Anda di halaman 1dari 7

KELOMPOK 1

Pembimbing : Dian Handayani

RSU DR. SAIFUL ANWAR MALANG


CATATAN ASUHAN GIZI
RESUME PAGT
(Proses Asuhan Gizi Terstandar)
Nama : An. SNH Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 12 bulan 22 hari Register : 1313085
Assessment Monitoring
Diagnosa Gizi Intervensi
Data Dasar Identifikasi Masalah Evaluasi
Diagnosa Medis - Post debridement + NI 5.4 ND.2.2 S3.
- Post debridement + repair repair stoma ec. Penurunan kebutuhan zat gizi spesifik Modifikasi kecepatan, Pemeriksaan fisik
stoma ec. Invaginasi ileocolical Invaginasi (KH) terkait dengan disfungsi paru-paru konsentrasi, komposisi (sesak napas dan
+ protusi stoma ileocolical + protusi (bronkopneumoni) ditandai dengan sesak atau jadwal pemberian batuk)
- Gizi buruk marasmus stoma nafas,RR 39-60 x/menit, batuk dan PO2 PO2
kwasiorkor (Fase transisi) - Gizi buruk 58,1 mmHg (↓) RC.1.3.
- Bronkopneumonia marasmus Kolaborasi rujukan ke S.3.1.7
- Diare akut tanpa dehidrasi kwasiorkor (Fase NI 5.2 tenaga kesehatan lain Tanda vital (RR
- Anemia Hipokrom mikrositer ec transisi) Kekurangan energi protein (KEP) terkait (pengaturan dan suhu tubuh)
defisiensi Fe - Bronkopneumonia dengan fisiologis penyakit pemakaian ventilator
- Diare akut tanpa bronkopneumoni dan tindakan dan obat) S.1.1.5
Riwayat penyakit dehidrasi debridement yang dialami pasien ditandai Berat badan
Sekarang - Anemia Hipokrom dengan status gizi pasien buruk <-3 SD ND.3.2.4
 (29 April 2013) Pasien datang mikrositer ec Mineral (Fe) diberikan
ke IGD RSSA setelah defisiensi Fe NI 1.2 pada saat fase S.2.9.1
mendapat rujukan dari RS di Peningkatan kebutuhan energi terkait rehabilitasi (infeksi Albumin
Lumajang, didapatkan adanya dengan keadaan hipermetabolisme pasca sudah teratasi) Kadar leukosit
invaginasi ileocolical pada ileum operasi ditandai dengan intake energi
terminal sampai colon dibanding kebutuhan kurang (51,3%) S.2.8.3
ascenden. MCV
 (30 April 2013) Dilakukan NI 5.1 MCH
operasi Laparotomi Eksplorasi + Peningkatan kebutuhan zat gizi spesifik
Ileostomi dengan diagnosa (protein) terkait dengan adanya FI.3.1.
medis adanya ileus obstruktif peradangan proses stoma pasca operasi Asupan EN/PN
ec. susp. Invaginasi. dan penyembuhan luka ditandai dengan
 (1-3 Mei 2013) Pasien dirawat albumin 3,28 g/dL (↓), Leukosit : 28,37 x
diruang PICU. 103 µ/L (↑), suhu 38-39°C (↑)
 (4-13 Mei 2013) Setelah itu
pasien di rawat di ruang bedah NI 5.5.1
anak R.15. Kekurangan intake mineral (Fe) terkait
dengan keadaan anemia mikrositik
KELOMPOK 1
Pembimbing : Dian Handayani

 (13 Mei 2013) Dilakukan ditandai dengan MCV 78,2 fL (↓), MCH
operasi yang ke-2 yaitu 26,6 pg (↓) Preskripsi Diet
Debridement + repair revisi
stoma dengan diagnosis post Tujuan Diet :
ileostomi ec. invaginasi + 1.Memperbaiki status
protusi stoma. gizi pasien
 Setelah itu pasien dirawat di 2.Mempercepat
ruang PICU. penyembuhan luka
Dahulu pasca operasi
 Pasien muntah selama 2 3.Mengurangi
minggu dan BAB keluar darah peradangan/infeksi
selama 1 minggu. yang dialami oleh
 Pasien dibawa ke RS di pasien
Lumajang dan menjalani rawat 4.Mengurangi sesak
inap selama 12 hari. nafas dan batuk
 Pasien dirujuk ke RSSA, MRS yang dialami oleh
di RSSA pada tanggal 29 April pasien
2013.
 Tidak ada riwayat penyakit Prinsip:
sebelumnya maupun riwayat TETP
penyakit keluarga.
Syarat Diet :
Keluarga : - 1.Energi tinggi yaitu
560 kkal/hari
Skrining gizi 2.Protein tinggi yaitu
Antropometri 16,8 g/hari
- BB 3.Lemak sedang yaitu
sebelum sakit : 8 kg 20,5 g/hari
- BB 4.Karbohidrat rendah
sekarang : yaitu
5,6 kg 77 g/hari
- Pe 5.Fe tinggi (10 mg/kg
nurunan BB sebanyak 2,4 kg BB/hari) diberikan
dalam waktu 1 bulan Status Gizi Buruk saat fase rehabilitasi
- PB (saat infeksi sudah
: teratasi)
69,7 cm Albumin (↓) 6.Vitamin C tinggi (>
- LIL Leukosit (↑) 40 mg/hari)
A : 11 Hematokrit (PCV) (↓) 7.Cairan cukup yaitu
cm MCV (↓) 150 ml/kg BB/hari
KELOMPOK 1
Pembimbing : Dian Handayani

- BBI MCH (↑) (840 ml/hr)


: 9 PO2 (↓)
kg Perhitungan Keb
- LIL Energi & Zat Gizi
A/U: <-3 SD Energy
= 100 x 5,6 = 560
Biokimia kkal/hr
Albumin : 3,28 g/dL Suhu Tubuh (oC) (↑)
Leukosit : 28,37 x 103 µ/L RR (x/mnt) (↑) Protein
Hematokrit (PCV) : 32,70% Sesak: + = 3 x 5,6 = 16,8 g/hr
MCV : 78,20 fL Batuk: + (12%)
MCH : 26,60 pg
RDW : 17,60 % (↑) Lemak
PO2 : 58,1 mmHg 33% x 560 = 184,8
kkal= 20,5 g/hr
Klinis
KU : Lemah KH
Kesadaran : CM 55% x 560 kkal= 308
Tekanan Darah (mmHg) ; 100/70 kkal = 77 g/hr
Suhu Tubuh (oC): 38-39
RR (x/mnt): 39-60
Nadi (x/mnt): 120
Sesak: +
Batuk: +
Mual: -
Muntah: -
Rambut : tipis, kering, kotor,
warna jagung, mudah dicabut dan
jarang
Wajah: pucat
Telinga: Tidak ada gangguan
pendengaran, ada sekret dalam
telinga
Mulut: Bibir kering, gigi kotor,
lidah kotor
Edema : -
Dermatosis : +
Hepatomegali: -

Dietary
KELOMPOK 1
Pembimbing : Dian Handayani

Dahulu
 Pola makan 3x sehari dengan
bentuk makanan lunak.
 Sumber karbohidrat yang
banyak dikonsumsi adalah
bubur cerelac (2-3x sehari,
sebanyak 5 sdm ± 50 gram),
nasi tim (2-3x sehari, sebanyak
5 sdm ± 50 gram). Terkadang
biskuit diberikan sebagai
pengganti nasi tim atau bubur
cerelac jika anak menolak
makan. Pemberian bubur
cerelac, biskuit dan nasi tim
sejak pasien berusia 8 bulan.
 Sumber protein hewani yang
sering dikonsumsi adalah ayam
(2-3x seminggu, sebanyak 1
potong kecil ± 30 gram) dan
telur (1x sehari, sebanyak ½
butir ± 30 gram)
 Sumber protein nabati yang
sering dikonsumsi adalah tahu
(2-3x sehari, sebanyak 1 potong
kecil ± 25 gram) dan tempe (1x
sehari, sebanyak ½ potong ± 25
gram)
 Sayuran yang sering
dikonsumsi adalah sayur kelor,
bayam, sayuran dalam sop
(wortel, buncis) dan kacang
panjang (2x seminggu,
sebanyak 1 sdm ± 15 gram),
sayur diolah menjadi sayur
bening. Akan tetapi lebih sering
hanya diberikan kuahnya saja.
 Buah-buahan yang sering
dikonsumsi pisang dan pepaya
(2x/minggu, sebanyak 1 potong
sedang)
KELOMPOK 1
Pembimbing : Dian Handayani

 Sejak lahir diberikan ASI dan


susu formula, dalam sehari
konsumsi ASI dan susu formula
± 3 botol susu.
 Tidak mempunyai alergi
makanan
 Kebanyakan yang mengasuh
sehari-hari adalah nenek,
karena orang tua terutama ibu
bekerja sebagai pedagang
Sekarang :
 Beberapa hari sebelum
dilakukan operasi yang kedua
pasien mengalami gatal-gatal
dan kulit kemerahan
disebabkan pemberian bahan
makanan dari daging ayam.
 Pemberian makanan dalam
bentuk nutrisi enteral dan
parenteral karena pemberian
makanan oral yang tidak
dimungkinkan karena
pemasangan ventilator dan alat
lain, serta keadaan pasien yang
lemah bahkan tidak sadar.
 Pada saat memulai
pengamatan pada tanggal 13
Mei 2013 pasien diberikan diet
berupa
NE : F100 LLM sebanyak 6
kali pemberian @20 cc
NPE : CN 10% sebanyak 378
cc/24 jam
Aminosteril inf. 6% sebanyak 50
cc (0,5 gram/kg/hari)
 Pada saat ibu pasien dapat
memproduksi ASI maka ASI
yang diberikan lewat NGT
menggantikan formula enteral
lain seperti Pregestimil dan F
KELOMPOK 1
Pembimbing : Dian Handayani

100 LLM, pemberian ASI


disesuaikan dengan kebutuhan
cairan dan kebutuhan zat gizi
juga diberikan dalam frekuensi
tertentu dan banyaknya
ditentukan, seperti pada
pemberian formula enteral yang
lain.
 Hasil recall asupan pasien pada
awal pengamatan tanggal 13
Mei 2013 disajikan dalam tabel
1.2

Enteral Nutrition F100 LLM 6 x 20


cc
Energi : 123,85 kkal
Protein : 3,63 gram
Lemak : 7,41 gram
Karbohidrat : 10,64 gram
Cairan : 120 mL
Parenteral Nutrition CN 10% 378
cc/24 jam Intake energi (↓)
Energi : 151,2kkal Intake protein (↓)
Karbohidrat : 37,8 gram Intake lemak (↓)
Cairan : 378 mL Intake KH (↓)
Parenteral Nutrition Aminosteril
inf. 6% 50 cc
Energi :12 kkal
Protein : 3 gram
Cairan : 50 mL
Cairan lain-lain : 12mL
Total Intake Energi & Zat Gizi:
Energi : 287,05 kkal (51,3%)
Protein : 6,63 g (39,5%)
Lemak : 7,41 g (36,1%)
Karbohidrat : 48,4 g (62,9%)

Sosio ekonomi
Pekerjaan ayah : pedagang
Pekerjaan ibu: Pedagang
KELOMPOK 1
Pembimbing : Dian Handayani

Jumlah anak dalam keluarga :


4 orang
Pasien anak ke: 3 (kembar)
Agama: Islam
Suku : Jawa

Lain-lain
Obat:
1. Meropenem (3 x 125 mg)
2. Metronidazol (3 x 100 mg)
3. Parasetamol (4 x 60 mg)
4. Gentamisin (2 x 12 mg)
5. Ketamin (10 mg/ 24 jam)
6. Morfin (1mg/ 24 jam)
7. Ondansentron (3 x 0,6 mg)
8. Sefazolin (4 x 300 mg)
9. Antrain (3 x 60 mg)
10. Dobutamin (20 kµg/kgBB)