Anda di halaman 1dari 53

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II DAN III ANGKATAN LXXV

KABUPATEN PARIGI MOUTONG


KERJA SAMA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGAH
TAHUN 2021

LAPORAN RANCANGAN AKTUALISASI


JUDUL RANCANGAN AKTUALISASI :

OPTIMALISASI KEPATUHAN PASIEN DAN KELUARGA DALAM PENERAPAN


3 M DI RUANG ISOLASI COVID GAHARU DI RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH ANUNTALOKO PARIGI

DISUSUN OLEH :

NAMA : NIA OKTAVIANI, S.ST


NIP : 19901028 201908 2 001

INSTANSI : RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ANUNTALOKO


PARIGI
JABATAN : BIDAN AHLI PERTAMA
NDH : 27

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA


DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGAH
TAHUN 2021
LEMBAR PERSETUJUAN HASIL PERBAIKAN
EVALUASI RANCANGAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II DAN III ANGKATAN LXXV
KABUPATEN PARIGI MOUTONG
KERJA SAMA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGAH
TAHUN 2021
DISUSUN OLEH :
NAMA : NIA OKTAVIANI, S.ST
NIP : 19901028 201908 2 001
INSTANSI : RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ANUNTALOKO
PARIGI

JABATAN : BIDAN AHLI PERTAMA


NDH : 27

JUDUL RANCANGAN AKTUALISASI :


OPTIMALISASI KEPATUHAN PASIEN DAN KELUARGA DALAM PENERAPAN
3 M DI RUANG ISOLASI COVID GAHARU DI RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH ANUNTALOKO PARIGI
Telah diseminarkan dan disempurnakan,
Pada Tanggal : 18 Juni 2021
Palu, 21 Juni 2021
Menyetujui,
COACH, MENTOR,

Ir. STINTJE UIRIANTO, M.Si. RAHMAWATI KARANJDA, S. Kep,.Ns


NIP. 19640905 199003 2 003 NIP. 19800103 200012 2 003
PENGUJI,

Dra. NOVALINA,RAHMAWATI
MM KARANJDA, S.Kep,.Ns
NIP. 19800103 200012 2 003
Pembina Utama Muda
NIP. 19690927 198811 2 001
LEMBAR PERSETUJUAN
EVALUASI PELAKSANAAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II DAN III ANGKATAN LXXV
KABUPATEN PARIGI MOUTONG
KERJA SAMA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGAH
TAHUN 2021

DISUSUN OLEH :

NAMA : NIA OKTAVIANI, S.ST


NIP : 19901028 201908 2 001
INSTANSI : RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ANUNTALOKO
PARIGI

JABATAN : BIDAN AHLI PERTAMA


NDH : 27

JUDUL RANCANGAN AKTUALISASI :

OPTIMALISASI KEPATUHAN PASIEN DAN KELUARGA DALAM PENERAPAN


3 M DI RUANG ISOLASI COVID GAHARU DI RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH ANUNTALOKO PARIGI

Disetujui untuk diseminarkan,


Pada Tanggal : 16 Juni 2021

Parigi, 14 Juni 2021


Menyetujui,

COACH, MENTOR,

Ir. STINTJE UIRIANTO, M.Si. RAHMAWATI KARANJDA, S. Kep,.Ns


NIP. 19640905 199003 2 003 NIP. 19800103 200012 2 003
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan bagi Tuhan atas segala berkat dan
karunia-Nya, Sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan Rancangan
Aktualisasi denga judul “ Optmalisasi Kepatuhan Pasien dan Keluarga
Dalam Penerapan 3M di Ruangan Isolasi Covid Gaharu RSUD
Anuntaloko Parigi”. Rancangan Aktualisasi ini merupakan salah satu tugas
dalam Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan LXXV dilingkungan
Pemerintahan Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2021 dan untuk mewujudkan
fungsi ASN sebagaimana diamanatkan dalam pasal 10 Undang-undang No 5
tahun 2014 yaitu sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, perekat
dan pemersatu bangsa.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah


memberikan bimbingan, saran, masukan dan kritik yang membangun dalam
rancangan aktualisasi ini. Penulis menyadari masih banyak sekali kekurangan
dalam tulisan ini, sehingga saran dan kritik yang membangun sangat
diharapkan demi perbaikan tugas rancangan aktualisasi ini.

Parigi, Juni 2021

Penulis

Nia Oktaviani, S.ST

ii
DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................... i


KATA PENGANTAR ................................................................................. ii
DAFTAR ISI ............................................................................................... iii
DAFTAR TABEL ....................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR ................................................................................... vi
BAB I . PENDAHULUAN .......................................................................... 1
A. Latar Belakang ...................................................................................... 1
1. Kondisi Saat Ini Dan Kondisi Yang Diharapkan ................................... 3
2. Penetapan Isu ...................................................................................... 4
3. Analisa dampak Isu .............................................................................. 5
B. Visi, Misi dan Gambaran Organisasi ................................................... 5
1. Visi dan Misi Daerah Kabupaten Parigi Moutong ................................ 5
2. Gambaran singkat Organisasi ............................................................... 6
a. Profil Rumah Sakit Umum Anuntaloko ......................................... 6
b. Sarana Pelayanan RSUD Anuntaloko Parigi .................................. 7
c. Struktur Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit........................... 10
d. Ketenagaan ................................................................................... 11
e. Falsafah ................................................................................. 11
f. Tujuan ................................................................................... 12
g. Nilai-Nilai Organisasi yang di anut RSUD Anuntaloko .......... 12
3. Tugas Jabatan Peserta Diklat ................................................................ 13
a. Tugas pokok ASN ..................................................................... 13
b. Tugas dan Fungsi Peserta Sebagai Bidan Ahli Pertama ............. 14
C. Tujuan Aktualisasi ................................................................................. 14
a. TujuanUmum ............................................................................ 14
b. Tujuan Khusus .......................................................................... 14
D. Manfaat Aktualisasi ............................................................................... 15
a. Bagi Peserta .............................................................................. 15

iii
b. Bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD)/Unit Kerja ................ 15
c. Bagi Pemerintah Daerah ............................................................ 15
d. Bagi Masyarakat ....................................................................... 16
BAB II. RANCANGAN AKTUALISASI ................................................... 17
A. Nilai-Nilai Dasar ASN ............................................................................ 17
B. Peran dan Kedudukan ASN dalam NKRI ............................................ 23
C. Rencana Kegiatan Aktualisasi ............................................................... 26
D. Jadwal Kegiatan Aktualisasi.................................................................. 44

iv
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1. Kondisi saat ini dan kondisi yang diharapkan .............................. 3

Tabel 2.1. Analisis Penetapan Isu Dengan Metode APKL .......................... 27

Table 2.2. Kriteria Poin Penilaian Analisis Penetapan Isu.............................. 28

Table 2.3. Rancangan Aktualisasi ................................................................. 30


Table 2.4. Jadwal Kegiatan ........................................................................... 44

v
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1. Struktur Organisasi RSUD Anuntaloko Parigi .......................... 11

Gambar 2.1 Fishbone Diagram ..................................................................... 29

vi
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Berdasarkan peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia Nomor 12 Tahun 2018, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)
memiliki kewajiban untuk mengikuti Pelatihan Dasar CPNS yang
dilakukan secara berintegrasi untuk membangun integritas moral,
kejujuran, semangat, motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter
kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, memperkuat
profesionalisme serta kompetensi bidang. Pendidikan dan pelatihan bagi
CPNS juga ini dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun
2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, di mana masa percobaan
merupakan masa prajabatan yang dilaksanakan melalui proses pendidikan
dan pelatihan.
Pelatihan dasar dilakukan untuk membangun kompetensi yang
diukur berdasarkan kemampuan menunjukkan sikap perilaku bela negara,
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas
jabatannya, mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS dalam NKRI,
dan menunjukkan penguasaan Kompetensi Teknis yang dibutuhkan sesuai
bidang tugas. Selain itu, Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil juga
menerapkan agenda habituasi sebagai salah satu kurikulum pembentukan
karakter PNS. Agenda habituasi ini memfasilitasi agar peserta melakukan
proses pembiasaan diri terhadap kompetensi yang telah diperoleh melalui
berbagai Mata Pelatihan yang telah dipelajari. Pada agenda habituasi ini
diharapkan CPNS dapat menerapkan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN di
tempat kerja yang direncanakan terlebih dahulu pada Laporan Rancangan
Aktualisasi dan di akhir menyampaikan Laporan Aktualisasi untuk
kemudian dievaluasi apakah nilai-nilai dasar ASN dapat terinternalisasi
pada CPNS dalam kegiatan-kegiatannya di institusi tempat CPNS berada.

1
Pembelajaran Agenda Habituasi memfasilitasi peserta melakukan
kegiatan pembelajaran aktualisasi mata pelatihan yang telah dipelajari
(mata pelatihan Wawasan Kebangsaan dan Nilai-Nilai Bela Negara,
Analisis Isu Kontemporer, Kesiapsiagaan Bela Negara, Akuntabilitas PNS,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi, Manajemen
ASN, Pelayanan Publik, serta Whole of Government. Sehingga nantinya,
PNS harus dapat mengetahui peran dan kedudukannya serta
menginternalisasi berbagai nilai tersebut di unit kerjanya masing-masing
agar menjadi PNS yang professional dan berkarakter.
Pada masa pandemi Covid-19 sangat dibutuhkan kerja sama dari
berbagai pihak untuk membantu memutus mata rantai penyebarannya
penularan Covid-19 tidak lupa masyarakat memiliki peran sangat penting
dalam hal ini. Penularan Covid-19 di rumah sakit adalah suatu hal yang
memungkinkan terjadi, dimana sesuai dengan pengamatan penulis selama
ini yaitu masih banyaknya pasien dan pengunjung tidak mematuhi
protokol kesehatan seperti 3M yaitu tidak menggunakan masker pada area
rumah sakit, duduk berkerumun yang mealnggar sosial distancing serta
tidak mencuci tangan meskipun sudah disediakan tempat cuci tangan
disetiap pintu masuk. Pencegahan penularan Covid-19 dengan program
vaksinasi tidak akan berhasil jika tidak disertai dengan sikap patuh dan
disiplin dalam menerapan 3M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan
dan menjaga jarak. Ketidak patuhan dalam menerapkan 3 M ini lah yang
ditakutkan akan menambah kasus penyebaran Covid-19. Berdasarkan isu
tersebut penulis tertarik untuk membuat rancangan aktualisasi nilai-nilai
PNS tentang “Optimalisasi Kepatuhan Pasien dan Keluarga Dalam
Penerapan 3M di Ruang Isolasi Covid Gaharu di RSUD Anunaloko
Parigi”.

2
1. Kondisi Saat Ini Dan Kondisi Yang Diharapkan

Tabel 1.1 Kondisi saat ini dan kondisi yang diharapkan

Kondisi Yang
No Isu Sumber Isu Kondisi Saat Ini
Diharapkan

1 Belum optimalnya Manajemen 1. Penerapan 3M 1. Melakukan


kepatuhan pasien ASN belum edukasi secara
dan keluarga dalan dilakukan optimal
penerapan 3M secara optimal kepada setiap
hanya pasien dan
sebagian dari keluarga yang
pasien dan datang dan
keluarga yang tiba di
paham dan ruangan agar
mematuhinya. selalu
menerapkan
2. Sarana dan protokol
edukasi dari kesehatan.
perawat yang
masih kurang
2. Menyediakan
kepada pasien
sarana edukasi
seperti poster
untuk
membantu
pemahaman
pasien dan
keluarga
tentang 3 M

2 Belum optimalnya Pelayanan Masih banyak Semua tindakan

3
pendokumentasian Publik tindakan yang dilakukan
rekam medis pasien keperawatan harus
yang tidak lengkap yang tidak di didokumentasika
dokumentasikan n dengan
dengan lengkap lengkap pada
rekam medis

3 Kurangnya Manajeman Masih ada Semua petugas


kepatuhan petugas ASN petugas yang menggunakan
dalam penggunaan menggunakan APD yang
APD sesuai dengan APD lengkap dan lengkap serta
SOP tidak sesuai secara sistematis
dengan SOP sesuai dengan
SOP yang ada

4 Membuang sampah Manajeman Masih adanya Sampah medis


medis tidak sesuai ASN sampah medis dan Nonmedis di
dengan tempatnya tercampur dengan pisah dan di
sampah buang sesuai
nonmedis tempatnya.

2. Penetapan Isu
Isu yang diangkat adalah masalah utama yang sedang terjadi di
tempat tugas.Setiap fasilitas pelayanan publik baik itu perkantoran
maupun rumah sakit, pasti memiliki beragam masalah.Analisis isu
dilakukan untuk menetapkan kriteria isu dan kualitas isu. Analisis ini
dilakukan untuk mendapatkan kualitas isu tertinggi. Disamping itu tidak
semua isu bisa dikategorikan menjadi isu aktual, oleh karena itu perlu
dilakukan analisis kriteria isu. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan
selama penulis melaksanakan tugas diruangan Isolasi Covid Gaharu di
RSUD Anuntaloko Parigi ada beberapa masalah yang ditemukan dalam
memberika pelayanan pada pasien yaitu :

4
a. Belum optimalnya kepatuhan pasien dan keluarga dalan penerapan
3M
b. Belum optimalnya pendokumentasian rekam medis pasien yang tidak
lengkap
c. Kurangnya kepatuhan petugas dalam penggunaan APD sesuai dengan
SOP
d. Membuang sampah medis tidak sesuai dengan tempatnya

Isu tersebut kemudian di analisis menggunakan alat analisis APKL


(Aktual, Problematik, Kekalayakan dan Layak) sehingga didapatkan
kualitas isu tertinggi adalah “ Belum Optimalnya Kepatuhan Pasien dan
Keluarga dalam Menerapkan 3M di Ruang Isolasi Covid Gaharu di
RSUD Anuntaloko Parigi “
3. Analisa Dampak Isu
Dampak dari isu “ Belum Optimalnya Kepatuhan Pasien dan
Keluarga dalam Menerapkan 3M di Ruang Isolasi Covid Gaharu di
RSUD Anuntaloko Parigi “
a. Pencegahan penularan dan pengobatan Covid-19 pada ruang Isolasi
Covid tidak optimal.
b. Keluarga dan pasien tidak memahami dengan baik bahaya Covid-19,
cara penularan dan pencegahannya
c. Bila dibiarkan terus menerus akan meningkatkan jumlah pasien
terkonfirmasi positif Covid-19.

B. Visi, Misi dan Gambaran Organisasi


1. Visi dan Misi Daerah

a. Visi Daerah Kabupaten Parigi Moutong


“MEMANTAPKAN KABUPATEN PARIGI MOUTONG
TERDEPAN, MAJU, ADIL, MERATA, BERKELANJUTAN
DAN BERDAYA SAING “

5
b. Misi
1) Memantapkan reformasi birokrasi dan tata kelola keuangan
daerah yang akuntabel.
2) Memantapkan pembangunan infrastruktur yang maju dan
merata di seluruh wilayah
3) Memajukan kwalitas dan cakupan layanan pendidkan dan
menggalakan kesehatan berdaya saing.
4) Meningkatkan kesejahteraan sosial yang berkeadilan dan
mengetaskan kemiskinan.
5) Mewujudkan pembangunan ekonomi yang adil dan
meningkatkan investasi berbasis pertanian dan pariwisata yang
berdaya saing.
6) Meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan
desa / kelurahan – kecamatan
7) Meningkatkan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan dan
mitigasi kebencanaan.
8) Meningkatkan keamanan dan ketertiban diseluruh wilayah.

2. Gambaran singakat Organisasi

a. Profil Rumah Sakit Umum Anuntaloko


Rumah Sakit Umum Anuntaloko Parigi adalah Rumah
Sakit milik Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong dengan
status Kelas B Dengan alamat dijalan Sis Aljufri no.214 kel.
Masigi Kab. Parigi Moutong. Rumah Sakit Umum Parigi berdiri
pada tahun 1960-an (diperkirakan sekitar tahun 1968) dengan
status rumah sakit pembantu wilayah Parigi.Rumah sakit Parigi
saat itu merupakan hasil pengembangan Puskesmas Perawatan
Kecamatan Parigi.
Pengembangan ini dilakukan mengingat banyaknya pasien
rawat inap yang dilayani oleh Puskesmas Parigi saat itu, serta
luasnya cakupan wilayah pelayanannya. Pada perkembangannya

6
RSUD Pembantu Wilayah Parigi kemudian berubah status menjadi
RSUD Parigi pada bulan Maret 1983.
Perubahan ini ditandai dengan pemisahan poliklinik rawat
jalan yang menjadi Puskesmas Parigi dan pengangkatan direktur
RSUD Parigi yang pertama oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II
Donggala. RSUD Parigi telah resmi menjadi RSUD Type D milik
Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi
Tengah melalui Surat Keputusan Depkes No. 1183 / Menkes / SK /
XI / 94 tanggal 23 November 1994, dan secara organisasi
merupakan unit pelaksana teknis yang bertanggung jawab langsung
kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala, dan secara taktis
operasional bertanggung jawab langsung kepada Bupati Donggala
sedang teknis fungsional dibina oleh kepala Dinas Kesehatan
Propinsi Sulawesi Tengah. Pada Tahun 2004 Rumah sakit Umum
Parigi berubah menjadi Badan Rumah Sakit Daerah Anuntaloko.
Pada tanggal 9 Agustus 2004 sesuai Keputusan Menteri Kesehatan
RI No. 870 / Menkes / SK / VII / 2004 tentang peningkatan kelas
Rumah Sakit milik Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong
Propinsi Sulawesi Tengah.
b. Sarana Pelayanan RSUD Anuntaloko Parigi
Melayani Pelayanan Gawat Darurat 1 x 24 Jam dan 18 Poliklinik
Rawat Jalan yang terdiri dari :
1) Klinik Penyakit Dalam
2) Klinik Penyakit Anak
3) Klinik Penyakit Bedah
4) Klinik kebidanan dan Kandungan
5) Klinik Gigi dan Mulut
6) Klinik Gizi
7) Klinik Fisioterapi / Rehab Medik
8) Klinik THT
9) Klinik Mata

7
10) Klinik Neurologi
11) Klinik Kulit dan Kelamin
12) Klinik TB Dot
13) Klinik VCT
14) Klinik Jiwa
15) Klinik Penyakit Jantung
16) Klinik Geriatri
17) Klinik Hemodialisa
18) Klinik Ortopedi
Sarana Pelayanan Rawat Inap dilaksanakan di ruang
perawatan dengan kapasitas 285 TT meliputi :
1) Ruang Penyakit Dalam I, terdiri dari :
a) Ruang Perawatan kelas III dengan kapasitas : 11 TT
b) Ruang Perawatan kelas II dengan kapasitas : 8 TT
c) Ruang Perawatan kelas I dengan kapasitas : 5 TT
2) Ruang Penyakit Dalam II, terdiri dari :
Ruang Perawatan kelas III dengan kapasitas : 40 TT
3) Ruang Perawatan Bedah I terdiri dari :
a) Ruang Perawatan kelas II dengan kapasitas : 10 TT
b) Ruang Perawatan kelas I dengan kapasitas : 14 TT
4) Ruang Perawatan Bedah II terdiri dari :
Ruang Perawatan kelas III dengan kapasitas : 33 TT
5) Ruang Perawatan Bersalin / nifas terdiri dari :
a) Ruang Perawatan kelas III dengan kapasitas : 14 TT
b) Ruang Perawatan kelas II dengan kapasitas : 3 TT
c) Ruang Perawatan kelas I dengan kapasitas : 6 TT
d) Ruang Pemulihan : 4 TT
e) Ruang Isolasi ( Perawatan Kelas III ) : 2 TT
f) Box Bayi : 6 TT
6) Ruang Perawatan Anak terdiri dari :
a) Ruang Perawatan kelas III dengan kapasitas : 26 TT

8
b) Ruang Perawatan kelas II dengan kapasitas : 10 TT
c) Ruang Perawatan kelas I dengan kapasitas : 6 TT
7) Ruang Perawatan ICU terdiri dari :
Ruang Perawatan ICU dengan kapasitas : 12 TT
8) Ruang Perawatan ICCU terdiri dari :
Ruang Perawatan ICCU dengan kapasitas : 8 TT
9) Ruang Perawatan Umum terdiri dari :
a) Ruang Perawatan Kelas Utama (VIP) A : 8 TT
b) Ruang Perawatan kelas Utama (VIP) B : 9 TT
10) Ruang Perawatan Isolasi
a) Ruang Perawatan Isolasi kelas I dengan kapasitas : 5
TT
b) Ruang perawatan isolasi kelas II dengan kapasitas : 8
TT
c) Ruang perawatan isolasi kelas III dengan kapasitas : 12
TT
11) Ruang NICU
a) Ruang Perawatan Bayi Incubator dengan kapasitas : 10
TT
b) Ruang Perawatan Bayi Box dengan kapasitas : 15 TT
Jumlah total tempat tidur sebanyak 285 dan jumlah tempat
tidur kelas III sebanyak 138 TT 48,42 % dari jumlah total tempat
tidur, sedangkan untuk tempat tidur perawatan intensif ( ICU,ICCU
dan NICU ) sebanyak 15,79 % dari seluruh tempat tidur yaitu 45
TT.

Sarana Instalasi penunjang yang dimiliki RSUD Anuntaloko Parigi


:
1) Instalasi Penunjang Medis:
a) Instalasi Radiologi
b) Instalasi Laboratorium

9
c) Unit Transfusi Darah
d) Instalasi Farmasi
2) Instalasi Penunjang Non Klinik:
a) Instalasi Gizi
b) Instalasi IPSRS
c) Instalasi Sanitasi
d) Instalasi Rekam Medis
e) Instalasi Loundri
f) Instalasi CSSD
g) Instalasi Pengolahan Air Limbah
h) Instalasi Pemulasaran Jenazah
c. Struktur Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit
Berdasarkan Peraturan Bupati Parigi Moutong Nomor 10
tahun 2019 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Unit
Pelaksana Teknis Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Parigi
Moutong tanggal 1 April 2019, Struktur Organisasi RSUD
Anuntaloko dipimpin oleh seorang Direktur, yang membawahi 2
Wakil Direktur, 3 Bagian Tata Usaha, 3 Bidang, Kelompok Jabatan
Fungsional, Satuan pengawas Internal dan Komite-Komite.

10
Gambar .1.1. Struktur Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Anuntaloko
Parigi

d. Ketenagaan
Bagi seluruhlapisan masyarakat, maka setiap pelayanan
kesehatan membutuhkan sumber daya yang memadai dalam
melaksanakan proses pelayanan. sumber daya yang dimaksud
dalam hal ini adalah sumber daya manusia pada RSUD Anuntaloko
Parigi yang berjumlah adalah 754 orang yang terdiri dari pns 266
orang, tenaga kontrak dokter 14 orang, wkds 3 orang, residen 2
orang, CPNS 12 orang, pegawai kontrak 450 orang dan sukarela 7
orang.
e. Falsafah
Falsafah Rumah Sakit Anuntaloko Parigi adalah:
“Kesembuhan anda kebahagian kami “ dengan MOTTO :

11
“songulara mompakalompe“ serta SEMBOYAN :“ (3S) Senyum,
Sapa, Santun.
f. Tujuan
Adapun tujuan dari RSUD Anuntaloko Parigi adalah :
1) Meningkatkan pengelolaan keuangan menuju kemandirian
rumah sakit sebagai PPK-BLUD.
2) Memberikan pelayanan kesehatan beriorentasi pada
peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
3) Mengembangkan tata kelola Rumah Sakit yang baik berbasis
informasi dan teknologi
4) Meningkatkan sarana, prasarana dan peralatan kesehatan
menuju Rumah Sakit Kelas B Pendidikan
5) Meningkatkan kualitas dan kesejahteraan Sumber Daya
Manusia Rumah Sakit
g. Nilai-Nilai Organisasi yang di anut RSUD Anuntaloko
Untuk mewujudkan visi dan misi pemerintah daerah yang
telah ditetapkan dalam rencana strategis RSUD Anuntaloko
menganut dan menjunjung tinggi nilai-nilai yang di inginkan oleh
pelanggan yang disingkat dengan IPTEK :
I = Integritas
P = Profesional
T= Tanggung Jawab
E =Efisien
K =Komitmen

1) Integritas
Memberikan pelayanan yang dapat di percaya, jujur, dan
mengutamakan etika dari semua pihak dalam mengawal
keberlangsungan aturan dan pelayanan rumah sakit. Dengan
demikian di pastikan bahwa kualitas pelayanan akan meningkat

12
dan terhindar dari hal-hal yang tidak di inginkan, dampaknya
tingkat kepercayaan masyarakat terus meningkat.

2) Profesional
Memberikan pelayanan yang tanggap, cepat sesuai dengan
indikator target Standar Oprasional Prosedur (SPO).

3) Tanggung Jawab
Memberikan pelayanan kesehatan dengan bentuk tanggung
jawab etis, professional, dan hukum,sehingga dapat menjamin
perlindungan kepada pasien dan keluarga serta perlindungan
kepada rumah sakit sebagai organisasi tempat kerja dan juga
kepada tenaga kesehatan sebagai pemberi pelayanan kesehatan.

4) Efisien
Memberikan pelayanan dengan prinsip efisiensi segi medis
meninjau efisiensi dari sudut mutu pelayanan medis dan dari segi
ekonomi, meninjau efisiensi dari sudut pendayagunaan sarana dan
bahan oprasional.

5) Komitmen
Setiap pegawai dalam memberikan pelayanan penuh
inisiatif dengan kepedulian yang tinggi, dan tertanam kesadaran
akan pentingnya manfaat dari pekerjaan yang dilaksanakannya. Hal
tersebut merupakan komitmen yang dimiliki oleh setiap pegawai
sehingga akan menunjukan kualitas dalam bekerja.

3. Tugas dan fungsi Peserta


a. Tugas Pokok ASN
Tugas pokok Aparatur Sipil Negara menurut Undang
Undang No.5 Tahun 2014 pasal 11, bahwa tugas ASN adalah:

13
1) Melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh pejabat
pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
2) Memberikan pelayanan publik yang professional dan
berkualitas
3) Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan
Republik Indonesia
b. Tugas dan Fungsi Peserta Sebagai Bidan Ahli Pertama
Adapun tugas dan fungsi peserta sebagai Perawat Ahli
Pertama di Kutip dari Permenpan RB NOMOR 35 TAHUN 2019
tentang jabatan fungsional perawat antara lain sebagai berikut :
1) Melaksanakan anamnesa pada pasien
2) Melaksananakan pemeriksaan fisik pada pasien
3) Melaksanakan persiapan pelayanan asuhan kebidanan pada
pasien
4) Melaksanakan persiapan alat dan obat pada pasien
5) Melaksanakan konseling pada pasien
6) Melaksanakan evaluasi asuhan kebidanan
C. Tujuan

1. Tujuan Aktualisasi

a. Tujuan Umum
Meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD Anuntaloko
Parigi sehingga terwujudnya pelayanan Prima sebagai aktualisasi
nilai-nilai dasar ASN serta selalu mengutakan kepentingan publik.

b. Tujuan Khusus
1) Menyelesaikan salah satu isu yang terjadi di RSUD
Anuntaloko Parigi
2) Membantu terwujudnya pelayanan yang efisien dan efektif di
RSUD Anuntaloko Parigi

14
3) Melakukan identifikasi dan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN
yaitu indikator-indikator pada ANEKA yang terkandung
dalam setiap tugas sebagai Bidan di RSUD Anuntaloko
Parigi.
D. Manfaat

Manfaat dari penulisan rancangan aktualisasi ini terdiri dari tiga


manfaat, yaitu manfaat untuk penulis, organisasi, dan masyarakat.
Manfaat-manfaat tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Bagi Peserta
Manfaat yang didapatkan penulis adalah penulis akan dapat
menerapkan nilai-nilai dasar ASN sesuai ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi) yang
diperoleh pada Pelatihan Dasar CPNS Kabupaten Parigi Moutong dalam
melaksanakan tugas sebagai ASN, serta menerapkan pemahaman
mengenai pelayanan publik, manajemen ASN dan Whole Of Government.
Kegiatan tersebut menjadi dasar dalam pelaksanaan sebagai ASN yang
diharapkan oleh Negara.

2. Bagi RSUD Anuntaloko Parigi


Memberikan solusi terhadap isu yang berkembang di RSUD
Anuntaloko Parigi dengan menanamkan nilai-nilai dasar ASN sesuai
ANEKA, serta menerapkan pelayanan publik, manajemen ASN dan Whole
Of Government sehinga akan memberikan pelayanan yang lebih baik dan
sejalan dengan Visi dan Misi RSUD Anuntaloko parigi.

3. Bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong


Mencapai salah satu Misi Kabupaten Parigi Moutong yaitu
Memajukan kualitas dan cakupan layanan pendidikan dan menggalakan
kesehatan berdaya saing.

15
4. Bagi Masyarakat
Dengan menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam ANEKA
dalam setiap kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan maka dapat
meningkatkan derajat kesehatan yang optimal, membantu pelayanan
kesehatan mewujudkan pemberian pelayanan yang efektif dan bermutu
yang kemudian akan berdampak pada semakin baiknya kualitas pelayanan
dan taraf kesehatan masyarakat.

16
BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI

A. Nilai-Nilai Dasar ASN


1. Nilai-Nilai Dasar Aparatur Sipil Negara (ASN)
Berdasarkanundang –undang republik Indonesia nomor 5 tahun
2014 yang dimaksud dengan Aparatur sipil negara adalah profesi bagi
pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah. Pada Modul E-Learning
Badan Litbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung RI Tahun 2018 PNS
yang profesional adalah PNS yang karakternya dibentuk oleh nilai-nilai
dasar prosefesi PNS sehingga mampu melaksanakan tugas dan perannya
secara profesional sebagai pelayan masyarakat. Untuk menjadi seorang
pelayan publik yang profesional diperlukan pembekalan kepada PNS
dengan nilai-nilai dasar profesi ASN yang dikenal dengan nama ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi).

a. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggung jawaban yang
harus dicapai. Akuntabilias merujuk pada kewajibab setiap
individu, kelompok atau instansi untuk memenuhi tanggung jawab
yang menjadi amanahnya. Indikator nilai dasar dari akuntabilitas
yaitu :

1) Kepemimpinan
Memberikan contoh kepada orang lain, memiliki komitmen
tinggi dalam melakukan pekerjaan
2) Transparansi
Tujuannya untuk mendorong komunikasi dan kerjasama,
meningkatkan akuntabilitas dalam keputusan-keputusan dan
meningkatkan kepercayaan serta kenyakinan

17
3) Integritas
Kesesuaian anatara perkataan dan tindakan
4) Tanggung Jawab
Menyelesaikan pekerjaan dan tugas-tugas secara tuntas dan
dengan hasil terbaik serta mampu mempertanggung
jawabkan.
5) Adil
Bersikap adil dalam memberikan pelayanan kepada public
tanpa membeda-bedakan suku, ras dan golongan
6) Jujur
Memberikan laporan kinerja sesuai dengan kenyataan dan
proses yang dilakukan

b. Nasionalisme
Makna nasionalisme adalah pemahaman nilai-nilai
kebangsaan. Nasionalisme memiliki pokok kekuatan dalam menilai
kecintaan individu terhadap bangsanya. Salah satu cara untuk
menumbuhkan semangat nasionalisme adalah dengan menanamkan
dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila pengamalan nilai-nilai luhur
yang terkandung didalamnya, setiap penyelenggara negara, baik di
pusat maupun di daerah (LAN RI,2015b). Adapun indikator
nilainya adalah sebagai berikut :
1) Ketuhanan
 Menghadirkan Tuhan pada setiap aktivitas
 Menghormati kemerdekaan beragama
 Membina kerukunan hidup antar umat beragama
2) Kemanusiaan
 Mencintai sesama manusia
 Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan
 Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai harkat
martabat
 Membela kebenaran dan keadilan

18
3) Persatuan
 Mengutamakan keutuhan bangsa
 Rela berkorban
 Mengembangkan rasa bangga berbangsa dan bernegara
tanah air Indonesia baik dalam pikiran, ucapan dan
perbuatan
 Memajukan pergaulan antar sesama manusia
 Menjaga persatuan dalam keberagaman
4) Kerakyatan
 Menghormati kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama
 Mendahulukan kepentingan bersama
 Tidak memaksakan kehendak
 Melaksanakan hasil musyawarah mufakat
 Bertanggung jawab atas keputusan bersama
 Membangun rasa persaudaran dengan berbagai suku dan
budaya
5) Keadilan Sosial
 Membangun semangat kekeluargaan dan kegotong-
royongan
 Mendahulukan kewajiban daripada hak
 Gemar menolong orang lain
 Menghormati hak orang lain dalam pelayaanan publik
 Mengembangkan pola hidup sederhana
 Mengakui dan menghargai kesempatan berkarya

c. Etika Publik
Etika merupakan refleksi atas standar norma yang
menentukan baik / buruk, benar / salah tindakan keputusan,
perilaku untuk menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Adapun indicator nilainya adalah sebagai berikut :

19
1) Jujur
 Tidak berbohong, dapat dipercaya dalam memberikan
pelayanan
 Tidak membebani masyarakat
 Menjalankan tugas sesuai dengan hati nurani yang bersih

2) Terbuka
 Menyampaikan sesuatu sesuai peraturan yang berlaku
 Siap menerima masukan dari pihak lain
 Tidak ada yang ditutupi dalam menjalankan tugas dan
fungsinya

3) Tulus
 Ikhlas dalam memberikan pelayanan
 Memberikan pelayanan tanpa pamrih

4) Sopan
 Membiasakan / membudayakan senyum, sapa, santun
 Ramah dalam memberikan layanan
 Saling menghargai dan berkomunikasi yang baik

5) Menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat

6) Transparansi
 Memberikan informasi secara benar dan tidak
menyesatkan
 Tidak menyalahgunakan informasi untuk mencari
keuntungan pribadi dan golongan

7) Bersikap hormat
 Toleransi dan tenggang rasa terhadap orang lain
 Mengindahkan nasehat orang lain
 Membantu / meringankan setiap urusan orang lain
 Menjunjung tinggi harga diri dan martabat sesama
manusia

20
8) Bertanggung jawab terhadap barang milik negara
 Menggunakan barang milik negara sesuai peruntukannya
 Tidak menjual barang milik negara
 Memelihara dan tidak merusak barang milik negara

9) Tidak diskriminatif dan adil


 Tidak pilih kasih dalam memberikan pelayanan
 Tidak membeda-bedakan ras, suku, dan agama dalam
memberikan pelayanan
 Berperilaku adil / proposional dalam menjalankan tugas

d. Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan standar penjaminan mutu pada
setiap organisasi tentulah tidak sama mengingat visi dan arah yang
akan dituju berbeda tetapi ada beberapa niali yang harus ada pada
komitmen mutu yaitu sebagai berikut :
1) Efektif
Efektif (tepat sasaran) yaitu tingkat ketercapaian target yang
telah direncanakan baik menyangkut jumlah maupun mutu
hasil kerja.
2) Efisien
Efisien (tepat guna) yaitu tingkat ketepan realisasi
penggunaan sumber daya dan bagaimana pekerjaan
dilaksanakan sehingga tidak terjadi pemborosan sumber daya,
penyalahgunaan alokasi, penyimpangan prosedur, dan
mekanisme yang keluar alur.
3) Inovatif
Inovatif yaitu perubahan yang diciptakan untuk mencapai
keadaan yang lebih baik dimasa yang akan datang.
4) Orientasi Mutu
Berorientasi mutu yaitu setiap kegiatan atau program yang
dilakukan diarahkan untuk pencapaian standar mutu.

21
e. Anti Korupsi
Anti korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan
untuk memberantas segala tingkah atau tindakan yang melawan
norma-norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi,
merugikan negara atau masyarakat baik secara langsung maupun
tidak langsung. Adapun indikator nilainya adalah sebagai berikut :
1) Jujur
 Tidak melakukan perbuatan curang pada saat melakukan
pengadaan
 Tidak melakukan perbuatan curang pada saat melakukan
pengawasan proyek
 Tidak melakukan perbuatan curang pada saat melakukan
inventarisasi aset milik negara
2) Peduli
 Tidak membiarkan orang lain merusakkan atau
menghilangkan barang inventaris dan kekayaan instansi
 Bersedia memberi keterangan atau kasus penyalahgunaan
wewenang dan kerugian negara yang sedang dilakukan
penanganan yang berwajib
3) Mandiri
 Tidak melakukan penyuapan untuk melancarkan
urusannya.
 Tidak memberikan hadiah/imbalan berupa apapun pada
petugas / pejabat yang telah melaksanakan tugas dan
tangung jawabnya
 Tidak tergantung dengan orang lain dalam melaksanakan
tugas pokoknya
4) Disiplin
 Tidak melakukan tindakan melawan hukum
 Taat menjalankan tugas yang diberikan oleh atasan sesuai
dengan peraturan yang berlaku

22
5) Tanggung Jawab
 Tidak menyalahgunakan wewenang untuk menguntungkan
diri sendiri / orang lain dan korporasi dan dapat merugikan
keuangan negara
 Tidak menerima imbalan apapun atas pelaksanaan
pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.
6) Kerja Keras
 Bekerja dengan hasil terbaik dan tidak meminta imbalan
apapun atas pelaksanaan pekerjaan yang menjadi tugas
dan tanggung jawabnya
 Memiliki kemampuan dan kemauan bekerja sesuai aturan
 Memiliki ketekunan dalam bekerja untuk mendapatkan
hasil terbaik
7) Sederhana
 Efisien dalam menggunakan sumber daya untuk
mendapatkan hasil terbaik
 Mensyukuri apapun hasil yang dicapainya setelah
melakukan upaya maksimal
 Memiliki gaya hidup sederhana yang akan mempengaruhi
pelaksanaan tugas pokoknya, menggunakan dan
memelihara aset negara
8) Berani
 Berani menolak perintah yang berlawanan dengan hukum
dan dapat merugikan negara
 Berani memberikan informasi sesuai dengan fakta
9) Adil
 Memberikan layanan sesuai dengan aturan yang berlaku
secara konsisten pada semua orang
 Memberikan sesuai dengan apa yang menjadi haknya

23
B. Peran dan Kedudukan ASN dalam NKRI
Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang
menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah
serta harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai
politik. Agenda peran dan kedudukan ASN dalam NKRI untuk
menjalankan fungsi ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayanan
publik dan perekat dan pemersatu bangsa sehingga mampu mengelola
tantangan dan masalah keragaman sosial-kultural diperlukan kemampuan
dalam 3 hal antara lain:
1. Manajemen ASN
Manajemen ASN selalu mengedepankan pengaturan pada pegawai
agar selalu ada sumber daya ASN yang unggul dengan perkembangan
jaman. Ada beberapa asas manajemen ASN yaitu kepastian hukum,
profesionalisme, proposionalitas, keterpaduan, delegasi, netralitas,
akuntabilitas, efektif, efisien, keterbukaan, nondiskriminatif, persatuan,
kesatuan, keadilan dan kesetaraan, serta kesejahteraan (Fatimah & Irawati,
2017).
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan
Pegawai ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas
dari intevensi politik, bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Asas kesatuan dan persatuan merupakan bagian dari penyelenggaraan dan
kebijakan manajemen ASN yang termuat dalam peraturan pemerintah
nomor 11 tahun 2017 tentang manajemen Pegawai Negeri Sipil.
Manajemen ASN merupakan keseluruhan upaya untuk meningkatkan
profesionalisme penyelenggaraan tugas, efektivitas serta efesiensi,
kewajiban dan fungsi kepegawaian (Laksmi, 2014).
2. Pelayanan Publik
Merupakan peran dan kedudukan PNS dalam NKRI yang mana
berkomitmen agar pelayanan publik semakin lebih baik, indikator nilai
pelayanan publik adalah :

24
 Kesederhanaan
 Kejelasan
 Kepastian waktu
 Akurat
 Keamanan
 Kelengkapan Sarana dan Prasarana
 Kemudahan Akses
 Disiplin / Sapa / Ramah
 Kenyamanan

3. Whole Of Government (WOG)


Whole Of Government (WOG) menurut United states Institute of
peace (USIP) adalah sebuah pendekatan yang mengintegrasikan upaya
kolaborasi dari instansi pemerintah untuk menjadi kesatuan menuju tujuan
bersama, juga dikenal sebagai kolaborasi, kerja sama antar instansi, aktor
pelayanan dalam menyelesaikan suatu masalah pelayanan (Gafar, 2018).
Whole Of Government (WOG) adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan
pemerintah yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari
keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna
mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen, program
dan pelayanan publik (Suwarno & Sejati, 2017). WOG merupakan
pendekatan yang menekankan aspek kebersamaan dan menghilangkan
sekat- sekat sektor yang selama ini terbangun. Sebagai bentuk kolaborasi,
kerja sama antar instansi dalam menyelesaikan suatu masalah di pelayanan
publik yang menekankan pelayanan yang terintegrasi sehingga prinsip
kolaborasi, kebersamaan, kesatuan dalam melayani permintaan masyarakat
dapat diselesaikan dengan waktu yang singkat (Noor, 2020).

25
C. Rencana Kegiatan Aktualisasi
1. Identifikasi Isu dan Solusi
Secarasederhana isu dapat diartikan sebagai sebuah persoalan, atau isu
dapat juga dikatakan sebagai sebuah masalah, sesuatu yang sedang menjadi
perhatian atau pokok persoalan. Isu dapat berupa masalah, perubahan,
peristiwa, situasi, kebijakan, atau nilai yang tengah berlangsung dalam
kehidupan masyarakat. Munculnya sebuah isu dapat disebabkan oleh
ketidakpuasan sekelompok masyarakat, terjadinya peristiwa dramatis,
perubahan sosial, atau kurang optimalnya kekuatan pemimpin. Isu aktual
berarti isu yang sedang terjadi atau sedang dalam proses, sedang hangat
dibicarakan di kalangan masyarakat.
Isu di bidang kesehatan merupakan salah satu isu yang selalu menjadi
perhatian nasional. Terlebih saat ini, Covid-19 menjadi isu global yang sangat
memprihatinkan. Peran tenaga kesehaatan dan fasilitas kesehatan masyarakat
contohnya rumah sakit dan puskesmas penting untuk mencegah dan
mengendalikan Covid-19.
Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai unsur utama Aparatur Negara
memegang peranan penting dalam rangka mewujudkan masyarakat madani,
masyarakat teknologi, dan masyarakat terbuka. Aparatur Sipil Negara (ASN)
harus memiliki pemahaman (internalisasi) dan mampu mengaktualisasikan
nilai-nilai dasar ASN. Setiap ASN yang professional harus memiliki integritas
untuk menginternalisasi nilai-nilai dasar ASN dalam menjalankan tugas dan
kewajibanya sehari-hari.
Berdasarkan hasil komunikasi dengan mentor dan coach, Isu-isu
aktual yang dapat ditemukan di Ruang Isolasi Covid Gaharu Rumah Sakit
Umum Daerah Anuntaloko Parigi adalah sebagai berikut:

a. Belum optimalnya kepatuhan pasien dan keluarga dalam


penerapan 3 M

26
b. Kurang lengkapnya pendokumentasian rekam medik pasien

c. Kurangnya kepatuhan petugas dalam penggunaan Alat Pelindung


Diri (APD) yang tidak sesuai dengan SOP

d. Belum optimalnya pemisahan sampah medis dan non medis


Berdasarkan pemetaan dan identifikasi isu yang telah dipaparkan,
perlu dilakukan proses analisis isu untuk menentukan isu mana yang
merupakan prioritas yang dapat dicarikan solusi oleh penulis. Proses tersebut
menggunakan alat bantu penetapan kriteria isu.
Tabel 2.1 Analisis Penetapan Isu dengan metode APKL

KRITERIA
NO ISU TOTAL PERINGKAT
A P K L
1 Belum optimalnya
kepauhan pasien dan 5 5 5 5 20 1
keluarga dalam penerapan
3M
2 Belum optimalnya
pendokumentasian 4 4 4 4 16 4
rekammedik pasien yang
tidak lengkap.
3 Kurangnya kepatuhan
petugas dalam penggunaan 5 5 4 4 18 2
APD sesuai dengan SOP

4 Belum optimalnya 4 5 4 4 17 3
pemilahan sampah medis
dan non medis

27
Tabel 2.1.Kriteria Point Penialaian Alat Analisis Penetapan Isu

Bobot Keterangan

5 Sangat kuat pengaruhnya

4 Kuat pengaruhnya

3 Sedang pengaruhnya

2 Kurang pengaruhnya

1 Sangat kurang pengaruhnya

Berdasarkan 4 isu yang menjadi sorotan, sesuai dengan kondisi dan


table prioritas pada analisis APKL dengan isu “Belum optimalnya kepatuhan
pasien dan keluarga dalam penerapan 3 M” Mendapat nilai 20, “Kurang
lengkapnya Pengisian rekam medis pasien” mendapat nilai 16 ,” Kurangnya
kepatuhan petugas dalam penggunaan APD sesuai dengan SOP” mendapat
nilai 18, “Belum optimalnya pemilahan sampah medis dan non medis”
mendapat nilai 17.
Skala prioritas dari hasil analisis dengan metode APKL terkait
masalah yang diangkat, disimpulkan bahwa “Belum Optimalnya Kepatuhan
Pasien dan Keluarga Dalam Penerapan 3 M” merupakan masalah yang
penting karena terkait dalam upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19.
Analisis sebab dari isu tersebut disampaikan dalam diagram fishbone berikut.

28
Gambar 2.1 Analisis Penyebab Isu dengan Metode Fishbone

29
2. Rancangan Aktualisasi
Unit Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Anuntaloko Parigi
Isu yang diangkat Belum Optimalnya Kepatuhan Pasien dan Keluarga dalam Penerapan 3M di Ruang Isolasi Covid
Gaharu di RSUD Anuntaloko Parigi
Gagasan Pemecah Isu Optimalisasi Kepatuhan Pasien dan Keluarga dalam Penerapan 3M di Ruang Isolasi Covid Gaharu di
RSUD Anuntaloko Parigi

Tabel 2. 3 Rancangan Aktualisasi


Keterkaitan Kontribusi
Output / hasil Penguatan Nilai
NO Kegiatan Tahapan Kegiatan Subtansi Mata Terhadap Nilai-
Kegiatan Organisasi
Pelatihan nilai Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

1 Persiapan 1. Melakukan Mendapat A : Kejelasan VISI Integritas


pelaksanaan konsultasi persetujuan mentor Transparan Memantapkan Professional
aktualisasi dengan mentor tentang rancangan Partisipatif Kabupaten Parigi Tanggung jawab
aktualisasi. Tanggung Jawab Moutong Terdepan, Efisien
N : Ketuhanan Maju, Adil, Komitmen
Kemanuasian Merata,
Kerakyatan Berkelanjutan dan
E : Jujur Berdaya Saing
Tulus MISI Ke-3

30
Sopan Memajukan
Bersikap Hormat Kualitas dan
Transparansi Cakupan Layanan
K : Efektif Pendidikan dan
Efisien Menggalakan
Inovasi Kesehatan Berdaya
A : Jujur Saing
KerjaKeras
Mandiri
WOG
2. Melakukan Adanya draf A : Kejelasan
koordinasi rancangan Tanggung Jawab
dengan teman aktualisasi hasil Transparan
sejawat tentang diskusi bersama Konsisten
kegiatan Partisipatif
aktualisasi. N : Ketuhanan
Kemanuasiaan
Persatuan
Kerakyatan
E : Jujur
Terbuka

31
Sopan
Transparansi
K : Efektif
Efisien
Inovatif
A : Jujur
Tanggung Jawab
KerjaKeras
Mandiri
WOG
Manajemen ASN
3. Membuat SAP, Tersedianya SAP, A : Kejelasan
poster, leaflet poster, leaflet dan Transparan
dan ceklist ceklist Konsisten
bersama mentor Partisipatif
N : Ketuhanan
Kerakyatan
E : Jujur
Terbuka
Transparansi
Bersikap Hormat

32
K : Efektif
Efisien
Inovasi
A :Disiplin
Tanggung Jawab
Kerja Keras
Mandiri
WOG

2 Melakukan 1.Menyampaikan Pasien dan A : Kejelasan VISI Integritas


sosialisasi dan kepada pasien keluarga bersedia Kepercayaan Memantapkan Professional
edukasi kepada dan keluarga mengikuti kegiatan Jujur Kabupaten Parigi Tanggungjawab
pasien dan tentang kegiatan sosiaisasi dan Tanggung Jawab Moutong Terdepan, Efisien
keluarga tentang dan meminta edukasi tentang 3 Konsisten Maju, Adil, Komitmen
3M persetujuan M Partisipatif Merata,
pelaksanan N : Ketuhanan Berkelanjutan dan
kegiataan Kemanusiaan Berdaya Saing
E : Jujur MISI Ke-3
Sopan Memajukan
Transparansi Kualitas dan
Terbuka Cakupan Layanan

33
K : Efektif Pendidikan dan
Efisien Menggalakan
Inovatif Kesehatan Berdaya
A :KerjaKeras. Saing
Mandiri
Disiplin
Tanggung Jawab
WOG

2. Melakukan Pasien dan A : Kejelasan


sosialisasi dan keluarga mendapat Partisipatif
edukasi tentang pengetahuan Tanggung Jawab
3 M kepada tentang 3M N : Ketuhanan
pasien dan Kemanusiaan
keluarga. E : Jujur
Terbuka
Sopan
K : Efektif
Efisien
A : KerjaKeras
Mandiri

34
WOG
PelayananPublik
Manajemen ASN

3. Melakukan sesi Keluarga dan A : Kejelasan


tanya jawab pasien aktif Partisipatif.
bersama pasien bertanya Tanggung Jawab
dan keluarga N : Ketuhanan
terkait materi Kemanusiaan
yang telah E : Jujur
disampaikan. Terbuka
Sopan
Bersikap Hormat
K : Efektif
Efisien
Inovasi
A : KerjaKeras
Adil
WOG
Pelayanan Publik
Manajemen ASN

35
4.Melakukan kerja Poster dan leaflet A : Kejelasan
sama dengan telah dipasang dan Jujur
bidang terkait diletakan pada Tanggung jawab
untuk tempat yang telah N : Ketuhanan
pemasangan disediakan. Kemanusiaan
poster dan Kerakyatan
penyimpanan E : Jujur
leaflet pada Sopan
tempat yang K : Efektif
telah disediakan. Efisien
Inovatif
A : Kerja Keras
Mandiri
Disiplin
WOG
PelayananPublik
Manajemen ASN

36
3 Melakukan 1. menyampaikan Perawat dan A : Kejelasan VISI
sosialisasi undangan cleaning service Kepercayaan Memantapkan
kepada perawat kepada perawat bersedia Jujur Kabupaten Parigi
dan bidang dan cleaning meluangkan waktu Tanggung Jawab Moutong Terdepan,
terkait (Cleaning service tentang untuk mengikuti Konsisten Maju, Adil,
Service) tentang kegiatan sosialisasi Partisipatif Merata,
pemilahan sosialisasi yang N : Ketuhanan Berkelanjutan dan
sampah medis akan Kemanusiaan Berdaya Saing
dan non medis dilaksanakan E : Jujur MISI Ke-3
Sopan Memajukan
Transparansi Kualitas dan
Terbuka Cakupan Layanan
K : Efektif Pendidikan dan
Efisien Menggalakan
Inovatif Kesehatan Berdaya
A :KerjaKeras. Saing
Mandiri
Disiplin
Tanggung Jawab
WOG
Manajemen ASN

37
2.Melakukan Peserta mendapat A : Kejelasan
sosialisasi tambahan Partisipatif
pengetahuan Tanggung Jawab
N : Ketuhanan
Kemanusiaan
E : Jujur
Terbuka
Sopan
K : Efektif
Efisien
A : KerjaKeras
Mandiri
Disiplin
WOG
PelayananPublik
Manajemen ASN

38
3. Melakukan sesi Peserta aktif A : Kejelasan
tanya jawab bertanya Partisipatif.
bersama peserta Tanggung Jawab
terkait materi N : Ketuhanan
yang telah Kemanusiaan
disampaikan. E : Jujur
Terbuka
Sopan
Bersikap Hormat
K : Efektif
Efisien
Inovasi
A : KerjaKeras
Adil
WOG
Pelayanan Publik
Manajemen ASN

39
4.Melakukan kerja Poster dan ganbar A : Kejelasan
sama dalam terpasang pada Jujur
pemasangan poster tempatnya Tanggung jawab
dan gambar tentang N : Ketuhanan
pemilahan sampah Kemanusiaan
Kerakyatan
E : Jujur
Sopan
K : Efektif
Efisien
Inovatif
A : Kerja Keras
Mandiri
Disiplin
WOG
PelayananPublik
Manajemen ASN

40
4 Monitoring dan 1 Menyiapkan Tersedianya ceklis A : Kejelasan VISI Integritas
evaluasi ceklis untuk penilaian Konsistensi Memantapkan Professional.
kepatuhan penilaian TanggungJawab Kabupaten Parigi Tanggungjawab
pasien dan kepatuhan pasien N : Ketuhanan Moutong Terdepan, Efisien
keluarga dalam dan keluarga E : Terbuka Maju, Adil, Komitmen
penerapan 3M dalam penerapan K : Efektif Merata,
selama pasien 3M selama dirawat Efisien Berkelanjutan dan
dirawat Inovasi Berdaya Saing
A : KerjaKeras MISI Ke-3
Mandiri Memajukan
Kualitas dan
2.Melakukan kerja Terciptanya kerja A : Kejelasan Cakupan Layanan
sama dengan sama dengan Partisipatif. Pendidikan dan
perawat dalam perawat dalam Tanggung Jawab Menggalakan
pemantauan mengevaluasi N : Ketuhanan Kesehatan Berdaya
kepatuhan pasien kepatuhan pasien Kemanusiaan Saing
dan keluarga dan keluarga E : Jujur
dalam penerapan Terbuka
3M selama Sopan
melakukan isolasi Bersikap Hormat
K : Efektif

41
Efisien
Inovasi
A : KerjaKeras
Adil
Disiplin
WOG
Pelayanan Publik
Manajemen ASN

3.Mengumpulkan Ceklis terkumpul A : Transparansi


ceklist yang telah di dan telah di isi Kejelasan
isi sesuai petunjuk Konsistensi
N : Ketuhanan
E : Jujur
Sopan
K : Efektif
A : KerjaKeras
Mandiri
Jujur
Disiplin
WOG

42
PelayananPublik
Manajemen ASN

4.Mencatat dan Tercapainya pasien A : Kejelasan


mendokumentasikan patuh atau tidak Adil
hasil penilaian patuh dalam Transparan
berdasarkan hasil penerapan 3M Partisipatif
ceklist N : Ketuhanan
Kemanusiaan
E : Jujur
Sopan
K : Efektif
Efisien
A : Kerja Keras
Jujur
Tanggung Jawab
WOG
Manajemen ASN

43
D. JadwalKegiatanAktualisasi
Tabel 2.4 Jadwal Kegiatan Aktualisasi

WAKTU PELAKSANAAN KEGIATAN


NO KEGIATAN MINGGU I MINGGU II MINGGU III MINGGU IV
1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7
1 Persiapan
pelaksanaan
aktualisasi
2 Melakukan
sosialisasi dan
edukasi kepada
pasien dan
keluarga tentang
3M
3 Melakukan
sosialisasi tentang
pemilahan sampah
medis dan non
medis

44
4 Monitoring dan
evaluasi kepatuhan
pasien dan
keluarga dalam
penerapan 3M
selama pasien
dirawat di ruang
isolasi covid
gaharu

45

Anda mungkin juga menyukai