Anda di halaman 1dari 22

PENANGANAN PSIKOSOSIAL

BAGI KORBAN BENCANA

Isnanto, S. Kep., Ns., MAN


DAMPAK SOSIAL PSIKOLOGIS KORBAN
BENCANA
• Kehilangan tempat tinggal
• Kehilangan mata pencaharian
• Terpisah dgn anggota keluarga yang lain
• Pemenuhan kebutuhan dasar terganggu
• Terganggunya pendidikan anak-anak
• Risiko timbulnya penyakit-penyakit
• Terganggunya fungsi dan peran keluarga
DAMPAK SOSIAL PSIKOLOGIS KORBAN
BENCANA
• Terhambatnya pelaksanaan fungsi dan peran
sosial dalam kekerabatan serta pelaksanaan
tugas-tugas kehidupan dalam kemasyarakatan.
• Kejenuhan akibat ketidakpastian berapa lama
harus mengungsi, perasaan tidak berdaya,
ketakutan dan bahkan perasaan putus asa.
• Berfikir tidak realistis.
DAMPAK SOSIAL PSIKOLOGIS KORBAN
BENCANA
• Selalu merasa cemas dan sangat mengganggu,
• Terbayang-bayang dengan peristiwa bencana,
• Mimpi buruk yang menyebabkan kesulitan
tidur,
• Kondisi fisik penderita menjadi siaga ketika
mereka mengingat ataupun memikirkan
trauma yang dialami.
KEMENTRIAN SOSIAL RI

Pada penanganan bencana, Pusat


Penyuluhan Sosial turun ke lokasi
bencana dan rawan bencana bersama-
sama dengan Taruna Siaga Bencana,
menjadi sahabat tagana dan ikut
membantu melakukan kegiatan terkait
penanganan korban bencana.

ISNANTO, 2019 5
PAYUNG HUKUM
Undang-Undang No 24 Tahun 2007 tentang
Penanggulangan Bencana pasal 26 point D; setiap
orang berhak serta dalam perencanaan,
pengoperasian dan pemeliharaan program
penyediaan bantuan pelayanan kesehatan
termasuk Dukungan Psikososial.

Layanan psikososial ditujukan kepada korban bencana


yang mengalami trauma dan depresi.

ISNANTO, 2019 6
Adakah kelompok tertentu yang perlu
mendapatkan perhatian khusus dalam
dukungan psikososial?

Ada yang disebut kelompok rentan. Kelompok ini


adalah korban yang diprioritaskan untuk
penanganan terlebih dahulu seperti lansia, anak-
anak, dan ibu hamil

ISNANTO, 2019 7
PENANGANAN GADAR BENCANA
Setelah fokus pada pemenuhan kebutuhan pokok untuk
bertahan hidup, para relawan juga harus memiliki
kemampuan menangani secara psikologis yang
disebut Psychological First Aid (PFA).

PFA mempunyai tiga prinsip dasar yang terdiri atas


melihat, kemudian mendengar, relawan tidak
boleh langsung judgment, tetapi seharusnya
memberikan perhatian.

ISNANTO, 2019 8
PENANGANAN GADAR BENCANA

Setelah aplikasi 3 prinsip PFA


selantnya adalah link, misalnya
korban butuh makan maka diajak
ke dapur umum, dan bila merasa
sakit dibawa ke bagian medis.

ISNANTO, 2019 9
RUANG LINGKUP
Psikososial diartikan sebagai hubungan yang
dinamis dalam interaksi antara manusia,
dimana tingkah laku, pikiran dan emosi
individu akan mempengaruhi dan
dipengaruhi oleh orang lain atau
pengalaman sosial.

ISNANTO, 2019 10
7AN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL
Mengembalikan individu atau keluarga atau
kelompok pasca kejadian tertentu (bencana
alam maupun bencana sosial) sehingga
menjadi kuat secara individu atau kolektif ;
berfungsi optimal, memiliki ketangguhan
dalam menghadapi masalah; serta menjadi
berdaya dan produktif dalam menjalani
hidupnya

ISNANTO, 2019 11
HASIL PENELITIAN
HIDAYAT, 2010.
POPULASI KORBAN ERUPSI GUNUNG MERAPI
Data dari 971 responden menunjukkan bahwa gangguan
stress pasca trauma (post traumatic stress disorder) hanya
sebesar 3,3 persen dari total responden

Gangguan psikologis yang atau emosi-emosi yang tidak


menyenangkan yang diperoleh dari hasil penelitian
meliputi : kecemasan, depresi atau tertekan,
psikosomatis serta masalah dalam penyesuaian diri.

ISNANTO, 2019 12
GAMBARAN AKSI SAAT INI
Selama ini kegiatan dukungan psikososial
dilakukan kepada penyintas masih bersifat
rekreasional, seperti kegiatan bermain bersama
anak-anak dan menggambar

Untuk itu penyuluh sosial perlu mempelajari


tentang tahapan dukungan psikososial.

ISNANTO, 2019 13
TAHAPAN Layanan Dukungan Psikososial

1. Rapid Assesment
Kaji cepat dapat dilakukan kepada sasaran/
penyintas mulai dari kelompok rentan,
penyintas yang kehilangan anggota
keluarga saat terjadi bencana, penyintas
yang mengalami luka berat, penyintas yang
rumahnya hancur atau rusak berat, orang
dewasa, ibu hamil, penyandang disabilitas.

ISNANTO, 2019 14
TAHAPAN Layanan Dukungan Psikososial

1. Rapid Assesment
Asesmen dilakukan dengan teknik:
a. Wawancara terbuka
b. Wawancara tertutup dengan menggunakan
instrument kaji cepat.
c. Activity Daily Living Mapping

Metode ini digunakan untuk asesmen pada kelompok


wanita dan pria dewasa dengan menuliskan aktivitas
penyintas sehari-hari sebelum bencana, aktivitas saat ini
setelah pengungsian, masalah dan harapan penyintas.
ISNANTO, 2019 15
TAHAPAN Layanan Dukungan Psikososial

1. Rapid Assesment
Asesmen dilakukan dengan teknik:
d. Tools berupa body mapping
Body mapping digunakan untuk asesmen pada kelompok anak dan
remaja, dengan menggambar secara utuh bentuk manusia secara
abstrak, kemudian menuliskan apa yang mereka fikirkan, mereka lihat,
mereka dengar, mereka cium, mereka rasakan pada saat bencana, dan
menuliskan harapan mereka

e. Cerita dan menggambar pada anak

ISNANTO, 2019 16
TAHAPAN Layanan Dukungan Psikososial
2.Intervensi (Intervensi individu dan kelompok)
a. Teknik katarsis dan ventilation
Memfasilitasi penyintas untuk mengungkapkan perasaan yang
dialaminya sehubungan dengan bencana yang terjadi

b.Teknik support
Memberikan semangat bahwa apa yang sedang dihadapinya
sekarang bukanlah akhir dari kehidupannya

c.Teknik debriefing
Memfasilitasi penyintas untuk mengungkapkan perasaan/ kesedihan
yang dialaminya sehubungan dengan bencana yang terjadi, kalau bisa
kesedihan tersebut dialamui secara penuh dan utuh, tidak tertunda

ISNANTO, 2019 17
TAHAPAN Layanan Dukungan Psikososial

2.Intervensi (Intervensi individu dan kelompok)


C. Teknik motivasi dan support.
Mengajak penyintas untuk untuk meningkatkan kembali
motivasi hidupnya kearah ke depan bersama keluarganya.

d. Play therapy
Play therapy (untuk anak-anak), dengan berbagai bentuk
kegiatan Seperti bernyanyi bersama,
menggambar,mendengarkan dongeng, permainan (games),
dan lain-lain dengan tujuan utama agar anak-anak memiliki
keceriaan

ISNANTO, 2019 18
Langkah Langkah yang dilakukan dalam upaya
penanganan dampak sosial psikologis korban bencana
Marjono, 2010

1.Advokasi
yaitu melindungi dan mengupayakan kepastian mengenai
pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi secara layak dan memadai.
2.Intervensi keluarga
3.Terapi kritis
4.Membangun Partisipasi
5.Mediasi dan fasilitasi relokasi
Dengan penyuluhan terhadap masyarakat di daerah tujuan yang baru
agar dapat menerima kehadiran para pengungsi yang direlokasi ke
daerah mereka
19
ISNANTO, 2019
Bagaimana cara menanggulangi bencana?

Jadi ada istilah jackues illiensi atau yang disebut


sebagai kemampuan seseorang untuk bertahan
dalam situasi yang berat dan menekan.
Ini merupakan resilensi daya lenting atau daya orang
bangkit lagi. Setiap orang mempunyai daya yang
berbeda

ISNANTO, 2019 20
Apa saja kira-kira yang bisa kita lakukan untuk
memulihkan kondisi Korban Bencana.
1. Meminimalkan paparan media yang memberitakan tentang
bencana atau peristiwa tersebut
2. Menghindarkan mereka dari tempat-tempat dimana kejadian
mengerikan itu berlangsung
3. Memberikan dukungan, kita perlu menunjukkan bahwa kita peduli
dan berempati terhadap kondisi korban.
4. Memberikan donasi dalam bentuk pangan, sandang, dan papan.
5. Mengajak para korban untuk bermain dan bersenda gurau, hal ini
dapat meringankan tekanan traumatis yang dialami korban
6. Melakukan kegiatan bersama-sama seperti memasak di dapur
umum
7. Menjadi pendengar cerita para korban, bila mereka siap
menceritakan musibah yang dialaminya 21
ISNANTO, 2019
Orang yang mudah terkena trauma atau stres
adalah orang yang tidak siap menerima dan
menghadapi kenyataan.

Oleh karena itu, orang harus didorong untuk


menerima keadaan sehingga ada recovery atau
pemulihan kembali.

ISNANTO, 2019 22