Anda di halaman 1dari 19

Universitas Pamulang by : Team Teaching

PERTEMUAN KE- 6

PERHITUNGAN DENGAN ANALISIS STATISTIK

TUJUAN PEMBELAJARAN :
1. Mahasiswa mampu menghitung Metode Trend Bebas
2. Mahasiswa mampu menghitung Metode Semi Average
3. Mahasiswa mampu menghitung Metode Trend Moment
4. Mahasiswa mampu menghitung Metode Trend Least Square

A. Analisa Trend
1. Metode trend Bebas
Metode trend bebas adalah sebuah model menggunakan garis trend dengan
tidak memakai formula matematis. Walaupun begitu, tidak bermakna
kalau garis trend bisa dibuat sembarangan tidak melalui pemikiran –
pemikiran terstruktur. Pertimbangan masing – masing individu
kemungkinan berbeda, sehingga garis trend yang digambarkan akan
berlainan juga. Karena itulah metode trend bebas ini dinilai sangat
subyektif dan kurang memenuhi persyaratan ilmiah sehingga jarang
sekali digunakan.

2. Metode trend Semi Average


Langkah – langkah metode ini adalah sebagai berikut :
a. Data dibagi menjadi dua kelompok
b. Hitung rata – rata masing – masing kelompok dengan terlebih
dahulu menjumlahkan masing – masing kelompok dibagi dengan
jumlah tahun kelompok tersebut.
c. Rata – rata kelompok disebut variabel a (konstanta)
d. Untuk menghitung nilai b adalah dengan cara menghitung selisih
antara average kelompok pertama terhadap average kelompok kedua

Penganggaran Perusahaan 89
Universitas Pamulang by : Team Teaching

dibagikan akumulasi data yang tersedia di masing – masing


kelompok. Hasil yang diperoleh disimbolkan dengan variabel b.
e. Untuk membuat forecast penjualan pada tahun yang diinginkan
adalah dengan cara membuat persamaan Y = a + bX
Dimana :
 Y = forecast penjualan untuk tahun yang diinginkan
 a = bilangan konstanta yang nilainya merupakan rata –
rata kelompok pertama
 b = selisih rata – rata kelompok satu dan kelompok dua
dibagi dengan jumlah data yang ada dalam satu
kelompok.
f. Langkah berikutnya adalah dengan menentukan nilai X = 0 pada
tahun pertengahan kelompok satu. Jika jumlah datanya ganjil
maka nilai X setelah tahun pertengahan ditambah satu dan
sebelum tahun pertengahan dikurangi satu. Dan jika data dalam
kelompok satu adalah genap, maka jarak masing – masing tahun
adalah dua (nilai X = 0) terletak diantara dua tahun, jadi nilai X
dimulai dari -1, 1, 3, dst.
g. Contoh : Toko Sukses mempunyai data selama 8 tahun terakhir.
Dengan data yang dimiliki, toko tersebut bermaksud membuat
forecast penjualan Informasi penjualan yang diketahui yakni :

Penganggaran Perusahaan 90
Universitas Pamulang by : Team Teaching

PERUSAHAAN SUKSES

DATA PENJUALAN

No Tahun Unit Penjualan (Y)

1 2003 38.000

2 2004 42.000

3 2005 48.000

4 2006 56.000

5 2007 60.000

6 2008 75.000

7 2009 79.000

8 2010 86.000

Berdasarkan data di atas saudara diminta untuk :


1. Menentukan nilai persamaan garis trend dengan
menggunakan metode setengah rata – rata (Semi
Average)
2. Menentukan forecast penjualan tahun 2011

Penganggaran Perusahaan 91
Universitas Pamulang by : Team Teaching

Jawab :
PENJUALAN SUKSES

FORECAST PENJUALAN

No Tahun Unit Rata – rata X


Penjualan (Y)

1 2003 38.000 -3

2 2004 42.000 -1

3 2005 48.000 46.000 1

4 2006 56.000 3

5 2007 60.000 5

6 2008 75.000 75.000 7

7 2009 79.000 9

8 2010 86.000 11

Dari perhitungan tabel diatas dapat disimpulkan :


a = 46.000
b = (75.000 – 46.000) / 4
= 7.250
Maka persamaan yang diperoleh :
Y = 46.000 + 7.250 X
Untuk tahun 2011 diperoleh X = 13 ; maka
Y = 46.000 + 7.250 X
= 46.000 + 7.250 (13)
= 46.000 + 94.250
= 140.250

Penganggaran Perusahaan 92
Universitas Pamulang by : Team Teaching

3. Metode trend Momen


Dalam penerapan model ini bukan berarti banyaknya data mesti genap.
Bedanya terhadap model semi average adalah dalam penetapan nilai X
nya. Metode ini pencantuman nilai X mulai dari 0 (nol) untuk tahun awal,
kemudian 1,2, ... dst.
Untuk dapat membentuk persamaan regresinya dapat menggunakan
formula :
 Y = a.n + b  X
 XY = a  X + b  X²
Misal :
PT Maju memproduksi barang A dengan data penjualan sebagai berikut :
Tahun Rencana Penjualan

2004 1.200

2005 1.300

2006 1.300

2007 1.400

2008 1.200

2009 1.250

2010 1.500

Dari data di atas buatlah forecast penjualan tahun 2011 dengan


menggunakan metode trend moment

Penganggaran Perusahaan 93
Universitas Pamulang by : Team Teaching

Jawab :
Tahun Penjualan (Y) X XY X²

2004 1.200 0 0 0

2005 1.300 1 1.300 1

2006 1.300 2 2.600 4

2007 1.400 3 4.200 9

2008 1.200 4 4.800 16

2009 1.250 5 6.250 25

2010 1.500 6 9.000 36

jumlah 9.150 21 28.150 91

 Y = a.n + b  X
9.150 = 7a + 21b
 XY = a  X + b  X²
28.150 = 21a + 91b
Persamaan 1 9.150 = 7a + 21b X3 27.450 = 21a + 63b

Persamaan 2 28.150 = 21a + 91b X1 28.150 = 21a + 91b

-700 = -28b

b = -700/-28

b = 25

Penganggaran Perusahaan 94
Universitas Pamulang by : Team Teaching

Masukkan ke salah satu persamaan

9.150 = 7a + 21b

9.150 = 7a + 21 (25)

9.150 = 7a + 525

8.625 = 7a  a = 8625/7 = 1.232

Maka persamaannya : Y = 1.232 + 25X


Untuk penjualan tahun 2011  X = 7
Y = 1.232 + 25 (7)
Y = 1.232 + 175
Y = 1.407
4. Metode trend Least Square
Langkah – langkah membuat forecast penjualan dengan metode ini
adalah sebagai berikut :
a. Tentukan nilai X dengan cara terlebih dahulu menentukan jumlah
data ganjil atau genap. Kalau data ganjil, maka nilai X = 0 pada
pertengahan dan dikurangi 1 untuk tahun sebelum tahun
pertengahan dan ditambah 1 setelah tahun pertengahan sehingga
nilai X nya adalah -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, ... dst. Jika jumlah
tahunnya genap, maka nilai X = 2, nilai X nya -5, -3, -1, 1, 3, 5,
dst.
b. Setelah menentukan nilai X langkah selanjutnya adalah
menentukan nilai a dan b dengan formula sebagai berikut :
Y  XY

a = dan b =

n  X²

Penganggaran Perusahaan 95
Universitas Pamulang by : Team Teaching

c. Dengan diperolehnya nilai a dan b, maka berikutnya adalah kita


membuat persamaan regresi Y = a + bX
d. Untuk menentukan forecast penjualan untuk tahun yang
diinginkan yaitu dengan memasukkan nilai a dan b ke persamaan
regresi tersebut, kemudian ditambah dengan memasukkan nilai X
nya
Contoh :
CV Sukamaju memproduksi satu macam barang yang meningkat
dari tahun ke tahun. Dengan semakin berkembangnya perusahaan
dan dengan asumsi nilai penjualan cukup bisa diandalkan sebagai
dasar peramalan trend penjualannya, maka perusahaan tersebut
merencanakan penjualan untuk tahun yang akan datang dengan
data 5 tahun terakhir sebagai berikut :

Tahun Nilai Penjualan

2006 450.000

2007 625.000

2008 750.000

2009 1.062.000

2010 1.291.500

Diminta :
 Tentukanlah persamaan trend penjualan dengan metode least
square
 Buatlah forecast penjualan tahun 2011 dan tahun 2012

Penganggaran Perusahaan 96
Universitas Pamulang by : Team Teaching

Jawab :
Tahun Y X XY X²

2006 450.000 -2 -900.000 4

2007 625.000 -1 -625.000 1

2008 750.000 0 0 0

2009 1.062.000 1 1.062.000 1

2010 1.291.500 2 2.583.000 4

4.178.500 2.120.000 10

Y  XY

a = dan b =

n  X²

4.178.500 2.120.000

a = b =

5 10

a = 835.700 b = 212.000

Persamaan yang terbentuk adalah :


Y = 835.700 + 212.000 X
Penjualan untuk tahun 2011  X = 3
Y = 835.700 + 212.000 X
Y = 835.700 + 212.000 (3)

Penganggaran Perusahaan 97
Universitas Pamulang by : Team Teaching

Y = 835.700 + 636.000
Y = 1.471.700

Penjualan untuk tahun 2012  X = 4


Y = 835.700 + 212.000 X
Y = 835.700 + 212.000 (4)
Y = 835.700 + 848.000
Y = 1.683.700

B. LATIHAN SOAL DAN PERAGAAN

Penganggaran Perusahaan 98
Universitas Pamulang by : Team Teaching

yang diamati dari sebaran titik melalui pasangan data penjualan pada setiap
waktunya.
Dari gambar yang diperoleh, bisa diperkirakan penjualan PT ABADI
JAYA pada tahun 2020 nantinya melewati penjualan terdahulu. Walaupun
begitu gambar mengenai berbagai besarnya penjualan PT ABADI JAYA di
tahun 2020 seterusnya dalam format numerik belum bisa dihasilkan
memakai trend bebas ini. Agar mendapatkan hasil forecasting yang lebih
tepat, biasanya model trend bebas perlu diteruskan ke analisa yang bisa
menunjukkan format keterikatan antara data penjualan dengan waktu.
1) Metode trend Semi Average
Model trend semi average bisa dipakai untuk kebutuhan peramalan
dengan membentuk sebuah formula. Layaknya analisa regresi. Model ini
bisa dipakai bilamana data yang tersedia jumlahnya genap, agar bisa dibagi 2
kelompok yang jumlahnya sama.
Model trend semi average mempunyai prosedur, yaitu :
a) Memisahkan data tersedia ke dalam 2 kelompok
Misalnya ;
Apabila data penjualan yang dipunyai PT ABADI JAYA seperti di bawah
ini :

Penganggaran Perusahaan 99
Universitas Pamulang by : Team Teaching

Dalam soal penjualan PT ABADI JAYA di atas, kelompok I yaitu data penjualan
tahun 2014, 2015, dan 2016. kelompok II yaitu data penjualan tahun 2017, 2018, dan
2019.

(1) Masing – masing kelompok dihitung nilai rata-ratanya. Rata-rata dari


kelompok I yaitu 148,33 dan rata-rata kelompok II yaitu 162 seperti
diperlihatkan pada tabel di bawah ini :

(2) Mencantumkan nilai pada waktu yang berhubungan dengan data


penjualan. Dalam metode trend semi average ini, acuan adalah kepada
kelompok pertama. Score 0 diberikan bagi data yang berada ditengah
dari data yang ada pada kelompok pertama bila datanya ganjil.
Selanjutnya terhadap data yang sebelumnya diberi score -1, -2, -3, dst.
dan terhadap data yang sesudahnya diberi score 1, 2, 3, dst. Untuk
data yang jumlahnya genap, biasanya score tidak melibatkan nilai nol,

Penganggaran Perusahaan 100


Universitas Pamulang by : Team Teaching

sebagai contoh bila datanya ada empat score yang diberikan adalah -3,
-1, 1, 3.
(3) Meneruskan pencantuman nilai data kelompok ke 2. Contoh pada kasus
data penjualan PT ABADI JAYA score terakhir dari kelompok 1
adalah 1, maka terhadap data penjualan tahun 2017, 2018, 2019 diberi
score 2, 3, 4.
(4) Membentuk persamaan Y=a+bXdan menentukan forecastnilai Y
untuk nilai X yang ditentukan dimana
a = rata-rata kelompok I ( X1 )
b = selisih antara X2 dengan X1 dibagi dengan jimlah data yang ada
dalam 1 kelompok.
Jadi:
a = 148,33

Dengan demikian persamaan yang terbentuk adalah:

Y = 148,33 + 4,5667 (X)

Maka forecast untuk tahun 2020 adalah: (beri score x = 5)

Y = 148,33 + 4,5667 (5) = 171,11

Untuk tahun 2021, diramalkan penjualan PT ABADI JAYA sebesar

Y = 148,33 + 4,5667 (6) = 175,67

Ketika menggunakan model tren semi average penting diketahui


yaitu ketepatan peramalan nantinya semakin rendah jikalau tenggat
waktu peramalannya semakin jauh kedepan dari informasi yang
dipakai bagi peramalan.

Penganggaran Perusahaan 101


Universitas Pamulang by : Team Teaching

2) Model trend Moment


Model trend moment adalah metode analisa yang bisa dipakai bagi
kebutuhan forecasting dalam bentuk formula : Y = a + bX seperti pernah
dibahas dalam Model Trend Semi Average.
Ketika penerapannya, model ini belum mengisyaratkan banyaknya
informasi mesti genap. Perbedaan dengan Model trend Semi Average terdapat
dipencantuman nilai X. Untuk permasalahan ini, pencantuman nilai X diawali
0, 1, 2, ... Di bawah ini disajikan contoh perhitungan metode ini bagi data
penjualan PT ABADI JAYA seperti tercantum pada tabel berikut ini :

Tabel 2.4 Pengolahan Data Penjualan PT Abadi Jaya (Trend Moment)

Tahun Y X XY X2
2015 140 0 0 0
2016 148 1 148 1
2017 157 2 314 4
2018 160 3 480 9
2019 169 4 676 16
∑ 774 10 1.618 30

Untuk menghitung koefisien a dan b diterapkan formula :

∑Y=n.a+b.∑X

∑ XY = a . ∑ X + b . ∑ X2

Keterangan : n = banyaknya pasangan amatan x,y =5

Berikutnya bagi persaman yang terbentuk bisa dihitung penyelesaiannya


menggunakan tehnik eliminasi atau tehnik substitusi seperti diperlihatkan pada
perhitungan di bawah ini :

I. 774 = 5. a + b (10) [x2]

Penganggaran Perusahaan 102


Universitas Pamulang by : Team Teaching

II. 1.618 = 10 . a + b (30) [x1]

1.548 = 10 a + 20 b

1.618 = 10 a + 30 b (-)

- 70 = - 10 b b=7

Substitusikan

b=7 (I) 774 = 5 a + 10 (7)

5 a = 774 – 70 = 704

a = 704 : 5 = 140,8

maka persamaan trendnya: Y = 140.8 + 7 (x)

Oleh karenanya, forecast penjualan untuk tahun 2020 yakni :

Y = 140,8 + 7 (5) = 175,8

3) Metode Least Square


Terhadap masalah ini, data dipisahkan ke dalam 2 kelompok. Bagi data yang
banyaknya :
 Genap, nilai X-nya yaitu …, -5, -3, -1, 1, 3, 5, ...
 Ganjil, nilai X-nya yaitu …, -2, -1, 0, 1, 2, ...
Berikutnya koefisien a dan b dihitung dengan formula :

Sesuai data penjualan PT ABADI JAYA pada table 2.1, hasil perhitungan
dengan tehnik ini seperti di bawah ini :

Penganggaran Perusahaan 103


Universitas Pamulang by : Team Teaching

Tabel 2.5 Pengolahan Data Penjualan PT Abadi Jaya (Least Square)

Tahun Y X X2 XY
2015 140 -2 4 -280
2016 148 -1 1 -148
2017 157 0 0 0
2018 160 1 1 160
2019 169 2 4 338
∑ 774 0 10 70

Sehingga persamaan trendnya metode least square adalah:

Y = 154,8 + 7 (X)

Forecast penjualan untuk tahun 2020.

Y = 154,8 + 7 (3) = 175,8

C. METODE KORELASI DAN REGRESI

Metode korelasi dan regresi menggambarkan keterkaitan antara sebuah variabel


terhadap beberapa variabel lainnya dengan tehnik korelasi bisa dikenali kedekatan
relasi dari variabel yang dijadikan perhatian.

Contoh dari model korelasi sesuai informasi penjualan PT ABADI JAYA pada
tabel 2.1 yaitu, apabila X memperlihatkan beban promosi (jutaan rupiah) dan Y
memperlihatkan banyaknya penjualan (jutaan unit), contoh pada model ini
diperlihatkan seperti di bawah ini :

Penganggaran Perusahaan 104


Universitas Pamulang by : Team Teaching

Tahun X Y XY X2 Y2
2015 9 140 1.260 81 19.600
2016 12 148 1.776 114 21.904
2017 14 157 2.198 196 24.649
2018 15 160 2.400 225 25.600
2019 17 169 2.874 289 28.561
Total 67 774 10.507 935 120.314

1) Metode Regresi

Persamaan regresinya Y = a + b (X)

Koefisien a dan b dicari dengan persamaan:

Jadi: Y = 106,02 + 3,64 X

Persamaan ini bisa menjelaskan yaitu apabila beban promosi meningkat 1 juta
rupiah, banyaknya penjualan akan naik 3,64 juta unit

2) Metode Korelasi
Koefisien korelasi dicari dengan persamaan:

Nilai koefisien korelasi untuk data sebelumnya adalah:

Penganggaran Perusahaan 105


Universitas Pamulang by : Team Teaching

Dengan demikian, karena nilai yang diperoleh mendekati 1, berarti terdapat


keeratan hubungan yang sangat kuat antara biaya iklan dengan jumlah
penjualan. Sifat hubungan antara keduanya adalah positif yang berarti dengan
meningkatnya biaya iklan terjadi pula kenaikan jumlah penjualan.

Penganggaran Perusahaan 106


Universitas Pamulang by : Team Teaching

DAFTAR PUSTAKA

Adisaputro, Drs. Gunawan dan Drs. Marwan Asri, 2003, Anggaran Perusahaan, BPFE,
Yogyakarta

Christina, Ellen, dkk., 2001, Anggaran Perusahaan Suatu Pendekatan Praktis,


Gramedia, Jakarta

Darsono., Purwanti, Ari. 2010. Penganggaran Perusahaan : Teknik Mengetahui dan


Memahami Penyajian Anggaran Perusahaan sebagai Pedoman Pelaksanaan
dan Pengendalian Aktivitas Bisnis. Edisi 2. Mitra Wacana Media, Jakarta.

Husnayetti, 2012, Anggaran Perusahaan, Jelajah Nusa, Tangerang

Munandar, M. 2007. Budgetting. Perencanaan Kerja Pengkoordinasian Kerja


Pengawasan Kerja. Edisi Kedua. BPFE, Yogyakarta.

Nafarin, M. 2007. Penganggaran Perusahaan. Edisi 3. Salemba Empat, Jakarta.

Rahayu, Sri., Arifian, Ari. 2010. Penganggaran Perusahaan. Graha Ilmu, Yogyakarta.

Rudianto. 2009. Penganggaran, Erlangga, Jakarta.

Nuryatno Amin, Muhammad dkk 2019, Praktikum Penganggaran Perusahaan, Mitra


Wacana Media, Bogor

Penganggaran Perusahaan 107

Anda mungkin juga menyukai