Anda di halaman 1dari 12

TUGAS MAKALAH HAMA PENYAKIT TANAMAN PANGAN

DAN SAYURAN
“Hama dan Penyakit Penting pada Tanaman Tomat”

Oleh :

KELOMPOK 1

1. ANDI SITTI RAHIMI HL D1E1 17 023


2. ANDI HIQMAWATI AF D1E1 17 022
3. SUKMA AYU D1E1 17 017
4. AI RAHMA DAMAI YANTI D1E1 17 003
5. MUSTABIL D1E1 17 013

PROGRAM STUDI PROTEKSI TANAMAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2019
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Tanaman tomat adalah salah satu komoditas sayuran yang sangat potensial
untuk dikembangkan. Tanaman ini dapat ditanam secara luas di dataran rendah
sampai dataran tinggi pada lahan bekas sawah dan lahan kering. Menurut
laporan Direktorat Jenderal Tanaman Pangandan Hortikultura (1999), luas panen
tomat di Indonesia dalam tahun 1998 adalah 45.129 hektar dan total produksi 581.
707 ton dengan rata-rata hasil panen sekitar 12,89 ton. Nilai ini masih jauh lebih
rendah jika dibandingkan dengan rata-rata produktivitas tomat di Negara maju seperti
Amerika Serikat yang dapat mencapai 39 ton/ha.
Produksi  tanaman  tomat  di Indonesia  dalam  beberapa  tahun terakhir
mengalami peningkatan seiring dengan  semakin  meningkatnya permintaan 
masyarakat. Akan tetapi dalam budidaya tomat seringkali mengalami beberapa 
kendala  (Pitojo, 2005). Adanya serangan hama dan penyakit pada tomat merupakan
kendala yang paling dominan  daripada  jenis  gangguan lainnya.
OPT penting pada tanaman tomat antara lain adalah ulat buah tomat
(Helicoverpa armigera Hubn.), penyakit busuk daun atau buah
(Phytophthora infestans), penyakit layu fusarium (Fusarium sp), penyakit layu
bakteri (Pseudomonas atau Ralstonia solanacearum) dan Meloidogyne spp. Menurut
laporan Setiawati (1991), kehilangan hasil panen tomat karena serangan
hama H. armigera dapat mencapai 52%.Dalam usaha pengendalian hama tersebut,
petani banyak menggunakan fungisida sintetis karena cara ini lebih efektif dan
dianggap lebih menguntungkan dibandingkan cara lainnya. Walaupun demikian
ternyata kandungan bahan kimia sintetis berdampak negatif terhadap kesehatan
manusia dan mencemari lingkungan (Herlina et al. 2004). Hal ini dapat diatasi
dengan cara alternatif dalam pengendalian hama, seperti pengendalian hayati dengan
menggunakan mikroorganisme.
Pengendalian hayati jamur penyakit tanaman dilakukan dengan menggunakan
mikroba seperti jamur dan bakteri. Sumber biologi untuk pengendalian hama dan
penyakit tanaman merupakan alternatif potensial sebagai pengganti pestisida, dan
sering dianjurkan untuk mengganti pengendalian berbasis kimia terhadap penyakit
atau untuk mengendalikan penyakit yang jika dikendalikan dengan bahan kimia tidak
ekonomis (Suryanto, 2009).

1.2. Rumusan Masalah

1. Apa hama penting pada tanaman tomat serta gejala dan cara
pengendaliannya ?
2. Apa penyakit penting pada tanaman tomat serta gejala dan cara
pengendaliannya ?

1.3. Tujuan

Tujuan dari makalah ini yaitu untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
pengendalian hayati dan pengolaan habitat dan meningkatkan pemahaman
mahasiswa mengenai pengendalian hayati pada tanaman tomat.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Hama Penting pada Tanaman Tomat

 Kutu Kebul (Bemisia tabaci Gennadius)

Kutu kebul (Bemisia tabaci Gennadius), merupakan serangga berukuran kecil


berwarna putih dan memiliki sayap. Kutu kebul ini memiliki siklus hidup yang
sangat singkat sekitar 3-4 minggu. Siklus ini akan jauh lebih cepat jika terjadi pada
musim kemarau atau pada dataran rendah dengan suhu yang tinggi.
Kutu kebul ialah hama yang menyerang tanaman tomat dengan cara merusak
floem atau permukaan bawah daun untuk menghisap cairan berupa nutrisi di
dalamnya. Hama ini merupakan vektor penyebar virus gemini dan virus mosaik.
Indikasi tanaman yang terserang kutu kebul, antara lain daun melengkung dan
keriput, terdapat bintik-bintik pada daun, daun menguning layu hingga akhirnya
rontok, pertumbuhan tanaman terhambat sehingga menjadi kerdil, dan gagal
berbunga.
Cara pengendalianya, yaitu penggunaan benih/bibit yang resisten terhadap
kutu kebul, rotasi tanam yang bukan merupakan tanaman sejenis, sanitasi lingkungan
dengan membersihkan tanaman inang atau gulma.
 Lalat buah (Bactrocera sp.)

Lalat buah (Bactrocera sp.), merupakan hama berukuran kecil sekitar 8 mm


berwarna hijau kecoklatan ada hitamnya, dan memiliki sayap yang transparan.
Menurut Van Sauers & Muller, A. (2005) pada buah tomat yang terserang lalat buah
biasanya terdapat lubang kecil dibagian tengah kulitnya. Serangan lalat buah
ditemukan terutama pada buah yang hampir masak. Gejala awal ditandai dengan
noda atau titik bekas tusukan ovipositor (alat peletak telur) ulat saat meletakkan telur
ke dalam buah. Selanjutnya karena aktivitas hama di dalam buah, noda tersebut
berkembang menjadi meluas.
Larva makan daging buah sehingga menyebabkan buah busuk sebelum
masak. Buah tersebut apabila dibelah pada daging buah terdapat ulat-ulat kecil
dengan ukuran antara 4-10 mm yang biasanya meloncat apabila tersentuh. Kerugian
yang disebabkan oleh hama ini mencapai 30-60%. Kerusakan yang ditimbulkan oleh
larvanya akan menyebabkan gugurnya buah sebelum mencapai kematangan yang
diinginkan.
Cara pengendalian lalat buah, antara lain sanitasi lingkungan, buang dan
musnahkan buah yang terserang hama tersebut, dan lakukan pengolah tanah disekitar
tanaman agar pupa dalam tanah mati.

 Ulat buah (Helicoverpa armigera Hubner)


Ulat buah (Helicoverpa armigera Hubner), memiliki ukuran tubuh dengan
panjang sekitar 4 cm, dengan permukaan yang berkutil disertai bulu. Ulat ini
memiliki warna tubuh yang bervariasi mulai dari hijau, hijau agak kuning, coklat,
maupun hitam.
Ulat ini memiliki garis pada bagian samping dengan warna yang lebih terang,
sehingga garisnya terlihat dengan jelas. Hama ini menyerang tanaman tomat dengan
cara melubagi buah secara berpindah-pindah. Pada lubang yang disebabkan oleh ulat
tersebut akan menjadi infeksi dan pada akhirnya buah pun menjadi busuk. Lalat buah
tidak hanya menyerang buah saja, akan tetapi juga menyerang pucuk tanaman
dengan cara melubangi cabang- cabang pada tanaman.
Cara pengendalian ulat  buah, antara lain membersihkan lingkungan dari
rerumputan yang biasa sebagai tempat sembunyi ulat, dan petik buah yang terserang
selanjutnya dimusnahkan..

 Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufnagel)

Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufnagel), merupakan hama yang hidup di dalam


tanah. Hama ini memiliki ukuran badan yang kecil dengan panjang sekitar 2cm dan
berwarna coklat tua. Hama ini bersembunyi dalam tanah pada waktu siang hari, dan
keluar untuk menyerang tanaman tomat pada waktu malam hari.
Ulat ini sering kali menyerang pada batang tanaman muda dan terkadang
menyerang pada pangkal batang, sehingga mengakibatkan tanaman menjadi roboh.
Selain menyerang batang ulat tanah ini juga menyerang akar dan daun. Indikasi
serangan ulat tanah, yaitu batang tanaman terpotong terutama batang yang muda,
batang terputus dan menyisakan pangkalnya saja.
Cara pengendalianya, yaitu penggunaan mulsa plastik dimana mulsa mampu
meningkatkan suhu di dalam tanah, sehingga pupa dan ulat tidak akan mampu
bertahan hidup pada tanah. Lakukan pengolahan tanah dengan bagus.

 Trips (Trips palmi Karny)

Trips (Trips palmi Karny), merupakan hama jenis kutu dengan ukuran sangat


kecil yaitu (1- 2 mm). Hama ini menyerang dengan menghisap cairan sel pada
permukaan bawah daun.
Indikasi tanaman yang terserang hama trips yaitu, daun berubah warna
menjadi warna keperakan atau kekuningan. Bentuk daun juga berubah menjadi
berkerut/ melinting dan kerdil serta rapuh.
Cara pengendalianya, bersihkan gulma yang terdapat disekitar lahan agar
tidak digunakan hama trips untuk bersembunyi.

2.2. Penyakit Penting pada Tanaman Tomat

 Layu cendawan (Fusarium oxysporum Schlectendahl)

Layu cendawan, merupakan salah satu penyakit yang ditakuti oleh petani.


Cendawan ini menyerang akar tanaman tomat pada bagian pembuluh angkutnya
sehingga menimbulkan warna colat.  Indikasi tanaman yang terserang layu
cendawan, yaitu layu pada siang hari, dan terlihat segar pada waktu pagi dan sore.
Daun- daun menguning dan rontok serta akar tanaman yang terinfeksi membusuk
berwarna hitam kecoklatan.
Cara penegendalian penyakit layu cendawan, yaitu melakukan pergiliran
tanaman, mencabut dan memusnahkan tanaman yang terserang.

 Rebah kacambah (Rhizoctonia solani Kuhn)

Rebah kecambah (damping off), merupakan penyakit yang disebabkan oleh


cendawan (Rhizoctonia solani Kuhn). Penyakit ini muncul karena penggunaan pupuk
kompos maupun kandang yang belum masak. Untuk itu supaya cendawan penyebab
penyakit tersebut mati, maka upayakan supaya pupuk kandang telah masak dan siap
untuk digunakan.
Indikasi dari serangan cendawan tersebut, yaitu luka pada pangkal batang
sehingga patah, layu, dan bagian yang terserang akan mudah mati. Cara
pengendalianya, yaitu buat bedengan supaya lebih tinggi dan perbaiki drainase,
perlakuan benih dengan fungisida agar benih resisten terhadap cendawan penyakit.
Selanjutnya gunakan pupuk kandang yang telah masak dan sanitasi
ingkungan.

 Layu bakteri (Pseudomonas solanacearum E.F. Smith)


Layu bakteri (Pseudomonas solanacearum E.F. Smith), merupakan bakteri
yang menyebabkan kelayuan pada seluruh bagian tanaman. Indikasi dari tanaman
yang terserang layu bakteri, yaitu daun muda layu sedangkan daun tua menguning
pada akhirnya rontok dan mati.
Apabila batang dipangkas terus dimasukan ke dalam gelas bening berisi air
jernih akan terlihat mengeluarkan cairan berwarna coklat susu dan berlendir. Cara
pengendalianya, yaitu penggunaan benih yang resisten terhadap cendawan tersebut,
cabut dan musnahkan tanaman yang terserang penyakit tersebut.
Selanjutnya pergiliran tanaman yang bukan sejenis dan sanitasi lahan.

 Busuk daun (Phytophtora infestans (Mont.) se Bary)

Busuk daun, merupakan jenis patogen yang sering menginfeksi tanaman


tomat. Munculnya P. Infestans sangat dipengaruhi oleh suhu, kelembaban, dan curah
hujan. Penyebaran patogen ini melalui angin, air, maupun serangga. Penyakit ini
akan berkembang dengan pesat pada kondisi lingkungan yang mendukung, yaitu
pada suhu rendah dan kelembaban tinggi.
Indikasi tanaman yang terserang penyakit ini, yaitu daun terdapat bercak-
bercak kecil berwarna hijau kelabu dan agak basah serta lembek. Apabila cuaca
sangat lembab serangan pada daun akan melebar dan warna daun berubah menjadi
coklat lalu mati. Bercak dikelilingi spora berwarna putih. Pada umumnya gejala akan
nampak pada tanaman yang telah berumur 1 bulan.
Untuk pengendalian tanaman, yaitu dengan melakukan upaya sanitasi,
penggunaan bibit yang bebas dari penyakit, dan rotasi tanaman yang bukan sejenis.
 Bercak daun alternaria (Alternaria solani (Ellis and Martin) Jones and
Grout)

Bercak daun alternaria, merupakan jenis penyakit yang biasa menyerang pada
tanaman tomat. Penyakit ini menyerang pada bagian daun, batang, dan buah tomat.
Indkasi dari serangan, yaitu bercak berwarna coklat berbentuk lonjong atau
lingkaran. Sedangkan pada buah yang terserang permukaanya kempot, pecah dan
ukuranya membesar.
Cara pengendalianya, yaitu sanitasi lahan, pergilran tanaman yang bukan
sejenis.
BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan

Dari penjelasan diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa Tanaman tomat


adalah salah satu komoditas sayuran yang sangat potensial untuk dikembangkan.
Tanaman ini dapat ditanam secara luas di dataran rendah sampai dataran tinggi pada
lahan bekas sawah dan lahan kering. Hama utama pada tanaman tomat yaitu kutu
kebul, lalat buah, ulat buah, ulat tanah dan trips. Penyakit utama pada tanaman tomat
yaitu layu bakteri, busuk daun, bercak daun, rebah kecambah, dan layu
fusarium. Dimana serangan hama dan penyakit tersebut akan mengurangi
produktivitas dari panen, bahkan dapat menyebabkan gagal panen. Sehingga
dilakukan cara pengendalian hayati yang bermacam-macam sesuai dengan hama dan
penyakit tersebut.

B.   Saran

Dengan terselesainya makalah ini mari kita sebagai pelajar dapat


memanfaatkan masa remaja kita dalam rangka mengkaji keilmuan yang ada dalam
kehidupan di masyarakat terutama dalam masalah hama dan penyakit penting pada
tanaman tomat.
DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Jenderal Hortikultura. 2009. Statistik Hortikultura Tahun 2005 – 2009.


Direktorat Jenderal Hortikultura. Kementerian Pertanian. Jakarta.

Doorne, Y. Van. (2000). The Effects of Variable Sound Frequencies on Plant Growth
and Development. Diakses dari http://www.musicforyourplants.com. Pada
tanggal 22 Desember 2010, jam 10.32 WIB

Herlina L, Dewi P & Mubarok I, 2004. Efektivitas biofungisida Trichoderma viride


terhadap pertumbuhan tomat. Laporan Penelitian. Semarang: FMIPA
UNNES

Pitojo, S. 2005. Benih Tomat.Kanisius. Yokyakarta. 98 p.

Setiawati, W. 1991. Kehilangan hasil buah tomat akibat serangan Heliothis armigera
Hubner. Buletin Penelitian Hortikultura, 19(4): 14-17.

Setiawati, W., I. Sulastrini dan N. Gunaeni. 2001. Penerapan Teknologi PHT pada
Tanaman Tomat. Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Pusat Penelitian dan
Pengembangan Hortikultura. Badan Penelitian dan Pengembangan
Pertanian. Lembang. Bandung. 60 hal.