Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pengetahuan lingkungan itu penting oleh karena itu penguasaan serta

keterampilan professional mengenai lingkungan dalam pelayanan kesehatan

terhadap individu, keluarga, dan masyarakat. Penduduk dari sebagian besar

Negara berkembang, hidup di pedesaan. Umumnya mereka hidup dari bertani

dalam lingkungan flora dan fauna serta iklim yang berpengaruh terhadap

timbulnya penyakit. Kebutuhan penduduk pedesaan akan hidup nyaman, selalu

terancam keadaan-keadaan yang membahayakan kesehatan mereka. Kebanyakan

dari mereka belum mengetahui/menyadari akan bahaya tersebut, misalnya saja

ancaman serangga parasit binatang dan sebagainya.

            Hal yang sama juga dialami penduduk yang bermukim diwilayah industri,

kenyamanan hidup mereka terancam oleh lingkungan yang tercemar polutan

industri. Adanya ancaman kesehatan tersebut belum mereka ketahui/sadari. Secara

keseluruhan dapat dikemukakan bahwa lingkungan hidup serta manusia dengan

segala faktornya merupakan bagian dari lingkaran kehidupan manusia. Lingkaran

kehidupan antara manusia dan lingkungannya merupakan suatu system yang

disebut ekologi. Di dalam ekosistem tersebut manusia disatu pihak berusaha

menciptakan lingkungan yang nyaman untuk kehidupannya dengan cara

mempengaruhi lingkungan sedangkan dilain pihak manusia senantriasa terancam

oleh lingkungan sendiri, sehingga keadaan tersebut mengancam kesehatan

manusia yang bersangkutan bahkan manusia sendiri berperan pula sebagai

1
lingkungan terhadap manusia lain, misalnya saja manusia yang potensial sebagai

karier penyakit tertentu, akan merupakan ancaman terhadap kesehatan manusia

dilingkungannya. Demikian juga dengan perokok berat, apabila mereka berada

dilingkungan bukan perokok, maka yang terakhir ini akan terancam bahaya

keganasan (kanker) yang ditimbulkan asap rokok. Oleh karena banyaknya

pencemaran – pencemaran maka banyak terganggunya kesimbangan lingkungan

khususnya pencemaran – pencemaran yang terdapat diudara sehingga

mempengaruhi lapisan-lapisan yang berada diatmosfer.

Bumi memiliki seluruh sifat yang diperlukan bagi kehidupan. Salah

satunya adalah keberadaan atmosfer yang berfungsi sebagai lapisan pelindung

yang melindungi makhluk hidup. Atmosfer terdiri dari lapisan yang berbeda yang

tersusun secara berlapis satu diatas yang lainnya.

Atmosfer merupakan bagian yang tak terpisahkan dari planet bumi.

Setiap lapisan di atmosfer mengandung peranan yang sangat vital untuk

keberlangsungan kehidupan makhluk hidup yang ada di bumi. Manusia sebagai

salah satu makhluk hidup yang berada di bumi seharusnya menjaga keberadaan

atmosfer, misalnya dengan mencegah kerusakan lapisan ozon. Lapisan ozon

adalah salah satu komponen penting dalam lapisan atmosfer bumi.

Atmosfer adalah lingkungan udara, yakni udara yang meliputi planet

bumi ini. atmosfer merupakan merupakan sumber oksigen bagi pernapasan dan

sumber karbondioksida bagi reaksi fotosintesis. Sebagai komponen dasar dari

siklus hidrologi, atmosfermenjadi media transport air dari lautan kedaratan.

Atmosfer mempunyai fungsi sebagai pelindung utama kehidupan dibumi karena

2
dapat menyerap banyak sinar kosmik dari angkasa luar, selain itu dapat radiasi

elektromagnetik dari sinar matahari. Hanya radiasi dalam daerah panjang

gelombang 300-2500 nm  dan 0,01 – 40 m keberbagai keadaan yang cocok oleh

atmosfer.

            Disamping fungsi yang cukup banyak dari atmosfer, disisi lain atmosfer

menampung berbagai bahan pencemar yang dihasilkan terutama oleh kegiatan

manusia. Hal ini dapat menyebab kualitas atmosfer menurun yang akhirnya akan

memberikan dampak negatif  bagi keseluruhan mahluk hidup dan kemungkinan

menyebabkan perubahan-perubahan sifat atmosfer itu sendiri.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dari uraian diatas adalah:

1. Apa pengertian atmosfer?

2. Bagaimana komposisi lapisan atmosfer?

3. Apa peranan lapisan atmosfer?

4. Bagaimana karakteristik atmosfer?

5. Bagaimana struktur lapisan atmosfer?

6. Bagaimana gejala alam yang ada di atmosfer?

7. Bagaimana pengaruh proses yang terjadi di lapisan atmosfer?

C. Tujuan

Adapun tujuan dari makalah ini yaitu:


1. Mengetahui pengertian atmosfer.
2. Mengetahui komposisi lapisan atmosfer.
3. Mengetahui peranan lapisan atmosfer.

3
4. Mengetahui karakteristik atmosfer.

5. Mengetahui struktur lapisan atmosfer.

6. Mengetahui gejala alam yang ada di atmosfer.

7. Mengetahui pengaruh proses yang terjadi di lapisan atmosfer.

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Atmosfer

Istilah atmosfer berasal dari dua suku kata, yaitu atmos yang artinya uap

atau gas dan sphora yang artinya bulat. Atmosfer merupakan lapisan udara atau

gas yang mengelilingi atau menyelubungi bumi yang bersama-sama dengan bumi

melakukan rotasi dan revolusi mengelilingi matahari. Partikel-partikel gas yang

mengisi atmosfer terdiri atas tiga kelompok yaitu udara kering, uap air dan

aerosol.

Bumi kita diselubungi oleh lapisan udara yang terdiri dari berbagai unsur

gas. Lapisan udara yang menyelubungi bumi disebut atmosfer. Unsur-unsur gas

yang menyusun atmosfer terutama unsur nitrogen dan oksigen. Selain berupa gas,

di atmosfer juga terdapat air. Jumlah berat seluruh atmosfer diperkirakan 5,6 x

1014 ton. Setengah dari berat tersebut berada di bawah ketinggian 6.000 meter dari

permukaan bumi. Hal ini disebabkan oleh adanya gaya gravitasi bumi. Oleh

karena itu, udara yang ada dekat dengan permukaan bumi menjadi lebih mampat.

B. Komposisi Lapisan Atmosfer

5
a. Gas

Gas-gas yang terdapat di atmosfer terutama tersusun atas nitrogen

(78,08%) dan oksigen (20,95%). Sebagian besar oksigen di atmosfer dihasilkan

oleh tumbuhan. Deforestrasi atau penebangan hutan akan menyebabkan kadar

oksigen di atmosfer berkurang. Gas lain terdapat di atmosfer dalam jumlah

sedikit, di antaranya adalah uap air (0,2-4%), karbondioksida (0,035%), ozon

(0,000004%) dan argon (0,93%). Selain itu, di atmosfer terdapat pula partikel

debu yang terbawa oleh udara dan gas-gas polutan yang dihasilkan oleh asap

kendaraan bermotor dan industri seperti sulfur dioksida dan nitrogen oksida.

Komposisi gas penyusun atmosfer dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1. Komposisi Gas Penyusun Atmosfer.


Gas Simbol Volume (%)
Nitrogen N2 78,08
Oksigen O2 20,95
Argon Ar 0,93
Karbondioksida CO2 0,035
Neon Ne 0,0018
Metana CH4 0,00017
Helium He 0,0005
Hidrogen H2 0,00005
Xenon Xe 0,000009
Ozon O3 0,000004

Tabel 1. diatas menunjukkan bahwa unsur nitrogen dan oksigen

mencapai lebih dari 99%. Kedua unsur ini mempunyai peran yang penting bagi

kehidupan. Unsur gas yang paling kecil adalah ozon. Meskipun jumlah ozon

sangat sedikit (0,000004), namun unsur ini mempunyai peranan yang sangat

6
penting, yaitu menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari sehingga radiasi

yang sampai ke permukaan bumi menjadi kecil.

b. Uap Air

Uap air berasal dari kandungan air pada hidrosfer yang menguap. Kadar

uap air di atmosfer dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu suhu dan lokasi. Semakin

tinggi suhu udara, maka kandungan air dalam udara semakin besar. Hal itu

dikarenakan semakin banyak air yang menguap. Di daerha khatulistiwa, kadar uap

air rata-rata adalah 3%, artinya dari 1 liter udara terdapat 3% x 1 liter = 0,03 liter

uap air. Sebaliknya, di daerah kutub, kadar uap air di udara dapat mencapai 0%.

Suhu yang dingin menyebabkan air hampir tidak menguap (hampir semua air

membeku).

Kadar uap air di atas permukaan laut, sungai atau danau lebih tinggi

daripada di atas daratan karena di daerah tersebut lebih banyak terjadi penguapan.

Kadar uap air di daerah yang memiliki banyak laut, sungai atau danau lebih tinggi

daripada daerah gurun pasir.

c. Aerosol

7
Aerosol berupa partikel cair atau padat yang tersuspensi di dalam gas.

Ukuran partikel aerosol antara 0,001-100 µm. Partikel-partikel yang berdiameter

2,5 µm pada umumnya dianggap halus dan partikel yang berdiameter lebih besar

dari 2,5 µm dianggap kasar. Aerosol yang terdiri dari partikel debu, abu, garam

dan asap juga terdapat di udara.

Pada umumnya, kota-kota besar mempunyai konsentrasi aerosol yang

relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan lautan. Sumber aerosol ada dua

macam, yaitu primer dan sekunder. Aerosol primer, yaitu aerosol yang

dikeluarkan langsung dari berbagai sumber (contoh: debu yang terbawa oleh

udara sebagai akibat adanya angin atau partikel-partikel asap yang dikeluarkan

dari cerobong asap). Aerosol sekunder mengikuti pada partikel-partikel yang

dihasilkan di dalam atmosfer yang mengalami reaksi-reaksi kimia dari komponen-

komponen gas.

Aerosol dengan ukuran jari-jari 0,2 µm sampai dengan 10 µm dalam

proses iklim berperan sebagai inti kondensasi (inti pengembunan) dalam

pembentukan butir air di dalam awan. Tanpa adanya inti kondensasi di atmosfer,

butir air hujan akan sulit terbentuk didalam awan.

8
Tabel 2. Jenis Aerosol yang Dominan di Udara

Jenis Aerosol Presentase (%)

Debu 20

Abu 10

Garam 40

Asap 5

Spora, Virus 25

Total 100

C. Peranan Atmosfer

Peranan atmosfer bagi kehidupan makhluk hidup tidak dapat diragukan

lagi. Peranan tersebut tidak hanya untuk bernafas. Peranan atmosfer juga muncul

dalam wujud mengatur atau menjaga agar kehidupan di bumi bisa berlangsung

dengan aman.

Peranan atmosfer yang pertama yaitu sebagai pendukung kehidupan.

Atmosfer merupakan pendukung utama kehidupan makhluk bumi karena

menyediakan gas yang diperlukan bagi pernapasan manusia dan hewan. Beberapa

gas yang diperlukan makhluk hidup tersedia dalam atmosfer, misalnya oksigen,

hidrogen, karbon dioksida, dan nitrogen.

9
Peranan atmosfer yang kedua adalah sebagai pengendali suhu bumi.

Suhu di bulan pada malam hari sangat dingin dan pada siang hari sangat panas.

Hal ini karena bulan tidak memiliki atmosfer. Keberadaan atmosfer

menghindarkan bumi dari perubahan suhu yang sangat mencolok seperti di bulan.

Pada siang hari suhu di bumi tidak terlampau panas dan pada malam hari suhu

tidak terlampau dingin. Sebagian panas matahari yang jatuh ke bumi dipantulkan

oleh lapisan atmosfer bagian atas sehingga panas yang mencapai bumi telah

berkurang. Pada malam hari tempat yang tidak mendapat panas matahari secara

langsung tetap hangat. Kalor yang dimiliki atmosfer pada siang hari tidak

semuanya terbuang ketika memasuki malam hari. Atmosfer memerlukan waktu

yang cukup lama untuk membuang habis kalor tersebut. Sebelum seluruh kalor

terbuang, bagian atmosfer di tempat itu sudah kembali menjadi siang. Selain itu,

bagian atmosfer yang sedang mengalami malam mendapat kalor dari bagian yang

sedang mengalami siang melalui perpindahan kalor.

Peranan atmosfer yang ketiga yakni sebagai perisai radiasi ultraviolet.

Sinar ultraviolet sangat berbahaya bagi manusia karena dapat menyebabkan

kanker kulit. Sinar yang dihasilkan dari radiasi matahari tersebut sebenarnya

sangat mudah menerobos atmosfer dan mencapai permukaan bumi. Beruntunglah

di lapisan atas atmosfer terdapat lapisan ozon yang dapat menyerap sinar

ultraviolet.

Peranan atmosfer yang keempat adalah sebagai penangkis meteor. Bumi

senantiasa dihantam oleh hujan meteor. Jika tidak ada atmosfer, maka meteor

dapat mencapai permukaan bumi dengan kecepatan tinggi. Jika ini terjadi, tentu

10
akan sangat membahayakan kehidupan makhluk bumi. Dengan adanya atmosfer,

meteor-meteor tersebut akan terbakar habis karena bergesekan dengan atmosfer

sebelum mencapai permukaan bumi.

Peranan atmosfer yang kelima yaitu sebagai penunjang komunikasi radio.

Di atmosfer bagian atas terdapat lapisan gas-gas yang bermuatan listrik yang

disebut ionosfer. Lapisan ini sangat mudah memantulkan gelombang radio.

Dengan demikian, gelombang radio yang dipancarkan oleh stasiun pemancar

dapat mencapai tempat-tempat yangsangat jauh. Berbeda dengan gelombang

radio, gelombang televisi tidak dapat dipantulkan oleh lapisan ionosfer.

Akibatnya, gelombang televisi lolos menembus lapisan tersebut. Gelombang

televisi memerlukan bantuan satelit agar dapat mencapai tempat yang jauh.

Peranan atmosfer yang terakhir yakni untuk keperluan penerbangan.

Atmosfer sangat penting bagi dunia penerbangan. Pesawat terbang, baik yang

menggunakan baling-baling maupun mesin jet, dapat terangkat dan melayang di

udara karena adanya gaya angkat yang dimiliki udara. Ada pula pesawat yang

tetap dapat terbang meskipun tidak ada atmosfer. Pesawat tersebut adalah pesawat

ruang angkasa yang menggunakan mesin roket.

D. Karakteristik Atmosfer

Karakteristik atmosfer sangat luas, terutama yang disebabkan

ketinggianya. Faktor-faktor   lainnya yang menyebabkan perbedaan karakteristik

adalah iklim, waktu, garis lintang atau latitude, dan bahkan aktivitas solar.

Temperatur atmosfer sangat bervariasi mulai dari yang terendah -138 °C – 1700

°C. tekanannya menurun tajam dari 1 atm pada permukaan air laut. Dengan

11
adanya perbedaan temperatur dari tekanan tersebut maka sifat kimia dari atmosfer

sangat berbeda disebabkan oleh perbedaan altitude.

Atmosfer adalah selubung gas yang menyelimuti bumi yang mempunyai

sifat- sifat sebagai berikut:

1. Tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak dirasakan kecuali dalam bentuk angin.

2. Dinamis dan elastis sehingga dapat mengembang dan menyusut serta dapat

bergerak atau berpindah.

3. Transparan dalam beberapa bentuk radiasi.

4. Mempunyai massa sehingga menimbulkan tekanan.

E. Struktur Lapisan Atmosfer

a. Troposfer

Lapisan troposfer merupakan lapian udara yang paling dekat dengan

permukaan bumi. Ketebalan lapisan ini mencapai 18 kilometer di daerah equator

dan 8 kilometer di daerah kutub. Sebagian besar massa atmosfer (80%) berada

pada lapisan troposfer. Pada lapisan ini, setiap kenaikan tempat 100 meter

menyebabkan suhu udara akan turun ±0,6 ℃. Hal ini dapat dibuktikan ketika kita

12
pergi ke daerah pegunungan, suhu udara terasa dingin. Suhu udara di lapisan

teratas troposper mencapai -60 ℃ sedangkan suhu udara rata-rata di permukaan

air laut untuk daerah tropis sekitar ±27 ℃.

Pada lapisan troposfer terjadi fenomena dan gejala cuaca seperti angin,

awan, hujan, halilintar, pelangi dan sebagainya. Oleh karena itu, lapisan troposfer

mempunyai peranan yang penting bagi kehidupan. Di atas lapisan troposfer

terdapat lapisan antara yang disebut tropopause.

b. Tropopause

Tropopause adalah lapisan udara yang terdapat di antara troposfer dan

stratosfer. Udara pada troposfer bagian atas sangat dingin dengan demikian lebih

berat dibandingkan dengan udara yang berada di atas tropopause, sehingga udara

pada troposper tidak dapat menembus tropopause. Ketinggian tropopause lebih

besar di equator daripada di daerah kutub. Tropopause terletak pada ketinggian 18

kilometer dengan suhu -80 ℃ di equator sedangkan di kutub tropopause hanya

mencapai ketinggian 6 kilometer dengan suhu -40 ℃.

c. Stratosfer

Lapisan stratosfer terletak di atas tropopause sampai pada ketinggian ±50

kilometer. Pada statosfer terdapat 2 lapisan udara yang sifatnya berbeda, yakni

lapisan isothermal, yaitu lapisan udara pada ketinggian 11-22 kilometer yang

suhunya seragam (±60 ℃) dan lapisan inversi, yaitu lapisan yang terletak pada

ketinggian 20-50 kilometer di atas permukaan bumi. Suhu udara pada lapisan ini

semakin ke atas semakin meningkat, namun pada ketinggian 50 kilometer suhu

13
udara mencapai -5 ℃. Terjadinya peningkatan disertai penurunan suhu udara

disebabkan oleh adanya kandungan gas ozon (O3). Di atas lapisan stratosfer

terdapat lapisan stratopause yang menjadi pembatas antara stratosfer dengan

mesosfer.

d. Stratopause

Stratopause adalah bagian atmosfer yang berada di antara dua lapisan,

yakni stratosfer dan mesosfer. Stratopause adalah bagian dari atmosfer ketika suhu

di stratosfer mencapai titik tertingginya. Stratopause tidak hanya berada di bumi,

namun juga di planet lain yang memiliki atmosfer. Stratopause terletak 50-55

kilometer di atas permukaan bumi dengan tekanan atmosfer sekitar 1/1000

tekanan di permukaan laut.

e. Mesosfer

Lapisan mesosfer terletak pada ketinggian ±50-85 kilometer di atas

permukaan bumi. Suhu udara pada lapisan ini semakin ke atas semakin rendah.

Setiap naik 1.000 meter suhu udara akan turun 2,5-3 ℃ dan pada ketinggian 85

kilometer suhu udara mencapai -90 ℃. Di atas mesosfer terdapat lapisan

mesopause yang membatasi dengan lapisan di atasnya.

f. Mesopause

Mesopause adalah lapisan batas antara mesosfer dan thermosfer yang

memiliki temperatur minimum. Mesopause adalah tempat terdingin di bumi

dengan suhu serendah -100 ℃ karena kurangnya pemanasan dan pendinginan

14
radiasi matahari yang sangat kuat dari karbondioksida. Mesopause memiliki

ketinggian sekitar 85-100 kilometer dari permukaan bumi.

g. Eksosfer atau Desifasisfer

Eksosfer terletak pada ketinggian antara 800-1000 kilometer dari

permukaan bumi. Pada lapisan ini merupakan tempat terjadinya gerakan atom-

atom secara tidak beraturan. Lapisan ini merupakan lapisan paling panas dan

molekul udara dapat meninggalkan atmosfer sampai ketinggian 3.150 kilometer

dari permukaan bumi. Lapisan iini sering disebut pula dengan ruang antar planet

dan geostasioner. Lapisan ini sangat berbahaya karena merupakan tempat terjadi

kehancuran meteor dari angkasa luar.

h. Thermosfer

Lapisan thermosfer terdapat pada ketinggian ± 85-500 kilometer di atas

permukaan bumi. Lapisan ini sering disebut lapisan panas (hot layer). Suhu udara

di bagian paling atas dari lapisan ini dapat mencapai > 1.000 ℃. Lapisan bawah

dari thermosfer (85-375 kilometer) disebut lapisan ionosfer. Lapisan ionosfer

berfungsi untuk penyebaran gelombang radio.

Lapisan ionosfer dibagi menjadi tiga lapisan, yakni lapisan ozon yang

terletak antara 80-150 kilometer dengan rata-rata 100 kilometer diatas permukaan

laut. Lapisan ini merupakan tempat terjadinya proses ionisasi tertinggi. Lapisan

ini dinamakan pula dengan lapisan ozon yang mempunyai sifat memantulkan

gelombang radio. Suhu udara pada lapisan ini berkisar antara -70 ℃ sampai

+50℃. Lapisan kedua adalah lapisan udara F yang terletak antara 150-400

15
kilometer. Lapisan ini dinamakan pula dengan lapisan udara appleton. Lapisan

ketiga adalah lapisan udara atom dimana materi-materi berada dalam bentuk atom.

Letak lapisan antara 400-500 kilometer di atas permukaan laut. Lapisan udara ini

menerima panas langsung dari matahari dan suhunya dapat mencapai 1200 ℃.

F. Gejala Alam yang Ada di Atmosfer

16
Banyak fenomena gejala alam yang terjadi pada lapisan atmosfer. Gejala-

gejala alam tersebut umumnya berkaitan dengan cuaca atau iklim seperti awan,

petir, topan, badai atau pun hujan. Selain gejala atau fenomena alam tersebut,

terdapat beberapa gejala unik lain seperti:

1.  Pelangi, yaitu suatu bentuk setengah lingkaran (lengkungan) di udara yang

terdiri atas spektrum warna yang terjadi ketika sinar matahari mengenai partikel-

partikel air di udara. Partikel-partikel air tersebut berupa uap atau titik-titik air

yang tipis dan tembus pandang yang berfungsi sebagai prisma yang memantulkan

(refleksi) dan membiaskan (refraksi) spektrum warna yang terdapat pada cahaya

matahari.

2.  Aurora, yaitu suatu gejala dalam bentuk cahaya yang sering tampak di

sekitar kutub utara dan selatan bumi. Aurora terbentuk jika partikel-partikel

bermuatan listrik dari sun spots (bintik-bintik matahari) mengalir ke arah bumi

tertarik oleh gaya geomagnetik utara dan selatan bumi. Aurora di sekitar kutub

utara disebut Aurora Borealis (Cahaya Utara), sedangkan aurora di kutub selatan

disebut Aurora Australis (Cahaya Selatan).

3. Kilat adalah aliran atau loncatan listrik dalam bentuk cahaya (sinar) di

antara dua awan atau antara awan dengan bumi yang bermuatan listrik

berlawanan.

4. Fatamorgana, yaitu ilusi optik akibat pembiasan sinar matahari oleh udara

dengan tingkat kerapatannya berbeda. Fatamorgana biasanya berupa kenampakan

genangan air di tengah padang pasir atau di permukaan jalan beraspal yang

terkena panas terik matahari. Kenampakan itu sebenarnya hanyalah sinar matahari

17
yang dibiaskan oleh massa udara dengan kerapatannya yang renggang. Pada

umumnya terbentuk pada permukaan padang pasir atau jalan beraspal

dibandingkan dengan kerapatan udara di sekitarnya.

5. Halo, yaitu lingkaran putih yang terkadang terlihat di sekitar matahari atau

bulan.

G. Pengaruh Proses yang Terjadi di Lapisan Atmosfer

Pengaruh terbesar bagi manusia dan kehidupan yang lain adalah dari

lapisan troposfer. Pada lapisan inilah cuaca selalu berubah. Dalam atmosfer

terdapat beberapa gejala alam, seperti hujan, angin, dan pasir, serta beberapa

param, kombinasi dari kelima hal tersebut menentukan kondisi udara pada suatu

saat di suatu tempat yang dinamakan cuaca.eter lain seperti suhu, kelembahan,

dan tekanan udara. Kelima hal tersebut selalu berubah setiap saat.

Unsur utama cuaca adalah suhu udara, tekanan udara, kelembaban udara,

angin, dan curah hujan. Udara menjadi panas karena ada penyinaran matahari.

Suhu di permukaan matahari tercatat 6000o C, karena jarak antara matahari dan

bumi cukup jauh, yaitu sekitar 149.000.000 km. Sehingga kita masih dapat

menikmati panas matahari itu tanpa ada akibat yag membahayakan.

a. Suhu Udara

Adanya pancaran matahari yang menerima panas adalah permukaan

bumi. Udara yang dilalui hampir tidak menerima panas tersebut. Lapisan atmosfer

yang paling bawah yang pertama kali mendapat panas dari pemukaan bumi

melalui sentuhan antara bumi dan udara. Panas dirambatkan secara berangsur dari

lapisan atmosfer paling bawah ke lapisan di atasnya. Itulah sebabnya lapisan

18
atmosfer paling bawah lebih panas daripada lapisan atasnya. Akan tetapi pada

lapisan yang sangat tinggi udara menjadi lebih panas lagi, karena pancaran

langsung dari matahari tanpa halangan yang berarti dari lapisan atmosfer yang

lebih tipis. Banyaknya panas matahari yang diterima permukaan bumi terutama

dipengaruhi oleh:

§  lamanya penyinaran matahari

§  kemiringan sinar matahari

§  keadaan awan

§  keadaan permukaan bumi.

Kombinasi dari keempat faktor di atas menyebabkan perbedaan suhu

yang diterima oleh permukaan bumi dan akibatnya menyebabkan perbedaan suhu

udara di atasnya. Misalnya makin lama matahari memancarkan sinarnya di suatu

daerah, makin banyak panas yang diterima bagian bumi itu. Keadaan udara yang

cerah sepanjang hari akan lebih panas daripada hari itu berawan sejak pagi.

Demikian juga jika datang cahaya matahari di suatu tempat itu lebih tegak, maka

panas yang diterima daerah itu lebih banyak daripada kalau cahaya itu lebih

miring.

Keadaan permukaan bumi yaitu perbedaan warna batuan dan perbedaan

sifat darat dan laut. Batuan yang berwarna lebih cerah lebih cepat menerima dan

melepas panas daripada batuan yang berwarna gelap. Permukaan dapat lebih cepat

menerima dan melepas panas daripada permukaan laut.

b. Tekanan Udara

19
Udara mempunyai tekanan, yang besarnya tekanan udara di permukaan

laut adalah 1 atm. Besarnya tekanan udara diukur dengan barometer. Barometer

yang sering digunakan adalah barometer aneroid, yaitu berometer yang tidak

menggunakan bahan cair. Adapun barometer yang sekaligus dapat digunakan

untuk mengukur tinggi tempat disebut Actimeter.

c. Kelembaban Udara

Kelembaban udara dinamakan juga kebasahan udara yaitu kandungan

uap air dalam udara. Uap air di udara berasal dari hasil penguapan air di

permukaan bumi, air tanah, atau air yang ada pada tumbuh-tumbuhan. Kandungan

uap air di udara berubah-ubah dan kemampuan udara memegang uap air juga

berbeda-beda. Jadi massa udara mempunyai batas maksimum dalam menampung

sejumlah udara. Batas maksimum tersebut ditentukan oleh suhu udara. Pada saat

suhu mencapai batas maksimum pengembunan mulai terjadi. Mula-mula

terbentuk awan dan kabut, kemudia turun hujan.

Ada dua macam kelembaban udara yaitu kelembaban mutlak dan

kelembaban nisbi. Kelembaban mutlak yaitu bilangan yang menunjukkan besar

uap air dalam satuan yang ada di dalam 1m3 udara. Di pantai mempunyai

kelembaban mutlak yang tertinggi, karena berdekatan dengan sumber penguapan,

yaitu laut. Gurun terbentuk karena jauh dari permukaan air yang dapat

memberikan uap. Kelembaban nisbi yaitu angka dalam % yang menunjukkan

perbandingan antara banyaknya uap air yang benar-benar dikandung udara pada

suhu tertentu dengan jumlah uap air maksimum yang dapat dikandung udara pada

20
suhu yang sama. Kelembaban udara biasanya diukur dengan alat yang bernama

higrometer.

d. Angin

Angin adalah gerakan udara di atas permukaan bumi. Pada umumnya

angin bergerak horizontal namun ada juga yang bergerak vertikal atau miring

mengikuti lereng.

e. Proses terjadinya Angin

Penyebab terjadinya angin ialah perbedaan tekanan udara di dua wilayah

yang berdekatan. Perbedaan itu sebagai akibat dari perbedaan suhu udara dan

inipun sebagai akibat dari perbedaan pemanasan matahari. Angin bersifat

meratakan tekanan udara. Makin besar perbedaan tekanan udara, makin kencang

angin yang terjadi. Arah dan kecepatan angin perlu diketahui karena bermanfaat

terutama untuk penerbangan dan perkiraan cuaca, selain itu juga bermanfaat untuk

membaca awan sehingga terjadi hujan, menghasilkan tenaga, seperti angin dan

perahu layar.

f. Curah Hujan

Alat untuk mengukur curah hujan adalah penakar hujan. Penakar hujan

biasanya terdiri atas gelas ukur, dan alat pencatat hujan dilengkapi dengan alat

pencatat jumlah curah hujan dalam jangka waktu tertentu di suatu tempat.

Bagaimana prinsip pencatatan alat tersebut? Pada waktu hujan alat pengukur

curah hujan diletakkan di lapangan terbuka, setelah hujan selesai

21
kita akan melihat sejumlah air di dalamnya. Tinggi air di dalam gelas ukur

misalnya 20 mm ini artinya genangan air hujan di daerah tempat hujan itu 20 mm,

jika air hujan itu tidak meresap, tidak mengalir, dan tidak menguap. Inilah prinsip

pencatatan curah hujan.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Atmosfer merupakan lapisan udara yang menyelubungi sebuah planet,

termasuk bumi. Atmosfer terdiri atas tiga komponen utama, yakni gas, uap air dan

aerosol. Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan yang dinamai menurut fenomena

yang terjadi pada lapisan tersebut, antara lain troposfer, tropopause, stratosfer,

stratopause, mesosfer, mesopause dan thermosfer atau ionosfer. Peranan atmosfer

antara lain sebagai pengendali suhu di bumi, stabilisator unsur-unsur cuaca,

penahan radiasi ultraviolet dari matahari, penyedia O2, CO2 dan N2 bagi kehidupan

serta sebagai penunjang komunikasi radio.

B. Saran

Dalam penulisan makalah ini masih terdapat beberapa kekurangan dan

kesalahan, baik dari segi penulisan maupun dari segi penyusunan kalimatnya. Dari

segi isi juga masih perlu ditambahkan. Oleh karena itu, kami sangat

mengharapkan kepada para pembaca makalah ini agar dapat memberikan kritikan

dan masukan yang bersifat membangun.

22
DAFTAR PUSTAKA

Ahmad R. 2004. Kimia Lingkungan. Yogyakarta. Penerbit Andi Yogyakarta.

Bayong T. 2007. Metereologi Indonesia 1 Karakteristik dan Sirkulasi Atmosfer.


Jakarta. Badan Metereologi dan Geofisika.

Danang E. 2009. Geografi 1. Jakarta. Graha Adi Press.

Jasin M. 2009. Ilmu Alamiah Dasar. Bandung. PT. Raja Grafindo Persada.
Juli SS. 1996. Kesehatan Lingkungan. Jakarta. Gadja Mada University Press
Jakarta.

Lukman R. 2006. Geografi untuk SMA/MA Kelas X. Bekasi. PT Galaxy Puspa


Mega (Anggota IKAPI).

Tinggi Banggali SU. Kimia Lingkungan. Makassar. FMIPA UNM.Makassar.

Wikipedia. 2012. Atmosfer. Wikipedia.

23