Anda di halaman 1dari 52

BAB I

PENDAHULUAN

A. Deskripsi Mata Pelajaran


M a t a p e l a j a r a n Isyarat / komunikasi ini bertujuan untuk memberikan
p e n g e t a h u a n t e n t a n g pengetahuan dan cara-c a r a b e r k o m u n i k a s i
menggunakan sarana-sarana komunikasi yang tersedia di atas kapal untuk
menyampaikan pesan keadaan darurat , penting dan keselamatan.

B. Tujuan Pembelajaran
1. Tujuan Pembelajaran Umum
Setelah mengikuti mata pelajaran Isyarat / Komunikasi ini peserta diklat
diharapkan dapat:
a. Memahami kode morse, prosedur pengiriman dan penerimaan berita
dengan lampu aldis dan mampu melakukan komunikasi dengan lampu
aldis.
b. Memahami bendera kode, prosedur pengiriman dan penerimaan berita
dengan bendera kode serta mampu melakukan komunikasi dengan
bendera.
c. Memahami prosedur pengiriman dan penerimaan berita darurat dan
umum dengan radio telephony.

2.Tujuan Pembelajaran Khusus


Setelah mengikuti mata pelajaran Isyarat / Komunikasi i n i peserta diklat
diharapkan dapat :
a. Mengetahui sejarah penyusunan International Code of Signal, kegunaan
kode dan jenis-jenis isyarat yang dipergunakan
b. Mengetahui definisi-definisi yang dipergunakan dalam berisyarat
menggunakan International Code of Signal.
c. Mengetahui cara-cara berisyarat menggunakan bendera, cahaya, bunyi,
suara, radio telegrafi dan radio telephony.
d. Mengetahui prosedur umum dalam berkomunikasi.

C. Pokok bahasan
Pokok bahasan dalam buku ajar Isyarat / Komunikasi ini terdiri atas pokok
bahasan sebagai berikut :

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


1. Pengenalan International Code of Signal.
2. Penjelasan dan Keterangan Umum
3. Definisi
4. Cara-cara Berisyarat
5. Instruksi-instruksi Umum
6. Pengisyaratan dengan Bendera
7. Pengisyaratan dengan Cahaya
8. Pengisyaratan dengan Suara
9. Radiotelephony
10. Pengisyaratan dengan bendera tangan/lengan
11. Simbol Morse, Tabel Fonetik dan Isyarat Prosedur
12. Isyarat Satu Huruf
13. Isyarat Satu Huruf dengan Pelengkap
14. Tabel-tabel Pelengkap
15. Isyarat Seksi Medis

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


BAB II
PENGENALAN INTERNATIONAL CODE OF SIGNALS

A. Sejarah Penyusunan International Code of Signals

International Code of Signals, adalah sebuah sistem pengisyaratan y a n g


digunakan dalam komunikasi maritim. Pada awalnya sistem ini didesain untuk
penggunaan dengan bendera kode. International Code of Signals pertamakali
disyahkan pada tahun 1855 oleh komite yang dibentuk oleh lembaga
perdagangan Inggris dan dipublikasikan pada tahun 1857. Pada kode ini
terdapat 70.000 isyarat menggunakan 18 bendera. Bagian pertama dari kode ini
mengandung isyarat secara universal dan internasional, bagian kedua hanya
untuk isyarat yang digunakan di Inggris saja. Buku ini diadopsi oleh sebagian
besar negara-negara maritim. Pada revisi tahun 1932 kode ini dibuat dalam
tujuh bahasa : Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Spanyol, dan satu
bahasa Scandinavia (Norwegia). Edisi baru ini terdiri atas dua volume , satu
volume digunakan untuk pengisyaratan secara visual dan salah satunya untuk
radiotelegrafi.

Revisi terbaru dari kode ini diadopsi pada Sidang keempat Intergovernmental
Maritime Consultative Organization (IMCO) tahun 1965 dan berlaku efektif pada
1 Januari 1969. Revisi ini menambahkan bahasa Rusia dan Yunani dan
mengadopsi kode baru untuk radiotelephoni. Hal utama yang sangat penting
bahwa setiap isyarat telah dilengkapi dengan arti yang lengkap, sangat
membantu keselamatan navigasi dan orang-orang di laut terutama ketika
menghadapi kesulitan dalam berbahasa. Sebagai tambahan dari sistem ini
memberikan petunjuk medis dimana kode dapat menjelaskan komunikasi dalam
menangani masalah kesehatan dan prosedur karantina. Kode-kode tersebut
dapat dipergunakan untuk pemancaran dengan menggunakan seluruh alat
komunikasi termasuk radiotelephoni dan radiotelegrafi.

B. Daftar Bendera Kode ( Abjad, Angka dan Pengulangan ).

Bendera Nama Arti Morse

Singkirilah saya, Di bawah saya


Alfa
ada seorang penyelam

Saya sedang membawa muatan


Bravo*
berbahaya

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


Charlie Benar

Singkirilah saya, saya berolah


Delta *
gerak dengan susah payah

Saya sedang mengubah haluan


Echo *
saya ke kanan

Saya tidak berdaya, adakan


Foxtrot
komunikasi dengan saya

Golf Saya memerlukan seorang pandu

Hotel * Di kapal saya ada seorang pandu

Saya sedang merubah haluan


India *
saya ke kiri

Saya sedang kebakaran,


Juliett
singkirilah saya

Saya ingin berkomunikasi dengan


Kilo
anda

Hentikan kapal anda dengan


Lima
segera

Kapal saya berhenti dan tidak


Mike
mempunyai laju terhadap air

November Tidak / bukan

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


Oscar Ada orang sedang jatuh ke laut

Semua orang harus segera


Papa melapor sebab kapal akan segera
berangkat

Kapal saya sehat, dan saya minta


Quebec
clearance karantina.

Romeo

Mesin-mesin saya sedang


Sierra *
berjalan mundur

Tango * Singkirilah saya

Anda menuju ke tempat yang


Uniform
berbahaya

Victor Saya memerlukan pertolongan

Saya memerlukan pertolongan


Whiskey
medis

X-ray Hentikan niat anda

Saya menggarukkan jangkar-


Yankee
jangkar saya

Zulu Saya memerlukan kapal tunda

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


Pengganti
Mengulang Bendera Pertama
Pertama

Pengganti
Mengulang Bendera Kedua
Kedua

Pengganti
Mengulang Bendera Ketiga
Ketiga

Code Mengakhiri berita/ tanda koma

Nol

Satu

Dua

Tiga

Empat

Lima

Enam

Tujuh

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


Delapan

Sembilan

Catatan : Isyarat yang ditandai dengan tanda * bilamana dibuat dengan bunyi hanya boleh
dipergunakan dalam memenuhi persyaratan- persyaratan internasional untuk mencegah
pelanggaran di laut aturan 35 dan aturan 34.

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


B A B II I
PENJELASAN DAN KETERANGAN UMUM

1. Kode Isyarat-isyarat Internasional pada dasarnya dimaksudkan untuk


m e m b e r i k a n c a r a -cara dan sarana-s a r a n a b e r k o m u n i k as i d a l a m
situasi yang ada hubungannya dengan keselamatan pelayaran dan
orang- orang, khususnya apabila terdapat kesulitan-kesulitan dalam
bahasa. Dalam mempersiapkan kode, telah diperhitungkan
kenyataan bahwa dengan digunakannya radio telefoni dan radio
telegrafi secara luas akan dapat memberi cara-cara berkomunikasi
dalam bahasa biasa yang sederhana dan efektif manakala tidak
terjadi kesulitan-kesulitan bahasa.
2. Isyarat-isyarat yang dipergunakan terdiri atas :
a. Isyarat-isyarat satu huruf diperuntukkan ba g i h a l -hal/ keadaan-
keadaan yang sangat mendesak, penting atau yang dipergunakan
secara umum sekali.
b. Isyarat-isyarat dua huruf diperuntukkan bagi seksi umum.
c. Isyarat-isyarat tiga huruf yang diawali dengan "M" diperuntukkan
bagi seksi medis.
3. Kode tunduk pada azas dasar bahwa masing-masing isyarat harus
mempunyai suatu arti yang lengkap.
Azas dasar ini dipatuhi dalam seluruh kode; dalam hal-hal tertentu,
jika dianggap perlu, dipergunakan pula angka- angka bulat untuk
melengkapi kelompok-kelompok yang telah ada.
4. Angka-angka bulat mengungkapkan :
a. Variasi-variasi dalam arti dari isyarat-isyarat dasar.
Contoh-contoh:
1. "CP" = "Saya (atau kapal yang ditunjukkan) sedang
melanjutkan perjalanan untuk menolong anda"
"CP1" = "Pesawat terbang SA R s e d a n g datang untuk
menolong anda".
2. "JR" = "Saya (atau kapal yang ditunjukkan) berharap
mengapung kembali".
"JR3" = "Saya (atau kapal yang ditunjukkan) berharap
mengapung kembali bilamana pasang naik".
b. Pertanyaan-pertanyaan tentang pokok dasar atau isyarat dasar
yang sama :
Contoh-contoh:
1. "DY" = "Kapal (atau nama atau isyarat identitas) telah
tenggelam di Li………………. Bu…………………”
2. "DY4" = " Berapakah dalam air d i m a n a kapal itu telah
tenggelam?".
3. "DK" = "Anda harus mengirim semua sekoci rakit yang
ada
" DK 1" = "Memerlukan sekocikah anda?"

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


c. Jawaban-jawaban atas suatu pertanyaan atau permintaan yang
diungkapkan oleh isyarat dasar.
Contoh-contoh:
1. "HX" = "Telah mendapat kerusakankah anda dalam
pelanggaran?".
"HX1" = "Saya telah mendapat kerusakan berat d i a t a s
air"
2. "IB" = "Kerusakan apakah yang anda derita?"
"IB4" = "Besarnya kerusakan masih belum diketahui".

d. Keterangan yang merupakan pelengkap, yang khas atau


terperinci.
Contoh-contoh:
1. "IN" = "Saya perlu seorang penyelam".
"IN1" = "Saya perlu seorang pe n y e l a m u n t u k
membebaskan baling-baling".
2. "JA" = "Saya memerlukan alat-alat pemadam api".
"JA1" = "Saya memerlukan alat-alat pemadam api busa".
"JA2" = "Saya memerlukan alat-alat pemadam api CO2 ".
5. Angka-angka bulat yang muncul d i d a l a m teks lebih dan s a t u k a l i
telah dikelompokkan dalam 3 buah tabel.
Tabel-tabel itu hanya akan dipergunakan oleh karena dan b i l a m a n a
tercantum dalam teks isyarat-isyarat saja.
6. Teks di dalam tanda kurung menunjukkan :
a. Kemungkinan lain, misalnya:"... (atau pesawat penyelamat)
b. Keterangan yang boleh dipancarkan jika hal itu dianggap perlu
atau jika hal itu ada, misalnya:"... (posisi harus ditunjukkan jika
dianggap perlu)".
c. Suatu penjelasan dari teks, misalnya :"... (jumlah) depa".
7. Isyarat-isyarat digolongkan menurut pokok kalimat dan arti. Kode-
kode isyarat yang ditunjuk oleh lajur-lajur disebelah kanan
dipergunakan untuk mempermudah pengkodean berita yang diacu.

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


BAB IV
DEFINISI-DEFINISI

Agar maksud dari kode ini dapat terpenuhi, maka istilah-istilah berikut ini
harus diartikan sebagaimana yang didefinisikan di bawah i n i :
a. Sitertuju adalah pejabat kepada siapa sesuatu isyarat dialamatkan.
b. Kelompok adalah satu huruf atau lebih dan/atau satu angka untuk
lebih yang tidak terputus-putus dan yang bersama membentuk
sebuah isyarat.
c. S e b u a h p a n c a n g a n terdiri atas satu kelompok atau lebih yang
dikibarkan pada seutas tali bendera tunggal. Sebuah pancangan
d i s e b u t b e r a d a d i t e n g a h -tengah, apabila pancangan itu dikibarkan
kira-kira di setengah ketinggian maksimal dari tali bendera. Sebuah
pancangan atau isyarat disebut berada d i p u n c a k , apabila atau
i s y a r a t i t u d i k e t i n g g i a n maksimal yang dapat dicapai oleh tali
bendera.
d. I s y a r a t I d e n t i t a s atau nama panggilan adalah kelompok huruf-huruf
dan angka-angka yang diberikan oleh administrasi pemerintahannya
kepada masing-masing stasion.
e. K e l o m p o k a n g k a adalah sebuah kelompok yang terdiri atas satu
angka atau lebih.
f. Originator adalah pejabat yang menyuruh dipancarkannya suatu
berita.
g. Prosedur adalah ketentuan-ketentuan atau aturan yang dibuat untuk
menyelenggarakan isyarat.
h. I s y a r a t p r o s e d u r adalah sebuah isyarat yang dibuat untuk
mempermudah isyarat dilaksanakan.
i. S t a s i o n P e n e r i m a adalah stasion yang olehnya sesuatu isyarat
benar- benar dibaca.
j. Pengisyaratan bunyi a d a l a h s e t i a p sistem p e mberian isyarat Morse
dengan mempergunakan sirene, suling, koro kabut, lonceng atau
alat-alat bunyi lain.
k. Stasion berarti sebuah kapal, pesawat terbang, pesawat penyelamat
atau setiap tempat d i m a n a komunikasi dapat diselenggarakan
dengan mempergunakan apapun juga.
l. Stasion tujuan adalah stasion di mana isyarat pada akhirnya diterima
oleh si tert uju.
m. Stasion asal adalah stasion di mana originator menyerahkan sesuatu
untuk dipancarkan, tanpa memperhatikan sistem komunikasi yang
dipergunakan.
n. Tali pemisah adalah seutas tali bendera yang panjangnya kira-k i r a 6
kaki (2 meter), dipergunakan untuk memisahkan atau mengantarai
masing-masing kelompok bendera.
o. W a k t u a s a l adalah saat pada waktu mana isyarat diorder untuk
dikirimkan.

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


p. S t a s i o n p e m a n c a r adalah stasion yang oleh stasion itu sesuatu
isyarat benar-benar dibuat.
q. P e n g i s y a r a t a n v i s u al a d a l a h s e t i a p sistem komunikasi yang
pengisyaratannya dapat kelihatan (dapat terlihat).

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


BAB V
CARA-CARA BERISYARAT

1. Cara-cara berisyarat yang dapat dipergunakan adalah :


a. Pengisyaratan bendera dengan mempergunakan bendera-
bendera isyarat.
b. Pengisyaratan dengan cahaya, menggunakan tanda-tanda
Morse.
c. Pengisyaratan bunyi, mempergunakan tanda-tanda Morse.
d. Suara dengan mempergunakan pengeras suara.
e. Radiotelegrafi.
f. Radiotelefoni.
g. Pengisyaratan dengan mempergunakan bendera-bendera
tangan atau lengan-lengan.
i. Semafore
ii. Morse (baca : Mors)
2. Pengisyaratan dengan bendera.
Seperangkat bendera isyarat terdiri atas 40 lembar bendera yakni:
a. 26 Bendera abjad (huruf);
b. 10 Bendera (ular- ular) angka;
c. 3 Ular-ular pengganti;
d. 1 Ular-ular balas.
3. Pengisyaratan dengan cahaya dan bunyi.
a. Tanda-tanda Morse menyimbolkan huruf-h u r u f , a n g k a - angka,
d a n s e b a g a i n y a . Diungkapkan dalam tanda-tanda dasar yang
berupa t i t i k -t i t i k ( p e n d e k -pendek) dan garis-g a r i s ( p a n j a n g )
diisyaratkan secara tunggal atau secara kombinasi. Tentang
waktu pemancarannya, kita harus memperhatikan benar-benar
tentang perimbangan waktu antara titik-titik (pendek-pendek),
garis-garis (panjang- panjang) ruang-ruang di antara dasar yang
satu dengan tanda dasar yang lain dan ruang-ruang d i a n t a r a
dua tanda Morse lengkap serta ruang-ruang antara dua kata
atau kelompok.
Adapun perimbangan waktu yang dimaksudkan itu adalah
sebagai berikut:
i. S ebuah titik (pendek) dipergunakan sebagai satu satuan
waktu.
ii. Sebuah garis (panjang) senilai dengan tiga titik (= 3 satuan
waktu).
iii. R u a n g w a k t u d i a n t a r a dua tanda dasar senilai dengan 1
titik (= 1 satuan waktu).
iv. Ruang waktu di antara dua simbol lengkap senilai dengan 3
titik (= 3 satuan waktu).

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


v. Ruang waktu antara dua kata atau dua kelompok senilai
dengan 7 titik (= 7 satuan waktu).
b. Dalam melakukan pengisyaratan cahaya dan bunyi, sementara
mematuhi instruksi sebagaimana yang telah ditentukan, namun
adalah lebih baik dibuat kesalahan barang sedikit yakni dengan
cara mengisyaratkan tanda-tanda titik (pendek) sedikit lebih
pendek dalam perimbangannya terhadap tanda-t a n d a g a r i s
(panjang). Kesengajaan berbuat demikian itu mengandung
maksud agar supaya kedua macam tanda dasar itu menjadi
lebih jelas. Kecepatan standard (patokan) adalah 40 huruf
untuk setiap menitnya (dalam melakukan isyarat cahaya).
4. Suara dengan menggunakan pengeras suara.
Bilamana mungkin, harus dipergunakan bahasa biasa, tetapi apabila
terdapat kesulitan dalam bahasa, kelompok-kelompok dari kode
isyarat-isyarat internasional dapat disampaikan dengan
menggunakan tabel-tabel ejaan fonetik.
5. Radio telefoni dan radio telegrafi.
Bilamana untuk mengirimkan isyarat-isyarat dipergunakan Radio
telefoni atau radio telegrafi, maka para operator pesawat-pesawat
harus memenuhi k e t e n t u a n -ketentuan dari peraturan-peraturan
Radio dari Internasional Telecomunication Union yang berlaku (lihat
BAB VII, Radio telefoni).

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


BAB V I
INSTRUKSI-INSTRUKSI UMUM

1. Originator dan sitertuju.


Kecuali apabila dinyatakan lain, maka semua isyarat antara kapal-
kapal adalah isyarat yang disampaikan (dibuat) oleh Nakhoda kapal
asal ditujukan kepada Nakhoda kapal yang dituju.
2. Identitas kapal-kapal dan pesawat-pesawat terbang.
Isyarat-isyarat identitas bagi kapal dan pesawat-p e s a w a t t e r b a n g
diberikan alas dasar konvensi Internasional. Oleh karenanya, maka
isyarat identitas dapat menunjukkan kebangsaan sesuatu kapal atau
pesawat terbang.
3. Penggunaan Isyarat Identitas.
Isyarat-isyarat identitas dapat dipergunakan untuk dua maksud :
a. Untuk berbicara dengan sebuah stasion atau memanggilnya.
Contoh-contoh:
"YPPKRS" = "Saya ingin berkomunikasi dengan kapal
yang nama panggilannya PKRS... dengan
menggunakan tabel pelengkap I.
("YP" adalah kelompok kode isyarat yang
dimaksudnya : "Saya ingin berkomunikasi
dengan kapal atau stasion darat ...
dengan menggunakan... tabel pelengkap
I).
b. Untuk membicarakan sesuatu stasion atau menunjuknya.
Contoh:
"HY 1 PKRS" = "Kapal yang nama panggilannya PKRS
dengan kapal mana telah
berlanggaran, telah melanjutkan
perjalanannya". ("HY 1") adalah
kelompok kode isyarat yang
maksudnya : "Kapal (nama atau
isyarat identitas) dengan siapa saja
telah berlanggaran telah melanjutkan
perjalanannya".
4. N a m a -nama kapal dan/atau tempat-tempat
Nama-nama kapal dan/atau tempat-tempat harus dieja.
Contoh-contoh:
a. "RV BELAWAN" = "Anda harus melanjutkan
perjalanan anda ke B e l a w a n " .
("Belawan" harus dieja : "Bravo
Echo Lima Alfa Whiskey Alfa
November"). ("RV" adalah
kelompok kode isyarat yang
maksudnya : "Anda harus
melanjutkan perjalanan anda (ke

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


tempat yang ditunjukkan jika
dianggap perlu).

b. "JR 2 PEMBANGUNAN" = Kapal yang namanya


Pembangunan berharap terapung
kembali pada siang hari". ("JR 2 "
adalah kelompok kode isyarat
yang maksudnya : "Saya (atau
kapal yang ditunjukk a n ) b e r h a r a p
terapung kembali pada siang
hari").
5. Cara mengisyaratkan bilangan.
a. Bilangan-bilangan harus diisyaratkan sebagai berikut:
i. Semafora: dieja;
ii. Berisyarat dengan bendera : dengan mempergunakan
bendera-angka dari kode.
iii. Berisyarat dengan cahaya atau bunyi : pada umumnya
d e n g a n m e n g g u n a k a n angka-angka dalam kode Morse,
tetapi boleh juga dengan cara mengeja.
iv. Radiotelefoni atau pengeras suara : dengan menggunakan
kata-kata kode dari label ejaan angka.
b. Angka-angka yang merupakan bagian dari maksud dasar
sesuatu isyarat harus dikirimkan bersama-s a m a d e n g a n
kelompok dasar itu.
Contoh-contoh:
1. "DI30" = "Saya memerlukan sekoci-sekoci
untuk 30 orang ("DI" adalah kode
isyarat yang dimaksudnya: "Saya
m e m e r l u k a n s e k o c i -sekoci...
(jumlah) orang").
2. "DG4" = "Saya mempunyai 4 buah sekoci
bermotor.
("DG" adalah kelompok kode
isyarat yang maksudnya :
"Saya mempunyai sebuah/atau
sejumlah sekoci bermotor").
3. "ERZ1829" = " A n d a h a rus menunjukkan posisi
anda pada pukul 1829 GMT".
("ER" adalah kelompok kode
isyarat yang maksudnya : "Anda
harus menunjukkan posisi anda
pada waktu yang ditunjukkan.
("Z1829" adalah kelompok yang
maksudnya : "Pukul 1829 GMT")
c. Tanda desimal (koma) yang terletak d i a n t a r a a n g k a -angka
harus diisyaratkan sebagai berikut:
i. Semafore : dieja, jadi "Desimal".

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


ii. Berisyarat dengan bendera : dengan menyisipkan ular-ular
balas d i a n t a r a bendera- bendera angka yang dimaksudkan
untuk mengungkapkan tanda decimal itu.
iii. Berisyarat dengan cahaya dan bunyi : dengan isyarat
"Tanda decimal", yakni "AAA".
iv. Suara : dengan menggunakan kata "Decimal"
sebagaimana dinyatakan dalam t a b e l e j a a n
angka.
d. Manakala teks berita mengungkapkan kedalaman, panjang,
tinggi, lebar, dan lain sebagainya.
Yang diisyaratkan dalam satuan kaki atau meter, maka angka-
angka tersebut harus diikuti oleh "F" untuk menunjukkan bahwa
satuan yang dipergunakan adalah satuan kaki ataupun oleh
"M", apabila satuan yang dipergunakan adalah meter.
Contoh : 26 F = 26 Feet
17 M= 17 Meter
6. Azimut atau baringan.
Azimut atau baringan harus diungkapkan dalam 3 angka yang
m e n y a t a k a n d e r a j a t-derajat dari 000 hingga 359, diukur searah
d e n g a n j a l a n jarum jam. Untuk mencegah terjadinya kekeliruan,
maka angka itu harus diawali oleh huruf "A". Azimut-azimut dan/atau
baringan-baringan itu senantiasa harus menunjukkan arah-arah
sejati, terkecuali jika dinyatakan lain.
Contoh:
a. "LW025" "Saya =
menangkap pancaran anda pada
baringan 025°
b. "LTA110T1639" = "Baringan anda dari saya adalah 110° pada
pukul 1630 (waktu setempat)".
c. "LU PKRU Romeo De Bril A097 T 1345" =
"Baringan PKRU dari Romeo De Bril adalah 097° pada pukul
1345 waktu setempat".
7. Haluan.
Haluan harus diungkapkan dalam 3 angka yang menyatakan derajat-
derajat dari 000 hingga 359, diukur searah dengan jarum jam. Jika
kekeliruan mungkin dapat terjadi, angka-angka itu harus diawali oleh
huruf "C". Haluan-haluan itu harus menyatakan haluan-haluan sejati,
terkecuali jika dinyatakan lain.
Contoh-contoh:
a. "MD 125" = "Haluan saya 125°".
b. "GR C140 S12" = "Kapal sedang datang untuk menolong anda
dengan haluan 140°, kecepatan 12 mil setiap
jam".
c. "FLC123" = "Anda harus mengambil haluan 123° untuk
mencapai tempat d i m a n a kecelakaan
terjadi".

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


8. Tanggal.
Tanggal harus diungkapkan dalam 2,4 atau 6 angka diawali dengan
huruf "D". Dua angkanya yang pertama menyatakan tanggal. Apabila
angka-angka itu hanya dipergunakan sendirian saja, maka hal itu
berarti bahwa tanggal yang dimaksudkan adalah tanggal dari bulan
yang sedang berjalan.
J i k a t a n g g a l yang dimaksudkan bukan tanggal dari bulan yang
sedang berjalan, maka dua angkanya yang kedua menyatakan bulan
yang dimaksudkan dalam lahun yang sedang berjalan.
Jika dianggap perlu, maka tahunnya dapat pula diungkapkan dengan
dua angka (dalam urutan yang paling belakang).
Contoh -contoh :
a. "D 15" = "Tanggal 15 dari bulan yang sedang
berjalan"
Catatan : jika isyarat itu dikirimkan dalam bulan Maret , m a k a
isyarat itu harus diartikan/dibaca tanggal 15 Maret.
b. "D 1506" = "Tanggal 15 Juni".
c. "D2801" = "Tanggal 28 Januari".
d. "D2512" = "Tanggal 25 Desember".
e. "D 301262" = "Tanggal 30 Desember 1962"
f. "D 170845" = "Tanggal 17 Agustus 1945".
9. Lintang.
Lintang sesuatu tempat diungkapkan dengan 4 angka yang diawali
huruf "L". Dua angkanya yang pertama menunjukkan derajat -derajat,
sedangkan dua angka selebihnya menunjukkan menit-menit.
Huruf "N" (North/Utara) atau huruf "S" (South/Selatan) ditambahkan
di belakangnya jika dianggap perlu, sekalipun demikian agar supaya
isyarat jadi lebih sederhana, maka huruf-huruf "N" itu boleh
ditiadakan asalkan dengan ditiadakannya huruf-huruf itu tidak akan
menimbulkan terjadinya kekeliruan.
Contoh:
"L6950S" = "Lintang 69° 50' Selatan".
H u r u f " S " d i b e l a k a n g a n g k a -angka itu dapat ditiadakan, sebab
dengan ditiadakannya huruf itu, kekeliruan tidak mungkin dapat
terjadi.
10. Bujur.
Bujur sesuatu tempat diungkapkan dengan 4, atau apabila dianggap
perlu, 5 angka yang diawali dengan huruf "G".
2 atau 3 angkanya yang pertama menunjukkan derajat-derajat,
sedangkan dua angkanya yang terakhir (selebihnya) menunjukkan
menit-menit.
Apabila bujur sesuatu tempat lebih dari 99°, pada umumnya tidak
akan terjadi kekeliruan apabila angka yang merupakan kelipatan dari
seratus ditiadakan. Sekalipun demikian, untuk menghindari
kekeliruan, maka lebih baik jika diungkapkan dengan 5 angka.

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


Huruf "E" (East/Timur) atau "W" (West/Barat) akan ditambahkan di
belakang a n g k a-angka itu jika dianggap perlu, sebaliknya huruf-huruf
itupun dapat juga ditiadakan jika dengan ditiadakannya huruf-huruf
itu tidak akan menimbulkan kekeliruan.
Contoh-contoh:
a. "G14535E" = "Bujur 145° 35' Timur".
Atau bujur itupun dapat juga diisyaratkan
sebagai : "G14535", sebab dengan
ditiadakannya huruf "E" d i b e l a k a n g
angka-angka itu tidak akan
mengakibatkan timbulnya kekeliruan.
b. "G17955W" = "Bujur 179° 55'Barat".
Catatan : Penambahan huruf "W" d i b e l a k a n g
angka-angka itu adalah mutlak perlu,
sebab jika tidak demikian, maka besar
sekali akan timbul salah arti, sebab
bukankah bujur tempat yang seharusnya
bujur barat dapat disangka bujur Timur?
(Sebab kedudukan kedua bujur itu
berdekatan sekali).
11. Jarak.
Angka-angka yang diawali dengan huruf "R" adalah isyarat yang
menyatakan jarak yang dinyatakan dalam satuan mil.
Contoh :
a. " OV A070 R14" = "Ranjau-ranjau agaknya berada pada
baringan 070° dari saya, jarak 14 mil"
Huruf "R" boleh ditiadakan jika dengan
ditiadakannya huruf tambahan itu tidak
akan menimbulkan kekeliruan.
b. "OM A140 R18" = "Baringan dan jarak yang diperoleh
dengan radar 140°, jarak 18 mil.
12. Kecepatan.
Kecepatan diungkapkan dengan angka-angka yang diawali dengan :
a. Huruf "S" untuk menunjukkan bahwa kecepatan yang dimaksud
it u adalah kecepatan dalam satuan mil/jam,
b. Huruf "V", untuk menunjukkan bahwa kecepatan yang dimaksud
itu adalah kecepatan dalam satuan kilometer/jam.
Contoh-contoh:
1. "BQS400" = "Kecepatan pesawat terbang saya
terhadap permukaan b u m i a d a l a h
400 mil setiap jam".
2. "BQ V500" = "Kecepatan pesawat terbang saya
t erhadap permukaan b u m i a d a l a h
500 kilometer setiap jam"

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


3. "EV L0515 G13027E C125 S 2 0 " =
"Posisi, haluan dan kecepatan
saya s e k a r a n g ini 05° 15, U 130°
27' T haluan 125°, 20 mil setiap
jam".
4. "GR C095 S21" = "Kapal sedang datang menolong a n d a
( a t a u m e n o l o n g kapal atau pesawat
terbang yang ditunjukkan)
dikemudikan dengan haluan 95°,
kecepatan 21 mil setiap jam".
13. W aktu.
W a k t u-waktu harus diungkapkan dengan 4 angka.
Dua angkanya yang pertama menunjukkan jam-jam; dari 00 (tengah
m a l a m s a m p a i d e n g a n 2 3 (11 malam) ;sedangkan 2 angka yang
selebihnya menunjukkan menit-menit (dari 00 sampai dengan 59).
Angka-angka tersebut diawali dengan :
a. Huruf "T". untuk menyatakan bahwa waktu yang dimaksudkan
oleh isyarat itu adalah waktu setempat /local time.
b. Huruf "Z", untuk menyatakan bahwa waktu yang dimaksudkan
oleh isyarat itu adalah waktu menengah Green Wich (GMT).
Contoh :
1. "BH T1535 L0715N G 1 1530E C080" =
"Saya telah melihat ada sebuah pesawat terbang pada pukul
1535 waktu setempat d i l i n t a n g 0 7 °15'U bujur 115°3 0 ' T
terbang dengan haluan 080".
2. "MH C315° Z2305" =
"Anda harus merubah haluan anda menjadi 315° pada pukul
2305 GMT".
3. "RX Z1340" =
"Anda harus melanjutkan perjalanan pada pukul 13.40 GMT".
4. "RD1 T1325" =
"Anda harus menghibob jangkar pada pukul 1325 waktu
setempat".
14. W aktu asal.
Waktu asal dapat ditambahkan pada akhir teks berita.
Waktu asal itu harus diberikan hingga ke menit -menitnya yang paling
mendekati dan diungkapkan dalam 4 angka.
Lepas dari waktu kapan sesuatu isyarat itu diawali, maka waktu asal
itupun harus menunjukkan pula bilangan acuan yang mudah.
15. Komunikasi dengan menggunakan kode Isyarat lokal (setempat).
Apabila sebuah kapal atau stasion pantai hendak berkomunikasi
dalam kode isyarat setempat, maka komunikasi itu dimulai, maka
isyarat-isyarat itu harus diawali dengan :
"YV 1" = "Kelompok yang berikut ini adalah kelompok-
kelompok dari kode isyarat setempat".

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


BAB VI I
PENGISYARATAN DENGAN BENDERA

1. Bahwa pada suatu saat tertentu harus hanya dipancarkan satu


pancangan, dapatlah dianggap sebagai aturan umum.
Masing-masing pancangan ataupun kelompok pancangan harus tetap
dalam keadaan terpancang (dikibarkan) sampai pancangan itu
memperoleh sambutan (balasan) dari stasion penerima (lihat ayat 3
di bawah).
Jika pada satu kali bendera yang sama diperlihatkan lebih dari satu
kelompok, maka kelompok yang satu dengan kelompok yang
berikutnya harus di antarai oleh tali-tali pemisah (tackline).
Stasion pengirim harus senantiasa memancangkan isyarat-isyarat itu
ditempat yang memungkinkan pancangan itu dapat terlihat oleh
stasion penerima dengan semudah-mudahnya, maksudnya bahwa
pancangan itu harus dipancangkan dikedudukan yang sedemikian
rupa, sehingga bendera-bendera akan berkibar dengan bebas serta
bebas pula dari asap.
2. Cara memanggil.
Isyarat identitas dari stasion-stasion yang dituju harus dipancangkan
bersama dengan isyarat itu sendiri. Jika isyarat identitas itu tidak
dipancangkan, maka harus diartikan bahwa isyarat yang
dipancangkan itu diperuntukkan bagi stasion yang berada d i d a l a m
jarak pengisyaratan visual.
Jika isyarat identitas stasion yang dikehendaki untuk berkomunikasi
tidak diketahui, maka terlebih dahulu harus dipancangkan salah satu
dari kelompok-kelompok berikut ini:
a. " VF " = "Anda harus memancangkan isyarat identitas
anda".
b. " CS " = "Apakah nama atau isyarat identitas kapal
(atau stasion) anda" dan pada waktu yang
bersamaan itu pun stasion tersebut harus
juga memancangkan isyarat identitasnya
sendiri.
c. "YQ" = "Saya ingin berkomunikasi dengan
menggunakan .... (Tabel pelengkap !) dengan
kapal yang baringannya. .... dari saya", dapat
juga di-pergunakan.
3. Cara membalas Isyarat.
Semua stasion, kepada stasion mana isyarat-isyarat dialamatkan
ataupun yang ditunjuk dalam isyarat, harus memancangkan ular-ular
balas di tengah-tengah segera setelah ia melihat setiap pancangan
diperlihatkan oleh stasion pengirim. Ular-ular balas itu harus
dikibarkan d i p u n c a k s e g e ra setelah stasion-stasion itu memahami
maksud pancangan, ular- ular balas itu harus diturunkan lagi di
tengah-tengah segera setelah pancangan distasion pengirim
d i t u r u n k a n , u l a r -ular balas itu akan dipancangkan berikutnya
dipahami, begitu seterusnya.

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


4. Cara Mengakhiri Isyarat.
Stasion pengirim hanya harus memancangkan ular-ular balas setelah
i s y a r a t y a n g terakhir dipancangkan untuk menunjukkan bahwa
isyarat telah selesai sama sekali. Stasion harus membalasnya
dengan cara yang sama sebagaimana yang harus dilakukan
terhadap semua pancangan (lihat ayat 3).
5. Tindakan-tindakan yang harus dilakukan biiamana Isyarat-isyarat
tidak dipahami.
Jika stasion penerima tidak dapat membeda-b e d a k a n b e n d e r a -
bendera isyarat yang diperuntukkan baginya itu dengan jelas, maka
stasion penerima itu harus tetap memancangkan ular-ular balas itu di
tengah-tengah.
Jika isyarat dapat dikenali oleh stasion penerima, tetapi ia tidak
dapat memahami tentang maksud atau arti pancangan isyarat itu,
maka ia dapat memancangkan isyarat berikut ini:
a. "ZQ" = "Isyarat anda agaknya tidak dikodekan dengan
baik/benar. Anda harus memeriksanya dan
ulangilah seluruhnya".
b. "ZL" = "Isyarat anda telah saya terima, tetapi saya
t idak memahami maksudnya".
6. Penggunaan ular-ular pengganti.
D e n g a n d i gunakannya ular-ular pengganti kita diberi kemungkinan
untuk mengadakan pengulangan isyarat yang sama, entah bendera
huruf entah bendera angka sebanyak satu kali atau lebih dalam
kelompok yang sama. manakala d i k a p a l kita hanya terdapat satu
perangkat bendera isyarat.
Ular-ular pengganti pertama senantiasa mengulangi bendera isyarat
yang leratas yang segolongan dengan bendera-b e n d e r a y a n g
mendahului ular-ular pengganti tersebut secara langsung.
Ular-ular pengganti ketiga senantiasa mengulangi bendera isyarat
yang keliga dari atas yang segolongan dengan bendera-bendera
yang mendahului ular-ular pengganti itu secara langsung.
Tidak ada satu ular-ular penggantipun yang dalam satu kelompok
yang sama pernah dapat dipergunakan lebih dari satu kali.
Ular-u l a r b a l as jika dipergunakan sebagai tanda desimal. maka
d a l a m m e n e n t u k a n ular-ular pengganti mana yang dipergunakan
dalam sebuah kelompok yang di dalamnya terdapat tanda desimal itu
bukanlah merupakan masalah lagi, sebab ular-u l a r b a l a s yang
sedang berfungsi sebagai tanda desimal itu bukan satu golongan
d e n g a n b e n d e r a yang akan diganti oleh ular-ular pengganti yang
dimaksudkan.

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


Contoh:
a. Kelompok isyarat "PP" harus diisyaratkan sebagai berikut:
P - Ular-ular pengganti pertama.

Pengganti
Pertama

b. Kelompok bilangan "2233" harus diisyaratkan dengan


m e n g g u n a k a n u l a r -u l a r ( b e n d e r a -bendera) angka sebagai
berikut:
2 - Ular-ular pengganti pertama
3 - Ular-ular pengganti ketiga

PENGGANTI
PERTAMA

PENGGANTI
KETIGA

c. Kelompok bilangan "R 5,52 "harus diisyaratkan sebagai berikut:


R
5
Ular-ular balas
Ular-ular pengganti pertama
2
Catatan : Ular-ular balas dalam kelompok ini berfungsi
sebagai "tanda desimal".

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


R

BENDERA CODE

PENGGANTI PERTAMA

7. Cara mengeja.
Nama-nama yang terdapat d i d a l a m teks isyarat harus dieja dengan
mempergunakan bendera-bendera huruf.
Kelompok isyarat "YZ":
"Kata-kata yang berikut ini adalah kata-kata dalam bahasa biasa"
jika dianggap perlu dapat juga dipancangkan sebelum pengejaan
dilakukan.

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


PROSEDUR ISYARAT BENDERA

KAPAL
NO. BAGIAN K A P A L P ENERIMA KETERANGAN
PENGIRIM
i ii iii iv v
1. Panggilan (jika Isyarat+nama Ular-ular balas di tengah- Setelah kapal penerima melihat
nama panggilan panggilan kapal tengah lalu di puncak. pancangan setelah kapal penerima
kapal diketahui). penerima di mengetahui bahwa isyarat diperuntukkan
puncak. baginya.
atau
( j i k a n a m a a. VF+isyarat Ular-ular balas di tengah- Setelah kapal penerima melihat
panggilan Ke identitasnya tengah lalu di puncak lalu pancangan setelah kapal penerima
penerima tidak sendiri. isyarat identitasny a d i mengetahui bahwa isyarat diperuntukkan
diketahui). puncak. baginya.
atau
( j i k a n a m a b. CS+isyarat Ular-ular balas di tengah- Setelah kapal penerima melihat
panggilan identitasnya tengah lalu di puncak lalu pancangan setelah kapal penerima
penerima tidak sendiri. isyarat identitasnya di mengetahui bahwa isyarat diperuntukkan
diketahui). puncak. baginya.
atau
( j i k a n a m a a. YQ Ular-ular balas di tengah- Setelah kapal penerima memahami
p a n g g i l a n k a pal tengah lalu di puncak. maksud isyarat.
penerima tidak
diketahui).

2. Berita Pancangan Ular-ular balas diturunkan


diturunkan. hingga di tengah-tengah.
Pancangan
p e r t a m a d i
puncak

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


pancangan
diturunkan.

Ular-ular balas dinaikkan di Setelah kapal penerima memahami


puncak. maksud isyarat.

Pancangan Ular-ular balas diturunkan


kedua di puncak. hingga di tengah-tengah.

Pancangan
diturunkan.

3. Penutup Ular-ular balas di Ular-ular balas di puncak. Pengisyaratan bendera telah selesai sama
puncak. Ular-ular balas diturunkan. sekali.
Ular-u l a r b a l a s
diturunkan.

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


B A B V II I
PENGISYARATAN DENGAN CAHAYA

1. Isyarat-isyarat yang disampaikan dengan kilatan cahaya dib agi


dalam bagian-bagian berikut:
a. Panggilan.
Panggilan ini terdiri atas panggilan umum atau isyarat identitas
stasion yang harus dipanggil.
Panggilan ini disambut (dibalas) dengan isyarat balas.
b. Identitas.
Stasion pengirim membuat isyarat "DE" diikuti oleh isyarat
ident itas (nama panggilan) atau namanya sendiri.
Tindakan demikian itu diulangi kembali oleh stasion penerima,
dan yang apabila hal itu telah dilakukan, kapal penerima itu
akan menyampaikan isyarat ident itas (nama panggilan) atau
n a m a n y a s e n d i r i . Isyarat identitas atau nama itupun akan
diulangi oleh stasion pengirim.
c. Teks Berita.
T e k s b e r i t a ini terdiri atas bahasa biasa ataup u n k e l o m p o k -
kelompok kode. Apabila harus dipergunakan kelompok-
kelompok kode, maka sebelum kelompok-kelompok kode itu
dipergunakan, harus disampaikan kelompok isyarat YU terlebih
dahulu.
Kata-kata dari bahasa biasapun boleh juga terdapat d i d a l a m
teks. bilamana kata-kata itu adalah kata-kata yang mencakup
nama-nama, entah nama-nama orang entah nama-nama tempat
dan lain sebagainya.
Telah diterimanya masing-masing kata atau kelompok
diberitahukan dengan mengisyaratkan huruf" T".
d. Penutup.
Bagian penutup ini terdiri atas isyarat "AR" yang oleh stasion
penerima harus dibalas dengan "R".

2. Jika seluruh teks berita itu disampaikan dalam bahasa biasa, maka
prosedur yang harus ditempuh akan tetap sama dengan yang telah
dikemukakan d i a t a s . Bagian panggilan dan bagian identitas boleh
ditiadakan, bilamana komunikasi antara kedua stasion telah
berlangsung ataupun jika antara kedua stasion yang bersangkutan
sedang bertukar isyarat.

3. Daftar Isyarat Prosedur.


Sekalipun segala sesuatu tentang penggunaan isyarat-isyarat
tersebut telah jelas, namun catatan berikut ini mungkin akan sangat
bermanfaat :
a. Isyarat Panggilan Umum (atau panggilan untuk stasion yang
tidak dikenal).
"AA AA AA" dst. dibuat untuk menarik perhatian, jika hendak
berisyarat dengan semua stasion yang berada dalam jangkauan

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


isyarat yang namanya atau yang isyarat identitasnya (nama
panggilannya) tidak diketahui.
Pengisyaratan demikian itu dilakukan secara terus menerus
sampai memperoleh balasan dari stasion yang dimaksudkan.
b. Isyarat Balas "TTTT" dst. dibuat untuk membalas panggilan
dan isyarat ini harus disampaikan secara terus menerus sampai
stasion pengirim menghentikan panggilannya. Pengirim berita
diawali dengan isyarat "DE" diikuti oleh na m a a t a u nama
panggilan stasion pengirim.
c. Huruf "T" dipergunakan untuk menunjukkan bahwa masing-
masing kelompok atau kata telah diterima dengan baik.
d. Isyarat tanda hapus "EEEE" dst. dibuat untuk menunjukkan
bahwa kelompok atau kata yang terakhir telah keliru
diisyaratkan. Isyarat ini harus dibalas oleh stasion penerima
dengan isyarat tanda hapus yang sama pula.
Bilamana memperoleh balasan, maka stasion pengirim akan
mengulangi kata atau kelompok terakhir yang telah keliru
diisyaratkan itu dan setelah itu i a a k a n meneruskan
pengisyaratan berita yang selebihnya.
e. Isyarat Ulang "RPT" harus disampaikan :
1. Oleh stasion pengirim, untuk menunjukkan bahwa berita
akan diulangi kembali ("Saya ulang").
Jika pengulangan tidak dilakukan langsung setelah "RPT",
maka isyarat itu harus diartikan sebagai permintaan
kepada stasion penerima untuk mengulangi isyarat yang
telah diterimanya olehnya ("Ulangilah apa yang telah anda
terima").
2. Oleh stasion penerima, untuk meminta kepada stasion
pengirim untuk mengulangi isyarat yang telah dikirimkan
olehnya ("Ulangilah apa yang telah anda kirimkan").
3. Isyarat Ulangan khusus "AA", "AB", "WA", "WB", dan
"BN".
Disampaikan oleh stasion penerima sesuai dengan
keperluannya. Di dalam setiap hal, isyarat-isyarat ulangan
khusus itu harus disampaikan segera setelah isyarat
ulang "RPT".
Contoh :

Isyarat Ulangan
No Arti Isyarat
Khusus

a. RPT A B B S Ulangilah semua sebelum


kelompok BS

b. R P T B N Ulangilah semua yang


“radioactive” terletak di antara kata
“material”. radioactive dan material.
c. R P T A A Kapal Ulangilah semua setelah kata
kapal

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


d. RPT WA Clear Ulangilah kata setelah Clear
e. RPT WB Signal Ulangilah kata sebelum
Signal

Jika suatu isyarat tidak dipahami atau bilamana telah


didekodir (diuraikan dari bent uk kode) tidak juga dapat
dipahami, maka oleh stasion penerimaan tidak a k a n
digunakan isyarat ulang itu. Dalam hal ini stasion
penerima lalu harus membuat isyarat kode yang sesuai,
misalnya :
"ZL" = Isyarat anda telah diterima tetapi tidak dipahami",
atau
"ZQ" = "Isyarat anda agaknya tidak dikodekan dengan
baik/benar. Anda harus memeriksanya dan ulangilah
seluruhnya.
f. P e m b e r i t a h u a n a t as diterimanya dengan baik pengulangan
isyarat, dilakukan dengan cara membuat isyarat "OK".
Isyarat-isyarat yang sama ("OK") itupun boleh juga
dipergunakan untuk suatu ungkapan tentang benarnya jawaban
atas suatu pertanyaan ("Benar" / It is correct).
g. I s y a r a t p e n u t u p "AR" dipergunakan dalam semua hal u n t u k
menyalakan bahwa pengisyaratan telah diakhiri atau bahwa
pengiriman berita telah diakhiri. Stasion penerima akan
membalas isyarat penutup "AR" itu dengan isyarat "R" = "Telah
diterima/Received" atau berarti : "Saya telah menerima isyarat
anda yang paling akhir".
h. Stasion pengirim membuat isyarat "CS" bilamana ia hendak
menanyakan nama atau nama panggilan dari kapal penerima.
i. Isyarat tunggu atau isyarat periode "AS" harus digunakan
sebagai berikut :
i. Bilamana dibuat secara tersendiri ataupun setelah
berakhirnya suatu isyarat, maka isyarat itu harus diartikan
bahwa Stasion lain itu harus menunggu untuk komunikasi
yang berikutnya (Isyarat tunggu).
ii. Bilamana isyarat "AS" diselipkan d i a n t a r a k e l o m p o k -
kelompok, maka isyarat ini berfungsi sebagai pemisah
a n t a r a k e l o m p o k -kelompok (isyarat periode) untuk
menghindari terjadinya kekeliruan.
j. Isyarat "C" harus dipergunakan untuk menunjukkan bahwa
isyarat b ersifat berita atau pembenaran atas suatu jawaban
terhadap suatu isyarat pertanyaan.
Untuk suatu jawaban yang sifatnya tidak membenarkan/
perbantahan t erhadap sebuah isyarat pertanyaan atau untuk
suatu pertanyaan negatif, m a ka dalam pengisyaratan visual
atau bunyi harus dipergunakan isyarat "N", sedangkan untuk
pengisyaratan suara atau radio harus dipergunakan isyarat
"NO".

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


J i k a i s y a r a t -isyarat "N" atau "O" d a n " NO" m a s i n g -masing
dipergunakan untuk merubah suatu pertanyaan, m a k a i s y a r a t-
isyarat itu harus ditempatkan setelah isyarat pokok.
Contoh :
i. "CY" = "Sekoci-sekoci sedang d a t a n g m e n u j u ke
tempat a n d a " . "CY N" (atau "NO nama di
antara kedua isyarat itu yang sesuai) =
"Sekoci-sekoci tidak sedang datang ke
tempat a n d a " .
ii. "CW" = "Sekoci/rakit ada di kapal".
"CWRQ" = "Adakah di kapal sekoci/rakit?".
iii. "DN" = "Saya telah mendapatkan sekoci/rakit itu".
"DN N" = "Saya tidak (telah) mendapatkan
sekoci/rakit itu".
Isyarat-isyarat "C", "N" atau 'NO" dan "RQ" tidak dapat
dipergunakan dengan menggandengkannya dengan isyarat-
isyarat satu huruf.
Contoh :
i. "K" = "Saya ingin berkomunikasi dengan anda".
"Saya tidak ingin berkomunikasi dengan anda"
tidak boleh diisyaratkan dengan "K N".
ii. "O" = "Orang jatuh di laut".
"Adakah o r a n g j a tuh d i l a u t ?" tidak boleh
diisyaratkan dengan "O RQ".

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


PROSEDUR ISYARAT DENGAN CAHAYA
a. Dengan Panggilan Umum dan disampaikan Dalam Kode.

NO. BAGIAN ISYARAT KM. INDARUNG (PKVA) KM. NENEMALOMO (PKSL) KETERANGAN

1. Panggilan AA AA AA dst. TTTTdst.

2 Identitas DE PKVA (INDARUNG) DE PKVA (INDARUNG)


KM. INDARUNG
PKSL (NENEMALOMO)
mengutarakan
DE PKVA PKSL (NENEMALOMO)
nama/nama
panggilannya lebih
3. Teks berita YU T
dahulu
PN T
PKAB T

4. Penutup AR R

Catatan : " PN PKAB" = "Anda harus tetap berada di bawah angin/kapal yang nama panggilannya PKAB".

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


b. Dengan Panggilan Umum dan Disampaikan Dalam Bahasa Biasa.

NO. BAGIAN ISYARAT KM. BATANGHARI (PKSF) KM. TAMPOMAS (PKSM) KETERANGAN

1. Panggilan AAAAAAdst. TTTT dst.

2. Identitas De PKSF (BATANGHARI) De PKSF (BATANGHARI) K M . T A M P O-


PKSM (TAMPOMAS) PKSM (TAMPOMAS) MAS lebih dahulu
masing-masing
3. Teks berita YZ T kelompok dibalas
Keadaan cuaca & Laut T oleh KM. TAM-
Baik T POMAS "T"

4. Penutup AR R

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


BAB I X
PENGISYARATAN DENGAN SUARA

1. Disebabkan karena jenis peralatan yang dipergunakan


(suling,sirene,suling kabut, dll) maka pengisyaratan dengan suara
harus dilakukan dengan pelan. Hal demikian karena karena
penggunaaan pengisyaratan dengan suara adalah merupakan
penyebab utama terjadinya kebingungan di laut. Pengisyaratan suara
di daerah kabut harus dilakukan dalam kecepatan yang minimum.
Isyarat-isyarat selain daripada isyarat satu huruf hanya boleh
dipergunakan dalam keadaan yang sangat mendesak sekali dan
tidak dipergunakan dipergunakan di perairan yang padat.
2. Isyarat-isyarat harus dibuat dengan pelan dan jelas. Jika diperlukan
harus diulang tetapi dengan jarak yang cukup untuk meyakinkan
bahwa tidak menimbulkan kebingungan dan isyarat satu huruf tidak
disalahartikan sebagai kelompok dua huruf.
3. Nahkoda harus selalu mengingat bahwa isyarat satu huruf pada code
ini yang diberikan tanda bintang jika dibunyikan dengan isyarat suara
hanya boleh dilkaukan untuk memenuhi ketentuan pada Peraturan
Internasional Untuk Mencegah Tubrukan di Laut.

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


BAB X
RADIOTELEPHONY

1. Apabila di dalam menggunakan International Code of Signal terdapat


kesulitan dalam bahasa, maka prinsip-prinsip peraturan radio yang
dikeluarkan oleh International Telecommunication Union harus
diperhatikan. Huruf dan angka harus dieja sesuai pada tabel ejaan
fonetic.
2. Pada saat st ation kapal dan pantai melakukan panggilan maka
isyarat identitas atau nama harus dipergunakan.
3. Prosedur untuk memanggil :
Panggilan harus terdiri atas;
a. Call Sign, atau nama stasion yang dipanggil, tidak lebih dari
tiga kali setiap panggilan dilakukan.
b. Kelompok kata “DE” (Delta Echo)
c. Call sign atau nama dari stasion yang memanggil, tidak
lebih dari tiga kali setiap kali panggilan.
Apabila terdapat nama stasion yang susah untuk diucapkan maka
hsrus dieja. Setelah hubungan jika bisa terlaksana maka call sign
dan nama panggilan tidak perlu diulang lebih dari satu kali.
4. Cara untuk membalas panggilan:
Jawaban untuk membalas panggilan terdiri atas;
a. Call sign atau nama dari stasion yang memanggil, tidak
lebih dari tiga kali.
b. Kelompok kata “DE” (Delta Echo)
c. Call sign atau nama dari stasion yang dipanggil, tidak lebih
dari tiga kali setiap kali panggilan.

5. Cara memanggil stasion yang berada pada jarak penglihatan,


dengan menggunakan kelompok kata CQ tetapi tidak lebih dari tiga
kali setiap panggilan.
6. Sebagai tanda untuk menunjukkan bahwa akan diikuti kelompok
kode dari International Code of Signal maka digun a k a n k a t a -kata
i n t e r c o . K a t a -kata dengan menggunakan bahasa biasa juga harus
dipergunakan di dalam text jika menunjukkan nama, tempat dll.
Dalam hal ini kelompok YZ harus dipergunakan jika diperlukan.
7. Jika stasion yang dipanggil tidak dapat segera menerima p a n g g i l a n
yang ditujukan padanya dengan memberikan isyarat AS (Alfa Sierra)
ditambah dengan durasi waktu untuk menunggu dalam menit jika
dimungkinkan.
8. Telah diterimanya suatu pemancaran ditunjukkan dengan isyarat R
(Romeo).
9. Jika pemancaran akan diulang untuk keseluruhan atau sebagian
maka isyarat RPT harus dipergunakan, yang dinyatakan sebagai
berikut :
a. AA = All After ( Semua Setelah)
b. AB = All Before ( Semua Sebelum)
c. BN = Between ( Semua diantara ……. Dan ……..)
d. WA = Word After ( Kata atau Kelompok Setelah)
e. WB = Word Before ( Kata atau Kelompok Sebelum )
10. Untuk mengakhiri pemancaran ditunjukkan dengan isyarat AR

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


BAB X I
PENGISYARATAN DENGAN BENDERA TANGAN ATAU LENGAN

1. Sebuah stasion yang menginginkan untuk berkomunikasi dengan


stasion lain menggunakan isyarat morse dengan bendera tangan atau
bendera lengan perlu untuk memancarkan isyarat K2 dengan berbagai
macam metode. Selanjutnya isyarat untuk memanggil dengan isyarat
AA AA AA AA.
2. Ketika menerima panggilan maka stasion yang dituju harus
memberikan isyarat jawaban, atau jika memungkinkan untuk berisyarat
dengan cara ini harus memberikan jawaban dengan isyarat YS2
dengan menggunakan segala metode yang tersedia.
3. Isyarat panggilan AA AA AA AA dan isyarat T harus dipergunakan
secara berturut-turut oleh stasion yang memanggil dan stasion yang
menerima.
4. Pada umumnya kedua bendera lengan harus dipergunakan untuk
melaksanakan metode ini tetapi apabila terdapat kesulitan atau tidak
dapat dilaksnakan maka penggunaan salah satu lengan juga
dimungkinkan.
5. Semua isyarat apabila akan diakhiri dengan menggunakan isyarat
akhir AR.

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


Design and Created By Arizal Hendriawan-2006
BAB XI I
SIMBOL-SIMBOL MORSE - TABEL-TABEL FONETIK ISYARAT-ISYARAT
PROSEDURE

6. Simbol-simbol Morse.
Abjad (huruf-huruf).

Isyarat-isyarat Prosedur.

AR . - / . - .
AS . - / . . .
AAA . - / . - / . -
Catatan : Huruf-huruf tertentu, misalnya "e", "A", "o", "u", "c"
dan seterusnya telah ditiadakan dari daftar simbol-
simbol Morse, dengan alasan-alasan.
a. Huruf-huruf tersebut tidak dipergunakan secara internasional.
b. Huruf-huruf tersebut tercantum d i d a l a m k o d e -kode setempat
(lokal).
c. Beberapa dari antara huruf-huruf tersebut dapat diganti dengan
suatu kombinasi yang terdiri dari dua huruf, misalnya :
"u" diganti dengan "ue"
"n" diganti dengan "ny"
"o" diganti dengan "oe"

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


B A B X II I
ISYARAT-ISYARAT SATU HURUF

Isyarat-isyarat ini boleh disampaikan dengan cara pengisyaratan apapun


juga. Bagi isyarat-isyarat yang ditandai dengan *, harap melihat catatan di
bawah :
A D i b a w a h saya sedang ada orang penyelam; singkirilah
saya benar-benar dengan kecepatan rendah.
B* Saya sedang memuati atau sedang memunggah atau
sedang mengangkut muatan berbahaya.
C Benar (Berita atau "Penegasan bahwa kelompok yang
t erdahulu harus dibaca dalam kelompok berita").
D* Singkirilah saya; saya berolah gerak dengan susah payah.
E* Saya sedang mengubah haluan saya ke kanan.
F Saya tidak berdaya; adakan komunikasi dengan saya.
G Saya memerlukan seorang pandu. Apabila dibuat oleh
kapal-kapal ikan yang sedang beroperasi d i d e k a t l a d a n g
ikan (Fishing ground) akan berart i : "Saya sedang menghela
jaringnya".
H* Di kapal saya ada seorang pandu.
I* Saya sedang mengubah haluan saya ke kiri.
J Saya sedang keb a k a r a n d a n d i k a p a l ada muatan
berbahaya; singkirilah saya benar-benar.
K Saya ingin berkomunikasi dengan anda.
L Hentikan kapal anda dengan segera.
M Kapal saya berhenti dan tidak mempunyai lagi terhadap air.
N Tidak/bukan (Negatif atau "Penegasan bahwa kelompok-
kelompok yang terdahulu harus dibaca sebagai kelompok
negatif" ).
Isyarat ini boleh dipergunakan hanya secara visual ataupun
dengan bunyi saja. Untuk transmisi suara atau radio, maka
isyarat itu harus "NO", bukan "N" (November).
O Orang jatuh d i l a ut.
P a) Di pelabuhan : Semua orang harus melapor di
kapal sebab kapal akan segera
bertolak.
b) Di laut : Boleh dipergunakan oleh
kapal-k apal ikan untuk
menyatakan : "Jaring-jaring saya
tersangkut pada suatu
rintangan".
Q* Kapal saya "Sehat" dan saya minta pratique bebas.
S* Mesin-mesin saya sedang berjalan mundur.
T* Singkirilah saya; saya sedang mendogol secara berpasang-
pasangan.
U Anda sedang menuju ke tempat yang berbahaya,
V Saya memerlukan pertolongan.

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


W Saya memerlukan pertoiongan medis.
X Hentikan niat anda dan perhatikan isyarat-isyarat saya.
Y Saya sedang menggarukan jangkar saya.
Z Saya memerlukan kapal tunda. Bilamana disampaikan oleh
kapal-kapal ikan yang sedang beroperasi di dekat-dekat
ladang-ladang ikan (Fishing ground) akan berarti : " S a y a
sedang menebarkan jaring-jaring.

Catatan-catatan:
1. Isyarat-isyarat yang ditandai dengan tanda * bilamana dibuat dengan
bunyi, hanya boleh dipergunakan dalam memenuhi persyaratan-
persyaratan dari peraturan Internasional untuk mencegah
pelanggaran di laut aturan 35 (Isyarat bunyi dalam keadaan
penglihatan terbatas) dan aturan 34 (Isyarat Olah Gerak dan
peringatan bagi kapal yang saling melihat).
2. Isyarat K dan S memiliki arti khusus sebagai isyarat- isyarat
p e n d a r a t a n u n t uk sekoci yang berawak/berpenumpan g d a l a m
keadaan bahaya.
3. Yang dimaksud dengan "Pratique" (Baca : Pratik) adalah ijin
menurunkan orang dari kapal ke darat setelah kapal dikarantinakan
ataupun setelah memperlihatkan pas kesehatan "bersih" (Quarantine
Clearance) dari kapal tersebut.

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


B A B X IV
ISYARAT-ISYARAT SATU HURUF DENGAN PELENGKAP-PELENGKAP

Boleh disampaikan dengan sistem pengisyaratan apapun juga.


A Dengan 3 angka A z imut atau Baringan
C Dengan 3 angka HALUAN
D Dengan 2,4 atau 6 angka TANGGAL
G Dengan 4 atau 5 a n g k a BUJUR (dua angka yang terakhir
m e n y a t a k a n m e n i t -m e n i t s e d a n g k a n
yang selebihnya menyatakan derajat-
derajat).
K Dengan 1 angka Saya ingin berkomunikasi dengan
anda dengan menggunakan … … ....
(t abel pelengkap 1).
L Dengan 4 angka Lintang (dua angka yang p e r t a m a
m e n y a t a k a n d e r a j a t -derajat,
sedangkan 2 (dua) angka yang
terakhir menunjukkan menit-menit).
R Dengan 1 angka atau lebih JARAK dalam satuan mil
S Dengan 1 angka atau lebih Kecepatan dalam satuan mil/jam.
T Dengan 4 angka WAKTU SETEMPAT (dua angka yang
pertama menyatakan jam-jam,
sedangkan 2 (dua) angka selebihnya
menyatakan menit-menit).
V Dengan 1 angka atau lebih Kecepatan dalam satuan
kilometer/jam.
Z Dengan 4 angka GMT ( 2 angka yang pertama
menyatakan jam-jam, sedangkan dua
angka yang terakhir menyatakan
menit-menit ).

A ZIMUT ATAU BARINGAN A dengan 3 angka.


BUJUR (2 angka yang ter- G dengan 4 atau 5 angka
akhir menyatakan menit-menit,
sedangkan yang selebihnya
menyatakan derajat).
Jarak dalam satuan mil R dengan 1 angka atau lebih.
GMT (2 angka yang pertama Z dengan 4 angka.
menyatakan jam-jam, sedangkan
yang selebihnya menyatakan
menit-menit).
HALUAN C dengan 1 angka.
KECEPATAN dalam satuan V dengan 1 angka atau l e b i h
Kilometer/jam
KECEPATAN dalam satuan S dengan 1 angka atau lebih
mil/jam

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


KOMUNIKASI, saya ingin K dengan 1 angka
berkomunikasi dengan anda
dengan menggunakan...
(Tabel Pelengkap I).
LINTANG (2 angka yang L dengan 4 angka.
pertama menyatakan derajat-
derajat, sedangkan yang
selebihnya menyatakan
menit-menit).
TANGGAL D dengan 2,4 atau 6 angka.
WAKTU SETEMPAT (2 angka T dengan 4 angka.
yang pertama menyatakan
jam-jam, sedangkan yang
selebihnya menyatakan
menit-menit).

TABEL-TABEL PELENGKAP

TABEL I
1. Semafora.
2. Berisyarat Morse dengan bendera-bendera tangan atau lengan.
3. Pengeras suara (Megaphone).
4. Lampu pemberi isyarat Morse.
5. Isyarat-isyarat bunyi.
6. Bendera- bendera kode internasional.
7. Radiotelegfafi 500 Kc/dtk.
8. Radiotelefoni 2182 Kc/dtk.
9. Radiotelefoni VHF - saluran 16.

TABEL II
0. Air.
1. Perbekalan.
2. Bahan bakar (minyak bakar).
3. Peralatan pompa.
4. Alat-alat pemadam api.
5. Pertolongan medis.
6. Tundaan.
7. Pesawat penyelamat.
8. Kapal untuk bersiap-siap.
9. Kapal pemecah es.

TABEL III
0. Arab tidak diketahui (atau tenang).
1. Timur-laut.
2. Timur.
3. Tenggara.
4. Selatan.
5. Barat-Daya.

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


6. Barat.
7. Barat - laut.
8. Utara.
9. Semua arah (atau campur aduk atau berubah-ubah).
BAHASA : Bahasa bahasa resmi yang dapat digunakan untuk
berkomunikasi adalah
0 Belanda
1 Inggris
2 Perancis
3 Jerman
4 Junani
5 Italia
6 Jepang
7 Norwegia
8 Rusia
9 Spanyol
ZA.... = Saya ingin berkomunikasi dengan anda dalam bahasa
..... (bahasa yang ditunjuk dengan angka yang tertera di
atas)

Beberapa isyarat prosedure yang perlu diketahui:


1. K4PKRI - artinya saya ingin berkomunik a s i d e n g a n
m o r s e u n t uk kapal yang nama panggilannya
PKRI.
2. YQ4A 100 - artinya saya akan berkomunikasi dengan lampu
morse dengan kapal yang baringannya 100
dari saya.
3. Cd0 - artinya saya membutuhkan bantuan air.
4. CB6 - artinya saya membutuhkan pertolongan
segera kapal saya kebakaran.
5. SM - artinya percobaan mesin.
6. OQ - artinya menimbal kompas.
7. Y - artinya kapal saya membawa muatan POS.
8. CC - artinya saya dalam keadaan bahaya, pada
lintang .. bujur ...
9. EF - artinya isyarat bahaya (SOS/MAYDAY)
dibatalkan.
10. FA - artinya dapatkah anda memberikan d i m a n a
posisi saya.

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


BAB XIV
BANTUAN ATAU PERTOLONGAN LUAR

Tidak semua kapal dilengkapi dokter kapal yang umumnya disebut


MEDICAL OFFICER atau SURGEON. Sebagian dilengkapi dengan
seorang NURSE yang disebut sebagai ATTENDANT. Sebagian besar jenis
kapal yang lain, umumnya cargo ship, tidak dilengkapi dengan Medicus
atau Nurse, dan umumnya Mualim III atau IV yang ditunjuk scbagai
Perwira Kesehatan Kapal, yang sudah barang tentu terbatas ilrnunya di
bidang medis. Untu k j e n is kapal terakhir inilah yang kadang memerlukan
Medical Advice by Radio, dari kapal lain yang mempunyai dokter atau
pelabuhan terdekat yang mempunyai dokter.

a. Sumber Bantuan Yang Mungkin Didapat :


1. Dari Head Quarter/Owner kapal, yang mungkin m e n g i r i m k a n
helikopter untuk menjemput pasien/crew yang urgent. Pernah
terjadi di laut Jepang.
2. Dari CO A S T GUARD (USA) yang dilengkapi dengan dokter dan
staf, kapal dan helikopter pernah menolong crew da r i k a p a l
tenggelarn di perairan A l a s k a .
3. Hubungan radio dengan ADPEL Radio Station. Pernah terjadi di
p e l a b u h a n S e m a r a n g , untuk rnenurunkan crew asing dengan
fractura tulang kepala.
4. Pusat SAR di pelabuhan kelas I. Pernah terjadi waktu kapal
penumpang tenggelam di perairan Bawean, den g a n p e r t o l o n g a n
SAR Surabaya.

b. Radio Medical Advice


Tujuannya minta advis medis dari kapal yang tidak mempunyai dokter
kepada kapal lain yang mempunyai dokter atau pela b u h a n y a n g
mempunyai dokter dan fasilitas Rumah Sakit. Contoh : ada
a p p e n d i x i t i s a kut yang perlu segera operasi, ada kecelakaan yang
serius. Hubungan radio dilakukan oleh Radio Operator ata s p e r i n tah
Nakhoda dan atas permintaan Perwira Kesehatan Kapal.

1. UMUM

a.Manakala mungkin, nasehat medis haras diusahakan dan


diberikan dengan menggunakan bahasa biasa, tetapi jika
m e n e m u i k e s u l itan-kesulitan bahasa, maka kode-kode i n i h a r u s
dipergunakan,
b.Sekalipun mempergunakan bahasa biasa, sejauh mungkin teks
kode dan instruksi-instruksi harus ditaati.
c . Acuan (referensi) dibuat untuk isyarat-isyarat prosedur "C", "N"
atau "NO" dan "RQ" yang apabila dipergunakan setelah isyarat
pokok, maka secara berturut-turut akan merubah maksud isyarat
pokok itu menjadi bersifat berita, negatif dan pertanyaan.

Contoh-contoh:
(1) "MIY" = "Pasien mempunyai dahak banyak sekali".
"MIY N" = "Pasien tidak mempunyai dahak banyak sekali"
"MIY RQ" = Apakah pasien mempunyai dahak banyak sekali?"

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


(2) "NDD" = "Pasien tidak dapat tidur"
"NDD N" = "Pasien dapat tidur"
"NDD RQ" = "Tidak dapat tidurkah pasien?"

2. INSTRUKSI-INSTRUKSI UNTUK PARA NAKHODA


( METODE STANDAR UNTUK MENCRANGKAN SESUATU KASUS )

1. Nakhoda harus melakukan pemeriksaan terhadap si sakit dengan teliti


benar dan harus mencoba mengumpulkan sejauh mungkin informasi yang
meliput i h a l -hal sebagai berikut:
(a) Keterangan tentang si penderita (pasien) (halaman S.M. 8).
(b) Kesehatan sebelumnya (halaman S.M. 8).
•v
(c) Lokalisasi dari gejala-g e j a l a , p e n y a k i t -penyakit atau luka-luka
(halaman S.M. 8).
(d) Gejala-gejala umum (halaman S.M. 9).
(e) Gejala-gejala khusus (halaman S.M. 11).
(f) Diagnosa (halaman S.M. 21).
2. Informasi demikian harus dikodekan dengan jalan memilih kelompok-
kelompok yang tepat dari bab-bab yang sesuai dari seksi media ini. Para
penerima isyarat akan sangat ditolong apabila informasi disarnpaikan
dalam urutan-urutan sebagaimana tertera di dalam ayat 1 di alas.
3. Halaman S.M. 7 berisikan isyarat-isyarat "yang dapat dipergunakan
secara tersendiri, yakni dengan atau tanpa disertai dengan keterangan
t e n t a n g k a sus. Diagnosa yang tertera di dalarn halaman S.M. 21 dapat
dipergunakan baik oleh nakhoda
("minta pertolongan medis") maupun dokter ("nasehat medis").
4 Setelah dijawab dari dokter diterima dan instruksi- instruksi yang
terdapat di dalamnya dilaksanakan, nakhoda dapat rnenyampaikan
laporan perkembangan (progress report) dengan mcmpergunakan isyarat-
isyarat yang terdapat di dalam halaman S.M. 20.

C . INSTRUKSI-INSTRUKSI UNTUK PARA DOKTER


1 Informasi-informasi tambahan dapat diminta dengan mempergunakan
halaman S.M. 20. Contoh :
(1) "MQB" "Saya tidak dapat memahami isyarat anda, harap
mempergunakan melodc
standar untuk menerangkan sesuatu kasus".
(2) "MQC" = "Harap pertanyaan-pertanyaan berikut ini dijawab".
2 Untuk diagnosa-diagnosa *), harus dipergunakan halaman S.M. 21.
Contoh-contoh:
(1) "MQL 79" = "Diagnosa saya mungkin ada benda asing di dalam
lambung".
(2) "MQM 08" = "Diagnosa saya mungkin patah tulang selangka".
(3) "MQK 75" = "Diagnosa saya mungkin ada pendarahan di d a l a m
pancreas".
3. Perintah pemberian obat harus dibatasi sesuai dengan "Daftar obat-
obatan" yang tercantum di dalam tabel III dari Kode.
4. Untuk perawatan khusus, harus dipergunakan isyarat- isyarat
yang tercantum di dalam halaman S.M. 21. Contoh-contoh : (1} "MRM
79" = "Masukkan catheter ke dalam kandung kemih".
(2) "MRT 3" = "Gunakan obat tetes mata antiseptis 3 kali sehari"

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


(3) "MKZ" = "Jangan coba-coba mengosongkan perut dengan cara
apapun juga".
5. Bilamana pemakaian obat (halaman S.M. 23) hanis dipergunakan 3
isyarat dengan tata urutan sebagai berikut:
(a) Pertama :
("Penunjukan obat", halaman S.M. 23 dan Tabel M III) untuk menunjuk
obat itu sendiri.
Contoh-c o n t o h . :
(i) "MTD 24" = "Anda harus memberi tablet-tablet codeine".
(ii) "MTE 16" = "Jangan memberikan tablet-tablet penicilline".

(b) Kedua :
("Cara pemberian dan dosis", halaman S.M. 23) untuk menerangkan cara
yang harus ditempuh bagaimana obat itu diberikan serta posisinya.
Contoh – contohnya :
(i) “MTI 1” = “Anda harus memberikan 1 tablet/kapsul melalui
mulut”
(ii) “MTK 100” = “Anda harus memberikan dengan injeksi di dalam
otot (intramuscular injection) 100 miligram”.

*) “ Diagnosa yang tertera di dalam halaman S.M> 21 dapat dipergunakan


baik oleh nakhoda (“minta pertolongan medis”) maupun oleh dokter
(“nasehat medis”).

INSTKUKSI-INSTKUKSI UNTUK PARA NAHKODA

1. Manakala mungkin, nasehat medis harus diusahakan dan diberikan


dengan menggunakan bahasa biasa, tetapi jika menemui kesulitan
bahasa, maka kode ini harus dipergunakan.
2. Sekalipun menggunakan bahasa biasa, sedapat mungkin teks kode
dan instruksi-instruksi harus ditaati.
3. Nahkoda harus melakukan pemeriksaan terhadap pasien
dengan teliti dan harus mengumpulkan informasi s e b a n yak
mungkin yaug meliputi hal-ha! berikut :
a. Keterangan tentang pasien
b. Kesehatan sebelumnya
c. Lokasi dari gejala-gejala, pcnyakit, atau luka
d. Gejala-gejala umum
e. Gejala-gejala khusus
f. Diagnosa

TABEL - TABEL PELENGKAP


TABEL I

D a e r a h b a d a n : sisi badan atau anggota badan yang sakit harus


ditunjukkan dengan jelas, sisi kanan atau sisi kiri.
01. Bagian depan kepala
02. Samping kepala (pelipis)
03. Bagian atas kepala
04. Muka
0 5 . R ahang

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


06. Leher depan
07. Bahu
08. Tulang selangkang
09. Dada
10. Dada tengah-tengah
11. Jantung
12. Ketiak
13. Lengan atas
14. Lengan bawah
15. Pergelangan tangan
16. Telapak tangan
17. Jari-jari
18. Ibu jari
19. Perut bagian alas tengah
20. Perut bagian bawah tengah
2 1 . P erut bagian atas
2 2 . P e rut bagian bawah
23. P e r u t bagian saniping
24. Pangkal paha
25. Kantong buah pelir
26. Buah pelir.
27. Penis (pelir)
28. Paha atas
29. Paha tengah
3 0 . P aha bawah
3 1. Lutut
32. Tempurung lutut
33. Muka bells
34. Pergelangan kaki
35. Kaki
36. Jari-jari k a k i
37. Belakang kepala
38. Belakang bahu
40. Daerah tulang belingkat
41. Siku
42. Belakang Iengan atas
43. Belakang lengan atas
44. Punggung telapak tangan
45. Daerah bawah dada
46. Tulang belakang atas
47. Tulang belakang tengah
48 Tulang belakang bawah
49. Daerah pinggang (ginjal)
50. Daerah tulang selangkang
51. Pantat
52. Dubur (anus)
53. Belakang paha
54. Belakang lutut
55. Betis
56. Tumit
57. Urat nadi
58. Kandung kemih
59. Otak

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


60. Buah dada
61. Telinga
62. Mata
63. Kelopak mata
64. Kandung empedu
65. Kerongkongan
66. Gusi
67. Usus
68. Ginjal
69. Bibir bawah
70. Bibir atas
71. Hati
72. Paru-paru
73. Mulut
74. Hidung
75. Pancreas
76. Prostata
77. Rusuk-rusuk
78. Limpa
79. Lambung
80. Tenggorokan
81. Lidah
82. Tonsil
83. Gigi, geligi
84. Uretha
85. Uterus, rahim
86. Urat darah
87. Pangkal tenggorokan
88. Segenap abdomen
89. Seluruh Iengan
90. Seluruh punggung
91. Seluruh dada
92. Tungkai (seluruh kaki)

TA B E L I I

01. Absces
02. Alkoholisme
03. Reaksi allergis
04. Disenteri amuba
05. Angina pectoris
Ob. Anthraks (radang limpa)
07. Apoplexy (pitam)
08. Radang usus buntu
09. Bengek (asma)
10. Disenteri basiler
11. Bisul
12. Bronchitis (mendadak)
13. Bronchitis (menahun)
14. Brucellosis (broselosis)
15. Bisul (mata lebih dari 1)
16. Cellulitis

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


17. Chancroid
18. Cacar air
19. Kolera
20. Cirrhosis hati
21. Goncangan keras
22. Kenaikan tekanan di dalam ruang rongga otak
23. Gangguan pcredaran daiah discbabkan pcnyakit jantung
24. Keadaan di mana gerakan peristaltik usus tidak sering (sembelit)
25. Thrombosis pada arteria uronaria jantung
26. Cystitis
27. Dengue
28. Kencing manis
29. Coma diabetes
30. Diphtheria
31. Reaksi obat
32. Luka dalam usus 12 jari
33. Eczema
34. Erysipelas
35. Serangan
36. Gangrene (kelemayuh)
37. Luka pada dinding lambung
38. Claslro-enterilis
39. Gonorrhua
40. Gout
41. Kejang-kejang otot tubuh akibat suhu tinggi
42. Kelelahan oleh panas
43. Pitam matahari
44. Hepatitis
45. Burut
46. Burut yang tidak dapat dikembalikan
47. Burut tertahan
48. Kaki perasaann y a h ilang selama beberapa saat
49. Impetigo
50. Dosis insulin yang berlebihan
51. Tidak dapat mencerna
52.. Influenza
53. Gangguan yang berbentuk penutupan USUS halus
5 4 . B a t u ginjal
55. Laryngitis
56. Malaria
57. Campak
58. Meningitis
5 9 . P e nyakit jiwa
60. Migrain
6 1 . B e guk, gondong
6 2 . O r chitis
63. Peritonitis
54. Phlebitis
6 5 . B awasir
66. Pes
67. Pleurkis
68. Pneumonia (radang paru-paru)
69. Keracunan (korosip)

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


70. Keracunan (non korosip)
71. Keracunan (barbiturat)
72. Keracunan (methyl-alkohol)
73. Keracunan (gas)
74. Poliomyelitis
75. Turunnya discus intervertebralis
76. T.B.C/paru-paru
77. Absces peritonsiler
78. Rheumatisme
7 9 . P e radangan akut akibat rheumatisme
80. Jengkering
81. Sciatica
82. Dampa
83. Sinusitis
84. Shock (gugat)
85. Cacar
86. Syphylis
87. Tetanus
88. Tonsilitis
89. Typhoid
90. Typhus
91. Urethitris (demam kemih)
92. Bidur
93. Batuk rejan
94. Demam kuning

TABEL M I I I

Daftar obat-obatan
A. Obat Luar

01. Auristillae glycerin


Obat tetes telinga glycerin
OBAT TETES TELINGA car drops).
02. Ciiitlae sulfactilainidi
Obat tetes mata sulfacetamidi
OBAT TETES MATA ANTISEPTIS (Suljacelamide eye drops)
03. Guttae tetracaine
Obat tetes mata tetracaine
OBAT I'ETES MATA ANAESTETIS
(Tetracaine aye drops')
04.Linimentum methylis salicylalis
Linimen methyl salicylat
LINIMEN SALICYLAT (Methyl salicylale liniment)
05. Lotion calaminac Lotion calamine
LOTION CALAMINE (Calamine lotion)
06. Lotion centrimidi Lotion centrimidi
LOTION ANTISEPTIS (Ccntr'nnida lotion)
07. Naristillae vphcdriiw
Obat tctcs hidung norephcdrine hydrochlorida
OBAT TETES HIDUNG (Norephudrine hydrochlorida drops)
08. I'araffinum molleflavum
Parafin lembek kuning

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


PARAFIN LEMBEK (Yellow soft paraffin)
09. ParaffinuM molleflavum carbasi absorbentis
Kasa pembalut tulle
PEMBALUT LUKA BAKAR / LUKA (Tulle gras dressing (paraffin gauze)
10. Unguentum bacilracini Salap bacitracin
SALAP ANTIBIOTIK (Bacitracin ointment)
//. (Unguentum benzacaini compeseitum)
Salap oampuran benzocain SALAP BAWAZIR
(Compoined benzocaine ointment)
12. Linguenlitin xylocaini hydrochloridi
Salap mylocaine
SALAP ANAESTETIS LOKAL
(mylocaine ointment)

B. Obat D a l a m
1. Kondisi-kondisi allergis

13. Compressi promcthazini hydrochloride


Tablet-tablet promethazini hydrochloride
TABLET- TABLET ANTIHISTAMINE (25 mg setiap tablet)
(Promethazine hydrochloride tablets)
14. Injectio adrenalini
Injeksi adrenaline
ADREINALINE (1 mg dalam "ampins")
(Adrenaline injection)
-\
Perhatian : injeksi No. 14 ini hanya akan dipergunakan dongan nasehat
medis melalui radio, kec uali dalam hal shock anapfiylaxis disebabkan oleh
injeksi penicillin.
2. Antibiotika

15.Capsule tetracycline hydrochloride


Kapsul-kapsul tetracycline hydrochloride
KAPSUL-KAPSUL TETRACYCLINE (250 mg setiap kapsul)
( Tetracyline hydrochloride capsules)
16. Compressi phenoxymethyl penicillini
Phenoxymethy penicillin
TABLET TABLET PENICILIN (125 mg setiap kapsul)
(Phenoxymethy penicillin)
17. Compressi sulfadimidini
Tablet-tablet sulfadimidine
TABLET- TABLET SULFANAMIDE
(500 mg setiap tablet)
(Tetracycline hydrochloride capsules)
18. Injectio benzylpenicillini
Procaine penicillini G = PPC
INJECI PENICILLIN (600.000 unluk setjap ampul)
(Procaine penicillini)
19. Injectio streptomycini sulfatis
Injeksi streptomycin sulfat
INJEKSI STREPTOMYCIN (1000 mg setiap ampul)

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


(Tetracycline hydrochloride capsules
20. Injectio tetracyctini hydrochloride
Tetracycline hydrochloride
INJEKSI TETRACYCLINE (100 mg setiap ampul)
( t etracycline hydrochloride)
3. Asthma
21. Compressi aminophyllini
Tablet – tablet amynophyllin = amynophyllin 200mg
TABLET – TABLET ASTMA (300 mg setiap tablet)
(amynophyllin tablets)
Perhatian : Tablet No.21 ini ha
23. 7 inclura benzoini composita Tirtura dari campuran benzoin
CAMPURAN HIKUPAN ('I'm: tire of benzoin compound)
4. Batuk
2-i. ('.otnpressi coileiniphosphalis Tablet-tablet codcin phosphat TABLET-
TABLET CODEIN (15 mg setiap tablet)
25. Linclus scillae opiaia
Linctus bawang laut, narcotica LINCTIUS BATUK (Linctus of squill, opiaia)
5. Diarrhoea
26. Mixtura koalini e t m o r p h i n a e Campuran kaolin dan morphine
CAMPURAN DIARRHOEA (Koalin ami morphine mixture)
>
6. Jantung
27. ('otnpressi ^lyceryiis trinitrails Tablet-tablet glycerin trinitrat
TABLET- TABLET JANTUNG (0,5 mg setiap tablet) (Glycerin Irinilrale
tablets)
Catalan . Untuk gaiigguan peredaran darali disebabkan oleli penyakil
jantung (Congestive heart failure) preparat-preparat bcrikut ini ada di
kapal, tetapi lianya akan digunakan dengan nasehat medis yang
disampaikan dalam bahasa biasa dan bukan dalam kode:
Tablet-tablet aminophylline = Aminophyllin 200 mg TABLET- TABLET
ASTHMA (300 mg setiap tablet) (Aminophylline tablets)
Perhatian : Teblet No. 21 ini hanya akan dipergunakan dcngan naseliat
medis mclalui radio
22. Co/npressi ephedrini hydrochloridi Tablet-tablet e p h e d r i n e
h y d r o c h l o r i d e T A B L E T- TABLET EPHEDRINE (30 mg setiap tablet)
(Ephedrine hydrochloride tablets)
7. Tidak dapat menccrna (Indigestion)
28. Compressi magnesii trisilicas Magnesium trisilicat TABLET-TABLET
PERUT (Magnesium trisilicate)
8. Peucahar
29. Compressi colocynthidis cl jalapae composite
Tablet-tablet campuran colocyntli dan jalappa
TABLET- TABLET PENCAHAR N ABA'1 \
((lornpounJ colocynlli andjakip tablets)
30. Magne.tii hydroxuhun
Campuran magnesium hydroxide •
OB AT PENCAHAK CA1K : "Milk of magnesia"
(Magnesium hydroxide mixttire)
9. Malaria
31. (.'ompressi chloroquinl sulfatis
Tablet-tablet chloroquin sulfat
TABLET- TABLET MALARIA (200 mg setiap tablet)

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


(Chloroquine snlfale tablets')
10 . N y e ri
32. Compressi acidi acelylasalicylici
Asam acettylsalicylic
TABLET- TABLET ASPIRIN (300 mg setiap tablet)
(Acetylsalicylic acid)
33. Injeclio morphini Injeksi morphine sulfat
1 1 . O b a t-obat penenang
34. Compressi biiloburbitali
Tablet-tablet burobarbitone
TABLET - TABLET PENENANO (100 mg setiap tablet)
(Hntobarhilo/ie tablets)
35. Cu/n/)res.M phenobarbitali Tablet-tablet phenobarbitone
TAB LET -TABLET PHENOBARBITONE (30 mg setiap tablet) tablets)
36. Compressi chloruprornazini hydrochloridi
Tablet-tablet chloropromazine hydrochloride
TABLET - TABLET PENENANG (LARGACTIL) (50 mg setiap tablet)
(Chlorpromazine hydrochloride tablets)
Perhatian : Tablet No. 36 ini hanya akan dipergunakan dengan nasehat
medis melalui radio.

12. Pengenceran garam atau kekejangan otot akibat suhu tinggi

37. Compressi natrii chloridi solu


Tablet-tablet sodium chloride
TABLET - TABLET GARAM (500 mg setiap tablet)
(Sodium chloride tablets)
-\
13. Mabuk laut
38. Compresi hyoscini hydrobomidi
Tablet-tablet hyscine hydrobrornide
TABLET- TABLET MABUK LAUT (0,3 mg setiap tablet)
(hyoscine hydrobromide tablets)

*)Preparat-preparat yang tercantum di dalam daftar tersebut di alas dapat


diganti dengan prcparat-preparat yang setaraf (equicalent) yang tersedia
di dalam pcti-p e t i o b a t -o b a t a n d i kapal.Untuk keseragamannya \ ,obat -
obatan dinyatakan (disebut) dengan cara:

1. Baris yang pertama : Dalam bahasa Latin


2. Baris kedua : Dalam bahasa Indonesia
3. Baris keliga : Populer
4. Baris keempat (di dalam kurung) : Dalam bahasa Inggris

Design and Created By Arizal Hendriawan-2006


Design and Created By Arizal Hendriawan-2006