Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

PERENCANAAN TENAGA KERJA

Makalah ini disusun sebagai Tugas Pengganti Ulangan Akhir


Semester

Mata Kuliah : Manajemen Operasional

Dosen Pengampu : Faizatul Almas H., S.E.I., M.Si

Disusun oleh :

Ana Fitriani

(63040190163)

JURUSAN S1 MANAJEMEN BISNIS SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA

2021
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami bisa
selesaikan makalah mengenai Pernikahan.

Makalah ini sudah selesai kami susun dengan maksimal dengan bantuan
pertolongan dari berbagai pihak sehingga bisa memperlancar pembuatan makalah
ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
sudah ikut berkontribusi didalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari seutuhnya bahwa masih jauh dari
kata sempurna baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh
karena itu, kami terbuka untuk menerima segala masukan dan kritik yang bersifat
membangun dari pembaca sehingga kami bisa melakukan perbaikan makalah ini
sehingga menjadi makalah yang baik dan benar.

Boyolali, 20 Juni 2021

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
1.1 Latar Belakang...............................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah..........................................................................................1
1.3 Tujuan.............................................................................................................1
1.4 Manfaat...........................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................3
2.1 Definisi Perencanaan Tenaga Kerja...............................................................3
2.2 Desain Pekerjaan............................................................................................5
2.3 Standar Tenaga Kerja.....................................................................................6
BAB III PENUTUP.................................................................................................8
3.1 Kesimpulan.....................................................................................................8
3.2 Saran...............................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................9

ii
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan,
tenaga kerja adalah semua orang yang melakukan kegiatan atau aktivitas untuk
menghasilkan jasa atau barang yang bisa dipakai untuk melakukan pemenuhan
kebutuhan dirinya sendiri atau orang lain. (Kemenperin, 2003)
Dalam ilmu manajemen, perencanaan tenaga kerja merupakan fungsi krusial.
Karena perencanaan tenaga kerja dapat mempengaruhi kinerja perusahaan secara
langsung. Oleh sebab itu dalam melakukan perancangan tenaga kerja haruslah
memperhatikan berbagai aspek di dalamnya. Perencanaan tenaga kerja dilakukan
untuk meminimalkan berbagai risiko yang mungkin akan muncul di masa yang
akan datang.
Menurut Sinambela (2016) dalam (Bachraesy, Asiyah, dan Rahman,
2021:29), desain pekerjaan merupakan kegiatan atau aktivitas dalam rangka
menentukan berbagai tugas-tugas yang spesifik yang akan dilaksanakan, metode
atau cara yang akan dipergunakan, serta hubungannya dengan berbagai tugas lain
di suatu perusahaan atau organisasi.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan perencanaan tenaga kerja?

2. Apa yang dimaksud dengan desain pekerjaan?

3. Apa yang dimaksud dengan standar tenaga kerja?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui tentang perencanaan tenaga kerja.

2. Mengetahui tentang desain pekerjaan.

3. Mengetahui dan memahami standar tenaga kerja.

1
1.4 Manfaat
Makalah ini disusun agar pemakalah dan pembaca mampu memahami lebih

baik lagi mengenai perencanaan tenaga kerja.

2
BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Definisi Perencanaan Tenaga Kerja
Perencanaan merupakan sebuah aktivitas yang menjelaskan mengenai tujuan
dari sebuah organisasi, melakukan penyusunan strategi guna mencapai tujuan
tersebut, dan memaparkan lebih lanjut lagi mengenai rencana kegiatan kerja dari
organisasi tersebut. (Akilah, 2017:82)
Dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan,
tenaga kerja adalah semua orang yang melakukan kegiatan atau aktivitas untuk
menghasilkan jasa atau barang yang bisa dipakai untuk melakukan pemenuhan
kebutuhan dirinya sendiri atau orang lain. (Kemenperin, 2003)
Menurut Soeharto (1997) dalam (Febrianti dan Zaskia, 2018:39), perencanaan
sumber daya manusia atau tenaga kerja merupakan berbagai aktivitas yang
dilakukan guna mentapkan keperluan-keperluan kualitas maupun kuantitas yang
dibutuhkan oleh tenaga kerja dalam periode tertentu.
Untuk merencanakan sumber daya manusia atau tenaga kerja, ada beberapa
persyaratan yang harus dipenuhi, yakni:
a. Mengetahui dan memahami permasalahan-permasalahan yang hendak
direncanakan dengan jelas.
b. Memiliki kemampuan dalam melakukan pengumpulan informasi SDM
dan melakukan analisisnya.
c. Berpengalaman dalam job analysis, persediaan SDM, serta organisasi.
d. Memiliki kemampuan untuk membaca situasi dan kondisi SDM pada masa
sekarang dan masa yang akan datang.
e. Memiliki kemampuan untuk memprediksi meningkatnya SDM serta
teknologi.
f. Mengerti tetang kebijakan dan peraturan perburuhan.

3
Dalam melakukan perencanaan tenaga kerja, perusahaan dihadapkan pada
dua hal penting yakni stabilitas ketenagakerjaan (employment stability policies)
dan penjadwalan kerja (work schedule). Dalam Employment Stability Policies
terdapat dua kebijakan dasar, yakni:

a. Sesuai permintaan, ketika perusahaan mengikuti sesuai permintaan maka


dapat meminimalkan biaya tenaga kerja yang berkaitan langsung dengan
proses roduksi. Namun ada pula dampak negatif dari mengikuti sesuai
permintaan yakni membengkaknya biaya-biaya lain seperti biaya untuk
proses perekrutan, biaya unuk asuransi tenaga kerja, dan berbagai biaya
lainnya.
b. Tenaga kerja tetap, ketika sebuah perusahaan memiliki tenaga kerja tetap
maka perusahaan tersebut akan memiliki pengeluaran yang meningkan
akibat pemeliharaan, pemenuhan kebutuhan pegawai, pelatihan, dan
lainnya. Namun tentunya dengan memiliki tenaga kerja tetap, sebuah
perusahaan tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk proses rekrutmen,
pengangguran, dan biaya pemberhantian atau pesangon.
Jadi, dari dua kebijakan dasar tersebut tetap ada nilai negatif dan
positifnya masing-masing. Oleh karena itu perusahaan haruslah pandai-
pandai dalam menyikapi hal tersebut. (Hatani, 2008:95)
Ada tiga cara yang dapat dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk merancang
jadwal standar pekerjaan, yaitu (Hatani,2008:95-96):
a. Flextime, yakni sistem dimana karyawan diizinkan menentukan rencana
kerjanya secara mandiri tanpa melanggar batas-batas yang telah
ditetapkan.
b. Flexible Workweek, yakni sebuah rencana yang sangat tidak sesuai dengan
standar yang telah ditetapkan yaitu delapan jam dalam satu hari dan lima
hari dalam satu minggu.

4
c. Status Part-time, yakni sebuah sistem perencanaan kerja dimana seorang
karyawan hanya melakukan pekerjaan kurang dari 32 jam dalam satu
minggu atau biasanya bekerja hanya setengah hari.

2.2 Desain Pekerjaan


Menurut Sinambela (2016) dalam (Bachraesy, Asiyah, dan Rahman,
2021:29), desain pekerjaan merupakan kegiatan atau aktivitas dalam rangka
menentukan berbagai tugas-tugas yang spesifik yang akan dilaksanakan, metode
atau cara yang akan dipergunakan, serta hubungannya dengan berbagai tugas lain
di suatu perusahaan atau organisasi. Pendapat lain menyatakan bahwa desain
pekerjaan adalah sebuah fungsi yang menetapkan berbagai aktivitas kerja bagi
individu-individu yang dilakukan secara organisasional (Akhmad, 2018:173)

Jika suatu perusahaan tidak memiliki kejelasan mengenai desain pekerjaan,


maka dapat beraakibat pada menurunnya semangat kerja karyawan. Karena desain
pekerjaan ini mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kondisi
dasar perilaku karyawan. Untuk itu diperlukan adanya desain pekerjaan agar
karyawan mampu memahami secara jelas tanggung jawab dan tugasnya dalam
sebuah perusahaan. (Samsuni, 2017:120)

Dalam melakukan penyusunan desain pekerjaan terdapat beberapa hal yang


perlu diperhatikan, yakni (Hatani, 2008:96-99):
a. Spesialisasi tenaga kerja, dimana dalam teori yang dikemukakan oleh
Adam Smith menyatakan bahwa spesialisasi tenaga kerja dan pekerjaan
mampu meniminalkan biaya tenaga kerja.
b. Perluasan pekerjaan dilatarbelakangi oleh teori yang menyatakan bahwa
adanya pekerjaan yang bervariasi atau beragam mampu meningkatkan
kualitas kerja dari para karyawan. Perluasan pekerjaan ini dapat dilakukan
dengan berbagai cara diantaranya adalah job enlargement (penambahan
tugas sesuai keahlian), job rotation (penggantian tugas), dan job
enrichment (penambahan fungsi merencanakan dan mengendalikan).

5
c. Unsur kejiwaan, dalam merancang pekerjaan manajemen hendaknya
memperhatikan unsur kejiwaan karyawan agar kebutuhan minimal dari
kejiwaan karyawan tersebut mampu terpenuhi dengan baik.
d. Kelompok kerja yang mandiri, kelompok kerja ini terdiri atas berbagai
karyawan dengan kesamaan daya guna dan bekerja secara bersama-sama
agar mencapai tujuan bersama.
e. Motivasi dan sistem insentif, umumnya motivasi dilakukan dengan
pemberian insentif berupa hadiah, bonus, atau kenaikan jabatan. Hal itu
dimaksudkan agar karyawan memiliki semangat kerja yang tinggi.
f. Ergonomis dan metode kerja, agar tercipta hubungan yang baik antara
tenaga kerja dengan mesin atau metode kerja maka perusahaan melakukan
perancangan tempat bekerja sesuai dengan data biomekanika dan
antropometrika.
Tempat kerja visual dapat dirancang dengan memperhatikan berbagai kriteria-
kriteria yang telah ditetapkan seperti:

a. Memakai alat-alat visual dengan murah agar penyempaian informasi dapat


dilakukan dengan lebih cepat dan teliti.
b. Kertas grafik harus ditempatkan dan diperlihatkan ulang.
c. Peningkatan sistem agar mempermudah proses monitoring.
d. Data keuangan dan data produksi dapat disediakan.

2.3 Standar Tenaga Kerja


Standar kerja merupakan ukuran dari berapa lama pekerjaan dapat
terselesaikan. Standar tenaga kerja haruslah diketahui oleh para manajer agar
mempermudah penentuan:
a. Jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk tenaga kerja.
b. Kebutuhan karyawan dalam melakukan sebuah tugas tertentu.
c. Perkiraan waktu serta biaya sebelum dilakukannya proses produksi.
d. Keseimbangan kerja dan jumlah operator.
e. Tingkat produksi yang hendak dicapai.
f. Pemberian insentif yang sesuai.

6
g. Melakukan pengukuran atas efisiensi dari supervisi dan karyawan.

Untuk menentukan standar tenaga kerja dapat dilakukan dengan beberapa


cara yaitu:
a. Pengalaman dari masa lampau.
b. Studi waktu.
c. Standar waktu yang telah ditetapkan sebelumnya.
d. Ditetapkannya sampel kerja.

7
BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Perencanaan tenaga kerja merupakan sebuah proses untuk merancang atau

menyusun rencana-rencana aktivitas kerja yang akan dilakukan oleh karyawan.

Dalam melakukan perencanaan ini diperlukan berbagai hal yang mendasr dan

telah ditetapkan sebelumnnya. Sedangkan desain pekerjaan merupakan sebuah

upaya untuk menyusun pekerjaan sesuai dengan berbagai keadaan dan aspek dari

perusahaan serta karyawan agar mampu memenuhi kebutuhan minimal dari

keduanya.

3.2 Saran
Pemakalah menyadari bahwa makalah ini belum disusun secara sempurna.

Maka dari itu untuk penyusun makalah yang selanjutnya diharapkan mampu

menyusun makalah dengan lebih baik lagi. Kritik dan saran yang membangun

untuk pemakalah saat ini sangatlah diperlukan agar kedepannya dapat menyusun

makalah dengan lebih baik lagi.

8
DAFTAR PUSTAKA

Akhmad. (2018). Manajemen Operasi : Teori dan Aplikasi dalam Dunia Bisnis.
Bogor: Azkiya Publishing.

Akilah, F. (2017). Manajemen Perencanaan Sumber Daya Manusia di Bidang


Pendidikan : Manifestasi dan Implementasi. Didaktika Jurnal
Kependidikan, Vol. 11, No. 1, 81-94.

Bachraesy, M. I., Asiyah, S., & Rahman, F. (2021). Pengaruh Desain Kerja dan
Budaya Organisasi Terhadap Komitmen Organisasi Dalam Meningkatkan
Kinerja Karyawan Pada PT Ongkowidjojo Malang. e – Jurnal Riset
Manajemen, 27-41.

Febrianti, D., & Zakia. (2018). Perencanaan Tenaga Kerja dan Biaya Tenaga
Kerja pada Pekerjaan Beton Struktur Kolom. Jurnal Teknik Sipil, Vol. 1,
No. 1, 37-48.

Hatani, L. (2008). Buku Ajar Manajemen Operasional . Kendari: Fakultas


Ekonomi Universitas Haluoleo.

Kemenperin. (2003, Maret 25). Kemenperin : Kompetensi. Dipetik Juni 24, 2021,
dari Kemenperin: https://kemenperin.go.id/kompetensi/UU_13_2003.pdf

Samsuni. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jurnal Al Falah, Vol. XVII
No. 31, 113-124.