Anda di halaman 1dari 7

TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA DENGAN ANAK REMAJA

A. Definisi
Remaja atau adolescence berasal dari kata latin yaitu adolescene yang berarti tumbuh
kearah kematangan fisik, sosial, dan psikologis (Sarwono, 2012). Pada umumnya remaja
didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa anak-anak menuju ke masa dewasa yang
terjadi pada usia 12 tahun hingga 21 tahun (Dewi, 2012). Menurut Piaget, secara
psikologis masa remaja merupakan masa individu tidak lagi merasa berada di bawah
tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan masa remaja merupakan masa individu
berintegrasi dengan masyarakat dewasa dan berada pada tingkatan yang sama (Hanifah,
2013).
Remaja merupakan masa peralihan atau masa transisi dari masa anak-anak menuju ke
masa dewasa yang berlangsung pada usia 12 tahun hingga 21 tahun dengan adanya
perubahan fisik, sosial, dan psikologis, dimana secara psikologis remaja mulai
berintegrasi dengan masyarakat dewasa dan berada pada tingkatan yang sama.
Remaja merupakan salah satu tahap perkembangan manusia yang memiliki karakteristik
yang berbeda bila dibandingkan dengan tahap perkembangan lainnya, karena pada
tahap ini seseorang mengalami peralihan dari masa anakanak ke dewasa. Masa remaja
adalah masa dimana terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Karakteristik
psikososial remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini sering
menimbulkan masalah pada diri remaja. Transisi dari masa anak-anak dimana selain
meningkatnya kesadaran diri (self consciousness) terjadi juga perubahan secara fisik,
kognitif, sosial, maupun emosional pada remaja sehingga remaja cenderung mengalami
perubahan emosi ke arah yang negatif menjadi mudah marah, tersinggung bahkan
agresif. Perubahan-perubahan karakteristik pada masa remaja tersebut, ditambah
dengan faktor-faktor eksternal seperti kemiskinan, pola asuh yang tidak efektif dan
gangguan mental pada orang tua diprediksi sebagai penyebab timbulnya
masalahmasalah remaja (Pianta, 2005 dalam Santrock, 2007).

B. Batasan
Berdasarkan teori tahapan perkembangan individu menurut Erickson dari masa bayi hingga
masa tua, masa remaja dibagi menjadi tiga tahapan yaitu remaja awal, remaja pertengahan,
serta remaja akhir. Rentang usia remaja awal pada perempuan yaitu 13-15 tahun dan pada laki-
laki yaitu 15-17 tahun. Rentang usia remaja pertengahan pada perempuan yaitu 15-18 tahun
dan pada laki-laki yaitu 17-19 tahun. Sedangkan rentang usia remaja akhir pada perempuan
yaitu 18-21 tahun dan pada laki-laki 19-21 tahun (Thalib, 2010). Berdasarkan survei tahun 2002
mengenai perilaku berisiko yang memiliki dampak pada kesehatan reproduksi remaja terdapat
bahwa remaja yang tercakup adalah mereka yang berusia 10-24 tahun (Maryatun, 2013).

C. Karakteristik
Berikut adalah karakteristik dari remaja:

1. Hubungan dengan Teman Sebaya

Teman sebaya adalah teman seumuran. Jean Piaget dan Harry Stack Sullivan menyarankan agar
anak-anak dan remaja dilihat melalui interaksi timbal balik dan teman sebaya melalui teman
sebaya.

Mereka juga belajar untuk memonitor dan mengkaji ulang ulasan sehingga mereka dapat lebih
mudah diintegrasikan ke dalam kegiatan saudara kandung yang sedang berlangsung. Sullivan
percaya bahwa teman memainkan peran penting dalam membentuk kesejahteraan anak-anak
dan remaja.

Mengenai kesejahteraan, ia menjelaskan bahwa semua orang memiliki sejumlah kebutuhan


sosial dasar, termasuk kebutuhan kasih sayang, teman yang menyenangkan, penerimaan sosial,
keintiman, dan hubungan seksual.

2. Hubungan dengan Orangtua

Masa remaja adalah masa ketika konflik dengan orang tua meningkat melampaui masa kanak-
kanak. Peningkatan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk perubahan biologis
pada masa remaja, perubahan kognitif, termasuk peningkatan idealisme dan pemikiran,
perubahan sosial yang fokus pada identitas, perubahan kearifan orang tua, dan harapan yang
dirugikan oleh orang tua. .

Collins menyimpulkan bahwa banyak orang tua melihat perubahan masa remajanya dari
seorang anak yang selalu menjadi seseorang yang tidak mematuhi dan menentang orang tua
mereka.

Dalam hal ini, orang tua biasanya mencoba untuk mengendalikan diri mereka sendiri dan
memberikan tekanan lebih pada remaja untuk mengikuti instruksi orang tua mereka.
Berdasarkan penjelasan tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa karakteristik remaja atau
proses perkembangan remaja meliputi masa transisi biologis yaitu pertumbuhan dan
perkembangan fisik.

Transisi kognitif adalah perkembangan kognitif remaja di lingkungan sosial serta proses sosial
dan emosional. Yang terakhir adalah fase transisi sosial, yang mencakup hubungan dengan
orang tua, teman sebaya dan masyarakat sekitar.

3. Ketidakstabilan Emosi

Emosi yang tidak stabil dan kecenderungan untuk berubah adalah karakteristik utama yang
terjadi pada remaja. Secara umum, kaum muda memiliki perubahan emosi yang lebih stabil
daripada wanita, yang hanya memengaruhi ego dan temperamen.

Berbeda dengan wanita yang memprioritaskan perasaan mereka. Dalam hal ini, orang tua
memainkan peran penting dalam melindungi emosi anak-anak mereka. Orang tua yang
bertindak sebagai atasan dan teman dapat mengarahkan dan mengurangi emosi yang telah
memuncak.

4. Perasaan Kekosongan Hidup

Merasa kekosongan hidup adalah batu loncatan untuk melarikan diri dari kehidupan
sebelumnya, di mana hanya anak-anak yang dari waktu ke waktu selalu ditampung dan dijaga
oleh orang tua mereka dan memiliki keinginan sendiri.

Dalam hal ini, remaja menyingkirkan pendidikan orang tua mereka dan terbuka terhadap
pengaruh lain, baik dan buruk, yang dapat mereka pilih berdasarkan keinginan emosional
mereka. Mereka akan berusaha menunjukkan kemandirian mereka dari orang tua dan orang
dewasa lainnya.

Kita tahu pasti bahwa banyak remaja mengikuti mode terbaru, baik dari luar maupun dalam
negeri. Meskipun banyak dari mereka hanya meniru gaya idola mereka untuk meniru mereka
atau hanya untuk mencapai status sosial dalam hubungan. Seperti cermin yang mengikuti
segalanya, baik atau buruk.

5. Kegelisahan

Kondisi cemas membanjiri remaja, banyak hal yang diinginkan, tetapi remaja tidak bisa
memuaskan semuanya. Banyak mimpi muncul ketika keinginan rasional atau irasional, tidak
terpenuhi menyebabkan ketakutan muda. Contoh paling umum dari hal ini adalah
meningkatnya permintaan akan barang-barang seperti ponsel, tas, sepeda motor dan lainnya.

Peran orang tua dalam hal ini adalah membatasi pemenuhan keinginan anak-anak mereka dan
hanya menyediakannya bila perlu. Sehingga orang muda tidak merasa tertekan atau tidak
diobati oleh orang tua mereka.
6. Senang Bereksperimen

Eksplorasi dapat didefinisikan sebagai minat individu dalam menemukan identitas melalui nilai-
nilai, kepercayaan, tujuan, dan proses eksplorasi menunjukkan eksperimen dengan berbagai
aturan, rencana, dan ideologi sosial. Setiap orang akan senang mencoba hal-hal baru, bahkan
mereka yang cenderung melakukan hal-hal baru.

Misalnya, ada keinginan untuk menjelajahi daerah sekitarnya seperti gunung atau hanya
tempat wisata. Contoh negatif dalam bentuk hubungan tidak sehat yang meliputi rokok,
narkoba, atau barang ilegal lainnya.

Peran agama sangat penting di sini untuk menghindari penyimpangan dalam bentuk materi
atau moral. Agama bisa menjadi batasan yang baik karena tidak hanya mengajarkan ibadah
tetapi juga mengajarkan Anda untuk menjalani kehidupan yang baik.

7. Mempunyai Banyak Imajinasi

Siapa yang tidak pernah membayangkannya, menginginkan sesuatu, atau hanya bercanda?
Misalnya, bayangkan Anda adalah orang yang luar biasa atau bayangkan karakter sebagai
kartun. Bayangannya adalah Anda mendapatkan uang dari surga atau hak-hak membual
lainnya.

Orang-orang muda sangat suka berfantasi tentang pemikiran mereka, membayangkan hidup
apa yang akan mereka miliki selanjutnya atau memikirkan sesuatu yang lain. Ini masih bisa
ditoleransi jika itu masuk akal dan tidak mempengaruhi kesehatan mental remaja.

8. Kecenderungan Membentuk Kegiatan kelompok

Tentu saja, beberapa dari Anda telah membentuk geng di sekolah atau desa Anda. Bersama dan
kebanggaan luar biasa menjadi fitur khusus di setiap kelompok yang dibuat oleh remaja pada
umumnya.

Tidak jarang kerja sama dan kebanggaan yang berlebihan menjadi penyebab perilaku negatif di
kalangan remaja. Misalnya, bahkan karena lelucon yang tidak jelas, Tawuran dapat
menyebabkan bentrokan berbahaya antara kelompok remaja.

Perilaku penipuan curang untuk mempertahankan “soliditas” yang sedang dibangun. Tetapi jika
dilakukan dengan benar, itu akan memberikan dorongan moral kepada remaja lainnya.

D. Tugas perkembangan keluarga dengan anak dewasa


Havigurst mendefinisikan tugas perkembangan merupakan tugas yang muncul sekitar satu
periode tertentu pada kehidupan individu, jika individu berhasil melewati periode tersebut
maka akan menimbulkan fase bahagia serta membawa keberhasilan dalam melaksanakan
tugas-tugas perkembangan selanjutnya (Muhammad Ali, 2011). Namun jika individu gagal
melewati periode tersebut maka tak jarang akan terjebak dalam perkembangan psikis yang
tidak sehat, salah satunya kenakalan remaja (Syafitri, 2015). Adapun tugas-tugas perkembangan
remaja menurut Havigurst adalah sebagai berikut:
a. Mampu menerima keadaan fisiknya.
b. Mampu memahami dan menerima peran seks usia dewasa.
c. Mampu membina hubungan baik dengan anggota kelompok yang berlainan jenis.
d. Mencapai kemandirian emosional.
e. Mencapai kemandirian ekonomi.
f. Mengembangkan konsep dan keterampilan intelektual yang sangat diperlukan untuk
melakukan peran sebagai anggota masyarakat.
g. Memahami dan menginternalisasikan nilai-nilai orang dewasa dan orang tua.
h. Mengembangkan perilaku tanggung jawab sosial yang diperlukan untuk memasuki dunia
dewasa.
i. Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan.
j. Memahami dan mempersiapkan berbagai tanggung jawab kehidupan keluarga (Muhammad
Ali, 2011).

E. Masalah Kesehatan
1. Anemia
Anemia terjadi karena kurangnya asupan zat besi dalam makanan dan minuman sehari-
hari. " Kalau sudah seperti ini, bisa akibatkan penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi,
kebugaran, dan produktivitas,” ujar Robert dalam Seminar Kesehatan dan Gizi Remaja.
Secara khusus, anemia yang dialami remaja perempuan berdampak lebih serius
dibanding laki-laki, karena mengingat mereka adalah calon ibu. Jika hal ini tidak diatasi,
maka akan memperbesar risiko kematian ibu melahirkan, bayi lahir prematur, dan berat
bayi lahir rendah. Berikan daging merah, sayuran hijau, dan produk-produk yang
mengandung zat besi sebagai asupan harian anak remaja
2. Stunting
Merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang
dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan
kebutuhan gizi. Stunting dapat menimbulkan diabetes melitus, jantung koroner,
hipertensi, dan obesitas.
3. Kurus atau kurang energi kronis (KEK)
Penyebab dari masalah ini bisa karena pola asupan yang salah, takut gemuk, dan diet
tidak sehat. “ Kalau sudah terkena KEK, maka bisa menimbulkan berbagai penyakit
infeksi. Oleh karena itu, harus mengonsumsi makanan bergizi seimbang,” ujar Robert.
4. Obesitas
Robert memaparkan bahwa menurut Global Health Survey 2015 penyebab obesitas
antara lain karena pola makan remaja yang buruk. Seperti jarang sarapan, kurang
mengonsumsi makanan berserat, sering mengonsumsi makanan penyedap, serta kurang
beraktivitas. Hal ini mengakibatkan risiko seseorang menjadi kegemukan, bahkan
obesitas.
Obesitas kerap dialami oleh anak usia remaja. Konsekuensi kesehatan dari obesitas pada
anak remaja cukup serius, yaitu diabetes tipe 2, penyakit jantung, asma, dan penyakit hati.
Selain itu, obesitas juga bisa menyebabkan masalah psikologis termasuk kecemasan,
depresi, gangguan kepercayaan diri, dan intimidasi. Faktor yang bisa sebabkan kenaikan
berat badan berlebih pada remaja adalah mengonsumsi makanan dan minuman berkalori
tinggi, bergizi rendah, serta kurang aktivitas fisik.
5. Kecanduan Rokok
Sebagian besar orang yang merokok melakukannya ketika mereka masih remaja. Masa remaja
menjadi ajang untuk coba-coba yang pada akhirnya jadi kecanduan. Bahaya merokok di usia
remaja dapat menyebabkan gangguan paru-paru dan fungsi organ tubuh lainnya terjadi lebih
dini. 
6. . Diabetes
Siapa bilang diabetes hanya menyerang orang dewasa? Nyatanya saat ini diabetes rentan
dialami remaja. Apalagi dengan gaya hidup mereka yang kerap mengonsumsi minuman manis
dan makanan cepat saji. Kebiasaan remaja yang lebih gemar bermain game dibandingkan
berolahraga fisik dapat mengakibatkan berbagai penyakit serius, salah satunya diabetes. 
F. Intervensi Keperawatan
Dalam pemberian asuhan keperawatan kesehatan keluarga, ada beberapa peranan yang
dapat dilakukan oleh perawat antara lain adalah :
a. Pengenal kesehatan (health monitor) Perawat membantu keluarga untuk mengenal
penyimpangan dari keadaan normal tentang kesehatannya dengan menganalisa data
secara objektif serta membuat keluarga sadar akan akibat masalah dalam
perkembangan keluarga.
b. Pemberian pelayanan pada anggota keluarga yang sakit, dengan memberikan asuhan
keperawatan kepada anggota keluarga yang sakit
c. Koordinator pelayanan kesehatan dan keperawatan kesehatan keluarga, yaitu
berperan dalam mengkoordinir pelayanan kesehatan keluaraga baik secara
berkelompok maupun individu.
d. Fasilitator, yaitu dengan cara menjadikan pelayanan kesehatan itu mudah dijangkau
oleh keluarga dan membantu mencarikan jalan pemecahannya.
e. Pendidik kesehatan, yaitu merubah perilaku keluarga dan perilaku tidak sehat
menjadi perilaku sehat.
f. Penyuluh dan konsultan, yang berperan dalam memberikan petunjuk tentang asuhan
keperawatan dasar dalam keluarga.
Dalam memberikan asuhan keperawatan terhadap keluarga perawat tidak dapat
bekerja sendiri, melainkan bekerja sama secara tim dan bekerja sama dengan profesi
lain untuk mencapai asuhan keperawatan keluarga dengan baik.