Anda di halaman 1dari 8

FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN

UNIVERSITAS DARMA PERSADA


Jl. Taman Malaka Selatan Pondok Kelapa
Jakarta, 13450, Telepon 021 8649051-59 Faksimili 021 8649052
Home page :http/www.unsada.ac.id E-mail :
tata_usaha@ftk.unsada.ac.id

Ujian Akhir Semester ( UAS )


Semester Genap Tahun Akademik 2018/2019

Mata Kuliah/SKS : Kapal Khusus /2 sks


Hari / Tanggal : Jumat / 31 Januari 2019
Dosen : Shanty Manullang S.Pi, M.Si
Dikumpulkan : Rabu/ 5 Februari pukul 16.00
Sifat Ujian : Take Home

Nama : Rahel Egi Garetno


Nim : 2016310009
Tugas Take Home untuk Kapal Khusus

1. Hitunglah tegangan kombinasi yang terjadi pada baja kapal biasa, jika diketahui tegangan
gesernya adalah 780 kg/cm2 dan tegangan tariknya 1200 kg/cm2 !

∂ k = √ ∂ 2+ 3 j ²

∂2=¿1200 kg/cm2

j 2 =¿780 kg/cm2

∂ k =√ 1200 kg/cm 22+3 x 780 kg/cm 2²


= √ 1440000+ ( 3 x 608400 )

= √ 1440000+1825200
= √ 3265200 = 1806,986 kg/cm2
Jadi, tegangan kombinasinya adalah 1806,986 kg/cm2
3. Buatlah resume tentang Kapal Selam dan perkembangannya di Indonesia !
A. Pengertian Kapal Selam
Kapal selam adalah kapal yang bergerak di bawah permukaan air, umumnya digunakan
untuk tujuan dan kepentingan militer. Sebagian besar Angkatan Laut memiliki dan
mengoperasikan kapal selam sekalipun jumlah dan populasinya masing-masing negara
berbeda. Selain digunakan untuk kepentingan militer, kapal selam juga digunakan untuk ilmu
pengetahuan laut dan air tawar dan untuk bertugas di kedalaman yang tidak sesuai untuk
penyelam manusia.
B. Jenis – jenis Kapal Selam
a. Berdasarkan Tenaga Penggerak (propulsi)
• Kapal Selam Diesel Elektrik
Kapal selam diesel elektrik adalah sistem penggerak kapal selam tertua yang masih
digunakan sampai saat ini. Sistem propulsi ini begitu handal sehingga negara pemilik kapal
selam nuklir pun masih merasa perlu memiliki kapal selam diesel elektrik. Dari 5 negara
pemilik kapal selam nuklir hanya Amerika Serikat yang tidak menggunakan sistem propulsi
ini. Dalam keadaan tertentu, kapal selam jenis ini lebih mematikan daripada kapal selam
nuklir.
• Kapal Selam Nuklir
Munculnya Kapal Selam Nuklir
Sekitar enam bulan sebelum pecahnya PD II, pada Maret 1939 Dr George Pegram dari
Columbia University, New York, mengusulkan kepada Angkatan Laut AS untuk
mengembangkan pemakaian uranium sebagai sumber daya, termasuk untuk menggerakkan
turbin kapal selam. Angkatan Laut tertarik dan memulai riset. Tetapi setelah pengboman
Pearl Harbour dan AS terlibat dalam perang, semua material yang berkaitan dengan tenaga
atom ditarik, dipusatkan untuk "Proyek Manhattan" guna pembuatan bom atom pertama
(Little Boy dan Fat Man)
• Kapal Selam Engineless
b. Berdasarkan Fungsi
• Kapal Selam Militer
• Kapal Selam Non Militer
c. Berdasarkan Tipe
• SSK: Kapal selam bertenaga Diesel
• SSN: Kapal selam bertenaga Nuklir
• SSBN: Kapal selam bertenaga Nuklir membawa Rudal Balistik
• SLBM: Kapal selam peluncur Rudal Balistik
Sumber : http://i302.photobucket.com

Gambar. Jenis Kapal Selam Modern


C. Prinsip Kerja Kapal Selam
a. Proses Penyelaman dan Muncul ke Permukaan
Sebuah kapal selam atau sebuah kapal laut bisa mengapung karena berat air yang
dipindahkannya sama dengan berat kapal itu sendiri. Pemindahan air ini menciptakan sebuah
gaya ke atas yang disebut gaya apung (buoyancy force) dan bekerja berlawanan dengan gaya
gravitasi, yang akan menarik kapal ke bawah. Tidak seperti kapal biasa, sebuah kapal selam
bisa mengatur gaya apungnya, sehingga bisa membuatnya tenggelam dan muncul ke
permukaan sesuai keperluan.

Sumber : http://i302.photobucket.com

Gambar. Bentuk Kapal Selam Modern

Untuk mengatur gaya apungnya, kapal selam memiliki tangki-tangki pemberat dan tangki-
tangki pelengkap atau penyeimbang yang bisa diisi dengan air maupun dengan udara. Ketika
kapal selam berada di permukaan, tangki-tangki pemberat tersebut terisi dengan udara
sehingga massa jenis keseluruhan kapal selam menjadi lebih kecil daripada massa jenis air di
sekelilingnya. Ketika kapal menyelam, tangki-tangki pemberat dipenuhi dengan air,
sedangkan udara yang ada di dalam tangki pemberat tersebut dilepaskan keluar dari kapal
selam sampai massa jenis keseluruhannya menjadi lebih besar daripada massa jenis air di
sekitarnya sehingga kapal selam mulai tenggelam (gaya apung negatif). Persediaan udara
bertekanan dipertahankan di dalam kapal selam melalui tabung-tabung udara sebagai
penopang hidup.
b. Hydroplane untuk mengontrol penyelaman
Sebagai tambahan, kapal selam mempunyai perangkat-perangkat yang bisa bergerak
berbentuk sayap-sayap pendek yang disebut hydroplane di bagian buritan untuk membantu
mengatur arah penyelaman. Hydroplane akan diarahkan sedemikian rupa sehingga air akan
bergerak melewati buritan dan mendorong buritan ke atas sehingga kapal selam dapat
mengarah ke bawah. Untuk menjaga kapal selam pada suatu tingkat kedalaman, kapal selam
menjaga keseimbangan antara udara dan air di dalam tanki penyeimbang sehingga massa
jenis keseluruhannya sama besar dengan massa jenis air di sekelilingnya (gaya apung netral).
Ketika kapal selam mencapai kedalaman jelajahnya, hydroplane akan diluruskan sehingga
kapal selam bisa berjalan lurus melewati air. Air juga didorong di antara tanki penyeimbang
haluan dan buritan untuk menjaga keseimbangan Ketika kapal selam muncul ke permukaan,
udara bertekanan mengalir dari tabung-tabung udara ke tangki-tangki pemberat dan air di
dalamnya didorong keluar dari kapal selam sampai massa jenis keseluruhannya lebih kecil
dari massa jenis air di sekelilingnya (daya apung positif) dan kapal selam pun muncul.
Hydroplane diarahkan sedemikian rupa sehingga air akan bergerak ke atas buritan, dan
mendorong buritan ke bawah, akibatnya kapal selam akan mengarah ke atas. Dalam situasi
darurat, tangki pemberat bisa diisi dengan cepat dengan udara bertekanan tinggi untuk
membawa kapal selam tersebut naik ke permukaan dengan sangat cepat.
c. Secondary Propulsion motor untuk berputar
Kapal selam bisa dikemudikan di dalam air dengan menggunakan kemudi ekor untuk
berbelok ke kanan atau ke kiri dan dengan hydroplane untuk mengatur arah depan-belakang
kapal. Sebagai tambahan, beberapa kapal selam dilengkapi dengan sebuah motor penggerak
cadangan yang dapat dikeluar-masukkan sehingga bisa berputar 360 derajat.
d. Penanganan Penopang Hidup dalam Kapal Selam
Ada tiga masalah penting yang berkaitan dengan penopang hidup di lingkungan kapal selam
yang tertutup yaitu: menjaga kualitas udara, menjaga suplai air bersih dan menjaga suhu.
e. Menjaga kualitas udara dalam kapal selam
Ada tiga hal yang harus terjadi untuk menjaga udara di dalam sebuah kapal selam agar tetap
bisa dihirup:
• Oksigen harus diisi ulang bila oksigen dikonsumsi. Jika kadar oksigen di udara terlalu
rendah, seseorang akan merasa sesak.
• Karbondioksida harus dihilangkan dari udara. Jika kadar karbondioksida naik, akan
terjadi keracunan.
• Embun dari udara yang kita hembuskan harus dihilangkan.
Oksigen disediakan dari tangki bertekanan, generator oksigen (yang bisa membentuk oksigen
dari air yang dielektrolisis) atau semacam “tabung oksigen” yang mengeluarkan oksigen
dengan sebuah reaksi kimia yang sangat panas. Oksigen bisa dikeluarkan secara terus-
menerus oleh sebuah sistem terkomputerisasi yang mengontrol kadar oksigen di udara, atau
bisa juga dikeluarkan dalam beberapa waktu secara periodik dalam sehari.

f. Menjaga kesinambungan suplai air bersih dalam kapal selam


Kebanyakan kapal selam mempunyai suatu perangkat penyulingan yang bisa menarik air laut
dan menghasilkan air bersih. Instalasi penyulingan tersebut memanaskan air laut menjadi uap
air yang akan menghilangkan garam, kemudian mendinginkan uap air tersebut ke dalam
sebuah tangki penampungan air bersih. Instalasi penyulingan dalam beberapa kapal selam
bisa menghasilkan 10.000-40.000 galon (38.000-150.000 liter) air bersih setiap hari. Air ini
digunakan terutama untuk mendinginkan peralatan elektronik (seperti komputer dan
peralatan navigasi), serta untuk menopang hidup para awak (misalnya, untuk minum,
memasak, dan kebersihan diri).
g. Menjaga temperatur udara dalam kapal selam
Suhu lautan yang mengelilingi kapal selam biasanya sekitar 39 °F atau 4 °C. Logam dari
kapal selam menghantarkan panas dari dalam kapal ke air di sekelilingnya. Oleh sebab itu,
kapal selam harus dipanaskan secara elektrik untuk menjaga suhu yang nyaman bagi para
awak. Tenaga listrik untuk pemanas datang dari reaktor nuklir, mesin diesel, atau baterai
(untuk darurat).
h. Sistem Navigasi Kapal Selam
Cahaya tidak bisa menembus lebih jauh kedalam lautan, akibatnya kapal selam harus
dikemudikan melewati air dengan pandangan buta. Oleh sebab itu, kapal-kapal selam
dilengkapi dengan bagian navigasi dan perlengkapan navigasi yang canggih. Perlengkapan
navigasi tersebut adalah:
i. Global Positioning System (GPS)
Ketika di permukaan, sebuah Sistem Pemetaan Global (GPS) yang canggih dengan akurat
menentukan letak garis lintang dan garis bujur, tetapi sistem ini tidak bisa bekerja ketika
kapal selam sedang menyelam dalam air. GPS adalah satu-satunya sistem navigasi satelit
yang berfungsi dengan baik. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal
gelombang mikro ke bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima di permukaan untuk
menentukan posisi, kecepatan, arah, dan waktu. Dengan sistem navigasi GPS, kapal tidak
akan tersesat. Setelah memasukkan data tujuan, GPS akan metampakkan di layar posisi, arah
tujuan, kapan harus berbelok, dan bagaimana sampai di tujuan. GPS juga dapat menampilkan
peta pada saat tidak dijalankan.
j. Inertial Guidance
Di bawah air, kapal selam menggunakan sistem pemandu inersial (listrik, mekanik) yang
menjaga jalur pergerakan kapal dari sebuah titik awal yang ditetapkan dengan menggunakan
gyroscope. Sistem pemandu inersial ini tetap akurat hingga 150 jam waktu operasi dan harus
kembali disetel kembali dengan sistem navigasi lain yang harus diakses di permukaan (GPS,
radio, radar, satelit). Dengan adanya sistem ini, maka kapal selam bisa ternavigasi dengan
akurat dan tetap berada dalam radius seratus kaki dari tujuannya.
k. SONAR System
Untuk mengetahui letak suatu target, sebuah kapal selam menggunakan SONAR (Sound
Navigation and Ranging) baik secara aktif maupun pasif. Sonar merupakan sistem yang
menggunakan gelombang suara bawah air yang dipancarkan dan dipantulkan untuk
mendeteksi dan menetapkan lokasi objek di bawah laut atau untuk mengukur jarak bawah
laut. Cara kerja perlengkapan sonar adalah dengan cara mengirim gelombang suara bawah
permukaan dan kemudian menunggu untuk gelombang pantulan (echo). Sistem sonar bisa
juga digunakan untuk menyempurnakan kembali sistem navigasi inersia dengan
mengidentifikasi fitur-fitur dasar lautan.
D. Perkembangan Kapal Selam Di Indonesia
Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengungkapkan saat ini total ada 5
unit kapal selam yang dimiliki Indonesia. Kapal Kelas Cakra memiliki 2 kapal selam KRI
Cakra (401) dan KRI Nanggala (402), dan Kapal Kelas Changbogo memiliki 3 kapal selam
KRI Nagapasa (403), KRI Ardadedali (404), dan KRI Alugoro (405), dan Indonesia sudah
bisa membuat kapal selam sendiri. Kapal selam dengan kapasitas 45 awak ini dinamai KRI
Alugoro-405. Dibuat di galangan kapal milik PT PAL Indonesia (Persero) yang berada di
Surabaya, kapal selam ini jadi yang pertama yang diproduksi di Asia Tenggara. 

5. Buatlah resume tentang kapal Pengankut Ternak (Cattle Ship), perkembangannya di


Indonesia dan dunia.

A. Pengertian Kapal Pengangkut Ternak


Transportasi hewan ternak adalah usaha memindahkan binatang hidup dengan menggunakan
kapal, kereta rel, jalan raya, dan kapal udara. Hewan ternak ditransportasikan dengan
berbagai alasan, dan tidak terbatas pada penjualan, pelelangan, pengembangbiakan, pameran
hewan ternak, rodeo, bazaar, penyembelihan, dan penggembalaan hewan .
Di awal abad ke 20, jalur rel kereta mendominasi pengiriman daging dan pengiriman
menggunakan truk baru saja dimulai. Di pertengahan abad ke 20, trailer yang menggunakan
pendingin dikembangkan untuk memudahkan pengiriman melalui jalur non-rel. Hal ini
menambah kemunduran bagi pengiriman hewan ternak. Pengiriman hewan ternak hanya
dilakukan untuk keperluan khusus, misalnya untuk digemukkan di tempat lain, pelelangan,
atau yang lainnya.
Pengiriman hewan ternak tentu saja merupakan hal yang cukup membahayakan bagi hewan
ternak dan industri hewan ternak yang dapat mengakibatkan loss dari produksi total. Efek
buruk dari pengiriman hewan ternak diantaranya stress, hilangnya pengendalian diri dari
hewan ternak, sesak napas, dehidrasi, keracunan, kelelahan, luka akibat kondisi transportasi
yang kurang baik atau perkelahian antar sesama hewan ternak, hingga gagal jantung
B. Jenis Kapal Pengangkut Ternak
Kapal ternak memiliki 2 jenis :
Kapal ternak terbuka - Deck terbuka pada semua atau sebagian dari kandang hewan. Jenis
pengangkut terbuka ini memberikan ventilasi alami terus menerus dari daerah kandang dan
menghindari ketergantungan pada sistem ventilasi mekanis.
Kapal ternak tertutup - Memiliki keunggulan menyediakan lingkungan lebih terkontrol di
mana binatang akan terlindung pada saat pemberian makan dan minum mereka dari cuaca
buruk. Namun untuk hampir seluruhnya tergantung pada sistem mekanik pada kapal maka
dari itu memerlukan aturan konstruksi dan standar ventilasi khusus dalam ruangan.
C. Perkembangan Kapal Pengangkut Ternak
Kapal khusus angkutan ternak baru ada satu, yaitu KM Camara Nusantara 1 dengan trayek
Kupang/Waingapu–Tanjung Priok, DKI Jakarta. Saat ini, Kementerian Perhubungan telah
meluncurkan kembali 5 kapal khusus angkutan ternak. Dengan demikian, jumlah kapal
khusus ternak menjadi 6 (enam) unit yang akan beroperasi dari daerah NTT, NTB dan Bali
ke wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Kalimantan
Timur, dan Sulawesi Selatan. Pada Mei 2018, kata dia, kapal yang telah beroperasi yaitu KM
Camara Nusantara 3 dengan trayek Kupang, NTT menuju Tanjung Priok Jakarta dan
Bengkulu dan KM Camara Nusantara 4 dengan trayek NTB (Bima-Badas-Lembar) menuju
Pare-pare, Sulawesi Selatan dan Balikpapan, Kalimantan Timur.
Sumber : Bisnis,com

Gambar. Kapal Pengangkut Ternak Di Indonesia