Anda di halaman 1dari 3

TUGAS TUTORIAL KE-3

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

Nama Mata Kuliah : Organisasi


Kode Mata Kuliah : EKMA4157
Jumlah sks : 3 SKS

PERTANYAAN:
1. Coba Anda analisis dengan contoh tenaga kerja di dalam organisasi tentang hubungan
sentralisasi dengan formalitas.
JAWABAN:
Organisasi dengan formalisasi yang tinggi ternyata biasanya bersifat desentralistik.
Penelitian-penelitian berikutnya, yang sesungguhnya berusaha untuk menemukan kesimpulan
yang lebih tegas mengenai hubungan antara sentralisasi dengan formalisasi ternyata hasilnya
justru tidak memberikan yang jelas. Penelitian paling akhir kembali lagi menunjukkan hubungan
bahwa formalisasi yang
en. Teknologi produksi sangat tergantung pada kemampuan operator, tidak
menggunakan peralatan araupun mesin-mesin otomatis maupun mekanis. Kepastian mengenai
hasil sangat rendah karena umumnya produk dikerjakan menurut keterampilan pekerja tanpa
menggunakan mesin-mesin yang mampu menghasilkan produk yang seragam. Contohnya
bengkel las di sekitar kita, Pengrajin seni seperti pembuat patung, dan tukang bangunan seperti
arsitek hingga kuli bangunan yang mengerjakan berbagai jenis produk sesuai keinginan pemesan.
Jenis teknologi ini dinamakan Teknologi Craft.
Ciri pekerjaan yang termasuk teknologi craft adalah adanya aliran kegiatan yang relatif
stabil, tetapi dengan proses yang tidak terlalu dimengerti. Oleh karena itu, pekerjaan jenis ini
menuntut pengalaman yang tinggi serta latihan yang cukup luas, agar para karyawan dapat
menghadapi permasalahan (yang umumnya tidak cukup jelas) dengan bijaksana berdasarkan
intuisi maupun pengalamannya.

PERTANYAAN:
2. Coba Anda analisis struktur organisasi menurut fungsional menggunakan gambar!
Selanjutnya cari 2 contoh perusahaan yang menerapkan struktur organisasi menurut
fungsional.

JAWABAN:

Pada organisasi yang menggunakan struktur fungsional, kegiatan pada seluruh tingkatan
dikelompokkan sedemikian rupa sehingga kegiatan yang fungsinya sama terkumpul pada suatu
bagian dan berikut adalah salah satu contohnya. Di suatu kantor, kegiatan pengetikan untuk
bagian-bagian Produksi, Pemasaran, Administrasi, dan seluruh bagian lainnya, disatukan
menjadi Bagian Pengetikan yang secara khusus berfungsi untuk melaksanakan kegiatan
pengetikan saja dan bertugas melayani kegiatan pengetikan untuk seluruh bagian dalam
organisasi. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa struktur fungsional mengelompokkan
orang maupun kegiatan menurut sumber (resources), yang berarti bahwa setiap fungsi
merupakan bagian yang menyediakan sumber (seperti pengetikan, pengelasan, pengepakan, dan
sebagainya) untuk seluruh bagian organisasi.

Struktur fungsional sesuai untuk organisasi yang mempunyai masalah utama ataupun
sasaran yang menuntut adanya keahlian fungsional, efisiensi, dan mutu pekerjaan yang baik.
Struktur fungsional sesuai untuk digunakan pada lingkungan yang stabil karena lingkungan
seperti itu tidak menuntut koordinasi antarbagian yang terlalu tinggi. Struktur fungsional juga
mampu menurunkan besarnya ongkos-ongkos yang harus dikeluarkan. Pengelompokan seluruh
kegiatan yang serupa pada suatu bagian menyebabkan kebutuhan peralatan menjadi berkurang
karena satu alat yang dimiliki dapat digunakan secara efisien untuk melayani kebutuhan seluruh
bagian akan alat tersebut. Tanpa pengelompokan tersebut, setiap bagian harus mempunyai
peralatan sendiri, yang mungkin tidak digunakan sepenuhnya karena kebutuhannya tidak terus-
menerus terjadi.

Contoh perusahaan yang menerapkan struktur organisasi menurut fungsional.adalah


sebagai berikut:

1. PT TIFICO Tbk.
2. PT Teijin Indonesia Fiber Corporation Tbk
3. PT. Unilever
4. PT. Pos Indonesia

Anda mungkin juga menyukai