Anda di halaman 1dari 5

RESENSI BUKU

Judul Buku : Lingkar Merah Lingkar Putih ( jalan berliku menuju rekonsiliasi)
Jenis Buku : Fiksi (novel sejarah)
Penulis : Dr. Muhammad Arif
Penerbit : Para Cipta Madina
Tahun Terbit : 2020
Jumlah Halaman : 230 hal
Nama : Azzahra Rabi Farandika
Kelas : PBA 2C
NIM : 11200120000123

A. Isi Buku
Buku ini di latar belakangi atas kejadian pemberontakan pada tahun 1948-1965 ketika
terjadi gejolak sosial-politik sebagai akibat penyerangan FDR/PKI madiun 1948 hingga
gerakan 30 september PKI (partai komunis Indonesia). Dan yang paling menonjol dari isi
buku ini ialah ketika para komunis (PKI) terang-terangan menyerang secara membabi
buta terhadap pesantren-pesantren, tak hanya itu para kyai dan santri pun ikut dihabisi
dan diserang tanpa ampun. Puncak penyerangan terganas terjadi pada bulan september
1948 di madiun, dimana para pemberontak (PKI) sudah menguasai kota madiun disusul
dengan aksi-aksi yang cukup brutal yaitu penjarahan, penculikan, penangkapan
penganiayaan dan pembunahan yang dilakukan secara massal.
Di samping itu buku ini juga menceritakan tentang perjalanan hidup antara dua orang
sahabat yang sama-sama mendalami ilmu agama di lingkungan santri mereka mulanya
memiliki tujuan dan kebiasaan yang serupa tapi seiring berjalannya waktu pemahaman
mereka semakin dipisahkan oleh keadaan, masih dalam kurun waktu yang sama tetapi
sudah lain perjuangan. Imam Bisri namanya selaku tokoh utama memilih jalan juang ke
arah kanan yaitu berpegang erat pada tali-tali yang terikat pada lingkar-lingkar putih,
sedangkan Amat Kusno selaku sahabat dekat Imam Bisri lebih memilih arah kiri dalam
kubangan lingkar-lingkar merah. Walaupun pada buku pertama ini belum diperlihatkan
perseteruan yang hebat antara imam bisri dengan amat kusno, pemahaman mereka
memang sudah berbeda tetapi belum sampai pada kondisi saling menyakiti antar
keduanya. Buku ini juga menceritakan tentang perjuangan Bisri dan keluarganya
menghadapi keganasan para komunis durjana, yang pada saat itu Bisri yang dalam
keadaan yatim piatu tidak memiliki orang tua dan dia hidup di bawah naungan para kyai
setempat.

B. Nilai Inspirasi Buku


Buku ini sangat menginspirasi para pembacanya terlebih peran sang tokoh utama yang
sangat religius terhadap agama, dia sangat tekun dan ulet dalam mencari ilmu tidak
hanya satu pesantren saja yang ia kunjungi, terdapat beberapa pesantren yang ia tempati
untuk mengkaji ilmu agama. Sikap dan prilakunya yang sangat arif dan hormat terhadap
gurunya merupakan sikap yang harus dicontoh oleh para pemuda dan pemudi saat ini.
Tak hanya itu buku ini juga amengajarkan kepada siapapun untuk belajar mandiri di kota
perantauan, belajar tidak bergantung kepada orang lain. Dalam buku ini juga kita dapat
mengambil hikmah di novel ini :
1. Meskipun tidak ada kedua orang tua, kita harus tetap semangat belajar dan
pantang menyerah.
2. Saudara yang selalu bersama meskipun tidak ada orang tua, kakak yang selalu
membimbing adiknya dengan baik.
3. Persahabatan yang terus terjalin meskipun berbeda partai.
4. Para kyai dan santri yang selalu memilih jalan yang benar dan tidak memilih jalan
PKI.
5. Perjuangan pendahulu kita untuk melawan penjajah sampai benar benar negara ini
menjadi negara yang damai sentosa.
6. Jangan pernah mengikuti partai komunis atau kelompok – kelompok komunis
yang bertentangan dengan jalur agama.
7. Selalu menegakkan keadilan yang benar dimana mana.
8. Selalu mengingat sang pencipta dimanapun kita berada.
9. Selalu menghargai tamu yang datang ke rumah.
10. Selalu mensyukuri apa yang kita miliki.

C. Nilai Edukasi Buku


Dalam buku ini banyak sekali disuguhkan tentang pengajaran-pengajaran yang sangat
mendidik salah satu contohnya yaitu mengajarkan tentang bagaimana kita bersikap,
menghormati yang lebih tua, kemudian menghorrmati para guru kita. Dalam bukunya
telah diceritakan tentang sesosok santri yang sangat hormat terhadap gurunya yaitu Imam
Bisri, disusul oleh Amat Kusno dan santri-santri yang lainnya. Kemudian pengajaran lain
yang bisa diambil yaitu tentang bagaimana kita mengusung spirit harmoni di tengah
kehidupan yang seringkali menyeret pada hiruk piruk polarisasi ideologi, buku ini juga
mengajarkan agar senantiasa menjadi seseorang yang cinta tanah air tanpa harus
meninggalkan keyakinan, tak mengapa berjiwa nasionalis tapi harus dibarengi dengan
pengajaran agama dan keilmuan agar tidak mudah terdoktrin dan terpengaruh, tetap
berusaha mempertahankan tanah air, melawan ketidak adilan yang terjadi kemudian
melindungi para kyai dan a’lim ulama.

D. Tantangan dan ancaman terhadap ideologi pancasila (yang tersurat/tersirat dalam


buku)
Tantangan yang dihadapi oleh tokoh utama atau tokoh yang lainnya yaitu awal
mulanya tentara Inggris dan tentara Belanda ingin merebut kembali tanah air mereka,
bangsa belanda sengaja dibawa oleh tentara inggris untuk merebut kembali kemerdekaan
Indonesia, terlepas dari itu semua terdapat bangsa sendiri yang hendak merusak ideologi
mereka, mereka ingin menggantikan dasar republik indonesia yang asal mulanya
pancasila dirubah menjadi negara yang komunis. Parta Komunis Indonesia (PKI)
merupakan ancaman yang nyata bagi mereka. PKI sedang berjuang untuk menebarkan
paham komunis kepada segenap lapisan bangsa Indonesia, PKI semakin meluas tersebar
di mana-mana, gerakan merekapun semakin merata di seluruh penjuru kota. Mengapa
mereka menolak, sebab komunis merupakan paham yang sangat bertentangan dengan
agama Islam mengingat paham komunis tidak percaya adanya tuhan, komunis tidak
setuju adanya agama.

E. Jelaskan tantangan atau ancaman yang dihadapi oleh ideologi pancasila dewasa ini
Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara Indonesia merupakan seperangkat nilai yang
menjadi pandangan hidup (way of life) bagi negara Indonesia. Kondisi itu meniscayakan
bahwa fondasi bernegara dan praktik kehidupan berbangsa dan bernegara harus
berlandaskan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila.
Konsensus cerdas para pendiri negara tersebut berangkat dari sebuah paham kebangsaan
yang terbentuk dari kesamaan nasib, sepenanggungan, dan sejarah serta adanya cita
bersama untuk menjadi bangsa yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur dalam sebuah
negara kesatuan.
Adanya prinsip bersatu dalam perbedaan membuat Pancasila menjadi semakin kuat dan
layak sebagai sebuah ideologi bagi negara Indonesia yang khas dengan
keanekaragamannya. Konsep persatuan yang ideal dengan mengkondisikan setiap warga
negara hidup berdampingan dan gotong royong tanpa menghilangkan identitas suku
bangsa, adat istiadat, ras, ataupun agama.
F. Jelaskan pendapat saudara tentang penting atu tidaknya tema rekonsiliasi dalam
kehidupan kebangsaan dewasa ini
Menurut saya, Saat ini kondisi sosial masyarakat telah mengalami pembelahan
(segregasi). Masyarakat semakin terpolarisasi ke dalam blok politik, ideologi, dan
identitas sosial yang saling menyerang satu dengan lainnya, bahkan cenderung saling
menegasikan. Hitam untuk mencitrakan pihak yang bersebrangan dengan kebijakan
penguasa. Putih untuk mencitrakan diri dan kelompok pendukung kekuasaannya. Itulah
sebabnya sejarah adalah narasi tentang kekuasaan.
Semangat rekonsiliasi semestinya menjadi kesadaran kolektif untuk mempersatukan
masyarakat dan menjaga keutuhan negara bangsa. Rekonsiliasi diperlukan untuk
menghadapi tantangan global demi kemajuan bangsa ke depan. Yang dibutuhkan adalah
rekonsiliasi sosial yang melahirkan resolusi penanganan konflik, bukan sekadar
rekonsiliasi politik seperti yang selama ini terjadi dengan sekadar berbagi kekuasaan.
Namun demikian, diakui, tidak mudah untuk mewujudkan rekonsiliasi tersebut jika tidak
ada kesadaran yang kuat untuk menjalin persatuan bangsa dan saling memaafkan tanpa
menghapus dosa sejarah yang pernah terjadi sesuai apa adanya. Upaya rekonsiliasi
sejatinya sudah pernah diwacanakan sejak era Pemerintahan Abdurrahman Wahid hingga
Joko Widodo. Tetapi gagal karena masih kuatnya ego kelompok. Jadi tema rekonsiliasi
masih sangat penting dalam kehdupan kebangsaan dewasa ini.
G. Jelaskan pendapat saudara tentang penting atau tidaknya pembentukan warga
negara yang berkarakter pancasila dalam perkuliahan PKN
Salah satu misi penting dalam perkuliahan PKn adalah pembentukan warga negara yang
berkarakter Pancasila. Apakah saudara setuju atau tidak setuju dengan misi seperti itu?
Berikan alasan saudara.
Pendapat saya mengenai misi penting tersebut sangat lah bagus dan cocok, melihat
kondisi bangsa pada era ini. Sangat minim akan pengetahuan dan pelaksanaan pancasila
dalam kehidupan sehari-hari. Sudah semakin runyam dan semrawut akan ego yang selalu
terpaut.
Perlu adanya pembenahan pada hal penting ini. Diantara nya dengan mengikuti
pembelajaran PKN dengan serius. Dengan sebab itu (salah satunya), pembelajaran dan
seluruh aspek penting dari Pancasila akan terbangun dan terpatri dengan sendirinya.
H. Tuliskan saran dan harapan saudara terhadap buku yang saudara resensi sebagai
bahan perbaikan atau penyempurnaan pada penerbitan selanjutnya
Menurut saya sendiri buku ini memiliki kata-kata yang sulit dipahami oleh pemuda
zaman sekarang yang mana susah untuk dipahami lebih dalam jikalau boleh lebih di
tekankan lagi untuk bahasa yang asing untuk diubah menjadi bahasa yang lebih mudah
dipahami agar ketika kita membaca kita tidak berpikir jauh ke yang lain
Harapan saya semoga novel ini bisa menjadi novel yang terbaik menginspirasikan
banyak orang dan pelajaran pelajaran yang bisa kita ambil hikmahnya