Anda di halaman 1dari 2

PETA JALAN MEWUJUDKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SATUAN PENDIDIKAN

Pelajar Indonesia berkarakter dan berwawasan global sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sesuai
dengan Visi dan Misi Presiden untuk mewujudkan Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan
berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman,
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan
global merupakan tantangan dan tanggung jawab kita bersama tidak hanya bagi pemerintah tetapi
justru sekolah dan tenaga pendidik di seluruh Indonesia. Pelajar Pancasila adalah pelajar yang
memiliki karakter berlandaskan falsafah Pancasila atau memiliki nilai sila-sila Pancasila secara utuh
dan komprehensif.
Sesuai dengan visi dan misi Presiden tersebut, maka “SDM seperti apa yang kita butuhkan?
Yang ingin kita hasilkan. Yang dibutuhkan oleh pembangunan nasional dan kemudian yang ingin kita
hasilkan di sekolah-sekolah kita”. Untuk menjawab pertanyaan ini, maka tentunya harus diarahkan
pada peta jalan menuju kepada Profil Pelajar Pancasila.
Bagaimana mewujudkan Profil Pelajar Pancasila di satuan pendidikan, tentunya diperlukan
langkah-langkah strategis yang dirancang dan disusun oleh satuan pendidikan itu sendiri. adapun
langkah-langkah tersebut antara lain :
1. Membumikan nilai-nilai Pancasila di stuan pendidikan
pendidikan sebagai pintu masuk utama pembumian Pancasila, harus diinspirasi dan
disemangati oleh nilai-nilai luhur Pancasila, baik sebagai mata pelajaran khusus yang diwajibkan,
pengembangan program penambahan pengetahuan (injecting wisdom) nilai-nilai luhur Pancasila
dan semua kurikulum dan ekstra kurikulum pembelajaran, maupun program pembumian
Pancasila dalam keseluruhan kepemimpinan dan manajemen pendidikan nasional, mulai dari
pendidikan usia.
2. Peningkatan mutu/kualitas pendidik dan peserta didik dengan berbasis Pancasila
Peningkatan kualitas merupakan tantangan dan tanggung jawab kita bersama tidak hanya
bagi sekolah dan tenaga pendidik saja, tetapi tentunya membutuhkan dukungan dari
pemerintah, baik pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Upaya peningkatan kualitas baik
kualitas pendidik maupun peserta didik membutuhkan dukungan dan fasilitasi dari pihak
pemerintah terutama dalam hal pembiayaan. Peningkatan kualitas pendidik dapat dilakukan
melalui kegiatan MGMP, Seminar, Diskusi, Pelatihan dan Woprkshop, namun semuanya ini
dapat kita lakukan apabila memiliki persiapan pendanaan untuk membiayai semua kegiatan ini.
Demikian pula peningkatan kualitas peserta didik tidak luput dari kualitas yang dimiliki oleh
pendidik itu sendiri .
3. Melalui pendidikan yang mencerahkan dan memerdekakan yang berorientasi pada membangun
insan manusia yang berilmu dan berkarakter.
Pada konteks pendidikan yang mencerahkan ini, proses pembelajaran yang dilakukan oleh
pendidik harus dapat memberikan motivasi dan inspirasi kepada peserta didik bagaimana
mereka menjalani kehidupan pada masa depan yang lebih berat yang penuh dengan tantangan.
Melalui proses ini peserta didik dapat menghayati dan mendokumentasikannya dalam
perasaannya sehingga mereka berpikir mau jadi apa aku nantinya. Sedangkan pendidikan
dilakukan dengan memberikan kemerdekaan ini memberikan ruang dan waktu kepada peserta
didik untuk berkreasi dan berinovasi sesuai dengan daya nalar dan kemampuan berpikirnya
tanpa adanya tekanan dari pendidik. Sehingga dengan melalui pendekatan ini peserta didik
mampu mengekplorasikan pikirannya untuk berkarya.
4. Pengembangan karakter dan penanaman nilai-nilai kearifan lokal dalam dunia pendidikan
secara progresif
Pada Saat ini ada berbagai gerakan penumbuhan karakter yang bisa dilakukan mulai dari
sosialisasi, penyempurnaan pembelajaran hingga aneka kompetisi untuk mewujudkan profil
pelajar Pancasila. Mekanisme penumbuhan karakter dilakukan dengan menyebarluaskan konten
pada masyarakat, keluarga dan satuan pendidikan.
Pendidikan karakter bisa dilakukan dengan memilih nilai yang realistis dan konkrit yang bisa
dilakukan di rumah. Contoh penerapan sederhananya yaitu melaksanakan kewajiban atau
ibadah seperti shalat lima waktu bagi umat muslim, menyelesaikan tugas sekolah tepat waktu,
menggunakan gawai dengan bijak dan membantu orang tua dirumah.
Dengan adanya cara-cara sederhana ini, diharapkan nilai-nilai Pancasila menjadi karakter
atau kebiasaan peserta didik sehingga perlahan tapi pasti hasil akhir Pendidikan karakter yaitu
dapat menjadikan peserta didik menjadi makhluk sosial yang saling membantu, beradab dan
sopan-santun dapat tercapai dalam upaya untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila sehingga
apa yang menjadi Visi dan Misi Presiden dapat tercapai.