Anda di halaman 1dari 30

RANCANGAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR PROFESI APARATUR SIPIL NEGARA

UPAYA OPTIMALISASI PELAYANAN POLI UMUM


UPT PUSKESMAS RAWAT INAP SIDOMULYO

Disusun Oleh :

dr. LUTFI MALEFO


NIP. 19900803 202012 1 013

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN II


PEMERINTAH KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
DAERAH PROVINSI LAMPUNG
TAHUN 2021
LEMBAR PERSETUJUAN

LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN

Judul : Upaya Optimalisasi Pelayanan Poli Umum Upt Puskesmas


Rawat Inap Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan
Nama : dr. Lutfi Malefo
NIP : 19900803 202012 1 013
Unit Kerja : Puskesmas Rawat Inap siomulyo
Organisasi : Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan

Telah disetujui berdasarkan hasil seminar rancangan aktualisasi

pada hari Jumat tanggal 23 bulan April tahun 2021.

DISETUJUI OLEH:

COACH/PEMBIMBING MENTOR

Ir. YULIZAR KOMALA SAYINATI, MTA dr. ROCKY J.D SIHOMBING

NIP. 19580726 198303 2 004 NIP. 19820723 201001 1 014

ii
LEMBAR PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN II DI LINGKUNGAN


PROVINSI LAMPUNG

TAHUN 2021

NAMA : dr. LUTFI MALEFO

NIP : 19900803 202012 1 013

INSTANSI : UPT PUSKESMAS RAWAT INAP SIDOMULYO

JABATAN : DOKTER AHLI PERTAMA

“ UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PELAYAN POLI UMUM UPT


PUSKESMAS RAAT INAP SIDOMULYO “

Disetujui untuk disampaikan pada Evaluasi Rancangan Aktualisasi Pelathan


dasar CPNS Golongan III angkatan II di Lingkungan Provinsi Lampung
Tahun 2021

DISAHKAN OLEH:

COACH/PEMBIMBING MENTOR

iii
Ir. YULIZAR KOMALA SAYINATI, MTA dr. ROCKY J.D SIHOMBING

NIP. 19580726 198303 2 NIP. 19820723 201001 1 014

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa,


karena atas berkat dan rahmat-Nyalah penulis dapat menyelesaikan
laporan ini yang berjudul “Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Poli
Umum Upt Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo ”. Laporan ini ditulis
untuk memenuhi rangkaian kegiatan Latihan Dasar Calon Pegawai Negeri
Sipil golongan III dalam rangka aktualisasi nilai-nilai ANEKA dalam ruang
lingkup kerja.

Keberhasilan penyusunan laporan, tidak lepas dari dukungan,


arahan berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan ketulusan hati penulis
mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bupati Lampung Selatan


2. BPSDM Provinsi Lampung
3. Kepala BKPSDM Lampung Selatan
4. Ir. Yulizar Komala Saniyati, MTA selaku pembimbing
5. selaku penguji
6. dr. Rocky J.D Sihombing selaku mentor
7. Seluruh jajaran Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Lampung Selatan dan Panitia Latihan Dasar CPNS
golongan III angkatan II Provinsi Lampung tahun 2021
8. Seluruh Widyaiswara Latihan Dasar CPNS golongan III angkatan II
Provinsi Lampung tahun 2021
9. Keluarga, sahabat, dan rekan-rekan peserta Latihan Dasar CPNS
golongan III angkatan II Kabupaten Lampung Selatan tahun 2021

iv
Dalam penulisan laporan rancangan aktualisasi ini penulis
menyadari masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan laporan ini.

Semoga Tuhan selalu meridhoi langkah kita serta memberikan


kesuksesan dimasa mendatang dan semoga laporan ini dapat berguna dan
bermanfaat bagi kita semua.

Bandar Lampung , 19 Juni 2021

Penulis,

dr. LUTFI MALEFO


NIP. 19900803 202012 1 013

v
vi
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

LEMBAR PERSETUJUAN..........................................................................ii

LEMBAR PENGESAHAN..........................................................................iii

KATA PENGANTAR..................................................................................iv

DAFTAR ISI................................................................................................vi

BAB I. PENDAHULUAN.............................................................................1

A. Latar Belakang..................................................................................1

B. Tujuan dan Manfaat..........................................................................4

C. Ruang Lingkup..................................................................................8

BAB II. DESKRIPSI ORGANISASI...........................................................14

A. Profil Organisasi..............................................................................14

B. Visi, Misi dan Nilai nilai Organisasi.................................................16

C. Struktur Organisasi..........................................................................19

D. Tugas dan
Fungsi…................................................................................ 21

BAB III. RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR ASN............22

vii
A. Argumentasi dan Analisis Dampak
Isu……………………………………..

B. Nilai-Nilai Dasar Profesi, Kedudukan Dan Peran


PNS……………………

C. Landasan
Teoritis……………………………………………………………..

D. Matrix
Rancangan…………………………………………………………….

E. Jadwal
Kegiatan……………………………………………………………….

LAMPIRAN

DAFTAR PUSTAKA

viii
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi Pegawai Negeri


Sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada
instansi pemerintah. Kondisi ideal tata perilaku ASN diatur dengan detail
dalam UU ASN No.5 tahun 2014 pasal 3 yaitu bertingkah laku sesuai nilai
dasar, berkode etik, komitmen, integritas, tanggung jawab pada pelayan
publik, berkompeten dan profesional dalam bertugas. Namun yang terjadi
saat ini, menunjukkan fenomena ASN yang melakukan pelanggaran,
diantaranya adalah pelanggaran disiplin dan pelanggaran administrasi
publik.

Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bebas dari intervensi politik,


profesional, bersih dari praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme, mampu
menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat dan mampu
menjalankan peran sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 diperlukan dalam rangka mencapai
tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam alinea ke-4 Pembukaan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Tujuan
nasional seperti tercantum dalam pembukaan UUD 1945 adalah melindungi
segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,
memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan
ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi dan keadilan sosial. Tujuan dunia ini dapat terwujud
dengan terbentuknya ASN yang unggul dan selaras dengan dinamika yang
berkembang sesuai dengan tuntutan masyarakat akan kinerja pemerintah
sebagai pelayan masyarakat.

Untuk itu diperlukan penyelenggaraan pelatihan dasar yang


strategis, inovatif, dan terintegrasi serta mampu membentuk karakter ASN
yang profesional, memiliki kompetensi handal dan kuat dalam melayani
masyarakat, serta mampu menginternalisasikan nilai-nilai dasar ASN
secara mantap dalam diri masing - masing ASN melalui Diklatsar CPNS
Golongan III Tahun 2021, sebagaimana dimaksud berdasarkan Perka
Lembaga Administrasi Negara No. 12 Tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar
Calon Pegawai Negeri Sipil (Perka LAN 12/2018).

Pelatihan Dasar (Latsar) ini juga berjalan atas landasan Undang-


Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN yang menyatakan bahwa CPNS
wajib menjalani masa percobaan yang dilaksanakan melalui proses
pelatihan dasar terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran,
semangat dan motivasi, nasionalisme dan kebangsaan, karakter
kepribadian yang unggul dan bertanggung-jawab, dan memperkuat
profesionalisme serta kompetensi bidang. Kegiatan pelatihan dasar on
campus berlangsung di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Lampung. Kegiatan off campus yaitu melakukan aktualisasi nilai-
nilai dasar ANEKA pada kegiatan yang sudah direncanakan pada instansi
tempat bekerja, yaitu UPT Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo. Kegiatan ini
ditujukan untuk membina peserta Pelatihan Dasar agar dapat
menginternalisasi, menerapkan, dan mengaktualisasikan nilai–nilai yang
ditanamkan menjadi sebuah kebiasaan (habituasi).

Pelayanan kesehatan merupakan hak setiap orang yang dijamin


dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yang
harus diwujudkan dengan upaya peningkatan derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya. Pelayanan kesehatan merupakan
tempat yang sangat dibutuhkan oleh semua kalangan masyarakat. Hampir
semua orang tidak tergantung usia dan tingkat sosial yang menyadari
pentingnya kesehatan akan datang memeriksakan kesehatannya di tempat
penyelenggara medis, seperti rumah sakit, puskesmas, klinik, dokter,
perawat, bidan dan petugas medis lainnya.

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sebagai penyedia


sarana pelayanan kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan
kesehatan yang cepat, tepat dan akurat. Salah satu bagian dari Pelayanan
Puskesmas adalah Pelayanan Poli Umum. Poli umum merupakan pusat
kegiatan masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan.
Poli umum merupakan tempat pelayanan yang bertugas melakukan
pemeriksaan pasien secara umum dengan melihat indikasi atau gejala –
gejala yang di derita oleh pasien sehingga pasien dapat di berikan
pengobatan sesuai dengan gejala yang dideritanya.

Poli umum merupakan salah satu pelayanan yang ada di dalam


Puskesmas rawat inap Sidomulyo. Poli umum ini berfungsi sebagai tempat
pelayanan kesehatan untuk mendeteksi dan mengobati berbagai penyakit.
Pada Puskesmas rawat inap Sidomulyo poli umum merupakan suatu
pelayanan kesehatan yang penting karena hamper rata rata pasien yang
mengunjungi Puskesmas rawat inap Sidomulyo merupakan pasien poli
emum sehingga pelayan poli umum harus optimal agar dapat melakukan
pelayanan kesehatan dengan baik.

TUJUAN DAN MANFAAT


Tujuan

Aktualisasi ini bertujuan agar peserta mampu mengaktualisasikan nilai-nilai


dasar profesi ASN, yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan
anti korupsi sebagai dokter umum di Puskesmas Rawat inap Sidomulyo, serta
memahami Pelayanan Publik, Manajamen ASN, dan Whole Of Government sehingga
mampu melaksanakan tugas, fungsi, dan perannya secara profesional sebagai
pelaksana kebijakan, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa.

Aktualisasi ini juga bertujuan untuk membangun dan mendorong kebiasaan


peserta untuk peduli dengan isu isu yang terkait dengan tugas dan fungsinya dan
membiasakan berfikir kreatif dalam mencari solusi penanganan isu yang terjadi di
tempat kerja

Manfaat

Bagi Penulis
Manfaat dari rancangan aktualisasi diharapkan terciptanya ASN yang mampu:
1) Mewujudkan akuntabilitas dalam menjalankan tugas
2) Mengamalkan sila-sila Pancasila dalam menjalankan tugas
3) Menjunjung tinggi standar etika publik dalam pelaksanaan tugas
4) Mengedepankan kinerja untuk peningkatan mutu pelayanan
5) Untuk tidak korupsi dan mendorong pemberantasan korupsi

Bagi Puskesmas rawat inap Sidomulyo


1) Hasil aktualisasi diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan ruang poli
umum Puskesmas Sidomulyo .

2) Mewujudkan Visi dan Misi Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo

Bagi masyarakat

1) Masyarakat mendapatkan pelayanan yang optimal

Ruang Lingkup

Pelaksanaan aktualisasi dengan judul Upaya Optimalisasi poli umum Puskesmas


Sidomulyo di batasi dalam ruang lingkup :

1. Aktualisasi ini di lakukan dalam wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap
Sidomulyo.

2. Sasaran aktualisasi ini adalah pegawai puskesmas Sidomulyo dan


masyarakat di wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat inap Sidomulyo

3. Aktulisasi ini di laksanakan dari tanggal juni 2021 sampai juli 2021
BAB II

DESKRIPSI ORGANISASI

A. Profil Organisasi
Jndjbhbv

B. Visi, Misi dan Nilai Nilai Organisasi

Visi Puskesmas

“ Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo dengan Layanan Prima Menuju


Masyarakat Sehat Dan Mandiri 2022

Misi Puskesmas

1. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan


berwawasan kesehatan
2. Meningkatkan akses pelayanan yang bermutu dan terjangkau
3. Meningkatkan pengetahuan dan peran serta aktif lintas sektoral dan
masyarakat tentang kesehatan
4. Meningkatkan sumber daya manusia dan manajemen terpadu
puskesmas
Struktur Organisasi

Tugas dan Fungsi

Adapun Tugas dan fungsi sebagai dokter di Puskesmas rawat inap


Sidomulyo yang di berikan Atasan kepada saya, yaitu :
1. Penyembuhan Penyakit
2. Pemulihan kesehatan akibat penyakit
3. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan pencegahan
penyakit
4. Pembuatan catatan medic
5. Keanggotaan dalam organisasi profesi dokter
BAB III

RANCANGAN AKTUALISASI

Argumentasi dan analisis dampak isu

Isu adalah kejadian yang terjadi di lingkungan yang harus segera


ditangani dan diberi solusi. Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi
sebagai dokter umum di Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo , penulis
menemukan isu-isu yaitu:

1. Kurang optimalnya pelayanan poli umum di puskesmas sidomulyo


2. Keterbatasan pilihan obat obatan di puskesmas Sidomulyo.
3. Kurangnya monitoring pasien DM di puskesmas
4. Belum optimalnya pelayanan di posyandu Lansia

1. Identifikasi Isu

Untuk menetapkan kriteria isu dan kualitas isu, digunakan alat USG
(Urgency, Seriousness, Growth). Dengan menggunakan alat USG
tersebut diharapkan dapat ditemukannya Core Issue. Penilaian alat
analisis dilakukan dengan menggunakan rentang nilai 1 sampai dengan
5, semakin tinggi nilai menunjukkan bahwa isu tersebut sangat
berpengaruh terhadap organisasi dan Stakeholder .

Tabel 2. Kriteria Penilaian.

Bobot Keterangan

5 Sangat kuat pengaruhnya

4 Kuat pengaruhnya

3 Sedang pengaruhnya
2 Kurang pengaruhnya

1 Sangat kurang pengaruhnya

Berdasarkan deskripsi diatas maka dapat diambil beberapa isu yang


dapat ditemukan dan berhasil diidentifikasi yaitu:

1. Kurang optimalnya pelayanan poli umum di puskesmas sidomulyo


2. Keterbatasan pilihan obat obatan di puskesmas Sidomulyo.
3. Kurangnya monitoring pasien DM di puskesmas
4. Belum optimalnya pelayanan di posyandu Lansia

Tabel 4. Analisis Identifikasi Isu Menggunakan Teknik USG

SCORE
N TOTA R
IDENTIFIKASI ISU
o L K
U S G
Kurang optimalnya pelayanan poli

1 umum di puskesmas sidomulyo


5 5 4 14 I

Keterbatasan pilihan obat obatan di

2 puskesmas Sidomulyo.

4 4 3 11 II

Kurangnya monitoring pasien DM di

3 puskesmas
3 3 2 8 IV
Belum optimalnya pelayanan di

4. posyandu Lansia
3 4 4 11 III

Keterangan Keterangan Serious Keterangan Growth


Urgency

5 : Sangat 5 :Sangat 5:Sangat Berpengaruh


Mendesak Berpengaruh

4 : Mendesak 4 : Berpengaruh 4 : Berdampak

3 : Cukup 3 : Cukup 3:Cukup Berdampak


Mendesak Berpengaruh

2 : Tidak Mendesak 2 : Tidak 2 : Tidak Berdampak


Berpengaruh

1 :Sangat Tidak 1 : Sangat Tidak 1 : Sangat Tidak


Mendesak Berpengaruh Berdampak

1. Urgency, memandang seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas


dikaitkan dengan waktu yang tersedia serta seberapa keras tekanan waktu
tersebut untuk memecahkan masalah yang menyebabkan isu.
2. Seriousness, seberapa serius isu tersebut perlu dibahas dan dikaitkan
dengan akibat yang timbul dengan penundaan pemecahan masalah yang
menimbulkan isu tersebut atau akibat yang membuktikan masalah-masalah
lain kalau masalah penyebab isu tidak dipecahkan.
3. Growth, seberapa kemungkinan-kemungkinannya isu tersebut menjadi
berkembang dikaitkan kemungkinan masalah penyebab isu akan makin
memburuk apabila dibiarkan.

3. Isu Yang Ditetapkan/Core

Isu yang ditetapkan adalah: “Kurang optimalnya pelayanan poli


umum di puskesmas sidomulyo” .

4. Argumentasi Terhadap Core Issue Terpilih


Berdasarkan skor dari tabel di atas, maka isu yang diangkat yaitu
Kurang optimalnya pelayanan poli umum di puskesmas sidomulyo”.
Oleh karena itu, penulis akan membuat laporan aktualisasi yang berkaitan
dengan isu tersebut. Didasarkan pada analisis skor USG tertinggi, hal ini
disebabkan masih belum optimalnya peran dokter di poli umum, kurang
baiknya alur pelayanan di poli umum, belum optimalnya tata letak ruang
periksa poli umum , belum optimanya penerapan SOP pelayanan di poli
umum dan belum optimalnya konseling,informasi dan edukasi pasien di poli
umum.
Berdasarkan penyebab isu diatas , maka dirumuskan gagasan
pemecahan isu yaitu “Upaya Optimalisasi Pelayanan Poli Umum di
Puskesmas Sidomulyo”

5. Dampak Jika Isu Tidak Dapat Dilaksanakan

Jika isu tersebut tidak segera dipecahkan maka akan


mengakibatkan/berdampak terhadap menurunnya kualitas pelayanan
kesehatan dipuskesmas Sidomulyo sehingga Visi Misi Puskesmas tidak
dapat tecpai dengan baik. Melalui kegiatan yang akan dilakukan, diharapkan
pelayanan kesehatan di poli umum dapat berjalan secara efektif, efisien, dan
berkualitas sehingga masyarakat mendapat pelayanan pengobatan yang
terbaik

Nilai Dasar Profesi PNS, Kedudukan dan peran PNS

A. Nilai-/nilai Dasar Profesi PNS

Pada pelaksanaan diklat on campus peserta diklat mendapatkan materi


mengenai pemahaman nilai-nilai dasar profesi PNS yaitu Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA).
Penjelasan nilai – nilai ANEKA sebagai berikut:

D.1. Akuntabilitas

Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu,kelompok atau institusi


untuk memenuhi tanggung jawab yangmenjadi amanahnya. Amanah seorang
PNS adalah menjaminterwujudnya nilai-nilai publik.

Nilai-nilai publik tersebut antara lain adalah:

1. Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketikaterjadi konflik


kepentingan, antara kepentingan publikdengan kepentingan sektor,
kelompok, dan pribadi;
2. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindaridan mencegah
keterlibatan PNS dalam politik praktis;
3. Memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam
penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik; dan
4. Menunjukan sikap dan perilaku yang konsisten dan dapat diandalkan
sebagai penyelenggara pemerintahan.

Akuntabilitas merupakan kontrak antara pemerintah dengan aparat birokrasi,


serta antara pemerintah yang diwakili oleh PNS dengan masyarakat. PNS yang
akuntabel adalah PNS yang mampu mengambil pilihan yang tepat ketika terjadi
konflik kepentingan, tidakterlibat dalam politik praktis, melayani warga secara adil
dan konsisten dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

D.2. Nasionalisme

Nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar


terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain.
Nasionalisme Indonesia adalah nasionalisme yang memuliakan kemanusiaan
universal dengan menjunjung tinggi persaudaraan, perdamaian, dan keadilan
antar umat manusia.

Pentingnya peran PNS sebagai salah satu pemersatu bangsa, secara


implisit disebutkan dalam UU No 5 tahun 2014 terkait asas, prinsip, nilai dasar dan
kode etik dan kode perilaku, dimana dalam pasal 2 ayat 1 disebutkan bahwa asas-
asas dalam penyelenggaraan dan kebijakan manajemen ASN ada 13, salah satu
diantaranya asas persatuan dan kesatuan. Hal ini berarti,seorang PNS atau ASN
dalam menjalankan tugas-tugasnya senantiasa mengutamakan dan
mementingkan persatuan dan kesatuan bangsa. Kepentingan kelompok, individu,
golongan harus disingkirkan demi kepentingan yang lebih besar yaitu kepentingan
bangsa dan Negara diatas segalanya. PNS dalam menjalankan tugas dan
fungsinya harus berpegang pada prinsip adil dan netral. Netral dalam artian tidak
memihak kepada salah satu kelompok atau golongan yang ada. Sedangkan adil,
berarti PNS dalam melaksanakan tugasnya tidak boleh berlaku diskriminatif dan
harus obyektif, jujur, transparan.

D.3. Etika Publik

Etika publik merupakan refleksi atas baik/buruk, benar/salah perilaku untuk


mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab
pelayanan publik.

Ada tiga fokus utama dalam pelayanan publik, yaitu:

1. Pelayanan publik yang berkualitas dan relevan;


2. Sisi dimensi reflektif, Etika Publik berfungsi sebagai bantuan dalam
menimbang pilihan sarana kebijakan publik dan alat evaluasi; dan
3. Modalitas Etika, menjembatani antara norma moral dan tindakan
faktual.

Sedangkan Indikator etika publik, antara lain sebagai berikut:

1. Memegah teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila;


2. Setia dan mempertahankan Undang-Undang dasar Negara Kesatuan
Republik Indonesia 1945;
3. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak;
4. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian;
5. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif;
6. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur;
7. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada public;
8. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program
pemerintah;
9. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat,
akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun;
10. Mengutamakan kepeminpinan berkualitas tinggi;
11. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama;
12. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai;
13. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan; dan
14. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis
sebagai perangkat sistem karir.

D.4. Komitmen Mutu

Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan


berorientasi pada kualitas hasil, dipersepsikan oleh individu terhadap produk atau
jasa berupa ukuran baik atau buruk. Komitmen mutu adalah janji pada diri kita
sendiri atau pada orang lain yang tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga
mutu kinerja pegawai. Bidang apapun yang menjadi tanggung jawab pegawai
negeri sipil semua harus dilaksanakan secara optimal agar dapat memberi
kepuasan kepada stakeholder.

Indikator komitmen mutu antara lain:


1. Orientasi mutu, berkomitmen untuk senantiasa melakukan pekerjaan
dengan arah dan tujuan untuk kualitas pelayanan;
2. Efisien, adalah berdaya guna, dapat menjalankan tugas dan mencapai
hasil tanpa pemborosan sumber daya dan hemat waktu;
3. Efektif, adalah berhasil guna, menunjukan tingkat ketercapaian target
yang telah direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil
kerja; dan
4. Inovatif, adalah sesuatu yang baru sebagai perwujudan ide kreatifitas
untuk meningkatkan mutu pelayanan.

D.5. Anti Korupsi

Anti Korupsi adalah tindakan yang dilakukan untuk memberantas segala


tingkah laku atau tindakan yang melawan norma-norma dengan tujuan
memperoleh keuntungan pribadi, merugikan negara atau masyarakat, baik secara
langsung mau pun tidak lengsung.

Tindak pidana korupsi terdiri dari:

1. kerugian keuangan negara;


2. suap-menyuap;
3. pemerasan;
4. perbuatan curang;
5. penggelapan dalam jabatan;
6. benturan kepentingan dalam pengadaan; dan
7. gratifikasi.

Nilai-nilai yang terkandung dalam anti korupsi antara lain mencakup jujur, peduli,
mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, berani, adil, dan sederhana.
B. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI

Selain mendapatkan materi tentang nilai – nilai dasar PNS, peserta diklat
on campus juga mendapatkan materi mengenai pemahaman kedudukan dan
peran PNS dalam NKRI yaitu Pelayanan Publik, Whole of Government, dan
Manajemen ASN. Penjelasan dari ketiga materi tersebut adalah sebagai berikut:

E.1. Pelayanan Publik

Pelayanan publik adalah segala bentuk jasa pelayanan baik dalam bentuk
barang publik maupun jasa publik yang menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan
oleh Instansi pemerintah di Pusat, di daerah, dan di lingkungan Badan Usaha Milik
Negara atau Badan Usaha Milik Daerah, dalam rangka pelaksanaan ketentuan
peraturan perundang- undangan.

Unsur dalam Pelayanan Publik terdiri dari 3, yaitu:

1. Organisasi penyelenggara pelayanan;


2. Penerima layanan pelanggan yaitu orang atau masyarakat atau organisasi
yang berkepentingan, dan
3. Kepuasan diterima oleh penerima layanan (pelanggan).

Berbagai literatur administrasi publik menyebut bahwa prinsip pelayanan


publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan prima adalah:
1. Partisipatif; 6.Efektif dan Efisien;
2. Transparan; 7. Aksesibel;
3. Responsif; 8. Akuntabel;
4. Tidak diskriminatif; 9. Berkeadilan.
5. Mudah dan Murah;

E.2. Whole of Government

Whole of Government (WoG) merupakan cara pendekatan


penyelenggaraan pemerintah yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif
pemerintah dari seluruh sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas
guna mencapai tujuan-tujuan perumusan kebijakan, manajemen program, dan
pelayanan publik.

Whole of Government bertujuan menciptakan Good Governance di mana


terdapat tiga pilar di dalamnya, yaitu pemeritah, swasta/bisnis dan masyarakat.
Adapun WoG diperlukan, antara lain:

1. Dorongan publik dalam mewujudkan integrasi kebijakan, program


pembangunan dan pelayanan agar tercipta penyelenggaraan
pemerintahan yang lebih baik;
2. Mendorong pentingnya WoG dalam menyatukan institusi pemerintah
sebagai penyelenggara kebijakan dan layanan publik;
3. Adanya nuansa kompetisi antar sektor, satu sektor bisa menjadi sangat
superior terhadap sektor lain, atau masing-masing sektor tumbuh namun
tidak berjalan beriringan, melainkan justru kontraproduktif atau ‘saling
membunuh’;
4. Tumbuhnya ego sektoral (mentalitas silo) yang mendorong perilaku dan
nilai individu maupun kelompok yang menyempit pada kepentingan
sektornya yang kontra produktif terhadap tujuan-tujuan yang lebih besar
atau yang berskala nasional; dan
5. Keberagaman latar belakang nilai, budaya, adat istiadat, serta bentuk latar
belakang lainnya mendorong adanya potensi disintegrasi.

Adapun indikator dari Whole of Govermenmet, antara lain: Integrasi, Koordinasi;


dan Kapasitas.

E.3. Manajemen ASN

Manajemen ASN merupakan upaya pengelolaan ASN untuk menghasilkan


pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika, profesi, bebas dari
intervensi politik, bersih dari KKN. Manajemen ASN meliputi penyusunan dan
penetapan kebutuhan, pengadaan, pangkat dan jabatan, pengembangan karier,
pola karier, promosi, mutasi, penilaian kinerja, penggajian dan tunjangan,
penghargaan, disiplin, pemberhentian, jaminan pensiun dan perlindungan. Adapun
asas-asas manajemen ASN, antara lain:
1. Kepastian hukum;
2. Profesionalitas;
3. Proporsionalitas;
4. Keterpaduan;
5. Delegasi;
6. Netralitas;
7. Akuntabilitas;
8. Keterbukaan;
9. Non diskriminatif;
10. Persatuan;
11. Kesetaraan;
12. Keadilan; dan
13. Kesejahteraan.
14. Efektif dan efisien

Landasan teoritis
Kesehatan menurut WHO (1947) adalah suatu keadaan yang sempurna
baik secara fisik, mental dan social serta tidak hanya bebas dari penyakit atau
kelemahan. Sehat menurut UU 23 tahun 1992 tentang kesehatan
menyatakan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa,
dan social yang mungkin hidup produktif secara social dan ekonomis.
Berdasarkan dua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa
kesehatan terdapat empat dimensi yaitu fisik, (badan), Mental (jiwa), soisal
dan ekonomi yang saling mempengaruhi dalam memwujudkan tingkat
kesehatan pada seseorang, kelompok atau masyarakat. Oleh karena itu
kesehatan bersifat holistic atau menyeluruh , tidak hanya memandang
kesehatan dari segi fisik saja.

Profesi dokter merupakan profesi yang mempunyai tujuan mulia bagi


masyarakat, karena tujuan dasar ilmu kedokteran adalah meringankan sakit,
penderitaan fisik, psikis, dan sosial pada pasien dan masyarakat. Serta
mempertahankan kehidupan insani tanpa memperpanjang proses mati.
Sedangkan prinsip dasar etik kedokteran yaitu primum non necere (yang
terpenting adalah tidak merugikan sosial maupun ekonomi). Di dalam
pelayanan kedokteran, terdapat dua pihak yang saling berhubungan, yaitu
dokter dan pasien. Jika tidak tercipta hubungan antara dokter dengan pasien,
maka tidak akan terjadi suatu pelayanan kedokteran. Dokter akan berupaya
untuk mencapai tujuan dasar dari ilmu kedokteran yang akan diterapkan pada
pasien dengan prinsip primum non nocere.

Matix Rancangan

Unit Kerja : UPTD Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo

Isu yang di angkat : Kurang optimalnya pelayanan poli umum di


puskesmas sidomulyo

Gagasan pemecahan isu : Upaya Optimalisasi Pelayanan Poli Umum di


Puskesmas Sidomulyo

Table Rancangan aktulisasi


No Kegiatan Tahapan kegiatan Output Keterkaitan substansi Kontribusi Penguatan nilai
mata pelatihan terhadap visi misi organisasi

1 Membuat jadwal Berkordinasi dengan Terlaksananya koordinasi Akuntabilitas : Kegiatan ini Kegiatan ini sesuai
dokter di poli umum dokter yang dengan PJ poli mengenai Saya akan melaksanakan mendukung Misi dengan nilai
bertanggung jawab di jadwal dokter dengan cara dengan rekan sejawat Puskesmas dalam organissi upt
poli umum diskusi dan sopan santun dan menyampaikan meningktakan pukesmas rawat
usulan kegiatan dengan akses pelayanan inap Sidomulyo
kejelasan target kesehatan yang Melayaani
Membuat jadwal Tersusunya jadwal bermutu dan dengaan sepenuh
pelayanan dokter di poli pelayanan di poli umum Nasionalisme : terjangkau haati
umum Saya tidak akan
melakukan diskriminasi
dan menghargai pendapat
Melakukan konsultasi Terlaksananya konsultasi sejawat
dengan atasan terkait dengan atasan langsung
dengan jadwal dokter di dengan cara diskusi Etika publik :
poli umum saya akan melakukan
diskusi dengan bahasa
yang sopan dan santun

Komitmen mutu :
Saya akan memberikan
gagasan secara jelas
keada atasan mengenai
kegiatan saya sehingga
didapatkan masukan yang
berkualitas

Anti korupsi :
Saya akan melaksanakan
jadwal dengan
bertanggung jawab dan
tepat waktu

2 Mengatur alur Melakukan konsultasi Terlaksanannya konsultasi Akuntabilitas : Kegiatan ini


pelayanan di poli dengan atasan terkait dengan atasan dan Saya akan melalukan sesuai dengan visi
umum alur pelayanan di poli mendapatkan persetujuan kegiatan dengan tanggung puskesmas
umum atasan jawab, jujur dan sidomulyo yaitu
berintegritas pelayanan prima
Berkoordinasi dengan Terbentuknya Nasionalisme : menuju
PJ poli dan staff poli kesepakatan mengenai saya akan menghargai masyarakat sehat
umum alur pelayanan di poli pendapat dan masukan dan mandiri tahun
umum dari rekan rekan kerja 2022
tanpa mendiskriminasi Serta mendukung
misi puskesmas
Merancang sketsa alur Terbentuknya Sketsa alur etika public yaitu meningktkan
pelayanan pelayanan saya akan berdiskusi dan sumber daya
berkonsultasi dengan manusia dan
menggunakan bahasa managemen
yang sopan santun dan terpadu
beretika. puskesmas

Komitmen mutu :
Saya akan membuat alur
dengan baik sehingga
pelayanan di poli umum
dapat berjalan dengan
efektif dan efisien seusai
dengan peraturan yang
berlaku.

Anti korupsi :
Saya akan melaksanakan
kegiatan dengan
bertanggun jawab dan
jujur

3 Mengatur tata letak Kosnsultasi dengan Terlaksanannya konsultasi Akuntabilitas : Dengan


ruang periksa poli atasan mengenai dengan atas mendapatkan Saya akan melalukan melakukan
umum perubahan tata letak saran dan masukan dari kegiatan dengan tanggung kegiatan ini maka
atasan dan persetujuan jawab, jujur dan visi Puskesmas
atasan berintegritas Sidomulyo yaitu :
Dengan
Nasionalisme : Pelayanan Prima
Dalam melakukan menuju
kegiatan diskusi dan masyarakat sehat
Berdiskusi dengan rekan Terjadinya kesepakatan koordinasi saya akan dan mandiri tahun
sejawat dan perawat di mengenai tata letak meja menghargai setiap 2022 dapat
poli umum ruang poli yang baru pendapat dan saran dari terealisasi dengan
rekan kerja tanpa bailk
diskriminasi
Koordinasi dengan
pekarya puskesmas Etika publik:
terkait tata letak meja Dalam melaksanakan
pelayanan yang baru tahapan kegiatan saya
akan menggunakan
bahasa yang sopan
santun ,ramah dan
Terlaksanannya beretika
Mengatur meja pengaturan tata ruang
pelayanan sesuai yang baru Komitmen mutu :
dengan tata letak yang Saya akan melakukan
baru pengaturan tata letak meja
dengan efektif dan efisien
sehingga pelayanan
menjadi lebih optimal.

Anti korupsi :
Saya akan melaksanakan
kegiatan ini dengan rasa
penuh tanggung jawab
dan jujur
4 Sosialisasi kepada Persiapan bahan dan Media informasi (PPT) Akuntabilitas : Kegiatan ini
staff puskesmas materi sosialisasi tentang pentingnya SOP Saya akan melaksanakan mendukung visi
mengenai kegiatan dengan tanggung Puskesmas
pentingnya Melakukan sosialisasi jawab, penuh integritas Dengan
mematuhi SOP pada tentang SOP pada staff dan transparan pelayanan prima
saat memberikan puskesmas Terlaksananya sosialisasi menuju
pelayanan mengenai SOP Nasionalisme : masyarakat sehat
Melakukan dokumentasi Dalam melakukan tahun 2022 dan
hasil kegiatan sosialisasi saya akan juga mendukung
Foto hasil kegiatan mengatur jarak tempat misi puskesmas
duduk staff agar yaitu
terciptanya suasana meningktatkan
disiplin dan terarah sumber daya
manusia dan
Etika public : manajemen
Dalam melaksanakan terpadu
soialisasi saya akan puskesmas
menggunakan bahasa
yang sopan, santun ramah
dan komunikatif

Komitmen mutu :
Saya akan melaksanakan
kegiatan sosialisasi
dengan efektif melalui
media PPT sehingga lebih
mudah di pahami.

Antikorupsi :
Saya akan melaksanakan
kegiatan dengan tanggung
jawab,jujur dan sederhana

5 Memberikan Berkoordinasi dengan Tersedianya data penyakit Akuntabilitas : Kegiatan ini


informasi tentang PJ poli umum mengenai terbanyak di poli umum Saya akan melaksanakan mendukung misi
penyakit kepada data Penyakit terbanyak kegiatan dengan tangung puskesmas yaitu
pasien melalui di poli umum jawab dan penuh meningkatkan
media leaflet integritas pengetahuan dan
peran serta aktif
Membuat leaflet tentang Nasionalisme : lintas sektoral dan
penyakit terbanyak di Tersedianya leaflet Saya akan memberikan masyarakat
poli umum informasi yang efektif tentang kesehata
dengan media yang
menarik melalui leaflet
Menyiapkan dan sehingga lebih jelas dan
memberikan leaflet Terlaksananya pemberian mudah di pahami
kepada pasien informasi melalui media
leaflet Etika publik :
Dalam melakukan
koordinasi menggunakan
kata kata yang soapn
santun dan ramah

Komitmen mutu :
Saya akan melaksanakan
kegiatan pemberian
informasi dengan efektif
melalui media leaflet
sehingga lebih mudah di
pahami.

Antikorupsi :
Saya akan melaksanakan
kegiatan dengan tanggung
jawab dan jujur