Anda di halaman 1dari 3

PENDALAMANMATERI

(LembarKerjaResume Modul)

A. JudulModul : AL-ASMA AL-HUSNA: Allah, al-Rahma,al-Rahim, dan


al-Malik
B. Kegiatan Belajar : 1 (KB 1/2/3/4)

C. Refleksi

NO BUTIR REFLEKSI RESPON/JAWABAN


1. Pengertian Al-Asma Al-Husna
Al Asma al-Husna secara bahasa terdiri dari dua suku kata
yaitu al-asma dan al-husna. Kata asma merupakan bentuk
jamak dari mufrad(tunggal) ism yang berarti nama diri,
sedangkan al-husna berarti yang paling bagus, baik,cantik,
jadi secara bahasa al-asma al-husna berarti nama-nama
yang terbaik. Atabik Ali dan Zuhdi Muhdlor dalam kamus
kontemporer Arab Indonesia mengartikan al-asma al-husna
dengan nama-nama Allah yang berjumlah 99.
2. Konsep Al-Asma al Husna Tentang Allah
Sebagian ulama Islam berpendapat bahwa kata Allah (‫)الله‬
berasal dari kata al-Ilāh. Kata al-Ilāh (‫ ) إله‬berarti
menyembah (‫) عبد‬. Kata al-Ilāh juga dapat diderivasi dari
kata alih (‫ ) أله‬yang berarti ketenangan (‫) سكن‬, kekhawatiran
(‫ ) فزع‬dan rasa cinta yang mendalam (‫) ولع‬. Ketiga makna
kata alih (‫ ) أله‬mengarah kepada makna keharusan untuk
Peta Konsep(Beberapa tunduk dan mengagungkan
1 istilah dan definisi) di modul Konsep Tuhan dalam Islam bersifat Esa, merupakan
bidang studi keunikan dan final sesuai dengan Pancasila, yang tidak
sama dengan konsep Tuhan dalam agama-agama lain,
seperti; Kristen, Yahudi, Hindu, Budha, Konghucu,
meskipun sama-sama meyakini Ketuhanan. Hal tersebut
juga berbeda dengan konsep Tuhan dalam tradisi filsafat
Yunani maupun dengan tradisi mistik Timur dan Barat.
Istilah nama Allah sebagai nama Tuhan, sangat jelas identik
dengan konsep ketuhanan dalam Islam. Tidak ada agama
lain, kecuali Islam yang tegas dan jelas serta sepakat
menggunakan nama Lafadz Allah untuk menyebut nama
Tuhan mereka. Karena tidak terdapat problem dalam
penyebutan nama Tuhannya, maka dimana pun, kapan pun,
dan siapapun, umat Islam akan selalu menyebut Tuhannya
dengan “Allah”. Hal ini dikarenakan nama Tuhan dalam
Islam ditetapkan berdasarkan sumber yang utama, wahyu
al-Qur’an, dan bukan berdasarkan tradisi ataupun budaya,
ataupun konsensus (konsili). Karena itu, umat Islam tidak
mengalami perselisihan tentang nama Tuhan. Dan soal
nama Tuhan tersebut sudah final sejak awal, yaitu Tuhan
umat Islam adalah Allah Yang Maha Esa tiada berbilang.
3. Konsep Al-Asma Al-Husna Tentang Al-Rahman dan Al-
Rahim
Kata al-Rahman berasal dari kata Rahima yang artinya
menyayangi atau mengasihi yang terdiri dari huruf Ra,Ha,
dan Mim, yang mengandung makna kelemahlembutan,
kasih sayang dan kehalusan. Lafaz al-rahman dan al-
Rahim keduanya merupakan isim yang berarkar dari
bentuk masdar al-Rahman dengan maksud mubalagah;
lafaz al-Rahman lebih balig(kuat) daripada lafaz al-Rahim.
Muhammad Quraish Shihab menyatakan cenderung
menguatkan pendapat yang menyatakan baik al-Rahmān
maupun al-Rahīm terambil dari akar kata Rahmat. Dalam
salah satu hadist qudsi dinyatakan bahwa Allah berfirman:
“Aku adalah al-Rahmān, Aku menciptakan rahīm,
kuambilkan untuknya nama yang berakar dari nama-Ku.
Siapa yang menyambungnya (silaturrahim) akan Ku-
sambung (rahmat-Ku) untuknya dan siapa yang
memutuskannya Kuputuskan (rahmat-Ku baginya). (HR.
Abudaud dan Attirmizi melalui Abdurrahman bin ‘Áuf).
4. Konsep Al-Asma al-Husna Tentang Al-Malik
Al-Malik secara umum diartikan raja atau penguasa. Kata
Malik mengandung arti penguasaan terhadap sesuatu
disebabkan oleh kekuatan pengendalian dan
kesahihannya. Kata Malik yang biasa diterjemahkan raja
adalah yang menguasai dan menangani perintah dan
larangan, anugerah dan pencabutan.
5. Konsep Tentang Mukjizat
Mukjizat berasal dari Bahasa Arab yaitu al-mu’jizat. Al-
mu’jizat adalah bentuk kata muannas dari kata mudhakar
al-mu’jiz. Adapun yang dimaksud dengan mukjizat dalam
terminology ahli-ahli ilmu Al-Qur’an seperti diformulasikan
Manna al-Qattan dan lain-lain ialah: “Sesuatu urusan(hal)
yang menyalahi tradisi, dibarengi atau diiringi dengan
tantangan atau pertandingan dan terbebas dari perlawanan
(menang). Ada 3 unsur pokok mukjizat yaitu: mukjizat ialah
harus menyalahi tradisi atau adat kebiasaan (khariqun lil
‘adah);mukjizat ialah bahwa mukjizat harus dibarengi
dengan perlawanan; mukjizat itu tak terkalahkan.
6. Konsep Tentang Karomah
Karama berasal dari bahasa arab yang berarti kemuliaan,
keluhuran, dan anugerah. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia mengistilahkan karamah dengan keramat
diartikan suci dan dapat mengadakan sesuatu diluar
kemapuan manusia biasa karena ketaqwaannya kepada
Tuhan.
Pengertian dari karomah itu sendiri menurut Abul Qasim al-
Qusyairi yaitu karomah merupakan suatu aktivitas yang
dianggap sebagai hal yang bertentangan dengan adat
kebiasaan manusia pada umumnya, yaitu dapat juga
dianggap sebagai realitas sifat wali-wali Allah tentang
sebuah makna kebenaran dalam situasi yang dianggap
kurang baik. Karomah ini juga dapat dianggap sebagai hal
yang sangat luar biasa yang diberikan oleh Allah kepada
kekasih-kekasih pilihanNya. Sedangkan menurut Syeck
Ibrahim Al Bajuri dalam kitabnya dijelaskan bahwa
karomah adalah sesuatu luar biasa yang tampak dari
kekuasaan seorang hamba yang telah jelas kebaikannya
yang diteyapkan karena adanya ketekunan didalam
mengikuti syariat nabi.
7. Konsep Tentang Sihir
Sihir dalam bahasa Arab tersusun dari huruf siin,ha, dan ra,
yang secara bahasa bermakna segala sesuatu yang
sebabnya nampak samar.

Daftarmateri bidang studi 1. Konsep al-Asma al-Husna tentang Allah


2 yangsulit dipahami pada 2. Konsepsi Tentang sihir
modul

Daftarmateriyangsering
1. Konsepsi Tentang sihir
3 mengalami miskonsepsi
dalam pembelajaran

Anda mungkin juga menyukai