Anda di halaman 1dari 33

RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CPNS

PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PENTINGNYA


ASI EKSKLUSIF MELALUI KONSELING GIZI BERTEMA “ASIK” (AYO
SUKSESKAN ASI EKSKLUSIF) DI UPT PUSKESMAS LELES DINAS
KESEHATAN KABUPATEN GARUT PROVINSI JAWA BARAT

Disusun oleh :
NURMALA SARI, A.Md.Gz
NIP : 19960316 202012 2 035
Angkatan 6 / Kelompok 2
UPT Puskesmas Leles

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN II


TAHUN 2021
PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REGIONAL BANDUNG
LEMBAR PERSETUJUAN
RANCANGAN AKTUALISASI
Pelatihan Dasar CPNS Golongan II
Angkatan 6 Kelompok 2 Tahun 2021

JUDUL : “Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil tentang


Pentingnya ASI Eksklusif Melalui Konseling
Bertema ‘ASIK’ (Ayo Sukseskan Asi Eksklusif)
di UPT Puskesmas Leles Dinas Kesehatan
Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat”
NAMA : Nurmala Sari, A.Md.Gz

NIP : 19960316 202012 2 035

GOL, PANGKAT/RUANG : II c / Pengatur

SATUAN KERJA : UPT Puskesmas Leles

Disetujui dapat diimplementasikan pada tahap Habituasi, untuk selanjutnya


diujikan dalam Evaluasi Rancangan Aktualisasi yang dilaksanakan pada
Tanggal 26 Juni 2021, di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia
Regional Bandung.

Bandung, 16 Juni 2021


Coach, Penguji,

Santy Rosintawati, S.IP, M.AP Drs.H.Didit Fajar Putrandi,M.Si


NIP. NIP.
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan rancangan
aktualisasi dengan tepat waktu. Ucapan terima kasih penulis sampaikan dalam
proses penyusunan laporan ini kepada:
1. Bapak Drs.H.Yudia Ramli, M.Si selaku Kepala Pusdiklat PPSDM
Kemendari Regional Bandung
2. …………sebagai Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Jabatan
Fungsional, Pelaksana, Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah, DPRD dan
Lurah
3. Ranti Sofiantini, S.Si, M.AP sebagai Kepala Seksi Kompetensi Pelaksana
pada Bidang Pengembangan Kompetensi Jabatan Fungsional,
Pelaksana, Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah, DPRD dan Lurah
4. Luthfi N. Fahri, S.STP, M.Si sebagai Analisis Pengembangan
Kompetensi pada Seksi Kompetensi Pelaksana Bidang Pengembangan
Kompetensi Jabatan Fungsional, Pelaksana, Kepala Daerah, Wakil
Kepala Daerah, DPRD dan Lurah
5. Ibu Santy Rosintawati, S.IP., M.AP selaku coach yang telah memberikan
bimbingan kepada penulis
6. Seluruh Widyaiswara yang telah memberikan ilmunya di Pusat
Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Regional Bandung
7. Seluruh staff yang turut membantu keterlaksanaan kegiatan di Pusat
Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Regional Bandung
8. dr.H.Dadan Agus Dhaniswara.MM, selaku mentor sekaligus Kepala UPT
Puskesmas Leles yang telah memberikan dukungan moril serta materil
demi terlaksananya kegiatan aktualisasi dan kegiatan habituasi
9. Kedua orangtua (Bapak Asep dan Ibu Sutiati) saya yang selalu
mendoakan, memberi dukungan dan semangat selama menjalani
kegiatan;
10. Teman-teman Peserta Latsar CPNS Golongan II Angkatan 6 Tahun 2021
yang telah memberikan semangat kepada penulis;

Dalam penyusunan rancangan aktualisasi dan habituasi ini, penulis


mengharapkan kritik dan saran yang membangun karena rancangan
aktualisasi dan habituasi ini masih jauh dari sempurna. Semoga Allah SWT.
membalas semua amal kebaikan kita semua, serta rancangan aktualisasi dan
habituasi ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi
yang berkepentingan.

Bandung, 16 Juni 2021

(Nurmala Sari, A.Md.Gz)


DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN ............................................................................................................. 2


RANCANGAN AKTUALISASI ....................................................................................................... 2
KATA PENGANTAR..................................................................................................................... 3
DAFTAR ISI................................................................................................................................. 5
DAFTAR GAMBAR...................................................................................................................... 6
A. Latar Belakang................................................................................................................... 7
B. Tujuan, Manfaat dan Ruang Lingkup ................................................................................ 8
C. Profil UPT Puskesmas Leles ............................................................................................. 10
D. Identifikasi Masalah dalam Pelaksanaan Tugas dan Alternatif Solusi ............................... 15
E. Rancangan Aktualisasi ......................................................................................................... 19
F. Framework Rancangan Aktualisasi ..................................................................................... 32
G. Jadwal Rancangan Aktualisasi ............................................................................................ 33
DAFTAR GAMBAR
A. Latar Belakang

Pusat Kesehatan Masyarakat atau yang disingkat Puskesmas adalah

fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan

masyarakat dan upaya kesehatan perorangan tingkat pertama, dengan

lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat

kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Bahwa

Pusat Kesehatan Masyarakat sebagai salah satu jenis fasilitas pelayanan

kesehatan tingkat pertama memiliki peranan penting dalam sistem

kesehatan nasional, khususnya subsistem upaya kesehatan.

Pelayanan gizi merupakan salah satu jenis pelayanan yang tersedia di

Puskesmas. Pelayanan gizi dilakukan untuk mewujudkan perbaikan gizi

pada seluruh siklus kehidupan sejak dalam kandungan sampai dengan

lanjut usia dengan prioritas kepada kelompok rawan gizi antara lain

meliputi bayi dan balita, anak usia sekolah dan remaja perempuan, ibu

hamil, nifas dan menyusui, pekerja wanita, dan usia lanjut.

Air Susu Ibu (ASI) adalah susu yang diproduksi oleh ibu untuk

dikonsumsi bayi dan merupakan sumber gizi utama bagi bayi tersebut pada

masa pertumbuhannya. Di dalam ASI terkandung semua zat gizi yang

dibutuhkan sang bayi. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa

pemberian ASI eksklusif secara optimal dapat menghindarkan bayi dari

berbagai masalah kesehatan utamanya masalah gizi. ASI eksklusif

menurut World Health Organization (WHO, 2011) adalah memberikan


hanya ASI saja tanpa memberikan makanan dan minuman lain kepada

bayi sejak lahir sampai berumur 6 bulan, kecuali obat dan vitamin.

Berdasarkan hasil laporan bulanan gizi UPT Puskesmas Leles tahun

2020, jumlah bayi 0-6 bulan yang mendapat ASI ekslusif hanya sebesar

26% dari target seharusnya yaitu 50%. Hal ini menunjukan bahwa masih

ada ibu bayi/balita yang kurang pengetahuan tentang pentingnya ASI

ekskusif untuk kehidupan anak.

Oleh karena itu, sebagai Tenaga Pelaksana Gizi yang membantu

Puskesmas dalam melakukan pelayanan kesehatan terutama pelayanan

gizi, berpedoman pada salah satu UPT Puskesmas Leles yaitu

“Mewujudkan pelayanan public yang profesional dan amanah disertai tata

kelolal pemerintah daerah yang baik dan bersih”. Untuk menunjang misi

tersebut maka penulis membuat rancangan aktualisasi yang berkaitan

dengan isu yaitu “Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil tentang

Pentingnya ASI Eksklusif Melalui Konseling Bertema ‘ASIK’ (Ayo

Sukseskan Asi Eksklusif) di UPT Puskesmas Leles Dinas Kesehatan

Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat”.

B. Tujuan, Manfaat dan Ruang Lingkup

a. Tujuan

Sesuai dengan latar belakang yang telah disampaikan di atas, penyusunan

rancangan aktualisasi memiliki tujuan :

a. Meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya ASI eksklusif


b. Mengetahui keterkaitan antara kegiatan yang diusulkan dengan Nilai

ANEKA dan substansi mata pelatihan Manajemen ASN, WoG dan

Pelayanan Publik

c. Mengetahui keterkaitan antara visi dan misi dengan hasil kegiatan dari

isu yang diangkat

b. Manfaat

Adapun manfaat yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut :

a. Memberikan konseling gizi kepada ibu hamil mengenai pentingnya

ASI eksklusif pada kehidupan anak

b. Meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya ASI

ekslusif

c. Rancangan aktualisasi ini dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi,

dan inovasi serta mutu pelayanan kesehatan di UPT Puskesmas

Leles

c. Ruang Lingkup Kegiatan Aktualisasi

Ruang lingkup atau batasan dalam kegiatan aktualisasi ini adalah :

a. Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah kegiatan yang sesuai

dengan Rancangan Aktualisasi yang telah disusun.

b. Waktu pelaksanaan habituasi dari Rancangan Aktualisasi ini adalah

selama 36 hari kerja, yakni sejak tanggal 28 Juni hingga tanggal 9

Agustus 2021.

c. Kegiatan rancangan aktualisasi ini mencakup aspek pelayanan gizi

berupa konseling bagi ibu hamil yang akan menyusui


C. Profil UPT Puskesmas Leles

a. Tugas Pokok dan Fungsi

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75

tahun 2014, Tugas Pokok Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)

adalah melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan

pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka mendukung

terwujudnya kecamatan sehat. Untuk menyelenggarakan tugas pokok

tersebut, UPT Leles mempunyai fungsi :

 Penyusunan rencana dan teknis operasional pelaksanaan pelayanan

kesehatan kepada masyarakat

 Pelaksanaan operasional pelayanan dasar kesehatan masyarakat

dan pembangunan kesehatan masyarakat di wilayah kerja sesuai

dengan kewenangan penyelenggaraan pelayanan kesehatan

 Pelaksanaan ketatausahaan UPT

 Pelaksanaan pengawasan, pengendalian, evaluasi, dan pelaporan

kegiatan puskesmas

b. Visi dan Misi


 Visi :

Garut yang bertaqwa, maju dan sejahtera

 Misi :

1. Mewujudkan kualitas kehidupan masyarakat yang

agamis,sehat,cerdas dan berbudaya.


2. Mewujudkan pelayanan public yang profeisonal dan amanah disertai

tata kelolal pemerintah daerah yang baik dan bersih.

3. Mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan serta

kemantapan insfrastukrtur sesuai daya dukung dan daya tanpung

lingkungan serta fungsi ruang.

4. Meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi

local dan industry pertanian serta pariwisata yang berdaya saing

disertai pengelolaan daya alam secara berkelanjutan.

c. Tata Nilai Puskemas

1. Profesional

Memiliki kompetensi dan kemampuan dalam memberikan

pelayanan kesehatan yang terbaik.

2. Ramah

Memiliki sikap yang sopan dan santun kepada seluruh masyarakat

dan rekan kerja

3. Inisiatif & Inovatif

Memiliki kemampuan untuk bekerja mandiri dengan ide-ide kreatif

serta memberi terobosan bagi peningkatan pelayanan kesehatan.

4. Malu

Memiliki budaya malu bila tidak melaksanakan tugas dengan

sebaik-baiknya.
5. Akuntabel

Memberikan pelayanan kesehatan sesuai pedoman dan standar

pelayanan yang ditetapkan, dapat diukur dan

dipertanggungjawabkan.

d. Tugas Pokok dan Fungsi

Rincian Tugas dan Fungsi sesuai Kepmenpan no.

23/KEP/M.PAN/4/2001 tentang Jabatan Fungsional Nutrisionis dan

Angka Kreditnya :

1) Mengumpulkan data anak balita, bumil, dan buteki untuk

pemberian makanan tambahan, penyuluhan dan pemulihan

pada anak balita dengan status gizi kurang

2) Melakukan pengukuran Tinggi Badan (TB), Berat Badan (BB),

umur di unit atau wilayah kerja secara bulanan bagi anak balita

3) Melakukan pengukuran TB, BB, umur di unit atau wilayah kerja

sesuai kebutuhan

4) Melakukan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) di unit atau

wilayah kerja

5) Melakukan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) pada orang

dewasa di unit/wilayah kerja sesuai kebutuhan

6) Melakukan anamnesa diet klien (food frekuensi dan rata-rata

contoh hidangan)

7) Melakukan recall makanan 24 jam lewat bagi klien

8) Melakukan perhitungan kandungan gizi makanan klien


9) Mencatat dan melaporkan atas hasil pengukuran BB, TB, dan

Umur

10) Mencatat dan melaporkan atas hasil pengukuran IMT

11) Mencatat dan melaporkan atas hasil pengukuran LILA

12) Mencatat dan melaporkan anamnesa diet

13) Menyediakan makanan tambahan untuk balita atau penyuluhan

gizi

14) Menyediakan makanan biasa tambahan

15) Menyediakan kapsul vitamin A

16) Menyediakan kapsul yodium

17) Menyediakan preparat besi

18) Menyediakan obat gizi

19) Memantau kegiatan pengukuran BB, TB, umur di tingkat desa

meliputi sasaran, status gizi dan SKDN (jumlah balita yang

ada/terdaftar, jumlah balita yang memiliki Kartu Menuju Sehat,

jumlah balita yang ditimbang, jumlah balita yang naik

timbangannya) secara bulanan pada posyandu

20) Memantau kegiatan PMT balita, anak sekolah dan bumil meliputi

sasaran, status gizi dan SKDN terhadap macam/jumlah PMT

e. Struktur Organisasi
STRUKTUR ORGANISASI UPT PUSKESMAS LELES

KEPALA PUSKESMAS

KEPALA TATA USAHA

PJ UKM PJ UKM PENGEMBANGAN PJ UKP PJ JEJARING &JARINGAN PJ BANGUNAN PJ MUTU


SARANA,PRASARANA
ESSENSIAL KESEHATAN JIWA POLI UMUM PUSTU DAN PERALATAN

PROMKES KESEHATAN GIGI MULUT POLI GIGI MULUT PUSLING

UKS KESTRAD KIA BIDAN DESA

KESLING KESEHATAN ORGA POLI MTBS JEJARING FASKES

KIA KESEHATAN INDRA POLI LANSIA

GIZI KESEHATAN LANSIA UGD

P2P KESEHATAN KERJA RAWAT INAP

FARMASI

LABORATORIUM

Gambar Struktur Organisasi UPT Puskesmas Leles


D. Identifikasi Masalah dalam Pelaksanaan Tugas dan Alternatif Solusi

Dalam pelaksanaan tugas sehari – hari terdapat beberapa permasalahan yang


telah saya identifikasi yaitu :

No Uraian Tugas Pemasalahan Solusi

1 Memantau kegiatan Kurang tepatnya Refreshing kader

pengukuran BB, TB, umur pengukuran tinggi badan mengenai cara

di tingkat desa meliputi dan penimbangan berat penggunaan alat ukur

sasaran, status gizi dan badan yang oleh kader dacin dan mikrotois

SKDN secara bulanan

pada posyandu

2 Melakukan konseling dan Rendahnya pengetahuan Memberikan konseling

pemantauan ASI eksklusif ibu hamil tentang gizi mengenai

pentingnya ASI eksklusif pentingnya ASI

eksklusif

3 Distribusi dan Rendahnya kepatuhan Memberikan

pemantauan pemberian minum TTD pada remaja penyuluhan gizi ke

Tablet Tambah Darah putri sekolah-sekolah

(TTD) untuk remaja putri mengenai pentingnya

konsumsi TTD pada

remaja putri
Untuk menentukan prioritas atas penyelesaian permasalahan – permasalahan

tersebut dilakukanlah penilaian dengan metode pembobotan (rating) sesuai

dengan analisa USG. Metode USG merupakan salah satu cara menetapkan

urutan prioritas masalah dengan metode teknik scoring. Proses untuk metode

USG dilaksanakan dengan memperhatikan urgensi dari masalah, keseriusan

masalah yang dihadapi, serta kemungkinan bekembangnya masalah tersebut

semakin besar. Analisa USG dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Indikator Total
No Isu Prioritas
U S G Skor
Kurang tepatnya pengukuran
1 tinggi dan penimbangan berat 2 1 3 6 III
badan oleh kader
Rendahnya pengetahuan ibu
2 bayi/balita tentang pentingnya 4 3 5 12 I
ASI eksklusif

3 Rendahnya kepatuhan minum 3 2 4 9 II


TTD pada remaja putri

Keterangan :
U = Urgency / Gawat
S = Seriousness/ Mendesak
G = Growth / Cepat
Skala :
Angka 5 : Sangat gawat/mendesak/cepat
Angka 4 : Gawat/mendesak/cepat
Angka 3 : Cukup gawat/mendesak/cepat
Angka 2 : kurang gawat/mendesak/cepat
Angka 1 : tidak gawat/mendesak/cepat

Berdasarkan tabel diatas, isu nomor 2 mendapatkan skor tertinggi dengan

nilai 12, hal ini menunjukan bahwa isu/ masalah pokok yang menjadi prioritas

yakni “Rendahnya pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya ASI


eksklusif”. Permasalahan tersebut menjadi prioritas utama karena akan

berpengaruh terhadap kesehatan, status gizi, dan tumbuh kembang anak selama

periode emas yakni 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada dua tahun

pertama kehidupan anak atau sering disebut 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Ada beberapa masalah yang akan dihadapi jika anak tidak mendapat asi

ekslusif diantaranya adalah bayi akan lebih rentan untuk terkena penyakit kronis,

seperti jantung, hipertensi, dan diabetes setelah ia dewasa serta dapat menderita

kekurangan gizi dan mengalami obesitas.

Metode : Man :
Money :
1. Tidak berjalannya 1. Rendah pengetahuan
1. Anggaran terbatas
program penyuluhan tentang asi
pada ibu hamil 2. Kurang dukungan dari
2. Metode penyuluhan keluarga
kurang efektif 3. Petugas nakes terbatas

Kurangnya
pengetahuan
ibu hamil
tentang
pentingnya
asi ekslusif

Environment: Material : Machine :


1. Peran lintas sector 1. Belum tersedianya 1. Tempat
dari program masih leaflet penyuluhan tidak
kurang kondusif
2. Peran kader belum
optimal
Setelah menganalisis penyabab masalah dengan menggunakan metode

fishbonse maka ditemukan beberapa penyebab seperti yang terlihat pada

diagram tulang ikan diatas, diantaranya adalah :

1. Tidak berjalannya program penyuluhan pada ibu hamil

2. Metode penyuluhan kurang efektif

3. Anggaran terbatas

4. Rendah pengetahuan tentang asi

5. Kurang dukungan dari keluarga

6. Petugas nakes terbatas

7. Peran lintas sector dari program masih kurang

8. Peran kader belum optimal

9. Tempat penyuluhan tidak kondusif

10. Belum tersedianya leaflet

Untuk mencegah isu tersebut menjadi permasalahan yang lebih luas maka

penulis menentukan sebuah gagasan pemecahan isu yang akan terjadi yaitu

“Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Pentingnya ASI Eksklusif

Melalui Konseling Bertema ‘ASIK’ (Ayo Sukseskan Asi Eksklusif) di UPT

Puskesmas Leles Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat”


E. Rancangan Aktualisasi

Unit Kerja : UPT Puskesmas Leles

Identifikasi Isu :

1. Kurang tepatnya pengukuran tinggi badan

dan penimbangan berat badan oleh kader

2. Rendahnya pengetahuan ibu hamil tentang

pentingnya ASI eksklusif

3. Rendahnya kepatuhan minum TTD pada

remaja putri

Isu yang Diangkat : Rendahnya pengetahuan ibu hamil tentang

pentingnya ASI ekslusif.

Gagasan Pemecahan Isu : Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil tentang

Pentingnya ASI Eksklusif Melalui Konseling

Bertema ‘ASIK’ (Ayo Sukseskan Asi Eksklusif)

di UPT Puskesmas Leles Dinas Kesehatan

Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat.


No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Terhadap Penguatan

Pelatihan Visi Misi Organisasi Nilai

Organisasi

1 Konsultasi 1. Mempersiapkan Catatan hasil  Akuntabilitas: Konsultasi kegiatan  Profesional


kegiatan bahan dan data konsultasi Bertanggung jawab, dengan atasan  Inisiatif
dengan awal partisipatif, konsisten dan berkaitan dengan misi  Akuntabel
atasan 2. Melaporkan memiliki target yang jelas kedua UPT Leles yaitu
kegiatan yang terhadap pelaksanaan mewujudkan
akan kegiatan pelayanan public yang
dilaksankan  Nasionalisme: professional dan
3. Mencatat saran Tanggung jawab,kerjasama, amanah disertai tata
dan masukan musyawarah,menghormati kelola pemerintah
dari atasan keputusan pada daerah yang baik dan
pelaksanaan kegiatan bersih
 Etika Publik:
Bertanggung
jawab,integritas,hormat dan
sopan pada pelaksanaan
kegiatan
 Komitmen Mutu:
Efektifitas,efisiensi,inovasi
serta berorientasi mutu
pada pelaksanaan kegiatan.
 Anti Korupsi:
Jujur,disiplin,tanggung
jawab dan kerja kerasa
terhadap pelaksanaan
kegiatan.
 WoG:
Koordinasi,sinkronisasi dan
integrase pada pelaksanaan
kegiatan.
 Pelayanan Publik:
Akuntabilitas,professional,
partisipatif dan keterbukaan
terhadap pelaksanaan
kegiatan
 Manajemen ASN:
Profesionalisme,
bertanggung
jawab,komunikasi dan
kerjasama pada
pelaksanaan kegiatan.
2 Koordinasi 1. Mempersiapkan Catatan hasil  Akuntabilitas: Koordinasi dengan tim  Profesional
dengan bahan dan data koordinasi Bertanggung jawab, UKM berkaitan  Inovatif
tim UKM awal partisipatif, konsisten dan dengan misi kedua  Akuntabel
mengenai UPT Leles yaitu
2. Melaporkan memiliki target yang jelas
kegiatan mewujudkan
kegiatan yang
konseling akan terhadap pelaksanaan pelayanan public yang
gizi “ASIK” dilaksankan kegiatan professional dan
3. Mencatat saran  Nasionalisme: amanah disertai tata
kelola pemerintah
dan masukan Tanggung jawab,kerjasama,
daerah yang baik dan
dari atasan musyawarah,menghormati bersih
keputusan pada
pelaksanaan kegiatan
 Etika Publik:
Bertanggung
jawab,integritas,hormat dan
sopan pada pelaksanaan
kegiatan
 Komitmen Mutu:
Efektifitas,efisiensi,inovasi
serta berorientasi mutu
pada pelaksanaan kegiatan.
 Anti Korupsi:
Jujur,disiplin,tanggung
jawab dan kerja keras pada
pelaksanaan kegiatan.
 WoG:
Koordinasi,sinkronisasi dan
integrase pada pelaksanaan
kegiatan.
 Pelayanan Publik:
Akuntabilitas,professional,
partisipatif dan keterbukaan
pada pelaksanaan kegiatan
 Manajemen ASN:
Profesionalisme,
bertanggung
jawab,komunikasi dan
kerjasama pada
pelaksanaan kegiatan.
3 Membuat 1. Mengumpulakan Media edukasi  Akuntabilitas: Membuat media  Profesional
media referensi (leaflet) Bertanggung jawab, edukasi gizi berkaitan  Inisiatif
edukasi tentang partisipatif, konsisten dan dengan misi kedua  Akuntabel
gizi pentingnya ASI memiliki target yang jelas UPT Leles yaitu
tentang ekslusif terhadap pelaksanaan mewujudkan
pentingnya 2. Bekerja sama kegiatan pelayanan public yang
ASI dengan rekan  Nasionalisme: professional dan
ekslusif kerja ahli gizi Tanggung jawab,kerjasama, amanah disertai tata
(leaflet) untuk membuat musyawarah,menghormati kelolal pemerintah
media keputusan mengenai daerah yang baik dan
pelaksanaan kegiatan bersih
 Etika Publik:
Bertanggung
jawab,integritas,hormat dan
sopan pada pelaksanaan
kegiatan
 Komitmen Mutu:
Efektifitas,efisiensi,inovasi
serta berorientasi mutu
pada pelaksanaan kegiatan.
 Anti Korupsi:
Jujur,disiplin,tanggung
jawab dan kerja keras pada
pelaksanaan kegiatan.
 WoG:
Koordinasi,sinkronisasi dan
integrase pada pelaksanaan
kegiatan.
 Pelayanan Publik:
Akuntabilitas,professional,
partisipatif dan keterbukaan
pada pelaksanaan kegiatan
 Manajemen ASN:
Profesionalisme,
bertanggung
jawab,komunikasi dan
kerjasama pada
pelaksanaan kegiatan.
4 Membuat 1. Mengumpulakan Video  Akuntabilitas: Membuat video  Profesional
video referensi tentang Pentingnya Bertanggung jawab, pentingnya asi ekslusif  Inovatif
pentingnya pentingnya ASI ASI ekslusif partisipatif, konsisten dan berkaitan dengan misi  Akuntabel
asi ekslusif ekslusif memiliki target yang jelas kedua UPT Leles yaitu
2. Membuat video terhadap pelaksanaan mewujudkan
di aplikasi kegiatan pelayanan public yang
3. Share di media  Nasionalisme: professional dan
sosial Tanggung jawab,kerjasama, amanah disertai tata
musyawarah,menghormati kelola pemerintah
keputusan pada daerah yang baik dan
pelaksanaan kegiatan bersih
 Etika Publik:
Bertanggung
jawab,integritas,hormat dan
sopan pada pelaksanaan
kegiatan
 Komitmen Mutu:
Efektifitas,efisiensi,inovasi
serta berorientasi mutu
pada pelaksanaan kegiatan.
 Anti Korupsi:
Jujur,disiplin,tanggung
jawab dan kerja kerasa
pada pelaksanaan kegiatan.
 WoG:
Koordinasi,sinkronisasi dan
integrase pada pelaksanaan
kegiatan.
 Pelayanan Publik:
Akuntabilitas,professional,
partisipatif dan keterbukaan
pada pelaksanaan kegiatan
 Manajemen ASN:
Profesionalisme,
bertanggung
jawab,komunikasi dan
kerjasama pada
pelaksanaan kegiatan.
5 Membuat 1. Koordinasi Form  Akuntabilitas: Membuat form  Profesional
Form dengan tim konseling gizi Bertanggung jawab, konseling gizi ibu hamil  Inovatif
Konseling rekam medis. partisipatif, konsisten dan berkaitan dengan misi  Akuntabel
Gizi Ibu 2. Buat format form kedua UPT Leles yaitu
memiliki target yang jelas
Hamil 3. Cetak form mewujudkan
terhadap pelaksanaan pelayanan public yang
kegiatan professional dan
 Nasionalisme: amanah disertai tata
Tanggung jawab,kerjasama, kelola pemerintah
musyawarah,menghormati daerah yang baik dan
bersih
keputusan pada
pelaksanaan kegiatan
 Etika Publik:
Bertanggung
jawab,integritas,hormat dan
sopan pada pelaksanaan
kegiatan
 Komitmen Mutu:
Efektifitas,efisiensi,inovasi
serta berorientasi mutu
pada pelaksanaan kegiatan.
 Anti Korupsi:
Jujur,disiplin,tanggung
jawab dan kerja keras pada
pelaksanaan kegiatan.
 WoG:
Koordinasi,sinkronisasi dan
integrase pada pelaksanaan
kegiatan.
 Pelayanan Publik:
Akuntabilitas,professional,
partisipatif dan keterbukaan
pada pelaksanaan kegiatan
 Manajemen ASN:
Profesionalisme,
bertanggung
jawab,komunikasi dan
kerjasama pada
pelaksanaan kegiatan.
6 Membuat 1. Koordinasi Whatsapp  Akuntabilitas: Membuat Whatsapp  Profesional
Whatsapp dengan bidan group ibu Bertanggung jawab, Group ibu hamil  Inovatif
Group Ibu desa atau kader hamil partisipatif, konsisten dan berkaitan dengan misi  Akuntabel
Hamil 2. Data no kedua UPT Leles yaitu
memiliki target yang jelas
whatsapp setiap mewujudkan
ibu hamil terhadap pelaksanaan pelayanan public yang
3. Buat grup kegiatan professional dan
whatsapp  Nasionalisme: amanah disertai tata
Tanggung jawab,kerjasama, kelola pemerintah
musyawarah,menghormati daerah yang baik dan
bersih
keputusan pada
pelaksanaan kegiatan
 Etika Publik:
Bertanggung
jawab,integritas,hormat dan
sopan pada pelaksanaan
kegiatan
 Komitmen Mutu:
Efektifitas,efisiensi,inovasi
serta berorientasi mutu
pada pelaksanaan kegiatan.
 Anti Korupsi:
Jujur,disiplin,tanggung
jawab dan kerja kerasa
pada pelaksanaan kegiatan.
 WoG:
Koordinasi,sinkronisasi dan
integrase pada pelaksanaan
kegiatan.
 Pelayanan Publik:
Akuntabilitas,professional,
partisipatif dan keterbukaan
pada pelaksanaan kegiatan
 Manajemen ASN:
Profesionalisme,
bertanggung
jawab,komunikasi dan
kerjasama pada
pelaksanaan kegiatan.
7 Melakukan 1. Koordinasi Terlaksananya  Akuntabilitas: Melakukan penyuluhan  Profesional
konseling dengan bidan kegiatan Bertanggung jawab, dan konseling  Ramah
gizi pada desa,bidan KIA konseling gizi netral,transparan,partisipatif, berkaitan dengan visi  Inisiatif
ibu hamil dan kader dengan tema konsisten dan memiliki dan misi UPT  Akuntabel
2. Mempersiapkan “ASIK” target yang jelas terhadap Puskesmas Leles
alat dan media pelaksanaan kegiatan
konseling
3. Melakukan  Nasionalisme: Visi :
kegiatan Tanggung jawab,kerjasama, Garut yang bertaqwa,
konseling musyawarah,hormat maju dan sejahtera
menghormati, adil, amanah Misi :
dan jujur pada pelaksanaan 1. Mewujudkan
kegiatan kualitas kehidupan
 Etika Publik: masyarakat yang
Jujur,bertanggung jawab, agamis,sehat,cerdas
integritas,cermat dan berbudaya.
hormat,menjaga 2. Mewujudkan
rahasia dan sopan pada pelayanan public
pelaksanaan kegiatan yang profeisonal
 Komitmen Mutu: dan amanah disertai
Efektifitas,efisiensi,inovasi tata kelolal
serta berorientasi mutu pemerintah daerah
pada pelaksanaan kegiatan. yang baik dan
 Anti Korupsi: bersih.
Jujur,disiplin,tanggung 3. Mewujudkan
jawab,peduli dan kerja keras pemerataan
pada pelaksanaan kegiatan. pembangunan yang
 WoG: berkeadilan serta
Koordinasi,sinkronisasi dan kemantapan
integrasi pada pelaksanaan insfrastukrtur sesuai
kegiatan. daya dukung dan
 Pelayanan Publik: daya tampung
Akuntabilitas,professional, lingkungan serta
partisipatif dan keterbukaan fungsi ruang.
pada pelaksanaan kegiatan 4. Meningkatkan
kemandirian
 Manajemen ASN: ekonomi masyarakat
Profesionalisme, berbasis potensi
bertanggung local dan industry
jawab,komunikasi dan pertanian serta
kerjasama pada pariwisata yang
pelaksanaan kegiatan. berdaya saing
disertai pengelolaan
daya alam secara
berkelanjutan.
8 Melakukan 1. Mengumpulkan Tersedianya  Akuntabilitas: Melakukan penyuluhan  Profesional
evaluasi data konseling laporan Bertanggung jawab, dan konseling  Inovatif
kegiatan gizi evaluasi partisipatif, transparan, berkaitan dengan visi  Akuntabel
konseling 2. Koordinasi kegiatan konsisten dan jujur terhadap dan misi UPT
gizi dengan rekan pelaksanaan kegiatan Puskesmas Leles
kerja  Nasionalisme:
3. Menyusun bahan Tanggung jawab,kerjasama, Visi :
laporan jujur dan musyawarah pada Garut yang bertaqwa,
4. Melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan maju dan sejahtera
kepada atasan  Etika Publik: Misi :
Jujur,bertanggung 1. Mewujudkan kualitas
jawab,integritas,hormat dan kehidupan
masyarakat yang
sopan pada pelaksanaan
agamis,sehat,cerdas
kegiatan dan berbudaya.
 Komitmen Mutu: 2. Mewujudkan
Efektifitas,efisiensi,inovasi pelayanan public
serta berorientasi mutu yang profeisonal dan
pada pelaksanaan kegiatan. amanah disertai tata
kelolal pemerintah
 Anti Korupsi: daerah yang baik
Jujur,disiplin,tanggung dan bersih.
jawab dan kerja kerasa 3. Mewujudkan
pemerataan
pada pelaksanaan kegiatan.
pembangunan yang
 WoG: berkeadilan serta
Koordinasi,sinkronisasi dan kemantapan
integrase pada pelaksanaan insfrastukrtur sesuai
kegiatan. daya dukung dan
 Pelayanan Publik: daya tampung
lingkungan serta
Akuntabilitas,professional,
fungsi ruang.
partisipatif dan keterbukaan 4. Meningkatkan
pada pelaksanaan kegiatan kemandirian ekonomi
 Manajemen ASN: masyarakat berbasis
Profesionalisme, potensi local dan
bertanggung industry pertanian
serta pariwisata yang
jawab,komunikasi dan
berdaya saing
kerjasama pada disertai pengelolaan
pelaksanaan kegiatan. daya alam secara
berkelanjutan.
F. Framework Rancangan Aktualisasi

Identifikasi Isu Isu yang diangkat Gagasan Pemecahan Isu

Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil


1. Kurang tepatnya Rendahnya
tentang Pentingnya ASI Eksklusif
pengukuran tinggi badan pengetahuan ibu
Melalui Konseling Bertema ‘ASIK’
dan berat badan oleh hamil tentang ASI
(Ayo Sukseskan Asi Eksklusif) di
kader ekslusif
UPT Puskesmas Leles Dinas
2. Rendahnya pengetahuan
Kesehatan Kabupaten Garut Provinsi
ibu hamil tentang ASI
Jawa Barat.
ekslusif
3. Rendahnya kepatuhan
minum TTD pada remaja
putri
1. Konsultasi mengenai pelaksanaan kegiatan
dengan atasan.
2. Koordinasi dengan tim UKM mengenai kegiatan
konseling gizi ASIK
3. Membuat media edukasi gizi (leaflet)
4. Membuat media edukasi gizi (video)
5. Membuat form konseling gizi ibu hamil
6. Membuat Whats App Group Ibu Hamil
7. Melakukan konseling gizi pada ibu hamil
8. Melakukan evaluasi kegiatan
G. Jadwal Rancangan Aktualisasi

Pelaksanaan (24 Juni – 9 Agustus 2021)


No Kegiatan (28 – 30 (01– 03 (04 – 06 (07 – 10 (11 – 12 (13-14 (15-30 (1-7
Juni Juli Juli Juli Juli Juli Juli Agustus
2021) 2021) 2021) 2021) 2021) 2021) 2021) 2021)
Konsultasi mengenai
1 pelaksanaan kegiatan
dengan atasan
Koordinasi dengan tim
2
UKP
Membuat media
edukasi gizi tentang
3
pentingnya ASI
ekslusif (leaflet)
Membuat media
4
edukasi gizi (video)
Membuat Whats App
5
Group Ibu Hamil
Membuat form
6
konseling gizi ibu hamil
Melakukan konseling
7
gizi pada ibu hamil
Melakukan evaluasi
8
kegiatan

Anda mungkin juga menyukai