Anda di halaman 1dari 11

Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik.

B 103

Dasar Teori

SCADA merupakan singkatan dari Supervisory Control And


Data Acquisition.Maksud dari SCADA yaitu pengawasan,pengontrolan
dan pengumpulan data. Suatu sistem SCADA terdiri dari sejumlah RTU
(Remote Terminal Unit), sebuah Master Station/ RCC (Region Control
Center), dan jaringan telekomunikasi data antara RTU dan Master
Station. Nah dalam komunikasi antara Master Station (MS) dengan
setiap Remote Terminal Unit (RTU) dilakukan melalui media yang bisa
berupa fiber optik, PLC (power line carrier), atau melalui radio, dimana
dalam hal ini data dikirimkan dengan protokol tertentu (biasanya
tergantung vendor SCADA yang dipakai) misalnya Indactic 33, IEC-
60870, dll. Sistim ini banyak dipakai di lapangan produksi minyak dan
gas (Upstream),Jaringan Listrik Tegangan Tinggi (Power Distribution)
dan beberapa aplikasi sejenis dimana sistem dengan konfigurasi seperti
ini dipakai untuk memonitor dan mengontrol areal produksi yang
tersebar di area yang cukup luas.
Sistem SCADA yang dikembangkan menggunakan RTUs,
suatu perangkat pengendalian dengan media komunikasi radio. Pada
sistem ini terdapat suatu sistem pengendalian berbasis komputer yang
terletak pada sebuah kamar pusat. Sistem seperti ini sangat efektif
digunakan untuk memantau operasi-operasi secara remote, namun pada
suatu area yang terbatas. Sistem ini dilaporkan mampu menghemat
biaya secara signifikan karena hemat tenaga manusia dan hemat energi.
Penelitian lain adalah yang dilakukan lembaga riset CSIRO,
Canberra, Australia. Sistem Mobile SCADA yang dikembangkan
menggunakan GPRS sebagai media komunikasinya dan menggunakan
mikroprosesor yang murah untuk mesin SCADA, sehingga dihasilkan
sistem SCADA yang murah dan fleksibel (Mayer dan Taylor, 2002).
Penelitian ini lebih dikhususkan untuk sistem SCADA pada jaringan
sensor. Jaringan sensor adalah suatu sistem yang terdiri dari banyak
micro controller kecil yang mempunyai alat sensor, yang bekerja
bersama pada jaringan nirkabel.
Istilah SCADA, DCS (Distributed Control System), FCS dan
PLC (Programmable Logic Control ) saat ini sudah menjadi agak kabur
karena aplikasi yang saling tumpang tindih. Walaupun demikian kita
masih bisa membedakan dari arsitektur-nya yang serupa tapi tak sama.
Sesuai dengan rancang bangun awalnya, DCS lebih berfungsi baik untuk
aplikasi kontrol proses, sedangkan SCADA lebih berfungsi baik untuk
aplikasi seperti istilah diterangkan diatas
Semester Genap 2010-2011
Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik.B 103

SCADA telah mengalami perubahan generasi, dimana pada


awalnya design sebuah SCADA mempunyai satu perangkat MTU yang
melakukan Supevisory Control dan Data Acquisition melalui satu atau
banyak RTU yang berfungsi sebagai (dumb) Remote I/O melalui jalur
komunikasi Radio, dedicated line Telephone dan lainnya.
Generasi berikutnya, membuat RTU yang intelligent,
sehingga fungsi local control dilakukan oleh RTU di lokasi masing-
masing RTU, dan MTU hanya melakukan supervisory control yang
meliput beberapa atau semua RTU. Dengan adanya local control,
operator harus mengoperasikan masing-masing local plant dan
membutuhkan MMI local. Banyak pabrikan yang mengalihkan
komunikasi dari MTU – RTU ke tingkatan MMI (Master) – MMI
(Remote) melalui jaringan microwave atau satelit. Ada juga yang
mengimplementasi komunikasinya pada tingkatan RTU, karena
berpendapat bahwa kita tidak bisa mengandalkan system pada
Computer, dan komunikasi pada tingkatan Computer (MMI)
membutuhkan bandwidth yang lebar dan mahal.
Dengan majunya teknologi Intranet dan Internet saat ini,
concept SCADA diatas berubah menjadi lebih sederhana dan
memanfaatkan infrastruktur Intranet yang pada saat ini umumnya sudah
dibangun oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Pertamina. Apabila
ada daerah-daerah atau wilayah yang belum terpasang infrastruktur
Intranet, saat ini dipasaran banyak bisa kita dapatkan Wireless LAN
device yang bisa menjangkau jarak sampai dengan 40 km (tanpa
repeater) dengan harga relatif murah.
Setiap Remote Area dengan sistem kontrolnya masing-masing
yang sudah dilengkapi dengan OPC (OLE for Process Control; OLE =
Object Linking & Embedding) Server, bisa memasangkan suatu
Industrial Web Server dengan Teknologi XML yang kemudian bisa
dengan mudah di akses dengan Web Browser biasa seperti yang kita
gunakan untuk Internet Browsing seperti MS Internet Explorer,
Netscape, dsb. Dari Web Browser ini kita bisa mendapatkan semua
tampilan seperti pada layar MMI local, atau dibuatkan tampilan sendiri
sesuai kebutuhan. Kontrol tetap bisa dilakukan melalui Web Browser ini
sebagaimana layaknya MMI di lokasi local.
Untuk sekuriti, system harus kita lengkapi dengan Router
yang hanya mem-publish Web Server ke WAN (Wide Area Network)
untuk mengisolir hacker untuk mengganggu Control System pada
Control Network kita di lokasi masing-masing. Industrial Web Server
juga dilengkapi dengan banyak sekali fasilitas sekuriti, seperti login
Semester Genap 2010-2011
Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik.B 103

name dengan password, menentukan komponen mana yang perlu di-


publish dan mana yang ‘read only’, mana yang bisa dilakukan ‘control’
dari remote, dan sebagainya.
System seperti ini populer dengan sebutan Remote
Application Control System (RACS), yang makin digemari orang,
karena sebenarnya hal seperti inilah yang dibutuhkan pada waktu kita
akan memasangkan suatu SCADA system. Idealnya, seluruh Pertamina
mulai dari EP dengan TMG-nya, UP dengan banyak Unit Daerahnya,
PDN dengan jaringan Distribusi dan Pemasarannya, dengan mudah bisa
di-integrasikan melalui teknologi Intranet dan Internet. Bahkan kita bisa
me-launch Web Server kita ke jaringan Internet yang otomatis bisa kita
akses dari manapun di seluruh dunia.
Sedikit tambahan,beberapa peralatan/istilah yg lazim
digunakan dlm Control System, yaitu:
SCADA (Supervisory, Control, and Data Acquisition)
HMI/MMI (Human/Man Machine Interface)
PLC (Programmable Logic Controller)
DCS (Distributed Control System)
Remote I/O (Input/Output)
Signal Conditioning
Data Transferred Media (Coaxial Cable, Optic Cable, Radio Freq)
Processor, Memory(RAM/ROM)
Control System itu memiliki Hirarki/Tingkatan/Level dalam sistemnya,
dan teknologi terbaru saat ini hirarki2 tsb sdh menjadi terintegrasi yg
kemudian dikenal dgn istilah “Integrated System” (klo yg ini ntar
pembahasannya bisa jd lebih lebar dan luas lagi).
Secara sederhana/gampangnya Hirarki-nya dibagi menjadi
beberapa tingkatan:
Level 1 (yg paling bawah) adalah : Instrument, Motor, M/C (yg
berhubungan secara langsung dgn Proses)
Level 2 : PLC / DCS, adalah perangkat yg spt halnya PC memiliki
Processor, Memory, jg I/O yg terkoneksi ke Equipment2 di Level 1.
Nah, Program2 itulah yg dibuat & diLoad oleh User ke Memory agar
Processor meng-eksekusi perintah2 tsb melalui Remote I/O-nya.
Ada 2 type yaitu Analog dan Digital.
Level 3 : HMI/MMI (semacam Panel Digital) atau SCADA berupa
Software yg terinstal di Computer/PC untuk membantu User
memahami/mengawasi/mengontrol(value adjustment) proses yg
berlangsung atau juga kondisi equipment di Plant melalui Layar Monitor
(biasanya di Control Room) Selain itu data2 yg telah terbaca tersebut
Semester Genap 2010-2011
Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik.B 103

bisa disimpan/direcord/diLog dlm storage disk di PC, sehingga Trend dr


proses atau equimpent bisa diketahui (per-day/per-week/per-month/ dst)
Kalau masalah bgmna hubngnya dgn Networking kemudian Analisa,
maka kalau diruntutkan dari level yg paling rendah itu adalah proses
Signal Conditioning (Analog to Digital Converter/ADC, DAC, Signal
Coding Methode, Profibus, Profinet, Controlnet,… dst) kemudian jika
signal data2 trsbut sdh ter-Kondisikan/se-type spt halnya signal data
komputer barulah kemudian itu urusannya Computer Networking
(Client-Server)
Sistem kendali industri berbasis komputer yang dipakai untuk
pengontrolan suatu proses, seperti:
 proses industri: manufaktur, pabrik, produksi, generator tenaga
listrik.
 proses infrastruktur: penjernihan air minum dan distribusinya,
pengolahan limbah, pipa gas dan minyak, distribusi tenaga listrik, sistem
komunikasi yang kompleks, sistem peringatan dini dan sirine
 proses fasilitas: gedung, bandara, pelabuhan, stasiun ruang angkasa.
Beberapa contoh lain dari sistem SCADA ini banyak
dijumpai di lapangan produksi minyak dan gas (Upstream), Jaringan
Listrik Tegangan Tinggi dan Tegangan Menengah (Power Transmission
and Distribution) dan beberapa aplikasi yang dipakai untuk memonitor
dan mengontrol areal produksi yang cukup luas.
Pada pengaturan secara manual, operator mengatur
pembebanan pembangkit dengan melihat status peralalatan listrik yang
mungkin dioperasikan misalnya Circuit Breaker ( CB ), beban suatu
pembangkit, beban trafo, beban suatu transmisi atau kabel dan
mengubah pembebanan sesuai dengan frekuensi sitem tenaga listrik.
Pengaturan secara otomatis dilakukan dengan aplikasi Automatic
Generating Control ( AGC ) atau Load Frequency Control ( LFC ) yang
mengatur pembebanan pembangkit berdasar setting yang dihitung
terhadap simpangan frekuensi. Selain itu data2 yg telah terbaca tersebut
bisa disimpan/direcord/diLog dlm storage disk di PC, sehingga Trend dr
proses atau equipment bisa diketahui.

Semester Genap 2010-2011


Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik.B 103

Tugas Pendahuluan

1. Jelaskan proses SCADA dalam dunia industri!


Jawab:
Sistem kendali industri berbasis komputer yang dipakai untuk
pengontrolan suatu proses, seperti:
proses industri: manufaktur, pabrik, produksi, generator tenaga
listrik.
proses infrastruktur: penjernihan air minum dan distribusinya,
pengolahan limbah, pipa gas dan minyak, distribusi tenaga listrik,
sistem komunikasi yang kompleks, sistem peringatan dini dan sirine
proses fasilitas: gedung, bandara, pelabuhan, stasiun ruang angkasa.
Beberapa contoh lain dari sistem SCADA ini banyak dijumpai di
lapangan produksi minyak dan gas (Upstream), Jaringan Listrik
Tegangan Tinggi dan Tegangan Menengah (Power Transmission
and Distribution) dan beberapa aplikasi yang dipakai untuk
memonitor dan mengontrol areal produksi yang cukup luas.
2. Jelaskan fungsi SCADA dalam manajemen energy listrik!
Jawab:
Pengatur Wilayah
Pengatur Wilayah adalah Pengatur yang melaksanakan fungsi
pengaturan beban pada suatu sistem pembangkitan, penyaluran dan
distribusi di suatu daerah kerja wilayah.
Pengatur Regional
Pengatur Regional adalah Pengatur yang melaksanakan fungsi
pengaturan beban pada suatu bagian dari sistem pembangkit,
penyaluran dibawah supervisi Pengatur Antar Regional yang
bersangkutan. Pengatur Subregional
Pengatur Subregional adalah Pengatur yang melaksanakan fungsi
pengaturan beban pada suatu bagian dari daerah kerja Pengatur
Regional.
Pengatur Distribusi
Pengatur Distribusi adalah Pengatur yang melaksanakan fungsi
pengaturan beban pada suatu sistem distribusi.

Semester Genap 2010-2011


Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik.B 103

Semester Genap 2010-2011


Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik.B 103

Dasar Teori

Software ETAP sudah digunakan di banyak perusahaan di


Indonesia dan tentunya sudah banyak sekali yang menjadi ETAP user,
terutama untuk ETAP Power Station. Pada aplikasinya, software
tersebut sangat membantu untuk study analisis kelistrikan baik untuk
perhitungan maupun simulasi seperti studi analisis Load-flow, Short
circuit, harmonis, motor acceleration, stabiltiy dan study yang lainnya.
Kecenderungan sebuah sistem tenaga untuk mengembalikan
daya yang sama atau lebih besar dari daya gangguan untuk
mempertahankan kondisi seimbang dinamakan stabilitas. Jika daya yang
dihasilkan untuk mempertahankan mesin dalam keadaan sinkron dengan
yang lain cukup untuk mengatasi daya gangguan, sistem dikatakan stabil
(sinkron).
Dalam keadaan operasi yang stabil dari suatu sistem tenaga
listrik, terdapat keseimbangan antara daya input mekanis pada prime
mover generator dengan daya output listrik (beban listrik) pada sistem.
Dalam keadaan ini semua generator berputar pada kecepatan sinkron.
Gangguan kecil atau besar pada sistem tenaga listrik akan berdampak
pada operasi sinkron. Sebagai contoh, kenaikan atau penurunan tiba-tiba
pada beban, atau akibat dari rugi pembangkitan, menjadi salah satu jenis
gangguan yang berpengaruh sangat signifikan terhadap sistem. Jenis lain
dari gangguan yang mungkin adalah terputusnya jaringan transmisi,
beban lebih, atau hubung singkat. Dengan kontrol yang baik, diharapkan
stabilitas sistem akan menuju ke keadaan mantap dalam waktu yang
singkat setelah gangguan diatasi.
Gangguan pada sistem tenaga listrik dapat diklasifikasikan
menjadi 2 kategori, yaitu gangguan kecil dan gangguan besar. Gangguan
kecil merupakan satu dari elemen sistem dinamis yang dapat dianalisis
menggunakan persamaan linear. Gangguan kecil yang terjadi berupa
perubahan beban pada sisi beban atau pembangkit secara acak, pelan,
dan bertingkat. Trip pada jaringan sistem tenaga listrik dianggap sebagai
gangguan kecil apabila pengaruhnya terhadap aliran daya sebelum
gangguan pada sistem itu tidak signifikan. Gangguan yang
menghasilkan kejutan tiba-tiba pada tegangan bus adalah jenis gangguan
besar yang harus segera dihilangkan. Apabila tidak dihilangkan
secepatnya, maka gangguan tersebut akan mempengaruhi stabilitas
sistem. Gangguan skala besar akan memberikan pengaruh yang
signifikan terhadap aliran daya pada sistem, bahkan dapat
memungkinkan terjadinya blackout.
Semester Genap 2010-2011
Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik.B 103

Secara umum stabilitas pada suatu sistem tenaga


diklasifikasikan menjadi 3 kategori, yaitu stabilitas steady state,
stabilitas dinamis, dan stabilitas transien. Stabilitas steady state adalah
kemampuan sistem tenaga listrik untuk mencapai kondisi stabil pada
kondisi operasi baru yang sama atau identik dengan kondisi sebelum
terjadi gangguan setelah sistem mengalami gangguan kecil. Secara
konsep, stabilitas dinamis adalah sama dengan stabilitas steady state.
Perbedaannya terletak pada pemodelan, dimana pada stabilitas dinamis,
sistem eksitasi, turbin, dan generator dimodelkan dengan menyediakan
variasi fluks pada air gap mesin, sementara pada stabilitas steady state
generator direpresentasikan sebagai sumber tegangan konstan saja.
Sedangkan stabilitas transien adalah kemampuan sistem tenaga untuk
mencapai kondisi stabil pada kondisi operasi yang baru yang dapat
diterima setelah sistem mengalami gangguan berskala besar dalam
kurun waktu selama 1 swing pertama dengan asumsi AVR dan governor
belum bekerja.
Studi kestabilan transien diperlukan untuk memastikan
kemampuan sistem untuk bisa menahan kondisi transien setelah
gangguan besar. Seringkali, studi tersebut dilakukan ketika terjadi
pemasangan fasilitas transmisi maupun pembangkitan yang baru. Hal ini
sangat membantu dalam hal menentukan sistem rele yang diperlukan,
waktu kritis pemutusan breaker, level tegangan dan kemampuan transfer
antara sistem [Saadat].
Selain jenis dan lokasi gangguan, yang tidak dapat dikontrol
manusia, terdapat beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi
stabilitas transien yang bisa dilakukan dalam rangka memperbaiki
stabilitas transien pada suatu sistem tenaga. Secara umum kestabilan
transien generator bergantung pada :
- Pembebanan generator.
- Output generator pada saat gangguan. Hal ini dipengaruhi oleh lokasi
dan jenis gangguan.
- Waktu pemutusan.
- Reaktansi posfault sistem.
- Reaktansi generator. Reaktansi generator yang kecil akan memperbesar
daya puncak dan mengurangi sudut daya awal.
- Inersia generator. Semakin besar, maka rating perubahan sudut akan
semakin kecil. Hal ini akan mengurangi energi kinetik yang dihasilkan
saat gangguan (area percepatan).
- Tegangan internal generator. Dipengaruhi oleh eksitasi medan.
- Tegangan infinite bus.
Semester Genap 2010-2011
Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik.B 103

Secara umum terdapat beberapa metode yang dapat dilakukan


untuk memperbaiki kemampuan sistem tenaga untuk bertahan dari
gangguan yang mempengaruhi stabilitas transien sistem yang
bersangkutan. Adapun metode tersebut adalah sebagai berikut :
1. Menaikkan konstanta inertia mesin akan mengurangi
penambahan perubahan sudut δ dalam interval waktu tertentu,
sehingga circuit breaker mempunyai waktu yang lebih lama
untuk memutuskan rangkaian sebelum mesin melampaui sudut
kritisnya. Semakin besar konstanta inersia mesin, maka
semakin stabil suatu sistem. Tetapi dengan memperbesar
konstanta inersia mesin, ukuran-ukuran mesin akan semakin
besar pula, yang berarti memerlukan biaya yang besar sehingga
tidak ekonomis dalam prakteknya.
2. Menaikkan Tegangan Generator
Apabila pada kondisi sebelum terjadi gangguan generator
sedang mensuplai daya tertentu dengan sudut δO, dengan
menaikkan nilai tegangan generator yang terhubung dengan
sistem, maka akan memperbesar daya yang disalurkan
genarator, yang berarti akan memperkecil sudut δO. Dengan
semakin kecilnya sudut δO, apabila terjadi gangguan, generator
dapat berayun lebih lama sebelum sudut kritis kestabilan
tercapai.
Dengan menaikkan nilai tegangan generator, berarti harus
memperhitungkan isolasi untuk generator, yang berarti
penambahan biaya untuk instalasi generator tersebut, sehingga
cara ini relatif kurang ekonomis dalam prakteknya.
3. Menggunakan Peralatan Pemutus Rangkaian Yang Cepat (High
Speed Recloser)
Semakin cepat gangguan yang terjadi pada sistem diisolir,
maka stabilitas sistem semakin baik. Sesuai kriteria luas sama,
sistem hanya akan stabil jika luasan daerah peredaman (A2)
lebih besar atau sama dengan luas daerah percepatan (A1), dan
yang menentukan besarnya masing-masing luasan ini adalah
waktu pemutusan saluran yang mengalami gangguan. Semakin
cepat waktu pemutusan, maka luasan daerah A1 akan semakin

Semester Genap 2010-2011


Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik.B 103

kecil, sehingga syarat suatu sistem untuk tetap stabil setelah


mengalami gangguan akan terpenuhi.
4. Menurunkan Reaktansi Seri Saluran
Dengan menurunkan reaktansi seri saluran, dapat memperbesar
daya yang disalurkan oleh generator, sehingga dapat
meningkatkan stabilitas transien sistem.
Perbaikan stabilitas transien dengan menggunakan kompensasi
seri, dalam hal ini kapasitor seri, sangat ekonomis untuk
saluran yang memiliki panjang lebih dari 200 km. Jika saluran
terkompensasi 50 %, maka akan mengurangi reaktansi saluran
sebesar setengah kali dari harga asalnya, dan akan
menghasilkan transfer daya dua kali lipat dengan selisih sudut
tegangan yang sama. Atau dengan kata lain, saluran mampu
menghasilkan transfer daya yang sama dengan selisih sudut
tegangan yang lebih kecil, sehingga akan mengurangi resiko
terjadinya ketidakstabilan pada sistem jika terjadi gangguan.

Fenomena peralihan dalam rangkaian listrik (electrical


transient) adalah suatu manifestasi keluaran dari keadaan perubahan
mendadak di dalam rangkaian lsitrik pada saat suatu saklar (switch)
membuka, menutup, atau timbulnya gangguan/ kesalahan (fault) pada
system tersebut. Waktu transien umumnya sangat singkat dibandingkan
dengan waktu keadaan
tunak (steady state).
Walaupun demikian, masa transien menjadi sangat penting
dalam sistem karena pada masa tersebut suatu perubahan mendadak
akan termanifestasikan baik dalam bentuk arus maupun tegangan yang
kadangkala dalam hal ekstrim akan mengakibatkan kerusakan fatal pada
system seperti memacetkan mesin, memutuskan hubungan listrik,
mengganggu/menggagalkan sistem komunikasi, dan lain-lain.
Oleh karena itu cukup beralasan bahwa pemahaman yang
jelas dari apresiasi peristiwa dan perilaku rangkaian listrik pada masa
transien sangat perlu dipelajari dan diteliti dengan seksama. Sangat
disayangkan penelitian perilaku rangkaian listrik tersebut tidak banyak
mendapat perhatian kebanyakan ahli teknik listrik atau kadangkala
hanya dianggap sepele apa yang sedang terjadi pada saat-saat peralihan
tersebut dalam system peralatan listrik.

Semester Genap 2010-2011


Laboratorium Simulasi Sistem Tenaga Listrik.B 103

Tugas Pendahuluan

1. Apa yang dimaksud dengan studi hubung singkat pada ETAP dan
jelaskan!
Jawab:
Untuk melakukan studi perhitungan Hubung Singkat disuatu
pusat pembangkit, menurut saya parameter yang harus
dipertimbangkan selain dari data pembangkit (prime mover dan
alternator data) juga harus mempertimbangkan parameter Grid yang
tersambung ke Pusat pembangkit tersebut serta data pembangkit lain
yang tersambung ke Grid tersebut lengkap dengan pola operasi
paralelnya. Bila pusat pembangkit anda terhubung dengan grid PLN,
maka data-data jaringan, parameter dan pola operasi
pembangkitannya bisa diperoleh di PLN yang berhubungan dengan
studi engineering.
Program ETAP Power Station versi 4.0 merupakan program
untuk membantu perhitungan hubung singkat dengan mudah.
Dengan memasukkan single line diagram pada program dan
disimulasikan maka sudah didapat hasil perhitungan hubung
singkatnya, sehingga dapat ditentukan pengaman yang tepat. Sebagai
media pembelajaran, perhitungan hubung singkat dengan
menggunakan ETAP Power Station versi 4.0 diterapkan pada gedung
A. Apabila perbandingan kapasitas pemutus pengaman dengan besar
hubung singkatnya kurang dari 80%, pengaman tersebul: perlu
diganti karena tidak sesuai dengan nilai hubung singkatnya.
Pengaman yang terpasang tepat jika besar kapasitas pemutusnya
lebih besar dari besar hubung singkatnya.
2. Jelaskan tentang lumped load!
Jawab:
Data Beban yang digabung (Lumped Load)yang pada program
ETAP membutuhkan data:
a. Rating kVA dan kV
b. Power factor
c. % loading yaitu persen pembebanan pada motor

Semester Genap 2010-2011