Anda di halaman 1dari 5

MODIFIKASI PERILAKU

(Dalam kelas dan kehidupan sehari-hari)

1. Apakah belajar itu?


 Proses kunci
 Perubahan yang relative menetap dalam perilaku yang terjadi sebagai hasil latihan dan
pengalaman
 Elemen belajar : Perubahan perilaku, terjadi karena latihan dan pengalaman, dan terjadi
secara menetap
2. Dasar-dasar modifikasi perilaku
 Berasal dari teori belajar seperti classical conditioning dan instrumental conditioning
 Yang disebut juga dengan DIRECTIVE THERAPY
3. Definisi Modifikasi Perilaku
 Penggunaan secara sistematis teknik kondisioning pada manusia untuk menghasilkan
perubahan frekuensi perilaku social tertentu atau tindakan untuk mengendalikan
lingkungan perilaku tsb (Powers & Osborn, 1976)
 Respon, konsekuensi dan stimulus harus : didefinisikan dengan objektif, dicatat secara
cermat, teknik kondisioning diterapkan secara ketat
 Metode yang sistematis dan berdasarkan permorfmasi, bertujuan untuk mengubah
perilaku (Sulzer Azzaroff, 1979)
 Dasarnya prevensi dan meningkatkan perilaku
Berdasarkan performansi  operasionalisasi
Menggunakan prinsip-prinsip perilaku
Bersifat analitis
Untuk meningkatkan pengulangan perilaku
4. Ciri-Ciri Modifikasi Perilaku
 Dibandingkan dengan psikoterapi : rasional, prediktif, bias direncanakan
 Dasar pemikirannya adalah : perilaku manusia merupakan hasil belajar
 Pendekatan simtomatis
5. Penerapan prinsip perilaku
 Prosedur perilaku  didasarkan pada prinsip-prinsip perilaku, yaitu aturan yang
menjelaskan hubungan antara apa yang dilakukan individu dengan kondisi spesifik
 Perilaku individu terdiri dari overt (observable) dan covert (unobservable)
 Prinsip perilaku diterapkan pada  perilaku overt dan covert
 Pertimbangannya adalah : siapa yang berpartisipasi, apa goalnya, metoda mana yang
akan dilakukan
Mengurangi Perilaku Dengan Hukuman
(Punishment)
1. Hukuman =menerapkan disiplin  tujuannya adalah sebagai usaha agar anak-anak
menghormati otoritas
2. Konotasi Hukuman = psysical pain, psychological hurt  sebainya hukuman dibatasi karn
ada efek kumulatif
3. Definisi hukuman : adalah sebuah prosedur dimana penyajian stimulus berhubungan
dengan tingkah laku dan mengakibatkan penurunan perilaku
4. Macamnya :
a. Unconditioned aversive stimulus (aversif: stimulus yang befungsi sebagai
penghukum) : stimulus aversif yang diperoleh tanpa belajar
b. Conditined aversif stimulus: stimulus yang tadinya netral kemudian memiliki ciri-cir
aversif
5. Hukuman dalam kehidupan sehari=hari :
a. Sekaligus dapat mengurangi perilaku anak dan membuat “progamer” cenderung
melaksanakan hukuman
b. Kadang-kadang tidak efektif karena hukuman mengundang tawa anak-anaklain
c. Kadang-kadang tidak perlu menghadirkan unconditioned aversif stimulus, tapi cukup
dengan tidak memberikan reinforce.
6. Keuntungan hukuman:
a. Cepat menghentikan perilaku
b. Menimbulkan pembedaan kesalahan
c. Pelajaran langsung bagi teman-teman sebayanya
7. Agar pemberiannya efektif:
a. Mencegah terjadinya “escape”
b. Konsiten dan langsung pelaksanaannya
c. Mempresetasikan dengan intesitas kuat (jangan terlalu lembut)
d. Kombinasikan dengan extinction
e. Kombinasikan dengan stimulus control
f. Kombinasikan dengan mengukuhkan perilaku yang positif
8. Kerugian Hukuman :
a. Menimbulkan penarikan diri
b. Menimbulkan agresi
c. Muncul generalissi
d. Meniru perilaku menghukum dan terhukum
e. Menghasilkan reaksi dari teman-teman sebaya dan lingkungan
f. Menyebabkan negative self statement
Mengurangi Perilaku Dengan Pendekatan
Positive Approach
1. Macam pendekatan positif:
a. DRL : differential reinforce of low rates : diberikan bila perilaku asaran arang muncul
atau bila frekuensi menurun (ex: kamu boleh merokok tapi tidak lebih dari 5 batang)
Keuntungan : hal baik yang akan terus berlangsung, toleran, memungkinkan
penurunan progresif dalam jumlah respon
Kerugian : waktu lama, menekan prilaku yang tidka diinginkan
Agar efektif : gunakan prosedur reinforcement yang efektif, gunakan baseline data
untuk menentukan interval, tingkat interval sedikit demi sedikit kombinasikan
dengan prosedur lain
b. DRO : Differential Reinforcer of other behaviour : diberikan pada saat tertentu bila
subjek tidak sedang melakukan perilaku yang ingin diubah (ex : obesitas)
Keuntungan : cepat mengurangi perilaku, pendekatan positif, tidak semata-mata
melihat segi negative perilaku
Kerugian : kemungkinan bias muncul perilaku lain yang lebih buruk
Agar efektif : jadwalkan reinforce secara cermat, kombinasikan DRO dengan
prosedur lain, misal time out