Anda di halaman 1dari 161

PENGARUH PARTISIPASI ANGGOTA TERHADAP

PEROLEHAN SISA HASIL USAHA (SHU) ANGGOTA


KOPERASI LEMBAGA KEUANGAN ISLAM (LKI)
BUANA KARTIKA KECAMATAN MRANGGEN
KABUPATEN DEMAK

SKRIPSI

Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Ekonomi


pada Universitas Negeri Semarang

Oleh Qurrotul
„Ain Nim
7101411412

JURUSAN PENDIDIKAN EKONOMI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2015

i
PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian

skripsi pada :

Hari : Jum‟at

Tanggal : 2 Oktober 2015

Dosen Pembimbing

Dr. Kardoyo, M.Pd


NIP. 196205291986011001

ii
PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi

Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang pada :

Hari : Senin

Tanggal : 26 Oktober 2015

Penguji Skripsi

Penguji I Penguji II Penguji III

Dr. Widiyanto, MBA., M.M. Drs. Syamsu Hadi, M.Si. Dr. Kardoyo, M.Pd.

NIP.196302081998031001 NIP.195212121978031002 NIP.196205291986011001

iii
PERNYATAAN

Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar

hasil karya saya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain, baik sebagian

atau seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini

dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. Apabila dikemudian hari

terbukti skripsi ini adalah hasil jiplakan dari karya tulis orang lain, maka saya

bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Semarang, Oktober 2015

Qurrotul „Ain
NIM. 7101411412

iv
MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto:

Sesungguhnya sesudah
kesulitan itu ada kemudahan
(Q.S. Al Insyiraah : 5)

Persembahan:

Dengan mengucap rasa syukur kepada

Allah SWT skripsi ini kupersembahkan

kepada :

1. Keluarga ku tercinta atas dukungan,

doa, materi serta nasehatnya.

2. Almamaterku Universitas Negeri

Semarang

v
PRAKATA

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam atas segala nikmat yang telah

diberikan kepada makhluk-Nya karena dengan kehendak-Nya penulis dapat

menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Partisipasi Anggota Terhadap

Perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) Anggota Koperasi Lemaba Keuangan

Islam (LKI) Buana Kartika Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak”.

Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad S.A.W yang

telah memberikan pencerahan dan inspirasi kepada umat manusia menuju jalan

yang benar.

Penulis menyadari dalam penyusunan skripsi ini banyak pihak yang

mendukung sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Oleh karena itu penyusun

mengucapkan terima kasih kepada :

1. Prof. Dr Fathur Rokhman M.Hum, Rektor Universitas Negeri Semarang atas

kesempatan yang telah diberikan kepada penulis untuk menyelesaikan studi di

Universitas Negeri Semarang.

2. Dr. Wahyono M.M, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang

3. Dr. Ade Rustiana, M.Si, Ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas

Negeri Semarang yang telah memberikan ijin dan kesempatan untuk

mengadakan penelitian.

4. Dr. Kardoyo, M.Pd, Dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan

dan pengarahan dalam menyusun skripsi ini.

5. Dr. Widiyanto, MBA., M.M, Dosen penguji I yang telah menguji dan

memberikan arahan sehingga skripsi ini menjadi lebih baik.

vi
6. Drs. Syamsu Hadi, M.Si., Dosen penguji II yang telah menguji dan

memberikan arahan sehingga skripsi ini menjadi lebih baik.

7. Ketua dan pengurus Koperasi LKI Buana Kartika Kecamatan Mranggen

Kabupaten Demak yang telah membantu pelaksanaan penelitian.

8. Anggota Koperasi LKI Buana Kartika Kecamatan Mranggen Kabupaten

Demak yang telah bersedia menjadi responden dalam penelitian ini.

9. Kedua Orang tua ku (Bapak Nur Rofiq dan Ibu Mas‟udah), dan Teman-teman

Seperjuangan.

10. Semua pihak yang membantu dalam penulisan skripsi ini yang tidak dapat

penulis sebutkan satu persatu.

Penulis menyadari sepenuhnya kemampuan yang ada dalam diri penulis

terbatas, untuk itu kritik dan saran bersifat membangun sangat penulis harapkan.

Besar harapan penulis semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan

perkembangan pendidikan selanjutnya.

Semarang, Oktober 2015

Penulis

vii
SARI

„Ain, Qurrotul. 2015. Pengaruh Partisipasi Anggota Terhadap Perolehan Sisa


Hasil Usaha (SHU) Anggota Koperasi Lembaga Keuangan Islam (LKI) Buana
Kartika Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Skripsi. Jurusan Pendidikan
Ekonomi. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: Dr.
Kardoyo, M.Pd.

Kata Kunci : Partisipasi Anggota, Perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU)


Anggota

Perolehan SHU anggota berasal dari modal transaksi usaha yang dilakukan
oleh anggota sendiri. Dalam penelitian ini faktor yang diduga mempengaruhi
perolehan SHU adalah partisipasi anggota. Masalah dalam penelitian ini
berdasarkan hasil observasi awal menunjukkan perolehan SHU anggota Koperasi
LKI Buana Kartika turun terus menerus dari 2010 sampai dengan tahun 2014.
Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui partisipasi anggota terhadap
perolehan SHU anggota, (2) untuk mengetahui partisipasi anggota dalam modal,
organisasi, pemanfaatan usaha terhadap perolehan SHU anggota, (3) untuk
mengetahui pengaruh partisipasi anggota dalam modal terhadap perolehan SHU
anggota, (4) untuk mengetahui pengaruh partisipasi anggota dalam organisasi
terhadap perolehan SHU anggota, (5) untuk mengetahui pengaruh partisipasi
anggota dalam pemanfaatan usaha terhadap perolehan SHU anggota, Koperasi
LKI Buana Kartika Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.
Populasi dalam penelitian ini adalah anggota Koperasi LKI Buana Kartika
yang berjumlah 61 orang. Jumlah sampel seluruh jumlah populasi. Metode yang
pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan metode observasi
dan angket atau kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis
deskriptif, regresi sederhana uji t dan uji F.
Analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa partisipasi anggota,
operasionalnya dalam sub variabel partisipasi anggota dalam sifatnya berada
dikategori baik, partisipasi anggota dalam bentuknya berada dikategori baik,
partisipasi anggota dalam pelaksanaanya berada dikategori baik, dan partisipasi
anggota dalam kepentingannya berada dikategori sangat baik. Perolehan SHU
Anggota berada dalam kategori baik. Secara parsial partisipasi anggota
berpengaruh terhadap perolehan SHU. Saran yang dapat diberikan adalah
Partisipasi anggota dalam modal seperti membayar simpanan anggota perlu
ditingkatkan lagi yaitu melalui organisasi dari kegiatan yang telah
diselenggarakan oleh koperasi LKI Buana Kartika. Kemudian partisipasi dalam
pemanfaatan usaha layanan yaitu dengan menyediakan barang yang sesui dengan
kebutuhan sehari-hari atau barang yang belum tersedia atau memberikan potongan
harga khusus bagi anggota koperasi LKI Buana Kartika. Untuk perolehan SHU
anggota harus ditingkatkan lagi

viii
ABSTRACT

'Ain, Qurrotul. 2015. The Influencing of Participation Against The


Acquisition Venture Operation Results (VOR) Buana Kartika Cooperation‟s
Members of Islamic Financial Institutions (IFI) Mranggen District Demak.
Thesis. Department of Economic Education. Faculty of Economics. State
University of Semarang. The Advisor : Dr. Kardoyo, M.Pd.

Keywords : Members Participation, The Acquisition Venture Operation


Results (VOR) Cooperation‟s Members

The acquisition venture operation results (VOR) cooperation‟s members


come from capital transactions undertaken by the cooperation‟s members
themselves. In this study, the participation of members is the main suspected
factor in affecting the acquisition of venture operation results. The problems
in this research based on the results of preliminary observations indicate the
acquisition venture results Buana Kartika cooperation‟s members IFI from
2010 to 2014 decrease continuously. There are several purposes of this
research such as (1) to determine the effect of members participation
acquisition venture member results, (2) to determine the effect of members
participation in the capital, organization, utilization of business of the
acquisition venture member results, (3) to determine the effect of member‟s
participation in the organization of the acquisition venture member results, (4)
to elaborate the influence of member‟s participation in the form of the
acquisition venture member results, (5) to determine the effect of member‟s
participation in utilization of business the acquisition venture member results,
operation results (VOR) Buana Kartika Cooperation‟s Members District of
Islamic Financial Institutions (IFI) Mranggen District Demak.
The total population Buana Kartika Cooperation‟s Members in this
research is sixty one persons. The number of samples are the total amount of
entire population. The method of collecting data in this research was doing
observation and questionnaires. The method analysis data is descriptive
analysis, simple regression T test and F test.
The percentage descriptive analysis showed that the operational
member‟s participation in the context of their sub variables was being
categorized well. It means that the participation of members in the context of
their structure and implementation are good. Then, the participation of
members in the context of internal interests are categorized very good. Next,
the acquisition venture members results are in good category. Partially, the
participation of members are fully influencing the acquisition venture
member results. The only advice can be given is Participation of members in
the capital like paying member savings need to be improved , namely through
the organization of activities that have been organized by the cooperative
(IFI) Buana Kartika. Then participation in the utilization of the service
business is to provide goods within their daily needs or goods that are not
available or provide. For obtaining (VOR) upgraded members should again.

ix
DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL .................................................................................... i

PERSETUJUAN PEMBIMBING................................................................ ii

PENGESAHAN KELULUSAN ................................................................... iii

PERNYATAAN ............................................................................................. iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN................................................................ v

PRAKATA .................................................................................................... vi

SARI .............................................................................................................. xiii

ABSTRACT .................................................................................................. ix

DAFTAR ISI ................................................................................................. x

DAFTAR TABEL ......................................................................................... xv

DAFTAR GAMBAR .................................................................................... xvii

DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xviii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1

1.1 Latar Belakang Masalah ..................................................................... 1

1.2 Perumusan Masalah ............................................................................ 7

1.3 Tujuan Penelitian ................................................................................ 8

1.4 Manfaat Penelitian .............................................................................. 9

BAB II LANDASAN TEORI ...................................................................... 11

2.1 Tinjauan Koperasi Secara Umum ....................................................... 11

2.1.1 Pengertian Koperasi ............................................................................ 11

2.1.2 Tujuan Koperasi ................................................................................. 12

x
2.1.3 Prinsip-Prinsip Koperasi ...................................................................... 12

2.1.4 Fungsi Koperasi .................................................................................. 13

2.1.5 Perangkat Organisasi Koperasi ........................................................... 14

2.2 Perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) Anggota...................................... 15

2.2.1 Pengertian Perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) Anggota .................... 15

2.2.2 Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) Anggota .................................... 16

2.2.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi SHU Anggota .......................... 19

2.2.4 Indikator SHU Anggota ....................................................................... 21

2.3 Tinjauan Partisipasi Anggota .............................................................. 21

2.3.1 Pengertian Partisipasi Anggota............................................................ 21

2.3.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Anggota ................... 22

2.3.3 Ciri-Ciri Partisipasi Anggota .............................................................. 24

2.3.4 Alat Partisipasi Anggota ..................................................................... 24

2.3.5 Indikator Partisipasi Anggota ............................................................. 26

2.4 Penelitian Terdahulu yang Relevan .................................................... 32

2.5 Kerangka Berfikir ............................................................................... 34

2.5.1 Partisipasi Anggota Terhadap Perolehan SHU Anggota .................... 34

2.6 Hipotesis ............................................................................................. 37

BAB III METODE PENELITIAN ............................................................ 39

3.1 Pendekatan Penelitian .......................................................................... 39

3.2 Populasi dan Sampel ........................................................................... 39

3.2.1 Populasi .............................................................................................. 39

3.2.2 Sampel ................................................................................................ 40

xi
3.3 Variabel Penelitian ............................................................................. 40

3.3.1 Variabel Bebas (X) .............................................................................. 41

3.3.2 Variabel Terikat (Y) ............................................................................ 41

3.4 Metode Pengumpulan Data ................................................................ 42

3.4.1 Observasi ............................................................................................ 42

3.4.2 Angket (Kuisioner) .............................................................................. 43

3.5 Analisis Uji Instrumen ........................................................................ 44

3.5.1 Uji Validitas ....................................................................................... 44

3.5.2 Uji Reabilitas ...................................................................................... 46

3.6 Metode Analisis Data ......................................................................... 47

3.6.1 Analisis Deskriptif Persentase ............................................................ 48

3.6.2 Analisi Regresi Linier.......................................................................... 52

3.7 Uji Asumsi Prasyarat Regresi ............................................................. 54

3.7.1 Uji Normalitas ..................................................................................... 54

3.7.2 Uji Homogenitas ................................................................................ 55

3.7.3 Uji Linieritas........................................................................................ 55

3.8 Uji Hipotesis ....................................................................................... 55

3.8.1 Uji Parsial (Uji t) ................................................................................ 55

3.8.2 Uji Signifikan Simultan (Uji F) ......................................................... 56

.....................................................................................................
3.8.3 Koefisien Determinasi R 56

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........................... 58

4.1 Deskripsi Variabel .............................................................................. 58


.......................................................................................
4.1.1 Deskriptif Partisipasi Anggota 58

xii
4.1.2 Dekripsi Perolehan SHU Anggota
............................................................................ 61

4.2 Prasyarat Uji Hipotesis ..................................................................... 62

4.2.1 Uji Normalitas .................................................................................... 62

4.2.2 Uji Homogenitas ................................................................................ 63

4.2.3 Uji Linieritas ...................................................................................... 64

4.3 Uji Hipotesis ...................................................................................... 65

4.3.1 Pengaruh Partisipasi Anggota Terhadap Perolehan SHU Anggota ... 65

4.3.2 Pengaruh Partisipasi Anggota dalam Modal, Organisasi, Pemanfaatan


UsahaTerhadap Perolehan SHU Anggota .................... 67

4.3.3 Pengaruh Partisipasi Anggota dalam Modal Terhadap Perolehan


SHU Angota ....................................................................................... 70

4.3.4 Pengaruh Partisipasi Anggota dalam Organisasi Terhadap Perolehan


SHU Anggota ..................................................................................... 72

4.3.5 Pengaruh Partisipasi Anggota dalam Pemanfaatan Usaha Terhadap


Perolehan SHU Anggota .................................................................. 75

4.3. Pembahasan ....................................................................................... 77

4.4.1 Pengaruh Partisipasi Anggota Terhadap Perolehan SHU Anggota ... 77

4.4.2 Pengaruh Partisipasi Anggota dalam Modal, Organisasi, Pemanfaatan Usaha


Terhadap Perolehan SHU Anggota .................. 81

4.4.3 Pengaruh Partisipasi Anggota dalam Modal Terhadap Perolehan


SHU Anggota ..................................................................................... 84

4.4.4 Penggaruh Partisipasi Anggota dalam Organisasi Terhadap


Perolehan SHU Anggota .................................................................... 86

4.4.5 Penggaruh Partisipasi Anggota dalam Pemanfaatan Usaha Terhadap


Perolehan SHU Anggota .................................................................... 87

BAB V PENUTUP ....................................................................................... 90

5.1 Simpulan ......................................................................................... 90

xiii
5.2 Saran ................................................................................................ 91

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 92

LAMPIRAN .................................................................................................. 93

xiv
DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1.1 Perolehan SHU Anggota dan Modal Usaha Koperasi LKI Buana
Kartika ......................................................................................................... 2

1.2 Partisipasi Anggota LKI Buana Kartika ...................................................... 4

1.3 Partisipasi Anggota LKI Buana Kartika dalam Permodalan ....................... 5

1.4 Partisipasi Anggota dalam Layanan Jasa Koperasi LKI Buana Kartika ...... 6

3.1 Jumlah Anggota LKI Buana Kartika Kecamatan Mranggen Demaka ........ 41

3.2 Hasil Uji Validitas Variabel Partisipasi Anggota ........................................ 46

3.3 Hasil Uji Validitas Variabel Perolehan SHU Anggota ............................... 47

3.4 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen................................................................... 48

3.5 Interval Penggolongan Hasil Penelitian ....................................................... 50

3.6 Kategori Skor Variabel Partisipasi Anggota ................................................ 51

3.7 Kategori Skor Sub Variabel Partisipasi Anggota dalam Modal................... 51

3.8 Kategori Skor Sub Variabel Partisipasi Anggota dalam Organisasi ............ 52

3.9 Kategori Skor Sub Variabel Partisipasi Anggota dalam Pemanfaatan


Usaha ........................................................................................................... 53

3.10 Kategori Skor Sub Variabel Perolehan SHU Anggota ................................. 53

4.1 Deskripsi Frekuensi Variabel Partisipasi Anggota ....................................... 58

4.2 Deskripsi Frekuensi Sub Variabel Partisipasi Anggota dalam Modal .......... 59

4.3 Deskripsi Frekuensi Sub Variabel Partisipasi Anggota dalam

Organisasi ........................................................................................ 60

4.4 Deskripsi Frekuensi Sub Variabel Partisipasi Anggota dalam


Pemanfaatan Usaha ..................................................................................... 60

4.5 Deskripsi Frekuensi Variabel Perolehan SHU Anggota ............................... 61

xv
4.6 Hasil Uji Normalitas Tests Of Normality. .................................................... 63

4.7 Hasil Uji Homogenitas ................................................................................ 64

4.8 Hasil Uji Linieritas ...................................................................................... 63

4.9 Hasil Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t) ......................................... 65

4.10 Hasil Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji F) . ................................... 66

4.11 Koefisien Determinasi R . ............................................................................ 67

4.12 Hasil Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t) ......................................... 68

4.13 Hasil Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji F) . ................................... 69

4.14 Koefisien Determinasi R . ............................................................................ 70

4.15 Hasil Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t) ......................................... 70

4.16 Hasil Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji F) . ................................... 71

4.17 Koefisien Determinasi R . ............................................................................ 72

4.18 Hasil Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t) ......................................... 73

4.19 Hasil Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji F) . ................................... 74

4.20 Koefisien Determinasi R . ............................................................................ 74

4.21 Hasil Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t) ......................................... 75

4.22 Hasil Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji F) . ................................... 76

4.23 Koefisien Determinasi R . ............................................................................ 76

xvi
DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.1 Arti Partisipasi ....................................................................................... 30

2.2 Dimensi Partisipasi ................................................................................ 32

2.3 Kerangka Berfikir .................................................................................. 38

4.1 Normal Q-Q Plot Of Lompat Partsipasi Anggota dan Perolehan SHU
Anggota Arti Partisipasi......................................................................... 62

xvii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1 Kisi-Kisi Instrumen Uji Coba Penelitian ................................................. 94

2 Tabulasi Hasil Uji Coba ........................................................................... 101

3 Uji Validitas ............................................................................................. 103

4 Uji Reabilitas ........................................................................................... 105

5 Kisi-Kisi Instrumen Penelitian................................................................. 106

6 Daftar Nama Responden Koperasi LKI Buana Kartika Kecamatan


Mranggen Kabupaten Demak .................................................................. 113

7 Data Hasil Penelitian ............................................................................... 115

8 Analisis Regresi ....................................................................................... 119

9 Surat Ijin Melakukan Penelitian............................................................... 125

10 Surat Ijin Telah Melaukan Penelitian ...................................................... 126

11 Table ........................................................................................................ 127

xviii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Menurut Undang-Undang No.17 tahun 2012 Koperasi adalah badan

hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum koperasi

dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk

menjalankan usaha yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama dibidang

ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi. Koperasi

perlu lebih membangun dirinya dan dibangun secara kuat dan mandiri

berdasarkan prinsip koperasi sehingga mampu berperan sebagai sokoguru

perekonomian nasional. Adapun tujuan koperasi adalah memajukan

kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya ikut

membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan

masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD

1945. Hal ini seperti yang tertuang dalam UU No.17 tahun 2012 pasal 4

tentang tujuan koperasi.

Koperasi Lembaga Keuangan (LKI) dikelola dengan tujuan

mensejahterakan anggotanya dan masyarakat pada umumya, bukan mengejar

keuntungan semata. Sekalipun tidak menggutamakan keuntungan akan tetapi

usaha-usaha yang dikelola oleh koperasi harus tetap memperoleh penghasilan

yang layak demi menjaga kelangsungan hidup dan meningkatkan kemampuan

usahanya, bukan menunjukkan kekayaan, sehingga pada setiap akhir periode

usahanya diharapkan dan ditargetkan menghasilkan Sisa Hasil Usahanya

1
2

Berdasarkan Undang-Undang No.25 tahun 1992 pasal 45 ayat 1” Sisa Hasil

Usaha merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam waktu satu tahun

buku dikurangi dengan biaya, penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk

pajak dalam tahun buku yang bersangkutan. Sebagi badan usaha, pendapatan

hasil usaha sangat menentukan besar kecilnya Sisa Hasil Usaha yang diperoleh

koperasi. Menurut Kartasapoetra (2003: 171) Sisa hasil usaha koperasi

dibagikan kepada para anggota koperasi berdasarkan jasa anggota terhadap

koperasi. Semakin besar jasa anggota terhadap koperasi, semakin besar

pula SHU yang diterima oleh anggota.

Koperasi Lembaga Keuangan (LKI) Buana Kartika yang bertempat

tinggal di Jalan Raya No. 17 Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.

Berbadan hukum pada tanggal 8 September 2003 dengan nomor SK :

518/13/BH/XIV.31.IX/2009.

Adapun hasil penelitian awal, bahwa perolehan SHU anggota dan modal

di Koperasi LKI Buana Kartika dalam bidang usaha masih kurang baik, hal ini

bisa dilihat dari kurangnya berhasil dalam meningkatkan SHU dan Modal

Usaha koperasi,

Tabel 1.1
Perolehan SHU dan Modal Usaha Anggota Koperasi LKI Buana Kartika
Tahun SHU (Rp) Modal Usaha (Rp)
2010 21.560.400 94.456.052
2011 20.252.700 76.081.100
2012 17.544.000 57.279.500
2013 17.157.000 50.075.500
2014 15.439.100 34.000.560
Sumber: Data LKI Buana Kartika 2010-2014

Berdasarkan tabel 1.1 dapat dilihat bahwa SHU anggota dan Modal

terjadi penurunan dari tahun 2010-2014. Pada tahun 2012 mengalami

penurunan SHU yang pesat sebesar Rp 2.708.700 dan Modal Usaha mengalami

penurunan yang pesat pada tahun 2014 Rp 16.074.940. Hal ini menunjukkan di

Koperasi LKI Buana Kartika masih rendah.

LKI Buana Kartika sebagai suatu badan usaha, dalam menjalankan

kegiatan usahanya tentu saja membutuhkan pertisipasi aktif dari para anggota.

Menurut Pandji dan Ninik (2003:111) Partisipasi anggota dapat diukur dari

kesediaan anggota itu untuk memikul kewajiban dan menjalankan hak

keanggotaan secara bertanggung jawab.

Salah satu faktor yang mempengaruhi SHU anggota menurut Sitio dan

Tamba (2001:28) “Unit usaha dan Partisipasi anggota. Bahwa setiap anggota

yang memberikan partisipasi aktif dalam usaha koperasi akan mendapat bagian

sisa hasil usaha yang lebih besar dari pada anggota yang pasif”. Pendapatan

koperasi diperoleh dari pelayanan anggota, partisipasi aktif dalam

memanfaatkan unit usaha dan masyarakat.

Peran penting koperasi dapat terwujud melalui partisipasi aktif terhadap

kegiatan yang diselenggarakan oleh koperasi, baik partisipasi sebagai pemilik

koperasi maupun sebagi penguna jasa koperasi. Di lain pihak diduga bahwa

masih banyak koperasi dengan tingkat partisipasi anggota yang rendah, seperti

yang dikemukaan oleh Ropke (2000:39) bahwa “terdapat banyak koperasi

dengan tingkat partisipasi anggota yang rendah, menurut beberapa I antaranya


tetap dapat memberikan manfaat yang memuaskan bagi para anggotanya.

Menurut Kusnadi (2005:95) partispasi merupakan faktor yang penting dalam

mendukung keberhasilan atau perkembangannya sauatu organisasi. Melalui

partisipasi segala aspek yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan

pencaian tujuan yang terealisasikan.

Berkembang atau tidaknya koperasi sangat bergantung pada partisipasi

aktif anggotanya. Kemajuan usaha yang dijalankan koperasi merupakan

cerminan dari keberhasilan koperasi dalam mengikut sertakan anggotannya

untuk berperan aktif dalam kegiatan koperasi. Peran aktif anggota LKI Buana

Kartika dalam kegiatan perkoperasian masih rendah, hal ini karena kesadaran

anggota untuk rasa memiliki LKI masih rendah. Berdasarkan wawancara

dengan bapak Agus Salim pada tanggal 2 Februari 2015 sebagai Manajer LKI

Buana Kartika bahwa dalam partisipasi anggota koperasi masih tampak belum

optimal. Dalam rapat anggota banyak anggota yang masih pasif dalam

mengeluarkan gagasan mereka untuk kemajuan LKI Buana Kartika. Berikut

data partisipasi anggota di LKI Buana Kartika dalam rapat anggota:

Tabel 1.2
Partisipasi Anggota LKI Buana Kartika Dalam RAT
Keterangan 2010 2011 2012 2013 2014
Jumlah Anggota Yang Diundang 36 39 43 57 61
Anggota Yang Hadir 33 34 36 44 44
Jumlah Anggota Yang Tidak Hadir 3 5 7 13 17
Presentase Kehadiran 91,66% 87,18% 83,72% 77,19% 72,13%
Sumber: Data RAT LKI Buana Kartika 2010-2014

Dari tabel 1.2. menjelaskan tentang tingkat partisipasi anggota di LKI

Buana Kartika dalam Rapat Anggota Tahunan mengalami penurunan, ditandai


dengan presentasi kehadiran yang semakin menurun, sedangkan jumlah

anggota yang diundang semakin meningkat.

Permodalan sangat berpengaruh besar terhadap kemajuan koperasi.

Semakin besar modal dari simpanan anggota maka semakin berkembang juga

usaha yang dapat dilaksanakan LKI Buana Kartika. Dengan berkembangnya

usaha koperasi tersebut maka dapat mendorong koperasi untuk dapat lebih

maju dalam menjalankan kegiatannya untuk mensejahterakan anggota. Berikut

data partisipasi anggota

LKI Buana Kartika dalam permodalan:

Tabel 1.3
Partisipasi Anggota LKI Buana Kartika Dalam Permodalan

Sumber: Data LKI Buana Kartika 2010-2014

Dari gambar 1.3. dapat diketahui bahwa partisipasi anggota dalam

membayar simpanan pokok sangat baik, sedangkan simpanan wajib kurang

baik dan simpanan sukarela masih terdapat partisipasi yang kurang optimal.

Dalam simpanan wajib dan sukarela di tahun 2010 simpanan wajib sebesar

91,66% dan sukarela sebesar 47,78% anggota yang aktif dalam partisipasinya.

Di tahun 2011 simpanan wajib menurun sebesar 69,23% dan sukarela sebesar

33,33% anggota yang aktif dalam partisipasinya. Di tahun 2012 walau tingkat

partisipasi anggota simpanan wajib mengalami kenaikan sebesar 90,69%, tetapi


simpanan sukarela tetap menurun sebesar 25,28% anggota yang aktif dalam

partisipasinya sedangkan di tahun berikutnya simpanan wajib mengalami

penurunan sebesar 57,89% dan sukarela sebesar 19,29% anggota yang aktif

dalam partisipasi. Bahkan di tahun 2014 tingkat partisipasi anggota mengalami

penurunan simpanan wajib sebesar 47,54% dan yang menabung simpanan

sukarela menurun sebesar 13,11%. Hal ini menandakan bahwa tingkat

partisipasi anggota dalam menabung simpanan wajib dan simpanan sukarela di

LKI Buanan Kartika masih rendah. LKI bergerak dalam bidang peningkatan

ekonomi masyarakat kecil, melalui berbagai kegiatan menghimpun berbagai

jenis simpanan atau tabungan dari anggota yang biasa disebut anggota dan

selanjutnya dikembangkan melalui pembiayaan, penyertaan modal usaha bagi

anggota lain yang membutuhkan. Hal ini dapat diliat dari partisipasi anggota

yang memanfaatkan layanan koperasi,

Tabel 1.4
Partisipasi Anggota Dalam Layanan Jasa Koperasi LKI Buana Kartika
Layanan 2010 2011 2012 2013 201
4
Listrik 10 11 3 3 3
Simpan 35 30 20 16 15
Pinjam
Angsuran 8 2 3 3 2
Motor
Telefon 6 2 2 2 2
Jumlah 59% 45% 27% 24% 22%
Sumber: Data LKI Buana Kartika tahun 2010-2014
Dari tabel 1.4 dapat diketahui bahwa tingkat yang memanfaatkan layanan

jasa di koperasi Buanan Kartika lebih dominan di simpanan pinjam

dibandingkan dengan unit usaha lainnya, karena anggota mayoritas pedagang.

Dengan adanya kemajuan teknologi menyebabkan yang memanfaatkan layanan

tiap tahun menurun.

Dari hasil wawancara dengan karyawan, partisipasi anggota dalam

koperasi LKI Buana Kartika secara umum kurang baik terutama dalam Rapat

Anggota Tahunan (RAT) karena hanya sebagian yang tidak menghadiri.

Dengan adanya RAT, anggota dapat mengemukakan pendapatnya tentang

kinerja serta kepengurusan koperasi.

Menurut Kusnadi (2005:93) Partisipasi dalam organisasi ditandai oleh

hubungan identitas yang dapat diwujudkan jika pelayanan yang diberikan oleh

koperasi sesui dengan kepentingan dan kebutuhan anggotanya.

Kebersilan koperasi sangat erat hubungannya dengan partisipasi aktif

setiap anggotanya. Seorang anggota akan mau berpartisipasi, bila yang

bersangkutan mengetahui tujuan organisasi tersebut, manfaatnya terhadap

dirinya, dan cara organisasi itu dalam mencapai tujuan.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa peningkatan partisipasi

anggota koperasi sangat penting untuk meningkatkan sisa hasil usaha dalam

kegiatan koperasi, karena sebagian dari koperasi SHU tersebut disisihkan

sebagai cadangan yang akan memperkuat koperasi itu sendiri. Atas dasar

pemikiran tersebut, penulis tertarik mengadakan penelitian dengan judul

“Pengaruh Partisipasi Anggota Terhadap Perolehan Sisa Hasil Usaha


(SHU) Anggota Koperasi Lembaga Keuangan Islam (LKI) Buana Kartika

Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak”.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka

dapat dirumuskan rumusan masalah penelitian yaitu :

1. Apakah partisipasi anggota berpengaruh terhadap perolehan Sisa Hasil

Usaha (SHU) anggota Koperasi (LKI) Buana Kartika Kecamatan

Mranggen Kabupaten Demak?

2. Apakah partisipasi anggota dalam modal, organisasi, pemanfaatan usaha

berpengaruh terhadap perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) anggota

Koperasi (LKI) Buana Kartika Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak?

3. Apakah partisipasi anggota dalam modal berpengaruh terhadap perolehan

Sisa Hasil Usaha (SHU) anggota Koperasi (LKI) Buana Kartika

Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak?

4. Apakah partisipasi anggota dalam organisasi berpengaruh terhadap

perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) anggota Koperasi (LKI) Buana

Kartika Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak?

5. Apakah partisipasi anggota dalam pemanfaatan usaha berpengaruh

terhadap perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) anggota koperasi (LKI)

Buana Kartika Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak?

1.3 Tujuan Penelitian

Sesuai dengan penelitian yang diteliti, yang akan dicapai dalam

penelitian ini adalah:


1. Untuk mengetahui pengaruh partisiapasi anggota terhadap perolehan Sisa

Hasil Usaha (SHU) anggota Koperasi (LKI) Buana Kartika Kecamatan

Mranggen Kabupaten Demak.

2. Untuk mengetahui pengaruh partisiapasi anggota dalam modal, organisasi,

pemanfaatan usaha terhadap perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) anggota

Koperasi (LKI) Buana Kartika Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.

3. Untuk mengetahui pengaruh partisipasi anggota dalam modal terhadap

perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) anggota Koperasi (LKI) Buana

Kartika Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.

4. Untuk mengetahui pengaruh partisiapasi anggota dalam organisasi

terhadap perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) anggota Koperasi (LKI)

Buana Kartika Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.

5. Untuk mengetahui pengaruh partisipasi anggota dalam pemanfaatan

usaha terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) anggota Koperasi (LKI) Buana

Kartika Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah:

1. Manfaat Teoritis

a) Penelitian ini dapat digunakan untuk menambah pengetahuan

dalam melakukan penelitian dan melatih diri dalam menerapkan

ilmu pengetahuan yang sudah diperoleh, khususnya di bidang

perkoperasian.

b) Bagi pembaca semoga penelitian ini dapat menambah bahan


kajian dalam penelitian. Harapan lainnya, semoga pembaca

menjadi lebih paham tentang perkoperasian dan

mengaplikasikannya dikehidupan sehari-hari.

2. Manfaat Praktis

Bagi pihak koperasi, hasil dari penelitian ini diharapkan bisa

menjadi bahan masukan dalam mengembangkan usaha dan membantu

dalam mengembangkan strategi untuk menghadapi persaingan serta

dapat dijadikan bahan masukan untuk meningkatkan kinerjanya.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Koperasi secara umum

2.1.1 Pengertian Koperasi

Koperasi berasal dari bahasa Inggris co dan cooperation yang berarti usaha

bersama. Secara harfiah koperasi berarti bekerjasama dari sekelompok orang yang

mempunyai kepentingan yang sama dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan

anggota.

Menurut ILO dalam Sitio dan Tamba (2001:16) :

“koperasi adalah suatu perkumpulan orang, biasanya yang memiliki


kemampuan ekonomi terbatas, yang melalui suatu bentuk organisasi
perusahaan yang diawasi secara demokratis, masing-masing memberikan
sumbangan yang setara terhadap modal yang diperlukan, dan bersedia
menanggung resiko serta menerima imbalan sesuai dengan usaha yang
mereka lakukan”

Menurut Mohammad Hatta “Koperasi adalah usaha bersama untuk

memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong.

Semangat tolong menolong tersebut didorong oleh keinginan memberikan jasa

kepada kawan berdasarkan seseorang buat semua dan semua buat seorang” (Sitio

dan Tamba, 2001:17-19), sedangkan menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun

1992 pasal 1 ayat 1, ”koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang

seseorang atau badan hukum koperasi, dengan mendasarkan keinginannya

berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang

berdasarkanatasazaskekeluargaan”

11
12

2.1.2 Tujuan Koperasi

Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya

dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian

nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur

berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 (UU RI No. 25 tahun 1992 Pasal 3).

Tujuan koperasi yang utama ialah meningkatkan taraf hidup serta

kesejahteraan anggota-anggotanya (M.D, 1984:33).

Untuk dapat mencapai tujuannya, pngelolaan koperasi harus dapat

dilakukan dengan sebaik mungkin agar bisa diharapkan menjadi koperasi yang

bersaing dengan badan usaha lain, sehingga tujuan koperasi untuk memajukan

kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya akan

tercapai.

2.1.3 Prinsip-Prinsip Koperasi

Prinsip-prinsip koperasi (dalam UU Koperasi No.12/1967 disebutkan

dengan istilah sendi-sendi koperasi) merupakan pedoman atau acuan yang

menjiwai dan mendasari setiap gerak dan langkah usaha koperasi sebagai

organisasi ekonomi anggota masyarakat yang terbatas kemampuan ekonomi.

Sedangkan prinsip-prinsip koperasi yang berlaku di Indonesia berdasarkan

UU Koperasi No.25/1992 pasal 5 adalah :

a. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka


b. Pengelolaan dilakukan secara demokratis
c. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan
besarnya jasa usaha masing-masing anggota
d. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
e. Kemandirian
Prinsip koperasi menurut Rochdale yaitu :
a. Pengawasan secara demokratis .
b. Keanggotaan yang terbuka.
c. Bunga atas modal yang dibatasi.
d. Pembagian sisa hasil usaha (SHU) kepada anggota sebanding dengan
jasa masing-masing.
e. Penjualan sepenuhnya dengan tunai.
f. Barang-barang yang dijual harus asli dan tidak dipalsukan
menyelengarakan pendidikan koperasi dengan prinsip koperasi.
g. Netral terhadap politik dan agama (Sitio dan Tamba, 2001:22).

Berdasarkan prinsip koperasi, dapat disimpulkan bahwa koperasi

memiliki makna sebagai pedoman dalam mencapai tujuan dan ciri khas yang

dimilikinya oleh koperasi yang membedakannya dengan organisasi ekonomi

lain.

2.1.4 Fungsi Koperasi

Menurut Kastasapoetra (2000:4) mengungkapkan bahwa Koperasi

mempunyai kedudukan dan fungsi (peran dan tugas) yang penting yang secara

bersama-sama dengan Badan-Badan Usaha Milik Negara atau Swasta

melakukan berbagai usaha demi tercapainya kesejahteraan bagi seluruh rakyat

Indonesia.

Fungsi (peran dan tugas) koperasi Indonesia tegasnya sebagai berikut :

a. Mempersatukan, mengarahkan dan mengembangkan daya kreasi,


daya cipta, serta daya usaha rakyat, terutama mereka yang serba
terbatas kemampuan ekonominya agar mereka dapat turut dalam
kegiatan perekonomian.
b. Koperasi bertugas meningkatkan pendapatan dan menimbukan
pembagian yang adil dan mereka atas pendapatan tersebut.
c. Koperasi bertugas mempertinggi taraf hidup dan kecerdasan bangsa
Indonesia.
d. Koperasi berperan serta secara aktif dalam membina kelangsungan
perkembangan demokrasi ekonomi.
e. Koperasi berperan serta secara aktif dalam menciptakan atau
membuka lapangan kerja baru.
Fungsi-fungsi Koperasi Indonesia dapat berjalan lancar, jika Koperasi

dilakukan sesuai dengan asas dan dasar-dasarnya. Koperasi harus mampu

mewujudkan demokrasi ekonomi, karena demokrasi ekonomi adalah salah

satu landasan yang amat penting bagi terciptanya masyarakat yang berkeadilan

sosial.

2.1.5 Perangkat Organisasi Koperasi

Agar koperasi dapat menjalankan kegiatannya dengan baik, koperasi

harus dilengakapi dengan alat perlengkapan organisasi. Alat-alat perlengkapan

organisasi koperasi adalah pilar-pilar yang akan menentukan tumbuh atau

runtuhnya koperasi. Selain akan menentukan tujuan yang hendak dicapai, alat

perlengkapan koperasi juga merupakan alat yang akan menentukan cara untuk

mencapai tujuan.

Menurut Setio dan Tamba (2001:34-40) Dalam Undang-Undang RI No.

25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, bahwa perangkat organisasi terdiri dari:

a. Rapat Anggota
Rapat anggota merupakan suatu wadah dari para anggota koperasi
yang di organisasikan oleh pengurus koperasi, untuk membicarakan
kepentingan organisasi maupun usaha koperasi, dalam rangka
mengambil suatu keputusan dengan suara terbanyak dari para anggota
yang hadir. Pelaksanaan rapat anggota biasanya diatur dalam anggaran
dasar koperasi, baik mengenai waktu pelaksanaannya maupun
menyangkut jumlah anggota minimal yang hadir. Rapat anggota
sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi mempunyai
kedudukan yang sangat menentukan. Kedudukan Rapat Anggota
ditegaskan dalam pasal 22 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992
yang menyebutkan 1) Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan
tertinggi dalam koperasi, 2) Rapat anggota dihadiri oleh anggota yang
pelaksanaannya diatur dalam anggaran dasar.
b. Pengurus Koperasi
Pengurus koperasi adalah perwakilan anggota koperasi yang dipilih
melalui rapat anggota yang bertugas mengelola koperasi dan usaha
yang diharapkan manajerial, teknis, dan berjiwa wirakoperasi, sehingga
pengelola koperasi mencerminkan sauatu ciri yang dilandasi dengan
prinsip-prinsip koperasi. Pasal 29 ayat 2 UU. Koperasi No. 25 tahun
1992 menyebutkan bahwa “Pengurus merupakan pemegang kuasa
Rapat Anggota”.
c. Pengawas Koperasi
Pengawas koperasi adalah perangkat organisasi koperasi yang dipilih
anggota dan diberi mandat untuk melakukan pengawasan terhadap
jalannya roda organisasi dan usaha koperasi. Menurut UU No. 25 tahun
1992 pasal 39 ayat (1), pengawas bertugas melakukan pengawasan
terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan koperasi. Sedangkan
pasal (2) menyatakan pengawas berwenang untuk meneliti segala
catatan yang ada pada koperasi, dan mendapatkan segala keterangan
yang diperlukan.
d. Pengelola Koperasi
Pengelola koperasi adalah tim yang diangkat dan diberhentikan oleh
pengurus, untuk melaksanakan teknis operasional di bidang usaha.
Hubungan pengelola usaha (managing director) dengan pengurus
koperasi adalah hubungan kerja atas dasar perikatan dalam bentuk
perjanjian atas kontrak kerja.

Empat unsur diatas juga sering kita sebut sebagai perangkat manajemen

koperasi. Bentuk ini tentu berbeda dengan organisasi perusahaan swasta

berbentuk perseroan terbatas (PT) ataupun yang lainnya. Perbedaan mendasar

ini tidak saja dipengaruhi oleh ideologi tetapi juga aplikasi operasional

manajemen.
2.2. Perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) Anggota

2.2.1 Pengertian Perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) Anggota

Menurut pasal 34 ayat 1, SHU Koperasi adalah pendapatan koperasi yang

diperoleh didalam satu tahun buku setelah dikurangi dengan penyusutan dan

biaya-biaya dari tahun buku yang bersangkutan (Sudarsono dan Ediius,

2002:112). Sisa Hasil Usaha pada koperasi pada hakekatnya sama dengan

keuntungan pada badan usaha seperti perseorangan terbatas dan dapat

didefinisikan sebagai pendapatan koperasi dalam satu tahun buku setelah

dikurangi dengan biaya, penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam

tahun buku yang bersangkutan (UU Koperasi No. 25 tahun 1992 pasal 45),

sebagai berikut.

a. Sisa Hasil Usaha Koperasi merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh

dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban

lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.

b. Sisa Hasil Usaha setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan

epadaanggota sebanding dengan jasa usaha yang dilakukan oleh masing-

masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan

pendidikan perkoperasian dan keperluan lain dari koperasi dengan

keputusan Rapat Anggota.

c. Besarnya pemupukan dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota.

Sisa Hasil Usaha adalah pendapatan koperasi yang dikurangi biaya,

penyusutan, dan kewajiban yang diperoleh dalam satu tahun buku. Penetapan

besarnya pembagian kepada para anggota dan jenis serta jumlahnya untuk
keperluan lainnya ditetapkan oleh rapat anggota. Dalam hal ini, jasa usaha

mencakup transaksi usaha dan partisipasi modal, maka besarnya SHU yang

diterima oleh setiap angota akan berbeda, tergantung besarnya partisipasi modal

dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi. Bahwa ada

hubungan linier antara transaksi usaha anggota dan koperasinya dalam perolehan

SHU. Artinya, semakin besar transaksi usaha dan modal anggota dengan

koperasinya, maka semakin besar SHU yang akan diterima.

2.2.2 Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) Anggota

Menurut Sitio dan Tamba (2001:89), SHU koperasi yang diterima oleh

anggota bersumber dan dua kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh anggota

sendiri, yaitu :

a. SHU atas jasa modal

Pembagian ini juga seakligus mencerminkan anggota sebagai pemilik ataupun

investor, karena jasa atas modal (simpanan) tetap diterima dari anggota

koperasinya sepanjang koperasi tersebut mengasilkan SHU pada tahun buku

yang bersangkutan.

b. SHU atas jasa usaha

Jasa ini menjelaskan bahwa anggota selain pemilik juga sebagai pemakai atau

pelanggan.

Secara umum SHU koperasi dibagi sesuai dengan anturan yang telah

ditetapka pada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga koperasi sebagai

berikut (1) Cadangan koperasi, (2) Jasa anggota, (3) Dana penggurus, (4) Dana

karyawan, (5) Dana pendidikan, dan (6) Dana pembangunan daerah kerja.
Agar tercermin asas keadilan demokrasi, transparasi dan sesuai dengan

prinsip-prinsip koperasi, maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip pembagian SHU

sebagai berikut :

a. SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota

Pada hakikatnya SHU yang dibagi kepada anggota adalah yang

bersumber dari anggota sendiri, sedangkan SHU yang bukan berasal dari

anggota dijadikan sebagai cadangan koperasi. Oleh sebab itu, langkah

pertama dalam pembagian SHU adalah memilah antara SHU yang

bersumber dari anggota dan SHU yang bersumber dari non anggota.

b. SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang

dilakukan anggota sediri.

SHU yag diterima setiap anggota pada dasarnya merupakan insentif

dari modal yang diinvestasikannya dan dari hasil transaksi yang

dilakukannya dengan koperasi. Oleh sebab itu, pada ditentukan proporsi

SHU untuk jasa transaksi usaha yang dibagikan kepada anggota.

c. Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan

Proses perhitungan SHU per anggota dan jumlah SHU yang dibagi

kepada anggota harus diumumkan secara transparan, sehigga setiap

anggota dapat dengan mudah menghitung secara kuantitatif berapa

partisipasinya kepada koperasi. Prinsip ini pada dasarnya juga merupakan

salah satu proses pendidikan bagi para anggota koperasi dalam

membangun sauatu kebersamaan, kepemilikan terhadap suatu pendidikan

dalam proses demokrasi.


d. SHU anggota dibayar secara tunai

SHU per anggota harus diberikan secara tunai, karena dengan

demikian koperasi membuktikan dirinya sendiri sebagai badan usaha yang

sehat kepada anggota dan masyarkat mitra bisnisnya. (Sitio dan Tamba,

2001:91-92)

Menurut Undang-Undang Perkoperasian No 25 tahun 1992 pasal 5 ayat 1

dijelaskan bahwa pembagian Sisa Hasil Usaha dilakukan secara adil sebanding

dengan besarnya jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota kepada

koperasi. Artinya dalam pembagian Sisa Hasil Usaha koperasi kepada anggota ini

tidak semata-mata melihat besar kecilnya modal yang harus dimasukan satu

disetorkan kepada koperasi melainkan harus sebanding satu seimbang dengan

transaksi dan partisipasi anggota modal yang diberikan anggota kepada koperasi.

Penetapan besarnya pembagian kepada para anggota dan jenis serta besarnya

keperluan lain ditetapkan dalam rapat anggota.

Secara proposional, pembagian SHU adalah 25% untuk cadangan, 30%

untuk anggota menurut perbandingan banyaknya pembelian pada koperasi, 20%

untuk anggota penyimpan (setinggi-tingginya 8% dari simpanan anggota), 10%

untuk pengurus, 5% untk dana karyawan, 5% untuk dana social dan 5% untuk

dana pembanguan daerah kerja. Pembagian dalam % diatas ini hanyalah berupa

pedoman dan dapat diubah menurut keputusan rapat anggota, dengan mengingat

ketentuan Sisa Hasil Usaha pada koperasi dapat dibedakaan antara Sisa Hasil

Usaha yang diperoleh dari usaha yang diselenggarakan untuk anggota dan Sisa

Hasil Usaha yang diperoleh dari bukan anggota. Sisa Hasil Usaha merupakan
salah satu daya tarik bagi seseorang untuk menjadi anggota koperasi tersebut dan

akan mendorong anggota yang berpartisi pasif menjadi aktif.

2.2.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi SHU Anggota

Menurut Andjar Pachta W, dkk (2005:56), “Faktor-faktor yang

mempengaruhi SHU terdiri dari 2 faktor yaitu Faktor Dalam dan Faktor Luar”.

1. Faktor dari Dalam yaitu :


a) Partisipasi Anggota
Para anggota koperasi harus berpartisipasi dalam kegiatan koperasi
karena tanpa adanya peran anggota maka koperasi tidak akan berjalan
lancar.
b) Jumlah Modal Sendiri
SHU anggota yang di peroleh sebagian dari modal sendiri yaitu dari
simpanan wajib, simpanan pokok, dana cadangan dan hibah.
c) Kinerja Pengurus
Kinerja pengurus sangat di perlukan dalam semua kegiatan yang di
lakukan oleh koperasi, dengan adanya kinerja yang baik dan sesuai
persyaratan dalam Anggaran Dasar serta UU Perkoperasian maka hasil
yang dicapaipun juga akan baik.
d) Jumlah unit usaha yang dimiliki
Setiap koperasi pasti memiliki unit usaha hal ini juga menentukan
seberapa besar volume usaha yang di jalankan dalam kegiatan usaha
tersebut.
e) Kinerja Manajer
Kinerja manajer menentukan jalannya semua kegiatan yang dilakukan
oleh koperasi dan memiliki wewenang atas semua hal-hal yang bersifat
intern.
f) Kinerja Karyawan
Merupakan kemampuan seorang karyawan dalam menjadi anggota
koperasi.
2. Faktor dari Luar yaitu :
a) Modal Pinjaman dari Luar.
Modal yang berasal dari luar perusahaan yang sifatnya sementara
bekerja di dalam perusahaan dan bagi perusahaan merupakan utang
yang pada saatnya harus di bayar kembali agar tidak menderita
kerugian.
b) Para konsumen dari luar selain anggota koperasi.
c) Pemerintah.

Sedangkan besarnya SHU yang diterima oleh setiap anggota akan berbeda
tergantung besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota terhadap
pembentukan pendapatan koperasi. Sehingga dapat dijelaskan bahwa ada
hubungan linier antara transaksi usaha anggota dan koperasinya dalam
perolehan SHU. Artinya, Semakin tinggi partisipasi yang diberikan dalam
bentuk permodalan maupun penggunaan jasa terhadap koperasi semakin
tinggi SHU yang diperoleh. Dan sebaliknya, jika partisipasi anggota
terhadap koperasi rendah maka SHU yang diperoleh juga rendah. (Sitio dan
Tamba, 2008:87).

Kekayaan koperasi yang merupakan pemberian bantuan kepada pihak

koperasi secara sukarela baik berwujud uang maupun barang biasanya berasal

dari pemerintah dan merupakan hibah.

Sedangkan menurut Sitio (2001: 89), SHU koperasi yang diterima oleh

anggota bersumber dari dua kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh anggota

sendiri, yaitu:

1. SHU atas modal


Pembagian ini juga sekaligus mencerminkan anggota sebagai pemilik ataupun
investor, karena jasa atas modalnya (simpanan) tetap diterima dari anggota
koperasinya sepanjang koperasi tersebut menghasilkan SHU pada tahun buku
yang bersangkutan.
2. SHU atas jasa usaha
Jasa ini menjelaskan bahwa anggota koperasi selain pemilik juga sebagai
pemakai atau pelanggan. Sisa Hasil Usaha bersumber dari kegiatan ekonomi
yang dilakukan oleh anggota sendiri yaitu sisa hasil usaha atas jasa modal dan
sisa hasil usaha atas jasa anggota. Maksud sisa hasil usaha atas jasa modal
adalah anggota sebagai pemilik atau investor dari koperasi karena anggota
adanya jasa anggota atas modal yang berupa simpanan, jadi sepanjang
koperasi tersebut menghasilkan sisa hasil usaha, maka anggota dari koperasi
itu akan menerimanya. Dan sisa hasil usaha atas jasa usaha adalah anggota
selain menjadi pemilik juga merupakan sebagai pelanggan dan pemakai. Jadi
dari jasa yang dilakukan oleh anggota terhadap usaha yang ada pada koperasi
tersebut juga akan memperoleh sisa hasil usaha.
2.2.4 Indikator SHU Anggota
Indikator yang digunakan adalah SHU rata-rata anggota atas jasa modal dan

SHU atas jasa usaha yang dihitung dengan satuan rupiah. (Sitio, 2001:87).

Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas yang dimaksud dengan Sisa Hasil

Usaha adalah pendapatan sisa hasil usaha (SHU) anggota yang diperoleh dalam

satu buku dikurangi biaya penyusutan dihitung dalam satuan rupiah.

2.3 Tinjauan Partisipasi Anggota

2.3.1 Pengertian Partisipasi Anggota

Kata partisipasi diambil dari bahasa inggris “participation” yang diartikan

mengikutsertakan pihak lain. Seorang pemimpin dalam melaksanakan fungsinya

akan berhasil jika mengikutsertakan partisipasi semua komponen dan unsur yang

ada di dalam organisasi.

Secara harfiah partsipasi diambil dari bahasa asing participation, yang

artinya mengikutsertakan pihak lain dalam mencapai tujuan. Partisipasi

dikembangkan untuk menyatakan atau menunjukkan peran serta (keikutsertaan)


seseorang atau sekelompok orang dalam aktivitas tertentu, partisipasi anggta

dalam koperasi berarti mengikutsertakan anggota itu dalam kegiatan operasional

dan pencapaian tujuan bersama. (Kusnadi, 2005:91)

Menurut Ropke (2003:52) partisipasi dapat diartikan suatu proses dimana

sekelompok orang menentukan dan mengimplementasikan ide-ide atau gagasan

koperasi. Melalui partisipasi anggota sendiri yang mengisyaratkan dan

menyatakan kepentingan, sumber-sumber daya digerakan, keputusan-keputusan

dapat dilaksanakan dan dievaluasi.

Partisipasi anggota koperasi dapat berupa modal koperasi. Hal ini senada

dengan pendapat Setio dan Tamba (2001:88) partisipasi modal adalah kontribusi

anggota dalam memberi modal koperasinya yaitu dalam bentuk simpanan pokok,

simpanan wajib, simpanan usaha dan lainya.

Dalam pemaparan di atas maka dapat di simpulkan bahwa partisipasi

anggota adalah keterlibatan mental maupun emosional dari anggota koperasi

dalam memberikan ide-idenya, memanfaatkan usaha koperasi, serta ikut serta

dalam pengambilan keputusan demi kamajuan koperasi.

2.3.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Anggota

Partisipasi anggota dalam organisasi pada dasarnya dipengaruhi oleh

banyak faktor. Menurut Ropke (1997) mutu partisipasi anggota tergantung

dari variabel, yaitu : (1) manfaat yang diterima anggota dari koperasi, (2)

manajemen koperasi berkaitan dengan pemahaman anggota tentang koperasi,

dan (3) program yang dilakukan koperasi berkaitan dengan layanan usaha

koperasi.
Berdasarkan teori dan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa

partisipasi anggota dalam kegiatan koperasi dipengaruhi oleh banyak faktor.

Di antara banyak faktor tersebut yang diduga dominan pengaruhnya adalah

pemahaman anggota tentang koperasi, mutu layanan manajemen dan usaha

koperasi, serta manfaat bagi anggota yang bisa diperoleh dari koperasi.

Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa:

1. Pemahaman anggota tentang perkoperasian pada umumnya sangat

rendah, sehingga dimungkinkan mereka tidak tahu apa yang harus

dilakukan untuk koperasi mereka.

2. Mutu layanan manajemen dan usaha koperasi pada umumnya masih

memprihatinkan, layanan usaha yang tidak/kurang prestisious (tempat

usaha kurang memadai, kurang nyaman, serta komoditas yang kurang

lengkap, dan bahkan harganya pun cenderung lebih mahal dari umum).

Hal ini menjadikan layanan usaha koperasi kurang/tidak menjamin

kepuasan anggota sebagai pelanggan.

3. Manfaat koperasi yang diterima anggota, baik manfaat ekonomi maupun

non-ekonomi masih sangat rendah.

Oleh karena itulah, ketiga aspek tersebut perlu mendapat perhatian dari para

pengelola koperasi. Para pengelola koperasi harus berupaya untuk meningkatkan

pemahaman anggota tentang perkoperasian. Hal ini bisa dilaksanakan dengan

lebih banyak melakukan sosialisasi program koperasi di kalangan anggota

khususnya, dan masyarakat pada umumnya. Pengelola koperasi juga harus

berupaya meningkatkan kualitas layanan usaha koperasi sehingga layanannya


menjadi lebih prestisious bagi anggota maupun masyarakat pada umumnya. Hal

yang cukup esensial, bahwa anggota harus dijamin memperoleh manfaat

(ekonomi dan non-ekonomi) dari layanan usaha koperasi.

2.3.3 Ciri-Ciri Partisipasi Anggota

Menurut Anoraga dan Nanik (2003:112) berbagai yang muncul sebagai ciri-

ciri anggota yang berpartisipasi baik, dapat dirumuskan sebagai berikut :

a. Melunasi simpanan pokok dan simpanan wajib secara tertib dan terartur.

b. Membantu modal koperasi disamping simpanan pokok dan wajib sesuai

dengan kamampuan masing-masing.

c. Menjadi langganan koperasi setia.

d. Menghadiri rapat-rapat dan pertemuan secara aktif.

e. Menggunakan hak untuk mengawasi jalannya usaha koperasi, menurut

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

Bahwa anggota yang berperan sebagai pemilik maupun pelanggan

merupakan kunci utama dalam kemajuan koperasi, karena koperasi merupakan

kumpulan orang-orang dan bukan merupakan kumpulan modal yang menitik

beratkan pada partisipasi modal, partisipasi dalam kegiatan usaha, maupun

partisipasi pengambilan keputusan karena partisipasi anggota merupakan unsur

utama dalam memacu kegiatan dan untuk mempertahankan ikatan pemersatu di

dalam sebuah koperasi.

2.3.4 Alat Partisipasi Anggota


Menurut Ropke (2003:53-55) ada tiga alat utama yang dapat digunakan para

anggota koperasi untuk mencapai pengambilan keputusan dalam perusahaan

koperasi yang merefleksikan permintaan mereka adalah hak memilih (vote), suara

(voice), keluar dari koperasi (exit) sebagai berikut:

a. Memilih (vote)

Vote adalah alat untuk mengkspresika pilihan melalui kotak suara, vote

merupakan hak anggota memilih, lahir dari statusnya sbagai pemilik usaha

koperasi. Hak pilih dan kekuatannya sama (ekuivalen) dengan hak para

pemegang saham perusahaan umum, tetapi dengan satu perbedaan besar.

Enggan vote anggota dapat mempengaruhi siapa yang akan dipilih menjadi

manajer maupun badan pengawas (supervisory board) dan pengaruh

lainnya.

b. Suara (voice)

Voice melibatkan dialog, persuasi, dan upaya terus-menerus

lainnya yang dilakukan oleh anggota untuk mempengaruhi kepemimpinan

koperasi khususnya manajemen, untuk bertindak menurut (atas dasar)

kepentingan anggota. Dengan voite anggota koperasi dapat memengaruhi

manajemen dengan cara bertanya, memberi atau mencari informasi,

maupun dengan mengajukan ketidaksepakatan dan kritik.

c. Kelar dari Koperasi (exit)

Dengan exit anggota dapat mempengaruhi manajemen dengan cara

meninggal koperasi (misalnya dengan membeli input yang lebih sedikit

dari koperasi dan membeli lebih banyak dari segi pesaing), atau dengan
cara mengancam keluar dari keanggotaan koperasi, maupun mengurangi

kegiatan mereka.

Dalam koperasi, terdapat satu mekanisme penting atau solusi atas terlalu

mudahnya exit, yaitu kesetiaan anggota. Voice akan meningkatkan sejalan dengan

kesetiaan anggota ada koperasi. Kestiaan dapat mengaktifkan voice dan vote.

Akan tetapi, terdapat batas-batas efektifitas dalam mengaktifkan voice/vote

melelui kesetian.

2.3.5 Indikator Partisipasi Anggota

Menurut Widiyanti (2007:199) “partisipasi anggota dapat diukur dari

kesediaan anggota untuk memikul kewajiban dan menjalankan hak

keanggotaannya secara bertanggungjawab, maka partisipasi anggota dapat

dikatakan baik. Akan tetapi jika ternyata sedikit anggota yang demikian, maka

partisipasi anggota koperasi dikatakan buruk atau rendah”.

Menurut Ropke (2003:52) partisipasi anggota dijelaskan dalam 3 aspek

sebagai berikut:

a. Anggota berpartisipasi dalam mengambil keputusan.

b. Anggota berpartisipasi dalam memberikan kontribusi atau memberikan

sumber-sumber dayanya.

c. Anggota berpartisipasi dalam berbagai keuntungan.

Dari uraian diatas teori yang digunakan sebagai indikator partisipasi anggota

dalam penelitian ini adalah :

a. Partisipasi dalam rapat anggota tahunan


Rapat anggota tahunan meruakan pemegang kekuasaan tertinggi

dalam koperasi yang diselenggarakan satu kali pada setiap tahunnya

setelah tutup buku.Rapat anggota sebagai wadah bagi para anggota

untuk mengemukakan pendapat baik untuk kelagsungan usaha

koperasi atau hal-hal lainya. Sehingga rapat anggota dapat juga

dikatakan sebagi cara untuk mengambil keputusan dengan suara

terbanyak atau secara mufakat berdasakran anggota yang hadir.

Dalam Undang-Undang No. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian

pasal 23 rapat anggota menetapkan :

a. Anggaran dasar

b. Pelaksanaan umum dibidang organisasi, manajemen dan usaha

koperasi

c. Pemilihan, pengangkatan, pemberhentian pengurus dan

pengawas

d. Rencanan kerja, rencanan anggaran pendapatan dan belanja

koperasi, serta pengesahan laporan keuangan

e. Pengesahan pertangtung jawaban pengurus dalam pelaksanaan

tugasnya

f. Pembagian sisa hasil usaha

g. Pengabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran koperasi

h. Partisipasi anggota dalam permodalan koperasi

Di dalam rapat anggota koperasi itulah para anggota dapat

menggunakan dengan sebaik-baiknya hak demokrasi ekonominya dan


secara jujur demokrasi dan mengemukakan pendapat dan gagasan-

gagasannya demi perbaikan kemajuan dan perkembangan koperasi

sebagai wahana yang terbaik untuk mewujudkan kemakmuran

kerjasama.

b. Partisipasi anggota dalam permodalan

Dalam kehidupan koperasi, untuk dapat melaksanakan dan

mengembangkan usahanya memerlukan modal. Permodalan koperasi

terdiri dari modal sendiri dari modal pinjaman. Modal sendiri dapat

berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan hibah,

sedangkan modal pinjaman dapat berasal dari anggota, koperasi

lainnya dana/atau anggota, bank, dan lembaga-lembaga keuangan

lainnya. Penerbit obligasi dan surat lainnya atau sumber-sumber lain

dan sah (UU No. 25 tahun 1992 pasa 41)

c. Partisipasi anggota dalam penggunaan jasa koperasi

Menurut Ropke (2003:40), prinsip kegiatan koperasi adalah

berorientasi pada kepentingan anggota. Hal ini sangat berkaitan

dengan fungsi ganda anggota sebagai pemilik sekaligus sebagai

pelanggan dari koperasinya. Fungsi ganda ini harus simultan tidak

boleh dipisah-pisah. Fungsi ganda ini merupakan menjadi ciri khas

suatu koperasi yag mebedakan lain dari perusahaan lain non koperasi.

Masalah yang timbul pada pertumbuhan koperasi di negara kita yaitu

pertumbuhan kuantitas koperasi tidak diimbangi dengan kualitas yang baik

sehingga banyak koperasi yang tidak aktif. Salah satu kendalanya disebabkan
oleh karena masih banyak anggota yang kurang berpartisipasi aktif di dalam

kehidupan berkoperasi, padahal partisipasi anggota dalam koperasi sangat

penting peranannya untuk memajukan dan mengembangkan koperasi sesuai

dengan pendapat yang diungkapkan oleh Ropke (2003:39) yang menyatakan

bahwa: “Tanpa partisipasi anggota, kemungkinan atas rendah atau

menurunnya efisiensi dan efektivitas anggota dalam rangka mencapai kinerja

koperasi, akan lebih besar”.

Menurut Kusnadi (2005:95) partispasi merupakan faktor yang penting

dalam mendukung keberhasilan atau perkembangannya sauatu organisasi.

Melalui partisipasi segala aspek yang berhubungan dengan pelaksanaan

kegiatan pencaian tujuan yang terealisasikan. Partisipasi dalam organisasi

ditandai oleh hubungan identitas yang dapat diwujudkan jika pelayanan yang

diberikan oleh koperasi sesui dengan kepentingan dan kebutuhan anggotanya.

Partisipasi pada koperasi pada dasarnya tidak berbeda dengan proses

kegiatan perusahaan nonkoperasi dalam memperoleh informasi. Jika suatu

perusahaan nonkoperasi menjual suatu pelayanan /jasa dalam suatu pasar

bebas, akan memperoleh umpan balik dari para pelanggannya agar dapat

bersaing dengan berhasil. Feed back atau umpan balik tersebut terutama terdiri

atas informasi tentang jumlah (kuantitas) dan kualitas produk yang dijual.
Gambar 2.1 Arti Partisipasi
Sumber: Hendar dan Kusnadi (2005)

Dengan keadaan yang seperti ini koperasi perlu meningkatkan

profesionalisme dalam kinerjanya sehingga dapat bersaing dengan pesaing. Hal

ini dapat berdampak pada tingkat partisipasi anggota koperasi yang akan

memanfaatkan segala kegiatan usaha koperasi. Dengan memperhatikan uraian

diatas maka perlu diperhatikan koperasi agar menjadi suatu informasi penting

dalam pengambilan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan partisipasi anggota

demi tercapainya tujuan dan kemajuan koperasi.

Dilihat dari segi dimensinya menurut Hendar dan Kusnadi (2005:92-93),

partisipasi terdiri dari:

a. Dimensi partisipasi dipandang dari sifatnya

Partisipasi dipaksakan (forced) dan partisipasi sukarela (voluntary), Partisipasi

dipaksakan terjadi karena paksaan undang-undang atau keputusan pemerintah

untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan

pekerjaan sedangkan partisipasi sukarela terjadi karena kesadaran untuk ikut

serta berpartisipasi.

b. Dimensi partisipasi dipandang dari bentuknya

Partisipasi formal dan partisipasi informal, Partisipasi yang bersifat formal,

biasanya tercipta suatu mekanisme formal dalam pengambilan keputusan,

sedangkan partisipasi yang bersifat informal, biasanya hanya terdapat

persetujuan lisan antara atasan dan bawahan sehubungan dengan partisipasi.

c. Dimensi partisipasi dipandang dari pelaksanaanya


Partisipasi langsung dan partisipasi tidak langsung, Partisipasi langsung terjadi

apabila setiap orang dapat mengajukan pandangan, membahas pokok

persoalan, mengajukan keberatan terhadap keinginan orang lain. Sedangkan

partisipasi tidak langsung terjadi apabila terdapat wakil yang membawa

inspirasi orang lain yang akan berbicara atas nama karyawan atau anggota

dengan kelompok yang lebih tinggi tingkatannya.

d. Dimensi partisipasi dipandang dari segi kepentingannya

Partisipasi kontributif dan partisipasi insentif, Partisipasi kontributif yaitu

kedudukan anggota sebagai pemilik dengan mengambil bagian dalam

penetapan tujuan, pembuatan keputusan dan proses pengawasan terhadap

jalannya perusahaan koperasi. Sedangkan partisipasi insentif yaitu kedudukan

anggota sebagai pelanggan/pemakai dengan memanfaatkan berbagai potensi

pelayanan yang disediakan oleh perusahaan dalam menunjang kepentingannya.

Dimensi

Sifatn Bentukn Pelaksanaan Kepentingann

Dipaksakan Formal Langsung Kontributif

Sukarela Informal Tidak Langsung Insentif

Gambar 2.2 Dimensi Partisipasi


Sumber : Hendar dan Kusnadi (2005)

Para anggota akan terus mempertahankan keanggotaanya dan terus

mengadakan transaksi dengan perusahaan koperasi apabila mereka meperoleh


manfaat, artinya sesuai kebutuhan dan kepentingannya, yaitu memperoleh barang

dan jasa yang harganya, mutu, dan syarat-syaratnya lebih menguntungkan dari

pada yang diperoleh dari pihak lain yang bukan koperasi. Para anggota harus ikut

serta membiayai perusahaan koperasi yang diperlukan untuk menunjang usaha

dan rumah tangga para anggotanya secara efisien sesuia dengan kebutuhan dan

tujuannya. Di samping itu, meraka harus memiliki hak, kemungkinan bertindak,

motivasi, dan kesanggupan berpartisipasi dalam menentukan tujuan, mengambil

keputusan, dan pengawasan terhadap usaha-usaha koperasi.

Koperasi merupakan alat yang digunakan oleh para anggota untuk

melaksanakan fungsi-fungsi tertentu yang telah disepakati bersama. Di sini

dapat dikatakan bahwa sukses tidaknya, berkembang tidaknya, bermanfaat

tidaknya dan maju mundurnya suatu koperasi akan sangat bergantung sekali

pada peran partisipasi aktif dari para anggotanya. Disini anggota sebagai usaha

koperasi. Bentuk partisipasi anggota dalam menggunakan jasa dapat dilihat

dari kesediaan mereka menggunakan berbagai jasa yang disediaan.

Partisipasi anggota adalah turut sertakan seseorang (anggota koperasi) baik

secara mental maupun emosional untuk memberikaan sumbangsih kepada prose

pembuatan keputusan, terutama mengenai persoalan-persoalan pribadi yang

besangkutan melaksanakan tanggung jawabnya melakukan hal tersebut dalam

rangka mencapi tujuan koperasi, adapun partisipasi anggota meliputi partisipasi

anggota dalam rapat anggota tahunan, partisipasi anggota dalam permodalan dan

partisipasi dalam penggunaan jasa koperasi. Dengan adanya partisipasi dari

anggota diharapakan jumlah SHU anggota akan mengalami kanaikan.


2.4 Penelitian Terdahulu yang Relevan

Berdasarkan penelitian terdahulu yang sudah dilakukan, terdapat kesamaan

hasil antara peneliti satu dengan peneliti yang lain. Hal ini bisa dijadikan acuan

untuk penelitian yang akan datang. Berikut ini adalah hasil penelitian yang

dilakukan oleh penelitian terdahulu. Berikut akan disajikan data dalam tabel

penelitian terdahulu:

N Peneliti Judul Variabel Hasil


o
1 Ardini Rovi Pengaruh Pengaruh Simultan
Haspasri jenis usaha jenis usaha sebesar
/2010 koperasi dan koperasi 57.5% dan
partisipasi (X1) dan sisanya
anggota partisipasi yaitu 45,5%
tehadap anggota dipengaruhi
besarnya (X2) oleh faktor
sisa hasil tehadap lain yang
usaha SHU besarnya tidak
pada sisa hasil dibahas
koperasi usaha SHU dalam
pegawai (Y1) penelitian
Republik secara
Indonesia parsial
(KPRI)“guy besarny
ub rukun” di pengaruh
kecamatan jenis usaha
banjarmangu koperasi
kabupaten adalah
banjarnegara 33,06%
sedangkan
partisipasi
angota
adalah
43,16%

2 Tri Reto Pengaruh Pengaruh Simultan


Widyawati partisipasi partisipasi partisipasi
/20012 anggota, anggota anggota,
kamampuan (X1) kemampua
pengurus kamampuan pengurus
dan kualitas pengurus (X2) dan kualitas
pelayanan dan kualitas pelayanan
terhadap pelayanan terhadap
perolehan X3 terhadap perolehan
SHU KUD perolehan SHU
unggul SHU (Y1) sebesar
kecamatan 51,4% da
gemah sisnya sebesar
48,1%
dipengaruhi
oleh
variable lain
diluar
variable
yang
diteliti,
misalnya
citra koperasi,
hasil SHU
dan lain
sebagainya.

3 Sri Pengaruh Pengaruh Simultan


Nurhayati/20 kemampuan kemampuan kemampuan
12 manajerial manajerial manajerial
pengurus, pengurus(X pengurus
pendidikan 1), pendidikan pendidikan
perkoperasia n perkoperasia n perkoperasi
dan partisipasi (X2) an anggota
anggota partisipasi partisipasi
terhadap SHU anggota anggota
angota KSP (X3)terhada berpengaruh
anugerah p SHU sebesar
boja anggota(Y1) 54,2%
Kecamatan terhadap SHU
boja Kendal anggota
kecamatan
boja dan
sisanya
sebesar
45,8%
dipengaruhi
oleh faktor
lain yang
tidak dikaji
dalam
penelitian ini.

Mencermati dari tiga penelitian terdahulu diatas disimpulkan bahwa

partisipasi anggota berpengaruh terhadap perolehan SHU anggota, tetapi

setiap lembaga mempunyai karakteristik yang berbeda-beda dalam sistem

maupun kebijaksanaan yang ditetapkan. Sehingga dalam setiap koperasi tidak

selalu baik dalam partisipasi, karena partisipasi anggota sangat diperlukan

dalam meningkatkan perolehan SHU anggota tiap tahunnya. Inilah yang

membedakan penelitian yang dilakukan penulis dengan penekanan pada

perbedaan tempat penelitian.

2.5 Kerangka Berfikir

2.5.1 Partisipasi Anggota Terhadap Perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU)


Anggota

Partisipasi aktif anggota sangat dibutuhkan oleh koperasi karena tanpa

partisipasi aktif anggotanya koperasi tidak dapat menjalankan usahanya bahkan

tidak dapat mencapai tujuannya untuk mensejahterakan anggota pada khususnya

serta masyarakat pada umumnya. Menurut Sitio dan Tamba (2001;30)

“keberhasilan koperasi erat hubungannya dengan partisipasi aktif anggotanya”.

Dengan adanya partisipasi anggota maka koperasi akan maju dan berkembang

sehingga dapat dikatakan berhasil”. Maka dengan adanya partisipasi aktif dari
anggota, maka anggota juga mendapat keuntungan dari hal tersebut yaitu

memperoleh SHU yang besar.

Hal ini sependapat dengan Widiyanti (2007:199) (a) Partisipasi dalam Modal

adalah Partisipasi dalam modal terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman.

Modal sendiri dapat berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan

hibah, sedangkan modal pinjaman dapat berasal dari anggota. (b) Partisipasi

dalam Organisasi adalah Partisipasi dalam oraganisasi ditandai oleh hubungan

identitas yang dapat diwujudkan jika pelayanan yang diberikan oleh koperasi

sesuia dengan kepentingan dan kebutuhan anggotanya. (c) Partisipasi dalam

Pemanfaatan Usaha adalah Partisipasi dalam pemanfaatan usaha berkaitan dengan

fungsi ganda anggota sebagai pemilik sekaligus sebagai pelanggan dari

koperasinya. Partisipasi memegang peranan yang menentukan dalam

perkembangan koperasi seperti mengembangkan perolehan SHU, tanpa partisipasi

anggota koperasi tidak dapat bekerja secara efisien dan efektif. Dalam koperasi,

keuntungan yang diproleh disebut sebagai sisa hasil usaha. SHU adalah selisih

antara pendapatan yang diperolah dari pelayanan anggota dan masyarakat. Setiap

anggota yang memberikan partisipasi aktif dalam usaha koperasi akan mendapat

bagian sisa hasil usaha yang lebih besar dari pada non anggota yang pasif.

Anggota yang menggunakan jasa koperasi akan membayar nilai jasa tersebut

terhadap koperasi, dan nilai jasa yang diperoleh dari anggota tersebut akan

diperhitungkan pada saat pembagian sisa hasil usaha. Transaksi antara anggota

dan koperasi inilah yang dimaksud jasa usaha koperasi.


Hal ini senada dengan sependapat Sitio dan Tamba (2001:79) “semakin

tinggi partisipasi anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang diterima

oleh anggota”. Partisipasi anggota sangat penting bagi perkembangan koperasi,

tanpa partisipasi anggota maka kemungkinan atas rendah atau menurunnya

efisiensi dan efektifitas anggota dalam mencapai kinerja koperasi yang baik akan

lebih besar. Partisipasi anggota yang baik dapat membuat koperasi mencapai

tujuan yang diinginkan. Koperasi yang telah berjalan engan baik dimana mampu

menumpuk modal dan mampu menutupi kegiatan maka koperasi telah mampu

menghasilkan laba yang disebut dengan SHU. Sehingga untuk meningkatkan

partisipasi anggota, koperasi perlu adanya ide-ide baru yang dapat menarik

anggota sehingga anggota berpartisipasi aktif dalam koperasi, misalnya unit usaha

yang telah ditetapkan, maka koperasi perlu menerapkan aturan untuk membayar

sebelum tanggal telah ditentukan dan apabila anggota terlambat membayar maka

anggota akan mendapat denda. Maka dengan adanya partisipasi aktif dari anggota,

maka anggota juga mendapat keuntungan dari hal tersebut yaitu memperoleh SHU

yang besar.

Bahwa Para anggota akan terus mempertahankan keanggotaanya dan terus

mengadakan transaksi dengan koperasi apabila mereka meperoleh manfaat,

artinya sesuai kebutuhan dan kepentingannya, yaitu memperoleh barang dan jasa

yang harganya, mutu, dan syarat-syaratnya lebih menguntungkan dari pada yang

diperoleh dari pihak lain yang bukan koperasi. Para anggota harus ikut serta

membiayai perusahaan koperasi yang diperlukan untuk menunjang usaha dan

rumah tangga para anggotanya secara efisien sesuia dengan kebutuhan dan
tujuannya. Menurut Widiyanti (2003:158) “SHU harus dibagikan kepada anggota

sesui denga jasa masing-masing anggota”. Jasa yang dimaksud tersebut adalah

partisipasi anggota , sehingga besarnya SHU yang diperoleh anggota ditentukan

oleh seberapa besar partisipasi yang diberikan anggota.

Di samping itu, meraka harus memiliki hak, kemungkinan bertindak,

motivasi, dan kesanggupan berpartisipasi dalam menentukan tujuan, mengambil

keputusan, dan pengawasan terhadap usaha-usaha koperasi.

Partisipasi pada koperasi bersifat kesadaran, koperasi harus memberikan

rangsangan tertentu terhadap anggota agar partisipasi itu efektif. Hal ini

diperlukan agar pertumbuhan koperasi selalu meningkatkan dari waktu ke waktu.

Koperasi harus menyedikan fasilitas yang dibutuhkan oleh para anggotanya,

sehingga anggota terangsang untuk memanfaatkan fasilitas koperasi. Jika tidak,

partisipasi anggota dan perolehan SHU akan menurun dari waktu ke waktu. Maka

koperasi bukan lagi menjadi pilihan anggota untuk mencapai tujuan.

Secara sistematis kerangka pemikiran diatas dapat digambarkan sebagai

berikut :

Partisipasi Anggota (X)


Sub Variabel :
Perolehan
a. Partisipasi Anggota dalam
modal Sisa Hasil
b. Partisipasi Anggota dalam Usaha (SHU)
organisasi
c. Partisipasi Anggota dalam Anggota Y
pemanfaatan usaha

Gambar 2.3 Kerangka Berpikir


2.6 Hipotesis

Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap

permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul

(Suharsimi, 2002:64). Berdasarkan teori dan kerangka berfikir diatas, maka

hipotesis yang akan diajukan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh

partisipasi anggota baik secara parsial terhadap perolehan Sisa Hasil Usaha

(SHU) Koperasi LKI Buana Kartika Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.


BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Pendekatan Penelitian

Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian

kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang bekerja dengan

angka, dengan data berwujud bilangan (skor atau nilai, peringkat atau

frekuensi) dan dianalisis dengan menggunakan statistik untuk menjawab

pertanyaan atau hipotesis penelitian yang spesifik, atau melakukan prediksi

bahwa satuvariabel tertentu mempengaruhi variabel lainnya.

Analisis dengan menggunakan statistik karena untuk menghitung

besarnya sampel yang diambil dari satu populasi, untuk menguji validitas dan

rentabilitas instruen teknik untuk menyajikan data sehingga data lebih

komunikatif, dan untuk analisis data menguji hipotesis penelitian yang

diajukan.

3.2 Populasi dan Sampel

3.2.1 Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah anggota Koperasi LKI Buana

Kartika Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak yang beranggotana se-

kecamatan Mranggen. Populasi anggota Koperasi LKI Buana Kartika adalah

61 orang. Anggota koperasi tersebut dibeberapa Kecamatan Mrangen.

Di kecamatan Mranggen terdapat 19 desa/kelurahan. Dari jumlah

anggota LKI tersebut di bagi menjadi 10 kelompok sesuai dengan daerah

masing-masing. Lebih lengkapnya dijabarkan sebagai berikut :

100
43

Tabel 3.1
Jumlah Anggota LKI Buana Kartika
Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak

NO Kelompok Jumlah Anggota


1 Menur 14
2 Jatikusuman 3
3 Kangkung 5
4 Mranggen 11
5 Brumbung 3
6 Bandungrejo 8
7 Karangsosno 8
8 Waru 2
9 Ngemplak 3
10 Tlogo 4
Jumlah 61

Sumber : Data diolah, 2015

3.2.2 Sampel

Menurut Atmaja (2009:2), menyatakan “sampel adalah sebagai bagian dari

populasi, sebagai contoh yang diambil dengan menggunakan cara-cara

tertentu”. Sebagimana yang diungkapkan oleh Suharsimi (2006:134)

menyatakan “bahwa apabila subjek penelitian kurang dari 100, lebih diambil

semua sehingga penelitian merupakan penelitian populasi, jika jumlah

subjeknya besar dapat diambil antara 10%-15% atau 20%-25% atau lebih.

Dari pendapat tentang pengertian sampel tersebut dapat disimpulkan bahwa

sampel merupakan pengambilan sebagian subjek/objek penelitian yang akan


menjadi perwakilan dari jumlah populasi”. Sedangkan ini kurang dari 100,

maka peneliti ini adalah penelitian populasi yaitu mengambil semua populasi

yang berjumlah 61 orang dalam peneltian ini.

3.3 Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah merupakan suatu objek, atau sifat, atau atribut

atau nilai dari orang, atau kegiatan yang mempunyai bermacam-macam variasi

antara satu dengan yang lainnya yang ditetapkan oleh peneliti dengan tujuan

untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sunarto, 2012:71). Dalam

penelitian ini ada satu variabel bebas yaitu partisipasi anggota (X1).

Sedangkan variabel terikatnya adalah perolehan SHU anggota (Y).

3.3.1 Variabel Bebas (X)

a. Partisipasi Anggota

Operasional dalam sub variabel penelitian ini yaitu,

a. Partisipasi dalam Modal

Partisipasi dalam modal terdiri dari modal sendiri dan modal

pinjaman. Modal sendiri dapat berasal dari simpanan pokok, simpanan

wajib, dana cadangan hibah, sedangkan modal pinjaman dapat berasal

dari anggota.

b. Partisipasi dalam Organisasi

Partisipasi dalam oraganisasi ditandai oleh hubungan identitas yang

dapat diwujudkan jika pelayanan yang diberikan oleh koperasi sesuia

dengan kepentingan dan kebutuhan anggotanya.

c. Partisipasi dalam Pemanfaatan Usaha


Partisipasi dalam pemanfaatan usaha berkaitan dengan fungsi ganda

anggota sebagai pemilik sekaligus sebagai pelanggan dari koperasinya.

3.3.2 Variabel Terikat (Y)

Variabel terikat adalah variabel yang mempengaruhi atau disebut variabel

akibat (suharsismi,2010:102). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah

perolehan SHU anggota Sisa Hasil Usaha (SHU) Anggota dalah pendapatan

koperasi yang diperoleh dalam satu buku yang bersangkutan dan partisipasi

anggota dalam unit usaha. Dalam penelitian ini variabel Y dipengaruhi oleh

partisipasi anggota.

3.4 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang baik dan tepat sangatah penting dalam

mempengaruhi hasil penelitian. Penelitian teknik yang tepat memperoleh data

yang tepat, relevan dan akurat, sehingga dalam pencaian tujuan penelitian

dapat tercapai sesuai harapan. Teknik pengumpulan data merupakan langkah

yang paling utama dalam penelitian karena tujuan utama dari penelitian adalah

mendapatkan data. Tanpa mengetahaui teknik pengumpulan data, maka

peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang

ditetapkan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini

adalah:

3.4.1 Observasi

Metode observasi merupakan suatu atau cara pengumpulan data dengan

jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung.


Dalam penelitian ini pengumpulan data dengan cara mengadakan pengamatan

langsung terhadap objek yang diteliti.

Metode observasi berfungsi untuk mempengetahui letak dari koperasi itu

sendiri serta untuk mengetahui data partisipasi anggota dalam koperasi dan

data perolehan SHU anggota koperasi pada LKI Buana Kartika Kecamatan

Mranggen, Kabupaten Demak.

3.4.2 Angket (Kuisioner)

Menurut Sugiyono (2012:199) kuesioner merupakan

teknikpengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat

pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.

Metode ini dilakukan melalui daftar pertanyaan yang diberikan kepada

responden yaitu anggota koperasi. Kuesioner dapat dibedakan atas beberapa

jenis, tergantung pada sudut pandangnya. Menurut Arikunto (2007:103),

dipandang dari cara menjawab maka ada :

1. Angket terbuka adalah angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa

sehingga responden dapat memberikan isian sesuai dengan kehendak dan

keadaannya.

2. Angket tertutup adakah angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa

sehingga responden tinggal memberikan tanda centang pada kolom atau

tempat yang sesuai.

Jenis angket atau kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah

kuesioner tertutup. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket masing-masing item


memiliki alternatif jawaban, yaitu a, b, c, d. setiap item jawaban diberi bobot nilai

atau skor yaitu :

1. Untuk jawaban a responden diberi skor 4

2. Untuk jawaban b responden diberi skor 3

3. Untuk jawaban c responden diberi skor 2

4. Untuk jawaban d responden diberi skor 1

Metode ini merupakan pengumpulan data dengan cara membuat pertanyaan

dan pernyataan tertulis yang diajukan kepada respondendan dalam hal ini adalah

anggota koperasi. Metode ini digunakan untuk mengungkap data dari variabel

Partisipasi Anggota, dan Perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) Anggota LKI Buana

Kartika Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.

3.5 Analisis Uji Instrumen

Analisis instrumen penelitian dilakukan untuk menganalisis hasil uji coba

instrumen, sehingga didapat soal yang memenuhi persyaratan, meliputi :

3.5.1 Uji Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau

kesahihan suatu instrument. Suatu instrument dikatakan valid atau sahih

apabila mempunyai validitas tinggi, maupun mengukur apa yang dinginkan

dan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Tinggi

rendahnya validitas instrument menunjukkan sejauh mana data yang

terkumpul, tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud.

Untuk menghitung validitas dalam penelitian ini menggunakan SPSS for

windows 16.
Dalam menguji tingkat validitas suatu instrument, dapat dlakukan

dengan cara, yaitu analisis faktor dan analisis butir. Dalam penelitian ini

menggunakan analisis butir yang skor-skor butur dipandang sebagai X dan

skor total dipandang sebagi nilai Y.

Pengujian validitas menggunakan rumus korelasi product moment yang

dikemukakan oleh person, yaitu :

Keterangan :

r = Koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y

∑xy = Jumlah perkalian antara variabel X dan Y

∑x = Jumlah dari kuadrat nilai X

∑y = Jumlah dari kuadrat nilai Y


2
∑x = Jumlah nilai X kemudian dikuadratkan
2
∑y = Jumlah nilai Y kemudian dikuadratkan

n = Banyaknya sampel

Harga yang diperoleh dari tiap item kemudian

dikonsultasikan dengan tabel harga kritik r product moment, jika >

maka butir angket yang dicobakan dinyatakan valid tetapi jika

maka butir angket penelitian dinyatakan tidak valid.


Tabel 3.2
Hasil Uji Validitas
Variabel Partisipasi Anggota
Nomor Hasil
Keterangan
Soal Penelitiannya
1 0,453 0,444 Valid
2 0,725 0,444 Valid
3 0,757 0,444 Valid
4 0,555 0,444 Valid
5 0,601 0,444 Valid
6 0,521 0,444 Valid
7 0,579 0,444 Valid
8 0,581 0,444 Valid
9 0,664 0,444 Valid
10 0,513 0,444 Valid
11 0,526 0,444 Valid
12 0,703 0,444 Valid
13 0,593 0,444 Valid
14 0,555 0,444 Valid
15 0,610 0,444 Valid
16 0,740 0,444 Valid
17 0,535 0,444 Valid
18 0,777 0,444 Valid
19 0,746 0,444 Valid
20 0,740 0,444 Valid
Tabel 3.3
Hasil Uji Validitas
Variabel Perolehan SHU Anggota
Nomor Hasil
Keterangan
Soal Penelitiannya
21 0,745 0,444 Valid
22 0,745 0,444 Valid
23 0,655 0,444 Valid
24 0,741 0,444 Valid
25 0,823 0,444 Valid
26 0,711 0,444 Valid
27 0,267 0,444 Tidak
Valid
Sumber: data penelitian diolah, 2015

Berdasarkan uji coba pada 20 responden dan besarnya df(degree of

freedom) = n-2 adalah 18 dengan alpha = 5% jadi r tabel 0,444, diperoleh

hasil bahwa dari 27 butir pertanyaan (lampiran) terdapat 1 pertanyaan yang

tidak valid yaitu variabel Perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) terdapat item soal

yang tidak valid yaitu nomor 27. Untuk item soal yang tidak valid dibuang

karena item soal yang lain sudah mewakili pada indicator variabel sehingga

terjadi jumlah perubahan soal dari 27 menjadi 26 soal.

3.5.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui sampai sejauh mana suatu hasil

pengukuran relative konsisten apabila pengukuran dilakukan dua kali atau lebih.

Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa suatu instrument cukup dapat
dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut

sudah baik. Untuk reliabilitas angket digunakan rumus alpha dalam pengujiannya.

Keterangan :

= reliabilitas instrumen

= banyakanya butir pertanyaan

= jumlah varian butir

= jumlah varians total

Selanjutnya dikonsultasikan dengan r dengan jumlah N (jumlah

responden) dengan taraf signifikansi 5%. Dinyatakan reliabel apabila harga

> . Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan

cara mencobakan instrumen sekali saja dan data yang diperoleh dianalisis

dengan teknik tertentu. Teknik reliabilitas semacam ini disebut internal

consistency. Untuk mengetahui instrumen yang kita gunakan reliabel atau

tidak, digunakan alat bantu program SPSS. Dalam pengambilan keputusan,

suatu instrumen dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha > 0,70 (Ghozali,

2011:48).

Dalam penelitian ini digunakan reliabilitas internal yaitu jika pehitungan

yang diperoleh dengan cara menganalisis data dari satu kali hasil pengetesan

(Arikunto, 2006:180). Untuk menghitung reliabilitas dalam penelitian ini

menggunakan SPSS for windows 16.


Tabel 3.4
Hasil Uji Reabilitas Intsrumen
NO. Variabel Cronbach‟s Cronbach Kesimpulan
Alpha Alpha
disyaratkan
1 Partisipasi
0,914 >0,70 Reliabel
Anggota
2 Perolehan
SHU 0,798 >0,70 Reliabel
Anggota
Sumber: data penelitian, 2015

3.6 Metode Analisis Data

Metode analisis data merupakan suatu teknik yang digunakan untuk

mengolah data dan memprediksi hasil penelitian guna memperoleh suatu

kesimpulan. Analisis data sebagai proses merinci usaha secara formal untuk

menentukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang telah

disarankan dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan dan tema pada

hipotesisi. Tenik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

3.6.1 Analisis Deskriptif Presentase

Analisis deskriptif ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar

pengaruh partisipasi anggota terhadap perolehan SHU koperasi. Adapun

langkah-langkah yang ditempuh dalam penggunaan analisis deskriptif

presentase adalah sebagai berikut :

a. Membuat tabel distribusi jawaban tabel


b. Menentukan tabel jawaban responden dengan ketentuan skor jawaban

yang ditetapkan dengan ketentuan mengubah skor kualitatif menjadi

skor kuantitatif.

a. Jawaban a diberi skor 4

b. Jawaban b diberi skor 3

c. Jawaban c diberi skor 2

d. Jawaban d diberi skor 1

c. Menjumlahkan skor jawaban yang diperoleh dari tiap-tiap responden.

d. Memasukkan skor tersebut ke dalam rumus sebagai berikut :

Keterangan :

%: Nilai presentase yang diperoleh

N : Nilai yang diperoleh

n : Jumlah nilai total

Dalam penyajiannya, hasil analisis ini didasrkan pada distribusi

frekuensi yang memberikan gambaran mengenai distribusi subjek menurut

kategori-kategori nilai untuk setiap alternatif jawaban yang tersedia di

angket. Untuk menentukan kategori dikriptif presentase (DP) yang di

peroleh, maka dibuat tebel kategori yang disuse dalam perhitungan:

a. Presentase maksimal : (4/4) x 100% = 100%

b. Persentase minimal : (1/4) x 100% = 25%

c. Rentang persentase : 100% - 25% = 75%

d. Interval kelas persentase : 75% / 4 = 18,75%


Tabel 3.5
Interval Penggolongan Hasil Penelitian
Interval Kriteria
81,26% - 100% Sangat Baik
62,51% - 81,25% Baik
43,76% - 62,50% Kurang Baik
25,00% - 43,75% Tidak Baik

Dalam menghitung interval skor per variabel dapat

menggunakan rumus sebagai berikut ini :

Data maksimal = Skor tertinggi x jumah item per variabel

Data minimal = Skor terendah x jumlah item per variabel

Range = Data maksimal – data minimal

Panjang kelas interval =

1. Deskriptif Partisipasi Partisipasi Anggota

Berdasarkan variabel partisipasi anggota yang digunakan 20 butir pertanyaan,

masing-masing pertanyaan skor 1 sampai 4, berikut perhitungannya:

Skor maksimal : 4 x 20 = 80

Skor minimal : 1 x 20 = 20

Range : 80 – 20 = 60

Panjang interval : 60 / 4 = 15
Tabel 3.6
Kategori Skor Variabel Partisipasi Anggota
No. Interval Skor Kriteria
1 65 – 80 Sangat Baik
2 50 – 64 Baik
3 35 – 49 Kurang Baik
4 20 – 34 Tidak Baik

a. Deskriptif Sub Variabel Partisipasi Anggota dalam Modal

Berdasarkan sub variabel partisipasi anggota dalam modal yang

digunakan 4 butir pertanyaan, masing-masing pertanyaan skor 1 sampai 4,

berikut perhitungannya:

Skor maksimal :4x7 = 28

Skor minimal :1x7 =7

Range : 28 – 7 = 21

Panjang interval : 28 / 4 = 5,25 dibulatkan = 6

Tabel 3.7
Kategori Skor Sub Variabel
Partisipasi Anggota dalam Modal
No. Interval Skor Kriteria
1 23 – 28 Sangat Baik
2 17 – 22 Baik
3 11 – 16 Kurang Baik
4 5 – 10 Tidak baik
b. Deskriptif Sub Variabel Partisipasi Anggota dalam Organisasi

Berdasarkan sub variabel partisipasi anggota dalam organisasi yang

digunakan 4 butir pertanyaan, masing-masing pertanyaan skor 1 sampai 4,

berikut perhitungannya:

Skor maksimal :4x6 = 24

Skor minimal :1x6 =6

Range : 24 – 6 = 19

Panjang interval : 19 / 4 = 4,75 dibulatkan = 5

Tabel 3.8
Kategori Skor Sub Variabel
Partisipasi Anggota dalam Organisasi
No. Interval Skor Kriteria
1 20 – 24 Sangat Baik
2 15 – 19 Baik
3 10 – 14 Kurang Baik
4 5–9 Tidak baik

c. Deskriptif Sub Variabel Partidipasi Anggota dalam Pemanfaatan


Usaha

Berdasarkan sub variabel partisipasi anggota dalam pemanfaatan usaha

yang digunakan 4 butir pertanyaan, masing-masing pertanyaan skor 1 sampai

4, berikut perhitungannya:

Skor maksimal :4x7 = 28

Skor minimal :1x7 =7

Range : 28 – 7 = 21
Panjang interval : 21 / 4 = 5,25 dibulatkan 6

Tabel 3.9
Kategori Skor Sub Variabel
Partisipasi Anggota dalam Pemanfaatan Usaha
No. Interval Skor Kriteria
1 22 – 26 Sangat Baik
2 17 – 21 Baik
3 12 – 16 Kurang Baik
4 7 – 11 Tidak baik

2. Deskriptif Variabel Perolehan SHU Anggota

Berdasarkan variabel perolehan SHU anggota yang digunakan 4 butir

pertanyaan, masing-masing pertanyaan skor 1 sampai 4, berikut perhitungannya:

Skor maksimal :4x6 = 24

Skor minimal :1x6 =6

Range : 24 - 6 = 18

Panjang interval : 18 / 4 = 4,5 dibulatkan = 5

Tabel 3.10
Kategori Skor Variabel Perolehan SHU Anggota
No. Interval Skor Kriteria
1 20 – 24 Sangat Tinggi
2 15 – 19 Tinggi
3 10 – 14 Rendah
4 5–9 Sangat Rendah
3.6.2 Analisis Regresi Linier

Regresi linear sederhana dapat digunakan untuk memprediksikan

seberapa jauh hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independen

dengan satu variabel dependen. (Sugiyono, 2012:270). Analisis regresi linear

sederhana, selain digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua

variabel, juga dapat menunjukan arah hubungan antara satu variabel dependen

dan satu variabel independen. Sehingga persamaan umum regresi linier

sederhana dalam penelitian ini adalah:

Keterangan:

Y = Subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan

a = Konstanta, yaitu besarnya nilai Y ketika nilai X=0

b = Arah koefisien regresi, yang menyatakan perubahan nilai Y

apabila terjadi perubahan nilai X. Bila (+) maka arah garis akan

naik, dan bila (-) maka nilai garis akan turun

X = variabel terikat / variabel yang memperngaruhi

Jika koefisien b bernilai positif, maka dapat diartikan bahwa antara

variabel bebas dan variabel terikat terdapat korelasi positif atau searah.

Dengan kata lain, peningkatan atau penurunan variabel bebas diikuti dengan

kenaikan atau penurunan variabel terikat. Sedangkan jika koefisien b bernilai

negatif, maka menunjukan arah yang berlawanan antara variabel bebas dengan

variabel terikat. Dengan kata lain, setiap peningkatan variabel bebas akan

diikuti dengan penurunan variabel terikat atau sebaliknya.


Analisis regresi berganda digunakan untuk meramalkan perubahan

variabel satu disebabkan oleh variabel yang lain dan dinyatakan dalam bentuk

persamaan matematik (model matematika). Dalam hal ini, regresi dilakukan

untuk menentukan besarnya SHU anggota (Y) yang disebabkan oleh modal

(X1), dan kinerja karyawan (X2). Adapun spesifikasi persamaan regresi linear

berganda yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Y= α+b1 X1 + b2 X2

Keterangan :

α = Konstata

b1 b2 = Koefisien regresi X1, koefisien regresi X2

X1X2 = Variabel bebas X1dan X2

Y = Variabel SHU anggota

Untuk membantu proses pengolahan data secara tepat dan cepat maka

pengolahan data dilakukan dengan program SPSS for windows 16.0.

3.7 Uji Asumsi Prasyarat Regresi

Uji prasyarat bagi model regresi digunakan agar dapat

dipertanggungjawabkan dalam memprediksi variabel perolehan SHU anggota.

Uji prasyarat ini adalah uji normalitas dan uji lineritas.

3.7.1 Uji Normalitas

Pengujian kenormalan bertujuan untuk mengetahui apakah model regresi,

satu variabel independen dan satu variabel dan satu variabl dependen, dan

dipilih model regresi linier y = a+bx. Uji asumsi kenormalan dilakukan pada

error (galat). Karena asumsi galat berdistribusi normal hanya dilakukan pada
variabel dependen y (variabel x diasumsikan bukan variabel acak). Uji

normalitas dimaksudkan apakah sebaran data observasi berasal dari asumsi

populasi berdistribusi normal. Bahwa bentuk distribusi normal adalah

menyerupai lonceng. Nilai dari rataan, histrogram beserta beserta plot

normalnya, nilai skewness, dan diagram Q-Q plot. Dengan data dikatakan

normal jika nilai sig ≥ 5%. (Sukestiyarto,2012:70)

3.7.2 Uji Homogenitas

Uji homogenitas berdampak pada variabel dependen (y) maka yang diuji

hanya dilakukan pada variabel dependen y.

3.7.3 Uji Linieritas

Uji linieritas digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel terikat

degan variabel bebas bersifat linier atau tidak. Dalam penelitian ini uji

linieritas dihitung dengan uji linieritas regresi dengan menggunakan bantuan

program SPSS for windows 16.

3.8 Uji Hipotesis

3.8.1 Uji Parsial (Uji t)

Uji hipotesis secara parsial, mengambil keputusan berdasarkan pada

nilai probabilitas yang di dapatkan dari data melalui program SPSS. Pangaruh

X terhadap Y secara parsial (uji t) brdasrkan pada ketentuan:

a. Ho : β1 = 0, artinya X secara parsial (individu) tidak

berpengaruh signifikan terhadap Y

b. Ho : β1 ≠ 0 , artinya X secara parsial (individu) berpengaruh

signifikan terhadap Y.
Kaidah pengambian keputusan:

Jika Sig < Sig 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima

Jika Sig < Sig 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak

Uji T nilai probabilitas dapat dilihat pada hasil pengolahan program

SPSS release 21,0 for windows pada tabel Cofficients kolom Sig atau

Significance.

3.8.2 Uji Signifikan Simultan (Uji F)

Uji F pada dasarnya untuk menunjukkan apakah semua variabel

independen atau bebas yang di masukkan dalam model mempunyai pengaruh

secara bersama-sama terhadap variabel dependen.

Adapun hipotesis yang digunakan sebagai berikut :

Ho = X dan Y secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap SHU

anggota

Ha = X dan Y secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap SHU

anggota.

3.8.3 Koefisien Determinasi R

Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui besar pengaruh

variabel pengaruh partisipasi anggota (X) terhadap perolehan sisa hasil usaha

(SHU) anggota (Y). Besarnya X terhadap Y diketahui dengan melihat output

SPSS pada tabel pada tabel Model Summary, nilai koefisien determinasi

terhadap pada kolom Adjusted R Squar.


BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Variabel

4.1.1 Deskriptif Partisipasi Anggota

Analisis deskriptif bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang partisipasi

anggota terhadap perolehan sisa hasil usaha (SHU) anggota. Dalam

mendiskripsikan ini terdapat empat kriteria penilian jawaban responden terhadap

item pertanyaan dalam instrumen partisipasi anggota terhadap perolehan sisa hasil

usaha (SHU) anggota. Jawaban pada item pertanyaan terdapat kriteria penilaian

terhadap point-point yang ada.

Pada variabel partisipasi anggota terdapat 20 pertanyaan yang diberikan

kepada 61 responden anggota koperasi Lembaga Keuangan Islam (LKI) Buana

Kartika Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Hasil analisis deskripsi

berkaitan dengan partisipasi anggota terangkum variabel berikut:

Tabel 4.1
Deskripsi Frekuensi Variabel Partisipasi Anggota
No. Interval Skor Frekuensi Presentase Kriteria
1 65 – 80 24 40% Sangat Baik
2 50 – 64 35 58% Baik
3 35 – 49 1 2% Kurang Baik
4 20 – 34 0 0% Tidak Baik
Jumlah 61 100%
Rata-Rata Klasikal 79,91%
Kriteria Baik
Sumber: Data diolah tahun 2015

100
63

Berdasarkan Tabel 4.1 hasil analisis deskriptif untuk variabel partisipasi

anggota dari 61 responden diketahui 40% anggota koperasi memilih jawaban

sangat baik, 58% anggota koperasi memilih jawaban baik, 2% anggota koperasi

memilih jawaban kurang baik, serta 0% anggota koperasi milih jawaban sangat

tidak baik. Hasil tersebut mennjukkan bahwa secara umum partisipasi anggota

koperasi LKI Buana Kartika Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak berada

kriteria baik.

Adapun hasil analisis deskripsi berkaitan dengan partisipasi anggota

terangkum dalam sub variabel berikut:

Tabel 4.2
Deskripsi Frekuensi Sub Variabel Partisipasi Anggota dalam Modal
No. Interval Skor Frekuensi Presentase Kriteria
1 23 – 28 9 15% Sangat Baik
2 17 – 22 33 54% Baik
3 11 – 16 19 31% Kurang Baik
4 5 – 10 0 0% Tidak Baik
Jumlah 61 100%
Rata-Rata Klasikal 67,73%
Kriteria Baik
Sumber: Data diolah tahun 2015

Berdasarkan Tabel 4.2 hasil analisis deskriptif untuk sub variabel partisipasi

anggota dalam modal dari 61 responden diketahui 15% anggota koperasi memilih

jawaban sangat baik, 54% anggota koperasi memilih jawaban baik, 31% anggota

koperasi memilih jawaban kurang baik, serta 0% anggota koperasi milih jawaban

sangat tidak baik. Hasil tersebut mennjukkan bahwa secara umum partisipasi
anggota koperasi LKI Buana Kartika Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak

berada kriteria baik.

Tabel 4.3
Deskripsi Frekuensi Sub Variabel
Partisipasi Anggota dalam Organisasi
No. Interval Skor Frekuensi Presentase Kriteria
1 20 – 24 28 46% Sangat Baik
2 15 – 19 30 49% Baik
3 10 – 14 3 5% Kurang Baik
4 5–9 0 0% Tidak Baik
Jumlah 61 100%
Rata-Rata Klasikal 77,73%
Kriteria Baik
Sumber: Data diolah tahun 2015

Berdasarkan Tabel 4.3 hasil analisis deskriptif untuk sub variabel partisipasi

anggota dalam organisasi dari 61 responden diketahui 46% anggota koperasi

memilih jawaban sangat baik, 49% anggota koperasi memilih jawaban baik, 5%

anggota koperasi memilih jawaban kurang baik, serta 0% anggota koperasi milih

jawaban tidak baik. Hasil tersebut mennjukkan bahwa secara umum partisipasi

anggota koperasi LKI Buana Kartika Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak

berada kriteria baik.


Tabel 4.4
Deskripsi Frekuensi Sub Variabel
Partisipasi Anggota dalam Pemanfaatan Usaha
No. Interval Skor Frekuensi Presentase Kriteria
1 23 – 28 38 62% Sangat Baik
2 17 – 22 18 30% Baik
3 11 – 16 4 6% Kurang Baik
4 5 – 10 1 2% Tidak Baik
Jumlah 61 100%
Rata-Rata Klasikal 81,38%
Kriteria Sangat Baik
Sumber: Data diolah tahun 2015

Berdasarkan Tabel 4.4 hasil analisis deskriptif untuk sub variabel partisipasi

anggota dalam pemanfaatan usaha dari 61 responden diketahui 62% anggota

koperasi memilih jawaban sangat baik, 30% anggota koperasi memilih jawaban

baik, 6% anggota koperasi memilih jawaban kurang baik, serta 2% anggota

koperasi milih jawaban tidak baik. Hasil tersebut mennjukkan bahwa secara

umum partisipasi anggota koperasi LKI Buana Kartika Kecamatan Mranggen

Kabupaten Demak berada kriteria sangat baik.

4.1.2 Deskripsi Perolehan SHU Anggota

Variabel perolehan SHU anggota digunakan empat pertanyaan yang

diberikan kepada 61 responden anggota koperasi LKI Buana Kartika Kecamatan

Mranggen Kabupaten Demak. Hasil analisis deskriptif berkaitan dengan

perolehaan SHU anggota terangkum dalam tabel 4.6 berikut:


Tabel 4.5
Deskripsi Frekuensi Variabel Perolehan SHU Anggota
No. Interval Skor Frekuensi Presentase Kriteria
1 20 – 24 9 15% Sangat Tinggi
2 15 – 19 19 31% Tinggi
3 10 – 14 33 54% Rendah
4 5–9 0 0% Sangat Tinggi
Jumlah 61 100%
Rata-Rata Klasikal 63.59%
Kriteria Baik
Sumber: diolah pada tahun 2015

Bedasarkan Tabel 4.5 hasil analisis deskriptif untuk variabel perolehan SHU

anggota, dari 61 responden diketahui bahwa 15% anggota koperasi memilih

jawaban sangat tinggi, 31% anggota koperasi memilih jawaban tinggi, 54%

anggota koperasi milih jawaban 0% anggota koperasi mimilih jawaban sangat

rendah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara umum perolehan SHU anggota

LKI Buana Kartika Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak berada pada kriteria

baik.

4.2 Prasyarat Uji Hipotesis

4.2.1 Uji Normalitas

Salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam analisis adalah data dan model

regresi berdistribusi normal. Kenormalan data ini juga dapat dilihat dari

histrogram. Apabila histrgram yang diperolah dari output 16.0 for windows

ternyata memberikan pola distribusi normal, dapat disimpulkan bahwa model

regresi berdistribusi normal. Selain dari histrogram, residual yang terdistribusi


normal juga dapat dilihat dari uji Tests Of Normality. Lebih jelasnya hasil uji

normalitas data dapat dilihat pada tabel dan gambr berikut:

Gambar 4.1
Normal Q-Q Plot Of Lompat Partisipasi Anggota dan Perolehan SHU
Anggota

Sumber: diolah pada lampiran

Gambar 4.1 pada garfik Q-Q Plot dapat disimpulak bahwa terlihat titik-titik

menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal menuju

distribusi normal, sehingga disimpulkan bahwa variabel terikat dan variabel bebas

keduanya memiliki distribusi normal, maka mdel regresi memenuhi asumsi

normalitas.

Untuk mengetahui data penelitian yang diperolah mempunyai variabel data

residual berdistribusi normal atau tidak, maka dilakukan uji normalitas atas semua

variabel penelitian. Setelah dilakukan uji normalitas menggunakan SPP 16 for

windows menggunakan metode Tests Of Normality. Data dikatakan berdistribusi

normal jika nilai z dan tingkat signigfikan lebih dari 0,05. Berikut ini adalah hasil

uji normalitas yang dijelaskan dalam Tabel 4.7 berikut ini:


Tabel 4.6
Hasil Uji Normalitas Tests Of Normality
Tests of Normality
a
Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk
Statistic Df Sig. Statistic Df Sig.
Y .161 61 .208 .965 61 .756
a. Lilliefors Significance Correction

Data diolah pada lampiran.

Hasil perhitungan normalitas data pada tabel 4.6 di atas menunjukkan bahwa:

H0 = variabel dependen berdistribusi normal

H1 = variabel dependen berdistribusi tidak normal

Kriteria uji:

Tolak H0 jika nilai α < 5%

Karena nilai sig. (kolmogorov-smirnov) = 0,208 lebih besar dari α = 5% =

0,05 maka H0 diterima artinya variabel dependen berdistribusi normal.

4.2.2 Uji Homogenitas

Untuk mengetahui bentuk distribusi data yang digunakan grafis distribusi

dan analisis statistik. Berikut ini adalah hasil uji homogenitas yang dijelaskan

dalam Tabel 4.8 berikut ini:


Tabel 4.7
Hasil Uji Homogenitas
Statistics

N Valid 61
Missing 0
Mean 14.69
Skewness .311
Std. Error of Skewness .306
Kurtosis .191
Std. Error of Kurtosis .604

Data diolah pada lampiran.

Berdasarkan tabel 4.7 output diatas dapat dideskripsikan bahwa nilai

kurtosis = 0,191 menunjukkan nilai positif dengan angka mendekati nilai 0

(nol), maka data cenderung homogeny. Angka positif menunjukkan bahwa

hubungan antara variabel dependent dan independent adalah bersifat positif.

4.2.3 Uji Linieritas

Uji linieritas digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel terikat

dengan variabel bebas berifat linier atau tidak. Dalam penelitian ini uji

linieritas menggunakan bantuan program SPSS 16 for windows diperoleh hasil

sebagai berikut:
Tabel 4.8
Hasil Uji Linieritas
b
ANOVA
Model Sum of Mean
Squares Df Square F Sig.
a
1 Regression 58.081 1 58.081 9.015 .000
Residual 569.722 59 9.656
Total 627.803 60
a. Predictors: (Constant), x
b. Dependent Variable: y
Data diolah pada lampiran.

Berdasarkan tabel 4.8 bentuk hipotesis uji model linier:

H0 : β1 = 0 (persamaan tak linier atau tidak ada pengaruh yang signifikan

antara variabel independen dengan variabel dependen).

H1 : β1 ≠ 0 (persamaan adalah linier atau ada pengaruh yang signifikan antara

variabel independen dengan variabel dependen).

Analisis Hasil:

Diperoleh nilai F = 9,015 dengan nilai sig. = 0,000 sehingga nilai

signifikan regresinya lebih kecil dari α = 5% = 0,05 maka H0 ditolak sehingga

model persamaan regresi diatas diterima dengan kata lain persamaan

regresinya linier atau ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen

dengan variabel dependen.


4.3 Uji Hipotesis

4.3.1 Pengaruh Partisipasi Anggota Terhadap Perolehan Sisa Hasil Usaha


Anggota

Pengujian hipotesis yang menyatakan ada pengaruh partisipasi anggota

terhadap perolehan SHU anggota pada koperasi LKI Buana Kartika di

Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak dapat dilihat dari uji t sebagi

berikut:

Tabel 4.9
Hasil Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t)
a
Coefficients
Model Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
B Std. Error Beta T Sig.
1 (Constant) 24.216 3.672 6.594 .017
X .140 .057 .304 2.543 .000
a. Dependent Variable: y
Data diolah pada lampiran.

Dari tabel 4.9 unstandardized coefficients B diperoleh persamaan regresi

yaitu:

Nilai a = 24,216 dan b = 0,140, jadi persamaan regresinya adalah Y = 24,216 +

0,140 . Uji parsial (uji t) dapat dilihat pada nilai sig. t pada output coefficients,

adapun hipotesis sebagai berikut.

H0 : β = 0 (variabel independen (X) secara parsial (sendiri-sendiri) tidak

mempengaruhi variabel dependen (Y) secara signifikan).


H1 : β ≠ 0 (variabel independen (X) secara parsial (individu) mempengaruhi

variabel dependen (Y) secara signifikan).

Dari hasil output didapatkan nilai 2.543 sig. thitung = 0.000 < α = 0,05,

maka tolak H0 dan terima H1 yang artinya variabel independen (X) secara parsial

(Individu) mempengaruhi variabel dependen (Y) secara signifikan.

Tabel 4.10
Hasil Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji F)
b
ANOVA
Model Sum of Mean
Squares Df Square F Sig.
a
1 Regression 58.081 1 58.081 9.015 .000
Residual 569.722 59 9.656
Total 627.803 60
a. Predictors: (Constant), x
b. Dependent Variable: y

Diperoleh nilai F = 9,015 dengan nilai sig. = 0,000 sehingga nilai

signifikan regresinya lebih kecil dari α = 5% = 0,05 maka H0 ditolak sehingga

model persamaan regresi diatas diterima dengan kata lain persamaan

regresinya linier atau ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen

dengan variabel dependen.


Tabel 4.11
Koefisien Determinasi R
Model Summary
Std. Error of the
Model R R Square Adjusted R Square Estimate
a
1 .674 .709 .693 .31802
a. Predictors: (Constant), X1
Data diolah pada lampiran.

Nilai R sebesar 0,709, artinya pengaruh partisipasi anggota terhadap SHU

anggota sebesar 69,3%, dengan asumsi variabel lain tetap. Adapun pengaruhnya

adalah positif dan signifikan hal ini dibuktikan dengan besarnya nilai 0,000 < 0,05

atau denag uji t, t hitung = 2,543 yang berarti tidak tolak Ho, artinya partisipasi

anggota dalam sifatnya berpengaruh terhadap perolehan SHU anggota signifikan.

4.3.2 Pengaruh Partisipasi Anggota dalam Modal, Organisasi, Pemanfaatan


Usaha Terhadap Perolehan SHU Anggota

Berdasarkan bantuan program SPSS for windows release 16.0 diperoleh

hasil sebagai berikut :


Tabel 4.12
Hasil Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t)
a
Coefficients

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients

Std.
Model B Error Beta T Sig.

1 (Constant) 24.034 3.572 5.785 .000

Partisipasi
Anggota dalam .447 .278 .290 1.494 .041
Modal

Partisipasi
Angota dalam .119 .289 .053 .303 .000
Organisasi

Partisipasi
Anggota dalam
.064 .184 .081 .202 .003
Pemanfaatan
Usaha
a. Dependent Variable: Perolehan SHU
Anggota

Berdasarkan tabel 4.12 dapat diketahui persamaan regresi yang terbentuk

adalah : Y = 24,034+0,290+0,053+0,039

Dari persamaan tersebut dapat dijelaskan bahwa:

a. Variabel partisipasi anggota mempunyai arah koefisien yang bertanda

positif terhadap perolehan SHU anggota.


b. Koefisien partisipasi anggota dalam modal memberikan nilai 0,290 yang

berarti bahwa jika partisipasi anggota semakin baik dengan variabel lain

tetap maka perolehan SHU anggota akan mengalami peningkatan.

Dari hasil output didapatkan nilai 1.494 sig. thitung = 0.041 < α = 0,05,

maka tolak H0 dan terima H1 yang artinya variabel independen (X) secara

parsial (Individu) mempengaruhi variabel dependen (Y) secara signifikan.

c. Koefisien partisipasi anggota dalam organisasi memberikan nilai 0,053

yang berarti bahwa jika partisipasi anggota semakin baik dengan variabel

lain tetap maka perolehan SHU anggota akan mengalami peningkatan

Dari hasil output didapatkan nilai 0.303 sig. thitung = 0.000 < α = 0,05,

maka tolak H0 dan terima H1 yang artinya variabel independen (X) secara

parsial (Individu) mempengaruhi variabel dependen (Y) secara signifikan.

d. Koefisien partisipasi anggota dalam pemanfaatan usaha memberikan nilai

0,039 yang berarti bahwa jika partisipasi anggota semakin baik dengan

variabel lain tetap mak perolehan SHU anggota akan mengalami

peningkatan. Dari hasil output didapatkan nilai 0.202 sig. thitung = 0.003 < α

= 0,05, maka tolak H0 dan terima H1 yang artinya variabel independen (X)

secara parsial (Individu) mempengaruhi variabel dependen (Y) secara

signifikan.
Tabel 4.13
Hasil Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji F)
b
ANOVA

Sum of Mean
Model Squares df Square F Sig.
a
1 Regression 70.594 3 23.531 2.009 .000

Residual 557.209 57 9.776

Total 627.803 60
a. Predictors: (Constant), Partisipasi Anggota dalam Pemanfaatan Usaha,
Partisipasi Angota dalam Organisasi, Partisipasi Anggota dalam Modal
b. Dependent Variable: Perolehan SHU Anggota

Diperoleh nilai F = 2.009 dengan nilai sig. = 0,000 sehingga nilai signifikan

regresinya lebih kecil dari α = 5% = 0,05 maka H0 ditolak sehingga model

persamaan regresi diatas diterima dengan kata lain persamaan regresinya linier

atau ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen dengan variabel

dependen.

Adapun besarnya pengaruh partisipasi anggota dalam modal, organisasi,

pemanfaatan usaha terhadap perolehan SHU anggota dapat dilihat dari besarnya

nilai R dengan output sebagai berikut:


Tabel 4.14
Koefisien Determinasi Secara Parsial R
Model Summary

Adjusted R Std. Error of the


Model R R Square Square Estimate
a
1 .335 .125 .063 3.12659
a. Predictors: (Constant), Partisipasi Anggota dalam Pemanfaatan Usaha,
Partisipasi Angota dalam Organisasi, Partisipasi Anggota dalam Modal

Nilai R sebesar 0,125, artinya pengaruh partisipasi anggota dalam modal,

organisasi, pemanfaatan usaha terhadap SHU anggota sebesar 06.3%, dengan

asumsi variabel lain tetap.

4.3.3 Pengaruh Partisipasi Anggota dalam Modal Terhadap Perolehan


SHU Anggota

Pengujian hipotesis yang menyatakan ada pengaruh partisipasi anggota

modal terhadap perolehan SHU anggota pada koperasi LKI Buana Kartika di

Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak dapat dilihat dari uji parsial t

sebagai berikut:
Tabel 4.15
Hasil Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t)
a
Coefficients

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients

Std.
Model B Error Beta T Sig.

1 (Constant) 23.504 3.084 7.923 .000

Partisipasi
Anggota dalam .528 .162 .312 2.803 .007
Modal
a. Dependent Variable: Perolehan SHU
Anggota
data diolah pada lampiran.

Dari tabel 4.15 unstandardized coefficients B diperoleh persamaan regresi

yaitu:

Nilai a = 23,504 dan b = 0,528, jadi persamaan regresinya adalah Ῡ = 23,504 +

0,528X1. Uji parsial (uji t) dapat dilihat pada nilai sig. t pada output coefficients,

adapun hipotesis sebagai berikut.

H0 : β = 0 (variabel independen (X) secara parsial (sendiri-sendiri) tidak

mempengaruhi variabel dependen (Y) secara signifikan).

H1 : β ≠ 0 (variabel independen (X) secara parsial (individu) mempengaruhi

variabel dependen (Y) secara signifikan).


Dari hasil output didapatkan nilai sig. thitung = 0.000 < α = 0,05, maka tolak H0

dan terima H1 yang artinya variabel independen (X) secara parsial (Individu)

mempengaruhi variabel dependen (Y) secara signifikan.

Tabel 4.16
Hasil Pengujian Hipotesis Seacara Simultan (Uji F)
b
ANOVA

Sum of Mean
Model Squares df Square F Sig.
a
1 Regression 61.240 1 61.240 7.856 .007

Residual 566.563 59 9.603

Total 627.803 60
a. Predictors: (Constant), Partisipasi Anggota dalam
Modal
b. Dependent Variable: Perolehan SHU Anggota
Diperoleh nilai F = 7.856 dengan nilai sig. = 0,007 sehingga nilai

signifikan regresinya lebih kecil dari α = 5% = 0,05 maka H0 ditolak sehingga

model persamaan regresi diatas diterima dengan kata lain persamaan regresinya

linier atau ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen dengan

variabel dependen.

Adapun besarnya pengaruh partisipasi anggota dalam modal terhadap

perolehan SHU anggota dapat dilihat dari besarnya nilai R dengan output sebagai

berikut:
Tabel 4.17
Koefisien Determinasi R
Model Summary

Adjusted R Std. Error of the


Model R R Square Square Estimate
a
1 .312 .118 .103 3.09883
a. Predictors: (Constant), Partisipasi Anggota dalam Modal
Nilai R sebesar 0,118, artinya pengaruh partisipasi anggota dalam modal

terhadap SHU anggota sebesar 10,3%, dengan asumsi variabel lain tetap. Adapun

pengaruhnya adalah positif dan signifikan hal ini dibuktikan dengan besarnya nilai

0,007 < 0,05 atau dengan uji t, t hitung = 2,803 yang berarti tidak tolak Ho,

artinya partisipasi anggota dalam sifatnya berpengaruh terhadap perolehan SHU

anggota signifikan.

4.3.4 Pengaruh Partisipasi Anggota dalam Organisasi Terhadap Perolehan


SHU Anggota
Pengujian hipotesis yang menyatakan ada pengaruh partisipasi anggota

dalam organisasi terhadap perolehan SHU anggota pada koperasi LKI Buana

Kartika di Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak dapat dilihat dari uji

parsial t sebagai berikut:


Tabel 4.18
Hasil Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t)
a
Coefficients

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients

Std.
Model B Error Beta T Sig.

1 (Constant) 20.666 3.480 7.776 .000

Partisipasi
Angota dalam .577 .185 .290 2.057 .044
Organisasi
a. Dependent Variable: Perolehan SHU
Anggota
Data diolah pada lampiran.

Dari tabel 4.18 unstandardized coefficients B diperoleh persamaan regresi

yaitu:

Nilai a = 20,666 dan b = 0,577, jadi persamaan regresinya adalah Ῡ = 20,666 +

0,577X1. Uji parsial (uji t) dapat dilihat pada nilai sig. t pada output coefficients,

adapun hipotesis sebagai berikut.

H0 : β = 0 (variabel independen (X) secara parsial (sendiri-sendiri) tidak

mempengaruhi variabel dependen (Y) secara signifikan).

H1 : β ≠ 0 (variabel independen (X) secara parsial (individu) mempengaruhi

variabel dependen (Y) secara signifikan).


Dari hasil otput didapatkan nilai sig. thitung = 0,000 < α = 0,05, maka tolak H0

dan terima H1 yang artinya variabel independen (X) secara parsial (Individu)

mempengaruhi variabel dependen (Y) secara signifikan.

Tabel 4.19
Hasil Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji F)
b
ANOVA

Sum of Mean
Model Squares df Square F Sig.
a
1 Regression 52.875 1 52.875 5.426 .023

Residual 574.929 59 9.745

Total 627.803 60
a. Predictors: (Constant), Partisipasi Angota dalam Organisasi
b. Dependent Variable: Perolehan SHU Anggota

Diperoleh nilai F = 4,231 dengan nilai sig. = 0,004 sehingga nilai signifikan

regresinya lebih kecil dari α = 5% = 0,05 maka H0 ditolak sehingga model

persamaan regresi diatas diterima dengan kata lain persamaan regresinya linier

atau ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen dengan variabel

dependen.

Adapun besarnya pengaruh partisipasi anggota dalam organisasi terhadap

perolehan SHU anggota dapat dilihat dari besarnya nilai R dengan output sebagai

berikut:
Tabel 4.20
Koefisien Determinasi R
Model Summary

Adjusted R Std. Error of the


Model R R Square Square Estimate
a
1 .290 .067 .051 3.12163
a. Predictors: (Constant), Partisipasi Angota dalam Organisasi
Nilai R sebesar 0,067, artinya pengaruh partisipasi anggota dalam organisasi

terhadap SHU anggota sebesar 05,1%, dengan asumsi variabel lain tetap. Adapaun

pengaruhnya adalah positif dan signifikan hal ini dibuktikan dengan besarnya nilai

0,044 < 0,05 atau dengan uji t, t hitung = 2,057 yang berarti tidak tolah Ho,

artinya partisipasi anggota dalam organisasi berpengaruh terhadap perolehan SHU

anggota signifikan.

4.3.5 Pengaruh Partisipasi Anggota dalam Pemanfaatan Usaha Terhadap


Perolehan SHU Anggota
Pengujian hipotesis yang menyatakan ada pengaruh partisipasi anggota

dalam pemanfaatan usaha terhadap perolehan SHU anggota pada koperasi LKI

Buana Kartika di Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak dapat dilihat dari

uji parsial t sebagai berikut:


Tabel 4.21
Hasil Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t)
a
Coefficients

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients

Std.
Model B Error Beta T Sig.

1 (Constant) 22.625 2.710 5.604 .000

Partisipasi
Anggota dalam
.308 .118 .303 1.833 .001
Pemanfaatan
Usaha
a. Dependent Variable: Perolehan SHU
Anggota
Data diolah pada lampiran.

Dari tabel 4.21 unstandardized coefficients B diperoleh persamaan regresi

yaitu:

Nilai a = 22,625 dan b = 0,380, jadi persamaan regresinya adalah Ῡ = 22,625 +

0,380X1. Uji parsial (uji t) dapat dilihat pada nilai sig. t pada output coefficients,

adapun hipotesis sebagai berikut.

H0 : β = 0 (variabel independen (X) secara parsial (sendiri-sendiri) tidak

mempengaruhi variabel dependen (Y) secara signifikan).

H1 : β ≠ 0 (variabel independen (X) secara parsial (individu) mempengaruhi

variabel dependen (Y) secara signifikan).


Dari hasil output didapatkan nilai sig. thitung = 0,000 < α = 0,05, maka tolak H0

dan terima H1 yang artinya variabel independen (X) secara parsial (Individu)

mempengaruhi variabel dependen (Y) secara signifikan.

Tabel 4.22
Hasil Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji F)
b
ANOVA

Sum of Mean
Model Squares df Square F Sig.
a
1 Regression 57.626 1 57.626 3.360 .001

Residual 570.177 59 9.664

Total 627.803 60
a. Predictors: (Constant), Partisipasi Anggota dalam
PemanfaatanUsaha
b. Dependent Variable: Perolehan SHU Anggota
Diperoleh nilai F = 3,360 dengan nilai sig. = 0,001 sehingga nilai signifikan

regresinya lebih kecil dari α = 5% = 0,05 maka H0 ditolak sehingga model

persamaan regresi diatas diterima dengan kata lain persamaan regresinya linier

atau ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen dengan variabel

dependen.

Adapun besarnya pengaruh partisipasi anggota dalam pemanfaatan usaha

terhadap perolehan SHU anggota dapat dilihat dari besarnya nilai R dengan output

sebagai berikut:
Tabel 4.23
Koefisien Determinasi R
Model Summary

Adjusted R Std. Error of the


Model R R Square Square Estimate
a
1 .303 .054 .038 3.10870
a. Predictors: (Constant), Partisipasi Anggota dalam Pemanfaatan Usaha

Nilai R sebesar 0,054, artinya pengaruh partisipasi anggota dalam

pemanfaatan usaha terhadap SHU anggota sebesar 03,8%, dengan asumsi variabel

lain tetap. Adapaun pengaruhnya adalah positif dan signifikan hal ini dibuktikan

dengan besarnya nilai 0,001 < 0,05 atau dengan uji t, t hitung = 1,833 yang berarti

tidak tolah Ho, artinya partisipasi anggota dalam pelaksanaannya berpengaruh

terhadap perolehan SHU anggota signifikan.

4.4 Pembahasan

4.4.1 Pengaruh Partisipasi Anggota Terhadap Perolehan SHU Anggota

Partisipasi anggota sangat berkaitan dengan keberhasilan koperasi karena

melalui partisipasi anggota maka segala aspek koperasi yang berhubungan

dengan pelaksanaan kegiatan untuk tercapainya tujuan koperasi

dapaterealisasikan. Keberhasilan koperasi dapat dilihat dari peolehan SHU

dari tiap anggotanya.

Partisipasi anggota pada LKI Buana Kartika dapat dikatakan belum merata

disemua bidang usaha yang telah ada, dapat terlihat dari anggota yang kurang
memanfaatkan jasa di koperasi tiap mengalami penurunan. Hal ini di koperasi

ini dapat menambah kualitas di koperasi.

Partisipasi anggota adalah kesediaan anggota untuk melaksanakan hak dan

kewajiban keanggotaannya secara bertanggung jawab. Apabila anggota

berpartisipasi aktif maka akan tercapai keberhasilan koperasi.

Hal diatas sesuai pendapat Sitio dan Tamba (2001:30) yang menyatakan

“keberhasilan koperasi sangat erat hubungannya dengan partisipasi anngota

aktif setiap anggotanya”. Maka setiap anggota koperasi bertanggung jawab

atas maju atau mundurnya koperasi mereka karena anggota koperasi

berkewajiban membantu memajukan usaha koperasi mereka karena anggota

koperasi berkewajiban peran aktif anggota-anggotanya koperasi tidak

mungkin maju dan berkembang dengan baik.

Partisipasi memegang peranan yang menentukan dalam perkembangan

koperasi seperti mengembangkan perolehan SHU, tanpa partisipasi anggota

koperasi tidak dapat bekerja secara efisien dan efektif. Dalam koperasi,

keuntungan yang diproleh disebut sebagai sisa hasil usaha. SHU adalah selisis

antara pendapatan yang diperolah dari pelayanan anggota dan masyarakat.

Setiap anggota yang memberikan partisipasi aktif dalam usaha koperasi akan

mendapat bagian sisa hasil usaha yang lebih besar dari pada non anggota yang

pasif. Anggota yang menggunakan jasa operasi akan membayar niai jasa

tersebut terhadap koperasi, dan nilai jasa yang diperoleh dari anggota tersebut

akan diperhitungkan pada saat pembagian sisa hasil usaha. Transaksi antara

anggota dan koperasi inilah yang dimaksud jasa usaha koperasi.


Dari hasil output didapatkan nilai 2.543 sig. thitung = 0.000 < α = 0,05, maka

tolak H0 dan terima H1 yang artinya variabel independen (X) secara parsial

(Individu) mempengaruhi variabel dependen (Y) secara signifikan. Hasil analisis

ada pengaruh yang signifikan antara partisipasi anggota terhadap perolehan SHU

anggota LKI Buana Kartika Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.

Berdasarkan analisis deskriptif persentase secara umum menurut

responden menyatakan partisipasi anggota jumlah persentase 79,91%

termasuk dalam kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi anggota

di Koperasi LKI Buana Kartika baik. analisis deskriptif persentase secara

umum menurut responden menyatakan perolehan SHU anggota jumlah

persentase 63.59% termasuk dalam kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa

perolehan SHU anggota di Koperasi LKI Buana Kartika baik.

Diperoleh nilai F = 9,015 dengan nilai sig. = 0,000 sehingga nilai

signifikan regresinya lebih kecil dari α = 5% = 0,05 maka H0 ditolak sehingga

model persamaan regresi diatas diterima dengan kata lain persamaan

regresinya linier atau ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen

dengan variabel dependen.

Besarnya pengaruh partisipasi anggota terhadap perolehan SHU anggota

dapat diketahui dari koefisien determinasi secara parsial R. Sedangkan hasil

uji koefisien determinasi parsial R variabel partisipasi anggota sebesar70,9%,

sehingga kontribusi variabel partisipasi anggota terhadap SHU anggota secara

parsial. Semakin aktif dalam partisipasi semakin tinggi mendapat perolehan

SHU anggota.
SHU yang diterima oleh setiap anggota pada dasarnya merupakan intensif

dari modal yang diinvestasikan dan transaksi yang dilakukan anggota dengan

koperasi. SHU yang akan diterima oleh setiap anggota berbeda-beda,

tergantung dengan partisipasi anggota tersebut terhadap koperasi. Semakin

besar partisipasi anggota, maka akan semakin besar pula SHU yang akan

diterima anggota tersebut. Untuk memperoleh SHU yang tinggi maka

diperlukan partisipasi aktif setiap anggota.

Partisipasi aktif tiap anggota sangat berpengaruh terhadap perolehan SHU

anggota itu sendiri, apabila anggota koperasi sudah menunaikan kewajiban

dan melaksanakan haknya secara bertanggung jawab maka dapat dikatakan

partisipasi anggota tersebut baik atau aktif, tapi apabila hanya sedikit anggota

yang menjalankan kewajiban dan haknya terhadap koperasi maka dapat

dikatakan partisipasi anggota tersebut buruk atau kurang aktif.

Hal ini senada dengan sependapat Sitio dan Tamba (2001:79) “semakin

tinggi partisipasi anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang

diterima oleh anggota”. Partisipasi anggota sangat penting bagi perkembangan

koperasi, tanpa partisipasi anggota maka kemungkinan atas rendah atau

menurunnya efisiensi dan efektifitas anggota dalam mencapai kinerja koperasi

yang baik akan lebih besar. Partisipasi anggota yang baik dapat membuat

koperasi mencapai tujuan yang diinginkan. Koperasi yang telah berjalan engan

baik dimana mampu menumpuk modal dan mampu menutupi kegiatan maka

koperasi telah mampu menghasilkan laba yang disebut dengan SHU. Sehingga

untuk meningkatkan partisipasi anggota, koperasi perlu adanya ide-ide baru


yang dapat menarik anggota sehingga anggota berpartisipasi aktif dalam

koperasi, misalnya unit usaha yang telah ditetapkan, maka koperasi perlu

menerapkan aturan untuk membayar sebelum tanggal telah ditentukan dan

apabila anggota terlambat membayar maka anggota akan mendapat denda.

Perolehan SHU anggota LKI Buana Kartika lima tahun terkhir

mengalami penurunan secara terus menerus, menjadi hal yang perlu

diperhatikan. Hal ini karena kurangnya partsipasi aktif dari tiap anggotanya.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baik secara parsial sebesar 70,9%.

Bahwa partisipasi anggota memberikan kontribusi yang posotif terhadap

perolehan SHU anggota LKI Buana Kartika Kecamatan Mranggen Kabupaten

Demak.

4.4.2 Pengaruh Partisipasi Anggota dalam Modal, Organisasi, Pemanfaatan


Usaha Terhadap Perolehan SHU Anggota

Hal ini sependapat dengan Widiyanti (2007:199) (a) Partisipasi

dalam Modal adalah Partisipasi dalam modal terdiri dari modal sendiri dan modal

pinjaman. Modal sendiri dapat berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib,

dana cadangan hibah, sedangkan modal pinjaman dapat berasal dari anggota. (b)

Partisipasi dalam Organisasi adalah Partisipasi dalam oraganisasi ditandai oleh

hubungan identitas yang dapat diwujudkan jika pelayanan yang diberikan oleh

koperasi sesuia dengan kepentingan dan kebutuhan anggotanya. (c) Partisipasi

dalam Pemanfaatan Usaha adalah Partisipasi dalam pemanfaatan usaha berkaitan

dengan fungsi ganda anggota sebagai pemilik sekaligus sebagai pelanggan dari

koperasinya. Partisipasi memegang peranan yang menentukan dalam


perkembangan koperasi seperti mengembangkan perolehan SHU, tanpa partisipasi

anggota koperasi tidak dapat bekerja secara efisien dan efektif. Dalam koperasi,

keuntungan yang diproleh disebut sebagai sisa hasil usaha. SHU adalah selisis

antara pendapatan yang diperolah dari pelayanan anggota dan masyarakat. Setiap

anggota yang memberikan partisipasi aktif dalam usaha koperasi akan mendapat

bagian sisa hasil usaha yang lebih besar dari pada non anggota yang pasif.

Anggota yang menggunakan jasa operasi akan membayar niai jasa tersebut

terhadap koperasi, dan nilai jasa yang diperoleh dari anggota tersebut akan

diperhitungkan pada saat pembagian sisa hasil usaha. Transaksi antara anggota

dan koperasi inilah yang dimaksud jasa usaha koperasi.

Hal ini senada dengan sependapat Sitio dan Tamba (2001:79) “semakin

tinggi partisipasi anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang diterima

oleh anggota”. Partisipasi anggota sangat penting bagi perkembangan koperasi,

tanpa partisipasi anggota maka kemungkinan atas rendah atau menurunnya

efisiensi dan efektifitas anggota dalam mencapai kinerja koperasi yang baik akan

lebih besar. Partisipasi anggota yang baik dapat membuat koperasi mencapai

tujuan yang diinginkan. Koperasi yang telah berjalan engan baik dimana mampu

menumpuk modal dan mampu menutupi kegiatan maka koperasi telah mampu

menghasilkan laba yang disebut dengan SHU. Sehingga untuk meningkatkan

partisipasi anggota, koperasi perlu adanya ide-ide baru yang dapat menarik

anggota sehingga anggota berpartisipasi aktif dalam koperasi, misalnya unit usaha

yang telah ditetapkan, maka koperasi perlu menerapkan aturan untuk membayar

sebelum tanggal telah ditentukan dan apabila anggota terlambat membayar maka
anggota akan mendapat denda. Maka dengan adanya partisipasi aktif dari anggota,

maka anggota juga mendapat keuntungan dari hal tersebut yaitu memperoleh SHU

yang besar.

Adapun pengaruhnya adalah positif dan signifikan hal ini dibuktikan

dengan partisipasi anggota dalam modal besarnya nilai 0,041 < 0,05 atau dengan

uji t, t hitung = 1,494 yang berarti tidak tolak Ho, artinya partisipasi anggota

dalam modal berpengaruh terhadap perolehan SHU anggota signifikan.

Dibuktikan dengan partisipasi anggota dalam organisasi besarnya nilai 0,000 <

0,05 atau dengan uji t, t hitung = 0,303 yang berarti tidak tolak Ho, artinya

partisipasi anggota dalam organisasi berpengaruh terhadap perolehan SHU

anggota signifikan. Dibuktikan dengan partisipasi anggota dalam pemanfaatan

usaha besarnya nilai 0,003 < 0,05 atau dengan uji t, t hitung = 0.202 yang berarti

tidak tolak Ho, artinya partisipasi anggota dalam pemanfaatan usaha berpengaruh

terhadap perolehan SHU anggota signifikan.

Diperoleh nilai F = 2,009 dengan nilai sig. = 0,000 sehingga nilai

signifikan regresinya lebih kecil dari α = 5% = 0,05 maka H0 ditolak sehingga

model persamaan regresi diatas diterima dengan kata lain persamaan regresinya

linier atau ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen dengan

variabel dependen.

Berdasarkan analisis deskriptif persentase secara umum menurut

responden menyatakan partisipasi anggota jumlah persentase 79.71%

termasuk dalam kategori baik. Deskripsi persentase secara umum menurut

responden partisipasi anggota dalam modal sebesar 78.03% termasuk dalam


kategori baik. Deskripsi persentase secara umum menurut responden

partisipasi anggota dalam organisasi sebesar 78.00% termasuk dalam kategori

baik. Deskripsi persentase secara umum menurut responden partisipasi

anggota dalam pemanfaatan usaha sebesar 80.73% termasuk dalam kategori

baik. Deskripsi persentase secara umum menurut responden perolehan SHU

anggota sebesar 63.59% termasuk dalam kategori baik Hal ini menunjukkan

bahwa partisipasi anggota di Koperasi LKI Buana Kartika baik. Semakin aktif

partisipasi dalam sifatnya, bentuknya, pelaksanaannya, Kepentingannya

semakin tinggi perolehan SHU anggota.

Diperoleh nilai F = 2.009 dengan nilai sig. = 0,000 sehingga nilai

signifikan regresinya lebih kecil dari α = 5% = 0,05 maka H0 ditolak sehingga

model persamaan regresi diatas diterima dengan kata lain persamaan regresinya

linier atau ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen dengan

variabel dependen.

Besarnya pengaruh partisipasi anggota terhadap perolehan SHU anggota

dapat diketahui dari koefisien determinasi secara parsial R. Sedangkan hasil uji

koefisien determinasi parsial R variabel partisipasi anggota sebesar 12,5%,

sehingga kontribusi variabel partisipasi anggota terhadap SHU anggota secara

parsial.

4.4.3 Pengaruh Partisipasi Anggota dalam Modal Terhadap Perolehan SHU


Anggota

Pada dasarnya terdapat hubungan yang erat partisipasi anggota dalam

modal terhadap perolehan SHU anggota. Partisipasi dalam organisasi ditandai


oleh hubungan identitas yang dapat diwujudkan jika pelayanan yang diberikan

oleh koperasi sesui dengan kepentingan dan kebutuhan anggotanya. Menurut

Widiyati (2007:199) Partisipasi dalam Modal adalah Partisipasi dalam modal

terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman. Modal sendiri dapat berasal

dari simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan hibah, sedangkan modal

pinjaman dapat berasal dari anggota. Bahwa partisipasi anggota koperasi

sangat penting untuk meningkatkan SHU anggota dalam kegiatan koperasi.

Partisipasi aktif anggota sangat dibutuhkan oleh koperasi karena tanpa

partisipasi aktif anggotanya koperasi tidak dapat menjalankan usahanya bahkan

tidak dapat mencapai tujuannya untuk mensejahterakan anggota pada khususnya

serta masyarakat pada umumnya. Menurut Sitio dan Tamba (2001;30)

“keberhasilan koperasi erat hubungannya dengan partisipasi aktif anggotanya”.

Dengan adanya partisipasi anggota maka koperasi akan maju dan berkembang

sehingga dapat dikatakan berhasil”. Maka dengan adanya partisipasi aktif dari

anggota, maka anggota juga mendapat keuntungan dari hal tersebut yaitu

memperoleh SHU yang besar.

Adapun pengaruhnya adalah positif dan signifikan hal ini dibuktikan

dengan besarnya nilai 0,007 < 0,05 atau dengan uji t, t hitung = 2,803 yang berarti

tidak tolak Ho, artinya partisipasi anggota dalam modal berpengaruh terhadap

perolehan SHU anggota signifikan.

Diperoleh nilai F = 7.856 dengan nilai sig. = 0,007 sehingga nilai

signifikan regresinya lebih kecil dari α = 5% = 0,05 maka H0 ditolak sehingga

model persamaan regresi diatas diterima dengan kata lain persamaan regresinya
linier atau ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen dengan

variabel dependen.

Berdasarkan analisis deskriptif persentase secara umum menurut

responden menyatakan partisipasi anggota jumlah persentase 78.03% termasuk

dalam kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi anggota di Koperasi

LKI Buana Kartika baik. Semakin aktif partisipasi dalam modal semakin tinggi

perolehan SHU anggota.

Besarnya pengaruh partisipasi anggota terhadap perolehan SHU anggota

dapat diketahui dari koefisien determinasi secara parsial R. Sedangkan hasil uji

koefisien determinasi parsial R variabel partisipasi anggota sebesar 11,8%,

sehingga kontribusi variabel partisipasi anggota terhadap SHU anggota secara

parsial.

4.4.4 Pengaruh Partisipasi Anggota dalam Organisasi Terhadap Perolehan


SHU Anggota

Pada dasarnya terdapat hubungan yang erat partisipasi anggota dalam

oragisasi terhadap perolehan SHU anggota. Anggota koperasi merupakan

modal utama dari sebuah koperasi, maju mundurnya sebuah koperasi akan

ditentukan oleh peran aktif anggota. Bentuk partisipasi anggota dalam

bentuknya dilakukan memlalui berbagai simpanan pokok yang ada dalam

koperasi. Menurut Widiyanti (2007:199) Partisipasi dalam Organisasi adalah

Partisipasi dalam oraganisasi ditandai oleh hubungan identitas yang dapat

diwujudkan jika pelayanan yang diberikan oleh koperasi sesuia dengan

kepentingan dan kebutuhan anggotanya. Bahwa partisipasi anggota koperasi

sangat penting untuk meningkatkan SHU anggota dalam kegiatan koperasi.


Seperti dijelaskan sebelumnya besarya SHU yang diterima oleh setiap

anggota akan berbeda, tergantung besarnya partisipasi dalam bentuknya dari

transaksi pembayran simpanan pokok, simpanan wajib. Juga dijelaskan bahwa

ada hubungan antara transaksi usaha anggota dan koperasinya dalam

perolehan SHU anggot. Artinya, semakin besar transaksi anggota dengan

koperasinya, maka semakin besar SHU yang diterima. Menurut sitio (2001:87)

hubungan partisipasi anggota terhadap perolehan SHU yaitu dengan keaftifan

partisipasi para anggota dalam berkoperasi maka kegiatan koperasi dapat

berjalan dengan lancar. Semakin banyak transakasi-transaksi pada koperasi

oleh anggota maupun bukan anggota akan semakin meningkat pula

pendapatan koperasi, sehingga perolehan SHU akan semakin meningkat tiap

anggota yang aktif. Bahwa partisipasi anggota koperasi sangat penting untuk

meningkatkan SHU anggota dalam kegiatan koperasi.

Adapun pengaruhnya adalah positif dan signifikan hal ini dibuktikan dengan

besarnya nilai 0,044 < 0,05 atau dengan uji t, t hitung = 2,057 yang berarti tidak

tolak Ho, artinya partisipasi anggota dalam organisasi berpengaruh terhadap

perolehan SHU anggota signifikan.

Berdasarkan analisis deskriptif persentase secara umum menurut

responden menyatakan partisipasi anggota jumlah persentase 78,03%

termasuk dalam kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi anggota

di Koperasi LKI Buana Kartika baik. Semakin aktif partisipasi dalam

organisasi semakin tinggi perolehan SHU anggota.


Diperoleh nilai F = 4.231 dengan nilai sig. = 0,004 sehingga nilai

signifikan regresinya lebih kecil dari α = 5% = 0,05 maka H0 ditolak sehingga

model persamaan regresi diatas diterima dengan kata lain persamaan regresinya

linier atau ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen dengan

variabel dependen.

Besarnya pengaruh partisipasi anggota terhadap perolehan SHU anggota

dapat diketahui dari koefisien determinasi secara parsial R. Sedangkan hasil uji

koefisien determinasi parsial R variabel partisipasi anggota sebesar 06,7%,

sehingga kontribusi variabel partisipasi anggota terhadap SHU anggota secara

parsial.

4.4.5 Pengaruh Partisipasi Anggota dalam Pemanfaatan Usaha Terhadap


Perolehan SHU Anggota

Pada dasarnya terdapat hubungan yang erat partisipasi anggota dalam

pemanfaatan usaha terhadap perolehan SHU anggota. Menurut Widiyanti

(2007:199) Partisipasi dalam Pemanfaatan Usaha adalah Partisipasi dalam

pemanfaatan usaha berkaitan dengan fungsi ganda anggota sebagai pemilik

sekaligus sebagai pelanggan dari koperasinya. Partisipasi memegang peranan

yang menentukan dalam perkembangan koperasi seperti mengembangkan

perolehan SHU, tanpa partisipasi anggota koperasi tidak dapat bekerja secara

efisien dan efektif. Apabila anggota aktif dalam organisasinya maka anggota

semakin tinggi perolehan SHU. Hal ini partisipasi anggota sangat berpengaruh

perolehan SHU anggota.

Seperti dijelaskan sebelumnya besarya SHU yang diterima oleh setiap

anggota akan berbeda, tergantung besarnya partisipasi dalam pemanfaatan


usaha dari transaksi pembayaran simpanan pokok, simpanan wajib. Juga

dijelaskan bahwa ada hubungan antara transaksi usaha anggota dan

koperasinya dalam perolehan SHU anggota. Artinya, semakin besar transaksi

anggota dengan koperasinya, maka semakin besar SHU yang diterima.

Menurut sitio (2001:87) hubungan partisipasi anggota terhadap perolehan

SHU yaitu dengan keaftifan partisipasi para anggota dalam berkoperasi maka

kegiatan koperasi dapat berjalan dengan lancar. Semakin banyak transakasi-

transaksi pada koperasi oleh anggota maupun bukan anggota akan semakin

meningkat pula pendapatan koperasi, sehingga perolehan SHU akan semakin

meningkat tiap anggota yang aktif. Bahwa partisipasi anggota koperasi sangat

penting untuk meningkatkan SHU anggota dalam kegiatan koperasi.

Adapun pengaruhnya adalah positif dan signifikan hal ini dibuktikan dengan

besarnya nilai 0,001 < 0,05 atau dengan uji t, t hitung = 1,833 yang berarti tidak

tolak Ho, artinya partisipasi anggota dalam pemanfaatan usaha berpengaruh

terhadap perolehan SHU anggota signifikan.

Berdasarkan analisis deskriptif persentase secara umum menurut

responden menyatakan partisipasi anggota jumlah persentase 80,73%

termasuk dalam kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi

anggota di Koperasi LKI Buana Kartika baik. Semakin aktif partisipasi dalam

pemanfaatan usaha semakin tinggi perolehan SHU anggota.

Diperoleh nilai F = 3.360 dengan nilai sig. = 0,001 sehingga nilai

signifikan regresinya lebih kecil dari α = 5% = 0,05 maka H0 ditolak sehingga

model persamaan regresi diatas diterima dengan kata lain persamaan regresinya
linier atau ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen dengan

variabel dependen.

Besarnya pengaruh partisipasi anggota terhadap perolehan SHU anggota

dapat diketahui dari koefisien determinasi secara parsial R. Sedangkan hasil

uji koefisien determinasi parsial R variabel partisipasi anggota sebesar 05,4%,

sehingga kontribusi variabel partisipasi anggota terhadap SHU anggota secara

parsial.
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dengan judul Pengaruh Partisipasi Anggota

Terhadap Perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) Anggota koperasi Lembaga

Keuangan Islam (LKI) Buana Kartika Kecamatan Mranggen Kabupaten

Demak, maka dapat ditarik kesimpuan sebagai berikut:

1. Ada pengaruh signifikan antara partisipasi anggota terhadap

perolehan SHU anggota LKI Buana Kartika Kecamatan Mranggen

Kabupaten Demak.

2. Ada pengaruh signifikan antara partisipasi anggota dalam modal,

organisasi, pemanfaatan usaha terhadap perolehan SHU anggota LKI

Buana Kartika Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.

3. Ada pengaruh signifikan antara partisipasi anggota dalam modal

terhadap perolehan SHU anggota LKI Buana Kartika Kecamatan

Mranggen Kabupaten Demak.

4. Ada pengaruh signifikan antara partisipasi anggota dalam organisasi

terhadap perolehan SHU anggota LKI Buana Kartika Kecamatan

Mranggen Kabupaten Demak.

5. Ada pengaruh signifikan antara partisipasi anggota dalam

pemanfaatan usaha terhadap perolehan SHU anggota LKI Buana

Kartika Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.

100
101

5.2 Saran

1. Partisipasi anggota dalam modal seperti membayar simpanan anggota

perlu ditingkatkan lagi yaitu melalui organisasi dari kegiatan yang telah

diselenggarakan oleh koperasi LKI Buana Kartika. Kemudian partisipasi

dalam pemanfaatan usaha layanan yaitu dengan menyediakan barang

yang sesui dengan kebutuhan sehari-hari atau barang yang belum tersedia

atau memberikan potongan harga khusus bagi anggota koperasi LKI

Buana Kartika, sehingga anggota akan termotivasi untuk berpartisipasi

secara aktif dalam memanfaatkan unit usaha koperasi LKI Buana Kartika

dan mengikuti kegiatan yang baik.

2. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini

dengan cara mengkaji atau menambah variabel lain yang dimungkinkan

mempunyai pengaruh terhadap peroleha SHU anngota variabel partisipasi

anggota.
102

DAFTAR PUSTAKA

Anoraga dan Widiyanti. 2003. Dinamika Koperasi. Jakarta: Rineka Cipta dan Bina
Aksara.

.................... 2007. Dinamika Koperasi. Jakarta: Rineka Cipta dan Bina Aksara.

Atmaja, Setia. 2009. Statistika untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: Rineka Cipta

Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.


Semarang Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hendar dan Kusnadi. 2005. Ekonomi Koperasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Kartasapoetra. 2001. Koperasi Indonesia yang Berdasarkan Pancasila dan UUD


1945. Jakarta: Rhineka Cipta.

Kartasapoetra. 2000. Praktek Pengelolaan Koperasi. Jakarta: Rineka Cipta.

MD, Sagimun. 1989. Koperasi Soko Guru Ekonomi Nasional Indonesia. Jakarta:
Haji Masagung.

Ropke, Jochen. 2003. Ekonomi Koperasi. Jakarta: Salemba Empat.

Sitio, Arifin dan Halamoan Tamba. 2001. Koperasi Teori dan Praktek. Jakarta:
Erlangga.

Sudarsono dan Edilius. 2010. Manajemen Koperasi Indonesia. Jakarta: PT Rineka


Cipta.

Suharsismi, Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.


Jakarta: Rineka Cipta.

..................... 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka


Cipta.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung:
Alfabeta.

Sukestiyarno, 2012. Olah Data Penelitian Berbantuan SPSS. Semarang:


Universitas Negeri Semarang.
Lampiran 1

KISI-KISI INSTRUMEN

UJI COBA PENELITIAN

NO Variabel Sub Variabel Nomor Jumlah


Soal Soal
1. Partisipasi a. Partisipasi Anggota 1,2,3,4,5,6,7 7
Anggota (X) dalam Modal
b. Partisipasi Anggota 8,9,10,11,12 6
dalam Organisasi ,13
c. Partisipasi Anggota 14,15,16,17, 7
dalam Pemanfaatan Usaha 18,19,20
2. Perolehan Sisa 21,22,23,24, 7
Hasil Usaha 25,26,27
(SHU) Anggota
(Y)
Nama :
Jenis Kelamin : Laki-laki/Perempuan
Alamat :

Instrumen Uji Coba Penelitian


Pilihlah salah satu jawaban yang sesuai dengan kondisi sebenarnya,
caranya dengan memberi tanda silang.
A. Partisipasi Anggota
Partisipasi Anggota dalam Modal
1. Berapa kalikah dalam satu tahun Bapak/ Ibu/ Saudara membayar simpanan
pokok?
a. 10-12 kali c. 4-6 kali
b. 7-9 kali d. 1-3 kali
2. Berapa jumlah seluruh simpanan Bapak/ Ibu/ Saudara dalam LKI Buana
Kartika?
a. Rp. 1.300.0000 - 1.600.000 c. Rp. 500.000 - 800.000

b. Rp. 900.000 - 1.200.000 d. Rp. 100.000 - 400.000

3. Apakah bapak/ ibu/ saudara membayar simpana wajib secara rutin?


a. 1-2 kali c. 5-6 kali

b. 3-4 kali d. 7-8 kali

4. Menurut jumlah simpanan wajib Bapak/ Ibu/ Saudara selama tahun 2014 di
LKI Buana Kartika?
a. Rp 650.000 – Rp.800.000 c. Rp. 250.000 - Rp. 400.000

b. Rp. 450.000 - Rp 600.000 d. Rp. 50.000 - Rp. 200.000

5. Berapa kalikah bapak/ ibu/ saudara dalam membayar simpanan sukarela di


LKI Buana Kartika?
a. 12 kali c. 6 kali

b. 10 kali d. 3 kali
6. Berapa jumlah modal yang bapak/ ibu/ saudara simpan di koperasi dalam
bentuk simpanan sukarela ?
a. > Rp. 1.000.000 c. Rp.200.000-Rp.500.000

b. Rp. 600.000-Rp.900.000 d. < Rp.100.000

7. Berapa kalikah bapak/ Ibu/ Saudara menabung dari LKI Buana Kartika
selama 1 tahun?
a. 9-12 unit usaha c. 4-6 unit usaha

b. 6-8 unit usaha d. 1-3 unit usaha

Partisipasi Anggota dalam Organisasi

8. Seberapa sering bapak/ibu menghadiri kegiatan koperasi yang di wajibkan


dalam 1 tahun terakhir?
a. 4 bulan sekali hadir
b. 3 bulan sekali hadir
c. 2 bulan sekali hadir
d. 1 bulan sekali hadir
9. Seberapa sering koperasi mengaharuskan bapak/ibu memberikan kritik dan
saran pada saat acara?
a. 5 - 4 memberikan kritik dan saran
b. 4 - 3 memberikan kritik dan saran
c. 3 - 2 memberikan kritik dan saran
d. 2 – 1 memberikan kritik dan saran
10. Berapa kali bapak/ibu menghadiri RAT di koperasi LKI Buana Kartika
seama menjadi anggota?
a. 5
b. 3 - 4
c. 1-2
d. Tidak pernah menghadiri
11. Jika bapak/ibu hadir dalam rapat anggota tahunan, apakah bapak/ibu datang
tepat waktu?
a. Tepat waktu
b. Terlambat 1 – 5 menit c.
Terlambat 6 – 10 menit d.
Terlambat dari 10 menit
12. Dalam setiap rapat anggota tahuan, berapa kali bapak/ibu menyampaikan
pendapat/gagasan demi kemajuan koperasi LKI Buana Kartika dalam 5
tahun terakhir?
a. Sangat aktif , lebih dari 3 kali
b. Aktif, 2 kali
c. Kurang aktif, 1 kali
d. Tidak aktif
13. Setiap RAT bapak/ibu mendapat buku laporan pertanggung jawaban dan
pengawas, berapa kali bapak/ibu mengkritisi laporan tersebut?
a. 5
b. 4 - 3
c. 2-1
d. Tidak pernah megkritisi laporan
Partisipasi Anggota dalam Pemanfaatan Usaha
14. Berapa unit usaha yang dimanfaatkan bapak/ibu yang diadakan dalam
koperasi LKI Buana Kartika dalam 1 bulan?
a. 5 – 6 kali
b. 3 – 4 kali
c. 2 – 3 kali
d. 1 – 2 kali
15. Berapa kali bapak/ibu dalam 1 tahun menyimpan di koperai LKI?
a. > 4 kali
b. 3 kali
c. 2 kali
d. 1 kali
16. Berapa rata-rata jumlah uang yang bapak/ibu simpan dalam bentuk
simpanan sukarela dalam LKI Buana Kartika dalam satu tahun?
a. Rp. 20.000.000 _ Rp. 10.000.000
b. Rp. 10.000.000 _ Rp. 1. 000.000
c. Rp. 1.000.000 _ Rp. 100.000
d. Rp. 100.000 _ Rp. 10.000
17. Dalam kurun waktu satu tahun berapa kali bapak/ibu mengambil simpanan
sukarela di LKI Buana Kartika?
a. 1-3 kali
b. 4-6 kali
c. 7-9 kali
d. 10-12 kali
18. Berapa jangka waktu bapak/ibu menyimpan simpanan wajib sesui dengan
waktu yang telah ditentukan?
a. 1 – 2 bulan
b. 3 – 4 bulan
c. 5 – 6 bulan
d. Lebih dari 6 bulan
19. Unit usaha simpan pinjam koperasi memberikan kredit kepada anggota,
sudah berapa kali Bapak/Ibu memanfaatkan jasa simpan pinjam dalam 1
tahun?
a. Lebih dari 5 kali
b. 3-5 kali
c. 1-2 kali
d. Tidak pernah
20. Berapa persentase kesesuaian pelayanan yang diberikan koperasi terhadap
kebutuhan anggota?
a. 75 - 100 % sesauia dengan kebutuhan
b. 50 – 74 % sesuai dengan kebutuhan
c. 25 – 49 % sesuai dengan kebutuhan
d. 0 – 24 % sesuai dengan kebutuhan
B. Perolehan SHU Anggota
21. Berapa persentase perbandingan antara SHU yang diperoleh dengan jasa
yang telah diberikan?
a. 75 -100 % sebanding dengan jumlah transaksi
b. 50 – 74 % sebanding dengan jumlah transaksi
c. 25 – 49 % sebanding dengan jumlah transaksi
d. 0 – 24 % sebanding dengan jumlah transaksi
22. Apakah dalam pemmbagian SHU sudah sesui dengan harapan yang
diinginka?
a. Lebih dari 60 %
b. 40%-59%
c. 20%-39%
d. Kurang dari 20%
23. Berapa jangka waktu keterlambatan dalam pembagian SHU kepada
anggota?
a. Tepat waktu
b. 1 – 2 hari
c. 3 – 3 hari
d. Lebih dari 5 hari
24. Berapa persen dalam pembagian SHU antara anggota dan pengurus
dibedakan?
a. 75 - 100 %
b. 50 – 74 %
c. 25 – 49 %
d. 0 – 24 %
25. Berapa SHU yang diperoleh Bapak/Ibu terima dari partisipasi yang
Bapak/Ibu lakukan pada tahun buku 2014?
a. Lebih dari Rp 300.000
b. Antara Rp 200.000-Rp 300.000
c. Antara Rp 100.000-Rp 200.000
d. Kurang dari Rp 100.000
26. Bagaimana SHU yang saudara peroleh dari LKI Buana Kartika selama 5
tahun terakhir?
a. Lebih dari Rp 500.000-400.000
b. Antara Rp 400.000-300.000
c. Antara Rp 300.000-200.000
d. Kurang dari Rp 200.000-100.000
27. Adakah peningkatan SHU yang anda peroleh dari tahun sebelumnya, Jika
ada berapa persen peningkatannya?
a. > 75 %
b. 50 – 74%
c. 25 – 49 %
d. 0 – 24 %

TRIMAKASIH
Lampiran 2

TABULASI HASIL UJI COBA

VARIABEL PARTISIPASI ANGGOTA

KODE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 jmlh
P1 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 75

P2 3 2 2 4 4 4 4 3 2 4 3 2 3 4 3 3 4 2 3 3 62

P3 3 2 2 4 1 1 4 3 2 4 3 2 3 4 3 3 4 2 3 3 56

P4 3 3 3 4 2 2 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 64

P5 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 66

P6 3 4 2 4 4 4 4 3 2 4 3 2 3 4 3 3 4 4 3 3 66

P7 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 79

P8 4 3 3 3 4 4 3 2 3 3 4 3 3 3 1 2 3 3 2 2 58

P9 3 2 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 60

P10 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 68

P11 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 78

P12 3 1 1 3 2 2 1 2 2 3 2 1 3 3 1 2 3 1 2 2 40

P13 2 4 4 3 3 3 2 4 4 3 2 4 3 3 3 4 3 2 4 4 64

P14 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 59

P15 3 2 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 1 4 3 3 4 4 63

P16 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 77

P17 3 2 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 64

P18 3 4 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 2 3 4 63

P19 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 76

P20 3 3 2 3 3 3 3 4 2 4 1 2 4 3 4 3 3 4 4 3 61
TABULASI HASIL UJI COBA

VARIABEL PEROLEHAN SISA HASIL USAHA (SHU) ANGGOTA

KODE 21 22 23 24 25 26 27 Jmlh
S1 4 4 4 4 4 4 4 28
S2 3 2 4 3 3 4 3 22
S3 3 2 4 3 3 4 4 23
S4 3 3 4 3 4 4 4 25
S5 3 4 4 3 3 4 4 25
S6 3 4 4 3 3 4 3 24
S7 4 4 4 4 3 4 4 27
S8 2 3 3 2 1 3 3 17
S9 3 3 3 3 2 3 4 21
S10 3 4 3 3 4 3 4 24
S11 4 4 4 4 4 4 3 27
S12 2 1 3 2 1 3 3 15
S13 4 2 3 4 3 3 3 22
S14 3 3 3 3 3 3 4 22
S15 4 3 3 4 1 3 4 22
S16 4 4 4 4 4 4 3 27
S17 3 3 3 4 3 3 4 23
S18 3 3 4 4 4 4 4 26
S19 4 4 4 4 3 4 3 26
S20 4 4 3 3 3 4 4 25
Lampiran 3

UJI VALIDITAS VARIABEL PARTISIPASI ANGGOTA

KODE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 jmlh
P1 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 75
P2 3 2 2 4 4 4 4 3 2 4 3 2 3 4 3 3 4 2 3 3 62
P3 3 2 2 4 1 1 4 3 2 4 3 2 3 4 3 3 4 2 3 3 56
P4 3 3 3 4 2 2 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 64
P5 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 66
P6 3 4 2 4 4 4 4 3 2 4 3 2 3 4 3 3 4 4 3 3 66
P7 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 79
P8 4 3 3 3 4 4 3 2 3 3 4 3 3 3 1 2 3 3 2 2 58
P9 3 2 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 60
P10 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 68
P11 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 78
P12 3 1 1 3 2 2 1 2 2 3 2 1 3 3 1 2 3 1 2 2 40
P13 2 4 4 3 3 3 2 4 4 3 2 4 3 3 3 4 3 2 4 4 64
P14 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 59
P15 3 2 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 1 4 3 3 4 4 63
P16 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 77
P17 3 2 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 64
P18 3 4 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 2 3 4 63
P19 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 76
P20 3 3 2 3 3 3 3 4 2 4 1 2 4 3 4 3 3 4 4 3 61
VALIDITAS 0,453 0,725 0,757 0,555 0,601 0,521 0,579 0,581 0,664 0,513 0,526 0,703 0,593 0,555 0,610 0,740 0,535 0,777 0,746 0,740
R TABEL
0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444
PEARSON
KRITERIA VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID
UJI VALIDITAS VARIABEL PEROLEHAN SISA HASIL USAHA (SHU)

ANGGOTA

KODE 21 22 23 24 25 26 27 Jmlh
S1 4 4 4 4 4 4 4 28
S2 3 2 4 3 3 4 3 22
S3 3 2 4 3 3 4 4 23
S4 3 3 4 3 4 4 4 25
S5 3 4 4 3 3 4 4 25
S6 3 4 4 3 3 4 3 24
S7 4 4 4 4 3 4 4 27
S8 2 3 3 2 1 3 3 17
S9 3 3 3 3 2 3 4 21
S10 3 4 3 3 4 3 4 24
S11 4 4 4 4 4 4 3 27
S12 2 1 3 2 1 3 3 15
S13 4 2 3 4 3 3 3 22
S14 3 3 3 3 3 3 4 22
S15 4 3 3 4 1 3 4 22
S16 4 4 4 4 4 4 3 27
S17 3 3 3 4 3 3 4 23
S18 3 3 4 4 4 4 4 26
S19 4 4 4 4 3 4 3 26
S20 4 4 3 3 3 4 4 25
0,74 0,6 0,71
VALIDITAS 5 0,745 55 0,741 0,823 1 0,267
R TABLE 0,44 0,4 0,44
0,444 0,444 0,444 0,444
PEARSON 4 44 4
VAL VALI VA VALI VALI VA TIDAK
KRITERIA ID D LID D D LID VALID
Lampiran 4

UJI RELIABILITAS

Uji Reliabilitas Variabel Partisipasi Anggota

Reliability Statistics
Cronbach' s Alpha N of
Items
.914

Uji Reliabilitas Variabel Partisipasi Anggota

Reliability Statistics
Cronbach' s Alpha N of
Items
.798
Lampiran 5

KISI-KISI INSTRUMEN

PENELITIAN

NO Variabel Sub Variabel Nomor Jumlah


Soal Soal
1. Partisipasi a. Partisipasi Anggota 1,2,3,4,5,6,7 7
Anggota (X) dalam Modal
b. Partisipasi Anggota 8,9,10,11,12 6
dalam Organisasi ,13
c. Partisipasi Anggota 14,15,16,17, 7
dalam Pemanfaatan 18,19,20
Usaha
2. Perolehan Sisa 21,22,23,24, 6
Hasil Usaha 25,26
(SHU) Anggota
(Y)
Nama :
Jenis Kelamin : Laki-laki/Perempuan
Alamat :
Instrumen Uji Coba Penelitian
Pilihlah salah satu jawaban yang sesuai dengan kondisi sebenarnya,
caranya dengan memberi tanda silang.
A. Partisipasi Anggota
Partisipasi Anggota dalam Modal
1. Berapa kalikah dalam satu tahun Bapak/ Ibu/ Saudara membayar simpanan
pokok?
a. 10-12 kali c. 4-6 kali
b. 7-9 kali d. 1-3 kali
2. Berapa jumlah seluruh simpanan Bapak/ Ibu/ Saudara dalam LKI Buana
Kartika?
a. Rp. 1.300.0000 - 1.600.000 c. Rp. 500.000 - 800.000

b. Rp. 900.000 - 1.200.000 d. Rp. 100.000 - 400.000

3. Apakah bapak/ ibu/ saudara membayar simpana wajib secara rutin?


a. 1-2 kali c. 5-6 kali

b. 3-4 kali d. 7-8 kali

4. Menurut jumlah simpanan wajib Bapak/ Ibu/ Saudara selama tahun 2014 di
LKI Buana Kartika?
a. Rp 650.000 – Rp.800.000 c. Rp. 250.000 - Rp. 400.000

b. Rp. 450.000 - Rp 600.000 d. Rp. 50.000 - Rp. 200.000

5. Berapa kalikah bapak/ ibu/ saudara dalam membayar simpanan sukarela di


LKI Buana Kartika?
a. 12 kali c. 6 kali
b. 10 kali d. 3 kali

6. Berapa jumlah modal yang bapak/ ibu/ saudara simpan di koperasi dalam
bentuk simpanan sukarela ?
a. > Rp. 1.000.000 c. Rp.200.000-Rp.500.000

b. Rp. 600.000-Rp.900.000 d. < Rp.100.000

7. Berapa kalikah bapak/ Ibu/ Saudara menabung dari LKI Buana Kartika
selama 1 tahun?
a. 9-12 unit usaha c. 4-6 unit usaha

b. 6-8 unit usaha d. 1-3 unit usaha

Partisipasi Anggota dalam Organisasi

8. Seberapa sering bapak/ibu menghadiri kegiatan koperasi yang di wajibkan


dalam 1 tahun terakhir?
a. 4 bulan sekali hadir
b. 3 bulan sekali hadir
c. 2 bulan sekali hadir
d. 1 bulan sekali hadir
9. Seberapa sering koperasi mengaharuskan bapak/ibu memberikan kritik dan
saran pada saat acara?
a. 5 - 4 memberikan kritik dan saran
b. 4 - 3 memberikan kritik dan saran
c. 3 - 2 memberikan kritik dan saran
d. 2 – 1 memberikan kritik dan saran
10. Berapa kali bapak/ibu menghadiri RAT di koperasi LKI Buana Kartika
seama menjadi anggota?
a. 5
b. 3 - 4
c. 1-2
d. Tidak pernah menghadiri
11. Jika bapak/ibu hadir dalam rapat anggota tahunan, apakah bapak/ibu datang
tepat waktu?
a. Tepat waktu
b. Terlambat 1 – 5 menit c.
Terlambat 6 – 10 menit d.
Terlambat dari 10 menit
12. Dalam setiap rapat anggota tahuan, berapa kali bapak/ibu menyampaikan
pendapat/gagasan demi kemajuan koperasi LKI Buana Kartika dalam 5
tahun terakhir?
a. Sangat aktif , lebih dari 3 kali
b. Aktif, 2 kali
c. Kurang aktif, 1 kali
d. Tidak aktif
13. Setiap RAT bapak/ibu mendapat buku laporan pertanggung jawaban dan
pengawas, berapa kali bapak/ibu mengkritisi laporan tersebut?
a. 5
b. 4 - 3
c. 2-1
d. Tidak pernah megkritisi laporan
Partisipasi Anggota dalam Pemanfaatan Usaha
14. Berapa unit usaha yang dimanfaatkan bapak/ibu yang diadakan dalam
koperasi LKI Buana Kartika dalam 1 bulan?
a. 5 – 6 kali
b. 3 – 4 kali
c. 2 – 3 kali
d. 1 – 2 kali
15. Berapa kali bapak/ibu dalam 1 tahun menyimpan di koperai LKI?
a. > 4 kali
b. 3 kali
c. 2 kali
d. 1 kali
16. Berapa rata-rata jumlah uang yang bapak/ibu simpan dalam bentuk
simpanan sukarela dalam LKI Buana Kartika dalam satu tahun?
a. Rp. 20.000.000 _ Rp. 10.000.000
b. Rp. 10.000.000 _ Rp. 1. 000.000
c. Rp. 1.000.000 _ Rp. 100.000
d. Rp. 100.000 _ Rp. 10.000
17. Dalam kurun waktu satu tahun berapa kali bapak/ibu mengambil simpanan
sukarela di LKI Buana Kartika?
a. 1-3 kali
b. 4-6 kali
c. 7-9 kali
d. 10-12 kali
18. Berapa jangka waktu bapak/ibu menyimpan simpanan wajib sesui dengan
waktu yang telah ditentukan?
a. 1 – 2 bulan
b. 3 – 4 bulan
c. 5 – 6 bulan
d. Lebih dari 6 bulan
19. Unit usaha simpan pinjam koperasi memberikan kredit kepada anggota,
sudah berapa kali Bapak/Ibu memanfaatkan jasa simpan pinjam dalam 1
tahun?
a. Lebih dari 5 kali
b. 3-5 kali
c. 1-2 kali
d. Tidak pernah
20. Berapa persentase kesesuaian pelayanan yang diberikan koperasi terhadap
kebutuhan anggota?
a. 75 - 100 % sesauia dengan kebutuhan
b. 50 – 74 % sesuai dengan kebutuhan
c. 25 – 49 % sesuai dengan kebutuhan
d. 0 – 24 % sesuai dengan kebutuhan
B. Perolehan SHU Anggota
21. Berapa persentase perbandingan antara SHU yang diperoleh dengan jasa
yang telah diberikan?
a. 75 -100 % sebanding dengan jumlah transaksi
b. 50 – 74 % sebanding dengan jumlah transaksi
c. 25 – 49 % sebanding dengan jumlah transaksi
d. 0 – 24 % sebanding dengan jumlah transaksi
22. Apakah dalam pemmbagian SHU sudah sesui dengan harapan yang
diinginka?
a. Lebih dari 60 %
b. 40%-59%
c. 20%-39%
d. Kurang dari 20%
23. Berapa jangka waktu keterlambatan dalam pembagian SHU kepada
anggota?
a. Tepat waktu
b. 1 – 2 hari
c. 3 – 3 hari
d. Lebih dari 5 hari
24. Berapa persen dalam pembagian SHU antara anggota dan pengurus
dibedakan?
a. 75 - 100 %
b. 50 – 74 %
c. 25 – 49 %
d. 0 – 24 %
25. Berapa SHU yang diperoleh Bapak/Ibu terima dari partisipasi yang
Bapak/Ibu lakukan pada tahun buku 2014?
a. Lebih dari Rp 300.000
b. Antara Rp 200.000-Rp 300.000
c. Antara Rp 100.000-Rp 200.000
d. Kurang dari Rp 100.000
26. Bagaimana SHU yang saudara peroleh dari LKI Buana Kartika selama 5
tahun terakhir?
a. Lebih dari Rp 500.000-400.000
b. Antara Rp 400.000-300.000
c. Antara Rp 300.000-200.000
d. Kurang dari Rp 200.000-100.000

TRIMAKASIH
Lampiran 6

DAFTAR NAMA RESPONDEN KOPERASI


LEMBAGA KEUANGAN ISLAM (LKI) BUANA
KARTIKA
KECAMATAN MRAMGGEN KABUPATEN DEMAK
JENIS
NO NAMA ALAMAT KELAMIN
1 Abu Hasan Menur L
2 Ghofur Menur L
3 Romchanidzon Menur L
4 Agus Menur L
5 Widodo Menur L
6 Sumarkiswati Menur P
7 M. Shochib Menur L
8 Sumiatun Menur P
9 Syarifullah Menur L
10 Asmu‟i Menur L
11 Ishak Menur L
12 Sarmuji Menur L
13 Zainuri Sidiq Menur L
14 Joko Purnomo Menur L
15 Nor Saodah Jatikusuman P
16 Muhib Jatikusuman L
17 Muhajir Noor Jatikusuman L
18 Malik Brumbung L
19 Agus Suripto Brumbung L
20 Marzuki Brumbung L
21 Marwan Kangkung L
22 Matsaean Kangkung L
23 Ahmad Salik Kangkung L
24 Mutik Rohmat Kangkung P
25 Saminah Kangkung P
26 Da‟wan Mu‟afi Mranggen L
27 Cholik Mranggen L
28 M. Qodir Mranggen L
29 Ali Mashadi Mranggen L
30 Abdul Aziz Mranggen L
31 Abdul Makin Mranggen L
32 Romli Basyit Mranggen L
33 Ali Muhib Mranggen L
34 Muslimin Mranggen L
35 Arief Faisol Mranggen L
36 Siti Maesun Mranggen P
37 Mustaqim Bandungrejo L
38 Faesal Jamaludin Bandungrejo L
39 Bambang Raharjo Bandungrejo L
40 Naikamah Wati Bandungrejo P
41 Fitria Ulfa Bandungrejo P
Muhammad
42 Muslih Bandungrejo L
43 Masfiah Bandungrejo P
44 Nurcahamim Bandungrejo L
45 Asfiah Karangsono P
46 Nurul Ana Karangsono P
47 Saefudin Karangsono L
48 Ahmad Fauzi Karangsono L
49 Sri Lestari Karangsono P
50 Hadiyatul Malihah Karangsono P
51 Shodiq Karangsono L
52 Shohibul Anam Karangsosno L
53 Ida Mas‟odah Waru P
54 Wakiman Waru L
55 Farokah Ngemplak P
56 Milatul Hikamah Ngemplak P
57 Saliamah Ngemplak P
58 Yursislisal Akbar Tlogo L
59 Ahamad Mujib Tlogo L
60 Maftokhah Tlogo P
61 Dakwam Tlogo L
Lampiran 7

DATA HASIL PENELITIAN PARTISIPASI ANGGOTA

Partisipasi Anggota dalam Partisipasi Aanggota Partisipasi Anggota dalam


No JML JML JML
Modal % Ket dalam Organisasi % Ket Pemanfaatan Usaha % Ket
Res H H H
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1 4 4 3 4 4 4 3 23 82 SB 3 4 4 4 3 3 21 88 SB 4 3 4 4 4 4 4 27 96 SB
2 3 2 2 4 4 3 2 18 64 B 4 4 3 3 2 3 19 79 B 3 2 4 4 4 3 4 24 86 SB
3 3 4 3 3 2 3 3 18 64 B 2 2 3 3 4 3 17 71 B 3 3 3 4 3 3 4 23 82 SB
4 3 3 3 3 2 3 3 17 61 KB 2 2 3 3 4 3 17 71 B 3 3 3 4 3 3 4 23 82 SB
5 3 4 3 3 3 3 3 19 68 B 2 3 3 3 4 3 18 75 B 3 3 4 3 3 3 3 22 79 B
6 3 2 3 3 3 3 3 17 61 KB 2 3 3 3 3 3 17 71 B 3 3 3 2 3 3 2 19 68 B
7 3 4 3 3 2 2 2 17 61 KB 3 3 3 3 3 3 18 75 B 2 2 3 2 3 3 2 17 61 B
8 4 2 3 3 2 4 3 18 64 B 3 3 3 3 2 3 17 71 B 4 3 3 2 3 4 2 21 75 B
9 3 2 3 3 3 3 2 17 61 KB 3 3 3 2 3 3 17 71 B 3 2 3 3 3 3 3 20 71 B
10 4 2 4 4 3 3 3 20 71 SB 3 3 3 4 3 4 20 83 SB 3 3 3 3 3 4 3 22 79 B
11 3 2 3 3 3 3 3 17 61 KB 3 3 3 2 3 3 17 71 B 3 3 3 4 4 3 4 24 86 SB
12 3 4 4 4 3 3 3 21 75 B 3 3 3 3 3 4 19 79 B 3 3 4 3 3 3 3 22 79 B
13 3 2 2 4 1 4 2 16 57 KB 1 4 3 3 2 3 16 67 B 4 2 4 1 4 3 1 19 68 B
14 3 3 3 3 1 4 3 17 61 KB 3 3 3 3 3 3 18 75 B 4 3 3 2 3 3 2 20 71 B
15 4 3 3 3 1 4 4 18 64 B 4 3 3 2 3 3 18 75 B 4 4 3 4 4 4 4 27 96 SB
16 4 2 4 4 2 4 4 20 71 B 4 4 3 4 4 4 23 96 SB 4 4 4 4 4 4 4 28 100 SB
17 3 4 3 3 1 4 4 18 64 B 3 4 3 2 3 3 18 75 B 4 4 4 4 3 3 4 26 93 SB
18 3 4 3 3 1 4 4 18 64 B 3 4 3 2 3 3 18 75 B 4 4 4 4 3 3 4 26 93 SB
19 3 3 3 4 2 4 3 19 68 B 2 4 3 3 3 3 18 75 B 4 3 4 2 4 3 2 22 79 B
20 3 4 4 3 1 4 4 19 68 B 4 2 3 3 3 3 18 75 B 4 4 3 4 3 3 4 25 89 SB
21 3 4 3 3 2 3 4 18 64 B 3 2 3 2 3 3 16 67 B 3 4 3 4 3 3 4 24 86 SB
22 3 4 3 3 2 3 4 18 64 B 3 2 3 2 3 3 16 67 B 3 4 3 4 3 3 4 24 86 SB
23 4 4 3 3 1 2 3 17 61 KB 4 3 3 3 2 2 17 71 B 2 3 4 1 1 4 1 16 57 KB
24 3 3 3 3 2 3 4 17 61 KB 3 2 3 3 3 3 17 71 B 3 4 3 3 3 3 3 22 79 B
25 3 4 3 4 3 4 3 21 75 B 3 3 3 3 3 3 18 75 B 4 3 4 3 3 3 3 23 82 SB
26 4 4 3 3 3 4 3 21 75 B 3 4 3 3 4 4 21 88 SB 4 3 3 4 3 4 4 25 89 SB
27 4 4 3 3 3 4 3 21 75 B 3 4 3 3 4 4 21 88 SB 4 3 3 4 3 4 4 25 89 SB
28 4 3 3 4 2 3 3 19 68 B 1 3 2 4 3 3 16 67 B 3 3 3 3 3 4 3 22 79 B
29 3 3 3 3 2 4 4 18 64 B 3 3 3 4 3 3 19 79 B 4 4 4 2 2 3 2 21 75 B
30 2 3 2 3 2 2 3 14 50 KB 3 3 3 2 3 4 18 75 B 2 3 2 3 3 2 3 18 64 B
31 3 2 3 3 2 3 3 16 57 KB 2 2 3 4 4 3 18 75 B 3 3 3 3 3 3 3 21 75 B
32 3 3 3 3 3 3 4 18 64 B 4 3 3 3 3 3 19 79 B 3 4 3 4 3 3 4 24 86 SB
33 4 4 3 4 4 4 4 23 82 SB 3 3 4 4 4 4 22 92 SB 4 4 3 4 3 4 4 26 93 SB
34 3 2 3 4 2 3 4 17 61 KB 4 3 3 3 4 3 20 83 SB 3 4 3 4 4 3 4 25 89 SB
35 3 4 3 4 4 4 4 22 79 B 4 4 3 3 3 3 20 83 SB 4 4 3 4 4 3 4 26 93 SB
36 3 4 3 4 4 4 4 22 79 B 4 4 3 3 3 3 20 83 SB 4 4 3 4 4 3 4 26 93 SB
37 3 4 3 4 4 4 4 22 79 B 4 4 3 3 3 3 20 83 SB 4 4 3 4 4 3 4 26 93 SB
28 3 3 2 3 3 3 3 17 61 KB 2 2 3 3 3 3 16 67 B 3 3 2 3 2 3 3 19 68 B
39 3 3 3 3 4 3 3 19 68 B 3 3 3 2 3 3 17 71 B 3 3 3 2 3 3 2 19 68 B
40 3 2 3 4 3 2 3 17 61 KB 2 3 3 4 3 3 18 75 B 2 3 3 2 3 3 2 18 64 B
41 4 4 4 4 4 4 3 24 86 SB 4 4 4 4 3 3 22 92 SB 4 3 4 4 4 4 4 27 96 SB
42 4 4 3 4 4 4 4 23 82 SB 3 4 4 4 3 3 21 88 SB 4 4 4 4 4 4 4 28 100 SB
43 3 2 2 4 4 3 3 18 64 B 4 4 3 3 2 3 19 79 B 3 3 4 2 3 3 2 20 71 B
44 3 2 2 4 1 3 3 15 54 KB 1 4 3 3 2 3 16 67 B 3 3 4 2 3 3 2 20 71 B
45 3 3 3 4 2 4 3 19 68 B 2 4 3 3 3 3 18 75 B 4 3 4 3 3 3 3 23 82 SB
46 3 4 3 4 3 3 3 20 71 B 3 3 3 3 3 3 18 75 B 3 3 4 4 3 3 4 24 86 SB
47 3 4 2 4 4 3 3 20 71 B 4 4 3 3 2 3 19 79 B 3 3 4 4 3 3 4 24 86 SB
48 4 4 4 4 4 3 4 23 82 SB 4 4 4 4 4 4 24 100 SB 3 4 4 4 4 4 4 27 96 SB
49 4 3 3 3 4 1 2 18 64 B 4 3 2 4 3 3 19 79 B 1 2 3 3 2 2 3 16 57 KB
50 3 2 3 3 4 2 3 17 61 KB 4 3 3 3 3 3 19 79 B 2 3 3 3 3 3 3 20 71 B
51 3 4 3 3 4 4 3 21 75 B 4 4 3 3 4 3 21 88 SB 4 3 3 4 3 3 4 24 86 SB
52 3 4 4 4 4 4 4 23 82 SB 4 4 4 3 4 4 23 96 SB 4 4 4 4 4 4 4 28 100 SB
53 3 3 1 3 2 1 2 13 46 KB 2 1 2 2 1 3 11 46 KB 1 2 3 1 2 2 1 12 43 TB
54 2 4 4 3 3 3 4 19 68 B 3 2 4 2 4 3 18 75 B 3 4 3 2 4 4 2 22 79 B
55 3 2 3 3 3 3 3 17 61 KB 3 3 3 3 3 3 18 75 B 3 3 3 3 3 3 3 21 75 B
56 3 2 3 3 3 1 4 15 54 KB 4 3 4 4 3 3 21 88 SB 1 4 3 3 4 4 3 22 79 B
57 4 3 4 4 4 4 4 23 82 SB 4 3 3 4 4 4 22 92 SB 4 4 4 4 4 4 4 28 100 SB
58 3 2 4 3 3 3 4 18 64 B 3 3 3 3 4 3 19 79 B 3 4 3 3 3 4 3 23 82 SB
59 3 4 3 3 2 3 4 18 64 B 4 3 3 3 3 3 19 79 B 3 4 4 2 3 4 2 22 79 B
60 4 4 4 4 4 3 4 23 82 SB 4 3 3 4 3 4 21 88 SB 3 4 4 4 4 4 4 27 96 SB
61 3 3 2 3 3 4 3 18 64 B 3 3 4 1 2 4 17 71 B 4 3 3 4 4 3 4 25 89 SB
Rata-Rata Klasikal Presentase
Rata-Rata Klasikal 67.27166 B Rata-Rata Klasikal 77.73224 B Rata-Rata Klasikal 81.38173 SB
Distribusi Persentase
Sangat Baik 15% Sangat Baik 46% Sangat Baik 62%
Baik 54% Baik 49% Baik 30%
Kurang Baik 31% Kurang Baik 5% Kurang Baik 6%
Tidak Baik 0% Tidak Baik 0% Tidak Baik 2%
Distribusi Frekuensi
Sangat Baik 9 Sangat Baik 28 Sangat Baik 38
Baik 33 Baik 30 Baik 18
Kurang Baik 19 Kurang Baik 3 Kurang Baik 4
Tidak Baik 0 Tidak Baik 0 Tidak Baik 1
DATA HASIL PENELITIAN PEROLEHAN SISA HASIL USAHA (SHU)

ANGGOTA

N Jawab Pertanyaan Nomor


O Jm Kriter
%
RE 2 2 2 2 2 2 lh ia
S 1 2 3 4 5 6
41.
1 2 2 2 1 1 2 10 67 TD
79.
2 3 3 3 2 4 4 19 17 B
83.
3 4 4 4 3 4 1 20 33 SB
66.
4 2 1 1 4 4 4 16 67 B
5 3 3 4 3 1 4 18 75 B
87.
6 4 4 4 3 2 4 21 5 SB
83.
7 3 4 4 4 1 4 20 33 SB
70.
8 4 2 4 3 2 2 17 83 B
9 3 3 4 2 2 4 18 75 B
87.
10 2 4 4 3 4 4 21 5 SB
11 4 3 4 1 2 4 18 75 B
62.
12 4 1 4 1 1 4 15 5 KB
13 3 3 4 2 2 4 18 75 B
79.
14 4 4 4 2 4 1 19 17 B
87.
15 4 3 3 3 4 4 21 5 B
62.
16 4 1 2 3 3 2 15 5 SB
17 1 1 3 1 4 2 12 50 KB
45.
18 1 3 3 1 1 2 11 83 KB
79.
19 4 4 3 2 3 3 19 17 B
20 2 3 3 2 2 3 15 62.5 B
58.3
4 1 3 1 4 1
21 14 3 KB
58.3
4 1 3 1 4 1
22 14 3 KB
58.3
4 1 3 1 1 4
23 14 3 KB
54.1
4 1 3 1 2 2
24 13 7 KB
25 4 4 3 3 4 3 21 87.5 SB
54.1
4 1 3 1 1 3
26 13 7 KB
54.1
3 1 1 2 2 4
27 13 7 KB
70.8
3 4 3 2 1 4
28 17 3 B
83.3
4 1 3 4 4 4
29 20 3 SB
30 2 2 1 2 3 2 12 50 KB
54.1
4 1 3 1 2 2
31 13 7 KB
32 4 2 3 1 2 2 14 58.3 KB
3
54.1
4 1 2 1 1 4
33 13 7 KB
66.6
1 4 3 2 2 4
34 16 7 B
58.3
3 4 1 2 3 1
35 14 3 KB
58.3
4 4 2 1 2 1
36 14 3 KB
58.3
2 2 1 3 3 3
37 14 3 KB
54.1
1 2 4 1 3 2
28 13 7 KB
39 3 4 3 4 3 4 21 87.5 SB
54.1
3 4 1 1 3 1
40 13 7 KB
41.6
1 3 1 1 3 1
41 10 7 KB
58.3
2 4 3 1 3 1
42 14 3 KB
70.8
1 4 1 4 3 4
43 17 3 B
58.3
2 4 2 1 3 2
44 14 3 KB
54.1
1 4 1 1 3 3
45 13 7 KB
58.3
2 4 2 2 3 1
46 14 3 KB
54.1
3 4 1 1 3 1
47 13 7 KB
48 1 3 1 1 3 4 13 54.1 KB
7
49 2 4 1 1 3 1 12 50 KB
45.8
2 4 2 1 1 1
50 11 3 KB
51 4 4 4 2 3 1 18 75 B
41.6
1 3 1 1 3 1
52 10 7 TB
66.6
4 4 1 3 3 1
53 16 7 B
66.6
1 4 2 2 3 4
54 16 7 B
70.8
3 4 3 3 3 1
55 17 3 B
56 3 4 3 4 3 4 21 87.5 SB
58.3
4 4 2 1 1 2
57 14 3 KB
45.8
1 3 1 1 3 2
58 11 3 KB
58.3
2 3 2 2 3 2
59 14 3 KB
41.6
1 3 1 3 1 1
60 10 7 TB
58.3
3 4 2 1 3 1
61 14 3 KB
Distribusi Frekuensi Distribusi Presentase
Sangat Baik 9 Sangat Baik 15%
1
Baik 9 Baik 31%
3
Kurang Baik 3 Kurang Baik 54%
Tidak Baik 0 Tidak Baik 0%
Lampiran 8

ANALISI REGRESI

Tests of Normality
a
Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Y .161 61 .208 .965 61 .756
a. Lilliefors Significance Correction

Statistics
Y
N Valid 61

Missing 0
Mean 14.69
Skewness .311
Std. Error of Skewness .306
Kurtosis .191
Std. Error of Kurtosis .604

Descriptive Statistics
Mean Std. Deviation N
YX 15.26 3.235 61
64.02 7.034 61

b
Variables Entered/Removed
Model Variables Entered Variables Removed Method
a
1 X1 . Enter
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: Y

b
ANOVA
Model Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
a
1 Regression 58.081 1 58.081 9.015 .000

Residual 569.722 59 9.656


Total 627.803 60
a. Predictors: (Constant), x
b
ANOVA
Model Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
a
1 Regression 58.081 1 58.081 9.015 .000

Residual 569.722 59 9.656


Total 627.803 60
a. Predictors: (Constant), x
b. Dependent Variable: y
Coefficientsa
Model Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
B Std. Error Beta T Sig.
1 (Constant) X 24.216 3.672 6.594 .017

.140 .057 .304 2.543 .000


a. Dependent Variable: y
b. Dependent Variable: y
b
ANOVA

Sum of Mean
Model Squares df Square F Sig.
a
1 Regression 70.594 3 23.531 2.009 .000

Residual 557.209 57 9.776

Total 627.803 60

a. Predictors: (Constant), Partisipasi Anggota dalam Pemanfaatan Usaha, Partisipasi


Angota dalam Organisasi, Partisipasi Anggota dalam Modal

b. Dependent Variable: Perolehan SHU Anggota

Model Summary
Std. Error of the
Model R R Square Adjusted R Square Estimate
a
1 .674 .709 .693 .31802
a. Predictors: (Constant), X1

a
Coefficients

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients

Std.
Model B Error Beta T Sig.

1 (Constant) 24.034 3.572 5.785 .000

Partisipasi
Anggota dalam .447 .278 .290 1.494 .041
Modal

Partisipasi Angota
.119 .289 .053 .303 .000
dalam Organisasi

Partisipasi
Anggota dalam
.064 .184 .081 .202 .003
Pemanfaatan
Usaha
a. Dependent Variable: Perolehan SHU Anggota
a
Coefficients

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients

Std.
Model B Error Beta T Sig.

1 (Constant) 23.504 3.084 7.923 .000

Partisipasi
Anggota dalam .528 .162 .312 2.803 .007
Modal
a. Dependent Variable: Perolehan SHU Anggota
b
ANOVA

Sum of Mean
Model Squares df Square F Sig.
a
1 Regression 61.240 1 61.240 7.856 .007

Residual 566.563 59 9.603

Total 627.803 60
a. Predictors: (Constant), Partisipasi Anggota dalam Modal

b. Dependent Variable: Perolehan SHU Anggota

Model Summary

Std. Error of the


Model R R Square Adjusted R Square Estimate
a
1 .312 .118 .103 3.09883
a. Predictors: (Constant), Partisipasi Anggota dalam Modal
a
Coefficients

Unstandardized Standardized
Model Coefficients Coefficients T Sig.
Std.
B Error Beta

1 (Constant) 20.666 3.480 7.776 .000

Partisipasi Angota
.577 .185 .290 2.057 .044
dalam Organisasi
a. Dependent Variable: Perolehan SHU Anggota
b
ANOVA

Sum of Mean
Model Squares df Square F Sig.
a
1 Regression 52.875 1 52.875 5.426 .023

Residual 574.929 59 9.745

Total 627.803 60
a. Predictors: (Constant), Partisipasi Angota dalam Organisasi

b. Dependent Variable: Perolehan SHU Anggota

Model Summary

Std. Error of the


Model R R Square Adjusted R Square Estimate
a
1 .290 .067 .051 3.12163
a. Predictors: (Constant), Partisipasi Angota dalam Organisasi
a
Coefficients

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients

Std.
Model B Error Beta T Sig.

1 (Constant) 22.625 2.710 5.604 .000


Partisipasi
Anggota dalam
.308 .118 .303 1.833 .001
Pemanfaatan
Usaha

a. Dependent Variable: Perolehan SHU Anggota

b
ANOVA

Sum of Mean
Model Squares df Square F Sig.
a
1 Regression 57.626 1 57.626 3.360 .001

Residual 570.177 59 9.664

Total 627.803 60
a. Predictors: (Constant), Partisipasi Anggota dalam PemanfaatanUsaha

b. Dependent Variable: Perolehan SHU Anggota

Model Summary

Std. Error of the


Model R R Square Adjusted R Square Estimate
a
1 .303 .054 .038 3.10870
a. Predictors: (Constant), Partisipasi Anggota dalam Pemanfaatan Usaha
Lampiran 9
Lampiran 10
Lampiran 11