Anda di halaman 1dari 15

Administrasi Perpajakan

1. Tujuan dari perubahan  Undang-undang pajak penghasilan adalah untuk memudahkan dan
memberikan keadilan kepada wajib pajak, jelaskanlah secara rinci maksud dari hal tersebut !
2. Berikanlah contoh perhitungan pajak penghasilan untuk pegawai harian lepas dan tenaga ahli
sebuah perusahaan!

=Selamat Mengerjakan=

Jawaban:

1. Tujuan dari perubahan  Undang-undang pajak penghasilan adalah untuk memudahkan dan
memberikan keadilan kepada wajib pajak, jelaskanlah secara rinci maksud dari hal tersebut !

Pajak penghasilan (PPh) dikenakan terhadap subjek pajak atas penghasilan yang diterima atau
diperolehnya dalam tahun pajak.

Undang-undang pajak penghasilan yang dipakai saat ini adalah Undang-undang Nomor 36 Tahun
2008 tentang Perubahan Keempat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak
Penghasilan. Dan sebelumnya sudah pernah mengalami perubahan dan terbentuk Undang-
undang Nomor 17 tahun 2000.

Undang-undang nomor 36 dibentuk dengan mempertimbangkan beberapa hal yaitu


mempertimbangkan upaya untuk mengamankan penerimaan Negara, mewujudkan sistem
perpajakan yang netral, sederhana, stabil, lebih memberikan keadilan, dan lebih dapat
menciptakan kepastian hukum. Selain itu, juga mempertimbangkan semakin pesatnya
perkembangan social dan ekonomi akibat dari pembangunan nasional, serta terjadinya
globalisasi dan reformasi di berbagai bidang. Perubahan dilakukan untuk meningkatkan fungsi
dan perannya dalam rangka mendukung kebijakan pembangunan nasional terutama di bidang
ekonomi.

Dalam perubahan undang-undang pajak penghasilan tetap mempertahankan prinsip-prinsip


perpajakan yang dianut secara universal, yaitu keadilan, kemudahan administrasi dan
produktivitas penerimaan Negara dengan tetap mempertahankan sistem self assessment.

Ada 3 tujuan dan arah penyempurnaan UU pajak penghasilan:

a. Meningkatkan keadilan pengenaan pajak


b. Memberikan kemudahan kepada wajib pajak
c. Menunjang kebijaksanaan pemerintah dalam rangka meningkatkan investasi langsung di
Indonesia baik penanaman modal asing maupun modal dalam negeri di bidang usaha
tertentu dan daerah tertentu yang mendapat prioritas

Sebagaimana dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 terjadi beberapa perubahan


contohnya peruban pada pasal 2 yang mengatur berisikan tentang subjek pajak, pasal 7 yang
mengatur tentang PTKP dan masih banyak perubahan perubahan lainnya.
Sumber:

BMP ADBI4330 Administrasi Perpajakan

Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008

2. Berikanlah contoh perhitungan pajak penghasilan untuk pegawai harian lepas dan tenaga ahli
sebuah perusahaan!
a. Contoh perhitungan pajak penghasilan pegawai harian lepas
Bapak A bekerja sebagai supir trevel anatar kota yang dalam 10 hari ini beliau 6 kali jalan
bolak balik dengan gaji yang didapatkan sebesar Rp5.100.000. PPh 21 yang dikenakan
sebesar?
Perhitungan PPh 21 didasarkan dengan PMK Nomor 102/PMK.010/2016
Perhitungan PPh 21:
Upah harian: 5.100.000 : 10 = 510.000 (artinya upah harian diatas 450.000)
Upah harian – 450.000 = 510.000 – 450.000 = 60.000
PPh 21 yang terhutang :
Tarif PPh sesuai dengan Pasal 17 UU PPh, untuk besaran upah Bapak A adalah 5%
10x(5% x Rp60.000) = 10 x 3.000 = Rp30.000

Sumber: PMK Nomor 102/PMK.010/2016 tentang Penetapan Bagian Penghasilan


Sehubungan Dengan Pekerjaan Dari Pegawai Harian Dan Mingguan Serta Pegawai Tidak
Tetap Lainnya Yang Tidak Dikenakan Pemotongan Pajak Penghasilan

b. Contoh perhitungan pajak penghasilan tenaga ahli


Pada Tahun 2019 Ibu Zaskia bekerja sebagai seorang arsitek. Dalam satu tahun
penghasilannya mencapai Rp545.000.000. Ibu Zaskia berstatus belum menikah. Besaran
PPh 21 terutang?
Perhitungan PPh 21 berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per
16/PJ/2016.
Perhitungan PPh 21:
Perhitungan Penghasilan Kena Pajak: 50% x 545.000.000 = Rp272.500.000
Besaran PPh 21 :
(5% x 50.000.000) + (15% x 200.000.000) + (25% x 22.500.000) =
2.500.000 + 30.000.000 + 5.625.000 = 38.125.000

Jadi, besaran PPh 21 nya adalah Rp38.125.000

Sumber: Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per 16/PJ/2016 tentang Pedoman
Teknis Tata Cara Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21
dan/atau Pajak Penghasilan Pasal 26 Sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, dan Kegiatan
Orang Pribadi

Akuntansi Dasar

Diskusi 5
1. Sebutkan perbedaan dan persamaan yang mahasiswa/i ketahui dari laporan keuangan perusahaan
dagang dan perusahaan jasa!  dan berikan contoh dari laporannya tersebut.

2.  Sebutkan karakteristik dari perusahaan dagang yang anda ketahui !

Note :

 Jangan takut salah dalam menyampaikan pendapat, karena forum diskusi ini akan sangat
membantu pemahaman rekan-rekan mahasiswa terhadap materi yang sedang dipelajari.
 Akan lebih baik apabila diskusi menggunakan bahasa sendiri.
 Apabila dalam menyampaikan pendapat/argument bukan dari hasil pemikiran sendiri, jangan
lupa untuk menyebutkan “sumber”nya.

SELAMAT BERDISKUSI

Jawaban:

1. Sebutkan perbedaan dan persamaan yang diketahui dari laporan keuangan perusahaan dagang
dan perusahaan jasa! Dan berikan contoh laporannya

Laporan keuangan merupakan catatan tentang informasi keuangan perusahaan pada suatu
waktu akutansi, yang dipakai untuk menggambarkan kondisi atau kinerja perusahaan tersebut.

Perusahaan dagang adalah perusahan yang menjual produk dalam bentuk bahan jadi untuk
dijual kembali. Perusahaan dagang hanya melakukan penjualan kembali dan mengambil
keuntungan usaha dari selisih penjualan dan pembelian.

Perusahaan Jasa adalah perusahaan yang menjual jasa yang dihasilkannya untuk memenuhi
kebutuhan konsumen. Sehingga perusahaan ini merupakan perusahaan yang tidak memiliki
persediaan barang untuk dipasarkan seperti perusahaan dagang.

Perbedaan Laporan Keuangan Perusahaan dagang dan Perusahaan Jasa adalah terletak pada
akun dan aktivitasnya. Terdapat akun yang ada di laporan keuangan perusahaan dagang yang
tidak ada di laporan keuangan perusahaan jasa, begitu pula sebaliknya.

Apabila perusahaan dagang yang lebih di tekankan adalah pencatatan barang dagangan yang
masuk maupun yang keluar (yang sudah terjual). Pada perusahaan dagang terdiri dari akun
penjualan, harga pokok persediaan, dan harga pokok penjualan. Sedangkan pada perusahaan
jasa hanya terdapat akun pendapatan saja.

Akun pada perusahaan dagang yang tidak ada pada perusahaan jasa : 
a. Akun Pembelian
Berisikan pembelian barang-barang sebelum dijual ke konsumen.
b. Akun Penjualan
Berisi semua kegiatan penjualan produk yang dijual perusahaan kepada konsumen
maupun perantara.
c. Akun Persediaan
Menyimpan data jumlah persediaan barang selama periode tertentu.
d. Harga Pokok Penjualan
Harga pokok yang dipakai untuk menentukan harga beli barang yang akan dijual pada
suatu waktu tertentu dan tentunya dipengaruhi oleh naik turunnya harga pasar.
e. Akun Potongan Tunai
Digunakan untuk pemberian diskon atau potongan harga yang diberikan kepada
konsumen karena telah membayar barang dengan tunai langsung ketika transaksi.
f. Akun Potongan Pembelian
mencatat potongan harga yang diberikan oleh produsen kepada perusahaan dagang
karena telah membayar dengan tunai atau lunas dalam jangka waktu tertentu.
g. Akun retur penjualan
Menyimpan dan menganalisa data mengenai barang yang sudah terjual ke konsumen
namun dikembalikan kepada perusahaan karena kondisinya yang cacat dan/atau tidak
sesuai dengan pemesanan.
h. Beban Pemasaran
biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menjual barang-barang persediaan hingga
sampai ke tangan konsumen.

- Laporan Keuangan Perusahaan Dagang


Perusahaan dagang dalam menghitung harga pokok penjualannya hanya membutuhkan
laporan stock opname dari persediaan barang dagang.

- Laporan Keuangan Perusahaan Jasa


Perusahaan jasa memiliki laporan keuangan yang hampir sama dengan perusahaan dagang
namun dalam perusahaan jasa tidak memiliki persediaan barang dagang dalam laporan
neracanya. Hal itu dikarenakan bentuk dari produknya merupakan layanan sehingga tidak
memiliki wujud layaknya produk dari perusahaan dagang.

Contoh:
- Laporan Perusahaan Dagang
- Laporan Perusahaan Jasa

Sumber:
https://ukirama.com/en/blogs/definisi-dan-perbedaan-akuntansi-perusahaan-dagang-dan-
akuntansi-perusahaan-jasa

https://ukirama.com/en/blogs/perbedaan-laporan-keuangan-perusahaan-dagang-jasa-dan-
manufaktur

2. Sebutkan karakteristik dari perusahaan dagang !

Karakteristik perusahaan dagang adalah:


a. saat terjadi penjualan, timbul 2 hal yaitu pendapatan dan penyerahan barang dagang.
b. Kegiatan membeli barang, menyimpan, dan menjual kembali
c. Tidak ada proses produksi barang yang dijual
d. Keuntungan diperoleh dari penjualan (pembelian + biaya operasional)

Sumber:

BMP EKMA4115 Pengantar Akuntansi

https://blog.ruangguru.com/mengenal-perusahaan-dagang-ciri-jenis-dan-karakteristik

Asas – asas Manajemen

Forum Diskusi 5

Pengawasan merupakan salah satu fungsi manajemen untuk menjamin agar apa yang dilaksanakan
atau hasil yang dicapai sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Pengawasan sendiri sebagai suatu
proses tentunya melalui tahapan-tahapan pula, sehingga proses pengawasan itu dapat dilihat sebagai
suatu sistem, yang kesemuanya akan memberikan informasi beserta data yang diperlukan bagi
perbaikan perencanaan selanjutnya. Pengawasan kuantitas mengikuti aliran sistem, perolehan bahan-
bahan mentah dari berbagai sumber (input), pengolahan terhadap input (proses), hasil dari
pengolahan tersebut yang disebut produk atau jasa (output). Inti pengawasan kualitas dimaksudkan
agar kualitas barang yang dihasilkan memenuhi atau sesuai baik fungsi barangnya.

Silahkan diskusikan tentang fungsi pengawasan kuantitas dan kualitas dalam Manajemen


Selamat berdiskusi dan tetap semangat.

Salam: Tutor

Jawaban:

Diskusikan tentang fungsi pengawasan kuantitas dan kualitas dalam Manajemen!

Pengawasan merupakan proses yang dilakukan pimpinan untuk pengendalian supaya kegiatan yang
dilakukan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya dan dalam penggunaan sarana prasarana, dana
agar sesuai dengan rencana dan tidak adda penyimpangan

Pengawasan Kuantitas

Pengawasan kuantitas ditujukan untuk menimbulkan arus hasil produksi yang diinginkan secara teratur.
Pengawasan kuantitas adalah  untuk memperhatikan bagaimana caranya  berbagai hasil-hasil produksi
atau jasa-jasa itu bergerak. Pengawasan kuantitas untuk memastikan bahwa hasil produksi atau jasa
tertentu tidak sampai habis. Pengawasan kuantitas mengidentifikasikan hasil-hasil produksi dan jasa-jasa
yang bergerak melebihi rencana maupun yang tidak sesuai dengan rencana. Pengawasan inventaris
merupakan hal utama dari pengawasan kuantitas.

Pengawasan Kualitas

Pengawasan kualitas bertujuan untuk mempertahankan kualitas yang memuaskan untuk tujuan yang
diinginkan, bukan kualitas yang setinggi mungkin. Tujuan yang dicari adalah apa yang terbaik dalam
istilah berikut: (a) konsistensi dengan harga yang diminta untuk hasil produksi atau jasa tersebut dan (b)
di berikan hasil-hasil yang memuaskan dan dapat dipercaya.

Sumber: https://ruangbimbel.co.id/pengertian-pengawasan/

Dasar-dasar Perpajakan

Lisa memperoleh penghasilan dan telah memiliki NPWP sendiri. Lisa kemudian menikah dengan Hengki
yang telah memiliki NPWP juga. Saudara sebagai konsultan pajak akan menyarankan Lisa untuk
mempunyai NPWP sendiri atau ikut NPWP suami? Berikan penjelasan untung ruginya istri memilih
punya NPWP sendiri!

Jawaban:

Pertama saya akan menerangkan dasar hukum dan contoh kasus yang digunakan, seperti:

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008, didalamnya sudah diatur mengenai NPWP suami
dan istri. DI dalam Undag-Undag tersebut diesebutkan bahwa sistem pengenaan pajak di Indonesia
menempatkan kelurga merupakan suatu satu kesatuan. Terdapat dalam Pasal 8 UU 36 Tahun 2008
menyatakan bahwa penghasilan atau kerugian dari seluruh anggota keluarga digabung sebagai satu
kesatuan yang dikenai pajak dan pemenuhan kewajiban pajaknya dilakukan oleh kepala keluarga
(suami). Namun, pada dasarnya semua pasangan suami istri berhak menentukan dan memilih untuk
pisah NPWP atau menggabungkan NPWP.
Berdasarkan Pasal 8 ayat (3) Undang-undang no 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan menjelaskan
bahwa apabila istri memilih untuk memilki NPWP sendiri maka penghitungan pajaknya berdasarkan
penjumlahan penghasilan netto suami-istri dan masing-masing memikul beban pajak yang sebanding
dengan besarnya penghasilan netto.

Ada ilustrasi penghitungan PPh 21 berikut:

Terdapat suami istri baru menikah dan belum memilki anak yang dua-duanya sudah memilki
NPWP.Penghasilan netto suami adalah Rp80.000.000 dan penghasilan netto istrinya Rp70.000.000.
Penghasilan mereka sudah dipotong oleh tempat kerja masing-masing dengan perhitungan:

Suami:

Penghasilan Netto : 80.000.000

PTKP (K/0) : 26.325.000

PKP : 53.675.000

PPh terutang : 2.683.750

Istri

Penghasilan Netto : 70.000.000

PTKP (K/0) : 26.325.000

PKP : 43.675.000

PPh terutang : 2.183.750

Karena Suami-istri berbeda NPWP maka perhitungannya menjadi:

Penghasilan suami-istri digabungkan

Penghasilan Netto suami : 80.000.000

Penghasilan netto istri : 70.000.000

Total penghasilan netto : 150.000.000

PTKP (K/I/0) : 50.625.000

Total PKP : 99.375.000

PPh Terutang setahun :

5% x 50.000.000 : 2.500.000

15% x 49.375.000 : 7.406.250

Total PPh terutang : 9.906.250


Perhitungan SPT untuk PPh suami

Perhitungan PPh Terutang : (80.000.000 / 150.000.000) x 9.906.250

PPh Terutang : 5.283.333

Kredit Pajak : 2.683.750

PPh Kurang Bayar : 2.599.583

Perhitungan SPT untuk PPh Istri

Perhitungan PPh Terutang : (70.000.000 / 150.000.000) x 9.906.250

PPh Terutang : 4.622.917

Kredit Pajak : 2.183.750

PPh Kurang Bayar : 2.439.167

Kesimpulannya adalah apabila suami dan istri memilki NPWP masing-masing maka nantinya di SPT
tahunan terdapat hutang pajak yang masih perlu dibayarkan. Namun, apabila Istri menggabungka
NPWPnya dengan suami maka tiap tahunnya istri hanya perlu melaporkan SPT 1770S, tanpa harus
menggabungkan penghasilan netoo suami dan SPT tahunan suami akan dilaporkan nihil tanpa adanya
kurang bayar pajak.

Setelah menjelaskan hal tersebut diatas, saya akan menyarankan untuk suami-istri melakukan
penggabungan NPWP. Dengan cara melakukan penghapusan NPWP istri dengan mengajukan surat
permohonan ke KPP tempat mendaftar. Namun, keputusan tetap berada di tangan WP untuk
menggabungkan atau tidak.

Sumber:

https://www.online-pajak.com/tentang-pph-final/npwp-suami-istri

https://ekstensifikasi423.blogspot.com/2015/02/untung-rugi-istri-memilih-punya-npwp.html?m=0

Metode Penelitian Sosial

Forum ini membahas tentang Populasi dan Sampel

1. Populasi dalam konteks penelitian diartikan sebagai keseluruhan elemen atau satuan yang ingin
diteliti. Silakan diskusikan populasi dalam penelitian yang telah anda pilih. Tentukan batasan
populasi yang mencakup isi, cakupan, dan waktu.
2. Tentukan pula sampel dari penelitian anda tersebut sesuai dengan tekik penarikan sampel yang
anda pilih

Selamat berdiskusi.

Jawaban:
1. Populasi dalam konteks penelitian diartikan sebagai keseluruhan elemen atau satuan yang ingin
diteliti. Silakan diskusikan populasi dalam penelitian yang telah anda pilih. Tentukan batasan
populasi yang mencakup isi, cakupan, dan waktu.

Penelitian sebelumnya yang saya pilih adalah Kepuasan Pengguna Jasa terhadap Layanan pada
Kantor A.

Populasi merupakan keseluruhan elemen yang akan diteliti. Elemen yang akan diteliti dalam
penelitian ini adalah pengguna jasa. Sehingga populasi penelitian ini adalah seluruh pengguna
jasa. Namun, populasi juga perlu dibatasi karena yang akan diteliti adalah kepuasan pengguna
jasa terhadap layanan yang diberikan. Jadi, ketika yang akan diteliti adalah kepuasan terhadap
layanan maka perlu dibatasi penelitian dilakukan terhadap pengguna jasa yang secara langsung
pernah menerima layanan. Dalam penelitian ini dilakukan di Kantor A. Kantor A merupakan
kantor yang melayani pegurusan Ekspor dan Impor. Di dalam kantor A juga terdapat pengguna
jasa yang tidak secara langsung mendapatkan layanan kantor A, misalnya sebuah perusahaan
yang melaksanakan ekspor yang melakukan pengurusan ekspornya bukan pemilik atau pimpinan
perusahaannya langsung tetapi wakil dari perusahaan tersebut, sehingga pemilik perusahaan
tidak dapat dimasukkan dalam populasi karena tidak pernah merasakan bagaimana layanan
yang diberikan.

Dalam merumuskan populasi perlu mencakup 3 unsur, yaitu isi, cakupan, dan waktu. Sehingga
rumusan populasi menjadi:

Isi : Pengguna Jasa Kantor A

Cakupan : yang sudah pernah menerima layanan secara langsung

Waktu : dalam waktu 1 tahun terakhir

Untuk isi, cakupan sudah saya jabarkan diatas penjelasannya. Nah, sedangkan untuk waktunya
akn saya jabarkan pada paragraf ini. Untuk waktu saya memilh 1 tahun terakhir karena dalam
melaksanakan layanan setiap kantor pastinya akan selalu melakukan perubahan dan perbaikan.
Apabila penelitian ini dilakukan setiap tahunnya dan memperoleh hasil untuk evaluasi pastinya
dalam kantor tersebut sudah melakukan perubahan kearah yang lebih baik walaupun sedikit.
Karena sudah pasti setiap kantor akan berlomba-lomba untuk memberikan pelayanan
terbaiknya sesuai dengan apa yang pengguna jasa harapkan. Maka, menurut saya waktu 1 tahun
merupakan waktu yang pas untuk batasan waktunya. Dikarenakan penelitian tidak mungkin
dilakukan kepada pengguna jasa yang sudah 2 tahun atau 3 tahun yang lalu terakhir dating ke
kantor A karena pastinya di dalam kantor A sudah melakukan perubahan sehingga data yang
diperoleh tidak akan data yang terbaru.

2. Tentukan pula sampel dari penelitian anda tersebut sesuai dengan teknik penarikan sampel yang
anda pilih

Sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti. Dalam penarikan sempel terdapat 2
teknik yaitu teknik probabilita dan teknik non-probabilita. Namun kedua masih dibagi lagi
menajdi beberapa teknik penarikan sampel. Teknik penarikan sampel probabilita adalah teknik
penarikan sampel yang mendasarkan pada prinsip bahwa seluruh elemen di dalam populasi
memilki kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai sampel. Namun sebaliknya dengan teknik
non probabilita, teknik ini tidak ada kesempatan yang sama untuk tiap elemen.

Dalam penelitian yang saya pilih saya memilih menggunakan teknik non-probabilita. Dikarenakn
keterbatasan peneliti untuk membuat kerangka sampel Karena salah satu syarat untuk teknik
probabilita adalah harus membuat kerangka sampel. Dalam menyusun kerangka sampel peneliti
harus memiliki nama-nama yang ada dan disusunnya secara acak.

Selanjutnya dalam teknik non probabilita dibagi menjadi 4 cara, yaitu: 1. Teknik penarikan
sampel aksidental, 2. Teknik penarikan sampel purposive, 3. Teknik Penarikan sampel secara
kuota, 4. Teknik penarikan sampek snowball. Dan yang saya pilih adalah Teknik Penarikan
Sampel Aksidental. Teknik ini dapat digunakan apabila populasi penelitian relative homogeny
dan peneliti sulit untuk menyusun kerangka sampel. Dalam teknik ini didasarkan pada
kemudahan memilih sampel. Dengan banyaknya pengguna jasa yang datang dan sulit untuk
membuat kerangka sampel maka saya memilih teknik ini. Teknik ini yang paling mungkin
dilakukan. Nantinya setiap pengguna jasa yang datang ke kantor A selama menunggu dapat
dilakukan kegiatan pengambilan data penelitian.

Sumber: BMPISIP4216 Metode Penelitian Sosial

Pajak Bumi dan Bangunan

Pemberian Pengurangan BPHTB

Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 87/KMK.03/2002 membahas tentang


Pemberian Pengurangan BPHTB. Bagaimanakah prosedur pemberian pengurangan BPHTB menurut
aturan pelaksanaannya?

Jawaban:

Pemberian pengurangan BPHTB berdasarkan aturan pelaksanaannya.

Wajib Pajak atau Penanggung Pajak dapat mengajukan pengurangan pajak kepada kepala SKPD yang
menangani pendapatan daerah. Permohonan diajukan secara tertulis dengan berbahasa Indonesia
dengan minimal memuat nama dan alamat wajib pajak atau penanggung pajak, jenis pajak dan besar
pengurangan pajak yang diminta, serta alas an permohonan pengurangan pajak. Permohonan
dikirimkan dengan dilampirkan: a. fotokopi KTP atau identitas pemohon, b. fotokopi surat kepemilikan
hak, c. SSPD-BPHTB/SKPCKB/SKPDKBT/STPD.

Dalam pemberian pengurangan BPHTB dilakuakn berdasarkan pengaturan kepala daerah dan
berdasarkan pertimbangan keadaan atau kondisi tertentu, Misal:

1. Kondisi tertentu wajib pajak atau penanggung pajak yang ada hubungannya dengan objek pajak.
Contoh: Wajib pajak atau penanggung pajak orang pribadi yang memperoleh hak baru melalui
program pemerintah di bidang pertanahan dan tidak mempunyai kemampuan secara ekonomis,
diberikan pengurangan sebesar 75%, dan masih banyak kondisi lainnya.
2. Kondisi wajib pajak atau penanggung pajak yang ada hubungannya dengan sebab tertentu.
Contoh: wajib pajak atau penanggung pajak yang memperoleh hak ataas tanah melalui
pembelian dari hasil ganti rugi pemerintah yang nilai ganti ruginya di bawah nilai jual objek
pajak, diberikan pengurangan sebesaar 50%, dan kasus atau kondisi lainnya.
3. Tanah dan/atau bangunan yang dipakai untuk tujuan tertentu, seperti untuk kepentingan social
atau untuk pendidikan yang tidak ada tujuan untuk mencari keuntungan, untuk panti asuhan,
panti jompo, rumah yatim piatu, rumah sakit swasta milik institusi pelayanan social masyarakat,
akan mendapat pengurangan sebesar 25%

Tata Cara pengurangan BPHTB:

1. Wajib Pajak atau Penanggung Pajak mengirimkan surat permohonan pengurangan BPHTB yang
dilampiri dengan dokumen penduungnya dan salinan surat ketetepan BPHTB kepada pejabat
yang ditunjuk dalam pelayanan di SKPD yang menangani pendapatan daerah
2. Pejabat yang ditunjuk tersebut menerima dokumen permohonan pengurangan BPHTB,
kemudian memberikan tanda terima. Dengan didasarkan permohonan tersebut, pejabat yang
ditunjuk mengajukan permintaan data terkait objek pajak degan menyiapkan formulir
pengajuan data kepada pejabat yang ditunjuk dalam pengolahan data dan informasi pada SKPD
tersebut.
3. Selanjutnya, pejabat yang ditunjuk dalam pengolahan data dan informasi, menarik data terkait
objek pajak dari database dan mengisi form pengajuan data dan mengirimkan kembali kepada
pejabat yang ditunjuk dalam pelayanan tersebut.
4. Pejabat yang ditunjuk dalam pelayanan tersebut menelaah dan memeriksa pengajuan
pengurangan BPHTB berdasarkan data objek pajak yang telah diterima. Penarikan juga dilakukan
atas kesesuaian antara pengajuan dan ketetapan atau kriteria dalam peraturan kepala daerah.
5. Pejabat pelayanan menyiapkan berita acara pemeriksaan dan surat penolakan pengajuan
pengurangan BPHTB, jika permohonan ditolak atau surat keputusan pengurangan BPHTB, jika
permohonan diterima.
6. Pejabat pelayanan mengarsipkan berita acara pemeriskaan dan mengirimkan surat penolakan
pengajuan penguangan BPHTB (bagi yang ditolak) dan surat keputusan pengurangan BPHTB
(bagi yang diterima) kepadad wajib pajak atau penanggung pajak
7. Wajib pajak atau penanggung pajak menerima surat ketetapan BPHTB dan melakukan
pembayaran sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan

Waktu pelayanan dilakukan dalam jangka waktu 30 hari dari permohonan wajib pajak atau
penanggung pajak. Sehingga dalam waktu tersebut kepala SKPD harus menyampaikan keputusan
menolak atau menerima permohonan.

Sumber: BMP PAJA3233 Pajak Bumi dan Bangunan

Pengantar Ilmu Administrasi

Untuk meningkatkan pemahaman Anda tentang Kepemimpinan (leadership), silakan Anda diskusikan
beberapa hal berikut:
1. Pengertian kepemimpinan;
2. Teori-teori dalam kepemimpinan

Selamat berdiskusi

Jawaban:

1. Pengertian kepemimpinan;

Kapemimpinan berasal dari kata dasar pimpin yang mendapat awalan ke- dan akhiran –an.
Sehingga memiliki arti sifat yang dimiliki oleh pemimpin tersebut. Kata pimpin sendiri berarti
mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan menunjukkan ataupun mempengaruhi.
Pengertian kepemimpinan menurut Dubin dalam Fielder dan Chemers (1974) adalah aktivitas
para pemegang kekuasaan dan pembuat keputusan. Sedangkan para ahli manajemen
berpendapat bahwa kepemimpinan merupakan suatu konsep manajemen di dalam kehidupan
organisasi mempunyai kedudukan yang strategis dan merupakan gejala social yang sangat
diperlukan dalam kehidupan berkelompok. Dalam sebuah organisasi kepemimpinan merupakan
hal yang wajib ada agar tujuan organisasi dapat tercapai.

Menurut Stogdill, kepemimpinan dirumuskan dalam beberapa definisi, tergantung dengan titik
tolak pemikirannya. Menurut Sotgill kepemimpinan merupakan:

a. Suatu seni untuk menciptakan kesesuaian paham


b. Suatu bentuk persuasi dan inspirasi
c. Suatu kepirbadian yang mempunyai pengaruh
d. Tindakan dan perilaku
e. Titik sentral proses kegiatan kelompok
f. Hubungan kekuatan atau kekuasaan
g. Sarana pencapaian tujuan
h. Suatu hasil dari interaksi
i. Peranan yang dipolakan
j. Inisiasi struktur

Kemudian kalau menurut Gary Yuki (1994), kepemimpinan didefinisikan sebagai proses
pemimpin mempengarhui pengikut untuk menginterpretasikan keadaan, pemilihan tujuan
organisasi, pengorganisasian kerja dan memotivasi pengikut untuk mencapai tujuan organisasi,
mempertahankan kerja sama dan tim kerja, mengorganisir dukungan dan kerja sama orang dari
luar organisasi.

Selain tokoh-tokoh diatas masih banyak tokoh lain yang memberikan pengertian kepemimpinan.

Kepemimpinan merupakan sebuah bidang riset dan juga suatu keterampilan praktis yang
mencakup kemampuan seseorang atau sebuah organisasi untuk "memimpin" atau membimbing
orang lain, tim, atau seluruh organisasi. (sumber: Wikipedia)
Sedangkan kalau menurut saya, kepemimpinan merupakan sifat yang harus dimiliki oleh
seorang pemimpin untuk membina, menuntun, membimbing, mengarahkan bawahannya untuk
dapat menjalankan pekerjaan sesuai dengan tujuan organisasi.

2. Teori-teori dalam kepemimpinan

Terdapat 4 teori kepemimpinan, sebagai berikut:

1. Teori Sifat
Berhubungan dengan teori ini, jika kembali ke zaman Yunani Kuno dan zaman Romawi.
Di zaman itu, orang-orang percaya bahwa pemimpin itu dilahirkan bukan dibuat.
Sehingga mereka pada zaman itu percaya bahwa yang menjadi pemimpin adalah
seseorang yang memang dilahirkan untuk menjadi pemimpin tanpa melihat apakah dia
memilki sifat kepemimpinan atau tidak. Teori ini didasari dengan pemikiran bahwa
seorang pemimpin yang baik ditentukan dari sifat-sifat yang sudah dimilikinya.
Keberhasilan seorang pemimpin berasal dari ciri-ciri kepemimpinan yang dimilikinya
yang dimungkinkan bersumber dari bakat yang dibawa sejak lahir, diperoleh karena
belajar dan pengalaman, diperoleh dari pendalaman teori kepemimpinan. Namun,
berdasarkan para ahli yang mengemukakan sifat-sifat atau ciri-ciri seorang pemimpian
dengan berbeda-bedad atau heterogen. Yang pada intinya teori ini menyatakan bahwa
berhasilnya seorang pemimpin didasarkan dari sifat-sifat yang dimilkinya.
2. Teori Perilaku
Teori ini memfokuskan pada apa yang dilakukan oleh pemimpin dalam menjalankan
tugas kepemimpinannya. Teori ini berusaha untuk menemukan jawaban atas
pertanyaan how leader behave. Banyak penelitian tentang perilaku kepemimpinan.
Selama ini mengikuti pola yang ditetapkan oleh penelitian dari Universitas Ohio State
dan Universitas Michigan. Berikut penjelasannya:
a. Universitas Ohio State
Hasil penelitian dari Universitas Ohio State, perilaku pemimpin memilki
kecenderungan yang mengarah kepada 2 kategori. Kategori consideration dan
initiating structure.
- Consideration
Perilaku pemimpin lebih mengarah pada kepentingan bawahannya. Ciri-
cirinya diantaranya: a. Ramah tamah, b. Mendukung dan memperlihatkan
perhatian terhadap bawahan, c. Memperhatikan kesejahteraan bawahan, d.
Melakukan kebaikan kepada bawahan, dan lain-lain

- Initiating Structure
Pememimpin memilki perilaku yang lebih mementingkan organisasi
daripada bawahannya. Ciri-cirinya sebagai berikut: a. memberi kritik
terhadap pekerjaan yang jelek, b. menekankan pentingnya memenuhi batas
waktu pelaksanaan tugas kepada bbawahan, c. mempertahankan standar
kinerja tertentu, d. meminta bawahan untuk mengikuti prosedur standar, e.
mengoordinasikan kegiatan bawahan dan memastikan bahwa bawahan
bekerja sepenuh kemampuan, dan lain-lain
b. Universitas Michigan
Hampir sama dengan hasil dari Universitas Ohio namun tetap terdapat
perbedaan, hasil penelitian Universitas Michigan menyebutkan bahwa perilaku
pemimpin cenderung mengarah kepada 2 hal, yang pertama berorientasi
kepada bawahan dan berorientasi kepada produksi. Kedua hasil penelitian sama
sama menyebutkan berkaitan dengan bawahan. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa pada dasarnya seorang pemimpin dalam menjalankan tugasnya tidak
dapat jauh dari bawahannya. Berdasarkan penelitian universitas ini, fungsi
pemimpin pada umumnya menyangkut 2 hal pokok yaitu, fungsi yang berkaitan
dengan tugas dan fungsi pemeliharaan kelompok. Dan hubungan antara
pemimpin dan bawahan dapat dibedakan menjadi antara hubungan yang
berorientasi padad tugas dan beorientasi kepada bawahan.

Hubungan yang berorientasi pada tugas, dengan ciri-ciri sebagai berikut: 1.


Memberikan petunjuk kepada bawahan, 2. Mengadakan pengawasan yang
ketat terhadap bawahan, 3. Meyakinkan bawahan bahwa tugas harus selalu
dilaksanakan sesuai dengan keinginan pemimpin, 4. Menekankan pada
pelaksanaan tugas

Hubungan yang berorientasi pada bawahan dengan ciri ciri: 1. Memberikan


motivasi daripada pengawasan terhadap bawahan, 2. Melibatkan bawahan
dalam pengambilan keputusan, 3. Bersikap penuh kekeluargaan, percaya,
hubugan kerja sama yang saling mengjormati.

3. Teori Kontingensi
Teori ini menekankan pada pentignya faktor-faktor kontekdtual seperti sifat pekerjaan
yang dilakukan oleh pemimpin, sifat lingkungan eksternal dan karakteristik para
pengikut. Dalam teori ini menekankan bagaimana perilaku pemimpin dipengarhui oleh
aspek situasi dan sejauh mana kinerja pemimpin itu sama atau berbeda pada berbagai
jenis organisasi.

4. Teori Kepemimpinan Kontemporer


Terori ini berkembang antara tahun 1970-an hingga tahun 2000-an. Teori ini
berkembang tiddak berdasarkan pada sifat, tingkah laku atau situasi tertentu namun,
didasarkan pada kemampuan lebih pada seorang pemimpin dibandingkan dengan orang
lain.

Sumber: BMP PAJA3210 Pengantar Ilmu Administrasi


Pengantar Ilmu Ekonomi

Perkembangan industri telekomunikasi saat ini, khususnya telekomunikasi bergerak (mobile) atau
dikenal juga dengan telekomunikasi selular, sedikit banyak mempengaruhi bagaimana pelaku bisnis di
industri ini dalam membuat keputusan strategi. Faktor yang mendorong perkembangan industri
telekomunikasi diantaranya adalah tingginya tingkat persaingan antar perusahaan dalam industri,
bergesernya cara pandang para pelaku bisnis di industri dalam berkompetisi dan pesatnya
perkembangan teknologi yang mengubah cara masyarakat berkomunikasi. Berikan pendapat Anda
bagaimana struktur pasar pada industri telekomunikasi di Indonesia. Berikan alasan Saudara, dapatkah
saudara menunjukkan industri lain yang memiliki struktur pasar yang sama dengan industri
telekomunikasi.

Selamat berdiskusi...

Salam,

Tutor

Jawaban:

Menurut saya industri pasar telekomunikasi bergerak (mobile) di Indonesia merupakan struktur pasar
monopolistik.

Sesuai dengan pengertian pasar monopolistic yaitu campuran dari pasar persaingan sempurna dan pasar
monopoli. Pasar monopolistik salah satu ciri-cirinya adalah jumlah perusahaan yang begitu banyak,
sehingga tidak ada individu perusahaan yang memperhatikan reaksi dari perusahaan saingan ketika
perusahaan tersebut menetapkan harga dan output. Karakteristik pasar monopolistik:

1. Jumlah perusahaan tergolong banya walaupun tidak sebanyak persaingan sempurna


2. Barang yang diperjualbelikan mempunyai kegunaan sama tetapi berbeda corak.

Dari karakteristik diatas maka saya menyimpulkan bahwa industri telekomunikasi di Indonesia
merupakan pasar monoplistik. Saat ini jumlah perusahaan telekomunikasi bergerak (mobile) sudah
mulai banyak. Kemudian barang yang diperjualbelikan merupakan barang dengan kegunaan yang sama
namun dengan spesifikasi yang berbeda-beda, dengan nilai jual yang berbeda juga. Masing-masing
perusahaan memiliki pasarannya masing-masing dan memilki karakteristik masing-masing.

Sumber: BMP ISIP4112 Pengantar Ilmu Ekonomi

Anda mungkin juga menyukai