Anda di halaman 1dari 2

1. Apa indikasi dilakukan pemeriksaan laboratorium seperti SE, Faal hati, tes asam basa?

Pemeriksaan laboratorium harus dilakukan pada kasus dehidrasi berat atau ketika terdapat kecurigaan kuat
terdapat ketidakseimbangan elektrolit seperti kejang atau aritmia. Kecurigaan hipernatremia gerakan gelisah,
tonus otot meningkat, hiperefleksia, kejang, koma.

2. Apakah ada indikasi dilakukan pemeriksaan kultur tinja dan pemeriksaan mikrobiologi tinja walaupun tidak
direkomendasikan?
Mikrobiologi tinja: Riwayat anak ke tempat endemik diare, diare lebih dari 7 hari, suspek sepsis, terdapat
darah atau mukus pada tinja, anak mengalami imunokompromis.
3. Mengapa perlu ditanyakan riwayat konsumsi antibiotik pada anamnesis?
Karena riwayat konsumsi antibiotik seperti Ampisilin, amoksisilin, sefalosporin, klindamisin dan
flurokuinolon dapat meningkatkan resiko infeksi Clostridium defficile. Karena konsumsi antibiotik secara
sembarangan dapat menyebabkan flora normal usus halus tersupresi pertumbuhannya akibatnya tidak ada
yang dapat berkompetisi dengan patogen penyebab diare.

4. Kapan diberikan antibiotik empiris dan kapan diberikan antibiotik spesifik?


Antibiotik empiris diberikan ketika terdapat diare sedang hingga berat yang frekuensi buang air besarnya >8
kali sehari, dehidrasi, gejala lebih dari satu minggu, dan pasien dengan immunokompromis serta adanya
demam dan diare berdarah.
Sindroma peradangan sistemik (SRPS) seperti demam >38,5°C atau hipotermia dengan suhu tubuh <36°C,
takikardi, bradikardi dan takipneu, serta leukositosis  curiga sepsis
Karena pemeriksaan penunjang yang dapat mengkonfirmasi patogen penyebab secara spesifik memperlukan
waktu yang lama untuk megidentifikasi.
5. Apakah anak dengan diare perlu diberikan probiotik?

6. Apa pentingnya diberikan zink pada terapi diare?


Zinc : Zink merupakan mikronutrien esensial untuk sintesis protein, diferensiasi dan pertumbuhan sel,
proliferasi sel imun serta dapat menghambat cAMP sehingga sekresi ion dapat berkurang. Zinc juga dapat
meningkatkan absorpsi air dan elektrolit, meningkatkan regenerasi epitel intestinal, meningkatkan sekresi
enzim brush border, meningkatkan respon imun yang dapat membantu membunuh patogen. Menurut WHO,
pemberian zink selama 10 hari berturut-turut dapat mengurangi resiko infeksi ulangan dalam 3 bulan ke depan
7. Apakah boleh diberikan antidiare seperti contohnya loperamid?

Ketika terkena diare, tubuh akan memberikan reaksi


8. Mengapa tidak semua diare dapat diberikan antibiotik?

 Karena sebanyak 50-70% kasus diare disebabkan oleh virus dan bersifat self-limiting disease atau
penyakit yang dapat sembuh sendiri. Penggunaan antibiotik yang sembarangan malah dapat
menyebabkan resistensi antibiotik atau malah meningkatkan resiko infeksi oleh C. difficile. Bakteri ini
dapat menyebabkan komplikasi Toxic megacolon. Keadaan dimana kolon tidak dapat
mengeluarkan gas dan tinja yang menyebabkan kolon terdilatasi dan distensi. Jika tidak diobati
kolon dapat mengalami perforasi dan menyebabkan peritonitis.  

9. Tadi disebutkan bahwa terdapat kategori diare berat, lalu bagaimana dengan kategori diare ringan dan sedang?
- diare ringan yang karakteristiknya adalah diare sebanyak tiga kali atau kurang dalam sehari dan diare
tidak mengganggu aktivitas sehari-hari pasien.
- Sedangkan diare mederate dikarakteristikan dengan buang air besar sebanyak empat kali atau lebih
dalam sehari dimana diare menggangu aktivitas sehari-hari pasien.
- Untuk diare berat ditandai dengan buang air besar enam kali atau lebih dalam sehari dan gejalanya
mengganggu aktivitas sehari-sehari penderita dan membuat penderita tidak dapat berpergian. Semua
diare berdarah dikategorikan sebagai diare berat.