Anda di halaman 1dari 11

Hubungan Pasar dengan Koperasi, Kekuatan dan Kelemahan Koperasi

dalam sistem Pasar, dan Koperasi dalam berbagai Struktur Pasar

NAMA ANGGOTA
KELAS G AKUNTANSI

1. I Made Merta Yasa (02/1902622010360)


2. I Wayan Yoga Pratama Putra (30/1902622010388)

UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
PRODI AKUNTANSI
TAHUN 2020/2021
1.1. Hubungan Pasar dengan Koperasi

Pasar dikelompokkan menjadi 5 jenis, yaitu pasar barang, pasar tenaga kerja, pasar uang,
pasar modal dan pasar luar negeri. Kelima jenis pasar ini dapat dimanfaatkan koperasi sebagai
sumber daya yang bermanfaat bagi pertumbuhan koperasi, berikut penjelasannya:

A. Pasar Barang
Pasar Barang adalah pertemuan antara permintaan dan penawaran akan barang.
Koperasi dapat bergerak di pasar dengan menawarkan barang hasil produksi koperasi atau
anggota dan dapat pula melakukan permintaan akan produk yang dibutuhkan oleh koperasi
atau anggota. Di pasar barang, produk – produk yang dijual koperasi akan bersaing dengan
produk – produk lain dari pesaingnya. Tugas manajemen koperasi dalam hal ini adalah
memenangkan persaingan itu. Paling tidak ada dua hal yang diperlukan guna
memenangkan persaingan itu, yaitu :
1. Koperasi harus menawarkan kelebihan khusus yang tidak dimiliki oleh pesaingnya.
2. Manajemen harus mampu memotivasi anggotanya agar dapat berpartisipasi aktif
dalam koperasi.

B. Pasar Tenaga Kerja


Pasar Tenaga Kerja adalah pertemuan antara permintaan dan penawaran akan tenaga
kerja. Pertemuan ini akan menghasilkan konsep upah dan jumlah tenaga kerja yang
dibutuhkan. Koperasi sebagai badan usaha juga membutuhkan tenaga kerja untuk kegiatan
operasionalnya, artinya tenaga kerja yang terlepas dari keanggotaan koperasi. Untuk itu
tugas utama pengurus di pasar tenaga kerja ini adalah merekrut tenaga kerja dan
menempatkannya sesuai dengan keahliannya, serta memberikan insentif yang layak bagi
tenaga kerja tersebut. Di pasar tenaga kerja koperasi juga akan bersaing dengan pesaingnya
dalam rangka merekrut tenaga kerja yang berkualitas. Untuk itu paling tidak koperasi
harus:
1. Memberikan insentif yang relatif lebih baik dibanding dengan pesaingnya
2. Memberikan kesempatan pengembangan karier yang relatif lebih baik dibanding
dengan pesaingnya
C. Pasar Uang
Pasar Uang adalah pertemuan antara permintaan dan penawaran akan uang. Dalam pasar
uang yang ditransaksikan adalah hak untuk menggunakan uang untuk jangka waktu
tertentu. Jadi, di pasar uang akan terjadi pinjam meminjam dana, yang selanjutnya
menimbulkan hubungan utang piutang.

D. Pasar Modal
Bagi koperasi sendiri, memasuki pasar modal adalah suatu fenomena yang jarang
dilakukan, sebab koperasi bukan kumpulan modal tetapi kumpulan orang – orang atau
badan hukum koperasi.

E. Pasar Luar Negeri


Pasar luar negeri menggambarkan hubungan antara permintaan dalam negeri akan
produk impor dan penawaran dalam negeri akan produk ekspor. Dalam rangka
pengembangan koperasi, pemerintah sangat menganjurkan koperasi untuk bergerak di
pasar luar negeri, artinya melaksanakan kegiatan ekspor impor. Beberapa koperasi telah
mengadakan kegiatan ekspor, terutama koperasi – koperasi yang bergerak dalam industri
kerajinan.

1.2. Kekuatan dan Kelemahan Koperasi dalam Sistem Pasar


1. Kekuatan Koperasi dalam Sistem Pasar:
a. Skala Ekonomi (ekonomic of scale) dimaknai sebagai suatu tingkatan efisiensi yang
tinggi karena kegitan produksi perusahaan koperasi mendekati atau mencapai
kapasitas maksimal. Dengan maksimalnya kapasitas produksi, harga pokok produksi
(HPP) akan menurun. Koperasi yang berada pada kondisi ekonomic of scale mampu
mengintervensi pasar. Ini dikarenakan pesaing akan dihadapkan pada suatu dilema
apabila memaksakan diri untuk masuk ke dalam suatu produksi, produk mereka akan
berada pada posisi biaya yang tidak menguntungkan (cost disadvantage). Ini
dikarenakan jika kegiatan produksi berada pada kapasitas maksimalnya,
dikhawatirkan pasar belum siap unutk menyerap produk yang ditawarkan produsen.
Akan tetapi, jika kapasitas produksi tidak maksimal, dapat dipastikan HPP unit
produksi tinggi atau dengan kata lain, harga produk menjadi mahal. Jika ini terjadi,
produk tidak akan mampu bersaing di pasar.

b. Daya tawar (bargaining position) didapatkan koperasi jika anggota koperasi yang
berprofesi sama mampu menyatukan diri dalam berbagai kegiatan. Misalnya,
pengusaha tahu dan tempe bersatu dalam wadah koperasi dengan harapan mereka
dapat meningkatkan bargaining position, baik dalam membeli bahan baku maupun
intervensi pasar.

c. Daya saing (competitions) diperoleh karena koperasi berada pada skala ekonomi
yang ekonomis, yaitu mampu memproduksi produk secara optimal sehingga HPP
rendah, di samping juga memiliki daya tawar secara komparatif. Dengan kondisi
tersebut, koperasi memiliki kemampuan kompetitif yang lebih tinggi di pasar
sehingga tercipta keseimbangan baru di pasar.

d. Inter-linkage market adalah hubungan transaksi antapelaku ekonomi di pasar. Dalam


konteks ini, perusahaan koperasi dapat menciptakan kerjasama yang saling
menguntungkan bagi pelaku ekonomi, yaitu antaranggota koperasi. Inter-linkage
market adalah keterkaitan pasar yang terjadi karena adanya hubungan antara
pembelian dan penjualan.

e. Partisipasi (participation) didapat dari prinsip anggota sebagai pemilik yang


sekaligus sebagai pelanggan. Dengan prinsip ini, seorang anggota koperasi sudah
seharusnya membiayai koperasi miliknya dengan memberikan kontribusi keuangan
dalam bentuk simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela, dan (bila perlu)
melalui usaha pribadinya.
f. Biaya transaksi (transaction cost) adalah biaya-biaya lain di luar biaya produksi yang
dapat diminimalkan. Hal tersebut dapat terjadi karena terdapat kontrol antaranggota
koperasi, terutama kontrol anggota terhadap pengurus dan manajemen sehingga
berbagai biaya dapat ditekan.

g. Ketidakpastian (uncertainty) merupakan situasi terdapatnya penjual dan pembeli


yang jelas sebagai kekuatan komparatif yang dimiliki koperasi. Dengan kondisi ini,
makaketidakpastian pasar dapat dipersempit. Asumsi ini dapat terwujud jika koperasi
betul-betul menjadikan anggotanya sebagai kekuatan utama sebagaimana jati diri
koperasi, yaitu berwatak sosial dan berwatak ekonomi.

2. Kelemahan Koperasi dalam Sistem Pasar:


a. Konflik kepentingan (conflict of interest). Kepentingan yang berbeda antaranggota
koperasi sering kali berakibat pada konflik kepentingan di dalam koperasi. Sejatinya,
kepentingan koperasi bertumpu kepada kepentingan anggota, baik anggota sebagai
pemilik maupun sebagai pelanggan. Pada banyak kasus, kepentingan pengurus lebih
dominan dibandingkan dengan kepentingan anggota. Dengan kondisi demikian,
dominasi pengurus dalam menjalankan koperasi akan semakin kuat. Dalam konteks
tersebut, koperasi tidak akan bisa menjadi organisasi yang benar-benar mandiri, tetapi
justru menjadi alat kepentingan bagi sebagian elite pengurus dan dapat pula
diorganisasi untuk mendapat bantuan dari luar. Hal-hal seperti itu akan menghambat
kinerja koperasi karena sangat bertentangan dengan prinsip koperasi yang
mengedepankan kepentingan anggotanya dan mendanai dirinya sendiri.

b. Kurang mandiri (lack of independence). Sebagian besar koperasi di Indonesia tidak


mandiri, bahkan sering kali lahirnya koperasi justru dipicu oleh berbagai program
pemerintah seperti dana hibah, kredit lunak, dan sebagainya.

c. Tidak fokus (unfocused). Umumnya, koperasi di Indonesia tidak fokus terhadap satu
bidang usaha tertentu. Banyak koperasi yang menjalankan lebih dari satu usaha atau
bahkan multiusaha atau serbausaha. Kondisi bisnis yang demikian tidak akan
berdampak besar bagi kepentingan ekonomi anggota. Koperasi sebaiknya fokus
terhadap satu atau dua usaha tertentu. Jika usaha yang dimiliki masyarakat di suatu
daerah lebih dominan bergerak pada usaha pertanian, koperasi yang didirikan adalah
koperasi yang hanya melayani usaha-usaha dalam bidang pertanian. Koperasi simpan
pinjam tidak diperuntukkan untuk kegiatan-kegiatan konsumtif, tetapi untuk kegiatan-
kegiatan produktif.

d. Lemahnya jaringan koperasi (weak link). Salah satu kunci keberhasilan bisnis terletak
pada jaringan, baik menyangkut pasar, bahan baku, maupun sumber dana.
Dikarenakan keunggulan komparatif tidak begitu berjalan, jaringan dengan sendirinya
tidak terbangun. Jika kekuatan anggota dapat disatukan, koperasi dengan sendirinya
akan mampu menciptakan pasar yang besar. Dikarenakan bargaining position yang
dimilikinya, akses terhadap bahan baku merupakan kekuatan tersendiri jika
keunggulan komparatif koperasi cepat dibangun.

e. Prinsip keanggotaan bersifat terbuka dan sukarela, akan melemahkan struktur


permodalan dalam jangka panjang sebab jika perusahaan koperasi tidak mampu
melayani kepentingan anggota, ia bisa keluar dari keanggotaan koperasi.
Konsekuensinya, modal yang tertanam dalam koperasi harus dikembalikan.

f. Prinsip control secara demokratis, menyebabkan anggota yang memiliki modal dalam
jumlah banyak akan keluar dari koperasi dan memilih masuk organisasi nonkoperasi
yang ketentuan-ketentuannya menyatakan pemilik modal terbesar adalah yang
memiliki control terbesar dalam perusahaan.

g. Prinsip pembagian sisa hasil usaha berdasarkan jasa anggota, akan mengurangi pemilik
modal memasuki koperasi.

h. Prinsip bunga yang terbatas atas modal, akan mengurangi kegiatan anggota untuk
menabung pada koperasi.
3. Hal-hal yang dapat dilakukan oleh Koperasi untuk memperkecil tingkat kelemahan
yang ada yaitu :
a. Koperasi dapat membatasi jumlah anggota asal pembatasan itu tidak artifisial
(pembatasan yang dibuat-buat)
b. Koperasi dapat memberikan preferensi tertentu terhadap jumlah modal yang
dimasukkan oleh para anggota.
c. Bunga modal yang terbatas adalah bunga yang wajar; artinya bunga yang sama di
pasar.
d. Pemasukan modal pada Koperasi merupakan jasa, semakin besar modal yang
dimasukkan semakin besar jasanya.

1.3. Koperasi dalam berbagai Struktur Pasar

1. Koperasi Dalam Pasar Persaingan Sempurna

Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai struktur pasar atau industri dimana
terdapat banyak penjual dan pembeli,dan setiap penjual atau pembeli tidak dapat
mempengaruhi harga. Ciri-ciri dari pasar persaingan sempurna adalah sebagai berikut:
a. Perusahaan adalah pengambil harga
Berarti suatu perusahaan yang ada di dalam pasar tidak dapat menentukan atau
mengubah harga pasar.Harga barang di pasar ditentukan oleh interaksi antara
keseluruhan produsen dan keseluruhan pembeli.

b. Produk yang dihasilkan sejenis (homogen)


Tidak terdapat perbedaan yang nyata antara barang yang dihasilkan suatu perusahaan
dengan produksi perusahaan lainnya.

c. Perusahaan bebas untuk masuk dan keluar


Apabila perusahaan mengalami kerugian dan ingin keluar dari pasar dapat dengan
mudah dilakukan dan sebaliknya jika ada produsen yang ingin melakukan kegiatan di
pasar ini, produsen pun dapat dengan mudah memasuki pasar ini.
d. Pembeli memiliki pengetahuan yang sempurna mengenai pasar Pembeli mengetahui
tingkat harga yang berlaku dan perubahanperubahan atas harga.

2. Koperasi Dalam Pasar Monopoli


Pasar monopoli adalah pasar yang dimana hanya terdapat satu penjual saja dalam industri
tersebut dan untuk produknya tidak tersedia barang pengganti atau substitusi. Ciri-ciri pasar
monopoli adalah sebagai berikut :
a. Hanya ada satu penjual untuk satu barang.
Dengan adanya satu penjual, maka keputusan harga sangat ditentukan monopolist.
Penjual merupakan penentu harga (price maker) dan pengontrol harga pasar.

b. Dapat mempengaruhi penentuan harga.


Perusahaan monopoli dipandang sebagai penentuan harga atau price maker. Dengan
mengadakan pengendalian ke atas produksi dan jumlah barang yang ditawarkan
perusahaan monopoli dapat menentukan harga pada tingkat yang dikehendaki.

c. Perusahaan monopoli akan memaksimumkan keuntungannya, dan konsumen akan


memaksimumkan kepuasannya.

3. Koperasi Dalam Pasar Persaingan Monopolistik


Pasar monopolistik pada dasarnya adalah pasar yang dimana terdapat banyak produsen
yang menghasilkan barang serupa, tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Ciri-ciri
pasar persaingan monopolistik adalah sebagai berikut :
a. Adanya penjual yang banyak
Namun jumlahnya tidak sebanyak pasar persaingan sempurna, apabila sudah ada
beberapa perusahaan maka pasar monopolistik sudah dapat terwujud.Yang terpenting
tidak ada satu pun perusahaan yang ukurannya tidak lebih besar dari perusahaan lain.
b. Produk yang dihasilkan beragam (heterogen)
Produk yang dihasilkan berbeda secara fisik,pengemasan dan perbedaan dalam cara
membayar barang yang dibeli.

c. Persaingan promosi penjualan sangat aktif


Harga bukan penentu utama dari besarnya pasar dari perusahaanperusahaan dalam
pasar monopolistik. Untuk menarik pelanggan perusahaan melakukan perbaika mutu
dan desain barang, melakukan kegiatan iklan yang terus-menerus, memberikan syarat
penjualan yang menarik,dan sebagainya.

d. Keluar masuk industri relatif mudah


Tetapi tidak semudah pasar persaingan sempurna beberapa faktor yang membedakan
yaitu : modal yang diperlukan relatif besar,perusahaan harus menghasilkan barang
yang berbeda dengan yang sudah tersedia di pasar,dan perusahaan harus
mempromosikan barang tersebut agar memperoleh pelanggan.

e. Perusahaan mempunyai sedikit kekuasaan mempengaruhi harga


Kekuasaan mempengaruhi harga ini diakibatkan dari sifat barang yang
dihasilkan yaitu bersifat berbeda.Perbedaan ini membuat pembeli bersifat
memilih,yaitu lebih menyukai barang dari suatu perusahaan tertentu dan kurang
menyukai barang dari perusahaan lainnya

4. Koperasi Dalam Pasar Oligopoli


Pasar oligopoli adalah pasar yang dimana hanya ada beberapa perusahaan yang menguasai
pasar. Ciri-ciri pasar oligopoli sebagai berikut :
a. Dijalankan dua produsen atau lebih
Ciri-ciri pasar oligopoli yang pertama adalah dijalankan dua produsen atau lebih.
Sedangkan batas jumlahnya adalah kurang dari sepuluh produsen atau pihak penyedia
barang.
b. Produk yang dijual homogen dan saling menggantikan
Salah satu contohnya adalah produk rokok yang dimana produk yang dijual hanya satu
rokok, tetapi variasi produknya banyak.
DAFTAR PUSTAKA

https://stie-igi.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/X-Ekonomi-Koperasi.pdf

http://lisaoktavianiere.blogspot.com/2016/12/koperasi-dan-mekanisme-pasar_8.html

https://www.academia.edu/26482861/KOPERASI_DALAM_BERBAGAI_MACAM_STRUKT
UR_PASAR

Anda mungkin juga menyukai