Anda di halaman 1dari 6

LEARNING JOURNAL

Program Pelatihan : Pelatihan Dasar CPNS


Angkatan/ Kelompok : Angkatan III/ Kelompok III
Nama Agenda : Nilai-Nilai Dasar ASN (Komitmen Mutu)
Nama Peserta : Rina Nurdini, A.Md.RMIK
Lembaga Penyelenggara : PPSDM Kemendagri Regional Bandung
Pelatihan

A. Pokok Pikiran
(Diisi tentang pokok-pokok pikiran dalam modul disertai dengan contoh
kasus, peristiwa, profil tokoh atau konsep pendukung hasil dari pelaksanaan
pencarian individu)
Richard L. Daft dalam Tita Maria Kanita (2010: 8) mendefinisikan
efektivitas sebagai berikut. “Efektivitas organisasi berarti sejauh mana
organisasi dapat mencapai tujuan yang ditetapkan, atau berhasil mencapai
apapun yang coba dikerjakannya. Efektivitas organisasi berarti memberikan
barang atau jasa yang dihargai oleh pelanggan.”Sejauh mana organisasi
dapat mencapai tujuan yang ditetapkan, atau berhasil mencapai apapun
yang coba dikerjakan. Efektivitas organisasi berarti memberikan barang atau
jasa yang dihargai oleh pelanggan. (Ricard L. Daft). Efektivitas
menunjukkan tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan, baik
menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja.
Efisiensi merupakan tingkat ketepatan realisasi penggunaan
sumberdaya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan, sehingga tidak terjadi
pemborosan sumberdaya, penyalahgunaan alokasi, penyimpangan
prosedur, dan mekanisme yang ke luar alur. Karakteristik ideal dari tindakan
yang efektif dan efisien antara lain: penghematan, ketercapaian target
secara tepat sesuai dengan yang direncanakan, pekerjaan dapat
diselesaikan dengan cepat dan tepat, serta terciptanya kepuasan semua
pihak: pimpinan, pelanggan, masyarakat, dan pegawai itu sendiri.

1
Konsekuensi dari penyelenggaraan kerja yang tidak efektif dan tidak
efisien adalah ketidaktercapaian target kerja, ketidakpuasan banyak pihak,
menurunkan kredibilitas instansi tempat bekerja di mata masyarakat,
bahkan akan menimbulkan kerugian secara finansial.
Inovasi adalah Cara utama di mana suatu organisasi beradaptasi
terhadap perubahan-perubahan di pasar, teknologi, dan persaingan. (Ricard
L. Daft).
Menurut definisi yang dirumuskan Goetsch dan Davis, mutu merupakan
suatu kondisi dinamis berkaitan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan
lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi harapan konsumen atau
pengguna. Sejalan dengan pendapat tersebut, William F.
Mutu merupakan salah satu standar yang menjadi dasar untuk mengukur
capaian hasil kerja. Mutu juga dapat dijadikan sebagai alat pembeda atau
pembanding dengan produk/jasa sejenis lainnya, yang dihasilkan oleh
lembaga lain sebagai pesaing (competitors). Manajemen mutu harus
dilaksanakan secara terintegrasi, dengan melibatkan seluruh komponen
organisasi, untuk senantiasa melakukan perbaikan mutu agar dapat
memuaskan pelanggan.
Karakteristik ideal dari tindakan yang berorientasi mutu dalam
penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, antara lain:
diarahkan untuk meningkatkan kepuasan masyarakat sebagai pelanggan,
baik menyangkut layanan yang merujuk pada producer view maupun
customer view. Proses implementasi manajemen mutu diawali dengan
menganalisis masalah yang telah diidentifikasi, kemudian menyusun
rencana mutu, melaksanakan pekerjaan berbasis rencana mutu, mengawal
pelaksanaan, dan mengawasi ketercapaiannya, dan merancang upaya
peningkatannya agar dapat membangun kredibilitas lembaga pemerintah.
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk senantiasa memperbaiki mutu
layanan dari pegawai ASN kepada publik. Misalnya: memahami fungsi,
tugas pokok, dan peran masing-masing; kompeten pada bidang
pekerjaannya; memiliki target mutu layanan; memahami Komitmen Mutu 70
karakter masyarakat yang membutuhkan layanan; menguasai teknik

2
pelayani prima dengan memberikan layanan prima dan bersedia menerima
kritik untuk perbaikan ke depan. Tanggung jawab mutu ada pada setiap
level organisasi. Pada level puncak (corporate level) bertanggung jawab
atas mutu layanan institusi secara keseluruhan untuk membangun citra
kelembagaan dan keunggulan bersaing. Pada level strategic business unit
level tanggung jawab mutu berkaitan dengan penetapan diversifikasi mutu
pada setiap unit kerja sesuai dengan target masing-masing. Pada level
fungsional bertanggung jawab atas mutu hasil setiap layanan yang diberikan
di unit-unit pendukung. Sedangkan pada level unit dasar tanggung jawab
mutu berkaitan dengan aktivitas/rencana aksi yang dilaksanakan di masing-
masing unit kerja.
Produktivitas merupakan rasio antara output dengan input, baik dari sisi
proses maupun hasil. Dari sisi Komitmen Mutu 88 proses, produktivitas
merupakan kemampuan untuk menghasilkan produk/jasa, sedangkan dari
sisi hasil, produktivitas menunjukkan capaian hasil (output) yang diperoleh
dalam kurun waktu tertentu berdasarkan target yang direncanakan.
Implementasi pendekatan inovatif dalam penyelenggaraan layanan
pemerintahan merupakan sebuah keniscayaan, khususnya dalam rangka
meningkatkan kepuasan publik atas layanan aparatur. Oleh karena itu,
setiap institusi pemerintah mesti mempersiapkan diri untuk melakukan
perubahan internal untuk menghadapi perubahan ekternal. Upaya
peningkatan produktivitas PNS sebagai aparatur penyelenggara
pemerintahan dapat dilakukan melalui banyak cara, misalnya: peningkatan
kompetensi, motivasi, penegakan disiplin, serta pengawasan secara
profesional untuk mengawal kinerja PNS agar tetap berada di jalur yang
tepat, tidak melakukan penyimpangan.

3
Profil Tokoh
Mantan Wakil Presiden periode 2004-2009 dan 2014-2019 Jusuf Kalla
menerima penghargaan Gelar Doktor Kehormatan di bidang penjaminan
mutu pendidikan, program studi ilmu pendidikan, dari Universitas Negeri
Padang (UNP).
Tim promotor UNP bersepakat memberikan anugerah pendidikan pada
bapak Jusuf Kalla di nilai dan dipandang sebagai seorang tokoh penggagas
dan pejuang mutu pendidikan di Indonesia," kata Ketua Tim Promotor Prof
Dr Sufyarma Marsidin di Auditorium UNP, Padang.
Bapak Jusuf Kalla memiliki grand idea tentang pendidikan di Tanah Air
Inti kemajuan suatu negara adalah pendidikan, dan inti dari pendidikan
adalah belajar secara berkelanjutan. "Pendidikan Indonesia visioner yang
berorientasi masa depan agar memberikan nilai tambah sehingga menjadi
solusi bagi negara. Selain itu pendidikan yang bermutu adalah pendidikan
yang membangun bangsa yang baik dan bermartabat," ujarnya. Selain itu,
penyelenggaraan pendidikan harus memiliki komitmen dan konsistensi mutu
pendidikan dan pendidikan melalui Ujian Nasional (UN) agar mendorong
peserta didik secara terus menerus.

4
B. Penerapan
(Diisi dengan gagasan pribadi tentang penerapannya untuk pengembangan
peran/ perilaku Peserta di tempat kerja)
Komitmen mutu merupakan pemahaman konsep mengenai efektivitas,
efisiensi, inovasi, dan mutu penyelenggaraan Pemerintah. Komitmen mutu
merupakan suatu keharusan bagi ASN. Penerapan komitmen mutu yang
saya lakukan di tempat kerja saya sebagai profesi rekam medis yaitu:
1. Efektifitas dan Efisiensi
Bekerja dengan cepat dan efisien yaitu saya terapkan ketika
sedang mencari dokumen rekam medis pasien dan mendistribusikannya
ke ruang pemeriksaan saya lakukan dengan cepat guna menunjang
kelancaran pelayanan kesehatan sehingga pasien tidak terlalu lama
menunggu untuk diperiksa. Selain itu juga saya memastikan
kelengkapan pengisian rekam medis sudah terisi lengkap sebelum
disimpan kedalam rak penyimpanan agar mutu dari rekam medis dapat
terjamin kelengkapan dan keakuratannya.
2. Inovasi
Tujuan rekam medis adalah menunjang tercapainya tertib administrasi
dalam rangka upaya peningkatan pelayanan kesehatan di Puskesmas. Tanpa
didukung suatu sistem pengelolaan rekam medis yang baik dan  benar, tidak
mungkin tertib  administrasi Puskesmas akan berhasil sebagaimana yang
diharapkan. Sedangkan tertib administrasi merupakan salah satu faktor yang
menentukan di dalam upaya pelayanan kesehatan Puskesmas. Maka saya
selaku petugas rekam medis harus mampu memberikan inovasi agar sistem
pengelolaan rekam medis yang baik dan benar dapat terlaksana. Salah satu
inovasi yang sudah saya lakukan adalah membuat alur pelayanan pasien di
Puskesmas.
3. Mutu
Dalam bekerja saya selalu mengacu pada standar pelayanan minimal
rekam medis di Puskesmas guna menunjang kelancaran akreditasi
Puskesmas

5
6

Anda mungkin juga menyukai