Anda di halaman 1dari 2

Imam Bukhori

030307857
Tugas 2:

1. Sebutkan dan jelaskan 3 gaya kepemimpinan menurut White dan Lippit

a) Ototarian
Dalam presepsi ini pemimpin memberikan instruksi kepada bawahanya. Semua
bawahan wajb mematuhi perintah atasan dan jika tidak akan ditindak tegas.
Komunikasi hanya bersifat satu arah.

b) Demokrasi
Gaya kepemimpinan demokratik juga disebut gaya kepemimpinan partisipatif.
Pemimpin banyak memberikan pengarahan dan bimbingan kepada anggotanya.
Semua kebijakan dan pengambilan keputusan adalah hasil musyawarah dan
kesepakatan bersama.

c) Laissez-faire
Atau di sebut juga Kepemimpinan gaya bebas. Disini pemimpin memberikan
kepercayaan penuh kepada anggota dan lebih mendelegasikan kekuasaan kepada
anggota kelompok. Para anggota di anggap sudah matang dan dewasa untuk
menjalankan organisasi sehingga tidak diperlukan lagi kontrol ketat dari
pemimpin.

2. Menurut Anda, dari tiga gaya kepemimpinan yang dikemukakan White dan Lippit
terebut, gaya kepemipinan mana yang paling tepat untuk diterapkan oleh pimpinan
negara/pimpinan daerah kepada masyarakatnya dalam situasi wabah Covid-19 seperti
saat ini? Beri argument atau alasan yang tepat

Menurut saya, Gaya kepemimpinan Otoriter adalah gaya kepemimpinan yang cocok
diterapkan dalam situasi wabah Covid-19 ini. Dalam komteks ini pemimpin adalah
seorang yang jujur, bisa dipercaya, Cerdas/Pandai, dan Memikirkan kepentingan
anggota/masyarakat. Pemimpin ini sudah mendapatkan image bagus di mata
masyarakat. Sehingga masyarakat mempercayakan penuh semua kepada pemimpin,
apapun keputusan yang di ambil oleh pemimpin adalah yang terbaik untuk anggota.
Lain ceritanya jika pemimpin disini adalah orang yang Pembohong, Ingkar, dan
bodoh dan tidak disukai para anggotanya. Jadi baik atau buruknya gaya
kepemimpinan ini adalah sifat individu seorang pemimpin.

Kenapa saya tidak memilih “Gaya kepemimpinan Demokrasi” dalam masalah ini ?
Karena Gaya kepemimpinan seperti ini pasti banyak pro dan kontra. Sehingga akan
menimbulkan banyak terjadi konflik para angota/masyarakat. Keputusan yang diambil
oleh pemimpin akan di pandang tidak baik oleh mereka yang kontra, dan sebaliknya.
Terlalu banyak anggota/masyarakat berpendapat serta informasi tidak valid yang akan
menyebabkan kebingungan dan ketidakpercayaan publik. Seperti bisa dilihat di
negara indonesia saat ini dalam penanganan covid-19. Dikarenakan banyak informasi
Imam Bukhori
030307857
yg tersebar di sosial media entah itu benar atau salah. Statment dari para petinggi
negara pun berbeda-beda yang akhirnya membingungkan masyarakat.

Gaya kepemimpinan bebas? Saya tidak setuju sekali jika itu diterapkan dalam
penanganan wabah ini. Karena secara tidak langsung pemimpin akan lepas tanggung
jawab dan mempercayakan semua pada anggota/masyarakat.

Anda mungkin juga menyukai