Anda di halaman 1dari 20

PROPOSAL

PERENCANAAN PELAKSANAAN PROYEK


PEMBANGUNAN IGD UPT RUMAH SAKIT NYITDAH
TABANAN

OLEH :

Esy Armada Putri

1761121117

C3

FAKULTAS TEKNIK DAN PERENCANAAN


JURUSAN TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS WARMADEWA
TAHUN 2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur Penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat rahmat-Nya, Penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul
“Perencanaan Pelaksanaan Pembangunan Gedung IGD UPT Rumah Sakit
Nyitdah Tabanan”.

Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa tugas yang telah Penulis


selesaikan ini masih terdapat banyak kekurangan. Mengingat tidak ada sesuatu
yang bisa sempurna tanpa adanya saran yang membangun, Penulis berharap
adanya kritik dan saran demi perbaikan tugas yang Penulis buat di masa yang
akan datang.
Pada kesempatan ini penulis juga tidak lupa mengucapkan terima kasih
kepada:
1. Prof. dr. Dewa Putu Widjana,DAP&E.,Sp.ParK. selaku Rektor Universitas
Warmadewa.
2. Prof. Dr. Ir. I Wayan Runa, MT. selaku Dekan Fakultas Teknik dan
Perencanaan Universitas Warmadewa
3. Bapak Ir. Cok Agung Yujana., MT. selaku Ketua Jurusan Teknik Sipil
Universitas Warmadewa.
4. Ni Komang Armaeni, S.T., M.T sebagai dosen pembimbing yang telah
meluangkan waktu, mengarahkan, dan memberi bimbingan, dalam
penyusunan Tugas Akhir ini.
5. PT. Sastra Mas Estetika selaku Kontraktor
6. Semua pihak yang telah mendukung dalam penyelesaian tugas ini.
Demikian yang dapat Penulis sampaikan, semoga tugas yang sederhana ini
mampu dipahami dengan baik oleh pembaca. Sebelumnya Penulis mohon maaf
apabila terdapat kesalahan yang kurang berkenan.

Denpasar, 1 November 2020

Esy Armada Putri


17.61.121.117
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................1

DAFTAR ISI............................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................5

1.1 Latar Belakang..........................................................................................5

1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................6

1.3 Tujuan........................................................................................................7

1.4 Manfaat......................................................................................................7

1.5 Data Perencanaan......................................................................................7

1.6 Batasan Perencanaan.................................................................................8

BAB II LANDASAN TEORI..................................................................................9

2.1 Manajemen Proyek Konstruksi.................................................................9

2.2 Perencanaan Pelaksanaan Proyek Konstruksi...........................................9

2.3 Metode Pelaksanaan Pekerjaan.................................................................9

2.3.1 Dokumen Metode Pelaksaanan Pekerjaan.........................................9

2.3.2 Metode Pelaksanaan Pekerjaan Yang Baik........................................9

2.3.3 Faktor Yang Mempengaruhi Metode Pelaksanaan Pekerjaan...........9

2.3.4 Peran Metode Pelaksanaan Pekerjaan................................................9

2.3.5 Penentuan Metode Pelaksaanaan Pekerjaan......................................9

2.4 Jabaran Pekerjaan atau Work Breakdown Struckture (WBS)...................9

2.5 Penyususnan Tabel Analisa Organisasi Proyek (AOT)..........................10

2.6 Hubungan WBS, AOT, dan Durasi Kegiatan.........................................10

2.7 Menentukan Kebutuhan Komposisi Sumber Daya Manusia Sesuai


Keahlian dan Kebutuhan Kepastian Sumber Daya Manusia Persatuan Volume
Pekerjaan............................................................................................................10
2.8 Perhitungan Volume................................................................................10

2.9 Perhitungan Durasi / Waktu....................................................................10

2.10 Penjadwalan Proyek (Time Schedule).....................................................10

2.10.1 Tujuan Penjadwalan (Time Schedule)..............................................11

2.10.2 Fungsi Penjadwalan (Time Schedule)..............................................11

2.10.3 Kegiatan Tumpang Tindih...............................................................11

2.10.4 Kegiatan, Peristiwa Dan Atribut......................................................11

2.10.5 Logika Ketergantungan....................................................................11

2.10.6 Menyusun Jaringan CPM.................................................................11

2.10.7 Identifikasi Jalur Kritis....................................................................11

2.10.8 Jalur Dan Kegiatan Kritis.................................................................11

2.10.9 Waktu Ambang / Floating Time......................................................11

2.10.10 Distribusi Float...............................................................................11

2.11 Perencanaan Sumber Daya......................................................................11

2.11.1 Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Manusia.............................11

2.11.2 Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Bahan.................................11

2.11.3 Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Alat....................................11

2.12 Penjadwalan Sumber Daya Tenaga Kerja...............................................11

2.13 Rencana Biaya Pelaksanaan (RBP) Proyek Konstruksi..........................11

2.13.1 Biaya Langsung...............................................................................11

2.13.2 Biaya Tidak Langsung.....................................................................11

2.14 Rencana Anggran Biaya (RAB) Proyek Konstruksi...............................11

2.15 Perencanaan Prestasi...............................................................................11

2.16 Gravik Kurva “S"....................................................................................11

2.17 Metode Penjadwalan Proyek (research sumber dan materi)...................11

2.18 Biaya Proyek Konstruksi.........................................................................12


2.19 Critical Path Method (CPM)...................................................................12

2.8.1 Durasi dan Biaya Proyek.................................................................12

2.8.2 Lintasan kritis dan Float...................................................................12

2.8.3 Perhitungan Maju.............................................................................12

2.8.4 Perhitungan Mundur (Backward Pass)............................................12

2.8.5 Total Float (TF)................................................................................12


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Proyek adalah suatu kegiatan yang berlangsung dalam jangka waktu yang
terbatas dan mengalokasikan sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk
menghasilkan produk atau deliverable yang kriteria mutunya telah digariskan
dengan jelas [ CITATION Ima99 \l 1033 ]. Proyek pada umumnya memiliki batas
waktu (deadline), artinya proyek harus diselesaikan sebelum atau tepat pada
waktu yang telah ditentukan. Berkaitan dengan masalah proyek ini maka
keberhasilan pelaksanaan sebuah proyek tepat pada waktunya merupakan tujuan
yang penting baik bagi pemilik proyek maupun kontraktor. Untuk mencapai
pembangunan yang berbobot dan ideal maka diperlukan manajemen yang tersusun
dengan baik agar proyek dapat selesai tepat waktu dan sesuai dengan jadwal.

Manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisir, memimpin, dan


mengendalikan kegiatan anggota serta sumber daya yang tersedia untuk mencapai
sasaran organisasi (perusahaan) yang telah ditentukan. Sedangkan Manajemen
Proyek adalah merencanakan, mengorganisir, memimpin, dan mengendalikan
sumber daya perusahaan untuk mencapai tujuan jangka pendek yang telah
ditentukan, serta menggunakan pendekatan sistem dan hirarki (arus kegiatan)
vertikal dan horisontal [ CITATION HKe82 \l 1033 ]. Manajemen proyek dibagi
menjadi beberapa bagian ilmu yaitu Project Scope Management, Project Time
Management, Project Cost Management, Project Quality Management, Project
Human Resources Management, Project Communications Management, Project
Risk Management, Project Procurement Management, dan Project Integration
Management (Project Management Institute, 1996). Dipandang dari karakteristik
durasi aktivitasnya, masing-masing metoda mempunyai asumsi yang berbeda.
Gantt Chart, CPM, dan PDM mengasumsikan durasi aktivitas bersifat pasti
sementara PERT dan GERT tidak pasti [ CITATION GDO00 \l 1033 ]. Metode CPM
(Critical Path Method) merupakan alat bantu dalam manajemen yang berkaitan
dengan perencanaan dan pengendalian suatu proyek. Pada perencanaan proyek
konstruksi, waktu dan biaya yang dioptimasikan sangat penting untuk diketahui.
Hal yang harus dilakukan dalam optimasi waktu dan biaya adalah membuat
jaringan kerja proyek (network), mencari kegiatankegiatan yang kritis dan
menghitung durasi proyek. Didalam penulisan ini akan dianalisa mengenai
pengendalian biaya dan waktu yang merupakan Project Cost Management dan
Project Time Management.

Seperti diketahui Proyek Pembangunan Gedung IGD UPT Rumah Sakit


Nyitdah Tabanan merupakan salah satu proyek konstruksi bangunan teknik sipil
yang baru saja dibangun dan diketahuin perencanaan pembangunan dan
manajemen biaya dan waktu pada proyek baru sampai pada lantai 1, dan akan
dilaksanakan perencanaan lanjutan manajemen biaya konstruksi untuk lantai 2 dan
3. Maka dari itu sebagai mahasiswa yang nantinya akan bergerak dibidang jasa
konstruksi agar lebih memahami tentang fungsi manajemen dan unsur-unsur
manajemen yang harus dilaksanakan, salah satunya adalah unsur perencanaan
(planning).

Atas dasar hal diatas tersebut, pada penggunaan Judul saat penyusunan tugas
akhir ini penulis akan menyusun perencanaan pelaksanaan pekerjaan, agar
tercapainya waktu, biaya dan target sebagaimana diterapkan akan dapat tercapai
dengan judul Perencanaan Pelaksanaan Pembangunan Gedung IGD UPT Rumah
Sakit Nyitdah Tabanan.

Adapun tujuan dari perencanaan pelaksanaan pada proyek ini adalah


Perencanaan Pelaksanaan yang menghasilkan RAB dan Jadwal Prestasi Proyek
Pembangunan Gedung Lantai 2 dan 3 dengan metode yang efektif dan efisien
seperti Metode CPM ( Critica Pathl Method ) sesuai dengan pemaparan pada
matakuliah yang akan diterapkan dilapangan/proyek.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana hasil durasi waktu dan penjadwalan proyek tersebut ?
2. Bagaimana hasil dari penerapan Metode CPM ( Critica Pathl Method )
pada penjadwalan waktu Proyek Pembangunan Gedung IGD UPT
Rumah Sakit Nyitdah Tabanan ?
3. Berapa total Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada Proyek
Pembangunan Gedung IGD UPT Rumah Sakit Nyitdah Tabanan ?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari Perencanaan Pelaksanaan Pembangunan Gedung IGD
UPT Rumah Sakit Nyitdah Tabanan antara lain :
1. Merencanakan Waktu Pelaksanaan Konstruksi.
2. Merencanakan Anggaran Biaya (RAB)
3. Merencanakan Jadwal Prestasi

1.4 Manfaat
Manfaat dari perencanaan pelaksanaan proyek ini adalah sebagai pedoman
dalam Pelaksanaan Pembangunan Gedung IGD UPT Rumah Sakit Nyitdah
Tabanan antara lain :

1. Manfaat Akademis
Dapat menerapkan ilmu estimasi proyek konstruksi yang sudah didapat
penulis pada perkuliahan dalam hal perencanaan dan pelaksanaan
khususnya pada proyek konstruksi.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Penulis
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang perencanaan
dan pelaksanaan manjemen biaya dan waktu terhadap bidang
konstruksi.
b. Bagi Perusahaan
Perencannan ini bermanfaat untuk memberikan informasi bagi pihak
kontraktor mengenai perencanaan durasi proyek konstruksi agar
dapat mengontrol, serta mengatur waktu penyelesaian proyek dengan
lebih efisien dan efektif sehingga dapat meminimalisir keterlambatan
pada proyek.

1.5 Data Perencanaan


Adapun data yang digunakan dalam Perencanaan Pelaksanaan Pembangunan
Gedung IGD UPT Rumah Sakit Nyitdah Tabanan :

1. Data Primer
a. Gambar Struktur
b. Gambar Arsitektur
c. Gambar Mekanika Electical dan Plumbing
2. Data Skunder
a. Buku – buku dan Internet (Jurnal)
1.6 Batasan Perencanaan
Dalam perencanaan pelaksanaan ini penulis batasi tinjauan pada
Perencanaan Pelaksanaan Pembangunan Gedung UGD IPT Rumah Sakit Nyitdah
Tabanan adalah sebagai berikut :

1. Tinjaun hanya berbatas pada perencanaan penjadwalan serta rencana


anggaran biaya (RAB) pada proyek.
2. Perencanaan Penjadwalan dengan metoda CPM.
3. Harga dasar, upah, bahan setiap pekerjaan menggunakan harga satuan
pokok kegiatan 2016 sebagai pembanding dasar upah pekerjaan, tukang,
dan peralatan.
4. Analisa produktivitas setiap item pekerjaan menggunakan refrensi dari
Ir. Soedrajat S. Analisa (cara modern) Anggaran Biaya Pelaksanaan.
Buku refrensi untuk kontraktor bagunan Gedung dan Sipil. HSPK
(Harga Satuan Pokok Pekerjaan) 2016 Surabaya.
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Manajemen Proyek Konstruksi


Manajemen proyek menurut [ CITATION THa03 \l 1033 ] ialah suatu
perencanaan, pengarahan, pengorganisasian, dan pengawasan terhadap usaha
anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar tercapai
tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Ruang lingkup manajemen proyek ini
cukup luas dikarenakan mencakup tahap kegiatan awal pelaksanan sampai akir
pelaksanaan.

Menurut [ CITATION Ima99 \l 1033 ] , terdapat lima fungsi manajemen proyek


yaitu:

a. Merencanakan adalah memilih dan menentukan langkah-langkah


kegiatan yang akan dikerjakan dalam mencapai sasaran.
b. Mengorganisir adalah mengatur dan mengalokasikan segala sesuatu
kegiatan serta sumber daya kepada para peserta kelompok agar mencapai
sasaran secara efisien.
c. Memimpin adalah mengarahkan semua sumber daya manusia agar
bekerja untuk mencapai tujuan yang ditentukan.
d. Mengendalikan adalah mengatur, mengkaji, dan mengoreksi agar hasil
kegiatan sesuai dengan apa yang telah ditentukan

2.2 Perencanaan Pelaksanaan Proyek Konstruksi


Perencanaan pelaksanaan (construction planning), telah disiapkan pada saat
kegiatan proses pemasaran, yaitu proses cost estimating atau pembuatan harga
penawaran proyek berdasarkan dokumen pengadaan. Karena secara teori, harga
penawaran yang diajukan adalah perkiraan real cost (direct cost) ditambah dengan
mark up, untuk biaya tetap perusahaan, biaya pemasaran, resiko dan cadangan
laba proyek.

Proses pembuatan cost estimate, sering diulang bila mendapat angka yang
kurang diinginkan. Oleh karena itu prosesnya merupakan suatu siklus, seperti
terlihat pada Gambar 2. 1 Siklus Perhitungan Biaya Proyek [ CITATION Asi05 \l
1033 ]:

Gambar 2. 1 Siklus Perhitungan Biaya Proyek


Sumber : [ CITATION Asi05 \l 1033 ]
Di dalam praktek, karena terbatasnya waktu, perkiraan real cost (direct
cost) masih belum akurat, sehingga untuk pedoman pelaksanaan perlu disusun
kembali “Perencanaan pelaksanaan (construction planning)” yang lebih detail,
lebih akurat dan lebih realistic. Dalam hal ini berarti perencanaan pelaksanaan
(construction planning) dibuat setelah mendapatkan surat perintah kerja, maka
perencanaan pelaksanaan (construction planning) dibuat berdasarkan dokumen
kontrak yang ada.

2.3 Metode Pelaksanaan Pekerjaan


Metode pelaksanaan konstruksi pada hakekatnya adalah penjabaran tata cara
dan teknik – teknik pelaksanaan pekerjaan, merupakan inti dari seluruh kegiatan
dalam system manajemen konstruksi.

Metode pelaksanaan konstruksi merupakan kunci untuk dapat mewujudkan


seluruh perencanaan menjadi bentuk bangunan fisik. Pada dasarnya metode
pelaksanaan konstruksi merupakan penerapan konsep rekayasa berpijak pada
keterkaitan antara persyaratan dalam dokumen pelelangan (dokumen pengadaan),
keadaan teknis dan ekonomis yang ada dilapangan, dan seluruh sumber daya
termasuk pengalaman kontraktor, [ CITATION IDi96 \l 1033 ].

Kombinasi dan keterkaitan ketiga elemen secara interaktif membentuk kerangka


gagasan dan konsep metode optimal yang diterapkan dalam pelaksanaan
konstruksi. Konsep metode pelaksanaan mencangkup pemeliharaan dan penetapan
yang berkaitan dengan keseluruhan segi pekerjaan termasuk kebutuhan sarana dan
prasarana yang bersifat sementara sekalipun. Adapun bagan hubungan antara
dokumen pelelangan, keadaan teknis serta sumber daya kontraktor, dapat dilihat
pada Gambar 2. 2 Interaksi Antar Elemen Dalam Metode Pelaksanaan.

Gambar 2. 2 Interaksi Antar Elemen Dalam Metode Pelaksanaan


Sumber : [ CITATION IDi96 \l 1033 ]
Teknologi konstruksi (constrction technology) mempelajari metode atau
teknik yang digunakan untuk mewujudkan bangunan fisik dalam lokasi proyek.
Technology berasal dari kata techno dan logic. Logic dapat diartikan
sebagai urutan dari setiap langkah kegiatan (prosedur), sedangkan techno adalah
cara yang harus digunakan secara logic, (Wulfram I. E., 2002 : 1).

Metode pelaksanaan pekerjaan atau Construction Method (CM), merupakan


urutan pelaksanaan pekerjaan yang logis dan teknik sehubungan dengan
tersedianya sumber daya yang dibutuhkan oleh kondisi medan kerja, guna
memperoleh cara pelaksanaan yang efektif dan efisien.
Metode pelaksanaan pekerjaan tersebut, sebenarnya dibuat oleh kontraktor
yang bersangkutan pada waktu membuat maupun mengajukan penawaran
pekerjaan. Dengan demikian Construction Method (CM) tersebut minmal telah
teruji pada saat dilakukan klarifikasi atas dokumen tendernya atau Construction
Method (CM) – nya. Namun demikian, tidak tertutup kemungkinan, bahwa
sebelumnya pelaksanaan atau selama pelaksanaan pekerjaan Construction Method
(CM), tersebut perlu atau harus diubah (Syah. M.S. 2004 : 113).

2.3.1 Dokumen Metode Pelaksaanan Pekerjaan


Dokumen metode pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi (Syah,
M. S, 2004), pada umumnya terdiri dari :

1. Project plant, dimana dokumen ini memuat antara lain:


a. Denah fasilitas proyek (jalan kerja, bangunan fasilitas, dan
lain-lain)
b. Lokasi pekerjaan, Jarak angkut.
c. Komposisi alat.
2. Sket atau gambar bantu, merupakan penjelasan pelaksanaan
pekerjaan.
3. Uraian pelakanaan pekerjaan.
4. Perhitungan kebutuhan tenaga kerja dan jadwal kebutuhan
tenaga kerja.
5. Perhitungan kebutuhan material/ bahan dan jadwal kebutuhan
material/bahan.
6. Perhitungan kebutuhan peralatan konstruksi dan jadwal
kebutuhan peralatan
7. Dokumen lainya sebagai penjelasan dan pendukung
perhitungan dan kelengkapan yang lain.

2.3.2 Metode Pelaksanaan Pekerjaan Yang Baik


Metode pelaksanaan proyek konstruksi yang baik apabila
memenuhi persyaratan (Syah, M. S, 2004), yaitu:

1. Memenuhi persyaratan teknis.


2. Memenuhi persyaratan ekonomis, yaitu biaya murah, wajar dan
efisien.
3. Memenuhi pertimbangan nonteknis.
4. Merupakan alternatif/pilihan terbaik.

Aspek penilaian sebuah metode pelaksanaan adalah:

1. Lengkapnya metode pelaksanaan komponen pekerjaan yang


direncanakan atau mencerminkan bahwa proyek akan dapat
diselesaikan secara lengkap.
2. Kesesuaian waktu metode pelaksanaan komponen pekerjaan
atau keseluruhan pekerjaan yang direncanakan dengan jadwal
waktu pelaksanaan Jadwal pelaksanaan harus sesuai dengan
metode pelaksanaan.
3. Tepatnya metode yang direncanakan dengan kondisi medan
lokasi dan tenaga kerja dan/atau peralatan yang dapat diadakan.
4. Praktis dalam arti efisien serta efektif dari sudut biaya yang
dibutuhkan serta penggunaan waktu yang tersedia.
5. Aman terhadap tenaga kerja, fasilitas bangunan yang
dikerjakan dan lingkungan proyek.
6. Metode pelaksanaan harus logis dan dapat dilaksanakan.
7. Bagi kontraktor metode pelaksanaan dibuat guna memperoleh
cara pelaksanaan yang efektif dan efisien.
8. Bentuk metode pelaksanaan berupa gambar-gambar kerja serta
urut - urutan pelaksanaan pekerjaan (procedure, work
instruction) sehingga dapat digunakan sebagai acuan
pelaksanaan

2.3.3 Faktor Yang Mempengaruhi Metode Pelaksanaan Pekerjaan


Dimana metode pelaksanaan proyek konstruksi, dalam
mengembangkan alternatifnya, dipengaruhi oleh hal – hal (Asiyanto, 2002 :
77), sebagai berikut:

a. Desain bangunan.
b. Medan/lokasi pekerjaan.
c. Ketersediaan dari tenagakerja, bahan, dan peralatan.

Oleh karena faktor – faktor yang mempengaruhi tersebut diatas,


maka kadang – kadang metode pelaksanaan hanya memiliki alternatif yang
terbatas. Bila kendalanya ada pada desain bangunan, maka dapat
dimintakan usulan kepada pemilik bangunan (owner), sejauh
menguntungkan semua pihak.

2.3.4 Peran Metode Pelaksanaan Pekerjaan


Peranan metode pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi akan
mempengaruhi perencanaan konstruksi (Tisnowardono, 2002) antara lain:

1. Jadwal pelaksanaan
2. Kebutuhan dan jadwal tenaga kerja, meterial/bahan, alat.
3. Penjadwalan anggaran (Arus kas/cash-flow).
4. Jadwal prestasi dengan metode kurva-S (S-Curve).
5. Cara-cara pelaksanaan pekerjaan.

Dalam penyusunan metode pelaksanaan pekerjaan proyek


konstruksi, perlu pembahasan/diskusi, dengan melibatkan berbagai pihak
yang ahli dibidangnya:

1. Menguasai peralatan konstruksi.


2. Mengetahui sumber-sumber material/ bahan.
3. Mengerti masalah angkutan dan menguasai masalah perbankan.
4. Mengerti masalah jenis-jenis pekerjaan.

2.3.5 Penentuan Metode Pelaksaanaan Pekerjaan


Tahap pertama sebelum memulai suatu pelaksanaan proyek
konstruksi, harus ditentukan terlebih dahulu suatu metode untuk
melaksanakannya. Dalam skala organisasi suatu proses perencanaan
pelaksanaan proyek konstruksi, sangat penting untuk menentukan metode
konstruksi terlebih dahulu, karena jenis setiap metode konstruksi akan
memberikan karakteristik pekerjaan berbeda. Penentuan jenis metode
konstruksi yang dipilih akan sangat membantu menentukan jadwal proyek.
(Sidharta. K. dkk., 1998 : 49).
Metode konstruksi yang berbeda akan memberikan ruang lingkup
pekerjaan yang berbeda pula, yang mempunyai pertimbangan finansial
dalam bentuk biaya. Ada faktor – faktor yang mempengaruhi jenis ruang
lingkup pekerjaan yang perlu di perhatikan dan di pertimbangkan, yaitu :

1. Sumber daya manusia dengan skiil yang cukup untuk


melaksanakan suatu metode pelaksanaan konstruksi.
2. Tersedianya peralatan penunjang pelaksanaan metode
konstruksi yang dipilih.
3. Material cukup tersedia.
4. Waktu pelaksanaan yang maksimum disbanding pilihan metode
konstruksi lainnya.
5. Biaya yang bersaing.

2.4 Jabaran Pekerjaan atau Work Breakdown Struckture (WBS)


Work Breakdown Structure merupakan penguraian pekerjaan menjadi item
pekerjaan secara detail. Struktur WBS menyerupai piramida yang artinya posisi
puncak merupakan keseluruhan pekerjaan. Level di bagian bawah merupakan
penggambaran rincian level di atasnya. Level-level terbawah WBS merupakan
level terpenting, karena setiap elemen pada level ini menggambarkan bagian
terperinci pekerjaan dengan perlengkapan data, atau tugas yang akan dikerjakan.
Kontraktor harus memperkirakan anggaran pekerjaan secara detail. Susunan WBS
tidak selalu sama untuk setiap proyek (Shofyan, 2018).

Terdapat beberapa hal yang dapat dipakai sebagai pedoman penyusunan


WBS menurut Shofyan (2018) antara lain:

a. Sususnan WBS dibuat bertingkat menurut ketelitian spesifikasi


pekerjaan.
b. Susunan WBS dibuat atas dasar penguraian yang distrik dan logis.
c. Jumlah tingkat hierarki sesuai dengan kebutuhan tingkat pengelolanya.
d. Jumlah elemen pekerjaan tiap hierarki sesuai dengan kebutuhan
pengelolanya.
e. Tiap elemen WBS diberi nomor, penomoran yang sesuai dengan tingkat
hierarkinya.
f. Elemen pekerjaan dalam WBS merupakan pekerjaan yang terukur.

2.5 Penyususnan Tabel Analisa Organisasi Proyek (AOT)


2.6 Hubungan WBS, AOT, dan Durasi Kegiatan
2.7 Menentukan Kebutuhan Komposisi Sumber Daya Manusia Sesuai
Keahlian dan Kebutuhan Kepastian Sumber Daya Manusia Persatuan
Volume Pekerjaan

2.8 Perhitungan Volume


2.9 Perhitungan Durasi / Waktu
2.10 Penjadwalan Waktu Proyek (Time Schedule)
Jadwal adalah penjabaran perencanaan proyek menjadi urutan langkah-
langkah pelaksanaan pekerjaan untuk mencapai sasaran. Pada jadwal telah
dimasukkan faktor waktu [ CITATION Ima95 \l 1033 ] . Menurutnya, metode
menyusun jadwal yang terkenal adalah analisis jaringan kerja (network), yang
menggambarkan dalam suatu grafik hubungan urutan pekerjaan proyek. Pekerjaan
yang harus didahului atau mendahului oleh pekerjaan lain diidentifikasikan dalam
kaitannya dengan waktu. Jaringan kerja ini sangat berfaedah untuk perencanaan
dan pengendalian proyek.
2.10.1 Tujuan Penjadwalan (Time Schedule)
2.10.2 Fungsi Penjadwalan (Time Schedule)
2.10.3 Kegiatan Tumpang Tindih
2.10.4 Kegiatan, Peristiwa Dan Atribut
2.10.5 Logika Ketergantungan
2.10.6 Menyusun Jaringan CPM
2.10.7 Identifikasi Jalur Kritis
2.10.8 Jalur Dan Kegiatan Kritis
2.10.9 Waktu Ambang / Floating Time
2.10.10 Distribusi Float

2.11 Perencanaan Sumber Daya


2.11.1 Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Manusia
2.11.2 Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Bahan
2.11.3 Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Alat

2.12 Penjadwalan Sumber Daya Tenaga Kerja


2.13 Rencana Biaya Pelaksanaan (RBP) Proyek Konstruksi
2.13.1 Biaya Langsung
2.13.2 Biaya Tidak Langsung

2.14 Rencana Anggran Biaya (RAB) Proyek Konstruksi


2.15 Perencanaan Prestasi
2.16 Gravik Kurva “S"
2.17 Metode Penjadwalan Proyek (research sumber dan materi)
2.4.1 Dalam konteks penjadwalan, terdapat dua perbedaan, yaitu waktu (Time)
dan kurun waktu (duration). Bila waktu menyatakan siang/malam, sedangkan
kurun waktu atau durasi menunjukan lama waktu yang dibutuhkan dalam
melakukan suatu kegiatan, seperti lamanya waktu kerja dalam satu hari adalah 8
Jam)

a. bagan balok

b. kurva – s
c. network planning

d. metode jalur kritis (critical path method)

e. network diagram

2.18 Biaya Proyek Konstruksi


2.19 Critical Path Method (CPM)
2.8.1 Durasi dan Biaya Proyek
2.8.2 Lintasan kritis dan Float
2.8.3 Perhitungan Maju
2.8.4 Perhitungan Mundur (Backward Pass)
2.8.5 Total Float (TF)