Anda di halaman 1dari 4

Tugas 3

Lab Pajak Penghasilan II

Nama : Kekey Ahmad Zakaria


NIM : 041329354

No Soal Skor
1. Berikut ini adalah daftar aktiva tetap yang dimiliki oleh PT Maju Bersama per 31 Desember
2019:
Jenis Aktiva Tanggal Harga
Perolehan Perolehan
Gedung 10 Maret 2015 3.000.000.000
Mesin 08 Mei 2018 300.000.000
Furniture 16 Juli 2017 175.000.000
Komputer 04 Maret 2019 60.000.000
Mobil box 15 Juni 2017 150.000.000 60
Keterangan :
• Seluruh aktiva tetap disusutkan dengan menggunakan metode saldo garis lurus.
• Secara Ketentuan Perpajakan, Mesin dan mobil box dikategorikan ke kelompok II bukan
bangunan. Sedangkan Furniture dan Komputer dikategorikan ke kelompok I bukan
bangunan. Khusus untuk Gedung dikategorikan ke Bangunan kelompok Permanen.
Instruksi :
Berdasarkan keterangan diatas, hitung penyusutan secara pajak PT Maju Bersama Tahun 2019
sesuai dengan !
2. a. PT Sawit indah yang bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit membeli 1 unit
mobil Truck Rp.250.000.000 pada Maret 2017. Truck tersebut baru digunakan pada
Desember 2017.
b. PT Alam Raya Nusantara melakukan pembangunan gedung kantor baru mengeluarkan
dana sebesar Rp.500.000.000 .dimulai 10 Agustus 2017. gedung tersebut selesai
30
dibangun dan langsung digunakan pada Januari 2018.
Intruksi :

1. Kapan mulai dilakukannya penyusutan pada aktiva tersebut!


2. Hitung Berapa penyusutan masing-masing aktiva pada Desember 2019.
3. PT. Sawit Indah melakukan revaluasi aktiva tetap per tanggal 31 Juli 2019 dan kemudian
mendapat surat keputusan persetujuan dari Direktur Jenderal Pajak, Nilai sisa buku fiskal
aktiva tetap per 31 Juli 2019 (sebelum revaluasi) sebesar Rp.5.500.000.000,-Nilai aktiva tetap 10
setelah revaluasi sebesar Rp 5.850.000.000,-. Tentukan Perlakuan PPh atas revaluasi aktiva
tetap tersebut!
1. Berdasarkan UU Nomor 36 tahun 2008 Pasal 11 Ayat 6, metode penyusutan yang diperkenankan
untuk menghitung penyusutan aktiva tetap yaitu metode garis lurus dan metode saldo menurun.
Perusahaan dapat memilih salah satu metode untuk penyusutan aktiva tetap.

Tabel Tarif dan Masa Manfaat Penyusutan Fiskal :

Kelompok Harta Tarif - Metode garis Tarif - Metode Saldo


Masa Manfaat
Berwujud Lurus Menurun

I. Bukan Bangunan

Kelompok 1 4 tahun 25% 50%

Kelompok 2 8 tahun 12,5% 25%

Kelompok 3 16 tahun 6,25% 12,5%

Kelompok 4 20 tahun 5% 10%

II. Bangunan

Tidak Permanen 10 tahun 10%

Permanen 20 tahun 5%

Penyusutan metode garis lurus tahun 2019 :

 Gedung (Bangunan Kel. Permanen)


Rp. 3.000.000.000 x 5% = Rp. 150.000.000
 Mesin (Bukan Bangunan Kel II)
Rp. 300.000.000 x 12,5% = Rp. 37.500.000
 Furniture (Bukan Bangunan Kel I)
Rp. 175.000.000 x 25% = Rp. 43.750.000
 Komputer (Bukan Bangunan Kel I)
Rp. 10/12 x 60.000.000 x 25% = Rp. 12.500.000
 Mobil box (Bukan Bangunan Kel II)
Rp. 150.000.000 x 12,5% = Rp. 18.750.000
2. PT Sawit indah yang bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit membeli 1 unit mobil Truck
Rp.250.000.000 pada Maret 2017. Truck tersebut baru digunakan pada Desember 2017.

a. Berdasarkan UU PPh pasal 11 ayat 3 dan 4, penyusutan dapat dimulai pada saat :

 Penyusutan dimulai pada bulan dilakukannya pengeluaran, kecuali untuk harta yang masih dalam
proses pengerjaan, penyusutannya dimulai pada bulan selesainya pengerjaan harta tersebut.
 Dengan persetujuan Direktur Jenderal Pajak, Wajib Pajak diperkenankan melakukan penyusutan
mulai pada bulan harta tersebut digunakan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara
penghasilan atau pada bulan harta yang bersangkutan mulai menghasilkan.

Oleh karena itu, penyusutan dapat dilakukan ketika Truck tersebut baru digunakan pada
Desember 2017.
b. Penyusutan pada desember 2019 :
Mobil truck (Bukan Bangunan Kel II), metode garis lurus.
250.000.000 x 12,5% = Rp. 31.250.000

2. PT Alam Raya Nusantara melakukan pembangunan gedung kantor baru mengeluarkan dana sebesar
Rp.500.000.000 .dimulai 10 Agustus 2017. gedung tersebut selesai dibangun dan langsung digunakan
pada Januari 2018.

a. Berdasarkan UU PPh pasal 11 ayat 3 dan 4, penyusutan dapat dimulai pada saat :

 Penyusutan dimulai pada bulan dilakukannya pengeluaran, kecuali untuk harta yang masih dalam
proses pengerjaan, penyusutannya dimulai pada bulan selesainya pengerjaan harta tersebut.
 Dengan persetujuan Direktur Jenderal Pajak, Wajib Pajak diperkenankan melakukan penyusutan
mulai pada bulan harta tersebut digunakan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara
penghasilan atau pada bulan harta yang bersangkutan mulai menghasilkan.
Oleh karena itu, penyusutan dapat dilakukan ketika gedung tersebut selesai dibangun pada
Januari 2018.
b. Penyusutan pada desember 2019 :
Gedung (Bangunan Kel. Permanen)
Rp. 500.000.000 x 5% = Rp. 25.000.000
3. Atas selisih lebih penilaian kembali aktiva tetap perusahaan, nilali sisa buku fiskal semula dikenakan
pajak penghasilan yang bersifat final sebesar 10%

Berdasarkan contoh diatas yaitu :

Nilai buku fiskal aktiva = Rp.5.500.000.000

Nilai buku setelah revaluasi = Rp 5.850.000.000

Selisih lebih penilaian kembali aktiva :

= Nilai aktivas setelah revaluasi – Nilai buku fiskal aktiva

= Rp 5.850.000.000 – Rp.5.500.000.000

= Rp. 350.000.000

Atas selisih ini dikenakan PPh final, yaitu :

PPh = 10% x Rp. 350.000.000

= Rp. 35.000.000

Anda mungkin juga menyukai