Anda di halaman 1dari 6

HKUM4301.

13 SESI-5

1. Jelaskan korelasi antara perjanjian standar/kontrak baku dan kontrak


elektronik? Berikan sekurang-kurangnya 1 contoh.

Kontrak baku, sesuai dengan UU perlindungan konsumen istilah klausa baku


sesuai pasal 1 angka (10). “setiap aturan atau ketentuan dan syarat-syarat
yang telah dipersiapkan dan ditetapkan lebih dulu secara sepihak oleh pelaku
usaha yang dituangkan dalam suatu dokumen dan atau perjanjian yang
mengikat dan wajib dipenuhi oleh konsumen. Jadi kontrak elektronik
merupakan klausul kontrak baku yang keabsahannya mengikuti pasal 1320
Kuhpdt.

2. Bagaimana pengaturan perjanjian standar/kontrak baku dalam kontrak


elektronik di Indonesia?

Kontrak baku sesuai peraturan perundang-undang no. 8/1999 tentang perlindungan


konsumen

Dalam kontrak baku sesuai pasal 18 ayat (1) UUPK :


Klausula baku dilarang untuk memuat:
a. menyatakan pengalihan tanggung jawab pelaku usaha;
b. menyatakan bahwa pelaku usaha berhak menolak penyerahan kembali barang yang
dibeli konsumen;
c. menyatakan bahwa pelaku usaha berhak menolak penyerahan kembali uang yang
dibayarkan atas barang dan/atau jasa yang dibeli oleh konsumen;
d. menyatakan pemberian kuasa dari konsumen kepada pelaku usaha baik secara
langsung maupun tidak langsung untuk melakukan segala tindakan sepihak yang
berkaitan dengan barang yang dibeli oleh konsumen secara angsuran;
e. mengatur perihal pembuktian atas hilangnya kegunaan barang atau pemanfaatan jasa
yang dibeli oleh konsumen;
f. memberi hak kepada pelaku usaha untuk mengurangi manfaat jasa atau mengurangi
harta kekayaan konsumen yang menjadi obyek jual beli jasa;
g. menyatakan tunduknya konsumen kepada peraturan yang berupa aturan baru,
tambahan,lanjutan dan/atau pengubahan lanjutan yang dibuat sepihak oleh pelaku
usaha dalam masa konsumen memanfaatkan jasa yang dibelinya;
h. menyatakan bahwa konsumen memberi kuasa kepada pelaku usaha untuk
pembebanan hak tanggungan, hak gadai, atau hak jaminan terhadap barang yang
dibeli oleh konsumen secara angsuran.

Reference:
Siti Yuniarti, S.H, M.Hum. Materi inisiasi sesi 5 pptx modul universitas terbuka

HKUM4101.28
Anda diminta mediskusikan tentang "Bagaimana teknik membaca cepat dalam
putusan kasasi".

TEKHNIK MEMBACA CEPAT dalam putusan kasasi:


Skimming : memperhatikan bagian2 penting dalam bacaan
Scanning : membaca sekilas untuk melihat point interest
Intensive Reading : membaca seksama untuk mengetahui isi bacaan lebih dalam

Reference :
Modul 1-9 BMP HKUM4101/SKS/MODUL 1-9

HKUM4405.27

Dalam berperkara apakah kita boleh mengubah gugatan? Jelaskan  dan berikan
alasan dan dasar hukumnya!
beberapa yurisprudensi mengenai perubahan gugatan :

1.Putusan MA-RI No. 434.K/Sip/1970, yang menerangkan bahwa, Perubahan


gugatan dapat dikabulkan asalkan tidak melampaui batas-batas materi pokok yang
dapat menimbulkan kerugian pada Hak Pembelaan para Tergugat;

2.Putusan MA-RI No.1043.K/Sip/1973, dan No. 823.K/Sip/1973 yang menerangkan


bahwa Yurisprudensi mengizinkan perubahan atau tambahan dari gugatan asal tidak
mengakibatkan perubahan posita dan Tergugat tidak dirugikan haknya untuk
membela diri (Hak pembelaan diri) atau pembuktian;

3.Putusan MA-RI No.226.K/Sip/1973, yang menerangkan bahwa Perubahan


gugatan Penggugat Terbanding pada persidangan 11 Pebruari 1969 adalah
mengenai pokok gugatan, maka perubahan itu harus ditolak dan hak-hak tergugat
harus diperhatikan dan tidak boleh diabaikan.
Apabila ada perubahan gugatan yang dilakukan setelah adanya jawaban tergugat
maka harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari tergugat, hakim tidak
boleh mengabaikan tergugat. Jika tergugat tidak menyetujuinya maka hakim harus
menolak tertuang

4.Putusan MA No. 447 K/Sip/1976 menyatakan: “Permohonan untuk mengadakan


penambahan dalam gugatan pada saat pihak berperkara lawan telah menyampaikan
jawabannya, tidak dapat dikabulkan apabila pihak berperkara lainnya tidak
menyetujuinya”

Reference :
Chaidir Ali SH., Yurisprudensi Hukum Acara Perdata, hal: 195

HKUM4406.03
berikan tanggapan/jawaban mengenai proses beracara dalam pemeriksaan sidang
acara cepat dan singkat dalam Hukum Acara Pidana 
bagaimana pandangan ilmuan hukum pidana mengenai proses beracara tersebut,
ilmuan paling banyak 2(dua).

HKUM4207.11

Pertanyaannya:

1. Jelaskan prinsip dalam asuransi dan kaitkan prinsip tersebut dengan kasus
diatas!

Mengenai perasuransian diatur dalam UU No 40 Tahun 2014.Prinsip-prinsip


pokok dalam perjanjian asuransi :

1. Prinsip Indemnity
2. Prinsip Insurable Interest
3. Prinsip Utmost Good Faith
4. Prinsip subrogasi

Asuransi kerugian adalah pertanggungan yang mengatur agar penanggung


mengganti kerugian berdasarkan kerugian tertentu yang diderita tertanggung
(pertanggungan ketika objek pertanggungan atau kerugiannya dapat dinilai
dengan uang), contohnya adalah asuransi kebakaran atau asuransi kerugian
di laut).

Pada kasus diatas, hendaknya pihak asuransi Ramayana dapat mengganti


kerusakan yang dialami oleh pemegang premi yaitu bapak Roni, pihak
asuransi bertanggung jawab megganti biaya kecelakaan yang mengakibatkan
mobil xenia pemegang premi.

2. Jelaskan pengertian prinsip subrogasi dan kaitkan berdasarkan kasus diatas!

Aturan subrogasi diatur dalam pasal 1400 KUHPerdata, yang prinsipnya


perusahaan asuransi sebagai penanggung resiko akan mengambil posisi
tertanggung, sehingga menggantikan tanggng jawab penanggung yaitu pak
Roni untuk menyelesaikan kerusakan mobil pak Roni.Subrogasi bertujuan
agar tertanggung tidak mempunyai tuntutan ganti kerugian terhadap
penanggung dan pihak ketiga, tetapi mengatur kebersamaan tuntutan
sedemikian rupa sehingga tertanggung hanya dapat menerima ganti kerugian
dari penanggung, tidak dari pihak ketiga..

Kaitannya dalam kasus di atas, Karena asuransi mengenal prinsip


subrogation, yang berarti perusahaan asuransi menempatkan diri
menggantikan posisi tertanggung dalam menuntut ganti rugi dari pihak ketiga,
dalam hal ini yang menabrak mobil. Maka, ketika terjadi kecelakaan,
perusahaan asuransi akan memproses perbaikan mobil seseorang. Setelah
perbaikan mobil usai, perusahaan asuransi akan menuntut penabrak untuk
membayar ganti rugi.

Reference :

BMP Hukum Dagang dan Kepailitan. Modul 9 Hukum Asuransi Pada Umumnya. KB
3 Asuransi Campuran. Hal. 9.22- 9. 35. Universitas Terbuka.

HKUM4406.03
berikan tanggapan/jawaban mengenai proses beracara dalam pemeriksaan sidang
acara cepat dan singkat dalam Hukum Acara Pidana dan bagaimana pandangan
ilmuan hukum pidana mengenai proses beracara tersebut, ilmuan paling banyak
2(dua).

Yang termasuk dalam perkara2 dengan acara cepat adalah :


 perkara pidana yang diancam dengan hukuman tidak lebih dari 3 (tiga) bulan
penjara atau denda Rp. 7.500, yang mencakup tindak pidana ringan,
pelanggaran lalu lintas juga kejahatan penghinaan ringan yang dimaksudkan
dalam Pasal 315 KUHP
 diadili oleh Hakim Pengadilan Negeri dengan tanpa ada kewajiban dari
Penuntut Umum untuk menghadiri
 Terdakwa tidak hadir di persidangan, 
Yang dimaksud Pemeriksaan dengan Acara Cepat
1. Pemeriksaan dengan acara cepat dilakukan apabila terdapat kepentingan
penggugat yang cukup mendesak yang harus dapat disimpulkan dari alasan-
alasan permohonannya, penggugat dalam gugatannya dapat memohon kepada
Pengadilan supaya pemeriksaan sengketa dipercepat. Pemeriksaan dengan
acara cepat dilakukan dengan Hakim Tunggal. 

2. Ketua Pengadilan dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari setelah


diterimanya permohonan pemeriksaan acara cepat, mengeluarkan penetapan
tentang dikabulkan atau tidak dikabulkannya permohonan tersebut. Terhadap
penetapan tersebut tidak dapat digunakan upaya hukum. 

3. Dalam hal permohonan pemeriksaan dengan acara cepat dikabulkan, Ketua


Pengadilan dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari setelah dikeluarkannya penetapan
menentukan hari, tempat, dan waktu sidang tanpa melalui prosedur pemeriksaan
persiapan. Tenggang waktu untuk jawaban dan pembuktian bagi kedua belah
pihak, masing-masing ditentukan tidak melebihi 14 (empat belas) hari.

  Menurut Achmad Ali, Sosiologi Hukum Sebab praktek hukum acara selama ini
masih belum memenuhi keadilan yang murah, akan tetapi justru mahal, sangat rumit
dan bertele-tele dalam proses penyelesaian konflik hukum yang ada. Dalam rangka
meningkatkan akses masyarakat pada pengadilan maka perlu dikukuhkan
pengadilan dengan acara cepat (small claim court)
Andi Hamzah mengungkapkan istilah pemeriksaan cepat tentang acara
pemeriksaan biasa berlaku pula pada pemeriksaan cepat dengan pengecualian
tertentu.hal tersebut terdapat dalam Pasal 210 KUHAP yang mengatakan bahwa
ketentuan dalam bagian kesatu,bagian kedua,dan bagian ketiga Bab ini (BAB XVI)
tetap berlaku sepanjang peraturan itu tidak bertentangan dengan paragraf ini.

HKUM4402.16

Uriakan analisi saudara mengenai penyelesaiaan kasus tersebut, Jenis perbuatan,


Subjek Hukum dan Peristiwanya

Penyelesaian kasus :

Dapatkah perjanjian tersebut dibatalkan oleh salah satu pihak saja dalam perjanjian
tanpa persetujuan pihak pembuat perjanjian lainnya.

HKUM4408.07
Bagaimana Nikah Siri persfektif Hukum Islam dan UU Perkawinan di
Indonesia? Sertakan alasannya.
Status pernikahan siri sah menurut hukum Islam, tetapi jika tidak dicatat didalam
Kantor Urusan Agama hukumnya secara Negara tidak sah,karena tidak tercatat
dalam negara,sebagaimana sesuai Undang- undang perkawinan Pasal 2 ayat (2)
Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan bahwa perkawinan
tersebut tidak legal hukum.
akibatnya hak2 yang diatur oleh undang-undang tidak dapat dilakukan, contohnya:
pembuatan akta kelahiran
pembuatan kartu keluarga
akiatknya akan merugikan keluarga itu sendiri, karen aperlindungan hukum tidak
dapat berjalan karena tidak memiliki kekuatan hukum.

HKUM4402.16

Jenis perbuatan : pengusiran keluarga pak herman

Subjek hukum : pak jail dan pak herman

Peristiwa hukum : penunggakan biaya sewa hingga 3 bulan

Dapatkah perjanjian tersebut dibatalkan oleh salah satu pihak saja dalam perjanjian
tanpa persetujuan pihak pembuat perjanjian lainnya.

Perjanjian tersebut dapat dibatalkan oleh salah satu pihak, sesuai dengat aturan :
Pembatalan Perjanjian Lisan SepihakSyarat batal sendiri diatur dalam Pasal 1266
KUH 
Perdata, yarat batal dianggap selalu dicantumkan dalam persetujuan yang timbal
balik, andaikata salah satu pihak tidak 
memenuhi kewajibannya
 ketentuan Pasal 1267 KUH Perdata Pihak yang terhadapnya perikatan tidak
dipenuhi, dapat memilih; memaksa pihak yang lain untuk memenuhi 
persetujuan, jika hal itu masih dapat dilakukan, atau menuntut pembatalan
persetujuan, dengan penggantian 
biaya, kerugian dan bunga.

Apakah implikasi dari pembatalan perjanjian sepihak dalam kasus tersebut.


Akibat hukum dari debitur yang telah melakukan wanprestasi adalah hukuman atau
sanksi berupa:
1. Membayar kerugian yang diderita oleh kreditur (ganti rugi);
2. Pembatalan perjanjian;
3. Peralihan resiko. Benda yang dijanjikan obyek perjanjian sejak saat tidak
dipenuhinya kewajiban menjadi tanggung jawab dari debitur;
4. Membayar biaya perkara, kalau sampai diperkarakan di depan hakim.
Disamping debitur harus menanggung hal tesebut diatas, maka yang dapat
dilakukan oleh krediturdalam menghadapi debitur yang wanprestasi ada lima
kemungkinan sebagai berikut (Pasal 1276 KUHPerdata):
1. Memenuhi/melaksanakan perjanjian;
2. Memenuhi perjanjian disertai keharusan membayar ganti rugi;
3. Membayar ganti rugi;
4. Membatalkan perjanjian; dan
5. Membatalkan perjanjian disertai dengan ganti rugi.

Pengertian Wanprestasi Menurut Yahya Harahap: “Wanprestasi sebagai


pelaksanaan kewajiban yang tidak tepat pada waktunya atau dilakukan tidak
menurut selayaknya, sehingga menimbulkan keharusan bagi pihak debitur untuk
memberikan atau membayar ganti rugi (schadevergoeding), atau dengan adanya
wanprestasi oleh salah satu pihak, pihak yang lainnya dapat menuntut pembatalan
perjanjian.