Anda di halaman 1dari 12

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.

id

JURNAL SKRIPSI

STUDI TENTANG KINERJA PROFESI GURU PENJASORKES


SMA-SMK SE-KABUPATEN SRAGEN
PADA TAHUN 2007-2012

SKRIPSI

Oleh:
ARIS SETIAWAN
K4610015

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
commit to 2015
Februari user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

STUDI TENTANG KINERJA PROFESI GURU PENJASORKES


SMA-SMK SE-KABUPATEN SRAGEN
PADA TAHUN 2007-2012

ARIS SETIAWAN
K4610015
Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
JPOK FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta
Email : arizzsetiawan15@gmail.com

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja profesi


guru penjasorkes SMA-SMK di kabupaten Sragen tahun 2007-2012.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik survei.
Subyek penelitian ini adalah guru penjasorkes SMA-SMK di kabupaten Sragen
yang berjumlah 42 orang. Pengumpulan data menggunakan angket dan observasi.
Teknik analisis data menggunakan uji validitas untuk mengetahui validitas
keabsahan angket penelitian dan persentase untuk mengetahui seberapa besar
jawaban pada setiap butir soal.
Berdasarkan hasil analisis data diperoleh indikator kompetensi guru
penjasorkes SMA-SMK di Kabupaten Sragen tahun 2007-2013 sebagai berikut:
(1) Indikator berkaitan dengan kompetensi pedagogik tergolong baik, dengan
jumlah guru sebanyak 22 orang (52,89%) tergolong baik. 16 guru (36.73)
tergolong cukup, 4 guru (9.52%) tergolong sedang (2) Indikator berkaitan dengan
kompetensi kepribadian tergolong baik, dengan jumlah guru sebanyak 24 orang
(57.54%) tegolong baik. 14 guru (33.33%) tergolong cukup, 4 guru (8.73%)
tergolong sedang. (3) indikator berkaitan dengan kompetensi sosial tergolong
baik, dengan jumlah guru sebanyak 12 guru (28.91%) tergolong baik. 20 orang
(48.64%) tergolong cukup, 9 guru (21.09%) tergolong sedang, 1 guru (1.36%)
tergolong kurang. (4) Indikator berkaitan dengan kompetensi profesional
tergolong baik, dengan jumlah guru sebanyak 20 orang (48.15%) tergolong baik.
18 guru (41.53%) tergolong cukup, 4 (10.32%) tergolong sedang
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kinerja profesi
Guru Penjasorkes SMA-SMK di Kabupaten Sragen tahun 2007-2012 sebanyak 42
guru yang mendapat kategori baik sekali sebanyak 2 orang (4.76%), 19 orang
(45.23%) memiliki kategori baik, 16 orang (38.09%) guru memiliki kategori
sedang, dan sebanyak 5 orang (11,90%) memiliki kategori kurang.
Kata kunci : Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi
Sosial, Kompetensi Profesional.
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

ABSTRACT

The purpose of this study was to determine how the teaching performance
of penjasorkes teachers of SMA-SMK in Sragen in years 2007-2012.
This study used a descriptive method with survey techniques. The subjects
of this study were penjasorkes teachers of SMA-SMK school in Sragen which
were 42 people. The data were collected using questionnaires and observation.
The techniques of analyzing data were validity test to determine the validity of the
questionnaire research and percentages to determine how much the answer to each
item.
Based on the analysis of data obtained indicators of teacher competence
penjasorkes-vocational high school in the regency in 2007-2013 as follows: (1)
Indicators relating to pedagogical quite well with the number of teachers as many
as 22 people (52.89%). 16 teachers (36.73) is quite, 4 teachers (9:52%) were
moderate. (2) Indicators relating to the competence of personality quite well with
the number of teachers as many as 24 people (57.54%). 14 teachers (33.33%) is
quite, 4 teachers (8.73%) were moderate. (3) indicators related to social
competence is quite the number of teachers as many as 20 people (48.64%). 12
teachers (28.91%) classified as good, 9 teachers (21:09%) classified, 1 teacher
(1:36%) was classified as less. (4) Indicators relating to professional competence
quite well with the number of teachers as many as 20 people (48.15%). 18
teachers (41.53%) is quite, 4 (10:32%) were moderate
Based on the results of this study concluded that the performance of the
profession Teacher Penjasorkes vocational high school in the regency years 2007-
2012 as many as 42 teachers who got excellent category by 2 people (4.76%), 19
(45.23%) had a good category, 16 people (38.09 %) teachers have moderate
category, and as many as 5 people (11.90%) have less category.

Keywords: Pedagogic Competence, Personality competence, social competence,


professional competence.

I. PENDAHULUAN pekerjaan atau jabatan yang menuntut


Profesi merupakan jabatan atau keahlian, dan keahlian itu diperoleh
pekerjaan yang menuntut keahlian dari dari profesionalisasi baik yang
para anggotanya. Artinya bahwa suatu dilakukan sebelum orang tersebut
profesi itu tidak bisa dilakukan oleh memangku jabatan maupun setelah
sembarang orang. Orang yang memangku jabatan tersebut.
menjalankan profesi tersebut harus Profesionalisasi menunjuk kepada
mempunyai keahlian khusus dan proses peningkatan kualifikasi maupun
mempunyai kemampuan yang didapat kemampuan para anggota profesi
dari pendidikan khusus bagi profesi dalam mencapai kriteria yang sadar
tersebut. Dalam pendidikan, istilah dalam penempilannya sebagai anggota
profesi diartikan sebagai suatu suatu profesi.
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

Menurut UU No. 14 tahun adalah kompetensi seorang guru dalam


2005 menyatakan bahwa, “Guru mengemban tugas keprofesiannya.
adalah pendidik profesional dengan Berdasarkan UU Guru dan
tugas utama mendidik, mengajar, Dosen pasal 1 ayat 10 menyatakan
membimbing, melatih, menilai, dan bahwa “Kompetensi adalah
mengevaluasi peserta didik pada seperangkat pengetahuan,
pendidikan anak usia dini jalur keterampilan dan perilaku yang harus
pendidikan formal, pendidikan dasar dimiliki, dihayati, dikuasai oleh guru
dan pendidikan menengah”. Istilah atau dosen dalam melaksanakan tugas
profesional menunjuk pada 2 hal yaitu: keprofesionalan dalam”. Dari
pertama, profesional berarti orang pengertian tersebut, seorang guru bisa
yang menyandang suatu profesi. dikatakan profesional bila sudah
Kedua, profesional berarti penampilan menguasai kompetensi bagi seorang
seseorang dalam melakukan pekerjaan guru. Kompetensi guru meliputi,
yang sesuai dengan profesinya. kompetensi profesional, kompetensi
Sedangkan profesionalisme menunjuk pedagogik, kompetensi kepribadian
pada komitmen para anggota suatu dan kompetensi sosial. Kompetensi
profesi untuk meningkatkan profesional meliputi kemampuan
kemampuan profesionalnya dan terus penguasaan materi pembelajaran
menerus mengembangkan strategi- secara luas dan mendalam yang
strategi yang dilakukan dalam memungkinkannya membimbing
melakukan pekerjaan yang sesuai peserta didik memenuhi standar
dengan profesinya, dan istilah kompetensi yang ditetapkan dalam
profesionalitas menunjuk pada sikap Standar Nasional Pendidikan.
para anggota profesi terhadap Kompetensi pedagogik meliputi
profesinya serta derajat pengetahuan pemahaman tentang peserta didik,
dan keahlian yang mereka miliki pemahaman tentang pendidikan dan
dalam rangka melakukan pembelajaran, pemahaman tentang
pekerjaannya. Dari uraian tersebut kurikulum sekolah sasaran,
dapat disimpulkan bahwa guru perancangan pembelajaran,
merupakan sebuah profesi, dimana pelaksanaan pembelajaran, evaluasi
seorang guru dituntut untuk selalu proses dan hasil belajar, peningkatan
profesional, memiliki profesionalisme proses pembelajaran melalui
yang tinggi maupun selalu profesional penelitian, mengembangan peserta
dalam mengemban tugas pendidikan. didik untuk mengaktualisasikan
Dalam menjalankan tugas profesinya potensi yang dimiliki. Sedangkan
seorang guru harus kompeten dalam kompetensi kepribadian sebagai
menguasai materi yang mendalam, pendidik adalah mencakup
minimal satu bidang keilmuan. kepribadian yang mantap, stabil,
Kompeten yang dimaksud disini commit to user
dewasa, arif, berwibawa, menjadi
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

teladan bagi peserta didik, dan masalah utama pendidikan di


berakhlak mulia dan kompetensi sosial Indonesia yang dimuat dalam situs
sebagai pendidik, yaitu kemampuan warta online okezone.com tanggal 22
pendidik sebagai bagian dari November 2013 yang pertama tentang
masyarakat untuk berkomunikasi dan system pendidikan keguruan, kedua
bergaul dengan peserta didik. Semua mengenai pemerataan guru di
kompetensi tersebut merupakan Indonesia, ketiga kualitas dan mutu
kompetensi yang harus dimiliki oleh guru.
seorang guru. Kompetensi tersebut Peningkatan mutu pendidikan
akan menunjang terhadap peran dan nasional tidak terlepas dari peran
fungsi guru dalam mengemban tugas penting seorang guru pendidikan
meningkatkan mutu pendidikan. jasmani olahraga dan kesehatan.
Mutu pendidikan nasional Menjadi guru pendidikan jasmani
tidak lepas dari fungsi dan peran olahraga dan kesehatan yang
seorang guru. Seorang guru memiliki profesional tidaklah semudah seperti
peran yang sangat penting dalam yang dibayangkan. Salah jika
segala hal, terutama dalam bidang seseorang menganggap bahwa menjadi
pembelajaran. Dalam UU guru dan guru pendidikan jasmani hanya
dosen BAB II pasal 4 dijelaskan bermodal peluit saja. Bahwa untuk
bahwa fungsi guru adalah menjadi seorang guru pendidikan
meningkatkan martabat dan peran jasmani olahraga dan kesehatan yang
guru sebagai agen pembelajaran profesional akan lebih sulit dibanding
berfungsi untuk meningkatkan mutu menjadi guru mata pelajaran yang lain.
pendidikan nasional. Peran seorang Hal ini disebabkan bahwa mata
guru antara lain meliputi: proses pelajaran pendidikan jasmani olahraga
belajar mengajar, pengadministrasian, dan kesehatan lebih kompleks
dan peran guru secara psikologi. permasalahannya dari pada mata
Peningkatkan mutu pendidikan pelajaran yang lainnya. Oleh sebab itu
nasional, harus diimbangi dengan tidak bisa guru mata pelajaran lain
peningkatan kualitas tenaga pendidik disuruh untuk menggantikan mata
(guru). Dalam usaha peningkatan pelajaran pendidikan jasmani olahraga
kualitas tenaga pendidik, tidak bisa dan kesehatan ataupun sebaliknya. Hal
sertamerta dilakukan oleh satu pihak, ini desebabkan karena guru
namun peningkatan mutu pendidikan pendidikan jasmani tidak hanya
ini harus didikung oleh semua pihak, menyampaikan materi yang besifat
meliputi guru yang bersangkutan itu fisik dan motorik saja melainkan juga
sendiri, pemerintah, peserta didik, dan aspek sikap dan perilaku peserta didik
orang tua. Semua pihak ini akan ikut atau yang sering kita kenal dengan
berperan dalam menentukan kualitas aspek kognitif, aspek psikomotor dan
commit
mutu pendidikan nasional. Terdapat 3 to user afektifnya. Pendidikan jasmani
aspek
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

olahraga dan kesehatan haruslah sertifikasi guna meningkatkan


menyeluruh, artinya bahwa profesionalitasnya.
pembelajaran pendidikan jasmani Data yang diperoleh dari dinas
olahraga dan kesehatan harus kabupaten Sragen yaitu sebanyak 42
menyakup ke-3 aspek tersebut. guru penjasorkes SMA-SMK yang
Kebutuhan guru pendidikan telah mendapat sertifikat pendidik baik
jasmani olahraga dan kesehatan yang negeri maupun swasta. Ke 42 guru
profesonal sangatlah tinggi dalam tersebut antara lain berada di : SMK
rangka menanggapi perkembangan Kosgoro 1 Sragen, SMK N 1
zaman yang semakin modern. Namun Mondokan, SMA N 1 Sukodono,
guru pendidikan jasmani olahraga dan SMA N 1 Sumberlawang, SMK Tunas
kesehatan yang profesional jarang kita Harapan Plupuh, SMK N 1 Plupuh,
temui. Sebagai contoh, guru mengajar SMK N 1 Kalijambe, SMK N 1 Miri,
duduk di pinggir lapangan, sedangan SMK Sakti Gemolong, SMK Bina
siswa disuruh latihan sendiri tanpa ada Taruna Masaran, SMA muh 3
motivasi dan pengarahan, guru Masaran, SMK Sukowati Gemolong,
pendidikan jasmani mengajar dengan SMK Slamet Riyadi Gemolong, SMK
menggunakan cara tradisional, yaitu Muh 6 Gemolong, SMK Muh 3
tanpa memanfaatkan sarana, media, Gemolong, SMA N 1 Gemolong,
maupun metode pembelajaran yang SMK Sukowati Sragen, SMK
sesuai dengan perkembangan Binawiyata Sragen, SMK Muh 1
pembelajaran penjaskes. Dalam upaya Sragen, SMK N 2 Sragen, SMK Muh
peningkatan profesionalisme guru 4 Sragen, SMA Muh 1 Sragen, SMA
penjas maka pemerintah menggalakan N 3 Sragen, SMA N 2 Sragen, SMA N
program sertifikasi bagi guru 1 Sragen, SMA Saverius
diantaranya bagi guru pendidikan Karangmalang, SMK N 1 Sambirejo,
jasmani olahraga dan kesehatan. SMK N 1 Gesi, SMK N 1 Kedawung,
Tujuan dari sertifikasi itu sendiri SMA N 1 Sambungmacan.
adalah untuk meningkatkan kualitas Untuk mengetahui kinerja guru
tenaga pendidik sebagai sebuah pendidikan jasmani olahraga dan
profesi yang menuntut profesionalitas kesehatan di kabupaten Sragen yang
dalam menjalankan profesinya. telah mendapat sertifikat pendidik,
Berdasarkan data yang maka peneliti tertarik untuk
diperoleh dari hasil Dinas kabupaten melakukan penelitian dengan judul
Sragen tahun 2007 sampai dengan “Studi tentang Kinerja Profesi Guru
tahun 2012 pemerintah telah Penjasorkes SMA-SMK Se-Kabupaten
menjalankan program sertifikasi yang Sragen pada Tahun 2007-2012”
mana kegiatan tersebut diikuti oleh
seluruh guru yang telah memenuhi Tujuan Penelitian
persyaratan untuk mengikut programcommit to user Berdasarkan masalah yang
telah dirumuskan di atas, penelitian ini
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

mempunyai tujuan untuk mengetahui kependidikan, khususnya guru, selain


kinerja profesionalisme guru ditentukan oleh kualifikasi akademik
penjasorkes SMA-SMK se-kabupaten dan kompetensi juga ditentukan oleh
Sragen tahun 2007-2012. kesejahteraan, karena kesejahteraan
yang memadai akan memberi motivasi
II. PEMBAHASAN kepada guru agar melakukan tugas
Penguasaan kompetensi
profesionalnya secara sungguh-
pedagogik, kompetensi kepribadian, sungguh. Kesungguhan seorang guru
kompetensi sosial, kompetensi dalam melaksanakan tugas
profesional sangatlah penting bagi profesionalnya akan sangat
seorang guru yang telah mendapat menentukan perwujudan pendidikan
sertifikat pendidik. Karena seorang nasional yang bermutu, karena selain
guru khususnya guru penjas haruslah berfungsi sebagai pengelola kegiatan
profesional. Tingkat penguasaan
pembelajaran, guru juga berfungsi
kompetensi guru penjasorkes ini
sebagai pembimbing kegiatan belajar
sangat berpengaruh terhadap
peserta didik dan sekaligus sebagai
profesionalitas seorang guru di SMA- teladan bagi peserta didiknya, baik di
SMK di kabupaten Sragen Tahun kelas maupun di lingkungan sekolah.
2007-2012. Program sertifikat pendidik bagi guru
Ukuran kinerja guru terlihat memiliki tujuan yaitu untuk
dari rasa tanggung jawabnya meningkatan hasil proses
menjalankan amanah, profesi yang pembelajaran dengan mengkondisikan
diembannya, rasa tanggung jawab guru-gurunya sebagai tenaga pendidik
moral dipundaknya. Semua itu akan
yang berkompeten terhadap
terlihat pada kepatuhan dan bidangnya. Kompeten dalam hal ini
loyalitasnya di dalam menjalankan diartikan mampu melaksanakan tugas
tugas guru di dalam kelas dan tugas dan kewajibannya sebagai guru secara
pendidik di luar kelas. Sikap ini akan profesional dengan langkah-langah
disertai pula dengan rasa tanggung yang strategis.
jawabnya mempersiapkan segala
perlengkapan pengajaran sebelum
III. METODE PENELITIAN
melaksanakan proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan
Sertifikasi adalah proses pemberian penelitian diskriptif dengan teknik
sertifikat pendidik kepada guru. Guru survey. Penelitian ini dilaksanakan
yang lulus sertifikasi berarti mereka pada bulan November – Desember
berkompetensi sehingga berhak atas 2014. Subyek penelitian yang
peningkatan kesejahteraan berbentuk digunakan adalah seluruh guru
tunjangan fungsional, profesi, penjasorkes yang telah mendapat
struktural, dan kesejahteraan lainnya. sertifikat pendidik pada tingkat satuan
commit topendidikan
Kebijakan ini sangat tepat mengingat user SMA-SMK baik negeri
bahwa kinerja pendidik dan tenaga
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

maupun swasta di kabupaten Sragen (33.33%) tergolong cukup, 4


dari tahun 2007-2012 dan telah guru (8.73%), tergolong
dinyatakan lulus sebagai guru yang sedang.
3. Kompetensi sosial tergolong
tersertifikasi. Jumlah subjek pada
baik, dengan jumlah 12 guru
penelitian ini adalah sebanyak 42 guru (28.91%) tergolong baik, 20
Penjasorkes. orang guru (48.64%) tergolong
cukup. 9 guru (21.09%)
Pengumpulan data tergolong sedang, 1 guru
menggunakan angket dan observasi. (1.36%) tergolong kurang.
Teknik analisis yang digunakan adalah 4. Kompetensi profesional
menggunakan uji validitas dan tergolong baik, dengan jumlah
persentase untuk mengetahui seberapa 20 orang guru (48.15%)
besar jawaban pada setiap soal. tergolong baik. 18 guru
(41.53%) tergolong cukup, 4
Jawaban setiap item instrumen yang
(10.32%) tergolong sedang
menggunakan Skala Likert 5. Pertanyaan yang berkaitan
mempunyai gradiasi dari sangat positif dengan pendapat guru
sampai sangat negatif. Jawaban penjasorkes mengenai
tersebut menggunakan skala nilai 4 pembelajaran penjasorkes yang
untuk kategori selalu, nilai 3 untuk ada di sekolah SMA-SMK di
sering, nilai 2 untuk kategori kadang- Kabupaten Sragen tahun 2007-
kadang, 1 untuk kategori tidak pernah. 2012 sebesar 36% atau 15
orang berpendapat bahwa
IV. HASIL PENELITIAN pembelajaran penjasorkes itu
Tingkat penguasaan ke empat menyenangkan.
kompetensi guru SMA-SMK di 6. Kelengkapan perangkat
kabupaten Sragen tahun 2007- pembelajaran penjasorkes dan
2012 pada angket tertutup kesesuaiannya dengan
indikator secara keseluruhan kurikulum pada guru
berkaikat dengan 4 kompetensi penjasorkes SMA-SMK di
menunjukkan hasil sebagai Kabupaten Sragen tahun 2007-
berikut: 2012 menunjukkan hasil
1. kompetensi pedagogik guru sebesar 52% atau 22 orang,
penjasorkes tergolong baik, perangkat pembelajaran mata
dengan jumlah 22 guru (52.89) pelajaran penjasorkes lengkap
tergolong baik. 16 guru (36.73) dan sesuai dengan kurikulum
tergolong cukup. 4 guru (9.52) 2013.
tergolong sedang. 7. Penguasan kompetensi guru
2. Kompetensi kepribadian setelah guru penjasorkes
tergolong baik, dengan dengan
mendapatkan sertifikat
jumlah 24 orang guru (57.54%)
commit to user pendidik pada guru
tergolong baik. 14 guru
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

penjasorkes SMA-SMK di Penguasaan kompetensi


Kabupaten Sragen tahun 2007- pedagogik, kompetensi
2012 sebesar 43% atau kepribadian, kompetensi sosial,
sebanyak 18 orang kompetensi kompetensi profesional sangatlah
guru baik dalam penguasaan ke penting bagi seorang guru yang
4 kompetensi. telah mendapat sertifikat pendidik.
8. Cara mengembangkan Karena seorang guru yang telah
kompetensi guru, guru mendapatkan sertifikat pendidik
penjasorkes SMA-SMK di berarti guru tersebut telah
Kabupaten Sragen tahun 2007- dinyatakan sebagai guru yang
2012 sebesar 38% atau 16 profesional, khususnya guru
orang menjawab mencari ilmu penjasorkes. Tingkat penguasaan
kepada yang lebih ahli dan kompetensi guru penjasorkes ini
teman sejawat. sangat berpengaruh terhadap
9. Guru Penjasorkes SMA-SMK profesionalitas seorang guru di
di Kabupaten Sragen sebanyak SMA-SMK di Kabupaten Sragen
42 guru yang telah tahun 2007-2012 secara
mendapatkan sertifikat keseluruhan menunjukkan hasil
pendidik, 4.76% atau 2 orang kinerja sebagai berikut :
memiliki kategori “Baik 1. kompetensi pedagogik guru
Sekali”, 45.23% atau 19 orang penjasorkes tergolong baik,
guru memiliki kategori “Baik”, dengan jumlah 22 guru (52.89)
38.09% atau 16 orang guru tergolong baik. 16 guru (36.73)
memiliki kategori “Sedang” tergolong cukup. 4 guru (9.52)
dan sebanyak 11.90% atau tergolong sedang.
sejumlah 5 orang guru 2. Kompetensi kepribadian
memiliki kategori “Kurang” tergolong baik, dengan dengan
dalam penguasaan Kompetensi jumlah 24 orang guru (57.54%)
tergolong baik. 14 guru
yang berkaitan dengan Kinerja
(33.33%) tergolong cukup, 4
Profesi Guru Penjasorkes. guru (8.73%), tergolong
sedang.
V. PENUTUP 3. Kompetensi sosial tergolong
A. SIMPULAN baik, dengan jumlah 12 guru
Berdasarkan analisis data (28.91%) tergolong baik, 20
yang telah dilakukan dan orang guru (48.64%) tergolong
cukup. 9 guru (21.09%)
pembahasan yang telah
tergolong sedang, 1 guru
diungkapkan pada BAB IV, maka (1.36%) tergolong kurang.
dapat ditarik suatu simpulan dari 4 4. Kompetensi profesional
indikator utama sebagai berikut: tergolong baik, dengan jumlah
commit to user 20 orang guru (48.15%)
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

tergolong baik. 18 guru kepada yang lebih ahli dan


(41.53%) tergolong cukup, 4 teman sejawat.
(10.32%) tergolong sedang 9. Guru Penjasorkes SMA-SMK
5. Pertanyaan yang berkaitan
di Kabupaten Sragen sebanyak
dengan pendapat guru 42 guru yang telah
penjasorkes mengenai
mendapatkan sertifikat
pembelajaran penjasorkes yang
pendidik, 4.76% atau 2 orang
ada di sekolah SMA-SMK di
memiliki kategori “Baik
Kabupaten Sragen tahun 2007-
Sekali”, 45.23% atau 19 orang
2012 sebesar 36% atau 15
guru memiliki kategori “Baik”,
orang berpendapat bahwa
38.09% atau 16 orang guru
pembelajaran penjasorkes itu
memiliki kategori “Sedang”
menyenangkan. dan sebanyak 11.90% atau
6. Kelengkapan perangkat
sejumlah 5 orang guru
pembelajaran penjasorkes dan
memiliki kategori “Kurang”
kesesuaiannya dengan
dalam penguasaan Kompetensi
kurikulum pada guru
yang berkaitan dengan Kinerja
penjasorkes SMA-SMK di
Profesi Guru Penjasorkes.
Kabupaten Sragen tahun 2007-
2012 menunjukkan hasil
B. IMPLIKASI
sebesar 52% atau 22 orang,
Atas dasar hasil penelitian
perangkat pembelajaran mata yang telah diambil, dapat
pelajaran penjasorkes lengkap
dikemukakan implikasinya bahwa
dan sesuai dengan kurikulum
pemberian sertifikat pendidik
2013.
kepada guru sangatlah penting
7. Penguasan kompetensi guru
dalam rangka meningkatkan
setelah guru penjasorkes
kualitas guru dan juga kualitas
mendapatkan sertifikat
proses pembelajaran di sekolah.
pendidik pada guru
Proses pembelajaran yang baik dan
penjasorkes SMA-SMK di produktif perlu memperhatikan
Kabupaten Sragen tahun 2007-
dan memahami faktor material dan
2012 sebesar 43% atau
psikologis dari gurunya dengan
sebanyak 18 orang kompetensi
tercukupinya kebutuhan hidup
guru baik dalam penguasaan ke
dengan adanya tunjangan
4 kompetensi.
sertifikasi yang tinggi maka
8. Cara mengembangkan
motivasi guru untuk meningkatkan
kompetensi guru, guru
kualitas pendidikan akan
penjasorkes SMA-SMK di mengalami peningkatan sehingga
Kabupaten Sragen tahun 2007- akan membantu siswa untuk
2012 sebesar 38% ataucommit 16 to user
memperoleh kualitas pembelajaran
orang menjawab mencari ilmu
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

yang lebih baik. Namun tidak khusunya yang berkaitan dengan


hanya itu, pengawasan oleh pihak kompetensi sebagai seorang guru
pemerintah khususnya Disdikpora yang profesional. Dalam
terhadap guru Penjasorkes yang pertemuan MGMP sebaiknya
telah mendapatkan sertifikat juga banyak dibahas tentang
pendidik dan sudah bisa dikatakan pembelajaran penjasorkes
sebagai seorang guru yang disesuaikan Kurikulum 2013.
profesional haruslah tetap berjalan, Begitu pula dengan pembahasan
karena apabila pengawasan dari tentang sarana dan prasana,
pihak pemerintah tidak berjalan, dalam hal ini perlu banyak dikaji
ditakutkan bahwa pemberian tentang bagaimana cara
sertifikasi pendidik beserta memodifikasi sarana dan
tunjangan sertifikasi tersebut akan prasarana agar layak digunakan
tidak tepat sasaran. Khususnya untuk pembelajaran penjasorkes,
guru penjasorkes yang dan juga mengenai pelatihan-
memberikan pembelajaran kepada pelatihan, workshop ataupun
peserta didik sangatlah seminar yang bisa diigunakan
berpengaruh terhadap mutu untuk meningkatkan kompetensi
pendidikan yang ada. bagi guru penjasorkes.
C. SARAN 2. Pihak sekolah dan dinas juga
Berdasarkan hasil penelitian dapat mendukung pelaksanaan
yang telah diperoleh, maka dapat penjasorkes, hal ini dikarenakan
diajukan saran sebagai berikut : banyak guru penjasorkes yang
1. Para guru penjasorkes SMA- masih kurang mendapat
SMK di Kabupaten Sragen dukungan dari sekolah dalam
diharapkan selalu berinisiatif pelaksanaan penjasorkes. Hal ini
dalam mengembangkan penting, karena terlaksananya
kemampuan dan keahliannya, penjasorkes yang baik dan sesuai
khususnya yang berhubungan dengan Kurikulum 2013 bisa
dengan penguasaan kompetensi dignakan sebagai salah satu
guru, seorang guru penjasorkes media dalam membangun
haruslah beraklak mulia dan karakter peserta didik.
berbudi pekerti dan mendidik
peserta didik dari hati guna
meningkatkan kualitas dan mutu DAFTAR PUSTAKA
pendidikan. Selain itu untuk tetap
menjaga tingkat profesionalitas Asep, Jihat dan Abdul, Haris. (2013).
guru penjasorkes perlu adanya Evaluasi Pembelajaran.
sebuah pelatihan maupun Yogyakarta: Multi Presindo.
commit
penataran terhadap profesi guru, to user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

Dini, Rosdiani. (2013). Perencanaan Sugiyono. (2010) Statistik Untuk


Pembelajaran Dalam
Penelitian. Bandung. Penerbit
Pendidikan Jasmani dan
Kesehatan. Bandung: Alfabeta Alfabeta.
.CV
Suharsimi Arikunto. (1998). Prosedur
Eko Putro Widoyoko. 2012. Tehnik
Penelitian: Suatu Pendekatan
Penyusunan Instrument
Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Penelitian. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar Sujarweni, V Wiratna dan Endaryanto,
Poli. (2012). Statistika Untuk
E. Mulyasa. (2008). Standar
Penelitian. Yogyakarta: Graha
Kompetensi dan Sertifiasi Guru.
Ilmu
Bandung: PT Remaja
Rosdakarya Supardi. (2013). Kinerja Guru.
Jakarta. PT. RajaGrafindo
H. J. S. Husdarta. (2009). Manajemen Persada.
Pendidikan Jasmani. Bandung: Syaiful Bahri Djamara dan Aswan
Alfabeta Zain. (2010). Strategi belajar
Imam, Wahyudi. (2012). Mengejar mengajar. Jakarta: Rineka Cipta
Profesionalisme Guru. Jakarta:
Prestasi Pustakarya Syaiful, Sagala. (2009). Kemampuan
Profesional Guru dan Tenaga
Janawi. (2011). Kompetensi Guru. Pendidikan. Bandung:
Bandung: Alfabeta Alfabeta.CV
Syawal Gultom. (2012). Pedoman
Mohammad, Rohmadi. (2012). Pelaksanaan Penilaian Kinerja
Menjadi Guru Profesional Guru. Jakarta. Kementrian
Berbasis Penilaian Kinerja Guru Pendidikan dan Kebudayaan.
dan Pengembangan Keprofesian
Diakses, tanggal 1 Maret 2014.
Berkelanjutan. Surakarta. Yuma
Pustaka. Dari, www.google.com

Piet A. Sahertian. (1994). Profil Syarifudin, Nurdin. (2005). Guru


Pendidik Profesional. Profesional dan Implementasi
Yogyakarta: Andi Offset. Kurikulum. Jakarta: Quantum
TEACHING
Samsudin. (2008). Pembelajaran Toho, Cholik dan Rusli, Lutan. (2001).
Pendidikan Jasmani Olahraga Pendidikan Jasmani dan
dan Kesehatan SMP/MTS. kesehatan. Bandung: CV.
Jakarta: Litera Prenada Media Maulana.
Group.

Sanapiah Faisal. (1981). Dasar dan


Teknik Menyusun Angket.
Surabaya: Usaha commit to user
Nasional
Surabaya.