Anda di halaman 1dari 7

Masalah-Masalah Usaha dengan Non Koperasi, Alasan Menjadi Anggota

Koperasi, Partisipasi Anggota Pada Koperasi, dan Tujuan dan Nilai


Perusahaan

NAMA ANGGOTA

KELAS G AKUNTANSI

1. I Made Merta Yasa (02/1902622010360)


2. I Wayan Yoga Pratama Putra (30/1902622010388)

UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

PRODI AKUNTANSI

TAHUN 2020/2021
1.1 Masalah Masalah Usaha Dengan Non Koperasi

Masalah yang dihadapi di dalam usaha dan dialami oleh pengusaha menengah umumnya
dan khususnya berkisar pada masalah permodalan, kemampuan dan keterampilan beroprasi serta
management,bentuk perusahaan dan terbatassnya pasaran. Masalah permodalan yang dihadapi
pengusaha dalam negeri khususnya golongan ekonomi lemah mencakup aspek sumber
permodalan, masalah pembiayaan usaha,bentuk perusahaan dan terbatasnya pemasaran.
Permodalan dan pembiayaan usaha dapat diperoleh dari beberapa sumber antara lain :

a. Modal sendiri dari pemilik saham atau pemilik perusahaan,


b. Modal sendiri berupa bagian yang ditanam kembali,
c. Kredit investasi dari bank, dan
d. Pinjaman dari pihak ketiga yang dapat diperoleh dengan mengluarkan surat-surat
berharga, dari dalam maupun luar negeri.

Keempat sumber tersebut memang dapat dimanfaatkan oleh dunia usaha untuk meningkatkan
kegiatannya,namun bagi pengusaha golongan ekonomi lemah dirasa sulit untuk memenuhi
persyaratan yang diperlukan.

1.2. Alasan Menjadi Anggota Koperasi

Seandainya koperasi itu menjadi salah satu alternatif usaha yang hendak dipilih seseorang
maka berikut ini alasan menjadi anggota koperasi :

1. Koperasi dapat meningkatkan perekonomian di Indonesia


Koperasi memiliki kedudukan yang sangat penting pada sistem perekonomian
Indonesia.sebagai sokoguru ekonomi,koperasi berperan dalam menumbuhkan
ekonomi rakyat yang bersifat kebersamaan dan gotong royong. Koperasi memberi
kesempatan bagi tenaga kerja untuk belajar manajemen keuangan serta mendapatkan
penghasilan setiap bulan dari hasil pengelolaan koperasi.

2. Alternatif tempat menabung


Ternyata tidak hanya di bank saja, koperasi juga dapat menjadi wadah untuk
menabung. Tabungan anggota koperasi ini dinamakan Simpanan Sukarela. Simpanan
sukarela dapat ditarik ketika dibutuhkan sesuai dengan kesepakatan anggota dan
pengurus. Dalam pencatatan, simpanan sukarela bukan termasuk modal usaha anggota
atau koperasi, terkecuali atas kesepakatan anggota dan pengurus untuk keperluan
berinvestasi.

3. Mendapat SHU tiap tahun


SHU (Sisa Hasil Usaha) merupakan keuntungan yang diterima anggota koperasi setiap
tahunnya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian,
sisa hasil usaha adalah pendapatan Koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku
dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam
tahun buku yang bersangkutan.SHU dibagikan tiap akhir periode kepengurusan.
Ketentuan pembagian SHU ini diatur sesuai dengan kesepakatan seluruh anggota
melalui rapat anggota.

4. Asas kekeluargaan koperasi


Koperasi berdiri atas asas kekeluargaan,dimana anggota dapat saling membantu satu
sama lain. Dengan bergabung menjadi anggota koperasi,tentu saja akan mendapatkan
jaringan relasi yang lebih luas.

5. Belajar berwirausaha
Di dalam koperasi,anggota tidak hanya dapat berperan sebagai konsumen,namun juga
sebagai produsen.koperasi dapat membantu untuk menjual produk dari usaha kita.
Produk anggota dapat dijual melalui anggota koperasi,sehingga pasar yang terbuka
lebih luas.

1.3. Partisipasi Anggota Pada Koperasi


A. Pentingnya Partisipasi

Partisipasi anggota merupakan kunci keberhasilan organisasi dan usaha koperasi. Secara
hartifah, partisipasi berarti meningkatkan peran orang-orang yang mempunyai visi dan misi
yang sama bagi pengembang organisaisi maupun usaha koperasi. Artinya perusahaan
koperasi sejatinya mampu memenuhi kebutuhan anggotanya semikian pula sebaliknya
anggota memanfaatkan layanan perusahaan koperasi,serta secara proaktif ikut serta dalam
berbagai bentuk maupun proses pengambilan keputusan usaha koperasi.

Partisipasi anggota koperasi dilaksanakan pada prinsip identitas ganda (dual identity),
yaitu anggota sebagai pemilik, sekaligus sebagai pengguna. Sebagai pemilik, anggota wajib
berpartisipasi dalam penyertaan modal, pengawas dan pembuat keputusan, sedangkan
sebagai pengguna atau pelanggan, anggota wajib memanfaatkan fasilitas, layanan, barang,
maupun jasa yang disedakan koperasi. Semakin kuat ketergantungan anggota dengan
perusahaan koperasi, maka semakin tinggi dan baik perkembangan organisasi dan usaha
koperasi. Koperasi memberikan manfaat secara ekonomi langsung maupun tidak langsung
bagi anggota dan proaktif bagi perkembangan usaha koperasi.

B. Bentuk Partisipasi Anggota

Partisipasi anggota koperasi berarti anggota memiliki keterlibatan mental dan emosional
terhadap koperasi, memiliki motivasi berkontribusi kepada koperasi, dan berbagai tanggung
jawab atas pencapaian tujuan anggota oraganisasi maupun usaha koperasi.

Partisipasi anggota dalam anggota koperasi dapat dirumuskan.sebagai keterlibatan para


anggota secara aktif dan menyekuruh dalam pengambilan keputusan, penetapan kebijakan,
arah dan langkah usaha, pengawasan terhadap jalannya usaha koperasi, penyertaan modal
usaha, dalam pemanfaatkan usaha, serta dalam menikmati sisa hasil usaha. Berdasarkan
penjelasaan diatas, maka secara generic terdapat beberapa bentuk partisipasi anggota koperasi,
yaitu :

1. Partisipasi dalam pengambilan keputusan dalam rapat anggota (kehadiran,


keaktifan, dan penyampai atau mengemukakan pendapat, saran,ide, gagasan, kritik
bagi koperasi).
2. Partisipasi dalam kontribusi modal (dalam berbagai jenis simpanan, simpanan
pokok,simpanan wajib, simpanan sukarela, jumlah dan frekuensi menimpan
simpanan penyertaan modal).
3. Partisipasi dalam pemanfaatan pelayanan (dalam berbagai jenis unit usaha, jumah
dan frerkuensi pemanfaatan layanan dari setiap unit usaha koperasi, besaran
transaksi berdasarkan waktu dan unit usaha yang dimanfaatkan, besaran pembelian
atau penjualan barang maupun jasa yang dimanfaatkan, cara pembayaran atau cara
pengambilan, bentuk transaksi, waktu layanan)
4. Partisipasi dalam pengawasan koperasi (dalam menyampaikan kritik.tata cara
penyampaian kritik, ikut serta melakukan pengawasan jalannya organisasi dan
usaha koperasi).

C. Rangsangan Partisipasi

Setiap anggota koperasi akan mengambil keputusan untuk berpartisipasi, terlibat ikut
serta untuk mempertahankan atau memelihara secara aktif hubungannya dengan organisasi
koperasi, jika insentif yang diperoleh anggota sama besar atau lebih dari kontribusi yang
diberikannya. Peningkatan pelayanan yang efisien melalui penyediaan barang dan jasa oleh
perusahaan koperasi dapat menjadi rangsangan penting bagi anggota untuk ikut memberikan
kontribusinya bagi pemupukan modal dan pertumbuhan koperasi. Insentif juga dapat
dirasakan dalam bentuk layanan barang dan jasa di perusahaan koperasi sama sekali tidak
tersedia di pasar atau tidak disediakan oleh lembaga lain. Selain itu, insentif rangsangan
dapat berwujud pelayanan barang dan jasa disediakan dengan harga, kualitas, dan kondisi
yang lebih baik, lebih menguntungkan dibandingkan dengan barang dan jasa yang
ditawarkan di pasar atau lembaga lain non koperasi.

D. Upaya Meningkatkan Partisipasi Anggota

Terdapat berbagai cara untuk dapat meningkatkan partisipasi anggota baik menggunakan
pendekatan materi maupun non materi. Pendekatan materi yang dimaksud adalah
memberikan komisi dan insentif, pemberian bonus, ataupun pemberian tunjangan atas
aktivitas keterlibatan anggota berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan organisasi maupun
layanan barang/jasa yang dikoperasi. Selanjutnya pendekatan non materi yaitu memberikan
motivasi kepada semua komponen, dengan jalan mengikutsertakan seluruh anggota dalam
proses pengambilan keputusan bersama. Salah satu di antara cara untuk meningkatkan
partisipasi anggota koperasi dalam perencanaan usaha dan proses pengambilan keputusan.
Keterlibatan dan keaktifan anggota dalam perencanaan usaha dan proses pengambilan
keputusan secara langsung bersama segenap anggota merupakan upaya bersama untuk
merancang bangun secara bersama pola dan struktur pelayanan koperasi terhadap anggota,
kerangka kerja perusahaan, dan indikasi kinerja keberhasilan koperasi sebagai badan usaha.
Dengan kesadaran, semangat kebersamaan, dan tanggung jawab segenap anggota inilah
yang meningkatkan partisipasi anggota sehingga pada ujung-ujungnya mampu
menumbuhkembangkan koperasi.

1.4. Tujuan Dan Nilai Perusahaan


A. Tujuan Perusahaan

Tujuan perusahaan didirikan adalah untuk meningkatkan nilai perusahaan atau adanya
pertumbuhan perusahaan. Pertumbuhan perusahaan yang mudah terlihat adalah adanya
penilaian yang tinggi dari eksternal perusahaan terhadap aset perusahaan ,aupun terhadap
pertumbuhan pasar saham. Nilai perusahaan dapet tercermin melalui harga saham, semakin
tinggi harga saham berarti semakin tinggi tingkat pembelian kepada investor dan itu berarti
semakin tinggi juga nilai perusahaan terkait dengan tujuan perusahaan itu sendiri,yaitu untuk
memaksimalkan kemakmuran pemegang saham.

B. Nilai Perusahaan

Nilai perusahaan dapat dicapai melalui peningkatan kinerja keuangan perusahaan.


Kinerja keuangan merupakan faktor penting bagi investor dalam pembuatan keputusan
ketika akan melakukan kegiatan investasi. Investor tentunya akan lebih menyenangi
perusahaan yang memiliki kinerja keuangan yang baik. Kinerja keuangan dapet menjadi
petunjuk arah naik turunya harga saham suatu perusahaan. Oleh karena itu harga saham
banyak ditentukan oleh reputasi atau kinerja perusahaan sendiri. Kinerja keuangan yang
buruk menyebabkan minat investor untuk berinvestasi rendah karena harapan untuk
memperoleh retrun tinggi sesuai yang di inginkan akan sulit tercapai.
DAFTAR PUSTAKA

https://dinkopukm.slemankab.go.id/wp-content/uploads/2018/07/Partisipasi-Anggota-
Koperasi.pdf

https://pdfcoffee.com/71-masalah-masalah-usaha-dengan-non-koperasi-pdf-free.html

https://kopma.ugm.ac.id/2020/09/16/tujuh-alasan-bergabung-menjadi-anggota-koperasi/

http://e-journal.uajy.ac.id/1295/3/2EA16787.pdf

Anda mungkin juga menyukai