Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dari semua pengetahuan dan keterampilan yang kita miliki,

pengetahuan dan keterampilan yang menyangkut komunikasi termasuk di

antara yang paling penting dan berguna. Melalui komunikasi intrapribadi kita

berbicara dengan diri sendiri, mengenal diri sendiri, mengevaluasi diri sendiri

tentang ini dan itu, mempertimbangkan keputusan-keputusan yang akan

diambil dan menyiapkan pesan-pesan yang akan kita sampaikan kepada orang

lain. Melalui komunikasi antar pribadi kita berinteraksi dengan orang lain,

mengenal mereka dan diri kita sendiri, dan mengungkapkan diri sendiri

kepada orang lain. Apakah kepada pimpinan, teman sekerja, teman seprofesi,

kekasih, atau anggota keluarga, melalui komunikasi antar pribadilah kita

membina, memelihara, kadang-kadang merusak (dan ada kalangnya

memperbaiki) hubungan pribadi kita.

Pengertian komunikasi sudah banyak didefinisikan oleh banyak orang,

jumlahnya sebanyak orang yang mendifinisikannya. Dari banyak pengertian

tersebut jika dianalisis pada prinsipnya dapat disimpulkan bahwa komunikasi

mengacu pada tindakan, oleh satu orang atau lebih, yang mengirim dan

menerima pesan yang terdistorsi oleh gangguan (noise), terjadi dalam suatu

konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertentu, dan ada kesempatan untuk

melakukan umpan balik. Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses

yang menjelaskan siapa? mengatakan apa? dengan saluran apa? kepada siapa?

1
dengan akibat atau hasil apa? (who? says what? in which channel? to whom?

with what effect?). (Lasswell 1960).

Dalam upaya mencapai respon timbal balik dalam berkomunikasi

antar manusia, baik dalam bentuk lisan, tulisan maupun elektronik tentunya

tidk terlepas dari kualitas yang dimiliki olem manusia itu sendiri. Seperti

pemahaman terhadap unsur-unsur komunikasi dan model komunikasi yang

saling terkait demi tercapainya harapan dan tujuan dalam komunikasi itu

sendiri. Dengan latar belakang penjelasan diatas maka penulis akan membahas

tentang Unsur-unsur dan Model-model Komunikasi.

1.2 Rumusan Masalah

Mendasari latar belakang diatas maka yang menjadi rumusan masalah

dalam makalah ini adalah :

a) Apa saja unsur-unsur dan model-model komunikasi ?

b) Bagaimana keterkaitan antar unsur-unsur dan model-model komunikasi?

1.3 Tujuan Pembahasan

Adapun yang menjadi tujuan pembahasan makalah ini adalah :

a) Menjawab pertanyaan-pertanyaan pada rumusan masalah.

b) Menyelesaikan tugas kelompok makalah Teori Komunikasi dalam

Pendidikan

c) Membahas dan mendalami tentan unsur-unsur dan model-model

komunikasi.

2
1.4 Manfaat Pembahasan

Dengan pembahasan materi Unsur-unsur dan Model-model Komunikasi,

mahasiswa pasca sarjana diharapkan semakin memahami teori komunikasi

dalam pendidikan sehingga dapat di aplikasikan dalam aktivitas bekerja dan

aktivitas sehari-hari.

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Unsur-Unsur Komunikasi

Pengertian komunikasi memaknai bahwa komunikasi antar manusia

hanya dapat terjadi, jika ada seseorang yang menyampaikan pesan kepada

orang lain dengan tujuan tertentu, artinya komunikasi hanya dapat terjadi jika

didukung dengan adanya elemen-elemen seperti sumber, pesan, media,

penerima dan efek. Elemen-elemen ini juga disebut dengan unsur-unsur

komunikasi.

Lasswell dalan Effendy, onong Uchjana seperti yang sudah diutarakan

pada latar belakang diatas mengatakan bahwa cara baik untuk menjelaskan

komunikasi adalah dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut : Who? Says

What? In which Channel? to Whom? With Wath Effect?. Paradigma Lasswell

ini menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban atas

pertanyaan yang diajukan itu, yakni :

- Komunikator (Communicator, Source, sender)

- Pesan (Massage)

- Media (Channel, media)

- Komunikan (Communicant, Communicatee, receiver, recipient)

- Efek (effect, impact, influence)

Lasswell menghendaki agar komunikasi dijadikan objek studi ilmiah, bahkan

setiap unsure diteliti secara khusus. Studi mengenai komunikator dinakan control

analysis; penelitian mengenai pers, radio, televise, film, dan media lainnya disebut

media analysis; penelitian mengenai pesan dinamai content analysis; audience

4
analysis adalah studi khusus tentang komunikan; sedangkan effect analysis

merupakan penelitian mengenai efek atau dampak yang ditimbulkan komunikasi.

Tambahan terhadap unsur-unsur komunikasi diatas, yang luput dari Laswell

adalah unsur feedback dan unsur lingkungan. Keduanyapun berpengaruh terhadap

keberlangsungan dari komunikasi, diungkapkan dalam teori “with what effect”,

karena feed back (who knows itu menjadi feedback dalam komunikasi sepihak)

bias merupakan effect. Walaupun kecenderungan dari efek, setelah terjadinya

komunikasi, baik langsung atau tidak langsung. Berikut Penjelasan dari unsure-

unsur komunikasi, berdasarkan criteria diatas :

a) Komunikator/Sumber (Source)

Semua pristiwa komunikasi akan melibatkan sumber sebagai pembuat

atau pengirim informasi. Dalam komunikasi antar manusia, sumber bisa terdiri

dari satu orang, tetapi bisa juga dalam bentuk kelompok misalnya, partai,

organisasi atau lembaga. Sumber sering disebut pengirim, komunikator atau

dalam bahasa inggrisnya Source, sencer atau encoder.

b) Pesan (Massage)

Pesan yang dimaksud dalam proses komunikasi adalah sesuatu yang

disampaikan pengirim kepada penerima. Pesan dapat disampaikan dengan cara

tatap muka atau melalu media komunikasi. Isinya bisa berupa ilmu

pengetahuan, hiburan, informasi, nasehat atau propaganada. Dalam bahasa

inggris pesan biasanya diterjemahkan dengan kata message, cantent atau

information.

5
c) Media (Channel)

Media yang dimaksud disini ialah alat yang digunakan untuk

memindahkan pesan dari sumber kepada penerima. Terdapat beberapa

pendapat mengenai saluran atau media. Ada yang menilai bahwa media bisa

bermacam-macam bentuknya, misalnya dalam komunikasi antarpribadi,

pancaindra dianggap sebagai media komunikasi.

Selain indra manusia, ada juga saluran komunikasi seperti telepon,

surat, telegram, yang digolongkan sebagai media komunikasi antar pribadi.

Dalam komunkasi massa, media adalah alat yang dapat menghubungkan

antara sumber dan penerima yang sifatnya terbuka, di mana setiap orang dapat

melihat, membaca, dan mendengarnya.

Media dalam komunikasi massa dapat dibedakan atas dua macam,

yakni media cetak dan media elektronik. Media cetak seperti halnya surat

kabar, majalah, buku, leaflet, brosur, stiker, bulletin hand out, poster, spanduk,

dan sebagainya. Sementara itu media elektronik antara lain: radio, film,

televise, vedio recording, computer, electronic board, audio cassette dan

semacamnya.

Berikut perkembangan teknologi komunikasi khusunya di bidang

komunikasi massa elektronik massa elektronik yang begitu cepat, media

massa elektronik makin banyak bentuknya, dan makin mengaburkan batas-

batas untuk membedakan antara media komunikasi massa dan komunikasi

antarpribadi. Hal ini disebabkan karena makin canggihnya media komunikasi

iru sendiri yang bisa dikombinasikan (multimedia) antar satu sama lainnya.

6
Media komunikasi seperti diatas, kegiatan dan tempat-tempat yang

banyak ditemui dalam masyarakat pedesaan, bisa juga dipandang sebagai

media komunikasi social, misalnya rumah-rumah ibadah, balai desa,

panggung kesenian, dan pesta rakyat.

d) Penerima/Komunikan (receiver)

Penerima adalah pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh

sumber. Penerima bisa terdiri satu orang atau lebih, bisa dalam bentuk

kelompok, partai atau Negara.

Penerima bisa disebut dengan berbagai macam istilah, seperti

khalayak, sasaran, komunikan, atau dalam bahasa inggris disebut audience

atau receiver. Dalam proses komunikasi telah dipahami bahwa keberadaan

penerima adalah akibat karena adanya sumber. Tidak ada penerima jika tidak

ada sumber.

Penerima adalah elemn penting dalam proses komunikasi, karena

dialah yang menjadi sasaran dalam komunikasi. Jika suatu pesan tidak

diterima oleh penerima, akan menimbulkan berbagai macam masalah yang

sering kali menuntut perubahan, apakah pada sumber , pesan, atau saluran.

Kenalilah khalayakmu adalah prinsip dasar dalam berkomunikasi.

Karena mengetahui dan memahami karakteristik penerima ( khalayak ), berarti

suatu peluang untuk mencapai keberhasilan komunikasi.

e) Pengaruh atau efek komunikasi (effect)

Efek komunikasi adalah situasi yang diakibatkan oleh pesan

komunikator oleh diri komunikannya. Efek komunikasi ini berupa afek

psikologis yang terdiri dari tiga hal:

7
 Pengaruh kognitif yaitu bahwa komunikasi, seseorang menjadi tahu

tentang sesuatu (memberikan informasi),

 Pengaruh efektif yaitu bahwa dengan pesan yang disampaikan terjadi

perubahan perasaan dan sikap.

 Pengaruh kognitif yaitu pengaruh yang berupa tingkah laku dan tindakan.

Pengaruh atau efek adalah perbedaan antara apa yang dipikirkan,

dirasakan, dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima

pesan. Pengaruh ini bisa terjadi pada pengetahuan, sikap dan tingkah laku

seseorang ( De Fleur,1982). Oleh karena itu, pengaruh bisa juga diartikan

perubahan atau penguatan keyakinan pada pengetahuan, sikap dan tindakan

seseorang sebagai akibat penerimaan pesan.

f) Tanggapan Balik

Ada yang beranggapan bahwa umpan balik sebenarnya adalah salah

satu bentuk daripada pengaruh yang berasala dari penerima. Akan tetapi

sebenarnya umpan balik bisa juga berasal dari unsur yang lain seperti pesan

dan media, meski pesan belum sampai pada penerima. Misalnya sebuah

konsep surat yang memerlukan perubahan-perubahan sebelum dikirim, atau

alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan itu mengalami gangguan

sebelum sampai ke tujuan. Hal-hal seperti itu menjadi tanggapan balik yang

diterima oleh sumber.

g) Lingkungan

Lingkungan atau situasi ialah factor-faktor tertentu yang dapat

memengaruhi jalannya komunikasi. Factor ini dapat digolongkan atas empat

macam, yakni: a) Lingkungan fisik adalah lingkungan yang menunjukkan

8
bahwa suatu proses komunikasi hanya bisa terjadi kalau tidak terdapat

rintangan fisik, misalnya geografis. Komunikasi sering kali sulit dilakukan

karena factor jarak yang begitu jauh, di mana tersedia fasilitas komunikasi

seperti telepon, kantor pos atau jalan raya. b) Lingkungan social budaya

adalah lingkungan yang menunjukkan factor sosial budaya, ekonomi dan

politik yang bisa menjadi kendala terjadinya komunikasi, misalnya kesamaan

bahasa, kepercayaan, adat istiadat, dan status social. c) Lingkungan psikologis

adalah pertimbangan kejiwaan yang digunakan dalam berkomunikasi,

misalnya menghindari kritik yang menyinggung perasaan orang lain,

menyajikan materi yang usia khalayak. dan d) Sedangkan demensi waktu

menunjukkan situasi yang tepat untuk melakukan kegiatan komunikasi.

Banyak proses komunikasi tertunda karena pertimbangan waktu, misalnya

musim. Namun perlu diketahui demensi waktu maka informasi memiliki nilai.

Jadi, setiap unsur memiliki peranan yang sangat penting dalam

membangun proses komunikasi. Bahkan ketujuh unsur ini saling bergantung satu

sama lain. Artinya tanpa keikutsertaan satu unsur akan memberi pengaruh pada

proses jalannya komunikasi.

Awal tahun 1960-an, David K. Berlo membuat formula komunikasi yang

lebih sederhana yang dikenal dengan ”SMCR”, yaitu: Source (pengirim), Message

(pesan), Channel (saluran-media) dan Receiver (penerima). Perkembangan

terakhir adalah munculnya pandangan dari Joseph de Vito K. Sereno dan Erika

Vora yang menilai factor lingkungan merupakan unsur yang tidak kalah

pentingnya dalam mendukung terjadinya proses komunikasi.

9
Dari paparan yang telah diuraikan di atas, untuk dapat terjadi proses

komunikasi, minimal terdiri dari tiga unsur utama:

 Pengirim pesan (komunikator).

 Penerima pesan (komunikan).

 Pesan itu sendiri.

Namun komunikasi komunikasi bukan semata terdiri dari tiga unsur di

atas. Ketiga unsur di atas hanya sebagai unsur dasar saja, akan tetapi dalam

proseskomunikasinya dapat mengandung lebih dari unsur-unsur tersebut

sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya.

Contoh Komunikasi dalam bentuk surat-menyurat: seorang Lelaki

misalkan si X bekerja diluar negeri, dimana si X tinggal di Indonesia, kemudian

Si X mengirimkan SMS (short massage service) kepada orang yang di cintainya

(Istri) bahwasannya si X mendapat promosi kenaikan Pangkat sebagai manjer

disuatu perusahaan. Kemudian Istri si X menerima SMS tersebut dan

membacanya, lalu Istri Si A menangis bangga dan terharu atas isi SMS melalui

Handphone yang diterimanya hingga meneteskan air mata bahagia. Kemudian

Istri si A membalas SMS tersebut dengan handphonenya.

Dalam contoh di atas dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur komunikasi

yang terdapat di dalamnya adalah sebagai berikut:

 Penulis SMS atau Si X sebagai penyampai pesan

 Pesan yang Si X tulis tersampaikan

 Handphone adalah sebagai media pengantar pesan (SMS)

 Istri penulis SMS sebagai penerima pesan dan

10
 Efek atau pengaruh pesan yang membuat Istri penulis Bangga dan

terharu.

2.2 Model-model komunikasi

Model komunikasi kurang lebih merupakan suatu replica – kebanyakan

sebagai model diagrmatik – dari dunia nyata. Karenanya komunikasi bersifat

dinamis, dan sebenarnya komunikasi sulit dimodelkan, tetapi penggunaan

model berguna untuk mengidentifikasi unsur-unsur komikasi dan bagaimana

unsure-unsur komunikasi saling berhubungan.

a. Model Stimulus - Respons

Model ini merupakan model yang paling dasar dalam ilmu


komunikasi. Model ini menunjukan komunikasi sebagai sebuah proses
aksi reaksi. Model ini beranggapan bahwa kata-kata verbal, tanda-tanda
nonverbal, gambar-gambar, dan tindakan akan merangsang orang lain
untuk memberikan respon dengan cara tertentu. Kita dapat juga
mengatakan bahwa proses ini merupakan perpindahan informasi ataupun
gagasan. Proses ini dapat berupa timbal balik dan mempunyai efek yang
banyak. Setiap efek dapat merubah perilaku dari komunikasi berikutnya.

Model ini mengabaikan komunikasi sebagai sebuah proses. Dengan


kata lain, komunikasi dianggap sebagai hal yang statis. Manusia dianggap
berprilaku karena kekuatan dari luar ( stimulus ), bukan berdasarkan
kehendak, keinginan, atau kemauan bebasnya.

b. Model Aristoteles

Model ini merupakan model yang paling klasik dalam ilmu


komunikasi. Bisa juga disebut sebagai model retorikal. Model ini membuat
Setting
11
Pembicara Pesan Pendengar

Setting
rumusan tentang model komunikasi verbal yang petama. Komunikasi
terjadi saat pembicara menyampaikan pesannya kepada khalayak dengan
tujuan mengubah perilaku mereka. Aristoteles menerangkan tentang model
komunikasi dalam bukunya Rhetorica, bahwa setiap komunikasi akan
berjalan jika terdapat 3 unsur utama : pembicara (speaker), pesan
(message), dan pendengar (listener). Model ini lebih berorientasi pada
pidato. Terutama pidato untuk mempengaruhi orang lain. 

Setting
Pembicara Pesan Pendengar

Setting

Menurut Aristoteles, pengaruh dapat dicapai oleh seseorang yang


dipecaya oleh publik, alasan, dan juga dengan memainkan emosi publik.
Tapi model ini juga memiliki banyak kelemahan. Kelemahan yang
pertama adalah, komunikasi dianggap sebagai fenomena yang statis.
Kelemahan yang kedua adalah, model ini tidak memperhitungkan
komunikasi non verbal dalam mempengaruhi orang lain. Meskipun model
ini mempunyai banyak kelemahan, tapi model ini nantinya akan menjadi
inspirasi bagi para ilmuwan komunikasi untuk mengembangkan model
komunikasi modern.

c. Model Lasswell

Model ini menggambarkan komunikasi dalam ungkapan who, says what, in

which channel, to whom, with what effect atau dalam bahasa Indonesia adalah,

siapa, mengatakan apa, dengan medium apa, kepada siapa, pengaruh apa? Model

ini menjelaskan tentang proses komunikasi dan fungsinya terhadap masyarakat.

Lasswell berpendapat bahwa di dalam komunikasi terdapat tiga fungsi. Yang

pertama adalah pengawasan lingkungan, yang mengingatkan anggota – anggota

12
masyarakat akan bahaya dan peluang dalam lingkungan. Kedua adalah korelasi

berbagai bagian terpisah dalam masyarakat yang merespon lingkungan. Ketiga

adalah transmisi warisan sosial dari suatu generasi ke generasi lainnya.

Model ini sering digunakan pada komunikasi massa. Who menjadi

pihak yang mengeluarkan dan menyeleksi berita, says what adalah bahan

untuk menganalisa pesan itu. In which channel adalah media. To

whom adalah khalayak. Dan with what effect adalah pengaruh yang

diciptakan pesan dari media massa kepada pembaca, pendengar, dan

pemirsa. Sama seperti model komunikasi lainnya, model ini juga

mendapat kritik. Hal itu dikarenakan model ini terkesan seperti

menganggap bahwa komunikator dan pesan itu selalu mempunyai tujuan.

Model ini juga dianggap terlalu sederhana. Tapi, sama seperti model

komunikasi yang baik lainnya, model ini hanya fokus pada aspek-aspek

penting dalam komunikasi.

d. Model Shannon dan Weaver


Model ini membahas tentang masalah dalam mengirim pesan

berdasarkan tingkat kecermatannya. Model ini mengandaikan sebuah

sumber daya informasi (source information) yang menciptakan sebuah

pesan (message) dan mengirimnya dengan suatu saluran (channel) kepada

penerima (receiver) yang kemudian membuat ulang (recreate) pesan

tersebut. Dengan kata lain, model ini mengasumsikan bahwa sumber daya

informasi menciptakan pesan dari seperangkat pesan yang tersedia.

Pemancar (transmitter) mengubah pesan menjadi sinyal yang sesuai dengan

saluran yang dipakai. Sasaran (destination) adalah orang yang menjadi tujuan

13
pesan itu. Saluran adalah media yang mengirim tanda dari pemancar kepada

penerima. Di dalam percakapan, sumber informasi adalah otak, pemancar

adalah suara yang menciptakan tanda yang dipancarkan oleh udara. Penerima

adalah mekanisme pendengaran yang kemudian merekonstruksi pesan dari

tanda itu. Tujuannya adalah otak si penerima. Dan konsep penting dalam model

ini adalah gangguan.

Gambar 3: (1949) Model Shannon dari proses komunikasi.

Model ini menganggap bahwa komunikasi adalah fenomena statis

dan satu arah. Dan juga, model ini terkesan terlalu rumit. Meskipun model

ini sangat terkenal dalam penelitian komunikasi selama bertahun-tahun,

tulisan-tulisan Shannon dan Weaver sulit dipahami. Misalnya, formula

Shannon untuk informasi (1948) adalah sebagai berikut :

H = - [P1 log p1 + p2 log p2 + … = pn log pn],


Atau
H = - Σpi log pi
Dalam menguraikan informasi sebagai reduksi ketidakpastian, Shannon

meggunakan Istilah Entropi yang disimbolkan dengan H, dalam formula

diatas diketahui bahwa ∑ adalah “jumlah”, pi adalah probabilitas suatu

peristiwa I yang terjadi, dan log pi adalah informasi yang diperlukan untuk

meramalkan terjadinya peristiwa i.

14
e. Model Schramm
Wilbur Scheram membuat serangkai model komunikasi, dimulai dengan
model komunikasi manusia yang sederhana (1954), lalu model yang lebih
rumit yang memperhitungkan pengalaman dua individu yang mencoba
berkomunikasi, hingga ke model komunikasi yang dianggap interaksi dua
individu.
Model pertama mirip dengan model Shannon dan Weaver. Dalam
Model yang kedua Schramm memperkenalkan gagasan bahwa kesamaan
dalam bidang pengalaman sumber dan sasaranlah yang sebenarnya
dikomunikasikan, karena bagian sinyal itulah yang dianut sama oleh
sumber dan sasaran.

Messag
e

Encoder Decoder

Interpreter Interpreter

Decoder Encoder
Messag
e
Model yang ketiga Schramm menanggap komunikasi sebagai interaksi

dengan kedua pihak yang menyandi (encode), menafsirkan (interpret),

15
menyandi ulang (decode), mentransmisikan (transmit), dan menerima

sinyal (signal). Schramm berpikir bahwa komunikasi selalu membutuhkan

setidaknya tiga unsur : sumber (source), pesan (message), dan tujuan

(destination). Disini kita melihat umpan balik dan lingkaran yang

berkelanjutan untuk berbagi informasi.

Sumber dapat menyandi pesan, dan tujuan dapat menyandi balik pesan,

tergantung dari pengalaman mereka masing-masing. Jika kedua lingkaran

itu mempunyai daerah yang sama, maka komunikasi menjadi mudah.

Makin besar daerahnya akan berpengaruh pada daerah pengalaman (field

of experience) yang dimiliki oleh keduanya. Menurut Schramm, setiap

orang di dalam proses komunikasi sangat jelas menjadi encoder dan

decoder. Kita secara konstant menyandi ulang tanda dari lingkungan kita,

menafsirkan tanda itu, dan menyandi sesuatu sebagai hasilnya. Proses

kembali di dalam model ini disebut feedback, yang memainkan peran

penting dalam komunikasi. Karena hal ini membuat kita tahu bagaimana

pesan kita ditafsirkan.

f. Model Newcomb

Theodore Newcomb (1953) melihat komunikasi dari pandangan sosial

psokologi. Model ini juga dikenal dengan nama model ABX. Model ini

menggambarkan bahwa seseorang (A) mengirim informasi kepada orang

lain (B) tentang sesuatu (X). Model ini mengasumsikan bahwa orientasi A

ke B atau ke X tergantung dari mereka masing-masing. Dan ketiganya

memiliki sistem yang berisi empat orientasi.

16
1. Orientasi A ke X, yang meliputi sikap terhadap X sebagai objek yang

didekati atau dihindari dan atribut kognitif.

2. Orientasi A ke B, dalam pengertian yang sama

3. Orientasi B ke X

4. Orientasi B ke A

Dalam model ini, komunikasi adalah suatu hal yang lumrah atau lazim

dan efektif yang membuat orang-orang dapat mengorientasikan diri mereka

kepada lingkungannya. Ini adalah model tindakan komunikasi yang

disengaja oleh dua orang.

g. Model Westley dan Maclean

Model ini berbicara dalam dua konteks, komunikasi interperonal dan

massa.Dan perbedaan yang paling penting diantara komunikasi interpersonal

dan massa adalah pada umpan balik (feedback). Di interpersonal, umpan balik

berlangsung cepat dan langsung, sedang di komunikasi massa, umpan baliknya

bersifat tidak langsung dan lambat.  Dalam komunikasi interpersonal model

ini, terdapat lima bagian : orientasi objek (object orientation), pesan

17
(messages), sumber (source), penerima (receiver), dan umpan balik (feedback).

Sumber (A) melihat objek atau aktivitas lainnya di lingkungannya (X). Yang

lalu membuat pesan tentang hal itu (X') dan kemudian dikirimkan kepada

penerima (B). Pada kesempatan itu, penerima akan memberikan umpan balik

kepada sumber.

Sedang komunikasi massa pada model ini mempunyai bagian tambahan,

yaitu penjaga gerbang (gate keeper) atau opinion leader (C) yang akan

menerima pesan (X') dari sumber (A)atau dengan melihat kejadian disekitarnya

(X1, X2. Lalu opinion leader membuat pesannya sendiri (X") yang akan

dikirim kepada penerima (B). Sehingga proses penyaringan telah terbentuk.

Ada beberapa konsep yang penting dari model ini: umpan balik, perbedaan dan

persamaan antara komunikasi interpersonal dan massa dan opinion leader yang

menjadi hal penting di komunikasi massa.Model ini juga membedakan antara

pesan yang bertujuan dan tidak bertujuan.

18
h. Model Gerbner

Model ini merupakan perluasan dari model komunikasi milik Lasswell,

terdiri dari model verbal dan model diagramatik.

Model Verbal : Seseorang (sumber) mempersepsi kejadian dan bereaksi dalam

situasi melalui suatu alat (saluran, media, rekayasa fisik, fasilitas

administrative, dan kelembagaanuntuk distribusidan control) untuk

menyediakan materi dalam suatu bentuk dan konteks yang mengandung isi

dengan konsekuensi yang ada.

Model Diagramatik : Seseorang mempersepsi kejadian dan mengirim

beberapa pesan untuk pemancar yang akan mengirim sinyal kepada penerima.

Pada transmisi ini, sinyal akan menghadapi gangguan dan menjadi SSSE untuk

si tujuan.

i. Model Berlo

Model ini hanya memperlihatkan proses komunikasi satu arah dan hanya

terdiri dari empat komponen yaitu sumber (Source), pesan (Message), saluran

(Channel), dan penerima (Receiver). Sumber adalah pembuat pesan. Pesan

adalah gagasan yang diterjemahkan atau kode yang berupa simbol-simbol.

19
Saluran adalah media yang membawa pesan. Dan penerima adalah target dari

komunikasi itu sendiri. Menurut model ini, sumber dan penerima dipengaruhi

oleh faktor-faktor berikut : kemampuan berkomunikasi, perilaku, pengetahuan,

sistem sosial, dan budaya. Pesan merupakan perluasan yang berdasarkan

elemen, struktur, isi, pemeliharaan, dan kode. Dan saluran adalah panca indera

manusia. Hal yang positif dari model ini adalah, model ini dapat mencakup

perlakuan dari komunikasi massa, publik, interpersonal, dan komunikasi

tertulis. Model ini juga bersifat heuristic. Tapi, model ini juga memiliki

kelemahan. Model ini menganggap komunikasi sebagai fenomena yang statis.

Tidak ada umpan balik. Dan komunikasi nonverbal dianggap sebagai hal yang

tidak penting.

Model komunikasi Berlo menekankan komunikasi sebagai suatu proses.

Disamping itu, juga menekankan ide bahwa meaning are in the people atau arti

pesan yang dikirimkan pada orang yang menerima pesan bukan pada kata –

kata itu sendiri. Melainkan dari arti atau makna kata pesan yang ditafsirkan si

pengirim bukan pada apa yang ada dalam komponen pesan itu sendiri. Berlo

juga mengubah pandangan orang menjadi menginterpretasikan komunikasi.

j. Model Defleur

Model ini merupakan model komunikasi massa. Dengan

menyisipkan perangkat media massa (mass medium device) dan perangkat

umpan balik (feedback device). Model ini menggambarkan sumber (source),

pemancar (transmitter), penerima (receiver), dan tujuan (destination) sebagai

fase yang terpisah dalam proses komunikasi massa, serupa dengan fase – fase

20
yang digambarkan Schramm. Fungsi dari penerima dalam model Defleur

adalah menerima informasi dan menyandikannya. Menurut Defleur,

komunikasi bukanlah sebuah pemindahan makna. Komunikasi terjadi dengan

seperangkat komponen operasi di dalam sistem teoritis, dengan

konsekuensinya adalah isomorpis diantara internal penerima kepada

seperangkat simbol kepada sumber dan penerima.

k. Model Tubs

Model ini sepenuhnya berbicara tentang komunikasi antara 2 orang. Model

ini sesuai dengan konsep komunikasi sebagai transaksi. Yang mengasumsikan

bahwa 2 orang komunikator sebagai pengirim pesan (sender) dan sekaligus

sebagai penerima pesan (receiver). Saat kita berbicara (mengirim pesan),

sebenarnya kita sekaligus mengamati tingkah laku lawan bicara kita dan kita

bereaksi terhadap itu. Proses itu bersifat timbal balik dan juga spontan dan

serentak. Pesan di dalam model ini dapat berupa verbal maupun non verbal.

Dapat disengaja maupun tidak. Salurannya berupa panca indera. Ada dua jenis

gangguan di model ini :teknis dan semantik. Gangguan teknis adalah faktor

yang membuat penerima merasakan perubahan di dalam sebuah informasi.

Gangguan semantik adalah pemberian makna yang berbeda tentang

representasi yang dikirim oleh sumber.

Singkatnya, walaupun di model ini komunikator 1 dan 2 mendapatkan aspek

yang sama : masukan, penyaringan, pesan, saluran, dan gangguan. Aspek-

aspek itu berbeda isinya.

21
l. Model Gudykunst dan Kim

Model komunikasi ini adalah model komunikasi antar budaya yakni

komunikasi antar orang-orang yang berasal dari budaya berlainan, atau

komunikasi dengan orang asing (stranger).

Model ini pada dasarnya sesuai untuk komunikasi langsung, khususnya

untuk dua orang. Meskipun disebut komunikasi anatar budaya atau model

komunikasi dengan orang asing, model komunikasi tersebut dapat

merepresentasikan komunikasi antara siapa saja. Karena pada dasarnya tidak

ada dua orang di dunia ini yang memiliki budaya, budaya sosial dan budaya

psikologi yang sama persis

m. Model Interaksional

Model interaksional dikembangkan oleh Wilbur Schramm pada tahun 1954

yang menekankan pada proses komunikasi dua arah di antara para

komunikator. Dengan kata lain, komunikasi berlangsung dua arah: dari

pengirim dan kepada penerima dan dari penerima kepada pengirim. Proses

melingkar ini menunjukkan bahwa komunikasi selalu berlangsung. Para

peserta komunikasi menurut model interaksional adalah orang-orang yang

mengembangkan potensi manusiawinya melalui interaksi sosial, tepatnya

melalui pengambilan peran orang lain (role-taking). Patut dicatat bahwa model

ini menempatkan sumber dan penerima mempunyai kedudukan yang sederajat.

Satu elemen yang penting bagi model interkasional adalah umpan balik

(feedback), atau tanggapan terhadap suatu pesan.

22
BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

23
Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antar

individu melalui suatu sistem yang biasa (lazim), baik dengan simbol-

simbol, sinyal-sinyal, maupun perilaku ataupun tindakan. Para ahli yang

mengemukakan pendapatnya pun relatif memulai pengertian komunikasi

dengan kata “proses”, jadi proses memiliki tempat utama dalam

berkomunikasi. Dalam proses komunikasi tersebutlah terdapat unsure-

unsur komunikasi yang perlu menjadi perhatian dan pemahaman bagi

pengguna atau pelaku komunikasi.

Unsur-unsur komunikasi memunculkan anggapan-anggapan atau

pernyataan para ahli komunikasi dalam merumuskan suatu model

komunikasi. Dalam ilmu komunikasi terdapat ratusan model komunikasi,

dan setiap model mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Setiap model hanya dapat diukur dari segi kemanfaatannya ketika

dihadapkan pada dunia nyata, khususnya ketiak digunakan menjaring

data dalam penelitian. Selain itu, model dirancang , unsure-unsur model

dan hubungan antara berbagai unsure tersebut tergantung pada cara

pandang yang digunakan si pembuat model.

3.2. Saran

Saran yang bisa kami berikan berdasarkan ulasan yang terdapat pada

makalah ini adalah :

1. Perlu pemahaman intensif oleh setiap orang yang ingin

berkomunikasi pada proses dan unsur komunikasi agar pesan yang

disampaikannya mampu dipahami atau bahkan dituruti oleh penerima

24
2. Sebaiknya agar komunikasi berjalan lebih efektif dan efisien, pelaku

dalam komunikasi harus mengetahui dan memahami bentuk dasar

komunikasi dan mengimplementasikannya dalam percakapan sehari-

hari

3. Pemahaman dan penggunaan model-model komunikasi tergantung

dari Prespektif atau cara pandang kita menggunakannnya, karena kita

sendiri mungkin juga dapat mmbuat model komunikasi menurut cara

pandang diri kita.

DAFTAR PUSTAKA

Effendy, onong Uchjana, Komunikasi Teori dan Praktek, Jakarta, Rosda, 2007,

hlm. 9-19

25
http://carapedia.com/model_model_komunikasi_menurut_para_ahli_info774.html ,

diakses tanggal 12 Agustus 2014

http://dapurilmu.files.wordpress.com/2012/03/makalah-dasar-komunikasi-

modelkomunikasi.doc, diakses tanggal 15 Agustus 2014

Mulyana, Deddy, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, Jakarta, Rosda, 2010, hlm.

131-175

26