Anda di halaman 1dari 16

Universitas Pamulang by : Team Teaching

PERTEMUAN KE – 8

ANGGARAN PRODUKSI

TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian anggaran produksi dalam arti luas


dan sempit
2. Mahasiswa mampu memberi penjelasan kegunaan anggaran produksi yang
akan dibuat
3. Mahasiswa mampu menjelaskan unsur – unsur utama biaya produksi
4. Mahasiswa mampu memberi penjelasan biaya – biaya yang dapat dimasukkan
dalam persediaan
5. Mahasiswa mampu membuat budget produksi dengan menggunakan pola
produksi stabil, bergelombang dan moderat.

A. PENGERTIAN

“Anggaran produksi adalah suatu perencanaan secara terperinci mengenai


jumlah unit produk yang akan diproduksi selama periode yang akan datang, yang
didalamnya mencakup rencana mengenai jenis (kualitas), jumlah (kuantitas), waktu
(kapan) produksi akan dilakukan”. Definisi menurut Tendi Haruman (2007). Penyusunan
anggaran produksi melalui urutan – urutan sebagai berikut :

B. KEGUNAAN ANGGARAN PRODUKSI

Penganggaran Perusahaan 124


Universitas Pamulang by : Team Teaching

Budget produksi lazimnya digunakan untuk pedoman kerja, mengkoordinasikan


pekerjaan serta mengawasi pekerjaan, disamping itum kegunaan budget produksi yang
dikhususkan seperti di bawah ini :
1. Menopang aktifitas penjualan agar produksi bisa disajikan menurut waktu
yang telah ditetapkan.
2. Mengoptimalkan level stok.
3. Mengelola produksi dengan menekan pengeluaran – pengeluaran produksi
serendah – rendahnya.
Haruman dan Rahayu (2007:58) anggaran produksi merupakan “suatu alat perencanaan,
koordinasi dan pengendalian kegitan produksi, sehingga tujuan penyusunan anggaran
produksi menunjang kegiatan bagian penjualan, agar barang dapat tersedia sesuai
dengan yang direncanakan, menjaga tingkat persediaan yang optimum dan mengatur
produksi sedemikian rupa sehingga biaya produksi menjadi minimum”.

C. UNSUR UTAMA BIAYA PRODUKSI

Ada tiga unsur utama da biaya produksi yang dihasilkan, yaitu :


1. Biaya bahan langsung
Pengeluaran - pengeluaran untuk mendapatkan seluruh bahan yang
dikelompokkan ke dalam bahan jadi bisa dilacak ke bahan jadi yang
mungkinkan untuk dihemat. Contohnya adalah lempengan baja dan sub
perakitan bagian perusahaan mobil. Bahan langsung sering tidak mencakup
unsur – unsur kecil seperti lem dan paku. Mengapa ? Karena biaya penelusuran
unsur – unsur yang tidak signifikan tampaknya tidak sebanding dengan nilai /
manfaat mendapatkan harga pokok produksi yang lebih akurat. Unsur – unsur
seperti itu disebut perlengkapan atau bahan tak langsung dan digolongkan
sebagai bagian biaya produksi tak langsung yang akan diterangkan di bawah.

2. Tenaga kerja langsung


Gaji keseluruhan karyawan bisa diidentifikasikan dan dimungkinkan untuk
dibebankan ke dalam produksi bahan jadi. Contohnya adalah tenaga kerja para
operator mesin dan para perakit. Tenaga kerja tidak langsung mencakup kerja
tidak langsung atau tidak praktis untuk di telusuri ke produk tertentu. Contohnya
adalah upah cleaning service atau satpam.

Penganggaran Perusahaan 125


Universitas Pamulang by : Team Teaching

3. Biaya produk tak langsung


Seluruh pengeluaran yang tidak tergolong barang langsung atau pekerja
langsung yang berhubungan dengan tahapan produksi. Dengan kata lain, yang
digolongkan ke dalam ini, yaitu overhead pabrik, biaya pabrik, overhead pabrik ase,
biaya pabrikase. Istilah biaya produksi tak langsung lebih jelas daripada
overhead pabrik, tetapi istilah overhead pabrik digunakan dalam buku ini karena
lebih singkat. Dua subkelompok beban overhead pabrik, adalah :
a. Biaya variabel overhead pabrik
Umpamanya yaitu usaha, sarana, dan separuh pekerja tidak langsung. Apakah
biaya subkategori tenaga kerja tidak langsung termasuk variabel atau tetap
Perttergantung pada pola perilakunya dalam perusahaan tertentu. Di dalam
buku ini, kecuali dinyatakan sebaliknya, maka tenaga kerja tidak langsung
akan dianggap pengeluaran – pengeluaran variabel dan bukan pengeluaran –
pengeluaran tetap.
b. Overhead-pabrik tetap.
Contohnya adalah sewa, asuransi, pajak bunga dan bangunan, penyusutan, dan gaji
penyelia.

D. BIAYA YANG DAPAT DIMASUKKAN DALAM PERSEDIAAN

Para manager perusahaan sering membedakan harga pokok produksi dan biaya periode.
Yang ekuivalen dengan harga pokok produksi adalah pembelian barang dagangan untuk
perusahaan dagang dan biaya produksi untuk industri pabrik. Artinya, harga pokok
produk yaitu pengeluaran yang dibebankan ke dalam persediaan ketika terjadinya.
Dalam gillirannya, pengeluaran – pengeluaran yang dimasukan ke golongan persediaan
ini (invertoriable cost) dijadikan unsur beban (expense), unsur dari harga pokok
penjualan, apabila banyaknya satuan yang terkandung dalam barang tersedia untuk
dijual dimungkinkan berlangsung dalam sebuah periode setelah periode
pemroduksiannya. Persamaan kata harga pokok produk yaitu pengeluaran yang
dibebankan ke dalam persediaan (inventoriable cost). Beban periode seringkali
dimasukkan pada periode yang berlangsung, yakni ketika berlangsung, beban ini
belum disertakan ke dalam golongan persediaan. Jadi biaya periode dapat juga disebut
biaya yang tidak dapat dimasukkan dalam persediaan; misalnya, beban penjualan dan

Penganggaran Perusahaan 126


Universitas Pamulang by : Team Teaching

administrasi.
Perbedaan antara biaya produk (yang dapat dimasukkan dalam persediaan) dan
biaya periode (yang tidak dapat dimasukkan dalam biaya persediaan). Seorang pengecer
atau pedagang borongan membeli barang untuk dijual kembali tanpa mengubah bentuk
dasarnya. Satu-satunya biaya yang dimasukkan dalam persediaan adalah harga pokok
barang dagangan itu. Barang yang belum terjual disimpan sebagai persediaan barang
dagangan yang harga pokoknya ditunjukan sebagai aktiva pada neraca. Apabila barang
itu dijual, maka harga barang pokoknya menjadi beban da;am bentuk “harga pokok
penjualan.”
Seorang pengecer atau pedagang borongan juga mempunyai aneka beban
penjualan dan administrasi. Yang contoh utamanya adalah biaya periode (pengeluaran
yang tidak bisa dibebankan ke persediaan). Pengeluaran ini disebut biaya periode karena
dikurangkan pendapatan sebagai beban dalam perhitungan rugi-laba tanpa pernah
dianggap sebagai bagian persediaan.
Seorang munafaktur, mengubah bentuk bahan langsung ke dalam bentuk yang
dapat dijual dengan mempergunakan tenaga kerja langsung atau overhead pabrik.
Semua niaya ini termasuk biaya produk karena biaya ini dialokasikan ke persediaan
sampai barang tersebut terjual. Seperti dalam akuntansi untuk pengecer dan pedagang
borongan, beban penjualan dan admnistrasi manufaktur dianggap sebagai biaya periode.

E. PERSEDIAAN DALAM INDUSTRI PABRIK

Dalam biaya produksi dikenal tiga istilah persediaan barang, yaitu :

1. Persediaan Bahan Langsung

Bahan yang tersedia dan menunggu untuk digunakan dalam proses produksi

2. Persediaan barang dalam proses

Ada kalanya juga disebut pekerjaan dalam proses yaitu bahan yang masih
menjalani pemrosesan tetapi belum sepenuhnya selesai. Biayanya mencakup
ketiga biaya pabrik yang utama, yaitu :

a. Bahan langsung

b. Tenaga kerja langsung

Penganggaran Perusahaan 127


Universitas Pamulang by : Team Teaching

c. Overhead pabrik

3. Persediaan barang jadi

Barang yang sepenuhnya telah selesai diproduksi oleh departemen produksi, tetapi
belum terjual.

F. BUDGET PRODUKSI

Merencanakan dan menjadwalkan produksi merupakan pekerjaan produksi yang


berkaitan dengan menentukan banyaknya bahan yang diproses serta menentukan saat –
saat produksi.

Unsur yang berpengaruh terhadap budget produksi seperti di bawah ini :

a. Rencana penjualan
Anggaran produksi dibuat berdasarkan data – data yang tertuang dalam anggaran
penjualan. Semakin besar anggaran penjualan maka akan menyebabkan anggaran
produksi yang makin besar pula, demikian juga sebaliknya semakin kecil anggaran
penjualan maka akan semakin kecil pula anggaran produksi.

b. Kapasitas mesin dan peralatan pabrik.


Setiap produksi barang maka perusahaan akan membutuhkan mesin – mesin dan
peralatan lainnya untuk memproduksi barang tersebut. Kemampuan dan kapasitas
mesin dan peralatan yang dimiliki oleh perusahaan akan menunjang kemampuan
perusahaan dalam memproduksi barang.Semakin besar kemampuan mesin dan
peralatan maka semakin besar pula tingkat produksi perusahaan, demikian juga
sebaliknya, semakin kecil kemampuan mesin dan peralatan yang dimiliki, maka
semakin kecil pula tingkat produksi perusahaan.

c. Tenaga kerja
Karyawan yang dimiliki yang terkait dengan kualitas maupun kuantitasnya, terbagi
menjadi tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung. Tenaga kerja
langsung adalah karyawan – karyawan perusahaan yang berhubungan langsung
dengan produksi, sedangkan tenaga kerja tidak langsung merupakan karyawan –
karyawan yang menunjang produksi perusahaan.

Penganggaran Perusahaan 128


Universitas Pamulang by : Team Teaching

d. Stabilitas bahan baku


Ketersediaan bahan baku di pasar sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Barang baku
yang langka dan susah untuk didapatkan akan membuat perusahaan berhenti dalam
proses produksinya. Oleh karenanya stabilitas bahan baku dengan ketersediaan
bahan baku di pasar sangat menentukan produksi perusahaan. Jika ketersediaan
bahan baku di pasar stabil, maka tingkat produksi juga akan stabil, demikian juga
sebaliknya jika ketersediaan bahan baku terganggu, maka tingkat produksi juga akan
terganggu.

e. Modal kerja yang dimiliki


Modal kerja mendeskripsikan kemampuan keuangan korporasi dalam mendanai
semua aktifitas yang berhubungan dengan operasional perusahaan. Mulai dari proses
produksi sampai dengan barang tersebut laku dijual. Semakin besar modal kerja
perusahaan menyebabkan makin besar juga besaran produksi perusahaan, begitu
juga kebalikannya, semakin kecil modal kerja perusahaan maka akan semakin kecil
pula tingkat produksinya.

f. Fasilitas gudang.
Gedung dibutuhkan oleh perusahaan sebagai tempat menjalankan kegiatan
perusahaan sehari hari, dan tempat penyimpanan barang barang perusahaan. Sarana
gedung yang luas dapat digunakan untuk penyimpanan barang, maka perusahaan
dapat mempercepat operasionalnya sehingga tingkat produksi akan meningkat,
demikian juga sebaliknya apabila sarana gedung kurang luas maka akan ada
terkendala di produksi barang.

G. PENYUSUNAN ANGGARAN PRODUKSI

Terdapat tiga cara strategi atau prosedur untuk menyusun budget produksi

1. Prosedur yang mementingkan kestabilan tahapan produks

Arti dari mengutamakan kestabilan produksi yaitu tahapan yang tetap dari banyaknya
yang diproses pada saat – saat berikutnya, dengan demikian, meskipun berlangsung
pergerakan penjualan, banyaknya satuan yang diproduksi tetap berimbang.
Prosedur membuat budget produksi dengan kestabilan produksi :
Penganggaran Perusahaan 129
Universitas Pamulang by : Team Teaching

1. Prosedur awal
Menentukan rencana produksi melalui prosedur dibawah ini :

2. Langkah kedua
Setelah rencana produksi satu tahun diketahui, tentukanlah rencana produksi
per periode. Jika rencana penjualan periode per bulan, maka mendapatkan
tingkat produksi per bulan adalah dari rencana produksi satu tahun dibagi 12.
Misalnya dari hasil perhitungan diperoleh tingkat produksi pertahun sebesar
12.000 unit, maka rencana produksi per bulannya adalah 12.000 : 12 = 1.000
unit.
Apabila rencana penjualan satu tahun 8.000 unit terbagi dalam triwulan yaitu
penjualan triwulan I, II, III, IV, adalah : 2.060 unit, 2.000 unit, 2.000 unit
dan 1.940 unit. Persediaan awal 240 unit dan persediaan akhir 160 unit.
Maka, anggaran produksi dapat disusun sebagai berikut :
1. Rencana Penjualan 8.000

2. ditambah Persediaan Akhir 160


3. Jumlah barang yang tersedia 8.160
4. dikurangi Persediaan Awal 240

5. Rencana Produksi 7.920

Selanjutnya, Rencana produksi ini dibagi rata per triwulan maka :


7.920 : 4 = 1.980.

Penganggaran Perusahaan 130


Universitas Pamulang by : Team Teaching

Apabila pimpinan produksi memutuskan aturan kestabilan produksi, oleh


karenanya satuan persediaan diawal dan diakhir dibebaskan bergerak sesuai
penjualan yang sudah ditentukan.
item Tri I Tri II Tri III Tri IV Total

Penjualan 2.060 2.000 2.000 1.940 8.000

Pers. Akhir 160 140 120 160 580

Jlh Brg Tersedia 2.220 2.140 2.120 2.100 8.580

Pers. Awal 240 160 140 120 660

Rencana Produksi 1.980 1.980 1.980 1.980 7.920

H. Contoh soal
PT Pasti Maju sekarang lagi membuat budget penjualan dan budget produksi
tahun 2011 periode berikutnya, sesuai dengan informasi dan aturan
korporasi yang sudah ditentukan seperti di bawah ini :

1. Rencana Penjualan
Jumlah unit yang akan dijual tahun 2.000 sebanyak 21.560 unit dengan harga
jual per unit Rp. 1.000. Indeks distribusi penjualan per bulan dan triwulannya
adalah sebagai berikut

 :Januari 10%

 Pebruari 10%
 Maret 10%
 Triwulan II 20%
 Triwulan III 20%
 Triwulan IV 30%

2. Rencana Produksi
 Aturan produksi ditentukan melalui Kestabilan produksi dan level stok

Penganggaran Perusahaan 131


Universitas Pamulang by : Team Teaching

dibebaskan mengambang
 Rencana stok bahan jadi diinginkan pada 31 Desember 2011 sebesar
2.120 satuan dan pada januari 2011 sebesar 2.080 satuan.

Hitunglah :
a. Membuat budget penjualan pada tahun 2011 tahun berikutnya
b. Menetapkan budget banyaknya satuan yang mesti diproduksi tahun 2011
c. Membuat jadwal produksi tahun 2011 periode berikutnya per bulan / per
triwulan

Jawab :
ANGGARAN PENJUALAN PT PASTI MAJU

TAHUN 2011

ALOKASI RENCANA
BULAN PRICE JUMLAH
PENJUALAN PENJUALAN

JANUARI 10% 2.156 1.000 2.156.000

PEBRUARI 10% 2.156 1.000 2.156.000

MARET 10% 2.156 1.000 2.156.000

TRIWULAN II 20% 4.312 1.000 4.312.000

TRIWULAN III 20% 4.312 1.000 4.312.000

TRIWULAN IV 30% 6.468 1.000 6.468.000

100% 21.560 21.560.000

1. Rencana Penjualan 21.560


2. ditambah Persediaan Akhir 2.120
3. Jumlah Barang yang Tersedia 23.680
4. dikurangi Persediaan Awal 2.080
5. Rencana Produksi 21.600

Selanjutnya, Rencana produksi ini dibagi rata per triwulan maka :

Penganggaran Perusahaan 132


Universitas Pamulang by : Team Teaching

21.600 : 4 = 5.400
Untuk bulan januari s/d Maret diambil dari Triwulan I
5.400 : 3 = 1.800

item Jan Peb Mar Tri II Tri III Tri IV Total

Penjualan 2.156 2.156 2.156 4.312 4.312 6.468 21.560

Pers. Akhir 1.724 1.368 1.012 2.100 3.188 2.120 2.120

Jlh Brg Tersedia 3.880 3.524 3.168 6.412 7.500 8.588 23.680

Pers. Awal 2.080 1.724 1.368 1.012 2.100 3.188 2.080

Rencana 1.800 1.800 1.800 5.400 5.400 5.400 21.600


Produksi

I. SOAL LATIHAN

PT Takjub merencanakan penjualan dengan pola sebagai berikut:

Triwulan I : 115.000 unit


Triwulan II : 85.000 unit
Triwulan III : 85.000 unit
Triwulan IV : 115.000 unit
Persediaan awal : 60.000 unit
Persediaan akhir : 40.000 unit

Anggaran produksinya:

Tahap I :
Total penjualan + persediaan akhir – persediaan awal = Total produksi
400.000 + 40.000 – 60.000 = 380.000
Mencari produksi per triwulan yaitu 380.000 : 4 = 95.000

Tahap II : Persediaan awal + produksi = Kebutuhan


60.000 + 95.000 = 155.000

Tahap III :

Penganggaran Perusahaan 133


Universitas Pamulang by : Team Teaching

Kebutuhan – penjualan (per triwulan) = Persediaan akhir

155.000 - 115.000 = 40.000

Triwulan I Triwulan Triwulan Triwulan Total


II III IV
Penjualan 115.000 85.000 85.000 115.000 400.000
Pers. Akhir 40.000 50.000 60.000 40.000 40.000
Kebutuhan 115.000 135.000 145.000 155.000 440.000
Pers. Awal 60.000 40.000 50.000 60.000 60.000
Produksi 95.000 95.000 95.000 95.000 380.000

a. Latihan Soal
PT Super menghasilkan dua jenis produk yaitu Produk A dan produk B.
Kedua produk tersebut dijual di dua daerah pemasaran yaitu Jakarta dan
Bandung. Perusahaan menyusun budget untuk tahun 2008 agar dapat
dikontrol produksinya. Data – data yang tersedia adalah sebagai berikut :

 Data penjualan
Produk A (unit) Produk B (unit)
Waktu
Jakarta Bandung Jakarta Bandung

Januari 26.200 20.800 28.800 26.800

Pebruari 29.200 25.600 35.600 28.800

Maret 32.800 27.600 38.800 32.400

Triwulan II 97.200 93.200 104.800 98.400

Triwulan III 103.200 96.800 109.600 101.200

Triwulan IV 104.400 101.600 116.800 105.600

Jumlah 393.000 365.600 434.400 393.200

 Data persediaan
Persediaan produk A dan produk B pada tanggal 31 Desember 2007
Penganggaran Perusahaan 134
Universitas Pamulang by : Team Teaching

tercatat masing – masing 49.600 unit dan 38.800 unit. Sedangkan


persediaan produk A dan B pada tanggal 31 Desember 2008 tercatat
masing – masing 58.400 unit dan 50.800 unit
 Harga jual
Harga jual masing – masing produk di dua daerah pemasaran sama
yaitu untuk A Rp. 5.000 unit dan untuk B Rp. 7.000 unit

Dari data – data tersebut, tentukanlah :

1. Tingkat produksi perusahaan yang dilakukan sepanjang tahun 2008


untuk masing – masing jenis produk.
2. Susunlah budget produksi untuk A tahun 2008 dengan mengutamakan
stabilitas produksi dan produk B dengan stabilitas persediaan

Jawab :
Tingkat produksi tahun 2008 adalah sebagai berikut :
Uraian Produk A Produk B

Rencana Penjualan 758.600 827.600

ditambah Persediaan Akhir 58.400 50.800

Jumlah barang tersedia 817.000 878.400

dikurangi Persediaan Awal 49.600 38.800

Rencana Produksi 767.400 839.600

a. Budget produksi untuk Produk A dengan metode Stabilitas Produksi


Rencana produksi per triwulan :
= 767.400 : 4 = 191.850
Rencana produksi per bulan untuk Januari sampai dengan Maret
= 191.850 : 3 = 63.950

Penganggaran Perusahaan 135


Universitas Pamulang by : Team Teaching

item Jan Peb Mar Tri II Tri III Tri IV Total

Penjualan 47.000 54.800 60.400 190.400 200.000 206.000 758.600

Pers. Akhir 66.550 75.700 79.250 80.700 72.550 58.400 58.400

Jlh Brg Tersedia 113.550 130.500 139.650 271.100 272.550 264.400 817.000

Pers. Awal 49.600 66.550 75.700 79.250 80.700 72.550 49.600

Rencana Produksi 63.950 63.950 63.950 191.850 191.850 191.850 767.400

b. Budget produksi untuk Produk B dengan metode Stabilitas Persediaan


Menghitung selisih persediaan awal dengan persediaan akhir
= (38.800 – 50.800) : 4
= -12.000 : 4
= -3.000
Untuk per bulan :

= -3.000 : 3 = -1.000

Triwulan I-IV : Pers. Akhir + selisih tk. Persediaan (per triwulan)

Januari : 38.800 + 1.000 = 39.800

Pebruari : 39.800 + 1.000 = 40.800

Maret : 40.800 + 1.000 = 41.800

Triwulan II : 41.800 + 3.000 = 44.800

Triwulan III : 44.800 + 3.000 = 47.800

Triwulan IV : 47.800 + 3.000 = 50.800

Penganggaran Perusahaan 136


Universitas Pamulang by : Team Teaching

item Jan Peb Mar Tri II Tri III Tri IV Total

Penjualan 55.600 64.400 71.200 203.200 210.000 222.400 827.600

Pers. Akhir 39.800 40.800 41.800 44.800 47.800 50.800 50.800

Jlh Brg Tersedia 95.400 105200 113.000 248.000 257.800 273.200 878.400

Pers. Awal 38.800 39.800 40.800 41.800 44.800 47.800 38.800

Rencana Produksi 56.600 65.400 72.200 206.200 213.000 225.400 839.600

J. SOAL PERTANYAAN
1. Anggaran produksi adalah suatu perencanaan secara terperinci mengenai
jumlah unit produk yang akan diproduksi selama periode yang akan datang,
yang didalamnya mencakup rencana mengenai jenis (kualitas), jumlah
(kuantitas), waktu (kapan) produksi akan dilakukan. Sebutkan urut – urutan
anggaran produksi yang saudara ketahui .
2. Budget produksi lazimnya digunakan untuk pedoman kerja,
mengkoordinasikan pekerjaan serta mengawasi pekerjaan. Sebutkan dan
jelaskan pendapat saudara akan kegunaan budget produksi yang dikhususkan.
3. Merencanakan dan menjadwalkan produksi merupakan pekerjaan produksi
yang berkaitan dengan menentukan banyaknya bahan yang diproses serta
menentukan saat – saat produksi. Sebutkan dan jelaskan menurut pendapat
saudara unsur yang berpengaruh terhadap budget produksi.
4. Istilah biaya produksi tak langsung digantikan dengan istilah overhead pabrik
dalam buku ini karena lebih singkat. Sebutkan dan jelaskan dua subkelompok
beban overhead pabrik.
5. Persediaan barang dalam proses ada kalanya juga disebut pekerjaan dalam
proses yaitu bahan yang masih menjalani pemrosesan tetapi belum
sepenuhnya selesai. Sebutkan biaya – biayan yang mencakup persediaan
dalam proses atau pekerjaan dalam proses.
6. Sebutkan prosedur – prosedur apa saja yang harus dilakukan oleh perusahaan
untuk menyusun budget produksi.

7. Modal kerja mendeskripsikan kemampuan keuangan korporasi dalam

Penganggaran Perusahaan 137


Universitas Pamulang by : Team Teaching

mendanai semua aktifitas yang berhubungan dengan operasional perusahaan.


Mulai dari proses produksi sampai dengan barang tersebut laku dijual. Apa
saja analisa saudara tentang modal kerja ini.
8. Gedung dibutuhkan oleh perusahaan sebagai tempat menjalankan kegiatan
perusahaan sehari hari, dan tempat penyimpanan barang barang perusahaan.
Menurut pendapat saudara apa saja manfaat gedung bagi perusahaan.
9. Ketersediaan bahan baku di pasar sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Barang
baku yang langka dan susah untuk didapatkan akan membuat perusahaan
berhenti dalam proses produksinya. Oleh karenanya stabilitas bahan baku
dengan ketersediaan bahan baku di pasar sangat menentukan produksi
perusahaan. Bagaimana hubungan bahan baku dengan tingkat produksi
menurut pendapat saudara.
10. Karyawan yang dimiliki yang terkait dengan kualitas maupun kuantitasnya,
terbagi menjadi tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung.
Apakah yang dimaksud dengan tenaga kerja langsung ? dan tenaga kerja
tidak langsung ?

Penganggaran Perusahaan 138


Universitas Pamulang by : Team Teaching

DAFTAR PUSTAKA

Mulyadi 1993, Akuntansi Biaya, Edisi 5, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN,
Yogyakarta

Nuryatno Amin, Muhammad dkk 2019, Praktikum Penganggaran Perusahaan, Mitra


Wacana Media, Bogor

Soemarso, S. R. (2015). Akuntansi Suatu Pengantar (Edisi 5, Buku 2). Jakarta: Salemba
Empat.

Walter T. Harrison jr., Charles T. Horngren., C. William Thomas., & Themin Suwardy.
(2016). Akuntansi Keuangan (Edisi IFRS) (Edisi 8, Jilid 1). Jakarta: Erlangga.

Kuswadi, (2015). Meningkatkan Laba Melalui Pendekatan Akuntansi Keuangan dan


Akuntansi Biaya. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Subramanyam, K. R. & John J. Wild. (2017). Analisis Laporan Keuangan (Edisi 14,
Buku 1). Jakarta: Salemba Empat.

Penganggaran Perusahaan 139

Anda mungkin juga menyukai