bawah berikutnya.
banyak orang (group decision) Proses sintesis dilakukan berdasarkan matriks
banding berpasangan yang merupakan perbandingan
III. Tahap III (pengolahan data)
ƒ Perhitungan eigenvalue kriteria i terhadap kriteria j. matriks ini terdiri dari
maksimum bobot-bobot penilaian. Bila matriks ini disebut
sebagai A dan matriks berukuran n maka tahap-
ƒ Perhitungan konsistensi tiap
matriks perbandingan tahap proses sintesis adalah sebagai berikut :
ƒ Perhitungan eigen vector 1. Jika pengambilan keputusan dilakukan
dalam kelompok, cari dahulu rata-rata
ƒ Sintesis
ƒ Perhitungan bobot untuk setiap geometrik dari setiap aij untuk semua
kriteria dan subkriteria pada penilaian numerik ketika kriteria i
dibandingkan terhadap kriteria j. Skala
hirarki.
Rasio konsistensi matriks harus kurang dari 10 yang digunakan adalah skala 1 sampai 9
persen. Bila lebih dari 10 persen berarti pengambil seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.
2. Bobot setiap kolom j dijumlahkan menjadi
keputusan tidak konsisten dalam memberikan
penilaian dalam perbandingan berpasangan. total kolom. Total dari setiap kolom itu
Untuk itu perlu dilakukan lagi penilaian ulang dilambangkan dengan Sij.
n
dengan melakukan perbandingan berpasangan lagi.
Sj = ∑ a ij .......................... (2)
i =1
Penilaian Dalam Kelompok
3. Bagi setiap kriteria dalam matriks dengan
Analytic Hierarchy Process (AHP) juga dapat
jumlah total kolomnya. Hasil dari
digunakan dalam suatu kelompok. Sumbang saran
pembagian ini dilambangkan dengan Vij.
dan saling berbagi ide dan wawasan sering
menghasilkan pengertian dan pemahaman yang lebih a ij
baik tentang masalah, ketimbang pada seorang
Vij = .………………. (3)
Sj
pengambil keputusan tunggal. Tetapi idealnya
kelompok itu kecil dan para pesertanya memiliki Tahap ini disebut normalisasi dan matriks
informasi yang baik, bermotivasi tinggi, dan sepakat hasilnya disebut matriks perbandingan berpasangan
mengenai pertanyaan dasar yang sedang digarap. yang dinormalisasi (normalized pairwise
Dengan menggunakan model ini dalam suatu comparison matrix).
pertemuan kelompok, anggota kelompok 4. Hitung prioritas relatif dari setiap kriteria
menstruktur persoalannya, memberi penilaian dengan merata-ratakan bobot yang sudah
(pertimbangan), memperdebatkan penilaian itu dan dinormalisasi dari setiap baris ke-i.
memberi argumentasi untuk nilai-nilai tertentu Prioritas relatif kriteria i dilambangkan
sampai tercapai konsesus atau kompromi. dengan Pi.
n
Vij
Pi = ∑
Perdebatan boleh ditiadakan dan pendapat
perseorangan diambil melalui kuesioner yang …………… (4)
j =1 n
disebarkan kepada tiap-tiap anggota sebagai
responden. Nilai akhirnya diperoleh dari rata-rata
geometrik penilaian (geometric mean). Untuk
Sehingga ∑ Pi = 1 ∀i …………… (5)

menghitung rata-rata geometrik, nilai harus

A-3
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2008 (SNATI 2008) ISSN: 1907-5022
Yogyakarta, 21 Juni 2008

Struktur Hirarki Pemilihan Komponen Gravel Impeler


Pump Kriteria Bobot Lokal
a. Struktur hirarki pemilihan komponen
casing Biaya 0.575
Pemilihan Komponen Casing Waktu Penggantian 0.425

Bobot lokal untuk setiap pemilihan alat


Biaya Waktu Penggantian
Casing
Louminco High Yau Fong Cast Yau Mangan Waktu
Chrome Iron Casing Iron Casing Iron Casing Pemilihan Alat Biaya Penggantian
Gambar 1. Struktur hirarki pemilihan Louminco High Chrome
komponen casing Iron Casing 0.25 0.285
Yau Fong Cast Iron Casing 0.316 0.373
b. Struktur hirarki pemilihan komponen
Yau Mangan Iron Casing 0.434 0.342
pumpdoor
Pemilihan Komponen Pumpdoor
Pumpdoor
Waktu
Biaya Waktu Penggantian Pemilihan Alat Biaya Penggantian
Louminco High Chrome
Louminco High Yau Fong Cast Yau Mangan Iron Doors 0.464 0.358
Chrome Iron Doors Iron Doors Iron Doors Yau Fong Cast Iron Doors 0.294 0.325
Gambar 2. Struktur hirarki pemilihan Yau Mangan Iron Doors 0.292 0.317
komponen pumpdoors
Impeler
c. Struktur hirarki pemilihan komponen
Waktu
impeler
Pemilihan Alat Biaya Penggantian
Pemilihan Komponen Impeler Louminco High Chrome
Iron Impeler 0.425 0.375
Yau Fong Chrome Impeler 0.575 0.625
Biaya Waktu Penggantian
Sehingga didapatkan bobot globalnya sebagai
berikut :
Louminco High Yau Fong Chrome
Casing
Chrome Iron Impeler Impeler
Pemilihan Alat Bobot Global
Louminco High Chrome Iron
Gambar 3. Struktur hirarki pemilihan
Casing 0.256475
komponen impeller
Yau Fong Cast Iron Casing 0.326545
Yau Mangan Iron Casing 0.416980
Hasil Pengolahan
Adapun hasil dari metoda AHP dengan Pumpdoor
menggunakan software Expert Choice adalah Pemilihan Alat Bobot Global
sebagai berikut : Louminco High Chrome Iron
Doors 0.437606
Bobot lokal untuk level kriteria
Yau Fong Cast Iron Doors 0.301719
Casing
Yau Mangan Iron Doors 0.298225
Kriteria Bobot Lokal
Biaya 0.815
Waktu Penggantian 0.185 Impeler
Pemilihan Alat Bobot Global
Pumpdoor Louminco High Chrome Iron
Kriteria Bobot Lokal Impeler 0.40375
Biaya 0.751 Yau Fong Chrome Impeler 0.59625
Waktu Penggantian 0.249

A-4
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2008 (SNATI 2008) ISSN: 1907-5022
Yogyakarta, 21 Juni 2008

2. ANALISIS

Berdasarkan pemilihan jenis komponen yang


dilakukan oleh pimpinan manajemen perusahaan
diperoleh hasil sebagai berikut :
a. Casing yang terpilih adalah alat Yau
Mangan Iron Casing dengan nilai bobot
global 41,698%.
b. Pumpdoor yang terpilih adalah alat
Louminco High Chrome Iron dengan nilai
bobot global 43,7606%.
c. Impeler yang terpilih adalah alat Yau Fang
High Chrome Impeler dengan nilai bobot
global 59,625%.

3. KESIMPULAN

Adapun kesimpulan yang dapat diperoleh dari


penelitian ini adalah :
a. Metoda AHP dengan saran Teknologi
Informasi yang tepat telah memudahkan
dan memperpendek proses pengambilan
keputusan oleh pihak manajemen
perusahaan.
b. Diterapkan pada proses pemilihan
komponen Gravel pump hasil-hasil
kuantitatif menghilangkan keraguan dan
faktor subjektif pada pengambil keputusan.

PUSTAKA

1. Jarine,A.K.S, Maintenance, Replacement,


and Reliability, Pitman Publishing,
London,1973.
2. Saaty,T.L., Decesion Making in Economic,
Political, Social and Technological
Envionment W ith The Analitical Hierarchy
Process, Pittsburgh, 1994.
3. Suryadi, K dan M.A Ramdhani, Sistem
Pendukung Keputusan Suatu Wacana
Struktural Idealisasi dan Implementasi
Konsep Pengambilan Keputusan. R emaj a
Rosda Karya, Bandung. 1998.
4. Walpole, Ronald E & Raymond H. Myers,
Probability and Statistic for Engineers and
Scientist, Third Edition, Macmillan
Publishing Company, New York, 1985.

A-5
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2008 (SNATI 2008) ISSN: 1907-5022
Yogyakarta, 21 Juni 2008

A-6