Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama islam

sekaligus yang terbesar di dunia. Warga Indonesia sangat berantusias dalam

melaksanakan haji, dapat dilihat dari keberangkatan jamaah haji yang terjadi

setiap tahunnya. Banyaknya jamaah haji asal Indonesia membuat pemerintah Arab

Saudi menerapkan pembatasan kuota karena terbatasnya daya tampung dan

renovasi masjid. Pembatasan ini berdampak pada daftar tunggu haji lebih lama

dari biasanya yang membuat kebanyakan umat islam di Indonesia lebih memilih

untuk melaksanakan umroh. Melihat potensi pasar umroh yang begitu luas,

banyak bermunculan perusahaan biro travel umroh. Kemunculan ini dikarenakan

bisnis umroh memiliki target pasar yang jelas dan juga permintaan untuk

berangkat umroh pun selalu ada. Keuntungan yang didapat dari bisnis biro travel

umroh ini sangatlah menjanjikan sehingga bisnis ini kian menjamur di Indonesia.

Namun, hanya sebagian dari biro travel umroh yang bersungguh-sungguh

membantu para jamaah untuk bisa beribadah hingga meraih umroh yang mabrur.

PT Nida Utama Sejahtera telah berpengalaman dalam memberangkatkan

jamaah haji dan umroh. Dari data yang dihimpun oleh perusahaan selama periode

2017-2019 setidaknya telah memberangkatkan 4000 jamaah haji dan umroh.

Perusahaan pun telah memiliki sertifikat dari Komite Akreditasi Nasional (KAN),

1
sebagai bentuk komitmen kepada para calon jamaah yang ingin menggunakan jasa

travelnya. Untuk mendaftarkan umroh sendiri, PT Nida Utama Sejahtera memiliki

beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon jamaah, yaitu memiliki

paspor, kartu keluarga(KK), kartu tanda penduduk (KTP), buku nikah (jika telah

menikah) dan akte kelahiran. Adapun biaya dp yang harus dibayarkan oleh calon

jamaah sebesar Rp. 5.000.000 dan biaya tersebut calon jamaah akan mendapatkan

perlengkapan. Untuk laki-laki akan mendapatkan tas koper, tas selempang dan

jinjing, kain ihram, sabuk kain ihram, dan batik sepanjang 2 meter untuk laki-laki.

Sedangkan untuk perempuan akan mendapatkan tas koper, tas selempang dan

jinjing, mukena, batik sepanjang 3 meter. Selanjutnya calon jamaah diberikan

pembekalan berupa materi dan metode manasik yang dilaksanakan di hotel selama

3(tiga) hari sebagai persiapan nanti pada saat ibadah umroh. Untuk menyelesaikan

pendaftaran calon jamaah dibutuhkan kurang lebih selama 40 hari (1-2 bulan)

untuk melengkapi dokumen pemberangkatan jamaah.

Semenjak mewabahnya pandemi covid-19 di seluruh dunia, termasuk Arab

Saudi. Untuk mencegah adanya penyebaran wabah, pemerintah Arab Saudi

membuat larangan penerbangan. Kegiatan haji dan umroh sepenuhnya sudah tidak

bisa laksanakan setelah pemerintah Arab Saudi melakukan shutdown. Dengan

demikian kegiatan PT Nida Utama Sejahtera memberangkatkan jamaah haji dan

umroh terpaksa harus dibatalkan. Dalam merespon pandemi covid-19, pemerintah

Indonesia mulai melakukan pencegahan dan percepatan pengangan covid-19,

dengan melakukan penerapkan New Normal yang diatur dalam Keputusan

Menteri

2
Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang panduan pencegahan

dan pengendalian covid-19 di tempat kerja perkantoran dan industri, diharapkan

dapat mendukung dan membantu para pengusaha untuk bisa bertahan disituasi

pandemi yang melanda dunia termasuk Indonesia. Dengan adanya kebijakan baru

dari pemerintah, PT Nida Utama Sejahtera mulai melakukan perubahan dalam

memasarkan produk jasanya dengan membuat divisi telemarketing dan digital

marketing. Tujuan dari pembentukan divisi telemarketing untuk mengundang

calon jamaah mengikuti presentasi produk jasanya, dengan mengikuti protokol

kesehatan dan terbatas maksimal 5 orang calon jamaah. Sedangkan divisi digital

marketing bertujuan untuk mengenalkan produk jasa melalui social media seperti

Instagram dan Facebook yang diharapkan dapat menjangkau luas calon jamaah

tidak hanya terbatas pada usia tertentu saja, juga merespon kemajuan teknologi

dalam dunia usaha. Adanya kedua divisi ini diharapkan dapat membantu dan

mendorong keberlangsungan perusahaan di situasi pandemi.

Direktur PT Nida Utama Sejahtera yaitu Pak Ustad Ahmad Rizka

Harnelzon mendapatkan undangan dari pemerintah Arab Saudi untuk datang dan

melihat langsung bagaimana pelaksanaan haji dan umroh pada masa pandemi.

Dalam sosialisasi pelaksanaan haji dan umroh yang dilakukan pemerintah Arab

Saudi terdapat beberapa prosedur yang harus dilalui sebelum keberangkatan

maupun pada saat memasuki Mekkah dan Madinah. Untuk keberangkatan sendiri

calon jamaah harus melakukan swab test dan dikarantina selama 1 hari di

Indonesia dan jika dinyatakan negatif maka boleh untuk melakukan perjalanan ke

Arab Saudi. Pada

3
saat berada di Arab Saudi calon jamaah harus mengikuti prosedur sebagai berikut:

Pertama, calon jamaah harus melakukan swab test dengan biaya Rp. 300.000

untuk satu orang setidaknya 3-4 kali pada saat berada di bandara, Mekkah dan

Madinah. Kedua, calon jamaah nantinya menggunakan aplikasi pada saat ingin

berkunjung dan keluar dari suatu tempat. Ketiga, tidak ada City Tour seperti yang

biasa dilakukan pada saat mengunjungi Arab Saudi. Setelah berkunjung ke Arab

Saudi, Pak Ustad Ahmad Rizka melakukan rapat dengan jajarannya termasuk

kedua divisi yang baru di bentuk. Hasil dari rapat disepakati bahwa PT Nida

Utama Sejahtera hanya akan memberangkatkan jamaah pada tahun 2025.

Keadaan yang belum stabil akibat pandemi dan banyaknya prosedur yang

harus pelaksanaan haji dan umroh menjadi beban tersendiri untuk biro perjalanan

haji dan umroh, apalagi banyak jamaah yang merindukan tanah suci. Walaupun

telah dilakukan sosialisasi kepada jamaah, tapi masih banyak yang memilih untuk

tetap berangkat, bahkan ada jamaah yang meminta pengembalian uang yang telah

disetorkan karena ingin segera berangkat umroh. Menanggapi komplain tersebut,

PT Nida Utama Sejahtera memberikan informasi dari pengalaman salah satu

pemiliki travel yang mendapatkan komplain dari jamaahnya pada saat

pelaksanaan umroh selama 10 hari di masa pandemi. Dalam komplain tersebut,

jamaah mengeluhkan kegiatan umroh tidak sepadan dengan biaya yang harus

dikeluarkan yaitu sekitar Rp. 30.000.000, sementara waktunya lebih banyak

dihabiskan untuk karantina. Dikarenakan belum normalnya kegiatan haji dan

umroh, perusahaan memutuskan untuk menjalankan usaha lain yaitu bisnis travel

4
wisata ke Turkey. Untuk harga travel wisata ke Turkey selama 9 hari sekitar Rp

7.500.000 /orang,

5
belum termasuk pembuatan paspor, suntik mininghitis, test swab dan wisata lain

seperti menaiki baloon udara. PT Nida Utama Sejahtera sendiri telah

memberangkatkan salah satu jamaahnya ke Turkey. Disana jamaah mendapatkan

city tour ke tempat bersejarah salah satunya mesjid Hagia Sopia. Pengalaman

jamaah itu di dokumentasikan dan dibagikan melalui akun instagram PT Nida

Utama Sejahtera.

Mengacu pada latar belakang tersebut di atas, peneliti mengangkat judul

penelitian ini, yaitu : “Pelaksanaan Pelayanan Jasa Travel Pada Masa Pandemi

Covid Pada PT Nida Utama Sejahtera di Kota Bekasi”.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan di atas, permasalahan yang

muncul berupa pertanyaan-pertanyaan, dicari jawabannya melalui kegiatan

penelitian. Dari kejadian yang telah dipaparkan pada latar belakang penelitian

dapat dirumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut :

1. Bagaimana pelaksanaan pelayanan jasa travel customer PT Nida Utama

Sejahtera kota Bekasi pada masa pandemi covid-19?

2. Apa saja kendala yang dihadapi PT Nida Utama Sejahtera kota Bekasi

dalam melaksanakan kegiatan pelayanan jasa travel pada masa pandemi

covid-19?

3. Apa saja solusi yang dilakukan PT Nida Utama Sejahtera Kota Bekasi

terhadap kendala pelaksanaan pelayanan jasa travel pada masa covid-

19?

6
7
1.3. Tujuan dan Manfaat

1.3.1 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pelayanan jasa travel pada

customer PT Nida Utama Sejahtera kota Bekasi pada masa pandemi

covid-19?

2. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan

pelayanan jasa travel di PT Nida Utama Sejahtera kota Bekasi pada

masa pendemi covid-19?

3. Untuk mengetahui apa solusi yang dilakukan PT Nida Utama

Sejahtera Kota Bekasi terhadap kendala pelaksanaan pelayanan jasa

travel pada masa covid-19?

1.3.2 Manfaat Penelitian

1. Manfaat Peneliti

Diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pelaksanaan

pelayanan jasa travel pada masa pandemi yang nantinya dapat

memperkuat teori-teori guna penelitian selanjutnya, khususnya di

bidang adaministrasi bisnis.

2. Manfaat Perusahaan

Melalui hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi

perusahaan dalam menghadapi situasi pandemi covid-19.

8
3. Manfaat Pembaca

Bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan untuk para

pembaca mengenai pelaksanaan pelayanan jasa travel PT Nida Utama

Sejahtera pada masa pandemi covid-19.

1.4. Metode Penelitian

1.4.1 Metode Pengumpulan Data

Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.

Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data sebagai berikut (Hilmi

Abdillah, 2015):

1. Studi Kepustakaan.

Peneliti mengumpulkan data dan informasi melalui jurnal yang

peneliti pelajari untuk menyesuaikan dengan masalah objek penelitian

yaitu pelaksanaan pelayanan jasa travel

2. Study lapangan :

a. Observasi.

Observasi dilakukan sebagai proses pengumpulan data berupa

informasi dan data-data yang akurat yang terjadi dilapangan

b. Wawancara.

Wawancara yang peneliti lakukan dengan mewawancarai narasumber

yaitu Bapak Ustad Ahmad Rizka Harnelzon selaku direktur untuk

mendalami informasi yang diterima

9
3. Studi Dokumentasi.

Studi dokumentasi yang peneliti lakukan guna mengambil data

perusahaan yang ada kaitannya dengan pelaksanaan pelayanan jasa

travel di PT Nida Utama Sejahtera kota Bekasi

1.4.2 Metode Analisis Data

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif

kualitatif. Metode deskriptif kualitatif adalah sebuah cara untuk mendapatkan

hasil analisis berupa kata-kata yang mengambarkan kejadian langsung mengenai

situasi yang terjadi pada perusahaan (Herdiana, 2020).

1.5. Ruang Lingkup

Dalam penelitian ini peneliti membatasi ruang lingkup yang akan diteliti

yaitu pelaksanaan pelayanan jasa travel di masa pandemi covid pada PT Nida

Utama Sejahtera. Adapun penelitian ini dimulai dari tanggal 01 September 2020

sampai dengan 31 November 2020.

1.6. Sistematika Penulisan

Sistematika digunakan sebagai arahan untuk menjelaskan

penelitian dan untuk memudahkan dalam penelitian per bab yang

dijelaskan sebagai berikut:

10
BAB I : PENDAHULUAN

Bab ini berisikan Latar Belakang, Perumusan masalah,

Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Metode Penelitian,

Ruang Lingkup, dan Sistematika Penulisan.

BAB II : LANDASAN TEORI

Bab ini berisikan tentang pengertian pelaksanaan,

pengertian pelayanan, pengertian jasa, pengertian biro

perjalanan yang mengacu pada pembahasan.

BAB III : PEMBAHASAN

Bab ini berisikan pembahasan tentang profil perusahaan,

bidang kegiatan perusahaan, hasil penelitian.

BAB IV : PENUTUP

Berisikan kesimpulan dan saran dari penelitian.

11