Anda di halaman 1dari 13

4.

1 Karakteristik Subjek Penelitian

Pasien 1

Pasien 1 bernama Ny. “D” berusia 28 tahun, pendidikan terakhir SMA,


alamat Desa Kemang, Pekerjaan Ibu Rumah Tangga (IRT). Ny.D
datang ke Puskesmas Ngulak tanggal 5 Juni 2018 Pukul 06.00 WIB
dengan keluhan keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir sejak
tanggal 4 Juni 2018 Pukul 22.00 WIB. Dari hasl pengkajian didapatkan
data G1P0A0 dengan Haid Pertama Haid Terakhr (HPHT) adalah 4
September 2017, dan Taksiran Partus (TP) adalah tanggal 11 Juni 2018.
Selama proses kehamilan pasien telah melakukan pemeriksaan
kehamilan sebanyak empat kali dengan kenaikan berat badan 11,5 kg.
Ny.D mengatakan selama proses kehamilan tidak ada keluhan. Pada
tanggal 5 Juni 2018 Pukul 16.15 WIB, Ny.D telah melahirkan seorang
bayi berjenis kelamin perempuan dengan berat badan (BB) 3000 gram,
panjang badan (PB) 50 cm, lingkar kepala (LK) 33 cm, lingkar dada
(LD) 34 cm dengan apgar score 9.

Pasien 2

Pasien 2 bernama Ny. “H” berusia 36 Tahun, pendidikan terakhir SMA,


Alamat Desa Ngulak II, Pekerjaan IRT. Ny “H” masuk ke puskesmas
29 Mei 2018 Pkl. 13.10 WIB, dengan keluhan keluar lendir bercampur
darah sejak Pkl. 10.00 WIB. Dari hasil pengkajian didapatkan data
G2P1A0 dengan HPHT 6 Agustus 2017 dengan TP 13 Mei 2018.
Selama proses kehamilan Ny.H telah memeriksakan kehamilan 5 kali
ke bidan. Kenaikan badan selama proses melahirkan diperkirakan 9,5
kg. Ny.H mengatakan selama proses kehamilan pasien cepat lelah jika
terlalu lama bekerja. Pada tanggal 29 Mei 2018 Pkl. 17.30 WIB, Ny.H
melahirkan seorang Bayi berjenis kelamin Laki-laki dengan BB 2900
gram, PB 49 cm, LK 32 cm, LD 33 cm dan dengan apgar score 8.
4.2 Asuhan Keperawatan
1. Pengkajian
a) Anamnesis

Tabel 4.1
Hasil Anamnesis pada Pasien 1 dan Pasien 2 dengan Post Partum di
Puskesmas Rawat Inap Ngulak Kecamatan Sanga.

Identitas Pasien 1 Pasien 2


Keluhan Saat Masuk Pasien G1P0A0 hamil 40 minggu Pasien G3P2A1 hamil 38 minggu
Rumah Sakit mengeluhkan perut mules dan mengeluhkan perut mules, letak
keluar air ketuban. bayi melintang dan
disarankan bidan ke rumah sakit
muhammadiyah.
Keluhan Saat Pasien mengeluhkan nyeri Pasien mengeluhkan nyeri
Pengkajian dibagian perut bekas luka dibagian perut bekas luka operasi
operasi, badan terasa lemas, dan dan kaki terasa kesemutan
ASI keluar tidak lancar.
Riwayat Kehamilan HPHT tanggal 22 Agustus HPHT tanggal 1 September
2016, taksiran partus tanggal 29 2016, taksiran partus tanggal 8
Mei 2017, pasien Juni 2017, pasien memeriksakan
memeriksakan kandungannya kandungannya tiap bulan di
tiap bulan di Bidan dengan bidan, pasien tidak pernah
keluhan sering demam, kaki mengeluhkan apapun saat hamil
terasa ngilu saat hamil ke 2 tetapi ketika umur kehamilannya
bulan. 35 minggu pasien mengeluhkan
tekanan darah meningkat.
Riwayat Persalinan a. Pasien melahirkan tanggal a. Pasien melahirkan tanggal
17 Juni 2017 di Rumah 19 Juni 2017 di Rumah Sakit
Sakit Muhammadiyah Muhammadiyah Palembang
Palembang ditolong oleh ditolong oleh Dokter dan
Dokter dan bidan dengan Bidan dengan jenis
jenis persalinan sectio persalinan sectio caesarea,
caesarea, perdarahan 400 perdarahan 300 cc, plasenta
cc, plasenta utuh, ketuban utuh, ketuban utuh.
pecah sebelum waktunya. b. Jenis kelamin bayi
b. Jenis kelamin bayi perempuan dengan berat
perempuan dengan berat badan lahir 2,7 Kg, APGAR
badan lahir 3,1 Kg, APGAR Score 9, anus ada dan cacat
Score 10, anus ada dan bawaan tidak ada.
cacat bawaan tidak ada.

Pada tabel diatas menjelaskan bahwa kedua pasien tersebut sama-sama


melahirkan melalui operasi sectio caesarea. Namun untuk pada pasien 1 (Ny. P)
melakukan operasi sectio caesarea atas indikasi ketuban pecah dini dan pada
pasien 2 (Ny. R) melakukan operasi sectio caesarea atas indikasi malposisi.
Riwayat persalinan pasien 1 (Ny.P) adalah kehamilan pertama dan pertama kali
melahirkan melalui operasi sectio caesarea. Sedangkan pasien 2 (Ny. R)
merupakan kehamilan ketiga dan pertama kali melahirkan melalui operasi sectio
caesarea.

Tabel 4.2
Aktivitas Sehari-hari pada Pasien 1 dan Pasien 2 dengan Post Sectio
Caesarea di Ruang Kebidanan Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang.
Aktivitas sehari-
Pasien 1 (Ny. P) Pasien 2 (Ny. R)
hari
Nutrisi Pasien mengatakan sebelum Pasien mengatakan sebelum
masuk rumah sakit pola masuk rumah sakit pola
makannya 2 kali sehari dengan makannya 2 kali sehari dengan
porsi makan banyak, nafsu porsi makan bertambah seiring
makan pasien bertambah seiring bertambah usia kehamilan. Pada
sejak usia kehamilan 24 saat pengkajian pasien
minggu. Pada saat pengkajian mengatakan belum makan tetapi
pasien mengatakan belum sudah minum.
makan tetapi sudah minum.
Eliminasi Pasien mengatakan sebelum Pasien mengatakan sebelum
masuk rumah sakit pola BAB 2 masuk rumah sakit BAB 1 kali
kali sehari dengan karakteristik sehari dengan karakteristik lunak
lunak, dan BAK sebanyak ± 6 dan BAK ±3 kali sehari
kali sehari berwarna kuning. berwarna kuning. Pada saat
Pada saat pengkajian pasien pengkajian pasien belum BAB
belum BAB dan terpasang dan terpasang kateter, jumlah
kateter, jumlah urine ±100 ml. urine ± 80 ml.
Aktivitas sehari- Pasien mengatakan sebelum Pasien mengatakan sebelum
hari masuk rumah sakit aktivitas masuk rumah sakit aktivitas
sehari-hari pasien adalah sehari-hari pasien adalah
sebagai ibu rumah tangga dan mengurus rumah dan anak-
selalu mengurus rumah dan anaknya. Pada saat pengkajian
suaminya. Pada saat pengkajian pasien bedrest karena masih
pasien bedrest karena masih pengaruh anestesi spinal.
pengaruh anestesi spinal.
Pola istirahat/tidur Pasien mengatakan sebelum Pasien mengatakan sebelum
masuk rumah sakit pasien sulit masuk rumah sakit tidur malam
untuk tidur, sering terbangun, selama 8 jam mulai dari jam 9
pasien tidur malam ±5 jam malam sampai jam 5 pagi dan
mulai dari jam 12 malam tidur siang selama 2 jam.
sampai jam 5 pagi dan jarang
tidur siang saat hamil.
Rencana Pasien mengatakan berencana Pasien mengatakan belum
pemakaian memakai KB Suntik. berencana memakai alat
kontrasepsi kontrasepsi.

Pada tabel diatas menjelaskan bahwa pasien 1 (Ny. P) dan pasien 2 (Ny. R)
mengalami perubahan pola aktivitas sehari-hari dikarenakan bedrest karena masih
pengaruh anestesi spinal.

Tabel 4.3
Pemeriksaan Fisik pada Pasien 1 dan Pasien 2 dengan Post Sectio Caesarea
di Ruang Kebidanan Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang.
Pemeriksaan Fisik Pasien 1 (3 Jam Post Partum) Pasien 2 (2 Jam Post Partum)
TD : 110/70 mmHg TD : 150/90 mmHg
N : 80 x/mnt N : 82 x/mnt
RR : 24 x/mnt RR : 20 x/mnt
BB Hamil Aterm: 59 Kg BB Hamil Aterm: 58 Kg
Tanda-tanda Vital
TB : 142 cm TB : 155 cm
T : 36,50C T : 360C
BB Sekarang : 55 Kg BB Seakarang : 54 Kg

Pemeriksaan Head Wajah Wajah


to Toe Bentuk : Simetris Bentuk : Simetris
Odema : Tidak ada Odema : Tidak ada
Mata Mata
1) Bentuk : Simetris 1) Bentuk : Simetris
2) Odema :Tidak ada 2) Odema :Tidak ada
3) Konjungtiva : Tidak anemis 3) Konjungtiva : Tidak anemis
4) Sclera :Tidak Ikterik 4) Sclera :Tidak Ikterik
Hidung Hidung
1) Bentuk : Simetris 1) Bentuk : Simetris
2) Perdarahan : Tidak ada 2) Perdarahan : Tidak ada
3) Polip : Tidak ada 3) Polip : Tidak ada
4) Sinusitis : Tidak ada 4) Sinusitis : Tidak ada
Mulut Mulut
1) Bentuk : Simetris 1) Bentuk : Simetris
2) Warna bibir: Merah 2) Warna bibir : Merah
kehitaman kehitaman
3) Kelembaban : Cukup lembab 3) Kelembaban : Cukup lembab
4) Hipersaliva : Tidak ada 4) Hipersaliva : Tidak ada
5) Gigi caries : Tidak ada 5) Gigi caries : Tidak ada
Leher Leher
Pembesaran kelenjar tiroid : Pembesaran kelenjar tiroid :
Tidak ada Tidak ada
Peningkatan JVP : Tidak ada Peningkatan JVP : Tidak ada

Dada Dada
Payudara Payudara
1) Bentuk payudara : 1) Bentuk payudara : Membesar
Membesar dan simetris dan simetris
2) Putting susu : Menonjol 2) Putting susu : Menonjol
3) Hiperpigmentasi : Terlihat 3) Hiperpigmentasi : Terlihat
disekitar areola berwarna disekitar areola berwarna
hitam hitam
4) Kebersihan : Cukup bersih 4) Kebersihan : Cukup bersih
5) Kolostrum : Ada 5) Kolostrum : Ada
6) Kelainan : Tidak ada 6) Kelainan : Tidak ada
Paru-paru Paru-paru
1) Inspeksi : Bentuk toraks 1) Inspeksi : Bentuk toraks
normal normal
2) Palpasi : Tidak ada 2) Palpasi : Tidak ada
pembengkakan pembengkakan
3) Perkusi : Area paru sonor 3) Perkusi : Area paru sonor
4) Auskultasi : Tidak ada suara 4) Auskultasi : Tidak ada suara
tambahan tambahan
Jantung Jantung
1) Palpasi : Dinding toraks 1) Palpasi : Dinding toraks
terasa lemah terasa lemah
2) Auskultasi : Tidak ada suara 2) Auskultasi : Tidak ada suara
tambahan tambahan

Abdomen Abdomen
Luka operasi : Tertutup Luka operasi : Tertutup
Luas luka operasi : ±12 cm Luas luka operasi : ±10 cm
Striae : Ada Striae : Ada
Tinggi fundus uteri : 1 jari Tinggi fundus uteri : 2 jari
dibawah pusat dibawah pusat
Kontraksi uterus : Ada Kontraksi uterus : Ada
Bising usus : Ada Bising usus : Ada
Nyeri : Skala 5 Nyeri : Skala 6
Hepar Hepar
1) Palpasi : Tidak terjadi 1) Palpasi : Tidak terjadi
hepatomegali hepatomegali
2) Perkusi : Bunyi Timpani 2) Perkusi : Bunyi Timpani

Genetalia Genetalia
Vulva dan vagina Vulva dan vagina
1) Varises : Tidak ada 1) Varises : Tidak ada
2) Luka : Tidak ada 2) Luka : Tidak ada
3) Kemerahan : Tidak ada 3) Kemerahan : Tidak ada
4) Kebersihan : Cukup bersih 4) Kebersihan : Bersih
Lochea Lochea
1) Jenis lochea : Lochea Rubra 1) Jenis lochea : Lochea Rubra
2) Jumlah : Tidak dihitung 2) Jumlah : Tidak dihitung
3) Warna : Merah 3) Warna : Merah
4) Bau : Amis 4) Bau : Amis

Ekstremitas Ekstremitas
Aksila Aksila
1) Pembesaran kelenjar : Tidak 1) Pembesaran kelenjar : Tidak
ada ada
Ekstremitas atas Ekstremitas atas
1) Odema tangan/jari : Tidak 1) Odema tangan/jari : Tidak ada
ada 2) Kekuatan otot : Baik
2) Kekuatan otot : Baik
Ekstremitas bawah Ekstremitas bawah
1) Odema kaki : Tidak ada 1) Odema kaki : Tidak ada
2) Varises : Tidak ada 2) Varises : Tidak ada
3) Kekuatan otot : Lemah 3) Kekuatan otot : Lemah
4) Tromboplebitis : Tidak ada 4) Tromboplebitis : Tidak ada

Pada tabel diatas menjelaskan bahwa kedua pasien tersebut tidak mengalami
kelainan pada bagian fisiknya, semuanya dalam keadaan normal. Kecuali pada
bagian abdomen kedua pasien memiliki luka bekas operasi.

Tabel 4.4
Pengkajian Psikososial pada Pasien 1 dan Pasien 2 dengan Post Sectio
Caesarea di Ruang Kebidanan Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang.
Pengkajian
Pasien 1 Pasien 2
Psikososial
Konsep diri Pasien mengatakan menyukai Pasien mengatakan bahwa
semua bagian tubuhnya dan dirinya adalah seorang yang
pasien mampu bertanggung penyayang dan pasien merasa
jawab dalam merawat anaknya. puas terhadap posisinya sebagai
seorang ibu.
Kognitif Pasien mengatakan kurang Pasien mengatakan sedikit
mengetahui cara merawat diri mengerti tentang cara merawat
dan bayinya, pasien juga takut diri dan bayinya.
untuk bergerak karena takut
akan rasa nyeri dibagian luka
operasi serta pasien kurang
mengetahui cara memberikan
ASI.
Mekanisme Pasien mengatakan bila memiliki Pasien mengatakan bila memiliki
koping masalah pasien selalu menceritakan masalah pasien selalu menceritakan
kepada suami dan ibunya untuk kepada suami untuk berbagi solusi.
berbagi solusi.
Peran Pasien mengatakan bahwa Pasien mengatakan bahwa
dirinya seorang ibu rumah dirinya seorang ibu rumah
tangga dan telah menjadi tangga dan sekarang dirinya
seorang ibu. mempunyai 3 anak.
Support system Pasien mengatakan mendapatkan Pasien mengatakan selalu
dukungan dari suami dan mendapat dukungan dari suami,
keluarganya. keluarga dan anaknya.

Pada tabel diatas menjelaskan bahwa pasien 1 (Ny.P) kurang mengetahui


cara merawat diri dan bayinya serta produksi ASI tidak lancar sedangkan pada
pasien 2 (Ny.R) telah memiliki pengalaman dalam merawat bayi.

Tabel 4.5
Pemeriksaan Diagnostik Pasien 1 dan Pasien 2 dengan Post Sectio Caesarea di
Ruang Kebidanan Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang.
Pemeriksaan Diagnostik Pasien 1 Pasien 2 Nilai Normal

Hematologi

Hemoglobin 11.8 g/dL 10.2 g/dL 11,40-15,00 g/dL

Jumlah Lekosit 9.8 10-3/ul 6.4 10-3/ul 4.2-11.0 10-3/ul

Basofil 0.2 0.5 1-3

Eosinofil 0.9 1.4 0-1

Neutrofil Batang 0.0 0.0 2-6

Neutrofil Segmen 75.1 68.6 40-60

Limfosit 17.3 24.4 20.0-50.0

Monosit 6.5 5.1 2-8

Laju Endap Darah 5 mm/jam 33 mm/jam <20 mm/jam

Golongan Darah B O

Resus Positif Positif

Masa Pembekuan 8 menit 8 menit <15 menit

Masa Pendarahan 2 3 <6 menit

Kimia Klinik

Glukosa Darah Sewaktu 73 mg/dL 81 mg/dL 70-140 mg/dL


Sumber: Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang

Pada tabel diatas menjelaskan bahwa pemeriksaan laboratorium kedua


pasien hasilnya pasien sama-sama memiliki nilai Hb dibawah angka normal.

Tabel 4.6
Terapi Obat Pasien 1 dan Pasien 2 dengan Post Sectio Caesarea di Ruang
Kebidanan Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang.
Pasien 1 Pasien 2
Tanggal Terapi Dosis Tanggal Terapi Dosis
17 Juni IVFD RL Gtt 20x/menit 19 Juni IVFD RL Gtt 20x/menit
Metronidazol 2 x 500 mg Inj. Ceftriaxone 2 x 500 mg
2017 2017
Inj. Ceftriaxone 2 x 500 mg Inj. Ketorolac 3 x 30 mg
Inj. Ketorolac 3 x 30 mg Vit. C 3 x 50 mg
Vit. C 3 x 50 mg Sup. Pronalges 1x/hari
Sup. Pronalges 1x/hari

2. Analisa Data

Tabel 4.7
Analisa Data Pasien 1 dengan Post Sectio Caesarea di Ruang Kebidanan
Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang.
Data Etiologi Masalah
DS: Pasien mengatakan nyeri pada Nyeri akut
Insisi bedah
bagian perut di daerah operasi
DO: - Pasien tampak menahan
Terputusnya kontinuitas
sakit dan meringis
jaringan
- Keadaan umum lemah
- Skala nyeri: 5
Merangsang pengeluaran
- Tekanan darah: 110/70
histamin dan prostaglandin
mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- RR : 24 x/menit Nyeri akut

- Suhu : 36,50C
- Luas luka operasi : ±12 cm
DS : Pasien mengatakan kakinya Intoleransi aktivitas
Sectio Caesarea
kesemutan saat ingin
digerakkan dan pegal-pegal.
Anastesi Spinal
DO : - Keadaan umum pasien
tampak lemah
imobilisasi
-Pasien tampak berbaring di
tempat tidur
Intoleransi aktivitas

DS : Pasien mengatakan air Penurunan estrogen dan Ketidakefektifan


susunya tidak lancar, keluar progesteron pemberian ASI
sedikit-sedikit dan payudara
terasa sakit Merangsang pertumbuhan
DO : - Bayi pasien tampak sering kelenjar susu
menangis
-Pasien tampak gelisah Peningkatan hormon
prolaktin

Merangsang laktasi

Ejeksi ASI tidak efektif


Ketidakefektifan
pemberian ASI

Tabel 4.8
Analisa Data pada Pasien 2 dengan Post Sectio Caesarea di Ruang
Kebidanan Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang.
Data Etiologi Masalah
DS : Pasien mengatakan nyeri di Nyeri akut
Insisi bedah
bagian perut bekas luka
operasi
Terputusnya kontinuitas
DO : - Pasien tampak menahan
jaringan
nyeri
- Keadaan umum pasien
Merangsang pengeluaran
tampak lemah
histamin dan prostaglandin
- TD : 150/90 mmHg
- N : 80 x/mnt
- RR : 20 x/mnt Nyeri akut

- T : 360C
- Skala nyeri : 6
- Luka operasi : ± 12 cm
DS : Pasien mengatakan kakinya Intoleransi aktivitas
Sectio Caesarea
terasa kesemutan dan
badannya pegal-pegal
Anastesi Spinal
DO : - Pasien tampak sukit
menggerakkan kakinya
imobilisasi
- Pasien tampak berbaring
ditempat tidur
Intoleransi aktivitas
- Keadaan umum lemah

3. Diagnosa Keperawatan
Tabel 4.9
Diagnosis Keperawatan pada pasien 1 dan pasien 2 dengan Post Sectio
Caesarea di Ruang Kebidanan Rumah Sakit Muhammadiyah
Palembang.
Pasien 1 Pasien 2
1. Nyeri akut berhubungan dengan insisi 1. Nyeri akut berhubungan dengan insisi
bedah. bedah
2. Intoleransi aktivitas berhubungan 2. Intoleransi aktivitas berhubungan
dengan imobilisasi. dengan imobilisasi.
3. Ketidakefektifan pemberian ASI
berhubungan dengan kurang
pengetahuan ibu.

Pada tabel diatas menjelaskan bahwa pasien 1 (Ny.P) mempunyai 3


diagnosa keperawatan yaitu nyeri akut, intoleransi aktivitas dan ketidakefektifan
pemberian ASI sedangkan pasien 2 (Ny.R) mempunyai 2 diagnosa keperawatan
yaitu nyeri akut dan intoleransi aktivitas.