Anda di halaman 1dari 3

TEACHING LIKE FINLANDIA

 Di sekolah finlandia, guru dan siswa normalnya memilki istirahat 15 menit setiap 1 jam
pelajaran. Sbagia besar pendidik akan menghabiskan istirahat mereka di lounge – meminum
kopi, bercakap-cakap dengan rekan kerja, dan membolak-balikkan majalah. Istirahatkanlah otak
di sela-sela jam sekolah
 Kegembiraan di ruang kelas, kita dapat meletakkan kebahagiaan di urutan pertama dalam kelas
kita dengan menggunakan serangkaian strategi
 Anak-anak kurang focus ketika jam istirahat ditunda atau dengan kata lain, ketika pelajaran
diperpanjang
 Otak dapat beristirahat dengan cara alami melalui lamunan yang membuat anda dapat
menyegarkan dan mengendurkan semua sirkuit syaraf yang saling terikat
 Pulshing adalah berdarkan ide bahwa ketika kita menggunakan seluruh waktu kita untuk
bekerja, badan kita berhenti sejenak dengan ritme yang alami, karena itu kita perlu menyelingi
kerja dengan istirahat
 guru dapat menawarkan beberapa blok waktu pilihan dalam satu hari yang di dalamnya ada
berbagai alternative istirahat yang dapat mereka pilih seperti membaca bebas selama 10 menit,
menulis bebas atau permainan matematika yang menyenangkan. Ada 3 sifat yang harus ada
dalam waktu pilihan ini : kesenangan, kemandirian, dan kebaruan.
 Recess activators (penggiat istirahat) yaitu aktivitas saat istirahat dimana siswa lebih tua menjadi
fasilitator untuk yang lebih mudah. Beberapa penggiat istirahat melibatkan diri dalam kegiatan
serupa, menyebar dan megajak anak-anak yang lebih muda untuk ikut dalam permainan aktif.
 Energizer dengan istirahat pendek agar siswa tidak terus duduk selama pelajaran, para murid
dapat menyelesaikan tugas sambil berdiri, dan mengganti kursi konvensional dengan bola senan
sehingga murid-murid dapat bergerak-gerak dan belajar dalam waktu yang bersamaan.
 Ide : galeri berjalan yang aktif. Siswa menempelkan presentasi mereka di dinding kelas atau
orong seakan-akan sedang memamerkan karya mereka di sebuah galei seni. Sebelum mereka
memulai galeri berjalan ini, akan dibagikan sticky notes dalam 2 warna. 1 warna digunakan
untuk menulis pertanyaan tentang kerya penyaji, dan kertas lainnya untuk menuliskan observasi
positif.
 Ide-ide lain untuk meningkatkan kegiatan fisik dan mengurangi lamanya siswa duduk di dalam
kelas
o Cari cara untuk memasukkan kegiatan yang mengandung unsur berdiri, atau gerakan
yang terlihat alami ke dalam pelajaran. Contoh meminta anak-anak untuk berdiri dan
mempraktikan sebagian dari teks yang sedang dibaca
o Masuk dalam suatu karakter mial menjadikomandan dan meminta latihan fisik ala
meliter mendadak
o Dapat minta penggiat istirahat melakukan tugasnya ditempat bermain secara bergiliran
o Memberikan kebebasan murid untuk bergerak, bergoyang dan berdiri.
 Bagaimana ruang kelas yang terlalu banyak dekorasi berpoensi membuat anak-anak sulit focus
pada perjalanan. Anak-anak lebih mudah teralihkan perhatiannya oleh lingkungan visual,
membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk menyelesaikan tugas, dan menunjukkan hasil
belajar yang kurang maksimal saat dinding penuh dengan dekorasi daripada ketika dekorasi
dihilangkan (Fisher, Godwin & Seltmn, 2014).
 Penelitian menegaskan bahwa alam dapat sangat membantu anak belajar membangun
kepercayaan diri mereka, mengurangi gejala gangguan hiperaktif akibat kurangnya perhatian,
menenangkan anak, serta membantu mereka untuk focus. Ada beberapa indikasi bahwa alam
memainkan peran untuk mengurangi bullying.
 Salah satu bahan utama kebahagiaan menurut literature akademik adalah rasa dimiliki.
 Dalam rangka memelihara hubungan dengan rekan kerja, direkomendasikan agar para guru
mengadaptasi sesuatu yang diimplematikan di seluruh finlandia,: bertemu dengan student
welfare team (tim kesejahteraan siswa). Di finlandia, seorang guru kelas berkumpul dengan para
professional dari skeolah lain-kepala sekolah, perawat, pekerja social, psikolog, danguru
pendidikan khusus- siapa saja sejauh yang diperlukan untuk membahas kebutuhan individual di
kelas merea masing-masing
 6 strategi beriku ini untuk menguatkan rasa dimiliki di dalam kelas:
o Mengenal setiap anak : sebelum anak-anak naik ke kelas 5, mereka didampingi guru
kelas yang sama selama 4 tahun – kelas 1 hinga kelas 4. Dapat dengan caraberdiri di
depan pintu dan menyapa nama mereka satu per satu saat memasuki kelas. Praktik
lainnya adalah makan siang bersama mereka. Dapat juga mengadakan home visit
dengan kunjungan pertama focus pada anak, menghabiskan waktu dengan murid,
mengobrol lalu pertemuan kedua baru dengan orang tua utk mendengar pemahaman
mereka tentang anak mereka
o Bermain dengan murid-murid: contoh bermain petak umpet bersama murid
o Merayakan pembelajaran mereka :
 Langkah perama bahwa kita harus berhenti memandang sebuah perayaan hasil
belajar sebagai suatu tambahan yang tidak perlu dan mulai meliatnya sebagai
sesuatu yang brerati bagi siswa, memotivasi mereka untuk belajar lebih efektif,
dan mendorong terciptanya suatu komunitas belajar. Contohutk kelas 6 :
kegiatan obrolan buku dimana murid menyiapkan laporan sederhana tentang
buku pilihan mereka sejauh mana mereka paham tentang isi buku mereka,
 Ide lainnya adalah : meluangkan waktu di akhir pelajaran untuk menulis dan
membaca tulisan mereka
 Pameran sekolah
 Blog kelas
o Mengejar mimpi kelas : menggalang dana ubtuk tujuan kemping kelas. pentingnya suatu
pengalaman ikatan social yang besar seperti kemah sekolah untuk mendukung
hubungan yang diperlukan di kelas.
o Menghapus bullying : adanya program KiVa dimana saat ada keluhan dapat dilakukan
tim invesitgasi, dan pada sesi penyelesaian konflik dapat mendengarsudut panang dari
dua belah pihak, selanjutnya merefleksikan peilaku mereka. Saat followup jika tetap
berlanjut baru orangtua dilibatkan
o Berkawan : dimana kelas 6 berkawan dengan kelas satu, dapat membantu mereka
menyelesaikan pekerjaan sekolahnya, kegiatan lapangan bersama. Meskipun mereka
masih tergolong remaja, saat mereka diberi tangung jawab, ketika mereka dipercayai,
ketika mereka mendapat teman kecil yang dipasangkan dengan mereka---mereka
berubah.