Anda di halaman 1dari 4

Nama : Irene Adelia UPBJJ-UT SAMARINDA

NIM : 041782681
Mata Kuliah : Perbandingan Sistem Komunikasi
Tugas : 2

1. Sistem komunikasi libertarian cenderung dianggap sebagai sistem yang ideal apabila dilihat
dari sisi kebebasannya. Namun, kebebasan yang dimaknai sebagai pengurangan kontrol
terhadap media massa, cenderung mendorong media massa menyalahgunakan kebebasan
tersebut tanpa diikuti kesadaran bahwa media massa tidak bebas dari kesalahan dan kritik.
Oleh karena itu, paparkanlah pendapat Anda tentang pernyataan tersebut serta berikan
contoh nyata yang menunjukkan kebebasan media yang disalahgunakan! Pendapat tersebut
hendaknya didukung oleh sumber referensi baik berupa artikel, jurnal, buku, atau sumber
lainnya yang kredibel!

Jawaban: Sisi kebebasan dalam kehidupan media masa di negara-negara penganut paham
libertarian secara ideal memang terlihat baik. Institusi media bersifat mandiri dalam hal
kepemilikan modal, media massa dapat mengekspresikan kebebasannya menyuarakan
pendapat dan menjalankan perannya. Namun, muncul dua permasalahan besar yang
kontroversial tentang kebebasan media berdasar paham libertarian ini. Pertama, institusi
dan pekerja media akan bertahan dengan imunitas eksklusif dari kebebasan yang
dimilikinya. Mereka akan berjuang setengah mati agar kebebasan tetap menjadi hak
mereka, termasuk dalam memberitakan hal-hal yang tidak dikehendaki pihak lain. Bahaya
besar dalam kebebasan media dengan hak prerogatif media, terlanggarnya etika profesi,
tercabutnya beberapa karya media dari standar profesional jurnalisme dan perilaku media
yang kemudian dilabeli dengan anarkisme terstruktur (Smith, 2003; Griffin, 1991; Sloan dan
Mackay, 2007; serta Alterman, 2004).

Kedua, di lain sisi, kebebasan media yang demikian akan disebut dengan kebebasan yang
kebablasan atau berlebihan. Landasan bahwa kebebasan media massa dibatasi oleh
kebebasan pihak lain seakan terabaikan. Benturan kepentingan kebebasan antara media
massa dan pihak lain inilah yang menegaskan terjadinya anarkisme terstruktur. Dalam hal
ini, media dapat dengan leluasa menyerang atau bahkan memojokkan pihak lain dengan
berita-berita hasil kreasi kebebasan media massa. Keleluasaan ini diperoleh karena institusi
media massa memiliki peluang atau "ruang" dan "waktu" sebagai suatu karakter yang
dikuasai media walaupun ada juga yang memandang bahwa ruang dan waktu inilah yang
membatasi keleluasaan institusi media dalam bekerja.

Contoh: Perilaku Media Amerika Serikat punya peran penting dalam pemilu Presiden.
Media bersikap partisan karena sebagian bersikap simpati dan sebagian lagi bersikap
antipati kepada kandidat yang sedang bersaing yaitu Donald Trump dan Hillary Clinton.
Sikap dan perilaku media Amerika ini dari perspektif pers liberal adalah bagian dari upaya
memanfaatkan kebebasan berbicara dan kebebasan pres seperti dijamin dalam
amandemen pertama, Bill of Rights, Konstitusi Amerika dan dari perspektif sistem politik
perilaku media ini dipahami sebagai bentuk partisipasi politik dalam proses politik yang
sedang berlangsung. Masalahnya perilaku media baik simpati dan antipati punya pengaruh
kepada kandidat. Perilaku simpati akan berpengaruh baik karena akan mendukung
kandidat, sedangkan perilaku antipati akan merugikan karena akan menjatuhkan kandidat
yang sedang bersaing tersebut. Harian the New York Post berperilaku simpati kepada
kandidat Presiden Hillary Clinton, sebaliknya anti pati kepada Kandidat Donald Trump,
sedangkan the Huffington Post berperilaku simpati kepada Kandidat Presiden DOnald
Trump.
Sumber :
• SKOM4434/Perbandingan Sistem Komunikasi
• https://www.bbc.com/indonesia/dunia-45204320

2. Dinamika komunikasi, termasuk dalam hal perkembangan teknologi komunikasi dan


informasi, dapat melemahkan karakter yang ada dalam sistem komunikasi komunis. Hal-hal
yang bisa dilemahkan ini utamanya terdapat pada terbatasnya kemampuan kontrol
penguasa terhadap cara masyarakat melakukan aktivitas komunikasi dan menjalankan
transaksi informasi. Hal ini diduga juga dialami oleh Negara Tiongkok yang sampai saat ini
masih menggunakan sistem komunis dalam pemerintahannya. Jelaskanlah penyebab
Negara Tiongkok dapat terus menerapkan sistem komunis di tengah derasnya arus
demokrasi dan keterbukaan informasi di era media internet seperti sekarang ini! Penjelasan
berpedoman pada sumber referensi yang kredibel.

Jawaban: Tiongkok menjadi contoh nyata bahwa, disadari atau tidak, arah perkembangan
sebuah teknologi di suatu negara, khususnya teknologi komunikasi, sangat ditentukan oleh
aspek politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang berkembang di negara yang bersangkutan.
Perspektif pertama ialah dari kacamata politik. Pembatasan akan akses internet, menjadi
faktor penghambat bagi perkembangan teknologi internet di Tiongkok. Selain freedom of
speech, isu politis lainnya ialah mengenai pencemaran nama baik yang semakin marak
seiring dengan teknologi media yang semakin berkembang. Oleh karena itu, tak selamanya
pembatasan teknologi melalui regulasi merupakan suatu hal yang buruk. Regulasi sangat
diperlukan untuk menunjang aspek kultural dari teknologi itu sendiri. Misalnya saja, dari
segi politis, perkembangan teknologi menciptakan adanya pergeseran makna kekuasaan
politis. Mereka yang berkuasa ialah yang dapat menguasai media. Oleh karena itu, dalam
hal ini regulasi diperlukan untuk mengindari adanya monopoli media oleh pihak-pihak yang
memiliki kepentingan tertentu.
Ditinjau dari aspek ekonomi, satu akses internet yang diblokir oleh pemerintah Tiongkok
ialah situs-situs online shopping asing seperti amazon.com dan ebay.com. Hal tersebut
dilakukan pemerintah sebagai bentuk proteksi terhadap produk dalam negeri.
Selanjutnya dari aspek sosio-kultural, meskipun Tiongkok menetapkan regulasi ketat yang
membatasi akses internet secara bebas bagi warganya, sebuah riset membuktikan bahwa
pengguna internet di Tiongkok lebih sociable dan lebih menggemari situs-situs social
networking (Weibo) daripada user di Inggris. Realitas sosial inilah yang mungkin membuat
pemerintah Tiongkok memblokir internet karena adanya kekhawatiran akan perubahan pola
sosial yang pada kondisi ekstrim dapat menyebabkan revolusi dengan dimulai dari gerakan
sosial melalui internet.
Sumber:
• Grant, August. (2004). Communication Technology Update and Fundamental. Boston :
Focal Press.
• Straubhaar, Joseph & LaRose, Robert. (2006). Media Now : Communication Media in
the Information Age. Belmont, CA : Wadsworth.
• www.dailysocial.net/2010/03/23/user-internet-di-china-lebih-sosial-dari-uk/