Anda di halaman 1dari 7

Nama : Mahdi Hamzah

Instansi : SD Negeri 66 Gantarang

Tugas 02-OJT1. Mengidentifikasi Masalah Pembelajaran


Peserta bersama warga sekolah mengidentifikasi kondisi di sekolah melalui pemantauan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP), hasil rapor
mutu sekolah, data hasil supervisi akademik atau data lain yang relevan terkait dengan pembelajaran, untuk menjawab pertanyaan berikut
ini.
a. Apa saja kekuatan dan kelemahan dari sekolah Saudara?
b. Apa saja masalah pembelajaran yang ditemukan di sekolah Saudara?
c. Tentukan masalah utama yang berkaitan dengan pembelajaran dari masalah-masalah yang ditemukan di sekolah Saudara?

Peserta dapat menggunakan format identifikasi masalah pembelajaran dengan format seperti di bawah ini:

Tabel Tugas 02-OJT1. Mengidentifikasi Masalah Pembelajaran


Deskripsi Sekolah Sendiri (kekuatan dan Identifikasi Masalah Masalah Utama yang Terkait
No
kelemahan) Pembelajaran Pembelajaran
a b c d
Kekuatan: 1. Standar Kompetensi Lulusan 45% guru belum
Setelah melakukan analisis terhadap data yang  Belum memiliki perilaku mengimplementasikan
diperoleh dari hasil rapor mutu sekolah tahun 2020 yang mencerminkan sikap pendidikan karakter dalam
dan pemantauan terhadap pelaksanaan 8 SNP maka disiplin. pembelajaran.
ditemukan kekuatan yang ada di SD Negeri 66  Belum memiliki perilaku
Gantarang yaitu sebagai berikut: yang mencerminkan sikap
1. Standar kompetensi lulusan menunjukkan adanya percaya diri.
perkembangan pada kompetensi sikap, baik  Belum memiliki
berupa keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan pengetahuan faktual,
YME maupun dalam kompetensi sikap yang prosedural, konseptual,
lainnya maka secara umum menunjukkan sudah
Deskripsi Sekolah Sendiri (kekuatan dan Identifikasi Masalah Masalah Utama yang Terkait
No
kelemahan) Pembelajaran Pembelajaran
a b c d
menuju pada SNP 4 hal tersebut juga terlihat pada metakognitif
kompetensi dimensi keterampilan yang cenderung  Belum bemiliki keterampilan
secara umum menunjukkan adanya peningkatan berpikir dan bertindak
dalam bertindak kreatif, kritis dan komunikatif. mandiri
2. Kekuatan yang terjadi pada Standar Isi terlihat 2. Standar Isi
dengan terlihatnya kesesuaian antara perangkat  Penyediaan alokasi waktu
pembelajaran sesuai dengan rumusan kompetensi pembelajaran belum sesuai
lulusan serta dikembangkannya Kurikulum Tingkat struktur kurikulum yang
Satuan Pendidikan yang sesuai dengan prosedur. berlaku
3. Pelaksanaan Standar Proses yang dilakukan oleh  Pengaturan beban belajar
sekolah dalam melakukan proses pembelajaran belum bedasarkan bentuk
dilakukan dengan tepat. Demikian pula halnya pendalaman materi
pengawasan dan penilaian otentik dilakukan  Penyelenggaraan aspek
dalam proses pembelajaran. kurikulum belum maksimal
4. Standar Penilaian Pendidikan yang pada muatan lokal
diselenggarakan dengan obyektif san akuntabel  Pelaksanaan kegiatan
dan dilakukan dengan mengikuti proseur yang belum maksimal dalam
telah ditentukan sesuai dengan ranah kompetensi pengembangan diri siswa
sikap, pengetahuan dan keterampilan serta 3. Standar Proses
memiliki bentuk pelaporan sesuai dengan ranah  Penyusunan dokumen
tersebut. rencana belum lengkap dan
5. Ketersediaan kepala sekolah, guru, dan tenaga sistematis
administrasi berdasarkan kompetensinya sesuai
 Belum maksimal dalam
dengan ketentuan adalah hal yang sangat
mendapatkan evaluasi dari
berpengaruh dalam Standar Pendidik dan Tenaga
kepala sekolah dan
Kependidikan.
pengawas sekolah
6. Sekolah memiliki sarana dan prasarana
 Belum maksimal dalam
Deskripsi Sekolah Sendiri (kekuatan dan Identifikasi Masalah Masalah Utama yang Terkait
No
kelemahan) Pembelajaran Pembelajaran
a b c d
pendidikan yang memadai semisal kondisi menerapkan metode
bangunan sekolah yang layak dan memenuhi pembelajaran sesuai
persyaratan serta kondisi tuang kelas yang karakteristik siswa
menyenangkan dan layak pakai.  Belum maksimal dalam
7. Hal paling utama dalam Standar Pengelolaan melakukan penilaian otentik
Pendidikan adalah sekolah ini memiliki visi, misi, secara komprehensif
dan tujuan yang jelas sebagai bagian dalam hal  Belum maksimal dalam
perencanaan pengelolaan. Selain itu kepala pemanfaatan hasil penilaian
sekolah memiliki kinerja baik dalam melaksanakan otentik
tugas kepemimpinan dan mengembangkan  Belum maksimal dalam
sekolah dengan baik. menindaklanjuti hasil
8. Secara umum pada standar pembiayaan, sekolah pengawasan proses
menggunakan biaya opersional dari Dana BOS pembelajaran
dan melakukan pengelolaan dana dengan baik. 4. Standar Penilaian Pendidikan
 Belum maksimal dalam
Kelemahan: melakukan pelaporan
Walaupun memiliki banyak kelebihan, namun penilaian secara periodik
tentunya setiap satuan pendidikan juga memiliki  Belum maksimal dalam
kelemahan pada setiap Standar Nasional Pendidikan menggunakan instrumen
yang diselenggarakan. penilaian aspek sikap
Berbagai kelemahan yang ditemukan di SD Negeri 66
Gantarang berdasarkan hasil analisis Rapor Mutu
Tahun 2020 sebagai berikut:
1. Standar Kompetensi Lulusan pada indikator
lulusan yang memiliki kompetensi pada dimensi
sikap tersebut ternyata masih ada lulusan
memiliki perilaku yang belum maksimal dalam
Deskripsi Sekolah Sendiri (kekuatan dan Identifikasi Masalah Masalah Utama yang Terkait
No
kelemahan) Pembelajaran Pembelajaran
a b c d
mencerminkan sikap percaya diri serta belum
maksimal dalam perilaku yang mencerminkan
sikap disiplin. Hal tersbut juga terjadi pada
pengetahuan faktual, prosedural, konseptual,
metakognitif yang dimiliki belum mumpuni.
Kelemahan lainnya juga terjadi secara umum
pada lulusan yang kurang memiliki kompetensi
pada dimensi keterampilan.
2. Standar Isi
Secara umum standar isi masih memiliki banyak
kelemahan, hal tersebut terlihat pada indikator
pelaksanaan kurikulum belum berjalan maksimal
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menyediakan alokasi waktu pembelajaran sesuai
struktur kurikulum yang berlaku serta
menyelenggarakan aspek kurikulum pada muatan
lokal yang belum maksimal begitupun pada sub
indikator pengaturan beban belajar bedasarkan
bentuk pendalaman materi serta pelaksanaan
kegiatan pengembangan diri siswa yang belum
berjalan maksimal.
3. Standar Proses
Indikator pertama dalam SNP ini secara umum
sekolah belum maksimal dalam merencanakan
proses pembelajaran sesuai ketentuan hal
tersebut terlihat pada sub indikator yang sangat
rendah dalam mendapatkan evaluasi dari kepala
Deskripsi Sekolah Sendiri (kekuatan dan Identifikasi Masalah Masalah Utama yang Terkait
No
kelemahan) Pembelajaran Pembelajaran
a b c d
sekolah dan pengawas sekolah. Hal yang hampir
sama juga terlihat pada indikator proses
pembelajaran dilaksanakan dengan kurang tepat
pada sub indikator menerapkan metode
pembelajaran sesuai karakteristik siswa. Serupa
dengan indikator terakhir yaitu bahwa
pengawasan dan penilaian otentik belum
dilakukan secara maksimal dalam proses
pembelajaran terutama pada sub indikator
menindaklanjuti hasil pengawasan proses
pembelajaran yang relatif rendah.
4. Standar Penilaian Pendidikan
Kelemahan yang terlihat berdasarkan hasil
analisis terdapat pada indikator keempat yaitu
dalam hal penyusunan instrumen penilaian yang
belum menyesuaikan aspek sub indikator sikap.
5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Pada bagian standar ini jelas terlihat bahwa
ketersediaan dan kompetensi laboran sesuai
ketentuan serta ketersediaan dan kompetensi
pustakawan sesuai ketentuan berada di bawah
standar SNP.
6. Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan
Kondisi kapasitas daya tampung sekolah yang
tidak memadai terlebih pada kepemilikan
kapasitas rombongan belajar yang belum sesuai
dan belum memadai. Hal tersebut juga terlihat
Deskripsi Sekolah Sendiri (kekuatan dan Identifikasi Masalah Masalah Utama yang Terkait
No
kelemahan) Pembelajaran Pembelajaran
a b c d
pada indikator ketiga dimana sekolah belum
memiliki sarana dan prasarana pendukung yang
lengkap dan layak.
7. Standar Pengelolaan Pendidikan
Pada indikator kedua disebutkan bahwa program
pengelolaan yang dilaksanakan belum sesuai
ketentuan hal tersebut tercermin pada sub
kompetensi menyelenggarakan kegiatan layanan
kesiswaan yang masih rendah. Dilain sisi
peningkatan dayaguna pendidik dan tenaga
kependidikan juga masih belum maksimal. Selain
hal tersebut di atas, disebutkan dalam rapor mutu
bahwa kepala sekolah dalam berkinerja dalam
melaksanakan tuga belum maksimal dalam
berjiwa kepemimpinan dan berjiwa
kewirausahaan.
8. Standar Pembiayaan
Hal yang belum maksimal dilakukan dalam SNP
adalah pengaturan alokasi dana yang berasal dari
APBD/ APBN/ Yayasan/ sumber lainnya serta
laporan pengelolaan dana yang belum tertata
dengan baik.

Petunjuk pengisian instrumen identifikasi masalah pembelajaran:


1. Kolom “a” diisi dengan nomor urut
2. Kolom “b” diisi dengan deskripsi sekolah sendiri yang meliputi kekuatan dan kelemahan berdasarkan data yang diperoleh dari hasil
rapor mutu sekolah, pemantauan 8 SNP, hasil supervisi akademik, atau data lain yang relevan dengan pembelajaran
3. Kolom “c” diisi dengan hasil identifikasi masalah pembelajaran yang ditemukan di sekolah dan belum dapat diselesaikan
4. Kolom “d” diisi dengan satu masalah utama yang dipilih sebagai prioritas dari beberapa masalah yang telah diidentifikasi dalam
kolom “c”. Masalah utama merupakan simpulan dari berbagai permasalahan yang muncul yang dapat mempengaruhi kualitas
pembelajaran, tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat, harus bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan, dan
memerlukan keterampilan kepemimpinan yang kuat untuk menyelesaikannya.

Rubrik Penilaian:
Nilai Indikator
Seluruh indikator 1. Deskripsi sekolah menunjukkan kekuatan dan
91 – 100
terpenuhi kelemahan yang disertai dengan data
Minimal tiga indikator pendukung secara jelas
81 – 90,99
terpenuhi 2. Identifikasi masalah pembelajaran dirumuskan
71 – 80,99 Dua indikator terpenuhi dengan mengacu kepada data yang riil di
sekolah
3. Rumusan masalah utama terhubung dengan
deskripsi dan identifikasi masalah
< 70,99 Satu indikator terpenuhi 4. Adanya keterkaitan antara deskripsi sekolah,
identifikasi masalah pembelajaran, dan
masalah utama