Anda di halaman 1dari 25

Nama Mahasiswa : RATU NURLAELA

FORMAT PENGKAJIAN
PERAWATAN ANAK

I. BIODATA

A. Identitas Klien
1. Nama/Nama panggilan : An. S
2. Tempat tgl lahir/usia : 6.5 tahun
3. Jenis kelamin : Laki-laki
4. Agama : Islam
5. Pendidikan : TK B
6. Alamat : Pandeglang
7. Tgl sakit : 1 Maret 2021
8. Tgl pengkajian : 2 Maret 2021
9. Diagnosa medik : Asma
10. Rencana terapi : Melatih Nafas dalam dan Batuk Efektif

B. Identitas Orang Tua


1. Ayah
a. Nama : Tn. G
b. Usia : 43 th
c. Pendidikan : S1
d. Pekerjaan : Honorer
e. Agama : Islam
f. Alamat : Pandeglang

2. Ibu
a. Nama : Ny. N
b. Usia : 37 th
c. Pendidikan : S2
d. Pekerjaan/Sumberpenghasilan : ASN
e. Agama : Islam
f. Alamat : Pandeglang
C. Identitas Saudara Kandung
NO NAMA USIA HUBUNGAN STATUS KESEHATAN
1. An. I 9 th Kakak Asma
2. An. A 5 th Adik -

II. KELUHAN UTAMA

Batuk, sesak nafas

III. RIWAYAT KESEHATAN

A. Riwayat kesehatan sekarang :


An. S mulai demam batuk-batuk sejak 1 hari yang lalu

B. Riwayat Kesehatan Keluarga


 Penyakit anggota keluarga :
Ny. N memiliki riwayat asma sejak usia 5 tahun, dan An. I selaku kakak dari An. S
juga memiliki riwayat asma sejak usia 1 tahun, sampai sekarag juga masih sering
kambuh.

 Genogram

Keterangan:

: Laki-laki

: Perempuan : Pasien/ Klien


Kesimpulan :
An. S adalah anak kedua dari 3 bersaudara, anak dari keluar Tn. G semuanya berjenis
kelamin laki-laki. 2 dari 3 anak kelaurga Tn. G memiliki riwayat asma, begitu juga
dengan Ny. N.

VII. Riwayat Psikososial

Apakah anak tinggal di : apartemen rumah sendiri


kontrak
Apakah anak tinggal di : kota setengah kota desa
Lingkungan berada di : sekolah ada tempat bermain
Apakah rumah dekat : ya tidak
punya kamar tidur sendiri : ya tidak
Apakah ada tangga yang bisa berbahaya : ya tidak
Apakah anak punya ruang bermain : ya tidak
Hubungan antar anggota keluarga : harmonis berjauhan
Pengasuh anak : orang tua baby sister
Pembantu nenek/kakek

Kesimpulan :
Keluarga An. G sudah memiliki tempat tinggal sendiri, dan berdampingan dengan tempat
tinggal orang tua dari Ny. N. An. S kesehariannya suka didampingi neneng dan kakeknya
ketika orang tuanya bekerja. Tempat tinggal mereka berada dilingkungan kota dan tepat
sekali didepan jalan raya.

IX. REAKSI HOSPITALISASI


A. Pengalaman keluarga tentang sakit dan rawat inap

 Mengapa ibu membawa anaknya ke RS : Ketika kondisi anak tidak


menunjukan perbaikan.
 Apakah dokter menceritakan tentang kondisi anak : Ya
 Bagaimana perasaan orang tua saat ini : Cemas
 Apakah orang tua akan selalu berkunjung : Ya
 Siapa yang akan tinggal dengan anak : Ibu
Kesimpulan:
Tn. G akan membawa keluarganya terutama anak-anaknya jika dalam beberapa hari
kondisi anak nya yang sakit tidak mengalami perbaikan kesehatan.

B. Pemahaman anak tentang sakit dan rawat inap


 Mengapa keluarga/orang tua membawa kamu ke RS? karena sakit -
Menurutmu apa penyebab kamu sakit? minum es
 Apakah dokter menceritakan keadaanmu? Ya
 Bagaimana rasanya dirawat di RS? Takut

Kesimpulan:
An. S merasa takut ketika dirawat dirumah sakit.

X. AKTIVITAS SEHARI-HARI
A. Nutrisi
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Selera makan Baik Berkurang
2. Menu makan
3. Frekuensi makan Banyak Sedikit
4. Makanan pantangan
5. Pembatasan pola makan
6. Cara makan makan sendiri Disuapin
7. Ritual saat makan

Kesimpulan:
An. S sebelum sakit selera makan baik, namun ketika sakit mengalami penurunan. Kalo
makan biscuit atau cemilian biasanya An.S mau makan sendiri tapi ketika sakit An. Stidak
mau kecuali disuapin Ny. N.

B. Cairan
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Jenis minuman Air putih, susu, just Air Putih dan susu
2. Frekuensi minum Sering Sering dengan dipaksa
3. Kebutuhan cairan
4. Cara pemenuhan Minum sendiri Diminumkan
C. Eliminasi (BAB & BAK)
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
BAB (Buang Air Besar ) :
1. Tempat pembuangan
2. Frekuensi (waktu)
3. Konsistensi
4. Kesulitan
5. Obat pencahar
BAK (Buang Air Kecil) :
1. Tempat pembuangan
2. Frekwensi
3. Warna dan Bau
4. Volume
5. Kesulitan
Kesimpulan :
An. S tidak ada masalah yang mempengaruhi eleminasi (BAB & BAK), semuanya seperti
biasa

D. Istirahat tidur
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Jam tidur
- Siang Tidak tidur siang Tidak tidur

- Malam Tidur pada pukul 21.00 Tidur namun sering terjaga


sampai dengan pagi pukul
05.00

2. Pola tidur Teratur Berantakan

3. Kebiasaan sebelum - -

tidur
4. Kesulitan tidur Tidak ada Ada

Kesimpulan :
An. S mengalami gangguan pada saat tidur.

E. Personal Hygiene
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Mandi
- Cara Disiram Mandi dengan air hangat
- Frekuensi 2x 2x
- Alat mandi Ember dan sabun Ember dan sabun

2. Cuci rambut
- Frekuensi 2x 1x
- Cara Disiram menggunakan Disiram perlahan
gayung kecil menggunakan tangan
3. Gunting kuku Ketika terlihat panjang Ketika terlihat panjang
- Frekuensi dipotong dipotong
- Cara
4. Gosok gigi Tidak ada Tidak ada
- Frekuensi
- Cara

Kesimpulan :
An. S mandi seperti biasa sebelum sakit, namun pada saat sakit An. S mandi dengan air
hangat.

F. Aktifitas/Mobilitas Fisik
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Kegiatan sehari-hari Tidur, Makan, sekolah, Tidur, Makan
bermain
2. Pengaturan jadwal harian Tidak Ada Tidak Ada
3. Penggunaan alat Bantu Tidak Ada Tidak Ada
aktifitas
4. Kesulitan pergerakan tubuh Tidak Ada Tidak Ada

Kesimpulan :
An. S selama sakit hanya tinggal dirumah dan tidak sekolah dan beraktifitas lainnya.
XI. PEMERIKSAAN FISIK
A. Keadaan umum klien
Baik , Lemah √ , Sakit berat

B. Tanda-tanda vital
=Suhu : 37.3 derajat celcius
=Nadi : 119 x/menit
= Respirasi : 39 x/menit
Kesimpulan :
An. D demam

C. Antropometri
= Tinggi Badan : 114 cm
= Berat Badan : 20 kg
= Lingkar kepala : 50 cm
= Skin fold : Putih

Kesimpulan :
An. S mengalami penurunan berat badan ketika sakit

D. Sistem pernapasan
= Hidung : simetris , pernapasan cuping hidung √ secret  polip
sab
epistaksis
= Leher : pembesaran kelenjar tumor
= Dada
¤ Bentuk dada normal  ,barrel , pigeon chest
¤ Gerakan dada : simetris , terdapat retraksi √ , otot Bantu pernapasan √
¤ Suara napas : VF , Ronchi √ , Wheezing , Stridor , Rales
= Apakah ada Clubbing finger

F. Sistem Pencernaan

= Sklera : Ikterus/tidak, bibir : lembab , kering , pecah-pecah
labio skizis
= Kemampuan menelan : baik
=Gaster : kembung , nyeri gerakan peristaltic
= Abdomen :
= Hati : teraba lien Ginjal fae Ces
=Anus : lecet , haemoroid

i. Sistem indra
1. Mata
√ √ √
- Kelopak mata , bulu mata , alis
- Visus (gunakan Snellen chard)
- Lapang pandang
2. Hidung
- Penciuman √ , perih dihidung , trauma , mimisan
- Sekret yang menghalangi penciuman
3. Telinga
- Keadaan daun telinga √ , kanal auditoris : bersih √ , serumen

- Fungsi pendengaran : Baik


KESIMPULAN :
Tidak ada masalah pada system indra An. S

J. Sistem Integumen
= Rambut : Warna hitam bergelombang, Mudah dicabut tidak
= Kulit : Warna putih, temperatur hangat , kelembaban baik, bulu kulit sedikit
, erupsi tidak,tai lalat tidak ada
= Kuku : Warna putih , permukaan kuku baik, mudah patah tidak, kebersihan baik

K. Sistem Endokrin
= Kelenjar thyroid :Tidak teraba
= Ekskresi urine berlebihan Tidak , poldipsi Tidak , poliphagi Tidak

= Suhu tubuh yang tidak seimbang Tidak , keringat berlebihan Tidak


= Riwayat bekas air seni dikelilingi semut Tidak
KESIMPULAN :
Tidak ada masalah pada system endokrin An. S

L. Sistem Perkemihan
= Oedema palpebral Tidak , moon face Tidak , oedema anasarka Tidak
= Keadaan kandung kemih
= Nocturia Tidak , dysuria Tidak , kencing batu Tidak

KESIMPULAN :
Tidak ada masalah pada system perkemihan An. S
N. Sistem Imun
= Alergi (cuca Ada , debu ada , bulu binatang ada)
= Penyakit yang berhubungan dengan perubahan cuaca : flu Ada , urticaria, lain-lain
KESIMPULAN :
Ny. N mengatakan An.S mudah bersin-bersin dan batuk jika kedinginan dan didalam
ruangan yang berdebu.

XIII. TEST DIAGNOSTIK


= Laboratorium Tidak ada
= Foto Rotgen Tidak ada
= CT Scan Tidak ada
= MRI, USG, EEG, ECG dll Tidak ada

IV. Terapi saat ini (ditulis dengan rinci)


1. Fisioterapi dada;
2. Teknik nafas dalam;
3. Teknis batuk efektif
ANALISA DATA
Inisial klien :An. S
Ruangan : Keluarga
Umur :6,5 tahun

MASALAH/ DIAGNOSA
DATA (DS & DO)
KEPRAWATAN
DS: Bersihan jalan nafas tidak
Ny. N mengatakan An. S demam sejak 1 hari efektifberhubungan dengan bronkus
yang lalu disertai batuk-batuk spasme, peningkatan produksi mukus,
DO: mukus bertahan tebal dan kental,
Keadaan Umum : An. S batuk dan kulit teraba penurunan energi/kelemahan untuk
panas batuk
TTV:
- Suhu : 37.3 derajat celcius
- Nadi : 119 x/menit
- Respirasi : 39 x/menit

DS:
Ny. N mengatakan An. S sering bersin-bersin, dan
batuk
DO:
Ketidakefektifan pola napas
Keadaan Umum : An. S gelisah dan batuk-batuk
berhubungan dengan penurunan
TTV:
ekspansi paru
- Suhu : 37.3 derajat celcius
- Nadi : 119 x/menit
- Respirasi : 39 x/menit

DS:
Ny. K mengatakan An. S tidak mau makan, sekali
makan hanya sedikit
DO:
Keadaan Umum : An. S lemas, dan menolak Perubahan nutrisi kurang dari
makan kebutuhan tubuh berhub dengan
anoreksia, mukus bertambah
TTV:
- Suhu : 37.1 derajat celcius
- Nadi : 121 x/menit
- Respirasi : 48 x/meni

PRIORITAS MASALAH/DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Bersihan jalan nafas tidak efektifberhubungan dengan bronkus spasme, peningkatan


produksi mukus, mukus bertahan tebal dan kental, penurunan energi/kelemahan untuk
batuk

2. Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan penurunan ekspansi paru

3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhub dengan anoreksia, mukus
bertambah
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN

Inisial Klien : An.S


Diagnose Medis : Asma
Ruangan : Keluarga
Tanggal : 2 Maret 2021

Diagnosa
Tujuan Rencana Tindakan
keperawatan
Bersihan jalan nafas Setelah dilakukan tindakan 1. Kaji frekuensi kedalaman
tidak efektif keperawatan selama 5x24 jam pernafasan dan ekspansi
berhubungan dengan jalan nafas menjadi efektif dada
bronkus spasme, Kriteria hasil : 2. Kaji pernafasan termasuk
- Tanda-tanda vital
peningkatan produksi penggunaan otot bantu
(TTV) dalam batas
mukus, mukus bertahan normal pernafasan. Kecepatan
tebal dan kental, - Sekresi dapat biasanya mencapai
penurunan diluluhkan kedalaman pernafasan
- Bunyi nafas terdengar
energi/kelemahan bersih bervariasi tergantung
untuk batuk derajat gagal nafas.
3. Auskultasi bunyi nafas
yang menyertai obstruksi
jalan nafas atau kegagalan
pernafasan.
4. Observasi pola batuk dan
karakter sekret.
5. Dorong/bantu klien dalam
nafas dan latihan
batuk.Untuk dapat
meningkatkan/banyaknya
sputum dimana gangguan
ventilasi dan ditambah
ketidaknyaman upaya
bernafas.
6. Berikan uap air panas
tambahan bertujuan
memaksimalkan bernafas
dan menurunkan kerja
nafas, memberikan
kelembaban pada
membran mukosa dan
membantu pengenceran
secret

Ketidakefektifan pola Setelah dilakukan tindakan 1. Auskultasi bunyi nafas


napas berhubungan keperawatan selama 5x24 jam untuk mengetahui derajat
dengan penurunan pola nafas menjadi efektif spasme
ekspansi paru 2. Kaji pantau frekuensi
Kriteria hasil : pernafasan
1. Pola napas efektif.
3. Catat adanya penggunaan
2. Klien tidak sesak lagi
otot bantu .
4. Kaji pasien untuk posisi
yang nyaman untuk
bernafas. Pasien dengan
distress pernafasan akan
mencari posisi yang
nyaman dan mudah untuk
bernafas, membantu
menurunkan kelemahan
otot dan mempermudah
ekspansi dada

Perubahan nutrisi Setelah dilakukan tindakan 1. Kaji kebiasaan makan,


kurang dari keperawatan selama 5x24 jam masukan makanan, catat
kebutuhan tubuh kebutuhan nutrisi terpenuhi deraja kesulitan makan,
berhub dengan Kriteria hasil : evaluasi BB.
1. Menunjukan peningkatan
anoreksia, mukus 2. Avskultasi bunyi usus.
BB
bertambah 2. Menunjukan perilaku / 3. Berikan perawatan oral
perubahan pada hidup
sering, buang sekret.
untuk meningkatkan dan /
mempertahankan berat 4. Dorong periode istirahat, 1
yang ideal
jam sebelum dan sesudah
makan
5. Berikan makan porsi kecil
tapi sering.
6. Hindari makanan
penghasil gas dan
minuman karbonat.
7. Hindari maknan yang
sangat panas / dingin.
8. Timbang BB sesuai
induikasi.
CATATAN KEPERAWATAN
Inisial Klien : An. S
Ruangan : Keluarga
Hari ke-1
Tanggal /
hari/ No.Dx Implementasi Evaluasi Paraf
waktu
Senin, 1 1. Mengkaji TTV S : Ny. N mengatakan An. Ratu
2 Maret 2. Melakukan kompres air panas, dan S demam dan batuk-batuk
2021 kolaborasi dalam pemberian obat sejak kemarin
3. Mengkaji frekuensi kedalaman
pernafasan dan ekspansi dada O : Suhu 37,5 derajat
4. Mengkaji pernafasan termasuk celcius, kuliat teraba
penggunaan otot bantu pernafasan. hangat, bunyi nafas mengi
Kecepatan biasanya mencapai
kedalaman pernafasan bervariasi A :Masalah belum teratasi
tergantung derajat gagal nafas.
5. Mengkaji Auskultasi bunyi nafas P : Lanjutkan intervensi
dan catat adanya bunyi nafas seperti - Monitor TTV
krekels, wheezing. Ronchidan - Berikan kompres
wheezing menyertai obstruksi jalan hangat
nafas atau kegagalan pernafasan. - Mandikan dengan
6. Mengkaji Observasi pola batuk dan air hangat
karakter sekret. Kongesti alveolar - Mengajarkan
mengakibatkan batuk sering/iritasi. teknik batuk
7. Mendorong/bantu pasien dalam efektif
nafas dan latihan batuk.Untuk dapat - Memberikan uap
meningkatkan/banyaknya sputum air panas
dimana gangguan ventilasi dan - Kolaborasi dalam
ditambah ketidaknyaman upaya pemberian obat
bernafas.
8. Memberikan uap air panas
tambahan bertujuan
memaksimalkan bernafas dan
menurunkan kerja nafas,
memberikan kelembabanpada
membran mukosa dan membantu
pengenceran secret

2 1. Mengauskultasi bunyi nafas untuk S : Ny. N mengatakan An. Ratu


mengetahui derajat spasme S masih sering terbangun
2. Mengkaji frekuensi pernafasan dimalam hari karena batuk
3. Mengkaji ansietas, distres
pernafasan, penggunaan otot bantu . O : An. S gelisah dan
Disfungsi pernafasan batuk
4. Mengkaji pasien untuk posisi yang
nyaman untuk bernafas. Pasien A :Masalah belum teratasi
dengan distress pernafasan akan
mencari posisi yang nyaman dan P : Lanjutkan intervensi
mudah untuk bernafas, membantu - Mandikan dengan
menurunkan kelemahan otot dan air hangat
mempermudah ekspansi dada - Berikan terapi
inhalasi dengan
uap air panas
- Berjemur dibawah
sinar matahari pagi
- Ajarkan teknis
pernafasan dalam

3 1. Berikan perawatan oral sering, buang S : Ny. K mengatakan An. Ratu


sekret. S masih susah makan
2. Dorong periode istirahat, 1 jam
sebelum dan sesudah makan O : An.S masih lemas, dan
3. Berikan makan porsi kecil tapi hanya sedikit makan itu
sering. pun dibujuk Ny. N
4. Hindari makanan penghasil gas dan
minuman karbonat. A :Masalah belum teratasi
5. Hindari maknan yang sangat panas /
dingin. P : Lanjutkan intervensi
6. Timbang BB sesuai induikasi. - Monitor Berat
badan
- Monitor
pemberian cairan,
dan asupan
makana
- Berikan makan
porsi kecil tapi
sering

Hari Ke-2
Tanggal / No.D
Implementasi Evaluasi Paraf
hari/ waktu x
Rabu, 1 1. Mengkaji TTV S : Ny. K mengatakan Ratu
3 Maret 2. Melakukan kompres air panas, dan An. N masih demam dan
2021 kolaborasi dalam pemberian obat batuk, sesekali sesak
3. Mengkaji frekuensi kedalaman nafas
pernafasan dan ekspansi dada
4. Mengkaji pernafasan termasuk O : Suhu 37 derajat
penggunaan otot bantu pernafasan. celcius, kuliat teraba
Kecepatan biasanya mencapai hangat
kedalaman pernafasan bervariasi
tergantung derajat gagal nafas. A :Masalah belum
5. Mengkaji Auskultasi bunyi nafas dan teratasi
catat adanya bunyi nafas
6. Mengkaji Observasi pola batuk dan
karakter sekret. Kongesti alveolar P : Lanjutkan intervensi
mengakibatkan batuk sering/iritasi. - Monitor TTV
7. Mendorong/bantu klien dalam nafas - Berikan kompres
dan latihan batuk.Untuk dapat hangat
meningkatkan/banyaknya sputum - Mandikan dengan
dimana gangguan ventilasi dan air hangat
ditambah ketidaknyaman upaya - Mengajarkan
bernafas. teknik batuk
8. Memberikan uap air panas tambahan efektif dan nafas
bertujuan memaksimalkan bernafas dalam
dan menurunkan kerja nafas, - Memberikan uap
memberikan kelembabanpada air panas
membran mukosa dan membantu - Kolaborasi dalam
pengenceran secret pemberian obat

2 1. Mengauskultasi bunyi nafas untuk S : Ny. N mengatakan Ratu


mengetahui derajat spasme An. S masih sering
2. Mengkaji frekuensi pernafasan terbangun dimalam hari
3. Mengkaji ansietas, distres pernafasan, karena batuk
penggunaan otot bantu . Disfungsi
pernafasan O : An. S gelisah dan
4. Mengkaji pasien untuk posisi yang batuk
nyaman untuk bernafas. Pasien
dengan distress pernafasan akan A :Masalah belum
mencari posisi yang nyaman dan teratasi
mudah untuk bernafas, membantu
menurunkan kelemahan otot dan P : Lanjutkan intervensi
mempermudah ekspansi dada - Mandikan dengan
air hangat
- Berikan terapi
inhalasi dengan
uap air panas
- Berjemur
dibawah sinar
matahari pagi
- Ajarkan teknis
pernafasan dalam
- Kolaborsi dalam
pemberian obat

3 1. Berikan perawatan oral sering, buang S : Ny. K mengatakan Ratu


sekret. An. S masih susah makan
2. Dorong periode istirahat, 1 jam sebelum
dan sesudah makan
O : An.S masih lemas,
3. Berikan makan porsi kecil tapi sering.
dan hanya sedikit makan,
4. Hindari makanan penghasil gas dan
paling An. S makan
minuman karbonat.
biskuit
5. Hindari maknan yang sangat panas /
dingin. A :Masalah belum
6. Timbang BB sesuai induikasi. teratasi

P : Lanjutkan intervensi
- Monitor Berat
badan
- Monitor
pemberian cairan,
dan asupan
makana
- Berikan makan
porsi kecil tapi
sering

Hari Ke-3
Tanggal / No.D
Implementasi Evaluasi Paraf
hari/ waktu x
Kamis, 1 1. Mengkaji TTV S : Ny. N mengatakan Ratu
4 Maret 2. Melakukan kompres air panas, dan An. S sudah tidak
2021 kolaborasi dalam pemberian obat demam, namun masih
3. Mengkaji frekuensi kedalaman batuk, dan sesak nafas
pernafasan dan ekspansi dada
4. Mengkaji pernafasan termasuk O : Suhu 36,4 derajat
penggunaan otot bantu pernafasan. celcius, kuliat tidak
Kecepatan biasanya mencapai teraba hangat
kedalaman pernafasan bervariasi A :Masalah teratasi
tergantung derajat gagal nafas. sebagian, lanjutkan
5. Mengkaji Auskultasi bunyi nafas dan intervensi
catat adanya bunyi nafas menyertai
obstruksi jalan nafas atau kegagalan P : Lanjutkan intervensi
pernafasan. - Monitor TTV
6. Mengkaji Observasi pola batuk dan - Mengajarkan
karakter sekret. teknik batuk
7. Mendorong/bantu pasien dalam nafas efektif dan
dan latihan batuk.Untuk dapat pernafasan dalam
meningkatkan/banyaknya sputum - Mengajarkan fisio
dimana gangguan ventilasi dan terapi dada
ditambah ketidaknyaman upaya - Kolaborasi dalam
bernafas. pemberian obat
8. Memberikan uap air panas tambahan
bertujuan memaksimalkan bernafas
dan menurunkan kerja nafas,
memberikan kelembaban pada
membran mukosa dan membantu
pengenceran secret

2 1. Mengauskultasi bunyi nafas untuk S : Ny. N mengatakan Ratu


mengetahui derajat spasme An. S sesekali bangun
2. Mengkaji frekuensi pernafasan dimalam hari karena
3. Mengkaji ansietas, distres pernafasan, batuk
penggunaan otot bantu . Disfungsi
pernafasan
O : An. S masih batuk
4. Mengkaji pasien untuk posisi yang
nyaman untuk bernafas. Pasien dengan
distress pernafasan akan mencari posisi A :Masalah belum
yang nyaman dan mudah untuk bernafas, teratasi
membantu menurunkan kelemahan otot
dan mempermudah ekspansi dada
P : Lanjutkan intervensi
- Mandikan dengan
air hangat
- Berikan terapi
inhalasi dengan
uap air panas
- Berjemur
dibawah sinar
matahari pagi
- Ajarkan teknis
pernafasan dalam

3 1. Berikan perawatan oral sering, buang S : Ny. K mengatakan Ratu


sekret. An. S sudah mau makan,
2. Dorong periode istirahat, 1 jam walau masih sedikit
sebelum dan sesudah makan
3. Berikan makan porsi kecil tapi sering. O : An.S masih lemas,
4. Hindari makanan penghasil gas dan dan sudah mau makan
minuman karbonat. walau masih sedikit
5. Hindari maknan yang sangat panas /
dingin. A :Masalah belum
6. Timbang BB sesuai induikasi. teratasi

P : Lanjutkan intervensi
- Monitor Berat
badan
- Monitor
pemberian cairan,
dan asupan
makana
- Berikan makan porsi
kecil tapi sering

Hari Ke-4
Tanggal / No.D
Implementasi Evaluasi Paraf
hari/ waktu x
Jumat, 1 1. Mengkaji TTV S : Ny. N mengatakan Ratu
5 Maret 2. Mengkaji frekuensi kedalaman pernafasan An. S masih batuk, tapi
2021 dan ekspansi dada sudah tidak sesak nafas
3. Mengkaji pernafasan termasuk penggunaan
otot bantu pernafasan.
O : An. S masih batuk
4. Mengkaji Auskultasi bunyi nafas
namun tidak sesak nafas
5. Mengkaji Observasi pola batuk dan karakter
sekret.
A :Masalah teratasi
6. Mendorong/bantu pasien dalam nafas dan
latihan batuk.Untuk dapat sebagian, lanjutkan
meningkatkan/banyaknya sputum dimana intervensi
gangguan ventilasi dan ditambah
ketidaknyaman upaya bernafas.
P : Lanjutkan intervensi
7. Memberikan uap air panas tambahan - Monitor TTV
bertujuan memaksimalkan bernafas dan - Mandikan dengan
menurunkan kerja nafas, memberikan
air hangat
kelembaban pada membran mukosa dan
- Mengajarkan
membantu pengenceran sekret
teknik batuk
efektif dan nafas
dalam
- Mengajarkan fisio
terapi dada
- Kolaborasi dalam
pemberian obat

2 1. Mengauskultasi bunyi nafas untuk S : Ny. N mengatakan Ratu


mengetahui derajat spasme An. S masih batuk
2. Mengkaji frekuensi pernafasan
3. Mengkaji penggunaan otot bantu . O : An. S batuk sesekali
Disfungsi pernafasan
4. Mengkaji pasien untuk posisi yang A :Masalah teratasi
nyaman untuk bernafas. Pasien sebagian
dengan distress pernafasan akan
mencari posisi yang nyaman dan P : Lanjutkan intervensi
mudah untuk bernafas, membantu - Mandikan dengan
menurunkan kelemahan otot dan air hangat
mempermudah ekspansi dada - Berikan terapi
inhalasi dengan
uap air panas
- Berjemur
dibawah sinar
matahari pagi
- Ajarkan teknis
pernafasan dalam
dan batuk efektif

3 1. Berikan perawatan oral sering, buang sekret. S : Ny. N mengatakan


2. Dorong periode istirahat, 1 jam sebelum dan An. S sudah mau makan
sesudah makan
3. Berikan makan porsi kecil tapi sering. O : An.S makan dan
4. Hindari makanan penghasil gas dan minuman sudah mulai mau
karbonat. mengemil
5. Hindari maknan yang sangat panas / dingin.
6. Timbang BB sesuai induikasi. A :Masalah teratasi
sebagian

P : Lanjutkan intervensi
- Monitor Berat
badan
- Monitor
pemberian cairan,
dan asupan
makana
- Berikan makan porsi
kecil tapi sering
Hari ke-5
Tanggal / No.D
Implementasi Evaluasi Paraf
hari/ waktu x
Sabtu, 1 1. Mengkaji TTV S : Ny. N mengatakan Ratu
6 Maret 2. Melakukan kolaborasi dalam An. S sudah tidak batuk
2021 pemberian obat dan sudah tidak sesak
3. Mengkaji frekuensi kedalaman pernafasan nafas
dan ekspansi dada
4. Mengkaji pernafasan termasuk penggunaan O : An. S sudah tidak
otot bantu pernafasan.
batuk, dan nafas normal
5. Mengkaji Auskultasi bunyi nafas yang
A :Masalah teratasi
menyertai obstruksi jalan nafas atau
kegagalan pernafasan.
6. Mengkaji Observasi pola batuk dan karakter P : Hentikan intervensi
sekret.
7. Mendorong/bantu pasien dalam nafas dan
latihan batuk.Untuk dapat
meningkatkan/banyaknya sputum dimana
gangguan ventilasi dan ditambah
ketidaknyaman upaya bernafas.
8. Memberikan uap air panas tambahan
bertujuan memaksimalkan bernafas dan
menurunkan kerja nafas, memberikan
kelembabanpada membran mukosa dan
membantu pengenceran sekret

2 1. Mengauskultasi bunyi nafas untuk S : Ny. N mengatakan Ratu


mengetahui derajat spasme An. S sudah tidak sesak
2. Mengkaji frekuensi pernafasan nafas dan tidak batuk
3. mengkaji penggunaan otot bantu dan
disfungsi pernafasan
O : An. S bernafas
4. Mengkaji pasien untuk posisi yang nyaman
seperti biasa
untuk bernafas.

A :Masalah teratasi

P : Hentikan intervensi
3 1. Berikan perawatan oral sering, buang sekret. S : Ny. N mengatakan
An. S sudah mau makan
2. Dorong periode istirahat, 1 jam sebelum dan
sesudah makan O : An.S sudah makan
3. Berikan makan porsi kecil tapi sering. dan mengemil seperti
4. Hindari makanan penghasil gas dan minuman biasa
karbonat.
5. Hindari maknan yang sangat panas / dingin.
A :Masalah teratasi
6. Timbang BB sesuai induikasi.

P : Hentikan intervensi