Anda di halaman 1dari 30

PENATALAKSANAAN PEMBERSIHAN PERMUKAAN

DAN UDARA DI ERA PANDEMI COVID-19

SUWARDI
POKOK BAHASAN

1. Pengertian disinfeksi permukaan/udara


2. Tujuan disinfeksi permukaan/udara
3. Cara melakukan disinfeksi permukaan/udara
4. Monitoring
5. Penutup
Pembersihan :
Proses secara fisik dilakukan untuk membuang semua
kotoran, darah, atau cairan tubuh dari permukaan

Disinfeksi Permukaan :
adalah proses pengurangan jumlah kemungkinan
mikroorganisme ke tingkat bahaya lebih rendah pada
permukaan yang terindikasi kontaminasi oleh
mikroorganisme
Kuman merupakan masalah utama di-bidang
pencegahan dan pengendalian infeksi di-rumah sakit

Masalah kesehatan ini ditimbulkan akibat dari :


• Masalah kesehatan global termasuk kerusakan lingkungan akibat
limbah dan bahan kimia.

• Kurangnya ketersediaan air bersih dan kebersihan sanitasi.

• Penggunaan disinfektan yang meninggalkan residu tanpa


pembilasan kembali.

• Jenis penyakit baru akibat mutasi gen / resistensi kuman akibat


penggunaan antibiotik.

• Penggunaan pestisida dan antibiotik berlebihan pada peternakan,


pertanian dan perkebunan.
Standarisasi Infeksi di-Indonesia
DISINFEKTAN H2O2
ADVANCED HIDROGEN PEROKSIDA
AMANKAH ?
Kondisi rs kelihatan tanpak bersih
COVID-19
MASALAH PANDEMI SAAT INI “COVID-19 CoV-2”
Disinfeksi permukaan memiliki sasaran :
a. Disinfeksi permukaan datar (lantai, dinding, meja,
kursi, lemari, perabot rumah tangga)
b. Disinfeksi benda yang paling sering disentuh tangan
(pegangan tangga, gagang pintu, gagang telepon,
workstation, peralatan dapur dan makan, toilet dan
westafel
c. Disinfeksi ventilasi buatan seperti ac, air sterilization,
air purifier, AC sentral.
DISINFEKSI PERMUKAAN
Jenis desinfektan yang dapat digunakan adalah :
a. Bleaching (Pemutih) dengan takaran 2 sendok
makan per 1L air.
b. Karbol dengan takaran 2 sendok makan per 1L air
c. Pembersih Lantai dengan takaran 1 tutup botol per
5L air

PILIHLAH DINSIFEKTAN YANG EFEKTIF


H2O2 merupakan konsep baru disinfeksi udara dan permukaan di-Indonesia

WHAT IS “HYDROGEN PEROXIDE”

Safety Eco-Friendly
H2O2 adalah disinfektan yang H2O2 akan selalu
aman, ramah lingkungan, tidak kembali menjadi
menimbulkan efek samping, Air(H2O)
tanpa residu kimia dan non- dan
carsinogen Oksigen(O2)

No-Germs Resistance
H2O2 memiliki kemampuan pembunuhan kuman setara Klorin yang
mampu membunuh 5 spectrum kuman.
(bakteri, mycobacteria [TB], virus, jamur dan spora)
H2O2 merupakan konsep baru disinfeksi udara dan permukaan di-Indonesia

“HYDROGEN PEROXIDE”

Disinfect
Hidrogen peroksida sangat baik dalam proses disinfeksi
pembunuhan kuman dengasehingga tidak berpotensi n
menghancurkan dinding sel kuman menimbulkan resistensi

Sterilize
Hidrogen peroksida sangat efektif dalam proses sterilisasi
ruangan dengan suhu rendah / suhu ruangan. Teknologi
Aeromist Biotech metode Dry-mist membunuh 99,99%
kuman (bakteri, mycobacteria, virus, jamur dan spora)
sampai dengan 6Log dan aman. Setelah tahap oksidasi
hidrogen peroksida akan kembali menjadi air dan oksigen.
Odorize
Odorize
Hidrogen peroksida juga efektif membunuh kuman / bakteri
penghasil bau akibat pembusukan sehingga akan
menghilangkan aroma tdk menyenangkan pada permukaan
dan ruangan.
Proses disinfeksi :

a. Gunakan (APD) single use/re use


b. Persiapkan tisu, kain mikrofiber (MOP) dan botol sprayer.
c. Cairan disinfektan yang akan digunakan sesuai dengan IFU.
d. Dengan kain mikrofiber (MOP), rendam kain mikrofiber (MOP)
kedalam air yang telah berisi cairan disifektan. Lakukan
pengelapan pada lingkungan permukaan datar dan biarkan
tetap basah selama 10 menit.
e. Dengan botor sprayer, isi botol dengan cairan disinfektan
yang telah diencerkan. Ambil 2 lembar tisu dan dilipat 2,4.
Semprotkan cairan disinfektan pada tisu dan lakukan
pengelapan secara zig-zag atau memutar dari tengah keluar.
f. Lepaskan APD, cuci tangan
g. Frekuensi disinfeksi ini dilaksanakan minimal sebelum jam
kerja, saat jam istirahat dan setelah jam kerja. Dengan
maksimal disinfeksi setiap 2 jam sekali.
h. Selalu melaksanakan cuci Tangan Pakai Sabun dan Air
Mengalir sebagai bentuk personal hygiene dari pekerja.
DISINFEKSI UDARA
Halaman 25 - 27
Dry-Mist dengan H2O2 merupakan konsep baru disinfeksi untuk kualitas udara di-Indonesia

WHY “DRY -- MIST”


1. Metode konvensional disinfeksi dengan cara penggunaan Fooging dan Lampu UV
(sinar ultraviolet) tidak dianjurkan sesuai Permenkes No.27 Tahun 2017.

2.Hepafilter bukan alat pencegahan dan pengendalian infeksi. Hepafilter merupakan


alat filtrasi / penyaringan udara dari debu dan partikel di-udara juga mendukung hasil
dari pengendalian infeksi yang sudah dilakukan.

Metode konvensional disinfeksi dengan cara penyemprotan dan pengelapan tidak


3.
memberikan efektifitas maksimal dan bergantung petugas yang melakukan.
Membutuhkan waktu yang lama dan sulit menjangkau seluruh area permukaan

4. Kuman tidak terlihat oleh mata manusia

5. Dry-Mist dengan H2O2 merupakan penyempurnaan tahap akhir setelah proses


pembersihan ruangan dan disinfeksi ruangan dengan metode penyemprotan dan
pengelapan. Dry-mist akan memastikan pembunuhan kuman udara dan kuman di-
seluruh permukaan serta area yg tidak terjangkau.
1. Disinfeksi udara : proses pengurangan jumlah
kemungkinan mikroorganisme ke tingkat bahaya
lebih rendah pada udara yang terindikasi
kontaminasi oleh mikroorganisme
2. Disinfeksi udara memiliki sasaran ruangan yang
terindikasi kontaminasi oleh mikroorganisme
3. Jenis disinfeksi yang dapat digunakan adalah
Hydrogen Peroxide dan menggunakan alat berjenis
Dry Mist Disinfection
4. Proses disinfeksi :
a. Gunakan Alat Pelindung Diri (APD)
b. Persiapkan alat Dry Mist berisi cairan Hidrogen
Peroksida
c. Atur konsentrasi disinfektan
d. Letakkan alat ini di sudut ruangan dan arahkan noozle
ke tengah ruangan.
e. Pastikan tidak ada orang di dalam ruangan
f. Ruangan dapat digunakan kembali setelah 60 menit
g. Lepaskan APD dan lanjutkan dengan cuci tangan
pakai sabun.
h. Frekuensi disinfeksi ini dilaksanakan pada sebelum
jam kerja, setelah jam kerja.
Disinfeksi udara merupakan proses mengurangi jumlah
Kuman mikroorganisme & spora yang tumbuh sampai
level aman.
KESIMPULAN
1. Pembersihan permukaan / udara sangat
penting sebagai pemutus penularan infeksi.
2. Penggunaan dinsifektan yang sesuai akan
memberikan dampak yang efektif
3. Memberikan dampak aman untuk petugas,
pasien, lingkungan, sarana/prasarana rumah
sakit