Anda di halaman 1dari 20

Laporan Praktikum ll Biokimia Dasar

UJI KELARUTAN LIPID DAN

UJI PEMBENTUKAN EMULSI

OLEH :

NAMA : MUHAMAD KHAIRUL

NIM : L1A120172

KELAS :D

KELOMPOK : 8

ASISTEN : HAPPY RIZQA AMALIAH

LABORATORIUM UNIT NUTRISI DAN TEKNOLOGI PANGAN TERNAK

JURUSAN PETERNAKAN
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI
2021
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Minyak kelapa murni atau Virgin coconut oil merupakan modifikasi dari

pembuatan minyak kelapa sehingga menghasilkan produk dengan kadar air dan

kadar asam yang lebih rendah, berwarna bening dan mempunyai daya simpan

yang cukup lama yaitu 12 bulan. Dari segi ekonomi minyak kelapa murni

mempunyai harga jual yang lebih tinggi dibanding minyak kelapa yang diolah

secara tradisional dengan memanaskan santan atau mengendapkan santan dalam

waktu yang lama sehingga menghasilkan bau tengik dan kualitas yang kurang

baik akibat kadar air dan asam lemak bebas yang masih tinggi. Tujuan penelitian

ini adalah untuk mendapatkan minyak kelapa murni dengan kadar air dan asam

lemak bebas yang lebih rendahsesuai SNI Teuku Zulfadli(2018).

Lipid merupakan biomolekul yang sangat penting dalam kebutuhan

makanan kita. Salah satu bentuk lipid adalah trigliserol dan lipoprotein.

Trigliserol adalah sumber cadangan kalori yang memiliki energi tinggi. Jika

dibandingkan, metabolisme karbohidrat dan protein akan menghasilkan energi

sekitar 4 sampai 5 kkal/g, sedangkan trigliserol bisa menghasilkan 9 kkal/g.

Fungsi biologi lipid tergantung pada struktur kimianya. Minyak dan lemak

merupakan cadangan makanan pada banyak organisme. Fosfolipid dan sterol

merupakan struktur primer pembentuk membran. Beberapa jenis lipid yang

jumlahnya terbatas pada sel organisme memiliki fungsi sebagai kofaktor,


electron carriers, pigmen pengabsorpsi cahaya, ujung hidrofobik protein, agen

pengemulsi, hormon dan messenger intraselular. Sebagai bentuk umum lipid

yang berfungsi sebagai cadangan makanan, minyak dan lemak memiliki bentuk

sebagai asam lemak dan derivatnya. Asam lemak merupakan derivat

hidrokarbon yang memiliki tingkat oksidasi rendah. Lipid relatif tidak bisa larut

dalam air dan bisa larut dalam pelarut nonpolar seperti eter dan kloroform.

Uji kelarutan lipid pada umumnya, lemak dan minyak tidak larut dalam

air, tetapi larut sempurna pada dalam pelarut organik seperti eter, kloroform,

aseton, benzena, atau pelarut nonpolar lainnya. Minyak dalam air akan

membentuk emulsi tidak stabil karena stabil karena bila dibiarkan, maka cairan

akan memisah menjadi dua lapisan. Sebaliknya, minyak dalam soda (Na2CO3)

akan membentuk emulsi stabil karena asam lemak bebas dalam larutan lemak

bereaksi dengan soda membentuk sabun. Sabun mempunyai daya aktif

permukaan, sehingga tetes-tetes minyak tersebar seluruhnya.

Emulsi adalah campuran dari dua cairan yang biasanya tidak bergabung,

seperti minyak dan air. Perlu ditambahkan zat tertentu yang bertindak sebagai

pengemulsi, yang dapat membantu dua cairan dapat bercampur secara homogen

dan stabil . Menurut farmakope edisi IV Emulsi adalah sistem dua fase yang

salah satu cairannya terdispersi dalam cairan yang lain, dalam bentuk tetesan

kecil. Stabilitas emulsi dapat dipertahankan dengan penambahan zat yang ketiga

yang disebut dengan emulgator (emulsifying agent).


Uji pembentukan emulsi adalah dispersi atau suspensi metastabil suatu

cairan dalam cairan lain dimana keduanya tidak saling melarutkan. Agar

terbentuk emulsi yang stabil, diperlukan suatu zat pengemulsi yang disebut

emulsifier atau emulsifying agent, yang berfungsi menurunkan tegangan

permukaan permukaan antara kedua fase cairan. Bahan emulsi dapat berupa

protein, gum, sabun, atau garain empedu.


1.2. Tujuan

Adapun tujuan praktikum uji kelarutan lipid dan pembentukan emulsi

adalah:

1.Untuk mengetahuhui uji kelarutan lipid dan pembentukan emulsi

2.Untuk mengetahui kelarutan dari pembentukan emulsi

3.Untuk mengetahui terjadinya pembentukan emulsi dan minyak

1.3. Manfaat praktikum

Berdasarkan tujuan praktikum, manfaat yang ingin dicapai pada praktikum

ini adalah:

1.Mahasiswa dapat mengetahui uji kelarutan lipid dan pembentukan emulsi

2.Mahasiswa dapat mengetahui kelarutan dari pembentukan emulsi

3.Mahasiswa dapat mengetahui terjadinya pembentukan emulsi dan minyak


METODEOLOGI
BAB II METODE PRAKTIKUM

2.1 Waktu dan tempat

praktikum biokimia dasar dilaksasanakan pada hari selasa, 15 juni 2021

pukul 14.00 wita sampai selesai, bertepatan dilaboratorium unit Analisis dan

pakan ternak, jurusan peternaka, fakultas peternakan universitas halu oleo kendari.
HURUF BESAR DI HURUF PERTAMA KATA
2.2 Alat dan bahan

Alat yang digunakan pada uji kelarutan protein dapat dilihat pada tabel 1

Tabel 1. Alat dan kegunaan


No Nama Alat kegunaan
1. Tabung reaksi Tempat mereaksikan dua larutan atau lebih
2. Penjepit tabung Untuk menjepit tabung reaksi saat proses pemanasan
3. Pipet ukur Untuk memindahkan larutan dengan volume besar
4. Pipet tetes Untuk memindahkan cairan dengan volume kecil
5. Sikat tabung Untuk membersihkan gelas ukur setelah digunakan
6. Kamera Untuk dokumentasi saat praktikum
7. Alat tulis Menulis perubahan yang diamati

Bahan yang digunakan pada uji kelarutan protein dapat dilihat pada tabel 2

Tabel 2. Bahan dan kegunaan


No Nama bahan kegunaan
1 Air suling (Aquades) Sebagai objek pengamatan
2 Minyak kelapa Sebagai objek pengamatan
3 Larutan Na2CO30,5% Sebagai objek pengamatan
4 Alkohol 96% Sebagai objek pengamatan
5 Klorofom Sebagai objek pengamatan
6 Tissue roll Sebagai objek pengamatan
7 Sabun cair Sebagai objek pengamatan
8 Eter Sebagai objek pengamatan
9 Larutan protein2% Sebagai objek pengamatan
10 Larutan empedu encer Sebagai objek pengamatan
2.3 Prosedur kerja

Adapun prosedur kerja praktikum uji kelarutan lipid adalah sebagai berikut :

1) Disiapkan 5 tabung reaksi yang bersih dan kering. Berturut-turut diisidengan air

suling, alkohol 96%, eter, kloroform, dan larutan Na2CO30,5% sebanyak 1 ml.

2) Ditambahkan pada setiap tabung 2 tetes minyak kelapa murni.

3) Dikocok sampai homogen, lalu dibiarkan beberapa saat.

4) Diamati sifat kelarutannya.

5) Diulangi percobaan dengan mengganti minyak kelapa murni denganminyak

kelapa curah

Adapun prosedur kerja praktikum uji pembentukan emulsi adalah sebagai

berikut :

1) Disiapkan 5 tabung reaksi yang bersih dan kering.

Tabung 1 : diisi 2 ml air dan 2 tetes minyak kelapa murni.

Tabung 2 : diisi 2 ml air, 2 tetes minyak kelapa murni, dan 2 teteslarutan

Na2CO30,5%.

Tabung 3 : diisi 2 ml air, 2 tetes minyak kelapa murni, dan 2 teteslarutan

sabun.

Tabung 4 : diisi 2 ml larutan protein 2% dan 2 tetes minyak kelapamurni.

Tabung 5 : diisi 2 ml larutan empedu encer dan 2 tetes minyak kelapamurni.

2) Dikocok setiap tabung dengan kuat, lalu dibiarkan beberapa saat.

3) Diamati terjadinya pembentukan emulsi.


4) Diulangi percobaan dengan mengganti minyak kelapa murni denganminyak

kelapa curah.
HASIL DAN
BAB III PEMBAHASAN

3.1 Hasil pengamatan

Hasil pengamatan uji kelarutan lipid dapat dilihat pada tabel 3

Tabel 3. Hasil pengamatan


No Bahan Kelarutan
1. Aquades + Minyak Tidak larut
2. Alkohol + Minyak Tidak larut
3. Kloroform + Minyak Larut
4. Na2CO3 + Minyak Larut

Tabel 4. Dokumentasi pengamatan


Pengamatan Dokumentasi

Aquades + minyak

Alkohol + minyak
Kloroform + minyak

Na2CO3 + minyak

Hasil pengamatan uji pembentukan emulsi dapat dilihat pada tabel 5

Tabel 5. Hasil pengamatan


No Bahan Hasil emulsi
1. Air + minyak Tidak stabil
2. Air + minyak + Na2CO3 Tidak stabil
3. Sabun + air + minyak kelapa Stabil
4. Protein + minyak kelapa Stabil

Tabel 6. Foto pengamatan


Pengamatan Dokumentasi
Air + minyak

Air + minyak + Na2CO3

Sabun + air + minyak

Protein + kelapa

3.2 Pembahasan

3.2.1
1. Uji kelarutan lipid

Bahan yang digunakan oleh kelompok kami yaitu minyak kelapa,

minyak kelapa, disiapkan 4 tabung reaksi setiap tabung diisi 2 tetes minyak

kelapa murni. Tabung pertama yang berisi 2 tetes minyak kelapa murni
ditambahkan air suling sebanyak 1 ml hasilnya tidak larut karena sifat

molekulnya yang berbeda. Molekul air adalah molekul pola, artinya salah

satu ujung molekul memiliki muatan positif dan ujung lainnya memiliki

muatan negatif. Sehingga molekul air selalu berikatan. Menurut Endang

Hotmauli S., (2017) air dan minyak adalah zat yang tidak akan tercampur.

Tabung reaksi yang kedua yang terisi dengan 2 tetes minyak kelapa

murni ditambahkan dengan alkohol lalu dihomogenkan hasilnya tidak larut.

Menurut Suhirman (2011) menyatakan tidaak larut.

Tabung reaksi selanjutnya yang berisi 2 tetes minyak kelapa murni

ditambah kloroforn lalu dihomogenkan hasilnya larut karena kloroforn adalah

pelarut nonpolar, dan lemak juga adalah substasi nonpolar sehingga kedua

bahan tersebut dapat bersatu sebagaimna yang dikatakan oleh Azhari (2015)

bahwa pelarut polar akan melarutkan senyawa polar, dan pelarut nonpolar

akan melarutkan senyawa nonpolar.

Tabung ke empat yaitu berisi 2 tetes minyak kelapa murni

ditambahkan Na2CO3 lalu dihomogenkan hasilnya larut. Menurut Roslinda

(2016) menyatakan minyak kelapa murni di tambahkan Na2CO3 akan larut.

3.2.2
2. Uji pembentukan emulsi

Praktikum uji pembetukan emulsi, disiapkan 4 tabung reaksi yang

bersih dan kering tabung satu diisi 2 ml air dan 2 tetes minyak kelapa murni

lalu dikocok tabung dengan kuat, biarkaan beberapa saat dan hasil emulsinya
yaitu tidak stabil. Menurut BPOM (2013) yang tidak tercampur seperti

minyak dan air.

Tabung 2 diisi 2 ml air, 2 tetes minyak kelapa murni da 2 tetes larutan

Na2CO30,5%. Kocok tabung reaksi dengan kuat, lalu biarkan beberapa saan

dan hasil emulsinya yaitu tidak stabil.

Tabung 3 diisi 2 ml air, 2 tetes minyak kelapa murni, dan 2 tetes

larutan sabun. Dikocok tabung reaksi dengan kuat, lalau biarkan beberapa

saat. Hasil emulsinya yaitu larut.

Tabung 4 diisi 2 tetes minyak kelapa murni,ditambah 2 tetes larutan

protein. Dikocok tabung reaksi dengan kuat lalu biarkan beberapa saat. Hassil

emulsinya yaitu larut.

Uji pembentukan emulsi yang dimana menggunakan minyak dan

sabun terbentuk emulsi. Karena larutan sabun merupakan emulsifier sehingga

akan membentuk emulsi yang stabil saat dicampurkan dengan minyak. (

lapenris 2011 ).

TAMBAH JURNAL PEMBANDINGNYA


BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

4.1. Kesimpulan

Adapun yang menyebabkan minyak yang ditambahkan dengan air

membentuk emulsi tidak stabil ialah karena air yang sifatnya polar sangat susah

larut dalam minyak yang sifatnya non polar sehingga kedua cariran tersebut akan

saling memisah (tidak bisa bersatu). Penambahan minyak dengan larutan sabun

dan air membentuk emulsi yang stabil karena ketiga larutan tersebut mampu
BAHAS HASIL PENGAMATAN MU YANG DI TABEL
menurunkan tegangan permukaan antara kedua fase cairan.

4.2. Saran

saran untuk melakukan praktikum uji kelarutan lipid dan uji pembentukan

emulsi agar melakukan praktikum harus berhati-hati dan teliti agar tidak terjadi

kesalahan saat praktikum dan hasil yang didapat benar-benar akurat.


DAFTAR PUSTAKA

Hotmauli, Endang. Fhaska, Arlusi. Setyaningrum, Bella. 2017. “Pembuatan virgin


coconut oil (VCO) dari kelapa hibrida dengan metode enzimatis dan
aplikasinya sabun padat transparan kota Samarinda” dalam jurnal
Chemurgy.

Surbanti, Windi Monika. 2016. “ Pengaruh pelarut kloroforn dan pemurnian gliserol
dengan proses asidifikas asam klorida kota Medan” dalam Jurnal teknik
kimia UsU.
BPOM,2013.Batas maksimum pengguna bahan tambahan pangan pengemulsi. Badan
pengawas obat dan makanan reproduksi indonesia. Jakarta.
Susanti dkk. “ Kelarutan Lipid Serta Pengaruh Umulgator Terhadap Kelarutan
Lipid”, Jurnal Biokimia Praktikum, 2, no,2011 h. 1-7