Anda di halaman 1dari 3

Nama : Mulyaji Mahmud

NIM : 041645269

Mata Kuliah : Lab Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

Tugas III Lab Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

1. Pajak hotel dapat diartikan sebagai pajak atas pelayanan yang disediakan oleh hotel.
Hotel adalah fasilitas penyedia jasa penginapan/peristirahatan termasuk jasa terkait lainnya
dengan dipungut bayaran, yang mencakup juga motel, losmen, gubuk pariwisata, wisma
pariwisata, pesanggrahan, rumah penginapan dan sejenisnya, serta rumah kos dengan
jumlah kamar lebih dari 10 (sepuluh). Sebutkanlah objek, subjek, dasar pengenaan pajak
dan tarif pajak hotel, yang saudara ketahui !

Jawaban :

Pajak Hotel dipungut atas pelayanan yang disediakan oleh hotel dengan pembayaran,
termasuk jasa penunjang sebagai kelengkapan hotel yang sifatnya memberikan kemudahan
dan kenyamanan, termasuk fasilitas olahraga dan hiburan.

Objek pajak

Objek Pajak Hotel adalah pelayanan yang disediakan oleh hotel, termasuk :

a. Fasilitas penginapan atau fasilitas tinggal jangka pendek


b. Rumah penginapan termasuk kost dengan jumlah kamar sepuluh atau lebih yang
menyediakan fasilitas
c. jasa penunjang sebagai kelengkapan hotel yang sifatnya memberikan kemudahan
dan kenyamanan, termasuk fasilitas olahraga, hiburan dan persewaan ruangan di
hotel yang disewakan oleh pihak hotel. Jasa penunjang termasuk fasilitas telepon,
faksimil, teleks internet, fotokopi, pelayanan cuci, seterika, transportasi, dan fasilitas
sejenis lainnya yang disediakan atau dikelola hotel.

Tidak termasuk objek Pajak Hotel, adalah:

a. Jasa tempat tinggal asrama yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat atau
Pemerintah Daerah;
b. jasa sewa apartemen, kondominium dan sejenisnya yang tidak menyatu dengan hotel
c. jasa tempat tinggal di rumah sakit, asrama perawat, panti jompo, panti asuhan, dan
panti sosial lainnya yang sejenis; dan
d. jasa biro perjalanan atau perjalanan wisata yang diselenggarakan oleh hotel yang
dapat dimanfaatkan oleh umum.
e. jasa tempat tinggal di pusat pendidikan atau kegiatan keagamaan;

Subjek Pajak

Subjek Pajak Hotel adalah seorang pribadi atau badan yang melakukan pembayaran
kepada orang pribadi atau badan yang mengusahakan hotel. Wajib Pajak Hotel adalah
orang pribadi atau badan yang mengusahakan hotel.

Dasar Pengenaan Pajak

Dasar pengenaan pajak hotel adalah jumlah pembayaran atau yang seharusnya dibayar
kepada hotel.

Tarif Pajak Hotel

Tarif pajak hotel ditetapkan paling tinggi 10%, dan tarif pajak hotel ditetapkan oleh
Pemerintah Daerah.

2. Hotel Hangtuah pada bulan Januari 2019 melaporkan omzet pendapatan Rp.
475.000.000. Berapakah pajak hotel yang harus disetor oleh pemilik hotel Hangtuah bila tarif
pajak yang dikenakan adalah 6 % ?

Jawaban :

Dasar pengenaan pajak : Rp. 475.000.000.

Tarif : 6%

Pajak hotel : Tarif x DPP

: 6% x Rp. 475.000.000

: Rp. 28.500.000

3. Budi pergi ke bioskop XXI di Mall Boemi Kedaton (kota Bandar Lampung) :

          a. Tanda masuk : 40.000

          b. Pajak hiburan bandar lampung adalah 20%


          Berapakah Budi harus Membayar untuk menonton di bioskop ?

Jawaban :

Dasar pengenaan pajak : Rp. 40.000

Tarif pajak : 20%

Pajak hiburan : Tarif x DPP

: 20% x Rp. 40.000

: Rp. 8.000

Total pembayaran budi : Rp. 48.000

4. Ani dan teman-temannya pergi ketempat karaoke di daerah semarang, dengan


pemesanan room medium perjam dengan harga Rp80.000/jam, dia memesan karaoke
dengan waktu 3 jam. Hitunglah  penghitungan pajak hiburan yang saudara ketahui dan total
yang harus dibayar Ani!

Jawaban :

Pajak hiburan kota semarang diatur pada Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 6
Tahun 2018 Tentang Pajak Hiburan. Berdsasarkan pasal 6 Perda Kota Semarang No Tahun
2018, Tarif pajak hiburan penyelenggaraan karaoke sebesar 25%.

Dasar pengenaan pajak : Rp. 80.000 x 3 jam

: Rp. 240.000

Tarif pajak : 25% x Rp. 240.000

: Rp. 60.000

Total pembayaran : Rp. 300.000

Anda mungkin juga menyukai