Anda di halaman 1dari 8

Makalah

Hama dan Penyakit Tanaman Pangan dan Sayuran


“Hama dan Penyakit Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis)”

Oleh :
KELOMPOK 4
Muhammad Ilham D1E1 17 044
Nur Avanti D1E1 17 047
Putri Megayanti Padda’ D1E1 17 050
Syahra Eka Pratiwi D1E1 17 060
Siti Nurfatimah D1E1 17 055

PROGRAM STUDI PROTEKSI TANAMAN


JURUSAN PROTEKSI TANAMAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2019
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Kacang panjang (Vigna sinensis) adalah jenis tanaman sayur yang berasal
dari india dan afrika tengah. Kemudian penanamannya menyebar ke daerah-
daerah Asia tropika hingga indonesia nama lain dari kacang panjang adalah
kacang lanjaran (Jawa), kacang turns (Pasundan), taukok (Cina), sitao (Philipina),
kacang panjang atau kacang belut (Malaysia). Kacang panjang biasanya jika tidak
dimasak sayur, kacang panjang di makan langsung sebagai lalapan. Kacang
panjang yang biasa ditanam atau budidaya biasanya terserang hama dan penyakit.

Hama penyakit tanaman adalah salah satu organisme pengganggu tanaman


yang menjadi faktor penyebab gagalnya budidaya tanaman. Hama dan penyakit
ini pada umumnya selalu ada pada saat kita membudidayakan tanaman, baik
tanaman buah, maupun tanaman sayur. Seperti pada tanaman sayur kacang
panjang, jenis hama yang banyak menyerang tanaman kacang panjang adalah ulat
penggerek dan kutu daun. Namun tidak hanya hama tersebut saja yang sering kali
meyerang tanaman kacang panjang, ada jenis hama yang serupa yang sangat
menganggu pertumbuhan kacang panjang. Selain hama, penyakit juga menjadi
faktor pengganggu tanaman dan penyebab gagalnya budidaya tanaman kacang
panjang.

Mengenal jenis hama dan penyakit pada tanaman kacang panjang sangat
penting sekali, karena dengan kita mengetahui jenis-jenis hama pada kacang
panjang dan juga kita tahu apa saja penyakit pada tanaman kacang panjang, maka
kita bisa mengantisipasinya sedini mungkin. Setidaknya kita bisa melakukan
pencegahan supaya hama dan penyakit tidak menyerang tanaman kacang panjang
yang sudah kita tanaman dengan susah payah. Jika kita tidak tau apa saja hama
pengganggu tanaman kacang panjang dan penyakit apa yang senang menjangkit
tanaman kacang panjang, tentu kita sendiri yang akan mengalami kerugian.
Biasanya tanaman yang sudah terserang hama dan penyakit pada level yang
tinggi. Akan sulit untuk membasminya. Berdasarkan uraian di atas maka perlu
membahas hama dan penyakit tanaman kacang panjang serta cara
pengendaliannya.

1.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari latar belakang di atas adalah sebagai berikut :

1. Apa saja hama dan penyakit yang menyerang tanaman kacang panjang?
2. Bagaimana cara pengendalian hama dan penyakit tanaman kacang
panjang?
1.3. Tujuan

Tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui hama dan penyakit yang menyerang tanaman kacang


panjang?
2. Untuk mengetahui cara pengendalian hama dan penyakit tanaman kacang
panjang?
BAB II
PEMBAHASAN
Hama dan Cara Pengendalian Tanaman Kacang Panjang
Ulat Jengkal (Plusia sp)

Ulat jengkal memiliki beberapa nama daerah seperti ulat lompat, ulat
kilan, ulat jengkal semu dan ulat keket.Spesies ulat jengkal yg menyerang kacang
panjang adalah Plusia chalcites esper atau Chrydeixis chalcites esper. Ciri-ciri
tubuhnya berwarna hijau dan terdapat garis berwarna lebih muda pada sisi
sampingnya. Panjang tubuhnya sekitar 2 cm. Ciri khasnya adalah berjalan dengan
melompat atau melengkungkan tubuhnya. Lama masa ulat 2 minggu sebelum
menjadi kepompong. Imagonya berupa ngengat yang mampu bertelur sampai
1000 butir. Telurnya berbentuk bulat putih. Telur-telur terdapat di permukaan
bawah daun yang akan menetas setelah 3 hari.

Ulat jengkal menyerang daun muda maupun tua. Ulat ini juga menyerang
pucuk tanaman dan polong muda. Daun pada mulanya tampak berlubang-lubang
tidak beraturan. Pada tahap selanjutnya, tinggal tersisa tulang-tulang daun saja.
Pada tingkat berat, daun akan habis sehingga menimbulkan kerugian cukup besar.
Serangan ulat jengkal meninggalkan tanda yang berupa bekas gigitan. Fase ulat
berlangsung sekitar 11-13 hari, dan kemudian menjadi pupa. Pupa yang berada di
dalam tanah atau di bawah daun diliputi oleh benang halus berwarna putih.
Setelah 7 hari, dari pupa keluar ngengat yang berwarna cokelat, di tepi daun
muda, yang makin lama makin ke tengah, hingga akhirnya hanya tersisa tulang
daunnya. Hama dapat pula menyerang bagian yang lunak misalnya ujung tanaman
atau buah muda.

Pengendalian
Ulat jengkal dapat dikendalikan dengan cara sebagai berikut.

 Pengendalian secara biologis dilakukan dengan melepas musuh alaminya


yaitu Apanteles sp. dan Listomastix sp.
 Pemberantasan secara kimiawi dilakukan menggunakan insektisida yang
sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Ulat Penggulung Daun (Lamprosema indicata dan Lamprosema diemrnalis)


Ada dua macam ulat penggulung daun yg menyerang tanaman kacang
panjang. Ciri-ciri ulat Lamprosema sp adalah tubuhnya berwarna kehijauan
dengan garis-garis kuning sampai putih buram. Kepalanya berwarna kuning muda
mengkilap. Ulat ini menyerang daun dan bersembunyi dalam gulungan daun.
Kupu-kupunya bertelur di bagian bawah permukaan daun terutama pada daun yg
masih muda. Seekor kupu-kupu dapt bertelur sampai 68 butir. Telur-telurnya
diletakkan secara berkelompok dimana setiap kelompok terdapat sekitar 5 butir.

Daun yg terserang ulat ini tampak menggulung dan ulat terdapat dalam
gulungan daun tersebut yang dilindungi oleh benang-benang sutra dan
kotoran. Beberapa polong kacang panjang yg dekat dengan daun yg terserang juga
tampak ikut terikat bersama-sama dg daun. Daun yg diserang ulat ini juga tampak
berlubang-lubang dan tepinya terdapat bekas gigitan. Pada serangan yg berat,
helaian daun habis dimakan ulat sehingga hanya tinggal tulang-tulang daunnya.

Pengendalian
Hama ulat penggulung daun dapat dikendalikan dengan cara alami, yaitu
dengan memanfaatkan belalang sembah yang berperan sebagai musuh alami dari
ulat penggulung daun. Hama ulat penggulung daun dapat dikendalikan dengan
cara alami, yaitu dengan memanfaatkan belalang sembah yang berperan sebagai
musuh alami dari ulat penggulung daun.

Penyakit dan cara pengendalian kacang panjang

1. Karat daun

Penyakit Karat Daun Uromyces sp merupakan penyakit utama pada


kacang panjang. Pada awal serangan, muncul gejala adanya bercak kecoklatan di
bagian daun yang semakin lama semakin menyebar. Pada serangan yang sudah
parah, daun akan mengering yang dimulai dari daun tua. Penyakit ini akan
semakin berkembang jika kondisi udara panas dan lembab, yaitu musim hujan
yang sering panas tiba-tiba, Penyakit ini bisa dicegah dengan melakukan sanitasi
lingkungan dan kontrol saluran drainase.

Namun bila tanaman sudah terserang segera lakukan penyemprotan dengan


menggunakan fungisida yang efektif untuk penyakit ini, yaitu Score 250 EC dan
Anvil 50 SC. Dosis yang digunakan sesuai anjuran yang tertera pada labelnya.
Bercak Daun (Cescospora sp.)

Penyakit Bercak Daun Cescospora sp. Berbeda dengan karat daun,


penyakit ini menimbulkan gejala adanya bercak kuning bulat di bagian daun.
Biasanya ada beberapa bercak dalam satu daun. Semakin lama bercak akan
berubah menjadi coklat kekuningan, tetapi bentuknya masih bulat. Sama halnya
dengan penyakit karat daun, untuk penyakit bercak daun pencegahannya dengan
melakukan sanitasi lingkungan dan kontrol saluran drainase.
Tanaman yang memang kepalang diserang bisa diberikan fungisida yang
efektif dan tepat untuk penyakit ini. Fungisida yang bisa digunakan adalah Score
250 EC dan Anvil 50 SC. Dosis yang digunakan sesuai anjuran yang tertera di
labelnya.
BAB III
KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa kacang panjang


merupakan tanaman sayuran yang sangat dibudidayakan oleh masyarakat dan
dapat pula dijadikan sebagai lalapan, akan tetapi faktor pengganggu dari tanaman
budidaya ini adalah adanya hama dan penyakit yang menyerang kacang panjang.
Hama yang menyerang yaitu ulat jengkal dan ulat penggulung daun sedangkan
penyakit utama yang sering menyerang kacang panjang adalah penyakit karat
daun dan bercak daun.