Anda di halaman 1dari 55

LAPORAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR PEGAWAI NEGERI SIPIL DI


CABANG RUMAH TAHANAN NEGARA
SIBOLGA DI BARUS

DISUSUN OLEH:

HARIS MARTIN GULTOM


PENGATUR MUDA / IIA
19980316 201712 1 008

KERJASAMA ANTARA
KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN
HAM SUMATERA UTARA DAN BADAN
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI SUMATERA UTARA
TAHUN 2018
LEMBAR PERSETUJUAN

LAPORAN RANCANGAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR


CPNS GOLONGAN II DI CABANG RUTAN SIBOLGA DI BARUS

Nama : Haris Martin Gultom


Nip : 19980316 201712 1 008
Pangkat/Gol : Pengatur Muda / IIa
Jabatan : Penjaga Tahanan
Instansi : Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara
Unit kerja : Cabang Rumah Tahanan Negara Sibolga Di
Barus
Gel/Angk : V/16
Kelompok : 2 (Dua)

Telah diseminarkan pada hari sabtu tanggal 14 Juli 2018 dihadapan coach dan
Penguji di UPT SLB-E NEGERI PEMBINA MEDAN

Provinsi Sumatera Utara

Penguji Coach Mentor

Ir.Ardiston Simanjuntak, MMA Drs.Sobirin,S.H.M.Si Sinarta Tarigan, S.H., M.H


NIP.196403271993031003 NIP.19630411199107 1001 NIP.197304031993031002

MENGETAHUI

SEKRETARIS PANITIA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN


HAM PROVINSI SUMATERA UTARA

ALEX COSMAS PINEM,S.H.,M.Si


i
NIP. 19680701 199303 1 001
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Aktualisasi Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan Ii


Angkatan Xvi Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
Kantor Wilayah Sumatera Utara
Tahun 2018

Disusun Oleh :

NAMA : HARIS MARTIN GULTOM


NIP : 19980316 201712 1 008
JABATAN : PENJAGA TAHANAN
INSTANSI : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM SUMATERA UTARA
UNIT KERJA : CABANG RUMAH TAHANAN NEGARA SIBOLGA DI
BARUS

Telah diperbaiki sesuai saran dan masukan dalam seminar

Pada tanggal 20 Oktober 2018

Penguji Coach Mentor

Ir.Ardiston Simanjuntak, MMA Drs.Sobirin,S.H.M.Si Sinarta Tarigan, S.H., M.H


NIP.196403271993031003 NIP.19630411199107 1001 NIP.197304031993031002

MENGETAHUI

SEKRETARIS PANITIA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN


HAM PROVINSI SUMATERA UTARA

ALEX COSMAS PINEM,S.H.,M.Si


NIP. 19680701 199303 1 001

ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas segala rahmatNya sehingga
penulis dapat menyelesaikan rancangan aktualisasi Nilai-nilai dasar Profesi PNS
pada bagian penjaga Tahanan. Rancangan aktualisasi ini dibuat dengan maksud
untuk merancang kegiatan-kegiatan berdasarkan nilai dasarASN yang akan di
aktualisasikan di lingkungan kerja.
Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih
kepada:
1. Bapak Ir. Bonar Sirait, M.Si, selaku Kepala Badan Pengembangan
Sumberdaya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Priyadi, Bc.I.P.,M.Si, Selaku Kepala Kantor Wilayah
Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara.
3. Bapak Budi.Hardiono Amd,IP,S.H.M.H selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis
tempat kegiatan aktualisasi ini dilaksanakan.
4. Para Widyaiswara, panitia penyelenggara, dan para fasilitator Badan
Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara.
5. Bapak Drs. Sobirin,S.H.,M.H selaku Coach yang telah memberikan petunjuk,
bimbingan, saran dan motivasi selama proses penulisan Laporan Aktualisasi
ini .
6. Bapak Sinarta Tarigan, S.H.M.H selaku mentor yang telah membimbing saya
dalam proses pembuatan laporan aktualisasi ini.
7. Teman-teman satu kelas yang telah jadi semangat dikala suka dan duka.
8. Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk kedua orang tua saya, adik dan
abang saya, yang selama ini menjadi motivasi penulis dalam membuat
rancangan ini

Medan, 19 Juli 2018

Haris Martin Gultom


NIP: 19980316 2017121008

ii
DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN……………………………………………………i
LEMBAR PENGESAHAN……………………………………………………ii
KATA PENGANTAR…………………………………………………………iii
DAFTAR ISI…………………………………………………………………...iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang………………………………………………………..1
1.2 Tujuan…………………………………………………………………2
1.3 Profil Organisasi………………………………………………………3
1.4 Visi,Misi dan Tupoksi………………………………………………...5
1.5 Nilai Organisasi………………………………………………………..6
1.6 Struktur Organisasi……………………………………………………8
1.7 Permasalahan……………………………………………………….....9
BAB II IDENTIFIKASI DAN ANALISA ISU
2.1 Identifikasi Isu…………………………………………………….…11
2.2 Analisa Isu dan Dampaknya ………………………………………..11
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI
3.1 Nilai-Nilai Dasar ASN……………………………………………...17
3.2 Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI…………………………..21
3.3 Formulir Rancangan Aktualisasi……………………………………23
BAB IV PENUTUP
4.1 Laporan Hasil Kegiatan Aktualisasi…………………………………..29
Lembar Konsultasi dengan Coach dan Mentor…………………………...46
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan ………………………………………………………...…48
5.2 Saran ………………………………………………………………….48
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………49
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
LAMPIRAN

iv
1

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Pegawai Negeri Sipil (PNS) mempunyai peranan yang amat


penting sebab PNS merupakan unsur aparatur negara untuk
menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan dalam rangka
mencapai tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini seperti
tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, tujuan
Negara Indonesia untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh
tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa dan melaksanakan ketertiban dunia.
Keempat tujuan Negara ini hanya bias dicapai dengan adanya
pembangunan nasional yang dilakukan dengan perencanaan yang
matang, realistik, terarah, terpadu, dan berhasil guna dalam berbagai
bidang.
PNS yang merupakan asset organisasi penyelenggaraan
pemerintahan perlu terus dilatih dan dikembangkan, sehingga dapat
memberikan kontribusi dan prestasi yang optimal dalam pelaksanaan
tugas di bidang pemerintahan, pembangunan serta pembinaan
kemasyarakatan. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun
2000, tentang Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Jabatan PNS
diantaranya adalah diklat prajabatan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil
(CPNS) yang akan diangkat menjadi PNS dengan tujuan untuk
memberikan pengetahuan dalam rangka pembentukan wawasan
kebangsaan, kepribadian, dan Erika PNS agar mampu melaksanakan
tugas dan peranannya sebagai pelayan masyarakat.
Menurut Undang-Undang No. 5 tahun 2014, Aparatur Sipil
Negara (ASN) didefinisikan sebagai profesi bagi PNS dan Pegawai
Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) pada instansi pemerintah
yang diangkat oleh pejabat Pembina kepegawaian serta diserahi tugas
dalam suatu jabatan pemerintahan dan digaji berdasarkan peraturan
2

perundang-undangan. Kompetensi menerapkan nilai-nilai dasar


profesi ASN yang kemudian berperan dalam membentuk karakter
ASN yang kuat, yaitu ASN yang mampu bersikap dan bertindak
profesional dalam melayani masyarakat.
Untuk membentuk ASN profesional, diadakan pembaharuan atas
pola penyelenggaraan diklat. Praktik penyelenggaraan Diklat
Prajabatan dengan pola pembelajaran klasikal yang didominasi
dengan metode ceramah, menunjukkan bahwa tidak mudah untuk
membentuk nilai-nilai dasar profesi PNS, terutama proses internalisasi
pada diri masing-masing peserta. Berdasarkan pertimbangan tersebut
maka dilakukan inovasi dalam penyelenggaraaan Diklat Prajabatan
yang memungkinkan peserta untuk mampu menginternalisasikan
nilai-nilai dasar profesi PNS dengan cara mengalami sendiri dalam
penerapan dan aktualisasi pada tempat tugas masing-masing sehingga
peserta merasakan manfaatnya secara langsung. Dengan demikian
nilai-nilai dasar profesi PNS tersebut terpatri kuat dalam dirinya.

I.2 Tujuan

1 Memahami lebih dalam mengenai nilai-nilai dasar profesi Pegawai


Negeri Sipil (PNS) yang mencakup ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi)
2 Mampu mengaplikasikan nilai-nilai dasar Profesi Pegawai Negeri
Sipil yang telah diperoleh pada tahap internalisasi dan
pembelajaran saat on campus
3 Merasakan langsung dampak positif dari penerapan nilai-nilai
dasar Profesi Pegawai Negeri Sipil
4 Membiasakan diri untuk selalu menerapkan nilai-nilai dasar
Profesi Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tiap kegiatan
sehingga membentuk keprofesionalan yang diharapkan ada pada
diri Pegawai Negeri Sipil.
3

I. 3 Profil Organisasi

Dalam pasal angka 3 UU Nomor 12 Tahun 1995 Tentang


rutan merupakan tempat ditahannya tersangka atau terdakwa untuk
sementra waktu sebelum keluarnya putusan pengadilan yang
berkuatan hukum tetap. Pada saat ini Rutan dan Lembaga
Permasyarakatan Memiliki fungsi yang sama. Rutan juga bisa
sebagai tempat untuk melaksanakan pembinaan narapidana dan
anak didik pemasyarakatan.Hal ini terjadi dikarenakan keterbatasan
kapasitas rutan maupun lapas.Perubahan fungsi ini didasarkan pada
surat keputusan menteri kehakiman No. M.04.UM.01.06 Tahun
1983 tentang penetapan Lembaga pemasyarakatan tertentu sebagai
rumah tahanan negara.Lembaga Pemasyarakatan merupakan Unit
Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal
PemasyarakatanKementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Lapas dan Rutan merupakan tahap akhir dari sistem


peradilan pidana.Sistem peradilan pidana sendiri terdiri dari 4
(empat) sub-sistem yaitu Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan dan
Lembaga Pemasyarakatan.Sub-sistem Lembaga Pemasyarakatan
sebagai sub-sistem terakhir dari sistem peradilan pidana
mempunyai tugas untuk melaksanakan pembinaan terhadap
terpidana khususnya pidana pencabutan kemerdekaan.Lapas dan
Rutan sebagai wadah pembinaan narapidana yang berdasarkan
sistem pemasyarakatan berupaya untuk mewujudkan pemidanaan
yang integratif yaitu membina dan mengembalikan kesatuan hidup
masyarakat yang baik dan berguna.

Dengan perkataan lain Lapas dan Rutan melaksanakan


rehabilitasi, redukasi, resosialisasi dan perlindungan, baik terhadap
narapidana serta masyarakat di dalam pelaksanaan sistem
pemasyarakatan. Dengan sistem pemasyarakatan sebagai dasar
4

pola pembinaan narapidana di Lapas dan Rutan diharapkan dapat


berhasil dalam mencapai tujuan resosialisasi dan rehabilitasi pelaku
tindak pidana/narapidana, maka pada gilirannya akan dapat
menekan kejahatan dan pada akhirnya dapat mencapai
kesejahteraan sosial seperti tujuan sistem peradilan pidana (jangka
pendek, jangka menengah dan jangka panjang). Dengan demikian
keberhasilan sistem pemasyarakatan di dalam pelaksanaan
pembinaan terhadap narapidana di Lapas dan Rutanakan
berpengaruh pada keberhasilan pencapaian tujuan sistem peradilan
pidana.
Cabang Rumah Tahanan Negara Sibolga di Barus sebagai
salah satu unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal
Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia tentunya yang bertugas melaksanakan
kebijaksanaan dan standarisasi teknis pemasyarakatan. Adapun
tempat Cabang Rumah Tahanan Negara Sibolga di Barus di jalan
K.S Tubun No. 16 Kecamatan Barus Kabupaten Tapanuli Tengah
Sumatera Utara.Dibangun pada Tahun 1991 dari Hibah tanah oleh
Demang Barus.Bangunannya terdiri dari Rumah dinas kepala, blok
kantor dan blok hunian dengan kapasitas hunian 115 orang dan
penghuni saat ini 133 orang (narapidana 130 orang dan tahanan 2
orang).

Bangunan terdiri dari :


 Bangunan Kantor Utama.
 Bangunan Portir.
 Bangunan Dapur.
 Bangunan Blok lantai 1, 2,dan 3.

Fasilitas Umum :
 Masjid
 Gereja
 Ruang Klinik.
5

I.4 Visi , Misi Dan Tupoksi

Visi dan Misi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, yaitu :
a. Visi
“ Masyarakat Memperoleh Kepastian hukum ”
b. Misi :
1. Mewujudkan peraturan perundang-undangan yang
berkualitas
2. Mewujudkan pelayanan hukum yang berkualitas
3. Mewujudkan Penegakan hukum yang berkualitas
4. Mewujudkan penghormatan,pemenuhan,dan perlindungan
HAM
5. Mewujudkan layanan manajemen adminitrasi kementrian
Hukum dan HAM;serta
6. Mewujudkan aparatur Kementrian Hukum dan HAM yang
professional dan berintregitas

c. Tugas Dan Fungsi

Berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman RI Nomor :


M.04.PR.07.03 Tahun 1985 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Rumah Tahanan Negara dan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan
Negara dan Cabang Rumah Tahanan Negara mempunyai tugas
melaksanakan perawatan terhadap para tersangka atau terdakwa
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam melaksanakan tugas tersebut, Cabang Rutan Barus


menyelenggarakan fungsi :
6

1. Melaksanakan pelayanan dan perawatan terhadap para


tersangka/terdakwa
2. Melakukan pemeliharaan keamanan dan ketertiban Cabang
Rutan
3. Melakukan urusan tata usaha Cabang Rutan

Dalam pasal 2 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang


Pemasyarakatan disebutkan bahwa system Pemasyarakatan
diselenggarakan dalam rangka membentuk Warga Binaan
Pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari
kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana
sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat
aktif berperan dalam pembangunan dan dapat hidup secara wajar
sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab. Oleh karena itu
maka para petugas Warga Binaan Pemasyarakatan itu sendiri maupun
masyarakat (instansi terkait, keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan
dan swasta) haruslah bersinergi untuk mewujudkan tujuan system
Pemasyarakatan.

I.5 Nilai Organisasi

Cabang Rumah Tahanan Negara Sibolga di Barus menjunjung


tinggi tata nilai kami “P-A-S-T-I” :

 Profesional : Aparatur Kementerian Hukum dan HAM adalah 6pparat


yang bekerja keras untuk mencapai tujuan organisasi melalui
penguasaan bidang tugasnya, menjunjung tinggi etika dan integirtas
profesi;
 Akuntabel : Setiap kegiatan dalam rangka penyelenggaraan
pemerintah dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sesuai
dengan ketentuan atau peraturan yang berlaku;
 Sinergi : Komitmen untuk membangun dan memastikan hubungan
kerjasama yang produktif serta kemitraan yang harmonis dengan para
7

pemangku kepentingan untuk menemukan dan melaksanakan solusi


terbaik, bermanfaat, dan berkualitas;
 Transparan : Kementerian Hukum dan HAM menjamin akses atau
kebebasan bagi setiap orang untuk memperoleh informasi tentang
penyelenggaraan pemerintahan, yakni informasi tentang kebijakan,
proses pembuatan dan pelaksanaannya, serta hasil-hasil yang dicapai
 Inovatif : Kementerian Hukum dan HAM mendukung kreatifitas dan
mengembangkan inisiatif untuk selalu melakukan pembaharuan dalam
penyelenggaraan tugas dan fungsi
8

I.6 Stuktur Organisasi

STRUKTUR ORGANISASI
CABANG RUMAH TAHANAN NEGARA SIBOLGA DI BARUS
Keputusan Menteri Kehakiman RI Nomor : M.04.PR.07.03 Tahun 1985

KEPALA CABANG RUTAN


BUDI HARDIONO, A.Md.IP, SH.,MH
NIP : 19781024 200012 1 001

KASUBSI PELAYANAN TAHANAN DAN PENGELOLAAN


SAOLOAN PANGGABEAN, S.Pd
NIP : 19700603 199003 1 004

KEPEGAWAIAN KEPALA PENGAMANAN REGU REGISTRATOR PEMASYARAKATAN


NOVELANDI SARAGIH SUNAIDI, SH TITO SWARSONO
NIP : 19910902 201012 1 003 NIP : 19671128 198903 1 003 NIP : 19910406 201212 1 001

KOMANDAN JAGA REGU 1 KOMANDAN JAGA REGU 2 KOMANDAN JAGA REGU 3 KOMANDAN JAGA REGU 4
SUNAIDI, SH ROBIN SIMAMORA ABDON SIHALOHO MUHAMMAD GHAFUR
NIP : 19671128 198903 1 003 NIP : 19670818 198903 1 001 NIP : 19700327 199003 1 001 NIP : 19830610 200703 1 001
9

I. 7 Permasalahan

Secara umum Cabang Rutan adalah tempat tersangka atau


terdakwa ditahan selama proses penyidikan, penuntutan, dan
pemeriksaan siding pengadilan di Indonesia. Rumah tahanan Negara
didirikan disetiap Kabupaten atau kota. Namun saat sekarang ini Rumah
tahanan Negara telah beralih fungsi menjadi tempat para narapida
menajalankan hukumnya, karena kelebihan kapasitas disetiap Lembaga
Pemasyarakatan (LAPAS). Dalam sistem pemasyarakatan, fungsi
Cabang Rutan bersadarkan keputusan Menteri Kehakiman RI No.M.04-
PR.07.03 tahun 1985 pasal 25 yang menyatakan bahwa cabang Rutan
mempunyai fungsi :

 Melakukan pelayanan tahanan dan pengelolaan cabang Rutan

 Melakukan pemeliharaan keamanan dan pengelolan cabang rutan

 Melakukan urusan tatausaha

Mekanisme pengamanan di Cabang Rutan diserahkan kepada


Kepala Cabang Rutan tersebutt.Keamanan merupakan syarat mutlak
untuk terlaksananya program-program pembinaan.Oleh karena itulah
suasana aman dan tertib perlu diciptakan.Dalam pelaksanaan tugas,
tidak selamanya cabang Rutan dapat secara optimal melakukan
pelayanan pembinaan dan bimbingan dalam rangka mendukung tujuan
sistem pemasyarakatan sebagai tujuan akhir dari sistem peradilan,
akan tetapi masih ditemukannya permasalahan-permasalahan yang
kompleks sebagai bentuk kelemahan dan ancaman bagi Pemasyarakatan
dalam memberikan pelayanan pembinaan dan bimbingan narapidana
dan Tahanan.

Permasalahan-permasalahan tersebut dapat muncul dikarenakan


faktor internal maupun eksternal, seperti kurangnya komitmen dan
disiplin pegawai, keterbatasan kualitas pegawai, meningkatnya daya
10

kritis masyarakat, kurangnya profesional dan sinergitas pegawai


sehingga menyebabkan Masih kurangnya pemahaman pengunjung
terhadap aturan yang berlaku, Kurangnya sosialisasi tentang prosedur
pengurusan PB,CMK,CMB kepada para WBP, Masih banyaknya
pengunjung yang membawa barang-barang bawaan yang dilarang
masuk kedalam Cabang Rutan, Masih adanya WBP yang melanggar
tata tertib di dalam blok, Minimnya kesadaran WBP untuk menjaga
kebersihan dalam blok.
11

BAB II

IDENTIFIKASI DAN ANALISA ISU

II. 1 Identifikasi Isu

Sebagai petugas satuan pengamanan di Cabang Rumah Tahanan


Negara Sibolga di Barus saya menjalankan tugas dan fungsi sebagaimana
yang tertulis di Sasaran Kerja Pegawai (SKP) dan menjalankan apa yang
diperintah oleh atasan, dari pengalaman saat saya bertugas saya
menemukan beberapa isu yang terjadi di Cabang Rumah Tahanan Negara
Sibolga di Barus, antara lain :
a. Kurangnya sosialisasi petugas kepada WBP tentang prosedur
pengurusan PB, CMK,CMB.
b. Masih ditemukannya benda-benda terlarang di dalam lingkungan
rutan.
c. Masih kurang optimalnya penerapan SOP dalam pelaksanaan tugas.
d. Masih belum optimalnya pengawasan petugas terhadap kebersihan
kamar dan blok hunian WBP.
e. Kurangnya kesadaran pegawai dalam pengisian SIMPEG (Sistem
Informasi Manajemen Kepegawaian).
f. Masih adanya pegawai yang datang terlambat ketika akan menjalankan
tugasnya.

II. 2 AnalisaIsu Dan Dampaknya

II.2.1 Analisis Isu

Selanjutnya terhadap isu yang telah diidentifikasi di atas, penulis


akan menguji isu tersebut dengan menggunakan alat bantu penetapan
kriteria isu, aktual, problematik, kekhalayakan, layak (APKL). Aktual
artinya benar-benar terjadi dilingkungan kerja.Problematika artinya isu
yang memiliki dimensi masalah komplek, sehingga perlu dicarikan
segera solusi.Kekhalayakan artinya isu yang menyangkut hajat hidup
orang banyak. Layak artinya isu yang masuk akal dan realisitis serta
12

relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalah sebagaimana


tercantum dalam tabel dibawah ini :

Tabel 1. APKL
Kriteria
No Kriteria Isu Prioritas
A P K L
Kurangnya sosialisasi petugas kepada WBP
Memenuhi
1 tentang prosedur pengurusan PB, √ √ √ √
Kriteria
CMK,CMB.
Masih ditemukannya benda-benda terlarang Memenuhi
2 √ √ √ √
di dalam lingkungan rutan Kriteria
Tidak
Masih kurang optimalnya penerapan SOP
3 √ √ - √ Memenuhi
dalam pelaksanaan tugas
Kriteria
Masih belum optimalnya pengawasan
Memenuhi
4 petugas terhadap kebersihan kamar dan blok √ √ √ √
Kriteria
hunian WBP
Tidak
Masih adanya pegawai yang datang
5 √ √ - √ Memenuhi
terlambat ketika akan menjalankan tugasnya
Kriteria

Keterangan :
A : Aktual
P : Problematik
K : Kekhalayakan
L : Layak

II.2.2 Dampak Isu

Dari beberapa isu yang diangkat akan dilakukan analisis. Adapun


analisis isu dan dampak yang dapat disajikan dalam penulisan rancangan
aktualisasi ini adalah :
13

a) Kurangnya sosialisasi petugas kepada WBP tentang prosedur


pengurusan PB, CMK,CMB.
Pelayanan prima merupakan suatu hal yang mutlak harus diberikan
kepada masyarakat. Bagi petugas lapas/rutan masyarakat yang harus
dilayani itu yaitu para warga binaan pemasyarakatan. Kurangnya
sosialisasi petugas kepada wbp tentang hak dan kewajibannya tentu akan
dapat merugikan wbp tersebut. Oleh sebab itu sangat dibutuhkan
pemberian sosialisasi mengenai hak-hak wbp sehingga mereka dapat
memperoleh apa yang sepantasnya di dapatkannya.
b) Masih ditemukannya benda-benda terlarang di dalam lingkungan
rutan
Keamanan dan ketertiban merupakan suatu hal yang selalu di jaga
dalam sebuah lembaga pemasyarakatan, sehingga tidak terjadi kerusahan
yang mungkin timbul di dalam lapas. Oleh sebab itu barang-barang
terlarang masih saja ada ditemukan, seperti benda-benda tajam, botol-
botol yang mengandung kaca dan alat komunikasi seperti handphone.
Hal-hal seperti ini tentu mengancam keamanan dan ketertiban lapas/rutan
sewaktu-waktu apabila wbp melakukan perlawanan. Oleh sebab itu
penertiban benda-benda terlarang harus rutin dilaksakan.

c) Masih kurang optimalnya penerapan SOP dalam pelaksanaan tugas.


Dalam menjalankan suatu pekerjaan tentu standar operasional
prosedur sangat harus di perhatikan, karena dengan demikian kesalahan-
kesalahan dapat dihindari. Tapi kenyataannya di dalam lapas/ rutan
masih kurang dalam hal penerapan SOP, sehingga kadang ada terjadi
kesalahan dalam pekerjaan hingga kerusuhan. Misalnya, petugas yang
tidak mencatat jam control penjagaan, P2U yang tidak mengintip keluar
sebelum membuka pintu utama. Oleh sebab itu sangat di perlukan
penegasan dalam penerapan SOP tersebut.
14

d) Masih belum optimalnya pengawasan petugas terhadap kebersihan


kamar dan blok hunian WBP

Kebersihan lingkungan merupakan suatu hal yang sangat penting


dalam sebuah lembaga pemasyarakatan, karena jika lingkungan nya kotor
tentu wbp tidak akan nyaman berada di dalam. Pada kenyataan sekarang
ini masih banyak lapas/rutan yang masih bisa di katakana kurang bersih/
kotor. Oleh sebab itu pengawasan oleh petugas kepada wbp untuk
semakin meningkatkan kebersihannya harus terus dilaksanakan. Supaya
para wbp nyaman dan terhindar dari kemungkinan ada nya kerusuhan.

e) Masih adanya pegawai yang datang terlambat ketika akan


menjalankan tugasnya

Rasa tanggung jawab dan integritas yang tinggi tentunya harus di


miliki oleh setiap petugas pemasyarakatan supaya dapat melakukan
pekerjaan dengan optimal dan sesuai denga target yang telah ditentukan.
Walaupun dalam kenyataannya masih banyak pegawai yang memiliki
rasa tanggung jawab yang rendah, seperti datang terlambat ketika akan
memulai tugas, hal ini tentu berdampak bagi pegawai yang lain karena
menambah temannya satu regu.

Tabel 2. Dampak Isu

No. Permasalahan Dampak


 Banyak yang terlambat dalam
mengurus berkas administrasi
Kurangnya sosialisasi petugas kepada WBP tersebut.
1
tentang prosedur pengurusan PB, CMK,CMB.  Kurang efektifnya pelayanan
hak-hak warga binaan
pemasyarakatan
 Dapat memicu adanya
Masih ditemukannya benda-benda terlarang di
2 kemungkinan kerusuhan di
dalam lingkungan rutan
dalam lapas/rutan tersebut.
15

 Adanya kesalahan-kesalahan
Masih kurang optimalnya penerapan SOP dalam yang mungkin timbul
3
pelaksanaan tugas  Kurang optimalnya hasil
kinerja.
 Tidak nyamannya lingkungan
Masih belum optimalnya pengawasan petugas
lapas/rutan
4 terhadap kebersihan kamar dan blok hunian
 Dapat menimbulkan penyakit
WBP
kepada warga binaan
Masih adanya pegawai yang datang terlambat  Terhambatnya pelaksanaan
5
ketika akan menjalankan tugasnya tugas

II. 2.3 Penetapan Isu

Dari beberapa isu yang telah dijelaskan sebelumya akan ditetapkan isu
berdasarkan skala prioritas dengan teknik USG (Urgensi, Seriousness, Growth)
dan skala likertsebagaimana yang tercantum didalam tabel berikut :

Tabel 3. Penetapan Isu


No. Permasalahan U S G Total
Kurangnya sosialisasi petugas kepada WBP
1. 4 5 5 14
tentang prosedur pengurusan PB, CMK,CMB.
Masih ditemukannya benda-benda terlarang di
2. 4 3 5 12
dalam lingkungan rutan
Masih kurang optimalnya penerapan SOP
3. 3 2 3 8
dalam pelaksanaan tugas
Masih belum optimalnya pengawasan petugas
4 terhadap kebersihan kamar dan blok hunian 4 4 5 13
WBP
Masih adanya pegawai yang datang terlambat
5 2 3 4 9
ketika akan menjalankan tugasnya
16

Keterangan :

 U (Urgensi) : Seberapa mendesak isu perlu dibahas dikaitkan


dengan waktu
 S (Seriousness) : Seberapa besar isu perlu dibahas dikaitkan dengan
akibat yang ditimbulkan
 G (Growth) : Seberapa besar isu tersebut berkembang jika
dibiarkan.

Skala USG : 1-5


5 = Sangat besar/Sangat tinggi
4 = Besar/Tinggi
3 = Sedang /Cukup
2 = Kecil/Rendah
1 = Sangat Kecil/Sangat Rendah

Berdasarkan teknik USG yang telah dijelaskan di atas, dapat disimpulkan isu
yang akan diangkat didalam rancangan aktualisasi ini adalah :
 Kurangnya sosialisasi petugas kepada WBP tentang prosedur pengurusan PB,
CMK,CMB.
 Masih belum optimalnya pengawasan petugas terhadap kebersihan kamar dan
blok hunian WBP.
 Masih ditemukannya benda-benda terlarang di dalam lingkungan rutan.
17

BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

III. 1 Nilai-Nilai Dasar ASN

Ada beberapa nilai-nilai dasar yang terkait profesi PNS, yaitu


Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti
Korupsi. Pada dasarnya kelima nilai ini saling berhubngan, karena jika
seseorang telah memiliki nilai akuntabilitas dalam dirinya maka dia akan
memiliki rasa nasinalisme yang baik dalam pengabdiannya pada Negara,
sehingga dia akan akan menerapkan etika publik dalam melaksanakan
tugas dan tanggungjawabnya, sehingga akan meghasilkan komitmen mutu
atas usaha yang dilakukan, sehingga dia akan mengerti buruknya dampak
korupsi dan ikut berperan aktif memberantas korupsi. Maka adapun
makna-makna kelima nilai dasar tersebut antara lain sebagai berikut

III.1.1 Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok atau
institusi untuk memenuhi tanggungjawab yang menjadi
amanahnya.Akuntabilitas adalah kewajiban atau pertanggung jawaban
yang harus dicapai.

Nilai dasar Auntabilitas :

 Profesional
 Integritas
 Kepemimpinan
 Transparan
 Tanggungjawab
 Keadilan
 Kepercayaan
 Keseimbangan
 Kejelasan
 Konsisten
 Mendahulukan kepentingan publik
18

III.1.2 Nasionalisme
Nasionalisme adalah pondasi bagi Aparatur Sipil Negara untuk
mengaktualisasikan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya dengan
orientasi mementingkan kepentingan publik, bangsa dan negara atau
sering juga diartikan sebagai paham kebangsaan.

Nilai dasar Nasionalisme :

 Keimanan dan Ketaqwaan


 Kejujuran
 Kedisiplinan
 Keikhlasan
 Tanggungjawab
 Persatuan
 Saling menghormati
 Toleransi
 Gotong royong
 Musyawarah
 Kerjasama
 Ramah tamah
 Keserasian
 Patriotisme
 Kesederhanaan
 Martabat dan harga diri
 Kerja keras
 Pantang menyerah
19

III.1.3 Etika Publik


Etika publik merupakan refleksi atas standar/norma yang
menentukan baik/buruk, benar/salah tindakan keputusan, perilaku
untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan
tanggungjawab pelayanan publik.

Nilai dasar Etika Publik :

 Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara


Pancasila.
 Setia dan mempertahankan UUD 1945.
 Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
 Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
 Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
 Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada
publik.
 Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan
program pemerintah.
 Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap,
cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna dan santun.
 Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
 Menghargai komunikasi, konsultasi dan kerjasama.
 Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja
pegawai.
 Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
 Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang
demokratis sebagai perangkat sistem karir.
III.1.4 Komitmen Mutu
Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik
dengan berorientasi pada kualitas hasil.Adapun nilai-nilai
komitmen mutu yaitu mengedepankan komitmen terhadap
20

kepuasan dan memberikan layanan yang menyentuh hati,


untuk menjaga dan memelihara.

Nilai dasar Komitmen Mutu :

 Komitmen bagi kepuasan masyarakat (berorientasi mutu)


 Pemberian layanan yang cepat, tepat, dan senyum.
 Pemberian layanan menyentuh hati.
 Pemberian layanan yang dapat memberikan perlindungan
kepada publik.
 Upaya perbaikan secara berkelanjutan.
 Kreatif dan inovatif.
 Efektifitas dan efisiensi.

III.1.5 Anti Korupsi


Anti korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan
untuk memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang
melawan norma-norma dengan tujuan memperoleh keuntungan
pribadi, merugikan negara atau masyarakat baik secara langsung
maupun tidak.

Nilai dasar Anti Korupsi :

 Jujur
 Peduli
 Mandiri
 Disiplin
 Tanggungjawab
 Kerjasama
 Sederhana
 Berani
 Adil
21

III .2 Kedudukan Dan Peran PNS Dalam NKRI

Kedudukan dan peran PNS dalam NKRI terkandung dalam tiga


nilai-nilai yakni Manajemen ASN, Pelayanan Publik, dan Whole of
Govermment yang baik.

III.2.1 Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN)


Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan
Pegawai ASN yang profesional,memiliki nilai dasar,etika
profesi,bebas dari investasi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi,
dan nepotisme. Adapun manajemen ASN lebih menekankan kepada
pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan selalu tersedia
sumber daya aparatur sipil Negara yang unggul selaras dengan
perkembangan zaman.

III.2.2 Pelayanan Publik


Segala bentuk kegiatan pelayanan umum yang dilaksanakan oleh
instansi Pemerintahan di Pusat dan Daerah, dan di lingkungan
BUMN/BUMD dalam bentuk barang atau jasa, baik dalam
pemenuhan kebutuhan masyarakat(LAN, 1998).
Adapun beberapa unsur penting dalam pelayanan publik antara
lain :
 Unsur pertama, istitusi penyelenggara pelayanan public
 Unsur kedua, penerima layanan public
 Unsur ketiga, kepuasaan pelanggan penerima pelayanan public

III.2.3 Whole of Government


Whole of Government atau disingkat WOG adalah sebuah
pendekatan penyelenggaraan pemerintah yang menyatuka upaya –
upaya kolaboratif pemerintahan dari seluruh sektor dalam ruang
lingkup kordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan- tujuan
pembangunan kebijakan, manajemen program, dan pelayanan publik
22

oleh karena itu WOG juga dikenal sebagai pendekatan interagency,


yaitu pendekatan yang melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait
dengan urusan- urusan yang relevan.
23

III.3 Formulir Rancangan Aktualisasi

 Unit Kerja : Cabang Rumah Tahanan Negara Sibolga di Barus


 Identifikasi Isu : 1.Kurangnya sosialisasi petugas kepada WBP tentang prosedur pengurusan PB, CMK,CMB.
2. Masih ditemukannya benda-benda terlarang di dalam lingkungan rutan
3 Masih kurang optimalnya penerapan SOP dalam pelaksanaan tugas
4 Masih belum optimalnya pengawasan petugas terhadap kebersihan kamar dan blok hunian
WBP
5 Masih adanya pegawai yang datang terlambat ketika akan menjalankan tugasnya
 Isu yang diangkat : 1. Kurangnya sosialisasi petugas kepada WBP tentang prosedur pengurusan PB, CMK,CMB
2. Masih belum optimalnya pengawasan petugas terhadap kebersihan kamar dan blok hunian
WBP
3. Masih ditemukannya benda-benda terlarang di dalam lingkungan rutan.
Tabel 4. Formulir Rancangan Aktualisasi

Kontribusi Terhadap
Penguatan nilai-
Tahapan Rancangan Visi dan Misi
No Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Nilai-nilai Dasar nilai Organisasi
Kegiatan Organisasi
1 Memberikan  Saya akan  Warga binaan Akuntabilitas Nilai ANEKA dan Peran Nilai- nilai yang
sosialisasi kepada Berkoordinasi mengetahui (Adanya tanggung serta Kedudukan PNS ada yaitu
WBP mengenai dengan Kasubsi bagaimana proses jawab integritas yang tercermin dalam memiliki nilai
prosedur dalam sosialisasi) kegiatan mendukung dasar Akuntabel
24

pengurusan pelayanan tahanan pengurusan Manajemen ASN terwujudnya visi dan dalam bekerja dan
PB,CMB,CMK. dan pengelolaan PB,CMB,CMK (terlaksananya misi dalam mewujudkan memiliki Inovasi
 Meminta dan mengetahui peran ASN keamanan dan untuk
persetujuan dari apa saja syarat- sebagai pelayan ketertiban dalam memecahkan
Ka.UPT syaratnya. public dan Cabang Rutan. permasalahan
 Membuat jadwal  Tidak ada lagi pelaksana yang ada dengan
dan tempat warga binaan yang kebijakan) penuh tanggung
sosialisasi terhambat atau Etika Publik jawab serta
 Mengumpulkan bermasalah dalam (melaksanakan mengedepankan
wbp ditempat dan pengurusan dan memeberikan etika dalam
waktu yang telah PB,CMB,CMK sosialisasi dengan pelayan publik
ditentukan. baik dan sopan)

 Memberikan Nasionalisme
sosialisasi berupa (adanya rasa

prosedur saling menghargai

pengurusanPB,C antar petugas

MB,CMK kepada dengan wbp

wbp. sesame warga


negara Indonesia)

2 Membuat di kertas  Saya akan  Warga binaan Akuntabilitas Nilai ANEKA dan Peran Nilai- nilai
nama-nama WBP Berkoordinasi pemasyarakatan (memberikan serta Kedudukan PNS Kemenkumham
25

yang telah bisa dengan Kasubsi mengetahui kapan pelayanan yang tercermin dalam yaitu Profesional
mengurus pelayanan tahanan masa 2/3 hukumannya informasi public kegiatan mendukung dan Akuntabel
PB,CMB,CMK, 3 dan pengelolaan  Warga binaan dapat dengan rasa terwujudnya visi dan dengan penuh
bulan sebelum  Meminta mempersiapkan segala tanggung jawab) misi dalam mewujudkan tanggung jawab
tanggal 2/3 masa persetujuan dari hal yang diperlukan Komitmen Mutu penegakan hak-hak yang dalam bekerja
hukuman. Ka.UPT untuk pengurusan (Mendata dan harus diperoleh warga serta
 Mendata nama- PB,CMB,CMK jauh memeriksa dengan binaan pemasyarakatan mengedepankan
nama wbp yang dari sebelum batas cermat dan teliti) Etika Publik pada
akan memasuki waktu 2/3 nya. Pelayanan Publik pada saat
masa2/3 masa (memberikan melaksanakan
hukuman dari pelayanan dengan tugas pelayanan .
Buku Registrasi tulus ikhlas)
maupun dari SDP
 Mengetik dan
memprint nama-
nama tesebut di
kertas HVS
 Menempelkan
kertas tersebut di
dalam rutan
sehingga bisa
dilihat oleh warga
26

binaan.
3 Membuat jadwal  Saya akan  Kebersihan setiap Akuntabel Nilai ANEKA dan Peran Nilai- nilai yang
piket/petugas Berkoordinasi kamar/blok dapat (Adanya integritas serta Kedudukan PNS ada pada
untuk kebersihan dengan Kasubsi tetap terjaga dan sikap tegas yang tercermin dalam Kemenkumham
setiap kamar/blok. pelayanan tahanan  Tidak adanya lagi dalam pembuatan kegiatan mendukung yaitu memiliki
dan pengelolaan sampah-sampah jadwal piket) terwujudnya visi dan Akuntabel dalam
 Meminta yang berserakan Nasionalisme misi dalam mewujudkan bekerja dan
persetujuan dari yang (Tidak ada kenyamanan dan memiliki Inovasi
Ka.UPT menimbulkan bau diskriminasi keamanan bagi setiap yang mendukung
 Mendata jumlah tidak sedap di dalam proses WBP untuk
wbp di setiap dalam lingkungan pembuatan jadwal memecahkan
blok/kamar rutan. piket) masalah dan

 Membuat jadwal dengan tanggung

petugas jawab
kebersihan kamar
untuk setiap
harinya, diketik
dan ditempelkan
di setiap kamar.
4 Membuatkan  Saya akan  Pelaksanaan piket Komitmen Mutu Nilai ANEKA dan Peran Nilai- nilai yang
jadwal petugas Berkoordinasi berjalan dengan (Melakukan tugas serta Kedudukan PNS ada yaitu
yang akan dengan Kasubsi tertib dan baik dengan penuh yang tercermin dalam memiliki
27

mengawasi pelayanan tahanan  Lingkungan rutan tanggung jawab kegiatan mendukung Akuntabel dalam
pelaksanaan tugas dan pengelolaan bersih dan nyaman dan keseriusan ) terwujudnya visi dan bekerja dengan
piket kebersihan  Meminta untuk ditempati Akuntabilitas misi dalam mewujudkan penuh tanggung
wbp setiap persetujuan dari oleh warga binaan (pekerjaan yang profesionalisme dalam jawab serta
harinya. Ka.UPT dilaksanakan dapat memberikan pelayanan mengedepankan
 Membuat konsep dipertanggung prima Etika dalam
jadwal petugas jawabkan hasilnya) pelayan publik
yang akan
mengawasi
pelaksanaan piket
kebersihan setiap
harinya.
 Mengetik dan
menempelkan
daftarnya di papan
informasi

5 Memeriksa  Menyapa  Tidak ada HP Akuntabilitas Nilai ANEKA dan Peran Nilai- nilai yang
barang bawaan pengunjung yang memasuki (melakukan serta Kedudukan PNS ada yaitu
pemeriksaan yang tercermin dalam memiliki
pegunjung  Memeriksa kartu Rutan.
dengan baik dan kegiatan mendukung Akuntabel dalam
dengan identitas  Tidak ada
sesuai dengan terwujudnya visi dan bekerja dengan
28

menggunakan pengunjung, barang-barang prosedur yang misi dalam mewujudkan penuh tanggung
Metal Detector seperti KTP. terlarang yang ada) profesionalisme dalam jawab serta

 Memeriksa masuk ke dalam Komitmen Mutu memberikan keamanan memunvulkan


(Detail dalam dan penagakan hukum inovasi dalam
dengan baik lingkungan
penjelasan barang- didalam rutan melakukan
barang bawaan rutan.
barang apa saja keamanan dan
pengunjung.  Tidak ada obat-
yang dilarang ketertiban rutan
 Jika tidak asa obatan terlarang
untuk dibawa oleh
yang yang dilarang pengunjung)
bermasalah, memasuki Rutan. Etika publik
mengarahkan (bersikap sopan)
pengungjung Anti Korupsi
untuk menuju (dalam pelayanan

tempat untuk tidak menerima


uang dari
berkunjung.
pengunjung)
29

BAB IV
LAPORAN HASIL KEGIATAN AKTUALISASI

Kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar ANEKA mulai dilaksanakan tanggal 14 Juli 2018
sampai dengan tanggal 18 Oktober 2018. Sesuai dengan rancangan kegiatan yang disusun
dalam Rancangan Aktualisasi (RA), terdapat 5 (kegiatan) kegiatan yang akan dilaksanakan.
Selama periode aktualisasi (off campus) seluruh kegiatan yang direncanakan telah terlaksana
secara keseluruhan di Cabang Rumah Tahanan Negara Sibolga di Barus. Selama pelaksanaan
aktualisasi, penulis juga menerapkan hasil pembelajaran mata diklat yang diterima selama
perkuliahan (on campus) berupa nilai-nilai ANEKA, Pelayanan Publik, Manajemen ASN dan
WoG. Berikut pelaksanaan kegiatan aktualisasi selama periode off campus :

Kegiatan 1

Kurangnya sosialisasi petugas kepada


Isu Warga Binaan Pemasyarakatan tentang
prosedur pengurusan PB, CMB dan CMK.
Memberi pemahaman dan pengetahuan
kepada WBP tentang hak-hak yang dapat
Gagasan Pemecahan Isu
diperolehnya di dalam Lapas/Rutan
Maupun Cabang Rutan

Memberikan sosialisasi kepada para Warga


Kegiatan Binaan Pemasyarakatan tentang prosedur
pengurusan PB, CMB maupun CMK.
- Lapangan Cabang Rutan Barus
Tempat
- Aula
Tanggal 07 Agustus 2018 dan 13 September 2018
Lampiran Bukti Dokumentasi Pelaksanaan Kegiatan

A. Kegiatan dan Tahapan Kegiatan yang Telah Dilaksanakan

1. Deskripsi Kegiatan
Kegiatan ini di lakukan bertujuan untuk dapat mengoptimalkan pengetahuan
WBP tentang hak-hak yang dapat diperolehnya sewaktu masa pembinaan.
Sehingga haknya dapat disalurkan secara optimal dan dapat terlaksana dengan
30

baik.
2. Tahapan Kegiatan
a) Berkonsultasi kepada pimpinan maupun senior yang bersangkutan
untuk pelaksanaan sosialisasi.
b) Menyiapkan materi sosialisasi yang akan di paparkan kepada WBP.
c) Pelaksanaan sosialisasi.

B. Kontribusi / Manfaat Kegiatan Bagi Visi dan Misi Organisasi

- Kegiatan ini mendukung Visi dan Misi


“ Mewujudkan keamanan dan ketertiban dalam upaya pengoptimalan
pelayanan hak-hak Warga Binaan Pemasyarakatan Cabang Rutan Barus ”

C. Penguatan Nilai – Nilai Organisasi dan ANEKA

Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS yaitu Etika Publik (Pelayanan) dalam


penyampaian materi sosialisasi, Manajemen ASN (terlaksanakan peran ASN
sebagai pelayan publik dan pelaksana kebijakan serta Nasionalisme yang
terlihat dari sikap saling menghargai dan menghormati antara WBP dan
Petugas ketika sosialisasi berlangsung

D. Kendala/ Hambatan yang Timbul serta Solusi Mengatasinya

Pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan baik dan tidak ditemukan kendala
yang begitu berarti, karena adanya sikap perhatian dari pimpinan dalam
pelaksanaannya dan WBP juga menyambut dengan baik di adakannya
sosialisasi ini.

E. Output / Dampak Kegiatan

- Adapun output/ dampak yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu
Warga Binaan Pemasyarakatan mengetahui dengan jelas bagaimana prosedur
dalam pengurusan PB, CMB maupun CMK.
- Tidak ada lagi WBP yang terhambat atau bermasalah dalam hal pengurusan
PB,CMB dan CMK.

F. Bukti Dokumentasi Pelaksanaan Kegiatan


31

Dokumentasi Kegiatan Tanggal 07 Agustus 2018

Dokumentasi Kegiatan Tanggal 13 September 2018


32

Kegiatan 2

Kurangnya sosialisasi petugas kepada


Isu Warga Binaan Pemasyarakatan tentang
prosedur pengurusan PB, CMB dan CMK.
Memberi pemahaman dan pengetahuan
kepada WBP tentang hak-hak yang dapat
Gagasan Pemecahan Isu
diperolehnya di dalam Lapas/Rutan
Maupun Cabang Rutan

Menempelkan nama-nama Warga Binaan


Kegiatan Pemasyarakatan yang sudah bisa untuk
mengurus PB.
Tempat - Papan Informasi
Tanggal 30 Juli 2018
- Bukti Dokumentasi Pelaksanaan
Kegiatan
Lampiran
- Dokumen daftar nama WBP yang
sudah bisa mengurus PB.

A. Kegiatan dan Tahapan Kegiatan yang Telah Dilaksanakan

1. Deskripsi Kegiatan
Kegiatan ini di lakukan bertujuan untuk dapat mengoptimalkan pengetahuan
WBP tentang hak-hak yang dapat diperolehnya sewaktu masa pembinaan.
Sehingga haknya dapat disalurkan secara optimal dan dapat terlaksana dengan
baik.
2. Tahapan Kegiatan
a) Berkonsultasi kepada pimpinan maupun senior yang bersangkutan
untuk pelaksanaan sosialisasi.
b) Mendata nama-nama WBP yang sudah bisa mengurus PB dari SDP
maupun Buku Registrasi Narapidana.
c) Memprint dan Menempel nama-nama WBP tersebut di papan
informasi sehingga dapat dilihat oleh semua warga binaan.

B. Kontribusi / Manfaat Kegiatan Bagi Visi dan Misi Organisasi


33

- Kegiatan ini mendukung Visi dan Misi


“ Mewujudkan keamanan dan ketertiban dalam upaya pengoptimalan
pelayanan hak-hak Warga Binaan Pemasyarakatan Cabang Rutan Barus ”

C. Penguatan Nilai – Nilai Organisasi dan ANEKA

Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS yaitu Etika Publik (Pelayanan)


memberikan pelayanan dengan tulus iklas, Manajemen ASN (terlaksanakan
peran ASN sebagai pelayan publik dan pelaksana kebijakan serta Komitmen
Mutu yaitu mendata nama-nama WBP dengan pas dan akurat sehingga tidak
ada kekeliruan

D. Kendala/ Hambatan yang Timbul serta Solusi Mengatasinya

- Kendala
Sulitnya mendata nama-nama warga binaan yang akan memasuki
masa 2/3 hukuman karena harus memeriksa satu-persatu
- Solusi
Mendata berdasarkan lama hukuman dan kapan tanggal ditahanannya.

E. Output / Dampak Kegiatan

- Adapun output/ dampak yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan


ini yaitu tidak ada lagi Warga Binaan Pemasyarakatan yang terlambat
dalam pengurusan PB, CMB dan CMK
- WBP mengetahui kapan masa 2/3 nya sehingga dapat mempersiapkan
segala sesuatu yang dibutuhkan sesegera mungkin

F. Bukti Dokumentasi Pelaksanaan Kegiatan

Dokumentasi Kegiatan Tanggal 30 Juli 2018


34
35

Bukti Dokumen Daftar Nama WBP yang ditempel.


36

Kegiatan 3

Masih kurang optimalnya kesadaran


Isu Warga Binaan Pemasyarakatan tentang
pentingnya kebersihan .
Memberi penjelasan dan pemahaman
kepada Warga Binaan Pemasyarakatan
Gagasan Pemecahan Isu
tentang penting nya hidup bersih karena
bersih adalah pangkal sehat.
Membuat jadwal piket kebersihan setiap
Kegiatan
kamar/ blok hunian.
- Pintu maupun tembok setiap
Tempat
kamar/blok hunian.
Tanggal 31 Juli 2018
- Bukti Dokumentasi Pelaksanaan
Lampiran Kegiatan

A. Kegiatan dan Tahapan Kegiatan yang Telah Dilaksanakan

1. Deskripsi Kegiatan
Kegiatan ini di lakukan bertujuan untuk dapat meningkatkan kerbersihan
lingkungan di dalam kamar/ blok hunian warga binaan maupun lingkungan
dalam Cabang Rutan Barus sehingga dapat menjaga kenyamanan dan
ketertiban serta kebersihan.
2. Tahapan Kegiatan
a) Mendata jumlah dan nama-nama Warga Binaan per kamar/blok.
b) Membuat jadwal piket harian untuk melaksanakan kebersihan
kamar/blok.
c) Memprint dan Menempel nama-nama WBP tersebut di pintu maupun
tembok kamar/ blok hunian sehingga dapat dilihat oleh semua warga
binaan.

B. Kontribusi / Manfaat Kegiatan Bagi Visi dan Misi Organisasi

- Kegiatan ini mendukung Visi dan Misi


“ Mewujudkan keamanan dan kenyamanan serta menciptakan lingkungan
37

Cabang Rutan Barus yang indah dan bersih ”

C. Penguatan Nilai – Nilai Organisasi dan ANEKA

Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS yaitu Akuntabilitas (adanya tanggung


jawab dalam membuat jadwal piket kebersihan tersebut, Nasionalisme (Tidak
adanya diskriminasi dalam pembuatan jadwal, semua mendapat bagian untuk
melaksanakan kebersihan).

D. Kendala/ Hambatan yang Timbul serta Solusi Mengatasinya

- Kendala
Masih adanya rasa malas warga binaan dalam melaksanakan tugasnya
sebagai piket kebersihan
- Solusi
Memberikan sosialisasi maupun pemahaman kepada WBP bahwa
kebersihan merupakan salah satuhal yang sangat penting dalam
kehidupan manusia, karena dengan hidup bersih kita juga dapat
terhindar dari berbagai penyakit.

E. Output / Dampak Kegiatan

- Kebersihan setiap kamar/blok dapat tetap terjaga


- Tidak adanya lagi sampah-sampah yang berserakan didalam maupun
di luar kamar/blok hunian.
- Menciptakan kenyamanan di dalam lingkungan Cabang Rutan Barus

F. Kegiatan Tambahan ( Sosialisasi Kebersihan)

- Foto/ dokumentasi ketika melakukan Kegiatan Sosialisasi Kebersihan Pada


Tgl 02 Agustus 2018

G. Bukti Dokumentasi Pelaksanaan Kegiatan


38

Dokumentasi Kegiatan Tanggal 31 Julli 2018


39

Kegiatan 4

Masih kurang optimalnya pengawasan


Isu petugas dalam pelaksanaan kebersihan
oleh Warga Binaan Pemasyarakatan
Memberi penjelasan dan pemahaman
kepada petugas tentang pentingnya
Gagasan Pemecahan Isu
pengawasan sehingga pelaksaan piket
kebersihan dapat optimal.
Membuat jadwal petugas yang akan
Kegiatan mengawasi piket kebersihan kamar/blok
hunian.
Tempat - Papan informasi
Tanggal 01 Agustus 2018
- Bukti Dokumentasi Pelaksanaan
Kegiatan
Lampiran - Jadwal Petugas Pengawas
Kebersihan

A. Kegiatan dan Tahapan Kegiatan yang Telah Dilaksanakan

1. Deskripsi Kegiatan
Kegiatan ini di lakukan bertujuan untuk dapat meningkatkan pengawasan
terhadap pelaksanaan kerbersihan lingkungan di dalam kamar/ blok hunian
warga binaan maupun lingkungan dalam Cabang Rutan Barus sehingga dapat
menjaga kenyamanan dan ketertiban serta kebersihan .
2. Tahapan Kegiatan
a) Mendata petugas yang dapat melaksanan tugas pengawasan
kebersihan.
b) Berkonsultasi dengan petugas yang bersangkutan.
c) Membuat jadwal petugas pengawas kebersihan dan menempelkan nya
di papan informasi sehingga dapat di lihat oleh petugas yang
bersangkutan.

B. Kontribusi / Manfaat Kegiatan Bagi Visi dan Misi Organisasi


40

- Kegiatan ini mendukung Visi dan Misi


“ Mewujudkan keamanan dan kenyamanan serta menciptakan lingkungan
Cabang Rutan Barus yang indah dan bersih ”

C. Penguatan Nilai – Nilai Organisasi dan ANEKA

Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS yaitu Akuntabilitas (adanya tanggung


jawab dan integritas dalam melaksanakan tugas pengawasan) , Komitmen
Mutu (melakukan tugas dengan sungguh-sungguh) dan Etika Publik
(Bersikap sopan dan ramah kepada warga binaan ketika melakukan
pengawasan)

D. Kendala/ Hambatan yang Timbul serta Solusi Mengatasinya

Pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan baik dan tidak ada ditemukan
kendala yang begitu berarti, karena semua petugas mau bekerjasama dengan
baik untuk meningkatkan kebersihan dalam lingkungan Cabang Rutan
Barus.

E. Output / Dampak Kegiatan

- Pelaksanaan piket kebersihan dapat berjalan dengan baik dan tertib


- Kebersihan setiap kamar/blok dapat tetap terjaga
- Tidak adanya lagi sampah-sampah yang berserakan didalam maupun
di luar kamar/blok hunian.
- Menciptakan kenyamanan di dalam lingkungan Cabang Rutan Barus

F. Bukti Dokumentasi Pelaksanaan Kegiatan

Dokumentasi Kegiatan Tanggal 01 Agustus 2018


41
42

Dokumen Jadwal Petugas Pengawas Kebersihan


43

Kegiatan 5

Masih ditemukannya barang-barang


Isu terlarang di dalam lingkungan Cabang
Rutan
Lebih mengoptimalkan pemeriksaan
Gagasan Pemecahan Isu barang maupun orang yang masuk lewat
Pengamanan Pintu Utama (P2U).
Melakukan pemeriksaan badan pengunjung
maupun barang-barang bawaannya dengan
menggunakan Metal Detector (Garret).
Kegiatan
Sehingga dapat meminimalisir masuknya
benda-benda terlarang seperti Handphone
misalnya.
Tempat - Portir (P2U)
Tanggal 20 Agustus 2018 dan 01 September 2018
- Bukti Dokumentasi Pelaksanaan
Lampiran Kegiatan

A. Kegiatan dan Tahapan Kegiatan yang Telah Dilaksanakan

1. Deskripsi Kegiatan
Kegiatan ini di lakukan bertujuan untuk dapat meningkatkan pemeriksaan
pengunjung maupun barang-barang bawaannya di Pengamanan Pintu Utama
(P2U), sehingga dapat meminimalisir masuknya barang-barang terlarang ke
lingkungan Cabang Rutan Barus seperti handphone maupun benda lain .
2. Tahapan Kegiatan
a) Berkonsultasi dengan Pimpinan dan Kepala Pengamanan Cabang
Rutan (KPCR)
b) Meminta izin dari Komandan Jaga regu yang bersangkutan.
c) Melakukan pemeriksaan pengunjung maupun barang bawaannya
dengan menggunakan Metal Detector (Garret).

B. Kontribusi / Manfaat Kegiatan Bagi Visi dan Misi Organisasi

- Kegiatan ini mendukung Visi dan Misi


44

“ Mewujudkan keamanan dan ketertiban di dalam Lingkungan Cabang Rutan


Barus dan meminimalisir peredaran barang terlarang ”

C. Penguatan Nilai – Nilai Organisasi dan ANEKA

Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS yaitu Akuntabilitas (Memberikan


pelayanan publik dengan santun dan berintegritas serta sesuai dengan
prosedur yang berlaku) , Komitmen Mutu (detail dalam melaksanakan
pemeriksaan), Etika Publik (Bersikap sopan dan ramah kepada pengunjung)
dan Anti Korupsi (dalam melakukan pelayanan tidak meminta imbalan dari
para pengunjung)

D. Kendala/ Hambatan yang Timbul serta Solusi Mengatasinya

- Kendala
Masih adanya pengunjung yang membawa barang yang tidak sesuai dengan
prosedur, seperti kaca,gunting ataupun uang dalam jumlah yang relative
banyak.
- Solusi
Memberikan sosialisai/penjelasan kepada pengunjung tentang SOP kunjungan

E. Output / Dampak Kegiatan

- Berkurangnya barang-barang terlarang (hp,narkoba,dll) yang


mungkin masuk ke dalam lingkungan Cabang Rutan
- Meningkatkan keamanan dan ketertiban di dalam Cabang Rutan

F. Bukti Dokumentasi Pelaksanaan Kegiatan


45

Dokumentasi Kegiatan Tanggal 20 Agustus 2018

Dokumentasi Kegiatan Tanggal 01 September 2018


46

FORM KONSULTASI DENGAN COACH DAN MENTOR

Nama Peserta : Haris Martin Gultom


NIP : 19980316 201712 1 008
Pangkat/Golongan : Pengantur Muda / IIa
Jabatan : Penjaga Tahanan

Tempat Aktualisasi : Cabang Rumah Tahanan Negara Sibolga di Barus

Tanggal Kegiatan Catatan Coach Catatan Mentor Paraf Paraf


No
Coach Mentor
Arahan, dukungan Arahan, dukungan
Melaksanakan
dalam pembuatan dalam pembuatan
koordinasi kepada
1 16-07-2018 rancangan rancangan
Coach (Pembimbing)
aktualisasi Atau aktualisasi Atau
kegiatan kegiatan
Menempelkan
nama-nama Warga
Binaan
Pemasyarakatan

2 30-07-2018 yang sudah bisa


untuk mengurus PB
di bulan Agustus,
September dan
Oktober
Membuat jadwal

3 31-07-2018 piket kebersihan


setiap kamar hunian
Membuat jadwal
petugas yang
mengawasi
4 01-08-2018
pelaksanaan piket
kebersihan setiap
kamar
07-08-2018 dan Melakukan
5
13-09-2018 sosialisasi kepada
47

Warga Binaan
Pemasyarakatan
tentang prosedur
pengurusan PB, CMB
dan CMK
Membimbing dan
mengarahkan WBP
6 09-08-2018
untuk melaksanakan
kebersihan rutin
Melakukan
20-08-2018 dan pemeriksaan badan
7
31 -08-2018 dan barang bawaan
pengunjung
Arahan, dukungan
Meminta petunjuk
dalam pembuatan
kepada coach dalam
8 08-10-2018 laporan hasil
penulisan laporan
aktualisasi atau
aktualisasi
kegiatan

Peserta Latsar

Haris Martin Gultom

NIP.199803162017121008
48

BAB V
PENUTUP
5. 1. Kesimpulan
Laporan aktualisasi ini dibuat sebagai syarat kelulusan latihan dasar CPNS dimana
dalam laporan ini saya menerapkan nilai nilai ANEKA dalam fungsi dan peran ASN
berdasarkan tugas dan fungsi di tempat saya bekerja yaitu Cabang Rumah Tahanan Negara
Sibolga di Barus. Dalam pelaksanaannya dilapangan, laporan aktualisasi dapat terlaksana
dengan baik karena setiap kegiatan yang dilakukan sudah mengandung nilai nilai
ANEKA.Mengenai isu yang saya bahas yaitu dimana banyaknya pengunjung yang masih
tidak menaati aturan yang berlaku didalam Rutan Cabang Rumah Tahanan Negara Sibolga di
Barus untuk tidak membawa barang- barang yang dilarang masuk kedalam Cabang Rutan
pada saat ingin melakukan kunjungan maka diperlukan sanksi yang tegas kepada para
pelanggar dan kedepannya petugas harus lebih mengoptimalkan pengawasan yang dilakukan
dalam kunjungan sehingga nilai-nilai ANEKA dapat terpenuhi dan dapat menjadi ASN yang
professional dan akuntabel dalam pelayanan publik.

Adapun nilai nilai ANEKA yang di aktualisasikan, yaitu:

a. Akuntabilitas
b. Nasionalisme
c. Etika Publik
d. Komitmen Mutu
e. Anti Korupsi

5. 2. Saran
Setiap ASN khususnya Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II diharapkan
dapat mengimplementasikan nilai-nilai ANEKA dan memahami peran serta
kedudukannya sebagai PNS sehingga dapat mengaktualisasikannya di tempat kerja
masing-masing dan menjalankan perannya sebagai abdi negara yang berfungsi sebagai
pelaksana kebijakan, pelayan publik serta perekat dan pemersatu bangsa dengan tujuan
akhir adalah terciptanya karakter PNS yang berlandaskan dari nilai-nilai dasar PNS.
CPNS sebagai tunas integritas ASN seharusnya bisa mengaktualisasikan nilai ANEKA
secara terus menerus danmemberikan pengaruh positif dengan menerapkan nilai-nilai
ANEKA di dalam lingkungan kerjanya.
49

DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Modul Pelatihan Prajabatan Golongan I dan II.
Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.
 Modul Akuntabilitas
 Modul Nasionalisme
 Modul Etika Publik
 Modul Komitmen Mutu
 Modul Anti Korupsi

Presiden Republik Indonesia.2010. Peraturan Pemerintah Nomor : 53 Tahun 2010


Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Undang-Undang No. 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan

Undang-Undang No. 05 Tahun 2014 Tentang Aparatur Negara Sipil

Presiden Republik Indonesia.2004. Peraturan Pemerintah Nomor : 42 Tahun 2004


Tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil.

Presiden Republik Indonesia.1975. Peraturan Pemerintah Nomor : 21 Tahun 1975


Tentang Sumpah dan Janji Pegawai Negeri Sipil .

Presiden Republik Indonesia.1959. Peraturan Pemerintah Nomor : 11 Tahun 1959


Tentang Sumpah Jabatan Pegawai Negeri Sipil dan Anggota Angkatan Perang.

Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia nomor: M.04-PR.07.03 tahun 1985


50

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : NIP :

 Haris Martin Gultom  19980316 201712 1


008

Jenis Kelamin: Jabatan :

 Laki-laki  Penjaga Tahanan

No HP: TTL :

 0822-7350-7651  Bandung, 16 Maret 1998

Alamat : Email :
 Desa Perumnas Blok A  harisgultom16@gmail.com
Kel.Padang masiang,
Barus

Riwayat Pendidikan :

 SDN 175762, Tahun 2004-2010


 SMP N 2 Pangaribuan, Tahun 2010-2013
 SMA N 1 Pangaribuan, Tahun 2013-2016

Medan, 19 Oktober 2018


Penulis

Haris Martin Gultom

Anda mungkin juga menyukai